fbpx
Jadikan Class Meeting Sebagai Ajang Perekat Ukhuwah Calon Pemimpin Muslim

Jadikan Class Meeting Sebagai Ajang Perekat Ukhuwah Calon Pemimpin Muslim

Ayah Bunda, pekan ini adalah hari-hari terakhir pada semester dua tahun pelajaran 2022/ 2023. Untuk itu, SD Islam Bintang Juara mengadakan class meeting sebagai ajang perekat ukhuwah.

Selepas berjuang dengan hari-hari penuh kegiatan belajar mengajar selama satu semester, saatnya kakak shalih-shalihah melepas penat dan melakukan peregangan pada kegiatan class meeting. Selain bersenang-senang, kakak-kakak juga dapat memperkuat ukhuwah antar pemain sekaligus antar kelas.

Berbeda dengan sekolah lain di mana pekan-pekan sebelumnya diadakan ujian sumatif, SD Islam Bintang Juara tidak menggelar ujian sumatif terjadwal. Tidak semua muatan pelajaran mengadakan ujian sumatif. Hal ini dikarenakan penilaian hasil belajar kakak shalih-shalihah di SD Islam Bintang Juara dilakukan secara menyeluruh melalui pengamatan selama satu semester penuh mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Walau begitu, class meeting tetap diadakan sebagai masa rehat sekaligus perekat ukhuwah antar kelas. Seperti apakah keseruan class meeting di SD Islam Bintang Juara?

Class Meeting Sebagai Ajang Perekat Ukhuwah, Seperti Apa Sih?

Class meeting merupakan pertemuan siswa antar kelas yang biasanya dirancang dalam berbagai bentuk kegiatan perlombaan atau pertandingan.  SD Islam Bintang Juara memilih penamaan program class meeting dengan makna istimewa; Leadership Journey.

Pilihan nama tersebut dipilih agar dapat memotivasi kakak shalih-shalihah berproses menjadi calon pemimpin muslim. Kegiatan Leadership Journey yang dilaksanakan di SD Islam Bintang Juara pada Senin s.d Jumat, 19 s.d 23 Juni 2023 ini diharapkan dapat menjadi stimulan kepada kakak shalih-shalihah untuk memaknai kegiatan tersebut dengan bijak.

Kegiatan Leadership Journey dibuka dengan presentasi hasil karya P5 yang memukau. Setelahnya, beragam fun match yang seru dan menarik diselenggarakan.

Tema kegiatan yang diangkat dalam Leadership Journey kali ini yaitu Menjadi Calon Pemimpin Muslim yang Berilmu, Sportif dan Komunikatif. Oleh karenanya, meskipun dirancang dalam bentuk perlombaan dan pertandingan, insya Allah Leadership Journey bisa membangun jiwa kompetitif dengan pijakan yang tepat.

Bukan sekadar bersaing dan memenangkan pertandingan, para juri dan komentator Leadership Journey senantiasa senantiasa memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah untuk tidak membesar-besarkan persaingan antar kelas. Persaingan sengit hanya boleh terjadi pada saat lomba berlangsung, tetapi setelahnya harus tetap kompak dan saling mendukung.

Selain itu, pijakan tersebut juga bermaksud untuk mengingatkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya sportivitas. Sesuai dengan tema Leadership Journey, kakak shalih-shalihah juga diajarkan tentang pentingnya mengomunikasikan segala pemikiran dan saling bekerjasama. Itulah kenapa semua kegiatan fun match yang ada dalam Leadership Journey diselenggarakan secara berkelompok sehingga melibatkan kerja sama tim.

Ada Fun Match Apa Saja Ya di Leadership Journey?

Apakah Ayah Bunda penasaran, fun match apa saja yang ada di Class Meeting SD Islam Bintang Juara yang bertajuk Leadership Journey? Pastinya sih, semua fun match tersebut bisa melatih fisik dan pemikiran kakak shalih-shalihah. Yuk, lihat lebih dekat satu per satu Fun Match-nya!

1. Futsal

Sebelum berkembang & digemari oleh masyarakat, futsal memiliki sejarah yang begitu panjang. Dikutip dari situs resmi FIFA, futsal sudah pertama kali dimainkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani.

Jenis olahraga yang satu ini mirip dengan permainan sepak bola yang biasa dimainkan oleh kakak-kakak saat bermain di halaman rumah lo, Ayah Bunda. Namun yang menjadi perbedaan terletak pada jumlah pemain dari setiap tim.  Tim sepakbola beranggotakan 11 pemain, sedangkan tim futsal berjumlah lebih sedikit, yaitu 5 pemain.

Meskipun menendang bola lebih sering dimainkan oleh kakak shalih, Fun Match Futsal pada kegiatan Leadership Journey kali ini memberikan kesempatan bagi kakak shalihah untuk unjuk kemampuan bermain menendang bola. Masing-masing tim berusaha semaksimal mungkin untuk memasukkan bola ke gawang lawan, namun pada akhirnya terdapat satu tim yang paling unggul dan memenangkan permain.

Ayah Bunda penasaran nggak nih dengan pemenang Fun Match Futsal ini?

Pemenang dari kegiatan Fun Match Futsal ini diborong oleh kakak-kakak kelas 6 nih, Ayah Bunda. Masyallah ya, meskipun sudah diwisuda dan akan segera berpisah, alhamdulillah ukhuwah kakak-kakak tetap terjaga sehingga dapat bekerja sama dalam tim dengan maksimal.

Futsal dipilih sebagai salah satu Fun Match pada Leadership Journey karena cabang olahraga ini juga salah satu kegiatan ekstrakurikuler di SD Islam Bintang Juara. Apakah kakak shalih-shalihah-nya Ayah Bunda ada yang ikutan ekstrakurikuler ini?

Oya, hari Ahad, 25 Juni 2023 insya Allah akan digelar Fun Match Bintang Juara Futsal,  pastikan hadir di Lapangan Merdeka Futsal untuk mendukung tim futsal Bintang Juara ya, Ayah Bunda.

2. Badminton

Salah satu jenis olahraga yang juga sering disebut bulu tangkis ini merupakan olahraga menggunakan raket dan kok sebagai alat permainannya. Cara bermainnya yaitu dengan saling menangkis kok menggunakan raket masing-masing pemain.

Dalam Fun Match Badminton ini, pemain ganda shalih maupun shalihah bermain berlawanan dan saling menangkis kok satu sama lain supaya tidak kebobolan poin. Selayaknya anak-anak yang bermain dan bersenang-senang, kakak-kakak terlihat ceria dan antusias membawa nama kelasnya saat mengikuti permainan ini.

Saat ini bulu tangkis menjadi permainan yang populer, apalagi Indonesia juga dikenal sebagai pemilik legenda atlet bulu tangkis yang disegani dunia. Nah, kalau atlet badminton versi SD Islam Bintang Juara juga ada lo Ayah Bunda.

Selamat kepada kakak shalih dan shalihah kelas 6 yang juga memenangkan permainan Fun Match Badminton.

3. Archery

”Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah,” (HR Bukhari, Muslim).

