Baris-berbaris adalah salah satu kegiatan yang identik dengan kepramukaan. Dalam kegiatan Quranic Leadership Camp (QLC) TP. 2024-2025 hari pertama (Jum’at, 29 November 2024), baris-berbaris juga menjadi salah satu agenda yang diramu dalam sesi bernama Leadership Games.
Mengetahui banyaknya manfaat baris-berbaris bagi kakak shalih-shalihah, menjadikan alasan mengapa sesi ini selalu ada dalam setiap kegiatan kepramukaan. Alhamdulillah, kakak shalih-shalihah Pramutara (Pramuka Bintang Juara) jenjang Siaga dan Penggalang sesi Leadership Games bersama kakak dari PENERBAD. Salah satu agenda pentingnya adalah latihan baris-berbaris, yang bukan hanya mengasah fisik, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan.
7 Manfaat Baris-Berbaris untuk Mengembangkan Karakter Positif Anak
Hampir sebagian besar anak selalu merasa malas ketika harus memulai kegiatan ini. Apakah Ayah Bunda semasa sekolah juga termasuk yang menghindari kegiatan baris-berbaris?
Namun di balik semua aturan yang ada, baris-berbaris sangat bermanfaat dalam membentuk karakter kakak shalih-shalihah. Apa saja manfaat yang bisa kakak shalih-shalihah dapatkan dari latihan baris-berbaris ini?
1. Melatih Disiplin
Latihan baris-berbaris memerlukan ketaatan pada perintah dan konsistensi dalam melaksanakan instruksi. Kakak shalih-shalihah diajarkan untuk mendengarkan, memahami, dan mempraktikkan perintah dengan tepat.
Kebiasaan ini melatih mereka menjadi individu yang disiplin, baik dalam konteks kegiatan Pramuka maupun dalam kehidupan sehari-hari. Melalui latihan ini, kakak belajar bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan, baik dalam kelompok maupun individu.
2. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab
Dalam baris-berbaris, setiap anggota memiliki peran penting. Kesalahan satu orang dapat memengaruhi kekompakan kelompok.
Hal ini mengajarkan anak-anak untuk bertanggung jawab terhadap tugas mereka, sehingga mereka tidak hanya fokus pada diri sendiri tetapi juga peduli terhadap keberhasilan bersama. Kakak diajarkan untuk saling mendukung dan memastikan setiap anggota memahami tugasnya, membangun rasa tanggung jawab kolektif.
3. Mengembangkan Kemampuan Kepemimpinan
Saat berlatih baris-berbaris, ada posisi seperti pemimpin barisan atau komandan. Kakak yang diberi kesempatan untuk memimpin, belajar bagaimana memberikan instruksi dengan jelas dan tegas.
Mereka juga belajar bagaimana menjadi panutan bagi teman-temannya. Hal ini menjadi bagian dari pembentukan jiwa kepemimpinan yang akan sangat berguna bagi anak-anak di masa depan.
4. Meningkatkan Kerjasama dan Kekompakan Tim
Baris-berbaris tidak dapat dilakukan secara individual. Kakak shalih-shalihah diajarkan untuk bergerak secara serentak dan harmonis sebagai satu tim. Mereka belajar pentingnya komunikasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Kegiatan ini mengajarkan kakak untuk saling mendukung dan memahami bahwa keberhasilan tidak hanya tergantung pada satu individu, tetapi juga pada kekompakan seluruh tim.
5. Membentuk Ketahanan Fisik dan Mental
Gerakan-gerakan dalam baris-berbaris, seperti berdiri tegap, berjalan, atau menghormat, melibatkan konsentrasi dan stamina. Latihan ini melatih ketahanan fisik dan membentuk mental yang kuat.
Kakak shalih-shalihah belajar untuk menghadapi tantangan fisik tanpa mengeluh, yang membantu mereka menjadi individu yang lebih tangguh.
6. Menanamkan Sikap Hormat dan Patuh
Melalui baris-berbaris, kakak belajar untuk menghormati pemimpin dan mematuhi instruksi yang diberikan. Sikap ini membentuk karakter anak menjadi lebih sopan dan menghargai aturan.
Selain itu, mereka juga diajarkan nilai-nilai penting seperti hormat kepada kakak pembina, teman, dan lingkungan sekitarnya.
