Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-78, SD Islam Bintang Juara menggelar Pekan Kemerdekaan. Kegiatan tersebut insya Allah berlangsung dari hari Senin, 14 Agustus 2023 – hari Kamis, 17 Agustus 2023.
Ada beragam kegiatan yang telah disiapkan oleh ibu bapak guru. Pastinya bukan hanya menyenangkan, tetapi juga bisa memberikan pengalaman bermakna bagi kakak shalih-shalihah.
Senam Sehat Juara dan Membuat Mading Kemerdekaan pada Pekan Kemerdekaan Hari Pertama
Usai melaksanakan Upacara peringatan Hari Pramuka Nasional 2023 ke-62, kakak shalih-shalihah melanjutkan kegiatan dengan doa pagi bersama. Tujuan dari memulai aktivitas pagi dengan doa bersama agar kakak shalih-shalihah senantiasa kuat ruhiyahnya. Selain itu juga menjadi pengingat agar kakak shalih-shalihah senantiasa mengutamakan hak-hak Allah SWT dibandingkan kegiatan duniawi.
Setelah doa pagi bersama selesai dibaca, kegiatan pada hari Senin, 14 Agustus 2023 dilanjutkan dengan Senam Sehat Juara. Kesehatan adalah modal untuk menjadi Calon Pemimpin Muslim yang tangguh. Oleh karenanya, selain menguatkan ruhiyah, kakak shalih-shalihah juga harus sehat fisiknya.
Alhamdulillah kakak shalih-shalihah begitu semangat mengikuti kegiatan senam yang dipimpin oleh Pak Ronal dan Pak Arial. Pada kesempatan kali ini kakak shalih-shalihah diajak untuk mempraktikkan Senam Pramuka.
Usai kegiatan senam dituntaskan, kakak shalih-shalihah masuk ke kelasnya masing-masing untuk melakukan toilet training dan pembiasaan adab makan bekal, juga sholat dhuha berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan membuat majalah dinding (Mading) dengan tema “Kemerdekaan”.
Selain untuk menghias kelas agar lebih meriah, membuat Mading Kemerdekaan memiliki beragam manfaat lo, Ayah Bunda. Berikut ini manfaat di balik pembuatan Mading Kemerdekaan:
Kakak shalih-shalihah belajar untuk menggali dan menyampaikan ide tentang makna kemerdekaan bagi diri mereka.
Kakak shalih-shalihah belajar untuk mencari tahu tentang sejarah kemerdekaan.
Kakak shalih-shalihah belajar untuk mengetahui dan menghormati perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan bangsa.
Kakak shalih-shalihah belajar untuk bekerjasama dan bergotong-royong dengan teman-teman sekelas.
Kakak shalih-shalihah belajar bertanggungjawab untuk menuntaskan tantangan, serta mengembalikan barang-barang yang digunakan ke tempat semula dan menjaga kebersihan kelas.
Kakak shalih-shalihah belajar untuk memahami petunjuk yang telah diberikan oleh panitia kegiatan.
Ibu bapak guru panitia kegiatan telah menyediakan sterefoam dan kertas manila sebagai modal dasar pembuatan mading. Dekorasi lainnya diserahkan pada kreativitas masing-masing kelas.
Hanya saja ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh kakak shalih-shalihah, yaitu larangan untuk menempelkan mading menggunakan doubletip. Hal tersebut agar cat dinding tidak ikut terkelupas ketika mading nantinya dilepas.
Selain dilarang menggunakan doubletip, kakak shalih-shalihah juga harus menampilkan beberapa hal ini pada mading kelasnya:
Logo sekolah
Nama atau judul mading
Konten mading bertema “Kemerdekaan.”
Seperti apakah hasil mading dari tiap-tiap kelas? Yuk, Ayah Bunda intip galeri fotonya.***
Ayah Bunda, syukur alhamdulillah kakak shalih-shalihah Pramutara SD Islam Bintang Juara telah tuntas mengikuti Jambore Ranting Kwarran Gunungpati 2023. Pramutara merupakan singkatan dari Pramuka Bintang Juara.
Dalam mengikuti kegiatan Jambore Ranting Kwarran Gunungpati 2023, SD Islam Bintang Juara mengirim dua regu, yaitu Regu Sakura dan Regu Banteng. Regu Sakura terdiri dari 10 kakak shalihah, sementara Regu Banteng terdiri dari 9 kakak shalih.
Adapun kegiatan Jambore ini berlangsung di Bumi Perkemahan (Buper) Hardawalika, Jatirejo, Gunungpati, Semarang. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada Sabtu – Minggu, 12 – 13 Agustus 2023.
Mengambil tema Cerdas, Ceria dan Gembira, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pramuka Nasional 2023 ke-62. Diikuti oleh 38 sekolah sekecamatan Gunungpati, pastinya ada banyak hikmah dan wawasan baru yang didapat oleh kakak shalih-shalihah yang mewakili Pramutara SD Islam Bintang Juara.
Sebelum bertolak ke Buper Hardawalika, kakak shalih-shalihah yang mewakili SD Islam Bintang Juara telah berlatih kurang lebih selama satu pekan. Selain berlatih baris-berbaris dan beberapa wawasan terkait kepanduan, kakak shalih-shalihah juga berlatih untuk menampilkan pertunjukan seni berupa drama yang berjudul “Indahnya Bhinneka Tunggal Ika di SD Resik Sejahtera.”