Sebelum salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dimulai, terdapat pijakan dengan bunyi “Area dan jalur panahan steril.” Artinya, aturan tersebut harus betul-betul diterapkan selama Fun Match Archery berlangsung.

Hal ini dimaksudkan supaya anak panah yang ditargetkan oleh pemain panahan tidak mencelakai orang sekitar. Selain menjadi mata lomba pada kegiatan Leadership Journey kali ini, sama halnya dengan futsal, archery atau panahan ini sudah lebih dahulu menjadi ekstrakurikuler di SD Islam Bintang Juara lo, Ayah Bunda.

Bagi kakak shalih-shalihah yang mengikuti ekstrakurikuler ini, bagaimana menarik anak panah tentunya sudah menjadi hal yang cukup familier, namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kakak-kakak yang tidak mengikuti ekstrakurikuler tersebut. Meski begitu, kakak-kakak shalih-shalihah tidak patah semangat. Mereka tetap mengikuti permainan dengan sportif dan bersenang-senang dengan aman.

Hmmm, kira-kira siapa ya kakak shalih & shalihah yang memenangkan Fun Match Archery ini? Apakah Ayah Bunda bisa menebak?

Pada permainan yang dimainkan dalam tim ini, kakak-kakak shalih & shalihah yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak diraih oleh kakak shalih-shalihah kelas 2. Masyaallah, definisi kecil-kecil cabe rawit ya Ayah Bunda.

Alhamdulillah rangkaian-rangkaian demi rangkaian kegiatan Leadership Journey berlangsung dengan lancar dan menyenangkan. Ayah Bunda, yuk kita bersinergi untuk senantiasa memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah bahwa menang ataupun kalah bukanlah hal besar yang dapat mengganggu ukhuwah.

Semoga melalui kegiatan ini, kakak-kakak dapat semakin mengenali dan menggali potensi dirinya. Ayah Bunda juga tetap semangat mendampingi kakak shalih-shalihah dalam mengembangkan potensi mereka dengan baik ya.

Sekian catatan istimewa Bintang Juara tentang Class Meeting sebagai ajang perekat ukhuwah ini. Ayah Bunda ditunggu lo sharing-nya tentang cerita kakak-kakak saat recalling kegiatan Leadership Journey di rumah. Sampai jumpa di catatan berikutnya.***

Ditulis oleh Iyana Anifa, diedit oleh Tim Humas & Media SD Islam Bintang Juara.

Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim SD Islam Bintang Juara Penuh Produk Istimewa

Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim SD Islam Bintang Juara Penuh Produk Istimewa

P5 yang merupakan singkatan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah salah satu program dalam Kurikulum Merdeka. Ada enam tema kegiatan P5, tetapi SD Islam Bintang Juara memilih Gaya Hidup Berkelanjutan sebagai tema kegiatan bagi kakak shalih-shalihah. Setelah satu semester bergelut dengan beragam proyek, saatnya Ayah Bunda melihat presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim.

Pada semester genap tahun pelajaran 2022 – 2023 ini, topik yang dipilih dalam menentukan kegiatan P5 adalah Pengelolaan dan Pengolahan Sampah. Untuk melaksanakan proyeknya, kakak shalih-shalihah telah dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setelah melakukan diskusi, memantik ide, menentukan produk dan mengembangkan produk, saatnya masing-masing kelompok mempresentasikan karyanya. Berikut ini video dokumentasi presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim:

Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, Dari Sapu Elektrik Hingga Tempat Sampah Estetik

Untuk efektivitas waktu, presentasi dilakukan serentak pada dua ruangan. Ruangan pertama bertempat di Gedung A lantai 1, tepatnya di ruang kelas 1. Ruangan kedua bertempat di Gedung A lantai 2, tepatnya di ruang kelas 4.

Pada artikel ini, kami akan membagikan cerita bagaimana suasana presentasi hasil karya P5 kakak shalih-shalihah di ruang kedua. Kegiatan presentasi ini berlangsung pada hari pertama Leadership Journey, yaitu pada hari Senin, 19 Juni 2023.

Tepat pukul 09.00, kakak shalih-shalihah kelas 2 – 5 telah berada di ruangannya masing-masing. Kakak shalih-shalihah kelas 6 yang sudah melaksanakan akhirussanah juga hadir lo, Ayah Bunda.

Tugas kakak shalih-shalihah kelas 6 adalah membantu bapak ibu guru mengawasi dan mendampingi adik kelasnya. Ada pula yang bertugas menjadi operator laptop untuk mengoperasikan materi presentasi. Di ruang kedua, kak Suci yang bertugas menjadi operator laptop.

Sepuluh kelompok siap untuk membagikan ide dan hasil karyanya di depan bapak ibu guru yang bertugas menjadi dewan juri. Adapun dewan juri di ruang kedua yaitu Pak Ali, Bu Fia dan Bu Rizky.

Apabila Ayah Bunda sudah menonton video dokumentasi presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, tentu mengetahui ya kelompok siapa saja yang ada di ruang kedua? Untuk melengkapi cerita yang ada di video, berikut ini catatan lengkap mengenai presentasi 10 kelompok kakak shalih-shalihah.

poster edukasi dan sampah elektrik p5 SD Islam Bintang Juara

1. Sapu Elektrik Karya Kelompok Kak Frasca

Penampil pertama dalam sesi presentasi P5 di ruang kedua yaitu Kelompok Kak Frasca dari kelas 5. Kelompok ini memiliki ide yang sejalan dengan topik “Pengelolaan dan Pengolahan Sampah”. Memanfaatkan kardus bekas, tusuk sate, dan sedotan, Kak Frasca dan kelompoknya berhasil membuat produk istimewa berupa Sapu Elektrik. Kak Frasca menceritakan bahwa ide membuat Sapu Elektrik datang dari Kak Rafa.

Sayangnya, pada hari presentasi Kak Rafa tidak bisa hadir karena ada acara keluarga. Ditambahkan oleh Kak Frasca, awalnya mereka ingin membuat Sapu Elektrik berbahan dasar dari mobil mainan remote control yang sudah tidak terpakai.

Namun ide tersebut mengalami kendala, tidak ada satupun dari anggota kelompok yang memiliki mobil remote control. Akhirnya sesuai dengan hasil diskusi dan referensi video YouTube yang mereka lihat bersama, dibuatlah Sapu Elektrik yang berbahan dasar kardus, sedotan, dan tusuk sate.

Selain menyampaikan latar belakang, bahan-bahan dan cara pembuatan, ada pula sesi tanya jawab di mana dewan juri berhak mengajukan pertanyaan terkait proyek dan produk yang dihasilkan. Pada sesi tanya jawab, Bu Fia meminta kak Frasca menceritakan peran masing-masing anggota kelompok.

Alhamdulillah Kak Frasca dan tim bisa menjelaskan perannya masing-masing. Kak Frasca juga jujur menceritakan bahwa ayahnya Rafa banyak membantu mereka dalam mengembangkan produk Sapu Elektrik. Terutama di bagian-bagian tersulit, seperti saat menyolder, menggunakan lem tembak dan memasang dinamo.