7. Melatih Konsentrasi dan Fokus
Baris-berbaris membutuhkan konsentrasi penuh untuk mendengarkan instruksi dan melakukannya dengan tepat. Hal ini melatih kakak untuk fokus pada tugas yang sedang dihadapi, sebuah keterampilan yang sangat penting untuk kesuksesan dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Latihan baris-berbaris tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga membentuk karakter anak menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Dalam kegiatan Quranic Leadership Camp, momen berlatih baris-berbaris bersama kakak dari PENERBAD menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan kekompakan pada kakak shalih-shalihah Pramuka Siaga dan Penggalang.
Dengan berlatih baris-berbaris, kakak shalih-shalihah tidak hanya siap menjadi pramuka yang unggul, tetapi juga generasi Muslim yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjadi pemimpin di masa depan. Di Sekolah Islam Bintang Juara, setiap anak adalah bintang yang bersinar, dan mereka berhak menjadi juara dalam setiap aspek kehidupan.*** (CM-MRT)
Salah satu kegiatan dalam Quranic Leadership Camp (QLC) 2024 SD Islam Bintang Juara pada Jum’at, 29 November 2024 adalah materi keputrian. Materi ini disampaikan langsung oleh Bu Ni’mah selaku Kepala Sekolah. Diambil dari kitab Riyadhus Shalihin, Bu Ni’mah menyampaikan materi ini sebelum kakak shalih-shalihah memulai Salat Zuhur.
Sementara kakak shalih beranjak ke masjid untuk melaksanakan Salat Jumat, Bu Ni’mah mengajak kakak shalihah melingkar di Ruang Connecting Lantai 1. Dengan bahasa yang ringan dan santai, Bu Ni’mah menyampaikan ilmu fiqih terkait aurat, haid, tata cara mandi besar kepada kakak shalih-shalihah.
Walau bahasannya cukup berat, karena disampaikan dengan cara yang asyik, juga ekspresi dan gestur yang hidup, kakak shalihah insyaAllah mampu menerima materinya dengan lebih mudah. Penasaran pesan-pesan apa saja yang disampaikan bu Ni’mah dalam materi keputrian, Ayah Bunda?
Tiga Hal Penting dalam Materi Keputrian
Pada sesi sebelum Salat Zuhur ini, Bu Ni’mah menitikberatkan pentingnya muslimah untuk belajar fiqih. Karena sebagai seorang perempuan, dari ujung rambut hingga ujung kaki ada banyak hal yang harus dijaga.
Bersyukurnya agama Islam telah memberikan aturan yang jelas tentang bagaimana muslimah menjaga dirinya. Dalam waktu yang cukup singkat, namun banyak sekali hikmah yang bisa dicatat dalam materi keputrian yang disampaikan bu Ni’mah siang ini.
1. Menjadi Muslimah Cerdas
Pada bagian pertama materi keputrian, Bu Ni’mah menyampaikan pentingnya menjadi muslimah yang cerdas. Yaitu muslimah yang tidak FOMO (Fear of Missing Out) alias suka ikut-ikutan tren. Sementara dalam Islam sudah jelas ada aturannya.
Dalam beberapa hadis juga disampaikan larangan untuk menyerupai orang kafir, salah satunya dalam Hadis Riwayat Abu Dawud dan Hasan;
Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.”
Dalam hal ini, bu Ni’mah berpesan agar kakak shalihah berhati-hati ketika menyukai lagu-lagu barat, Korea atau Jepang. Terutama ketika kakak shalihah tidak memahami makna lagunya, karena ada lagu-lagu yang liriknya berisi tentang kemaksiatan.
2. Belajar Memakai Jilbab Segi Empat
Selanjutnya, Bu Ni’mah juga mengajak kakak shalihah, terutama yang sudah Kelas 6 dan bersiap untuk masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi, belajar cara mengenakan jilbab segi empat yang tepat. Pertama, kakak wajib mengenakan ciput. Selain agar rambut bagian depan tidak keluar, ciput juga membantu menahan rambut bagian belakang tergerai. Bu Ni’mah memberikan tips kepada kakak shalihah untuk mengikat rambutnya lalu dimasukkan ke dalam ciput. Bagi kakak shalihah yang memiliki rambut panjang, rambutnya bisa digelung dan dirapikan ke dalam ciput.