Drama ini diunggah di saluran YouTube SD Islam Bintang Juara lo. Sudahkah Ayah Bunda menontonnya? Kalau belum, yuk bisa ditonton dulu:
Bagaimana kesan Ayah Bunda setelah melihat video drama tersebut? Kemampuan seni peran kakak shalih-shalihah sudah cukup baik bukan?
Selain mempersiapkan pertunjukan seni, kakak shalih-shalihah juga menyiapkan yel-yel yang mampu menggugah semangat lo. Apalagi pada hari pelaksanaan Jambore, kakak shalih-shalihah menampilkan yel-yelnya dengan menggunakan kostum lengkap yang dibuat secara khusus oleh ibu bapak guru.
Walau acara dimulai pada hari Sabtu, 12 Agustus 2023, tenda sudah bisa didirikan sejak hari Jum’at, 11 Agustus 2023. Ibu bapak guru bergotong royong dalam mendirikan dan menghias tenda.
Ada banyak rangkaian acara dalam Jambore Ranting Kwarran Gunungpati, di antaranya kakak shalih-shalihah mendapat banyak wawasan terkait kepramukaan dari tentara, dan juga para pembina Kwarran Gunungpati. Kakak shalih-shalihah juga bisa bersilaturahim dengan sesama anggota Pramuka dari sekolah lain.
Semoga kegiatan Jambore Ranting Kwarran Gunungpati 2023 ini bisa memberikan pengalaman bermakna bagi kehidupan kakak shalih-shalihah. Walaupun belum bisa meraih juara, kakak shalih-shalihah tidak berkecil hati dan mampu mengambil pelajaran dari pengalaman ini.
Sampai jumpa pada kegiatan Jambore tahun berikutnya. Terus dukung kakak shalih-shalihah untuk mengikuti beragam kegiatan, baik kegiatan internal maupun eksternal, untuk memberikan pengalaman bermakna bagi mereka ya, Ayah Bunda. ***
Ayah Bunda, pekan ini adalah hari-hari terakhir pada semester dua tahun pelajaran 2022/ 2023. Untuk itu, SD Islam Bintang Juara mengadakan class meeting sebagai ajang perekat ukhuwah.
Selepas berjuang dengan hari-hari penuh kegiatan belajar mengajar selama satu semester, saatnya kakak shalih-shalihah melepas penat dan melakukan peregangan pada kegiatan class meeting. Selain bersenang-senang, kakak-kakak juga dapat memperkuat ukhuwah antar pemain sekaligus antar kelas.
Berbeda dengan sekolah lain di mana pekan-pekan sebelumnya diadakan ujian sumatif, SD Islam Bintang Juara tidak menggelar ujian sumatif terjadwal. Tidak semua muatan pelajaran mengadakan ujian sumatif. Hal ini dikarenakan penilaian hasil belajar kakak shalih-shalihah di SD Islam Bintang Juara dilakukan secara menyeluruh melalui pengamatan selama satu semester penuh mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Walau begitu, class meeting tetap diadakan sebagai masa rehat sekaligus perekat ukhuwah antar kelas. Seperti apakah keseruan class meeting di SD Islam Bintang Juara?
Class Meeting Sebagai Ajang Perekat Ukhuwah, Seperti Apa Sih?
Class meeting merupakan pertemuan siswa antar kelas yang biasanya dirancang dalam berbagai bentuk kegiatan perlombaan atau pertandingan. SD Islam Bintang Juara memilih penamaan program class meeting dengan makna istimewa; Leadership Journey.
Pilihan nama tersebut dipilih agar dapat memotivasi kakak shalih-shalihah berproses menjadi calon pemimpin muslim. Kegiatan Leadership Journey yang dilaksanakan di SD Islam Bintang Juara pada Senin s.d Jumat, 19 s.d 23 Juni 2023 ini diharapkan dapat menjadi stimulan kepada kakak shalih-shalihah untuk memaknai kegiatan tersebut dengan bijak.
Kegiatan Leadership Journey dibuka dengan presentasi hasil karya P5 yang memukau. Setelahnya, beragam fun match yang seru dan menarik diselenggarakan.
Tema kegiatan yang diangkat dalam Leadership Journey kali ini yaitu Menjadi Calon Pemimpin Muslim yang Berilmu, Sportif dan Komunikatif. Oleh karenanya, meskipun dirancang dalam bentuk perlombaan dan pertandingan, insya Allah Leadership Journey bisa membangun jiwa kompetitif dengan pijakan yang tepat.
Bukan sekadar bersaing dan memenangkan pertandingan, para juri dan komentator Leadership Journey senantiasa senantiasa memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah untuk tidak membesar-besarkan persaingan antar kelas. Persaingan sengit hanya boleh terjadi pada saat lomba berlangsung, tetapi setelahnya harus tetap kompak dan saling mendukung.
Selain itu, pijakan tersebut juga bermaksud untuk mengingatkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya sportivitas. Sesuai dengan tema Leadership Journey, kakak shalih-shalihah juga diajarkan tentang pentingnya mengomunikasikan segala pemikiran dan saling bekerjasama. Itulah kenapa semua kegiatan fun match yang ada dalam Leadership Journey diselenggarakan secara berkelompok sehingga melibatkan kerja sama tim.
Ada Fun Match Apa Saja Ya di Leadership Journey?
Apakah Ayah Bunda penasaran, fun match apa saja yang ada di Class Meeting SD Islam Bintang Juara yang bertajuk Leadership Journey? Pastinya sih, semua fun match tersebut bisa melatih fisik dan pemikiran kakak shalih-shalihah. Yuk, lihat lebih dekat satu per satu Fun Match-nya!