Bagian terbaik dari presentasi Kak Frasca dan tim ketika mereka menunjukkan cara kerja Sapu Elektrik. Kak Rayyan berperan untuk menunjukkan bagaimana menggunakan Sapu Elektrik tersebut.

Masya Allah kreatif bukan ide Kak Frasca dan teman-teman, Ayah Bunda? Ada ide apa lagi ya dari kakak shalih-shalihah lainnya?

2. Poster Edukasi dari Kelompok Kak Calief

Penampil kedua pada kegiatan presentasi P5 di Gedung A Lantai 2 adalah Kelompok Kak Calief dari Kelas 4B. Produk yang mereka hasilkan berupa poster edukasi bertema Pencegahan Global Warming melalui Pengelolaan Sampah.

Nantinya poster berukuran A3 ini akan dicetak sebanyak minimal 10 lembar dan akan ditempel di beberapa sasaran, seperti SD Islam Bintang Juara, PAUD Islam Bintang Juara, SD dan PAUD Pelangi Nusantara, serta beberapa titik lainnya.

Sayangnya poster dari kelompok Kak Calief belum benar-benar dicetak. Menurut Kak Calief dan kelompoknya, mereka masih belum tahu di mana harus mencetak poster tersebut. Oleh karenanya realisasi untuk menempelkan poster ini di beberapa tempat sasaran juga belum tercapai.

tong sampah dan mobil mainan P5 SD Islam Bintang Juara

3. Tong Sampah dan Papan Peringatan dari Kelompok Kak Azka

Presentasi berikutnya ditampilkan oleh Kak Azka dan teman-temannya dari kelas 1B. Walau masih duduk di kelas 1, kak Azka dan teman-temannya cukup percaya diri dalam memaparkan hasil karyanya.

Bahkan tanpa adanya materi presentasi, kak Azka dan teman-teman bisa memaparkan bahan-bahan dan cara pembuatan Tong Sampah dan Papan Peringatan dengan cukup baik. Adapun produk P5 kelompok Kak Azka berupa tong sampah yang dibuat dari ember cat bekas.

Selain itu juga ada papan peringatan bertuliskan larangan membuang sampah sembarangan. Papan peringatan ini dibuat dari papan dan kayu bekas.

Pada sesi tanya jawab, Pak Ali memberikan pertanyaan di manakah tempat sampah dan papan peringatan ini nantinya akan diletakkan. Dengan percaya diri, Kak Azka dan teman-teman menjawab bahwa produk P5 buatan mereka akan diletakkan di dekat kandang kambing. Alasannya karena di area tersebut belum ada tempat sampah.

4. Mobil Mainan dari Kelompok Kak Moza

Presentasi keempat disajikan oleh kelompok Kak Moza dari Kelas 1A. Mereka memiliki ide untuk membuat mobil mainan dari botol bekas. Menurut Kak Moza dan kawan-kawan, ide membuat mainan ini datang dari Kak Fahri yang disetujui oleh semua kelompok.

Sayangnya saat mencoba mempraktikkan mobil mainannya, mobil tersebut belum bisa berjalan. Lalu para juri menanyakan apa solusi untuk kondisi tersebut. Kak Moza dan teman-teman menjawab bahwa mobil mainan itu membutuhkan angin untuk bergerak, bisa jadi kalau di luar ruangan yang anginnya lebih banyak bisa membuat mobilnya bergerak.

poster edukasi daur ulang dan komposter p5 SD Islam Bintang Juara

5. Poster Edukasi Daur Ulang Sampah dari Kelompok Kak Aldi

Kelompok kelima yang menyajikan presentasi adalah Kak Aldi dan teman-teman dari kelas 3. Mereka membuat poster edukasi yang berisi informasi tentang daur ulang. Rencananya poster tersebut akan dicetak dan ditempelkan di beberapa titik, seperti Masjid Darul Ilmi, PAUD Islam Bintang Juara, SD Islam Bintang Juara dan beberapa tempat lainnya.

6. Tempat Sampah Komposter dari Kelompok Kak Azzam

Presentasi selanjutnya menampilkan produk P5 berupa tempat sampah komposter. Produk ini merupakan hasil karya dari kelompok kak Azzam dari kelas 1A.

Kak Azzam dan teman-temannya cukup percaya diri dalam menyampaikan ide, bahan dan cara pembuatan produk P5 ini. Begitu juga saat menjawab pertanyaan dari dewan juri, kakak shalih-shalihah dari kelas 1A ini menjawab dengan cukup baik.

eco enzyme dan cangkang telur P5 SD Islam Bintang Juara

7. Eco Enzyme Ceria dari Kelompok Kak Yosi

Kelompok Kak Yosi dari Kelas 2 menjadi penampil ketujuh pada sesi presentasi di Gedung A Lantai 2. Kak Yosi dan teman-temannya mempresentasikan produk P5 berupa Eco Enzyme Ceria. Alasan dipilihnya produk ini sebagai proyek mereka karena sudah pernah belajar cara membuatnya di sekolah.

Sayangnya kelompok Kak Yosi belum terlalu kompak dalam membuat produk ini secara bersama-sama. Sebuah fakta terkuat saat dewan juri menanyai di mana dan kapan produk eco enzyme dibuat. Ternyata jawabannya berbeda-beda, ada yang di rumah, ada yang di sekolah, bahkan ada salah seorang anggota kelompok yang belum membuat eco enzymenya.

Kak Yosi dan teman-temannya juga bercerita salah satu kendala dalam pembuatan eco enzyme adalah ketika eco enzyme meledak. Menurut pengamatan Kak Yosi dan teman-teman, hal tersebut dikarenakan masih ada gas di dalamnya.

8. Pupuk Cangkang Telur dari Kelompok Kak Rayyandra

Setelah penampilan dari kelompok Kak Yosi, Kak Rayyandra dari Kelas 1B maju ke depan sebagai presenter kedelapan. Kak Rayyandra dan teman-teman mempresentasikan produk P5 berupa pupuk dari cangkang telur.

Kak Rayyandra dan teman-teman sangat percaya diri saat menjelaskan cara membuat dan manfaatnya. Saat dewan juri menanyai seluruh anggota tim kenapa setuju dengan ide membuat pupuk dari cangkang telur, semua anggota menjawab dengan kompak karena cara membuatnya mudah dan cepat.

biogas dan tempat sampah tutup botol P5 SD Islam Bintang Juara

9. Biogas dari Kelompok Kak Sachi

Produk P5 istimewa berikutnya disampaikan oleh kelompok Kak Sachi dari Kelas 4A. Kak Sachi membuat biogas yang berbahan dari sampah organik.

Kak Sachi dan tim menjelaskan dengan runtut cara pembuatan dan manfaat dari biogas. Nantinya gas akan terbentuk dan produk ini bisa digunakan sebagai pengganti kompor. Untuk mengetahui saat gas sudah terbentuk, dipasanglah balon di bagian atas.