Hal ini agar rambut bagian belakang kakak shalihah tidak mengintip, atau malah keluar dari jilbab. Rambut adalah bagian dari aurat perempuan, sehingga harus dipastikan rambut tidak boleh terlihat.
Kedua, kencangkan jilbab di bagian bawah dagu dengan jarum pentul atau peniti. Pastikan bagian ujung depan jilbab tidak menutup wajah. Muslimah memang perlu memiliki rasa malu, tetapi ada tempat dan waktunya.
Ketiga, kakak bisa menarik jilbab ke sisi bahu kanan atau kiri. Lalu kaitkan dengan peniti. Bu Ni’mah berpesan agar kakak shalihah tidak menggunakan jilbab dengan cara dililit di leher, pastikan panjang jilbab selalu menutup dada.
Bu Ni’mah juga membagikan tips lainnya terkait cara mengenakan jilbab segi empat. Di beberapa pondok tertentu, ada aturan yang melarang santrinya mengenakan jilbab yang ditarik ke bahu kanan/ kiri.
Agar aurat tetap terjaga, pastikan jangan ditali bagian bawah, tapi berikan peniti di bagian jilbab yang menjuntai. Sehingga saat kakak sedang beraktivitas, aurat tidak terlihat.
“Pakai jilbab memang panas, kak… tapi lebih panas lagi api neraka,” ujar Bu Ni’mah saat menuntaskan bahasan tentang cara mengenakan jilbab segi empat yang tepat.
3. Aturan Memotong Rambut untuk Perempuan
Masih berkaitan dengan aurat, Bu Ni’mah juga membagikan pesan penting terkait rambut. “Lebih baik kakak shalihah memotong rambutnya di rumah, daripada di salon. Kecuali kakak bisa memastikan salon tersebut amanah dalam menjaga rambut kita yang telah terpotong tersebut,” kalimat Bu Ni’mah sebagai pengantar bahasan berikutnya dalam materi keputrian.
Rambut perempuan juga merupakan aurat, oleh karenanya penting untuk menjaganya, termasuk saat akan memotongnya. Bu Ni’mah berbagi pengalaman bagaimana beliau diajarkan oleh ayahnya cara menjaga rambut yang telah dipotong.
Setelah rambut dipotong, potongan rambut tersebut dikumpulkan lalu dikubur. Saat menguburnya, ada doa yang harus dibacakan. Bu Ni’mah juga mengajarkan kakak tentang doa ini. Seperti apa doanya? Coba Ayah Bunda bisa mengajak kakak shalihah untuk recalling ya, kira-kira kakak shalihah ingat tidak ya doa yang sudah diajarkan Bu Ni’mah ini.
4. Aturan Haid dan Tata Cara Mandi Besar
Di ujung materi keputrian, kak Adlina bertanya tentang hukum rambut yang rontok saat sedang haid. Dari pertanyaan tersebut, Bu Ni’mah lalu membahas sedikit tentang haid dan tata cara mandi besar.
Bu Ni’mah menyampaikan bahwa penting bagi kakak shalihah mencatat kapan haid dimulai. Bukan hanya tanggal, tetapi juga jam haid tersebut dimulai.
Apabila setelah hari kelima belas dari haid pertama, darah masih mengalir, maka darah tersebut dihukumi sebagai darah istiadhoh. Artinya, kakak shalihah tetap harus melaksanakan salat meski darah masih mengalir.
Bu Ni’mah juga menyampaikan penting bagi kakak shalihah untuk mengumpulkan rambut yang rontok, dan kuku yang dipotong saat sedang haid. Nanti ketika sudah dalam keadaan bersih, dan akan melaksanakan mandi junub, potongan rambut dan kuku tersebut bisa ikut disucikan.
Terkait mandi besar, bu Ni’mah juga berpesan bahwa air yang digunakan untuk membasahi rambut dan tubuh haruslah dalam kondisi mengalir. Oleh karenanya, berhati-hati apabila kakak shalihah mandi menggunakan bak atau ember. Apabila airnya tidak sejumlah dua kulah, maka air tersebut masuk kategori dalam air musta’mal. Air ini dihukumi sebagai air yang suci tapi tidak bisa mensucikan.