1. Futsal
Sebelum berkembang & digemari oleh masyarakat, futsal memiliki sejarah yang begitu panjang. Dikutip dari situs resmi FIFA, futsal sudah pertama kali dimainkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani.
Jenis olahraga yang satu ini mirip dengan permainan sepak bola yang biasa dimainkan oleh kakak-kakak saat bermain di halaman rumah lo, Ayah Bunda. Namun yang menjadi perbedaan terletak pada jumlah pemain dari setiap tim. Tim sepakbola beranggotakan 11 pemain, sedangkan tim futsal berjumlah lebih sedikit, yaitu 5 pemain.
Meskipun menendang bola lebih sering dimainkan oleh kakak shalih, Fun Match Futsal pada kegiatan Leadership Journey kali ini memberikan kesempatan bagi kakak shalihah untuk unjuk kemampuan bermain menendang bola. Masing-masing tim berusaha semaksimal mungkin untuk memasukkan bola ke gawang lawan, namun pada akhirnya terdapat satu tim yang paling unggul dan memenangkan permain.
Ayah Bunda penasaran nggak nih dengan pemenang Fun Match Futsal ini?
Pemenang dari kegiatan Fun Match Futsal ini diborong oleh kakak-kakak kelas 6 nih, Ayah Bunda. Masyallah ya, meskipun sudah diwisuda dan akan segera berpisah, alhamdulillah ukhuwah kakak-kakak tetap terjaga sehingga dapat bekerja sama dalam tim dengan maksimal.
Futsal dipilih sebagai salah satu Fun Match pada Leadership Journey karena cabang olahraga ini juga salah satu kegiatan ekstrakurikuler di SD Islam Bintang Juara. Apakah kakak shalih-shalihah-nya Ayah Bunda ada yang ikutan ekstrakurikuler ini?
Oya, hari Ahad, 25 Juni 2023 insya Allah akan digelar Fun Match Bintang Juara Futsal, pastikan hadir di Lapangan Merdeka Futsal untuk mendukung tim futsal Bintang Juara ya, Ayah Bunda.
2. Badminton
Salah satu jenis olahraga yang juga sering disebut bulu tangkis ini merupakan olahraga menggunakan raket dan kok sebagai alat permainannya. Cara bermainnya yaitu dengan saling menangkis kok menggunakan raket masing-masing pemain.
Dalam Fun Match Badminton ini, pemain ganda shalih maupun shalihah bermain berlawanan dan saling menangkis kok satu sama lain supaya tidak kebobolan poin. Selayaknya anak-anak yang bermain dan bersenang-senang, kakak-kakak terlihat ceria dan antusias membawa nama kelasnya saat mengikuti permainan ini.
Saat ini bulu tangkis menjadi permainan yang populer, apalagi Indonesia juga dikenal sebagai pemilik legenda atlet bulu tangkis yang disegani dunia. Nah, kalau atlet badminton versi SD Islam Bintang Juara juga ada lo Ayah Bunda.
Selamat kepada kakak shalih dan shalihah kelas 6 yang juga memenangkan permainan Fun Match Badminton.
3. Archery
”Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah,” (HR Bukhari, Muslim).
Sebelum salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dimulai, terdapat pijakan dengan bunyi “Area dan jalur panahan steril.” Artinya, aturan tersebut harus betul-betul diterapkan selama Fun Match Archery berlangsung.
Hal ini dimaksudkan supaya anak panah yang ditargetkan oleh pemain panahan tidak mencelakai orang sekitar. Selain menjadi mata lomba pada kegiatan Leadership Journey kali ini, sama halnya dengan futsal, archery atau panahan ini sudah lebih dahulu menjadi ekstrakurikuler di SD Islam Bintang Juara lo, Ayah Bunda.
Bagi kakak shalih-shalihah yang mengikuti ekstrakurikuler ini, bagaimana menarik anak panah tentunya sudah menjadi hal yang cukup familier, namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kakak-kakak yang tidak mengikuti ekstrakurikuler tersebut. Meski begitu, kakak-kakak shalih-shalihah tidak patah semangat. Mereka tetap mengikuti permainan dengan sportif dan bersenang-senang dengan aman.
Hmmm, kira-kira siapa ya kakak shalih & shalihah yang memenangkan Fun Match Archery ini? Apakah Ayah Bunda bisa menebak?
Pada permainan yang dimainkan dalam tim ini, kakak-kakak shalih & shalihah yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak diraih oleh kakak shalih-shalihah kelas 2. Masyaallah, definisi kecil-kecil cabe rawit ya Ayah Bunda.
Alhamdulillah rangkaian-rangkaian demi rangkaian kegiatan Leadership Journey berlangsung dengan lancar dan menyenangkan. Ayah Bunda, yuk kita bersinergi untuk senantiasa memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah bahwa menang ataupun kalah bukanlah hal besar yang dapat mengganggu ukhuwah.
Semoga melalui kegiatan ini, kakak-kakak dapat semakin mengenali dan menggali potensi dirinya. Ayah Bunda juga tetap semangat mendampingi kakak shalih-shalihah dalam mengembangkan potensi mereka dengan baik ya.
Sekian catatan istimewa Bintang Juara tentang Class Meeting sebagai ajang perekat ukhuwah ini. Ayah Bunda ditunggu lo sharing-nya tentang cerita kakak-kakak saat recalling kegiatan Leadership Journey di rumah. Sampai jumpa di catatan berikutnya.***
Ditulis oleh Iyana Anifa, diedit oleh Tim Humas & Media SD Islam Bintang Juara.