Saat balon mengembang, tandanya gas telah terbentuk sempurna. Artinya, biogas sudah siap digunakan. Sayangnya, saat sesi presentasi, balon belum mengembang, jadi biogas belum bisa digunakan.

10. Tempat Sampah Estetik dari Kelompok Kak Rafasya

Penampilan  pamungkas pada sesi presentasi P5 di Gedung A Lantai 2 adalah kelompok Kak Rafasya dari Kelas 5. Mereka berkreasi membuat tempat sampah dari tutup botol bekas.

Awalnya Kak Rafasya dan teman-teman ingin membuat tempat sampah dari botol bekas. Namun setelah dicoba, mereka mengalami kegagalan karena tempat sampah yang dibuat tidak bisa berdiri dengan imbang.

Kemudian ide baru pun muncul, yaitu memanfaatkan tutup botol bekas menajdi tempat sampah. Mereka mengumpulkan ratusan tutup botol, dibantu para orang tua.

Begitu juga saat tahap perakitan, orang tua kelompok Kak Rafasya aktif membantu, terutama di bagian-bagian yang berbahaya. Seperti, saat menggunakan lem tembak.

Alhamdulillah 10 kelompok telah berhasil melakukan presentasi dengan cukup apik. Bagaimana dengan penilaiannya?

Seperti apapun presentasinya, apa yang sudah dikerjakan kakak shalih-shalihah sangat luar biasa. Dari memantik ide, bekerjasama dengan rekan sekelompok, belajar menaklukkan ego, menaklukkan rasa grogi saat presentasi P5, adalah sebuah rangkaian usaha yang perlu diapresiasi.

Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim adalah bukti bahwa setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara. Terima kasih untuk dukungan dan pendampingan Ayah Bunda di setiap sesi belajar kakak shalih-shalihah.***

Ujian Praktik Olahraga Kelas 6 SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2022-2023

Ujian Praktik Olahraga Kelas 6 SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2022-2023

Setelah melaksanakan asesmen sumatif pada 3 – 15 Mei 2023, kakak shalih-shalihah kelas 6 melanjutkan aktivitasnya dengan ujian praktik. Setelah sebelumnya melakukan ujian praktik Bahasa Jawa dan Pendidikan Agama islam (PAI), pada hari Senin, 22 Mei 2023 diselenggarakan ujian praktik olahraga.

Apa saja ya yang diujikan dalam ujian praktik olahraga? Berdasarkan informasi dari Bapak Syahrial selaku guru Pendidikan Jasmani, ada dua jenis olahraga yang diujikan, yaitu bola voli dan lompat kangkang. Yuk, cari tahu seperti apa ujian praktik olahraga tersebut berlangsung, Ayah Bunda.

Ujian Praktik Olahraga Voli

Sebelum memulai ujian praktiknya, kakak shalih-shalihah kelas enam melakukan pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan penting dilakukan sebelum memulai olahraga inti. Pertama, untuk menyiapkan otot-otot agar tidak kaku. Kedua, mengurangi terjadinya cedera.

Penilaian pertama pada ujian praktik olahraga yaitu penilaian kemampuan dan kecakapan kakak shalih-shalihah dalam olahraga voli. Adakah Ayah Bunda yang suka bermain voli?

Bola voli merupakan olahraga beregu. Dalam satu tim terdapat enam orang pemain. Masing-masing tim dipisahkan oleh jaring. Tim akan mendapat poin ketika berhasil mendaratkan bola di lapangan tim lawan.

Ayah Bunda, olahraga ini sudah diciptakan sejak 1895 lo. Penciptanya bernama William G. Morgan yang merupakan Direktur Pendidikan Jasmani di YMCA di Holyoke, Massachusetts. Pak Morgan menginisiasi lahirnya bola voli setelah bertemu dengan Dr. James Naismith, penemu bola basket.

Melihat bagaimana bola basket dimainkan, Pak Morgan ingin membuat permainan yang hampir mirip tetapi bisa dimainkan oleh orang dengan usia yang lebih tua. Akhirnya ia membuat bola voli yang awalnya bernama “Mintonette”.

Bola voli memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain:

  • Meningkatkan kesehatan kardiovaskular
  • Meningkatkan sistem otot
  • Menurunkan berat badan
  • Mengembangkan keseimbangan, kecepatan, fleksibilitas, dan stamina

Dengan banyaknya manfaat yang dimiliki, tak heran jika banyak orang suka bermain voli. Bahkan dalam perkembangannya, voli kemudian memiliki beberapa jenis, contohnya: voli pantai.

ujian praktik olahraga bola voli

Walaupun berkembang menjadi beragam jenis, bola voli memiliki teknik dasar yang serupa, yaitu:

  • Servis –  Merupakan pukulan awal yang berasal dari luar lapangan untuk memulai rally di dalam pertandingan. Teknik servis dibagi menjadi empat jenis, yaitu servis lompat, bawah, atas dan samping.
  • Passing – Merupakan teknik memberi umpan pada rekan satu tim, atau mengarahkan bola secara langsung ke daerah lapangan lawan. Teknik ini terdiri dari passing atas dan bawah.
  • Smash – Merupakan teknik untuk menyerang lawan. Caranya yaitu dengan memukul bola sekeras mungkin agar bola itu jatuh ke daerah lapangan regu lawan. Jenis-jenis  teknik smash antara lain; Quick Smash, Semi Smash, Push Smash, Ace Smash, dan Pull Smash.
  • Blocking – Merupakan teknik bertahan untuk menghalau serangan smash dari lawan. Tujuannya agar bola tidak melewati net.

Di antara sekian banyak teknik dasar dalam bola voli, pada ujian praktik olahraga kelas 6 SD Islam Bintang Juara, hanya empat teknik yang dinilai oleh Pak Syahrial, yaitu:

  • Servis bawah
  • Servis atas
  • Passing bawah
  • Passing atas

Ujian Praktik Olahraga Lompat Kangkang

Lompat kangkang adalah jenis olahraga kedua yang diujikan dalam ujian praktik kelas 6 SD Islam Bintang Juara. Cara melakukannya yaitu pesenam harus melompati benda dengan cara mengangkang.

Adapun benda yang dilompati biasanya berupa boks senam, akan tetapi jika alat ini tidak dimiliki, Ayah Bunda bisa menggunakan meja kecil seperti yang dilakukan Pak Syahrial dalam ujian praktik olahraga kali ini. Bila ketinggiannya dirasa kurang, Ayah Bunda bisa menambahkan tumpukan buku atau puzzle spon seperti yang dipraktikkan Pak Syahrial.

Meski terlihat mudah, ternyata lompat kangkang ini memiliki tantangan tersendiri lo, Ayah Bunda. Untuk bisa berhasil melakukan lompat kangkang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kakak shalih-shalihah:

Pertama-tama, kakak shalih-shalihah harus berlari cepat ke arah boks senam atau alat yang akan dilompat. Bagian ini dinamakan awalan.

Saat mendekati boks senam, kakak shalih-shalihah harus melakukan tolakan dengan kedua kaki sehingga badan bisa melenting ke depan. Sementara kedua tangan harus bertumpu di atas peti. Kemudian, kakak shalih-shalihah harus merentangkan kedua kaki hingga lurus menyamping.