Bagi yang tidak memiliki shower di rumahnya, Bu Ni’mah menyarankan untuk mandi di bawah kran yang dinyalakan. Hal itu jauh lebih aman dalam mensucikan.
Tak lupa Bu Ni’mah juga mengajarkan doa yang harus dibaca saat melakukan mandi besar usai tuntas haid, yaitu;
Artinya, “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’ala.”
Demikian sepenggal cerita Quranic Leadership Camp bagian dua tentang materi keputrian yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat dan nantikan cerita keseruan QLC selanjutnya, Ayah Bunda!***(CM-MRT)
SD Islam Bintang Juara mengawali kegiatan Quranic Leadership Camp (QLC) Tahun Pelajaran 2024-2025, yang insyaAllah berlangsung pada Jum’at – Sabtu, 29 – 30 November 2024 dengan semangat yang membara. Dengan tema “Pemimpin Muslim yang Sigap dalam Bertindak dan Bermanfaat bagi Umat“, acara ini bertujuan mencetak generasi muda yang tangguh, memiliki kepemimpinan Islami, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kak Sulthanu, yang bertugas sebagai pemimpin upacara atau Pratama. Dengan penuh wibawa, Kak Sulthanu memimpin upacara sesuai tata cara yang telah diajarkan sebelumnya. Kehadiran para peserta, guru, dan orang tua menambah khidmat suasana pagi itu di halaman SD Islam Bintang Juara.
Pesan Inspiratif dari Kak Ni’mah pada Pembukaan Quranic Leadership Camp
Dalam kesempatan ini, Kak Ni’mah, yang bertugas sebagai pembina upacara, menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta. Ia mengawali dengan menjelaskan arti dari tema kegiatan. Menurutnya, pemimpin muslim yang sigap adalah seorang pemimpin yang selalu bergerak lancar dalam menjalankan aktivitas. “Sigap bukan sekadar cepat, tetapi juga tangkas, bijaksana, dan penuh pertimbangan,” ungkapnya dengan nada penuh semangat.
Kak Ni’mah juga mengajak para peserta untuk merenungkan QS An-Nashr yang menjadi ayat utama dalam Quranic Leadership Camp tahun pelajaran ini. Surat An-Nashr, yang terdiri dari tiga ayat, mengingatkan umat muslim akan dahsyatnya pertolongan Allah SWT. “Seorang pemimpin muslim sejati adalah pemimpin yang menyadari bahwa semua capaian, kekuatan, dan keberhasilannya berasal dari pertolongan Allah. Maka, sifat rendah hati dan syukur harus senantiasa melekat dalam diri pemimpin,” tegas Kak Ni’mah.
Sebagai bagian dari refleksi, Kak Ni’mah mengajarkan metode Kauny dalam melafalkan QS An-Nashr. Metode ini membuat peserta lebih mudah memahami dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Suara lantang para peserta yang mengucapkan ayat demi ayat dengan penuh penghayatan menambah khidmat suasana pagi itu.
Pentingnya Tata Cara Upacara yang Benar
Selain itu, Kak Ni’mah memberikan edukasi tentang tata cara upacara yang benar. Ia menekankan bahwa saat berdiri dalam barisan, tubuh harus tegap dengan kaki sejajar tanpa salah satu sisi lebih tinggi. Saat memberi hormat kepada bendera, posisi tangan harus 90 derajat, berbeda dengan hormat kepada selain bendera, yang cukup 45 derajat.
“Sebagai wujud hormat kepada bendera, kapan pun kita melihat Sang Merah Putih berkibar, kita harus berhenti sejenak dan memberikan penghormatan. Ini adalah cara kita menghargai perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia,” ujar Kak Ni’mah, mengingatkan peserta akan pentingnya nasionalisme sebagai bagian dari karakter seorang pemimpin.
Simbol Resmi Pembukaan Quranic Leadership Camp
Sebagai tanda dibukanya secara resmi kegiatan QLC, dilakukan pemakaian slayer kepada perwakilan peserta. Slayer ini melambangkan semangat dan tanggung jawab para peserta selama mengikuti kegiatan. Pemakaian slayer untuk peserta shalih dilakukan oleh Bapak Daud Djiwandono, Ketua FORSI SD Islam Bintang Juara, sementara untuk peserta shalihah dilakukan oleh Bunda Vivi Psikolog, Ketua Yayasan Dewi Sartika.