P5 yang merupakan singkatan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah salah satu program dalam Kurikulum Merdeka. Ada enam tema kegiatan P5, tetapi SD Islam Bintang Juara memilih Gaya Hidup Berkelanjutan sebagai tema kegiatan bagi kakak shalih-shalihah. Setelah satu semester bergelut dengan beragam proyek, saatnya Ayah Bunda melihat presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim.
Pada semester genap tahun pelajaran 2022 – 2023 ini, topik yang dipilih dalam menentukan kegiatan P5 adalah Pengelolaan dan Pengolahan Sampah. Untuk melaksanakan proyeknya, kakak shalih-shalihah telah dibagi menjadi beberapa kelompok.
Setelah melakukan diskusi, memantik ide, menentukan produk dan mengembangkan produk, saatnya masing-masing kelompok mempresentasikan karyanya. Berikut ini video dokumentasi presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim:
Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, Dari Sapu Elektrik Hingga Tempat Sampah Estetik
Untuk efektivitas waktu, presentasi dilakukan serentak pada dua ruangan. Ruangan pertama bertempat di Gedung A lantai 1, tepatnya di ruang kelas 1. Ruangan kedua bertempat di Gedung A lantai 2, tepatnya di ruang kelas 4.
Pada artikel ini, kami akan membagikan cerita bagaimana suasana presentasi hasil karya P5 kakak shalih-shalihah di ruang kedua. Kegiatan presentasi ini berlangsung pada hari pertama Leadership Journey, yaitu pada hari Senin, 19 Juni 2023.
Tepat pukul 09.00, kakak shalih-shalihah kelas 2 – 5 telah berada di ruangannya masing-masing. Kakak shalih-shalihah kelas 6 yang sudah melaksanakan akhirussanah juga hadir lo, Ayah Bunda.
Tugas kakak shalih-shalihah kelas 6 adalah membantu bapak ibu guru mengawasi dan mendampingi adik kelasnya. Ada pula yang bertugas menjadi operator laptop untuk mengoperasikan materi presentasi. Di ruang kedua, kak Suci yang bertugas menjadi operator laptop.
Sepuluh kelompok siap untuk membagikan ide dan hasil karyanya di depan bapak ibu guru yang bertugas menjadi dewan juri. Adapun dewan juri di ruang kedua yaitu Pak Ali, Bu Fia dan Bu Rizky.
Apabila Ayah Bunda sudah menonton video dokumentasi presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, tentu mengetahui ya kelompok siapa saja yang ada di ruang kedua? Untuk melengkapi cerita yang ada di video, berikut ini catatan lengkap mengenai presentasi 10 kelompok kakak shalih-shalihah.
1. Sapu Elektrik Karya Kelompok Kak Frasca
Penampil pertama dalam sesi presentasi P5 di ruang kedua yaitu Kelompok Kak Frasca dari kelas 5. Kelompok ini memiliki ide yang sejalan dengan topik “Pengelolaan dan Pengolahan Sampah”. Memanfaatkan kardus bekas, tusuk sate, dan sedotan, Kak Frasca dan kelompoknya berhasil membuat produk istimewa berupa Sapu Elektrik. Kak Frasca menceritakan bahwa ide membuat Sapu Elektrik datang dari Kak Rafa.
Sayangnya, pada hari presentasi Kak Rafa tidak bisa hadir karena ada acara keluarga. Ditambahkan oleh Kak Frasca, awalnya mereka ingin membuat Sapu Elektrik berbahan dasar dari mobil mainan remote control yang sudah tidak terpakai.
Namun ide tersebut mengalami kendala, tidak ada satupun dari anggota kelompok yang memiliki mobil remote control. Akhirnya sesuai dengan hasil diskusi dan referensi video YouTube yang mereka lihat bersama, dibuatlah Sapu Elektrik yang berbahan dasar kardus, sedotan, dan tusuk sate.
Selain menyampaikan latar belakang, bahan-bahan dan cara pembuatan, ada pula sesi tanya jawab di mana dewan juri berhak mengajukan pertanyaan terkait proyek dan produk yang dihasilkan. Pada sesi tanya jawab, Bu Fia meminta kak Frasca menceritakan peran masing-masing anggota kelompok.
Alhamdulillah Kak Frasca dan tim bisa menjelaskan perannya masing-masing. Kak Frasca juga jujur menceritakan bahwa ayahnya Rafa banyak membantu mereka dalam mengembangkan produk Sapu Elektrik. Terutama di bagian-bagian tersulit, seperti saat menyolder, menggunakan lem tembak dan memasang dinamo.
Bagian terbaik dari presentasi Kak Frasca dan tim ketika mereka menunjukkan cara kerja Sapu Elektrik. Kak Rayyan berperan untuk menunjukkan bagaimana menggunakan Sapu Elektrik tersebut.
Masya Allah kreatif bukan ide Kak Frasca dan teman-teman, Ayah Bunda? Ada ide apa lagi ya dari kakak shalih-shalihah lainnya?
2. Poster Edukasi dari Kelompok Kak Calief
Penampil kedua pada kegiatan presentasi P5 di Gedung A Lantai 2 adalah Kelompok Kak Calief dari Kelas 4B. Produk yang mereka hasilkan berupa poster edukasi bertema Pencegahan Global Warming melalui Pengelolaan Sampah.