Bagian terakhir, kakak shalih-shalihah bisa melakukan pendaratan dengan kaki dan lutut yang rileks. Pendaratan yang sempurna terjadi ketika posisi kaki rapat.

Apabila lompat kangkang dilakukan secara rutin ternyata ada banyak manfaat yang bisa didapatkan lo, Ayah Bunda. Berikut ini manfaatnya:

  • Mengencangkan otot
  • Meningkatkan kelenturan tubuh
  • Menjaga keseimbangan tubuh
  • Meningkatkan kebugaran
  • Meningkatkan kekuatan otot
  • Membakar kalori
  • Meningkatkan konsentrasi
  • Memperindah bentuk tubuh

Alhamdulillah Ayah Bunda, ujian praktik olahraga kakak shalih-shalihah kelas 6 SD Islam Bintang Juara berjalan dengan lancar. Nantikan catatan seru Bintang Juara berikutnya, Ayah Bunda. Salam olahraga!***

Referensi:

  • Pengamatan di lokasi ujian praktik – Lapangan Voli SD Islam Bintang Juara
  • dosenpenjas.com/pengertian-bola-voli/
  • dosenpenjas.com/lompat-kangkang/
  • dosenpenjas.com/manfaat-lompat-kangkang/
  • dosenpenjas.com/manfaat-bola-voli/
Arsitektur Nusantara yang Menggugah Rasa Penasaran Calon Pemimpin Muslim

Arsitektur Nusantara yang Menggugah Rasa Penasaran Calon Pemimpin Muslim

Kelas 4A pada hari Selasa, 16 Mei 2023 kedatangan tamu spesial, Ayah Bunda. Beliau adalah Ayah Jayanti Gagah Setyawan, S.T., yang merupakan orang tua dari Kak Nadya.

Ayah Kak Nadya ini lebih akrab dipanggil dengan Ayah Iwan. Beliau merupakan seorang arsitek. Oleh karenanya pada kesempatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) kali ini, Ayah Iwan membagikan ilmunya mengenai arsitektur nusantara.

BBOT bersama ayah Jayanti Gagah Setyawan

Sebuah pengetahuan yang tentunya memberikan wawasan baru dalam diri kakak shalih-shalihah. Seperti apa ya keseruan BBOT bersama Ayah Iwan? Yuk, baca lebih lanjut untuk mengetahuinya, Ayah Bunda.

Mengenal Apa Itu Arsitektur Nusantara

Pada awal pemaparan materi, Ayah Iwan mengajak kakak shalih-shalihah kelas 4A untuk mengenal terlebih dulu apa itu arsitektur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berikut ini arti dari arsitektur;

“seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan” atau “metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan.”

Lantas apa itu Arsitektur Nusantara? Ayah Iwan memberikan penjelasan yang dikutip dari buku karya Prijotomo, berjudul ‘Arsitektur Nusantara atau Arsitektur Indonesia’ terbit tahun 2018, yang disebut dengan Arsitektur Nusantara adalah arsitektur di wilayah yang dinamakan Nusantara, yakni terutama kawasan Indonesia sewaktu berada dalam abad awal masehi sampai dengan abad 18.

Pada masa tersebut kawasan Indonesia disebut Nusantara, diambil dari kata “nusa” dan “antara”, yang artinya pulau-pulau yang berada di antara lautan. Ada beragam jenis bangunan yang ditemukan. Setiap bangunan memiliki ciri khasnya masing-masing.

struktur arsitektur rumah adat Jawa Tengah

Selain karena pengaruh budaya, perbedaan karakter bangunan di tiap wilayah juga dipengaruhi oleh iklim, cuaca dan jenis tanahnya. Ayah Iwan menjelaskan bahwa di antara sekian banyak bangunan di nusantara, rumah-rumah adat di Jawa Tengah memiliki keistimewaan khusus pada arsitekturnya.

Disebutkan oleh Ayah Iwan, ada tiga keistimewaan arsitektur rumah adat di Jawa Tengah:

  • Tahan terhadap gempa bumi.
  • Sirkulasi udara yang nyaman.
  • Wujud karya seni dan budaya Jawa.

Selain keistimewaan di atas, rumah adat di Jawa Tengah juga memiliki beragam jenis, sebut saja;

jenis rumah adat di Jawa Tengah

  • Rumah Adat Limasan.
  • Rumah Adat Joglo.
  • Rumah Adat Panggung Pe.
  • Rumah Adat Kampung.
  • Rumah Adat Tajug.

Masya Allah… ternyata banyak sekali jenis rumah adat Jawa Tengah ya, Ayah Bunda. Siapa yang selama ini hanya tahu Joglo saja?

Selain jenisnya yang beragam, rumah adat Jawa Tengah juga memiliki bagian-bagian bangunan yang sangat kompleks. Setiap bangunan memiliki nama dan fungsi khususnya masing-masing. Misal, Lawang/ Regol adalah istilah untuk menyebut pintu masuk, Pawon adalah istilah untuk dapur, dan Pendopo adalah bangunan untuk menerima tamu.

Penasaran ada bagian apa lagi dalam rumah adat di Jawa Tengah? Ayah Bunda bisa mengetahuinya lewat gambar berikut:

bagian dari rumah adat jawa tengah

Struktur bangunan rumah adat Jawa Tengah juga memiliki istilah tersendiri. Tak heran apabila desain rumah adat Jawa Tengah banyak menarik minat untuk dikembangkan dalam bentuk modern. Ayah Iwan bercerita kalau banyak kliennya yang meminta didesainkan rumah modern dengan sentuhan arsitektur khas Jawa Tengah.

Serunya Tanya Jawab bersama Ayah Iwan

Setelah pemaparan materi yang menambah wawasah, Ayah Iwan membuka kesempatan tanya jawab. Masya Allah kakak shalih-shalihah berebut memberikan pertanyaan lo, Ayah Bunda.

Dari yang tanya Ayah Iwan kelahiran tahun berapa, sampai bertanya tentang gaji arsitek. Ayah Iwan dengan senyuman lebar menanggapi pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh kakak shalih-shalihah.

Mengenai gaji arsitek, Ayah Iwan menjelaskan bahwa seorang arsitek mendapatkan penghasilan per proyek. Untuk satu proyeknya membutuhkan waktu pengerjaan kurang lebih 2-3 bulan. Kisaran penghasilannya tentu bermacam-macam, ada yang Rp30juta, ada pula yang lebih ataupun kurang. Tergantung dari budget klien dan jenis pekerjaannya.

kelas 4A mendesain rumah

Ayah Iwan juga menceritakan sebelum menjadi arsitek, beliau terlebih dahulu bersekolah di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, jurusan Arsitektur. Setelah lulus, Ayah Iwan kemudian bekerja di perusahaan jasa konsultan, menjadi pengawas lapangan yang bertugas untuk mengawasi jalannya proyek.

Diceritakan pula oleh Ayah Iwan, bahwa tugas arsitek yaitu mendesain rumah dan bangunan. Salah satu proyek yang berkesan bagi Ayah Iwan yaitu mendesain kebun kelapa di daerah Batang.