Dengan sigap, bersamaan diterimanya slayer oleh Kak Damar dan Kak Kia selaku perwakilan peserta, seluruh peserta QLC juga memasangkan slayernya masing-masing. Kegiatan ini secara resmi menandai dimulainya perjalanan dua hari yang penuh ilmu, pengalaman, dan tantangan. Semua peserta terlihat antusias untuk menjalani rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya menyenangkan tetapi juga membangun karakter Islami yang kokoh.
Refleksi dan Harapan
QLC kali ini menjadi momentum penting bagi SD Islam Bintang Juara untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Islami kepada para siswa. Dalam dua hari ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan kepemimpinan yang dirancang untuk memperkuat spiritualitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab mereka.
Harapannya, melalui QLC ini, kakak shalih-shalihah dapat memahami bahwa menjadi seorang pemimpin tidak hanya tentang mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana membawa kebaikan bagi umat dan lingkungan.
Dengan pembukaan Quranic Leadership Camp yang penuh inspirasi, SD Islam Bintang Juara siap menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi pemimpin muslim yang sigap bertindak dan bermanfaat bagi umat. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.*** (CM-MRT)
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, SD Islam Bintang Juara mengadakan kunjungan ke Museum Ranggawarsita di Jalan Abdulrahman Saleh No. 1 Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 11 November 2024 untuk siswa kelas 1 hingga kelas 2, dan 14 November untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6.
Menggunakan angkutan umum, kakak shalih-shalihah dengan pendampingan guru bergerak lancar menuju museum. Di sana mereka diajak mengenal lebih dekat sosok pahlawan dan peristiwa-peristiwa sejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa, khususnya di Semarang dan Jawa Tengah, serta mengenal benda- benda bersejarah.
Kunjungan ke Museum Ranggawarsita Bukan Sekedar Kunjungan Biasa
Tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan semangat kepahlawanan dan nasionalisme sejak dini kepada para siswa. Kepala SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi juga terintegrasi dengan pembelajaran berbasis informasi kontekstual.
“Dengan kegiatan ini, harapannya anak-anak mengenal tentang sosok pahlawan yang telah berjuang untuk negara kita dan peristiwa-peristiwa terkait perjuangan bangsa. Semoga kegiatan ini memberi pengalaman bermakna dan menumbuhkan jiwa nasionalisme,” ungkap Bu Ni’mah.
Apa Kata Pihak Museum Terkait Kunjungan Siswa SD Islam Bintang Juara?
Kunjungan siswa SD Islam Bintang Juara mendapat sambutan positif dari pihak Museum Ranggawarsita. Menurut Bu Riska (staf pelayanan Museum Ranggawarsita), antusiasme kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara menunjukkan bahwa museum kini telah menjadi tempat yang menarik dan edukatif bagi generasi muda.
“Museum kan biasanya dikenal kuno, tapi sekarang kami punya video mapping, ruang visual, jadi museum juga sudah mengikuti zaman. Anak-anak bisa mengenal sejarah dengan cara yang lebih menarik dan modern,” ujar Bu Riska.
Menghidupkan Semangat Belajar Sejarah di Museum
Dengan fasilitas yang interaktif, Museum Ranggawarsita berhasil membuat kakak shalih-shalihah lebih tertarik mempelajari sejarah. Selama kunjungan, mereka tak hanya melihat benda-benda peninggalan sejarah, tetapi juga mendapatkan penjelasan langsung dari staf museum.
Semoga dari kegiatan ini, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara semakin memahami pentingnya sejarah dan bangga terhadap perjuangan pahlawan bangsa.***(CM-SA)
SD Islam Bintang Juara menyelenggarakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk Tahun Pelajaran 2024-2025, pada Senin dan Selasa, 4-5 November 2024. Pelaksanaan ANBK ini merupakan upaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk menilai mutu pendidikan di seluruh Indonesia. SD Islam Bintang Juara pun turut berpartisipasi dengan mempersiapkan siswa dan fasilitas pendukung untuk kelancaran pelaksanaan ANBK.
Apa Saja Instrumen pada ANBK?
ANBK di SD Islam Bintang Juara diikuti oleh siswa kelas 5. Mereka mengerjakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang berisi dua jenis tes utama, yaitu literasi dan numerasi, untuk mengukur kemampuan pemahaman membaca serta kemampuan matematika dasar.