Nantinya poster berukuran A3 ini akan dicetak sebanyak minimal 10 lembar dan akan ditempel di beberapa sasaran, seperti SD Islam Bintang Juara, PAUD Islam Bintang Juara, SD dan PAUD Pelangi Nusantara, serta beberapa titik lainnya.
Sayangnya poster dari kelompok Kak Calief belum benar-benar dicetak. Menurut Kak Calief dan kelompoknya, mereka masih belum tahu di mana harus mencetak poster tersebut. Oleh karenanya realisasi untuk menempelkan poster ini di beberapa tempat sasaran juga belum tercapai.
3. Tong Sampah dan Papan Peringatan dari Kelompok Kak Azka
Presentasi berikutnya ditampilkan oleh Kak Azka dan teman-temannya dari kelas 1B. Walau masih duduk di kelas 1, kak Azka dan teman-temannya cukup percaya diri dalam memaparkan hasil karyanya.
Bahkan tanpa adanya materi presentasi, kak Azka dan teman-teman bisa memaparkan bahan-bahan dan cara pembuatan Tong Sampah dan Papan Peringatan dengan cukup baik. Adapun produk P5 kelompok Kak Azka berupa tong sampah yang dibuat dari ember cat bekas.
Selain itu juga ada papan peringatan bertuliskan larangan membuang sampah sembarangan. Papan peringatan ini dibuat dari papan dan kayu bekas.
Pada sesi tanya jawab, Pak Ali memberikan pertanyaan di manakah tempat sampah dan papan peringatan ini nantinya akan diletakkan. Dengan percaya diri, Kak Azka dan teman-teman menjawab bahwa produk P5 buatan mereka akan diletakkan di dekat kandang kambing. Alasannya karena di area tersebut belum ada tempat sampah.
4. Mobil Mainan dari Kelompok Kak Moza
Presentasi keempat disajikan oleh kelompok Kak Moza dari Kelas 1A. Mereka memiliki ide untuk membuat mobil mainan dari botol bekas. Menurut Kak Moza dan kawan-kawan, ide membuat mainan ini datang dari Kak Fahri yang disetujui oleh semua kelompok.
Sayangnya saat mencoba mempraktikkan mobil mainannya, mobil tersebut belum bisa berjalan. Lalu para juri menanyakan apa solusi untuk kondisi tersebut. Kak Moza dan teman-teman menjawab bahwa mobil mainan itu membutuhkan angin untuk bergerak, bisa jadi kalau di luar ruangan yang anginnya lebih banyak bisa membuat mobilnya bergerak.
5. Poster Edukasi Daur Ulang Sampah dari Kelompok Kak Aldi
Kelompok kelima yang menyajikan presentasi adalah Kak Aldi dan teman-teman dari kelas 3. Mereka membuat poster edukasi yang berisi informasi tentang daur ulang. Rencananya poster tersebut akan dicetak dan ditempelkan di beberapa titik, seperti Masjid Darul Ilmi, PAUD Islam Bintang Juara, SD Islam Bintang Juara dan beberapa tempat lainnya.
6. Tempat Sampah Komposter dari Kelompok Kak Azzam
Presentasi selanjutnya menampilkan produk P5 berupa tempat sampah komposter. Produk ini merupakan hasil karya dari kelompok kak Azzam dari kelas 1A.
Kak Azzam dan teman-temannya cukup percaya diri dalam menyampaikan ide, bahan dan cara pembuatan produk P5 ini. Begitu juga saat menjawab pertanyaan dari dewan juri, kakak shalih-shalihah dari kelas 1A ini menjawab dengan cukup baik.
7. Eco Enzyme Ceria dari Kelompok Kak Yosi
Kelompok Kak Yosi dari Kelas 2 menjadi penampil ketujuh pada sesi presentasi di Gedung A Lantai 2. Kak Yosi dan teman-temannya mempresentasikan produk P5 berupa Eco Enzyme Ceria. Alasan dipilihnya produk ini sebagai proyek mereka karena sudah pernah belajar cara membuatnya di sekolah.
Sayangnya kelompok Kak Yosi belum terlalu kompak dalam membuat produk ini secara bersama-sama. Sebuah fakta terkuat saat dewan juri menanyai di mana dan kapan produk eco enzyme dibuat. Ternyata jawabannya berbeda-beda, ada yang di rumah, ada yang di sekolah, bahkan ada salah seorang anggota kelompok yang belum membuat eco enzymenya.
Kak Yosi dan teman-temannya juga bercerita salah satu kendala dalam pembuatan eco enzyme adalah ketika eco enzyme meledak. Menurut pengamatan Kak Yosi dan teman-teman, hal tersebut dikarenakan masih ada gas di dalamnya.
8. Pupuk Cangkang Telur dari Kelompok Kak Rayyandra
Setelah penampilan dari kelompok Kak Yosi, Kak Rayyandra dari Kelas 1B maju ke depan sebagai presenter kedelapan. Kak Rayyandra dan teman-teman mempresentasikan produk P5 berupa pupuk dari cangkang telur.
Kak Rayyandra dan teman-teman sangat percaya diri saat menjelaskan cara membuat dan manfaatnya. Saat dewan juri menanyai seluruh anggota tim kenapa setuju dengan ide membuat pupuk dari cangkang telur, semua anggota menjawab dengan kompak karena cara membuatnya mudah dan cepat.