Pertanyaan lain dari kakak shalih-shalihah yang tak kalah menarik yaitu tentang hubungan arsitek dan pelajaran matematika. Apakah saat mempelajari ilmu arsitektur memerlukan belajar matematika juga? Dijawab oleh Ayah Iwan bahwasanya setiap ilmu saling berkaitan satu sama lain. Termasuk juga matematika dan arsitektur.

Pertanyaan pamungkas dari deretan rasa ingin tahu kakak shalih-shalihah yaitu apakah Ayah Iwan bercita-cita jadi arsitek sejak kecil. Dijelaskan oleh Ayah Kak Nadya bahwasanya memang sudah sedari kecil, beliau bercita-cita menjadi arsitek.

konsultasi desain bersama Ayah Iwan

Adapun yang menjadi inspirasi bagi sosok ayah berusia 40 tahun ini adalah ketika diajak bepergian oleh orang tuanya, beliau melihat banyak  bangunan dan rumah yang unik. Dari situlah, Ayah Iwan memiliki keinginan untuk mendesain rumah yang estetik dan nyaman.

Setelah tanya jawab usai, Bu Anis selaku wali kelas 4A memberikan tantangan kepada seluruh kakak shalih-shalihah untuk membuat desain rumah impiannya. Kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk menuangkan idenya sedemikian rupa, lalu diminta untuk menyerahkan kepada Ayah Iwan untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Masya Allah kakak shalih-shalihah sangat antusias menyambut tantangan tersebut. Setelah desain mereka jadi, kakak shalih-shalihah bergantian menunjukkan gambarnya kepada Ayah Iwan.

Dengan penuh kesabaran, Ayah Iwan memberikan penjelasan dan masukan pada setiap gambar hasil karya kakak shalih-shalihah. Tak hanya itu, Ayah Iwan juga menunjukkan bagaimana caranya mendesain rumah secara 3D menggunakan aplikasi SketchUp.

desain 3D sketchup

Melihat Ayah Iwan memeragakan cara mendesain rumah dengan aplikasi, beberapa kakak shalih yang tadinya tidak berminat menjadi arsitek, kini punya cita-cita baru sebagai arsitek lo, Ayah Bunda. Apapun cita-cita dan minat kakak shalih-shalihah, terus dukung dan berikan apresiasinya ya, Ayah Bunda.

Demikianlah cerita singkat mengenai BBOT di Kelas 4A pada Selasa, 16 Mei 2023. Berawal dari tema Arsitektur Nusantara, Ayah Iwan mampu menggugah rasa Calon Pemimpin Muslim untuk membangun impian menjadi seorang arsitek. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya.***

galeri kegiatan BBOT kelas 4A SD Islam Bintang Juara

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 4A
  • Materi Presentasi Ayah Iwan
  • Pengamatan langsung ke kelas
6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah dan Serunya Praktik Menghadapi Kondisi Darurat

6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah dan Serunya Praktik Menghadapi Kondisi Darurat

Ayah Bunda, sudahkah kakak shalih-shalihah dibekali cara menjaga keselamatan di rumah? Kini saatnya ajarkan kakak shalih-shalihah mengetahui cara menjaga keselamatan di sekolah.

Materi ini merupakan bagian dari paparan Bunda Perdana pada kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) di kelas 2 SD Islam Bintang Juara. Setelah kakak shalih-shalihah diajak melakukan ice breaking, mengenal arti istilah keselamatan dan aturan keselamatan, serta tata cara menjaga keselamatan di rumah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah mengenal beragam aturan di sekolah dan bagaimana menjaga keselamatan diri saat berada di sekolah.

Mengenal Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah

Ayah Bunda, yuk ajak kakak shalih-shalihah untuk recalling mengenai apa itu keselamatan dan aturan keselamatan. Apakah kakak shalih-shalihah masih mengingatnya?

Masya Allah, ternyata kakak shalih-shalihah masih ingat arti dari dua istilah tersebut dengan baik ya, Ayah Bunda? Pasti hal tersebut tidak lepas dari kontribusi Ayah Bunda yang tak pernah lelah melakukan recalling setiap kegiatan yang ada di sekolah. Terima kasih untuk sinerginya di rumah, Ayah Bunda.

BBOT bersama bunda Perdana

Sebagaimana di rumah yang memiliki aturannya masing-masing, di sekolah pun juga memiliki aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Beda sekolah bisa jadi berbeda pula aturannya. Namun secara garis besar, berikut ini aturan-aturan yang bisa ditemukan di sekolah:

  • Hadir di sekolah paling lambat sepuluh menit sebelum bel berbunyi.
  • Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00.
  • Melaksanakan tugas piket dengan penuh tanggung jawab.
  • Wajib membuat surat izin ketika tidak masuk sekolah.
  • Tidak boleh meninggalkan sekolah tanpa izin dari guru.
  • Semua wajib menjaga ketertiban dan ketenangan di kelas.
  • Siswa dilarang memakai perhiasan dan membawa barang berharga ke sekolah.
  • Siswa harus menghormati kepala sekolah, bapak/ibu guru, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah.
  • Memakai seragam dengan rapi dan atribut lengkap.
  • Siswa laki-laki tidak boleh berambut panjang.
  • Setiap hari Senin, siswa-siswi wajib mengikuti upacara bendera.
  • Dilarang membawa ponsel pintar di lingkungan sekolah.
  • Saling menghormati dan bersikap sopan terhadap sesama.
  • Menghormati hak sesama warga di sekolah.

Tidak semua aturan tersebut bisa ditemukan di SD Islam Bintang Juara ya, Ayah Bunda. Contoh, Ayah Bunda tidak akan menemukan ‘Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00’. SD Islam Bintang Juara tidak menggunakan metode bel ataupun lonceng sebagai penanda dimulainya pelajaran.

Aturan yang tertulis di atas hampir semua berhubungan dengan keselamatan kakak shalih-shalihah, misal;

  • Aturan tidak diperbolehkan membawa perhiasan dan barang-barang berharga, bertujuan agar penampilan kakak shalih-shalihah tidak mencolok dan menimbulkan keinginan orang tidak bertanggungjawab untuk mengambilnya.
  • Aturan meminta izin kepada guru sebelum melakukan aktivitas, bertujuan agar guru bisa mengetahui aktivitas kakak shalih-shalihah dan di mana lokasi kakak shalih-shalihah berada. Di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah dilarang untuk berkegiatan tanpa pendampingan dari guru. Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan terpantau dan keamanan kakak shalih-shalihah bisa lebih terjaga.

Beberapa aturan keselamatan lainnya yang ada di sekolah, tak jauh berbeda dengan aturan keselamatan di rumah, seperti:

  • Mematikan saklar lampu saat tidak digunakan.
  • Mematikan keran air setelah selesai penggunaannya.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Mengembalikan mainan dan alat tulis ke tempat semula setelah selesai digunakan.