Selain instrumen AKM, ANBK juga memiliki dua instrumen lain untuk dinilai;
Survei karakter – dirancang untuk mengukur pencapaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Profil Pancasila itu terdiri dari Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
Survei Lingkungan Belajar – Untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
Kedua instrumen ini diisi oleh siswa, guru, dan kepala sekolah untuk menggambarkan suasana pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah.
Persiapan dan Pelaksanaan ANBK TP. 2024-2025
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah telah melakukan persiapan teknis, seperti pengaturan jaringan internet dan kelengkapan perangkat komputer. Dukungan dari para guru dan staf sekolah sangat membantu dalam memastikan kelancaran pelaksanaan asesmen.
Sebelum hari pelaksanaan, kakak shalih-shalihah juga telah melakukan simulasi agar lebih siap secara mental dan memahami tata cara mengerjakan soal berbasis komputer.
Kepala SD Islam Bintang Juara menyampaikan bahwa ANBK bukan sekadar ujian, melainkan bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. “Kami berharap ANBK dapat menjadi refleksi yang membantu kami memahami kebutuhan siswa dan memperbaiki proses belajar mengajar ke depan,” ujarnya.
Alhamdulillah kakak shalih-shalihah Kelas 5 terlihat antusias dan semangat mengikuti ANBK, karena ini juga menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar dari mereka dalam menghadapi ujian berbasis komputer. Pelaksanaan ANBK di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan lancar, diharapkan hasil asesmen ini dapat memberikan gambaran nyata tentang mutu pendidikan dan memberikan masukan untuk pengembangan kualitas sekolah ke depan.*** (CM-MRT)
Pada Jumat, 13 September 2024, SD Islam Bintang Juara menggelar kegiatan literasi yang unik dan inspiratif dalam rangka menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan bertajuk Bioskop Literasi ini melibatkan kakak shalih-shalihah dari kelas Oryza Sativa (Kelas 6) sebagai event organizer utama.
Kegiatan ini merupakan praktik nyata usai pelaksanaan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) bertema Goal Setting and Daily Planner. Setelah mendapatkan materi bagaimana menetapkan tujuan dan membuat rancangan harian, kakak shalih-shalihah Kelas 6 langsung praktik dengan menjadi Event Organizer (EO) Bioskop Literasi.
Sebelum mulai menjalankan perannya sebagai EO, kakak shalih-shalihah menyusun terlebih dahulu kepanitiannya. Adapun kepanitiaan dalam kegiatan ini:
Tidak hanya sekadar menonton film, acara ini dikemas dengan penuh kreativitas yang melibatkan berbagai unsur literasi dan penguatan karakter Islami.
Bioskop Literasi: Menggabungkan Visual dan Literasi
Bioskop Literasi merupakan kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai kehidupan Nabi Muhammad SAW melalui media film. Menggabungkan unsur visual dengan literasi, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa ingin tahu, berpikir kritis, serta mendiskusikan nilai-nilai luhur yang dapat diambil dari kehidupan Rasulullah.
SD Islam Bintang Juara menghadirkan acara ini sebagai cara kreatif untuk memperkenalkan ajaran-ajaran Islam kepada kakak shalih-shalihah dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan menonton tayangan edukatif bertema Islami, diharapkan kakak shalih-shalihah tidak hanya terhibur, tetapi juga terinspirasi untuk menerapkan nilai-nilai positif yang disampaikan dalam video yang ditayangkan.
Kakak Shalih-Shalihah Kelas Oryza Sativa Sebagai Event Organizer
Hal yang membuat Bioskop Literasi di SD Islam Bintang Juara lebih istimewa adalah keterlibatan kakak shalih-shalihah kelas Oryza Sativa sebagai penyelenggara acara. Kakak shalih-shalihah kelas 6 bertanggung jawab penuh atas seluruh proses pelaksanaan acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan hari H.
Beberapa tugas penting yang mereka lakukan antara lain:
1. Menyiapkan Media Promosi
Sebelum acara berlangsung, kakak shalih-shalihah kelas Oryza Sativa mendesain poster, selebaran, dan membuat pengumuman di sekolah untuk mengundang adik-adik kelas menghadiri acara ini. Kreativitas mereka terlihat dari poster yang penuh warna dan menarik perhatian siswa-siswa lainnya.