9. Biogas dari Kelompok Kak Sachi
Produk P5 istimewa berikutnya disampaikan oleh kelompok Kak Sachi dari Kelas 4A. Kak Sachi membuat biogas yang berbahan dari sampah organik.
Kak Sachi dan tim menjelaskan dengan runtut cara pembuatan dan manfaat dari biogas. Nantinya gas akan terbentuk dan produk ini bisa digunakan sebagai pengganti kompor. Untuk mengetahui saat gas sudah terbentuk, dipasanglah balon di bagian atas.
Saat balon mengembang, tandanya gas telah terbentuk sempurna. Artinya, biogas sudah siap digunakan. Sayangnya, saat sesi presentasi, balon belum mengembang, jadi biogas belum bisa digunakan.
10. Tempat Sampah Estetik dari Kelompok Kak Rafasya
Penampilan pamungkas pada sesi presentasi P5 di Gedung A Lantai 2 adalah kelompok Kak Rafasya dari Kelas 5. Mereka berkreasi membuat tempat sampah dari tutup botol bekas.
Awalnya Kak Rafasya dan teman-teman ingin membuat tempat sampah dari botol bekas. Namun setelah dicoba, mereka mengalami kegagalan karena tempat sampah yang dibuat tidak bisa berdiri dengan imbang.
Kemudian ide baru pun muncul, yaitu memanfaatkan tutup botol bekas menajdi tempat sampah. Mereka mengumpulkan ratusan tutup botol, dibantu para orang tua.
Begitu juga saat tahap perakitan, orang tua kelompok Kak Rafasya aktif membantu, terutama di bagian-bagian yang berbahaya. Seperti, saat menggunakan lem tembak.
Alhamdulillah 10 kelompok telah berhasil melakukan presentasi dengan cukup apik. Bagaimana dengan penilaiannya?
Seperti apapun presentasinya, apa yang sudah dikerjakan kakak shalih-shalihah sangat luar biasa. Dari memantik ide, bekerjasama dengan rekan sekelompok, belajar menaklukkan ego, menaklukkan rasa grogi saat presentasi P5, adalah sebuah rangkaian usaha yang perlu diapresiasi.
Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim adalah bukti bahwa setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara. Terima kasih untuk dukungan dan pendampingan Ayah Bunda di setiap sesi belajar kakak shalih-shalihah.***
Setelah melaksanakan asesmen sumatif pada 3 – 15 Mei 2023, kakak shalih-shalihah kelas 6 melanjutkan aktivitasnya dengan ujian praktik. Setelah sebelumnya melakukan ujian praktik Bahasa Jawa dan Pendidikan Agama islam (PAI), pada hari Senin, 22 Mei 2023 diselenggarakan ujian praktik olahraga.
Apa saja ya yang diujikan dalam ujian praktik olahraga? Berdasarkan informasi dari Bapak Syahrial selaku guru Pendidikan Jasmani, ada dua jenis olahraga yang diujikan, yaitu bola voli dan lompat kangkang. Yuk, cari tahu seperti apa ujian praktik olahraga tersebut berlangsung, Ayah Bunda.
Ujian Praktik Olahraga Voli
Sebelum memulai ujian praktiknya, kakak shalih-shalihah kelas enam melakukan pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan penting dilakukan sebelum memulai olahraga inti. Pertama, untuk menyiapkan otot-otot agar tidak kaku. Kedua, mengurangi terjadinya cedera.
Penilaian pertama pada ujian praktik olahraga yaitu penilaian kemampuan dan kecakapan kakak shalih-shalihah dalam olahraga voli. Adakah Ayah Bunda yang suka bermain voli?
Bola voli merupakan olahraga beregu. Dalam satu tim terdapat enam orang pemain. Masing-masing tim dipisahkan oleh jaring. Tim akan mendapat poin ketika berhasil mendaratkan bola di lapangan tim lawan.
Ayah Bunda, olahraga ini sudah diciptakan sejak 1895 lo. Penciptanya bernama William G. Morgan yang merupakan Direktur Pendidikan Jasmani di YMCA di Holyoke, Massachusetts. Pak Morgan menginisiasi lahirnya bola voli setelah bertemu dengan Dr. James Naismith, penemu bola basket.
Melihat bagaimana bola basket dimainkan, Pak Morgan ingin membuat permainan yang hampir mirip tetapi bisa dimainkan oleh orang dengan usia yang lebih tua. Akhirnya ia membuat bola voli yang awalnya bernama “Mintonette”.
Bola voli memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain:
Meningkatkan kesehatan kardiovaskular
Meningkatkan sistem otot
Menurunkan berat badan
Mengembangkan keseimbangan, kecepatan, fleksibilitas, dan stamina
Dengan banyaknya manfaat yang dimiliki, tak heran jika banyak orang suka bermain voli. Bahkan dalam perkembangannya, voli kemudian memiliki beberapa jenis, contohnya: voli pantai.
Walaupun berkembang menjadi beragam jenis, bola voli memiliki teknik dasar yang serupa, yaitu:
Servis – Merupakan pukulan awal yang berasal dari luar lapangan untuk memulai rally di dalam pertandingan. Teknik servis dibagi menjadi empat jenis, yaitu servis lompat, bawah, atas dan samping.
Passing – Merupakan teknik memberi umpan pada rekan satu tim, atau mengarahkan bola secara langsung ke daerah lapangan lawan. Teknik ini terdiri dari passing atas dan bawah.