Bekali Kakak Shalih-shalihah tentang 6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah

Setelah kakak shalih-shalihah memahami berbagai aturan di sekolah, khususnya aturan yang berhubungan dengan keselamatan diri, yuk saatnya membekali kakak shalih-shalihah tentang 5 cara menjaga keselamatan di sekolah. Berikut ini cara yang disampaikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2:

cara menjaga keselamatan di sekolah

1. Menaati Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah

Ayah Bunda, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menaati aturan keselamatan yang ada di sekolah, sebagaimana yang telah disebutkan di atas.  Pastikan kakak shalih-shalihah untuk berkegiatan hanya dalam pengawasan guru.

Termasuk juga tentang bermain aman dan nyaman. Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk memastikan apakah temannya aman dan nyaman saat berkegiatan bersama. Bekali kakak shalih-shalihah tentang pentingnya saling menyayangi terhadap sesama.

2. Menghafal Informasi Kontak

Pastikan bahwa kakak shalih-shalihah mengetahui siapa yang harus dihubungi ketika dalam kondisi darurat. Apabila menghafal informasi kontak terasa sulit, biasakan kakak shalih-shalihah untuk menulis nomor telepon Ayah dan Bunda di dalam buku saku.

Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk meminta bantuan kepada guru saat butuh berkomunikasi dengan Ayah Bunda. Misal, karena kakak shalih-shalihah sedang sakit dan butuh dijemput cepat.

3. Memberikan Identitas Barang Pribadi dengan Indikator

Bunda Perdana menyampaikan untuk menjaga keselamatan di sekolah penting menggunakan indikator untuk barang-barang pribadi. Terkadang mencantumkan nama pada barang-barang pribadi justru bisa menimbulkan bahaya. Oleh karenanya Bunda Perdana memberikan saran untuk menempelkan indikator atau semacam stiker khusus yang unik untuk menandai bahwa barang tersebut milik kakak shalih-shalihah.

4. Menjauhkan Barang Berbahaya Dari Jangkauan

Pastikan Ayah Bunda untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak menggunakan barang-barang yang berbahaya, misalnya benda tajam dan api. Terutama saat tidak ada pengawasan dari bapak atau ibu guru.

5. Mematuhi Panduan di Tempat Rawan

Biasanya di tempat-tempat tertentu,  seperti di tangga, di lorong atau di selasar sekolah, terdapat peringatan-peringatan khusus. Contoh: ‘Berhati-hati saat menaiki tangga’, peringatan ini bertujuan agar kakak shalih-shalihah menjaga kontrol dirinya saat berjalan di tangga.

6. Bersikap Hati-Hati Dengan Orang Asing

Walaupun bapak dan ibu guru sudah sedemikian rupa dalam melakukan penjagaan terhadap kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda tetap harus memberikan pemahaman agar senantiasa berhati-hati dengan orang asing.

Bagaimana Ayah Bunda, apakah 6 cara menjaga keselamatan di sekolah sudah tuntas diberikan kepada kakak shalih-shalihah? Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kakak shalih-shalihah di manapun mereka berada ya.

Prosedur Menghadapi Kondisi Darurat di Sekolah

Ayah Bunda, selain diajarkan tips menjaga keselamatan di sekolah, kakak shalih-shalihah kelas 2 juga praktik langsung cara menghadapi berbagai kondisi darurat lo. Masya Allah seru sekali kegiatan praktik tersebut.

praktik menghadapi kondisi darurat di SD Islam Bintang Juara

Dengan mempraktikkan langsung bagaimana merespon sirine tanda terjadinya kebakaran, menempel plester untuk pertolongan pertama pada kecelakaan dan kondisi darurat lainnya, insya Allah ilmu tersebut jadi lebih terekam dalam ingatan kakak shalih-shalihah. Berikut ini beberapa cara yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat di sekolah:

  • Saat kebakaran – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak panik dan segera keluar dari ruangan yang kebakaran. Apabila kebakarannya kecil, kebakaran tersebut insya Allah bisa dihentikan dengan menggunakan kain basah.
  • Saat gempa bumi – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tetap tenang, lalu segera berlindung di bawah meja, atau keluar dari bangunan atau gedung dan mencari lokasi yang lebih aman.
  • Pertolongan pertama –  Apabila kakak shalih-shalihah mengalami kecelakaan kecil di sekolah, misalnya terjatuh saat sedang berlari, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menuju ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan meminta bantuan kepada bapak ibu guru yang bertugas di sana.

galeri kegiatan BBOT menjaga keselamatan SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, materi dari Bunda Perdana yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan di RSUP Kariadi ini sungguh bermanfaat bagi kehidupan kakak shalih-shalihah. Peran Ayah Bunda di rumah tentu saja memberikan teladan dan penguatan agar apa yang disampaikan terkait cara menjaga keselamatan di sekolah bisa terus terbawa dan dipraktikkan oleh kakak shalih-shalihah.***

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 2
  • Materi Presentasi Bunda Perdana
Yuk Ajarkan Calon Pemimpin Muslim Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Ayah Bunda

Yuk Ajarkan Calon Pemimpin Muslim Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Ayah Bunda

Ayah Bunda, kasus yang mengancam keselamatan semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Padahal, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah tetap harus beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Lalu bagaimanakah cara menjaga keselamatan di rumah yang tepat?

Menurut Bunda Perdana Nursari, orang tua Kak Akhtar, yang menjadi narasumber BBOT (Belajar bersama Orang Tua) di kelas 2 pada hari Senin, 15 Mei 2023, solusi yang paling tepat untuk menjaga keselamatan adalah dengan menerapkan aturan keselamatan.

BBOT bersama Bunda Perdana

Hmm, sebenarnya apa itu keselamatan, seperti apa pula aturan keselamatan, yuk Ayah Bunda, ajak recalling kakak shalih-shalihah materi BBOT tentang “Menjaga Keselamatan di Rumah dan Sekolah”.

Namun di artikel ini, kita akan fokus pada tata cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu ya, Ayah Bunda. Insya Allah pada artikel berikutnya, akan dibahas lebih lanjut tentang cara menjaga keselamatan di sekolah.

Pengertian Keselamatan dan Aturan Keselamatan

Sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana cara menjaga keselamatan di rumah dan sekolah, Bunda Perdana lebih dulu mengajak kakak shalih-shalihah melakukan ice breaking. Seru sekali lo, Ayah Bunda, melihat kakak shalih-shalihah bergerak mengikuti alunan lagu yang diputar oleh Bunda Perdana.

ice breaking BBOT SD Islam Bintang Juara

Setelah kakak shalih-shalihah kelas 2 SD Islam Bintang Juara mulai ‘memanas’, Bunda Perdana mengajak mereka untuk mengenal arti keselamatan dan aturan keselamatan. Bagaimana dengan Ayah Bunda, sudahkah mengetahui arti dari dua istilah tersebut?

Keselamatan adalah keadaan terlindungi dari potensi bahaya atau sesuatu yang telah dirancang untuk melindungi dan mencegah bahaya. Sementara itu aturan keselamatan adalah sebuah prinsip atau peraturan yang mengatur tindakan, prosedur, atau perangkat yang dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya atau risiko cedera, kerugian, dan bahaya bagi orang-orang, properti atau lingkungan.