2. Mengatur Perlengkapan Menonton
Untuk memastikan kelancaran acara, kakak shalih-shalihah juga mengatur perlengkapan teknis seperti layar proyektor, laptop, dan sound system. Mereka bekerja sama memastikan bahwa semua alat berfungsi dengan baik sebelum acara dimulai.
3. Pengelolaan Ticketing
Tiket untuk menonton film ini dibuat oleh kakak-kakak kelas Oryza Sativa. Mereka mencetak dan membagikan tiket kepada adik-adik kelas yang ingin menonton. Meskipun acara ini gratis, adanya sistem tiket membuat acara terkesan lebih profesional dan tertib.
4. Menyambut Tamu dan Memberikan Tata Tertib
Sebelum acara dimulai, para kakak Oryza Sativa menyambut adik-adik kelas dengan ramah di pintu masuk. Mereka juga memberikan penjelasan tentang tata tertib selama acara berlangsung, seperti menjaga ketenangan, tidak meninggalkan sampah, dan fokus menyimak film yang diputar.
5. Mengoperasikan Laptop dan Menayangkan Video
Dalam peran teknis, kakak-kakak kelas 6 juga bertugas mengoperasikan laptop dan memastikan film berjalan dengan lancar. Dengan koordinasi yang baik, mereka sukses menjalankan acara tanpa kendala teknis yang berarti.
Video yang Diputar dan Nilai-Nilai yang Disampaikan
Video yang diputar dalam acara ini adalah video Bincang Literasi antara Salma dan Pak Arif Wibowo, S.Hi., S.H., yang bercerita tentang kisah hidup Nabi Muhammad SAW, utamanya bagaimana Rasulullah SAW dalam menjaga lingkungan.
Video ini menyoroti berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Nabi terkait menjaga lingkungan, seperti tidak boros air ketika berwudhu dan ajakan untuk menanam pohon. Dengan visual yang menarik, video produksi Cipta Media Digital ini berhasil menarik perhatian adik-adik kelas yang hadir.
Setelah menonton video, acara dilanjutkan dengan mengisi LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang telah disiapkan oleh Bu Nawang selaku Tim Litbang Sekolah Islam Bintang Juara.
Apakah Ayah Bunda penasaran dengan video yang ditonton kakak shalih-shalihah pada kegiatan Bioskop Literasi? Silakan Ayah Bunda bisa ikut menyimak videonya:
Respon Positif dari Peserta
Adik-adik kelas 1-5 yang hadir dalam acara Bioskop Literasi ini tampak antusias sejak awal hingga akhir acara. Mereka merasa senang bisa menonton video yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga.
“Realistik, kaya bioskop beneran,” ujar kak Syabil kelas 5 yang ikut menonton.
Kesimpulan: Bioskop Literasi Lebih dari Sekadar Menonton
Bioskop Literasi di SD Islam Bintang Juara bukan hanya tentang menonton film, tetapi juga tentang bagaimana kegiatan ini mampu memupuk minat baca, memperkuat nilai-nilai moral Islami, dan membangun karakter siswa. Melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah tidak hanya diajak untuk menyimak video, tetapi juga memahami isi video agar bisa menuntaskan tantangan yang diberikan.
Sementara itu, bagi kakak-kakak kelas Oryza Sativa, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam bekerja sama, berorganisasi, dan bertanggung jawab. Mereka tidak hanya belajar mengelola acara, tetapi juga merasakan kepuasan tersendiri saat melihat acara berjalan lancar dan adik-adik kelas menikmati kegiatan yang mereka persiapkan dengan sepenuh hati.
Ayah Bunda ingin tahu bagaimana kegiatan Bioskop Literasi berlangsung? Silakan menyimak video berikut:
Bioskop Literasi yang diadakan di SD Islam Bintang Juara merupakan contoh kegiatan literasi inspiratif yang mampu menggabungkan pendidikan, hiburan, dan penguatan karakter Islami. Dengan melibatkan kakak shalih-shalihah dalam penyelenggaraan acara, kegiatan ini tidak hanya sukses menyemarakkan perayaan Maulid Nabi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para peserta dalam menumbuhkan sikap bertanggung jawab dan saling peduli.***