Smash – Merupakan teknik untuk menyerang lawan. Caranya yaitu dengan memukul bola sekeras mungkin agar bola itu jatuh ke daerah lapangan regu lawan. Jenis-jenis teknik smash antara lain; Quick Smash, Semi Smash, Push Smash, Ace Smash, dan Pull Smash.
Blocking – Merupakan teknik bertahan untuk menghalau serangan smash dari lawan. Tujuannya agar bola tidak melewati net.
Di antara sekian banyak teknik dasar dalam bola voli, pada ujian praktik olahraga kelas 6 SD Islam Bintang Juara, hanya empat teknik yang dinilai oleh Pak Syahrial, yaitu:
Servis bawah
Servis atas
Passing bawah
Passing atas
Ujian Praktik Olahraga Lompat Kangkang
Lompat kangkang adalah jenis olahraga kedua yang diujikan dalam ujian praktik kelas 6 SD Islam Bintang Juara. Cara melakukannya yaitu pesenam harus melompati benda dengan cara mengangkang.
Adapun benda yang dilompati biasanya berupa boks senam, akan tetapi jika alat ini tidak dimiliki, Ayah Bunda bisa menggunakan meja kecil seperti yang dilakukan Pak Syahrial dalam ujian praktik olahraga kali ini. Bila ketinggiannya dirasa kurang, Ayah Bunda bisa menambahkan tumpukan buku atau puzzle spon seperti yang dipraktikkan Pak Syahrial.
Meski terlihat mudah, ternyata lompat kangkang ini memiliki tantangan tersendiri lo, Ayah Bunda. Untuk bisa berhasil melakukan lompat kangkang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kakak shalih-shalihah:
Pertama-tama, kakak shalih-shalihah harus berlari cepat ke arah boks senam atau alat yang akan dilompat. Bagian ini dinamakan awalan.
Saat mendekati boks senam, kakak shalih-shalihah harus melakukan tolakan dengan kedua kaki sehingga badan bisa melenting ke depan. Sementara kedua tangan harus bertumpu di atas peti. Kemudian, kakak shalih-shalihah harus merentangkan kedua kaki hingga lurus menyamping.
Bagian terakhir, kakak shalih-shalihah bisa melakukan pendaratan dengan kaki dan lutut yang rileks. Pendaratan yang sempurna terjadi ketika posisi kaki rapat.
Apabila lompat kangkang dilakukan secara rutin ternyata ada banyak manfaat yang bisa didapatkan lo, Ayah Bunda. Berikut ini manfaatnya:
Mengencangkan otot
Meningkatkan kelenturan tubuh
Menjaga keseimbangan tubuh
Meningkatkan kebugaran
Meningkatkan kekuatan otot
Membakar kalori
Meningkatkan konsentrasi
Memperindah bentuk tubuh
Alhamdulillah Ayah Bunda, ujian praktik olahraga kakak shalih-shalihah kelas 6 SD Islam Bintang Juara berjalan dengan lancar. Nantikan catatan seru Bintang Juara berikutnya, Ayah Bunda. Salam olahraga!***
Referensi:
Pengamatan di lokasi ujian praktik – Lapangan Voli SD Islam Bintang Juara
Kelas 4A pada hari Selasa, 16 Mei 2023 kedatangan tamu spesial, Ayah Bunda. Beliau adalah Ayah Jayanti Gagah Setyawan, S.T., yang merupakan orang tua dari Kak Nadya.
Ayah Kak Nadya ini lebih akrab dipanggil dengan Ayah Iwan. Beliau merupakan seorang arsitek. Oleh karenanya pada kesempatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) kali ini, Ayah Iwan membagikan ilmunya mengenai arsitektur nusantara.
Sebuah pengetahuan yang tentunya memberikan wawasan baru dalam diri kakak shalih-shalihah. Seperti apa ya keseruan BBOT bersama Ayah Iwan? Yuk, baca lebih lanjut untuk mengetahuinya, Ayah Bunda.
Mengenal Apa Itu Arsitektur Nusantara
Pada awal pemaparan materi, Ayah Iwan mengajak kakak shalih-shalihah kelas 4A untuk mengenal terlebih dulu apa itu arsitektur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berikut ini arti dari arsitektur;
“seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan” atau “metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan.”
Lantas apa itu Arsitektur Nusantara? Ayah Iwan memberikan penjelasan yang dikutip dari buku karya Prijotomo, berjudul ‘Arsitektur Nusantara atau Arsitektur Indonesia’ terbit tahun 2018, yang disebut dengan Arsitektur Nusantara adalah arsitektur di wilayah yang dinamakan Nusantara, yakni terutama kawasan Indonesia sewaktu berada dalam abad awal masehi sampai dengan abad 18.
Pada masa tersebut kawasan Indonesia disebut Nusantara, diambil dari kata “nusa” dan “antara”, yang artinya pulau-pulau yang berada di antara lautan. Ada beragam jenis bangunan yang ditemukan. Setiap bangunan memiliki ciri khasnya masing-masing.
Selain karena pengaruh budaya, perbedaan karakter bangunan di tiap wilayah juga dipengaruhi oleh iklim, cuaca dan jenis tanahnya. Ayah Iwan menjelaskan bahwa di antara sekian banyak bangunan di nusantara, rumah-rumah adat di Jawa Tengah memiliki keistimewaan khusus pada arsitekturnya.
Disebutkan oleh Ayah Iwan, ada tiga keistimewaan arsitektur rumah adat di Jawa Tengah:
Tahan terhadap gempa bumi.
Sirkulasi udara yang nyaman.
Wujud karya seni dan budaya Jawa.