Aturan sering juga disebut sebagai tata tertib. Kakak shalih-shalihah pasti juga sudah tidak asing dengan istilah ini bukan, Ayah Bunda? Aturan bisa ditemukan di banyak tempat, baik itu di rumah, di sekolah ataupun di masyarakat luas.

Fungsi dari aturan yaitu untuk mengatur kehidupan dan melatih disiplin. Apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah konsisten mengikuti aturan, insya Allah akan tercipta kedisplinan, keharmonisan dan kebahagiaan.

Begitu pula apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah mengikuti aturan keselamatan, insya Allah keamanan akan terjamin. Kebalikannya, apabila aturan keselamatan tidak dipatuhi, akan timbul bahaya, cedera dan kerugian.

Setelah kakak shalih-shalihah paham mengenai pentingnya menaati aturan keselamatan, saatnya Bunda Perdana mengajak mereka untuk berlatih menjaga keselamatan di rumah dan sekolah. Sebelum membahas tata cara keselamatan di sekolah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah memahami cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu.

arti keselamatan dan aturan keselamatan

Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Calon Pemimpin Muslim Wajib Tahu Nih!

Berada di rumah belum tentu keselamatan akan terjamin. Oleh karenanya kakak shalih-shalihah juga perlu diajari cara menjaga keselamatan di rumah. Salah satu langkah pertamanya yaitu dengan membuat aturan keselamatan dalam keluarga.

Disebutkan oleh Bunda Perdana dalam paparannya saat BBOT di kelas 2, aturan keluarga mencakup semua aturan yang diharapkan untuk dipatuhi seluruh anggota keluarga, yang dapat direvisi dari waktu ke waktu (Verywell Family).

Setiap keluarga bisa memiliki aturan yang berbeda-beda, tergantung proses diskusinya. Bagaimana di rumah Ayah Bunda, apakah sudah menetapkan aturan keluarga, khususnya yang berhubungan dengan keselamatan anggota keluarga?

Jika belum, beberapa aturan di rumah yang dibagikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT bisa nih di-ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi):

  • Melaksanakan ibadah tepat waktu
  • Selalu meminta izin sebelum menggunakan barang orang lain.
  • Mengembalikan barang ke tempat semula setelah menggunakannya.
  • Membereskan sesuatu yang berantakan agar rapi kembali.
  • Makan dengan tenang dan rapi.
  • Memperlakukan orang tua dengan kasih sayang dan rasa hormat.
  • Membereskan pekerjaan rumah sebelum bermain.
  • Tidak boleh makan di atas tempat tidur.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Pamit sebelum keluar dari rumah.
  • Meminta izin sebelum keluar malam atau pergi menginap.
  • Mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar anggota keluarga yang lain.
  • Saling menghargai antara anggota keluarga, baik anak pada orang tua, orang tua pada anak, ataupun sesama anak.
  • Tidak berbicara kasar atau dengan nada tinggi.
  • Tidak menyakiti perasaan sesama anggota keluarga.
  • Saling membantu antar anggota keluarga.
  • Tidak menghina dan berteriak.
  • Menggosok gigi serta membersihkan kaki dan tangan sebelum tidur.
  • Setelah bangun merapikan tempat tidur dan kamar.
  • Makan sesuai porsi masing-masing.

Aturan di atas masih berupa aturan umum ya, Ayah Bunda. Sedangkan contoh aturan keselamatan yang bisa dibuat di rumah, misalnya:

  • Mengunci pintu rumah, jendela dan pagar rumah saat seluruh anggota keluarga bepergian ke luar rumah.
  • Tidak membiarkan orang asing masuk ke rumah.
  • Tidak membukakan pintu kepada orang asing, terutama saat Ayah Bunda sedang tidak ada di rumah.
  • Menutup keran air setelah selesai digunakan.
  • Mematikan alat elektronik ketika sudah tidak digunakan.
  • Mencabut kabel dari saklarnya untuk mencegah terjadinya korsleting.
  • Dilarang bermain api di dalam dan di luar rumah.
  • Menjauhi sumber listrik di rumah ketika sedang bermain atau berkegiatan.
  • Membuang sampah di tempatnya. Karena sampah yang berserakan, misal kulit pisang, bisa mencelakai anggota keluarga lain.
  • Merapikan mainan kembali ke tempat semula setelah selesai digunakan. Mainan yang berceceran bisa membuat anggota keluarga lain terpeleset dan jatuh.

Beberapa aturan keselamatan di atas insya Allah bisa membantu Ayah Bunda beserta kakak shalih-shalihah tetap aman saat berada di rumah. Tentu saja agar kakak shalih-shalihah bisa menjalankan aturan ini dengan konsisten dibutuhkan teladan dari Ayah Bunda. Selain teladan, kakak shalih-shalihah juga memerlukan pembiasaan dan penguatan agar aturan ini terinternalisasi dan membentuk karakter dalam diri mereka.

Untuk menjaga keselamatan di rumah, yuk ajarkan kakak shalih-shalihah untuk melakukan beberapa hal berikut:

4 cara menjaga keselamatan di rumah

  • Mengucapkan basmallah sebelum melakukan aktivitas apapun.
  • Ajak kakak shalih-shalihah untuk rutin mengamalkan dzikir pagi dan sore. Dalam dzikir pagi dan sore, ada sebuah terdapat sebuah doa agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan di setiap waktu.
  • Menaati aturan keselamatan yang sudah ditetapkan di rumah.
  • Melakukan kegiatan yang aman di dalam rumah. Pastikan berkegiatan dalam pengawasan orang tua dan selalu kontrol diri.

Apabila Ayah Bunda terpaksa meninggalkan kakak shalih-shalihah di rumah tanpa ada pendamping, pastikan untuk memasang kamera pengawas (CCTV). Kamera tersebut juga memiliki manfaat untuk mengontrol keadaan rumah saat seluruh anggota keluarga sedang berada di luar rumah.

Oya, pastikan untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk bisa melakukan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) pada kondisi-kondisi kecelakaan sederhana, misalnya; saat kakak shalih-shalihah terkena luka bakar akibat terkena percikan minyak goreng. Dengan memiliki bekal P3K diharapkan kakak shalih-shalihah tidak mudah panik dan bisa membantu orang lain saat dibutuhkan.

Selain itu pastikan juga kakak shalih-shalihah menyimpan nomor telepon Ayah Bunda atau tetangga terdekat. Saat ada kondisi darurat di rumah, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menghubungi nomor telepon tersebut.

galeri kegiatan BBOT menjaga keselamatan SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, ini baru sebagian dari materi yang dipaparkan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2. Untuk mengetahui separuh materi lainnya, silakan Ayah Bunda bisa membaca Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah.

Semoga bermanfaat dan mohon berkenan untuk bagikan informasi ini kepada sahabat dan kerabat. Terima kasih dan salam selamat, Ayah Bunda.***

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 2
  • Materi Presentasi dari Bunda Perdana Nursari