Selain keistimewaan di atas, rumah adat di Jawa Tengah juga memiliki beragam jenis, sebut saja;
Rumah Adat Limasan.
Rumah Adat Joglo.
Rumah Adat Panggung Pe.
Rumah Adat Kampung.
Rumah Adat Tajug.
Masya Allah… ternyata banyak sekali jenis rumah adat Jawa Tengah ya, Ayah Bunda. Siapa yang selama ini hanya tahu Joglo saja?
Selain jenisnya yang beragam, rumah adat Jawa Tengah juga memiliki bagian-bagian bangunan yang sangat kompleks. Setiap bangunan memiliki nama dan fungsi khususnya masing-masing. Misal, Lawang/ Regol adalah istilah untuk menyebut pintu masuk, Pawon adalah istilah untuk dapur, dan Pendopo adalah bangunan untuk menerima tamu.
Penasaran ada bagian apa lagi dalam rumah adat di Jawa Tengah? Ayah Bunda bisa mengetahuinya lewat gambar berikut:
Struktur bangunan rumah adat Jawa Tengah juga memiliki istilah tersendiri. Tak heran apabila desain rumah adat Jawa Tengah banyak menarik minat untuk dikembangkan dalam bentuk modern. Ayah Iwan bercerita kalau banyak kliennya yang meminta didesainkan rumah modern dengan sentuhan arsitektur khas Jawa Tengah.
Serunya Tanya Jawab bersama Ayah Iwan
Setelah pemaparan materi yang menambah wawasah, Ayah Iwan membuka kesempatan tanya jawab. Masya Allah kakak shalih-shalihah berebut memberikan pertanyaan lo, Ayah Bunda.
Dari yang tanya Ayah Iwan kelahiran tahun berapa, sampai bertanya tentang gaji arsitek. Ayah Iwan dengan senyuman lebar menanggapi pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh kakak shalih-shalihah.
Mengenai gaji arsitek, Ayah Iwan menjelaskan bahwa seorang arsitek mendapatkan penghasilan per proyek. Untuk satu proyeknya membutuhkan waktu pengerjaan kurang lebih 2-3 bulan. Kisaran penghasilannya tentu bermacam-macam, ada yang Rp30juta, ada pula yang lebih ataupun kurang. Tergantung dari budget klien dan jenis pekerjaannya.
Ayah Iwan juga menceritakan sebelum menjadi arsitek, beliau terlebih dahulu bersekolah di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, jurusan Arsitektur. Setelah lulus, Ayah Iwan kemudian bekerja di perusahaan jasa konsultan, menjadi pengawas lapangan yang bertugas untuk mengawasi jalannya proyek.
Diceritakan pula oleh Ayah Iwan, bahwa tugas arsitek yaitu mendesain rumah dan bangunan. Salah satu proyek yang berkesan bagi Ayah Iwan yaitu mendesain kebun kelapa di daerah Batang.
Pertanyaan lain dari kakak shalih-shalihah yang tak kalah menarik yaitu tentang hubungan arsitek dan pelajaran matematika. Apakah saat mempelajari ilmu arsitektur memerlukan belajar matematika juga? Dijawab oleh Ayah Iwan bahwasanya setiap ilmu saling berkaitan satu sama lain. Termasuk juga matematika dan arsitektur.
Pertanyaan pamungkas dari deretan rasa ingin tahu kakak shalih-shalihah yaitu apakah Ayah Iwan bercita-cita jadi arsitek sejak kecil. Dijelaskan oleh Ayah Kak Nadya bahwasanya memang sudah sedari kecil, beliau bercita-cita menjadi arsitek.
Adapun yang menjadi inspirasi bagi sosok ayah berusia 40 tahun ini adalah ketika diajak bepergian oleh orang tuanya, beliau melihat banyak bangunan dan rumah yang unik. Dari situlah, Ayah Iwan memiliki keinginan untuk mendesain rumah yang estetik dan nyaman.
Setelah tanya jawab usai, Bu Anis selaku wali kelas 4A memberikan tantangan kepada seluruh kakak shalih-shalihah untuk membuat desain rumah impiannya. Kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk menuangkan idenya sedemikian rupa, lalu diminta untuk menyerahkan kepada Ayah Iwan untuk mendapat arahan lebih lanjut.
Masya Allah kakak shalih-shalihah sangat antusias menyambut tantangan tersebut. Setelah desain mereka jadi, kakak shalih-shalihah bergantian menunjukkan gambarnya kepada Ayah Iwan.
Dengan penuh kesabaran, Ayah Iwan memberikan penjelasan dan masukan pada setiap gambar hasil karya kakak shalih-shalihah. Tak hanya itu, Ayah Iwan juga menunjukkan bagaimana caranya mendesain rumah secara 3D menggunakan aplikasi SketchUp.
Melihat Ayah Iwan memeragakan cara mendesain rumah dengan aplikasi, beberapa kakak shalih yang tadinya tidak berminat menjadi arsitek, kini punya cita-cita baru sebagai arsitek lo, Ayah Bunda. Apapun cita-cita dan minat kakak shalih-shalihah, terus dukung dan berikan apresiasinya ya, Ayah Bunda.
Demikianlah cerita singkat mengenai BBOT di Kelas 4A pada Selasa, 16 Mei 2023. Berawal dari tema Arsitektur Nusantara, Ayah Iwan mampu menggugah rasa Calon Pemimpin Muslim untuk membangun impian menjadi seorang arsitek. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya.***