by admin admin | Nov 24, 2025 | Berita, Berita Utama, Kegiatan Siswa
Pada Jumat pagi yang cerah, lingkungan SD Islam Bintang Juara dipenuhi semangat anak-anak yang siap mengikuti Quranic Leadership Journey. Kegiatan ini, diperuntukkan bagi kakak kelas 1–2, merupakan bagian dari upaya sekolah menanamkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan disiplin sejak dini.
Anak-anak dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk menjelajahi berbagai pos yang disiapkan. Setiap pos menghadirkan tantangan seru yang mengajarkan mereka untuk bekerja sama, mengambil keputusan, dan memimpin teman sebaya. Lewat kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa menjadi pemimpin tidak sekadar memerintah, tetapi juga mendampingi, bertanggung jawab, dan menolong sesama.
Quranic Leadership Camp: Perjusa Kelas 3–6
Sementara itu, kakak kelas 3–6 mengikuti Quranic Leadership Camp atau Perjusa (Perkemahan Jumat-Sabtu) yang berlangsung di D’Pongs Wisata Keluarga pada 21–22 November 2025.
Hari pertama dimulai dengan mendirikan tenda bersama guru pendamping dan teman sekelompok. Anak-anak kemudian mengikuti apel pembukaan dan memulai kegiatan dengan sholat Jumat bagi kakak shalih. Kakak shalihah melaksanakan shalat dhuhur dan mengikuti kajian Muslimah bersama Bu Ulfa yang menjelaskan ciri-ciri baligh dan tata cara mandi besar setelah haid.
Setelah itu, mereka menikmati makan siang, dilanjutkan dengan permainan besar seperti ular naga dan kucing tikus. Kegiatan memasak untuk makan malam juga menjadi momen penting, di mana mereka belajar tanggung jawab, bekerja sama, dan disiplin. Meski hujan turun deras, acara tetap berlangsung: makan bersama, shalat maghrib dan isya, leadership moment, dan penampilan tiga besar pentas seni menutup hari pertama dengan hangat.
Hari Kedua: Leadership yang Menginspirasi
Kegiatan hari kedua diawali dengan shalat tahajud dan shalat subuh, diikuti pesta api unggun yang semula dijadwalkan malam hari, namun dilakukan pagi karena hujan. Anak-anak kemudian melakukan olahraga pagi dan outbound, dibagi ke beberapa pos mulai dari pos kauny hingga pos kepramukaan.
Aktivitas ini mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk berpikir cepat, berkolaborasi, dan menghadapi tantangan secara kreatif. Kegiatan di alam terbuka ini juga menjadi pengalaman menyenangkan yang menanamkan nilai disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab.
Perkemahan ditutup dengan membersihkan tenda, makan siang, dan dijemput orang tua, diakhiri dengan doa dan harapan agar anak-anak terus tumbuh menjadi pemimpin Muslim yang tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia.
Manfaat Quranic Leadership
Program unggulan tahunan ini dilaksanakan bukanlah tanpa tujuan, berikut ini manfaat yang bisa diperoleh:
- Menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak usia dini.
- Mengasah disiplin dan tanggung jawab melalui aktivitas nyata.
- Melatih kerja sama dan empati dalam kelompok.
- Menguatkan nilai spiritual melalui ibadah dan kajian Islam.
- Memberikan pengalaman belajar outdoor yang menyenangkan dan bermakna.
Quranic Leadership di SD Islam Bintang Juara membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi dihidupkan melalui pengalaman nyata. Anak-anak belajar memimpin, bekerja sama, dan bertanggung jawab sambil tetap menguatkan keimanan mereka.
Dengan kegiatan seperti ini, SD Islam Bintang Juara terus menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda Muslim yang tangguh, kreatif, dan berakhlak mulia, siap menghadapi tantangan dunia dengan bekal iman dan karakter yang kuat.*** (CM-MRT)
by admin admin | Nov 12, 2025 | Berita, Berita Utama, Kegiatan Siswa
Belajar itu tak selalu harus di kelas dengan buku dan pensil. Rabu, 12 November 2025, Kelas 1C SD Islam Bintang Juara membuktikan bahwa sains bisa hadir lewat hal sederhana—buah-buahan!
Kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) kali ini menghadirkan Ayah Dwi Prasetyo Nugroho, ayah Kak Nisa, yang ikut mendampingi kakak shalih-shalihah untuk memahami konsep berat dengan cara menyenangkan. Dengan timbangan sederhana dari cup dan hanger, anak-anak diajak membandingkan berat buah yang mereka bawa dari rumah.
Rasa Penasaran yang Membara
Sejak awal, tawa dan rasa penasaran langsung muncul. “Buahku lebih berat, lebih ringan, atau sama ya?” seru salah seorang kakak. Anak-anak saling membandingkan apel, pisang, jeruk, hingga pir. Ada yang terkejut saat buah yang tampak kecil ternyata lebih berat dari yang besar.
Tak hanya mengukur berat, kegiatan ini juga menumbuhkan keterampilan observasi, perbandingan, dan penalaran logis. Setiap percobaan menjadi momen belajar yang fun dan penuh kejutan, membuat anak-anak merasa seperti ilmuwan cilik.
Kolaborasi Orang Tua dan Anak
Kehadiran Ayah Kak Nisa menjadi moment inspiratif bagi anak-anak. Ayah tak hanya memandu penggunaan alat, tapi juga memberi tantangan dan pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu: “Bagaimana kalau kita menimbang dua buah sekaligus? Apa yang terjadi?”
Momen ini menegaskan filosofi BBOT: belajar bersama orang tua membuat anak lebih terlibat secara aktif, sekaligus memperkuat bonding keluarga. Anak-anak belajar bahwa sains itu dekat dengan kehidupan sehari-hari dan bisa dinikmati dengan cara sederhana.
Manfaat Kegiatan BBOT
Kegiatan BBOT merupakan salah satu bentuk kolaborasi dalam komponen Pembelajaran Mendalam. Selain untuk membangun bonding dengan orang tua, berikut ini manfaat dari kegiatan BBOT:
- Mengasah rasa ingin tahu dan penalaran anak melalui praktik langsung.
- Mengenalkan konsep berat dan perbandingan dengan alat sederhana.
- Menguatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak.
- Menumbuhkan keceriaan dan semangat belajar melalui eksperimen menyenangkan.
- Membangun kepercayaan diri anak karena mereka bisa mencoba sendiri dan menemukan jawaban.
Dengan kegiatan seperti ini, SD Islam Bintang Juara menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal teori, tapi pengalaman nyata yang membuat anak antusias belajar, penasaran, dan berani mencoba. Buah-buahan sederhana bisa menjadi media yang menyenangkan sekaligus edukatif, menanamkan rasa ingin tahu dan keterampilan awal sains sejak dini.
Kegiatan BBOT ini membuktikan bahwa belajar sains bisa seru, kreatif, dan dekat dengan kehidupan anak, sekaligus mengajak orang tua berperan aktif dalam mendampingi proses belajar.*** (CM-MRT)
by admin admin | Nov 7, 2025 | Berita, Berita Utama, Kegiatan Siswa
Belajar tentang kesehatan gigi tak pernah semenyenangkan ini! Jumat, 7 November 2025, Kelas 1B SD Islam Bintang Juara kedatangan Bunda Anggun H.J. Tamara, bunda Kak Adeeva, yang hadir sebagai narasumber BBOT (Belajar Bersama Orang Tua).
Kegiatan ini membuat anak-anak tidak hanya mendengar teori, tapi langsung mendapatkan ilmu dari ahlinya. Bunda Anggun, dengan latar belakang profesi yang linier dengan materi, membagikan pengetahuan seputar cara merawat gigi, kebiasaan baik sehari-hari, dan praktik sederhana yang bisa anak lakukan sendiri.
Antusiasme Anak-Anak
Sejak awal, tawa dan rasa penasaran menghiasi kelas. Anak-anak diajak menyikat gigi dengan benar, memahami pentingnya sikat dan pasta gigi, serta mengetahui makanan yang sehat untuk gigi.
“Menggosok gigi itu tidak boleh asal-asalan, harus dua menit dan ke semua sisi,” jelas Bunda Anggun sambil mempraktikkan teknik yang benar. Anak-anak pun antusias mencoba sendiri sambil saling membantu teman-temannya.
Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua
BBOT bukan sekadar kehadiran tamu; ini adalah wujud nyata kolaborasi sekolah dan orang tua. Dengan orang tua sebagai narasumber, anak-anak merasa lebih dekat, nyaman, dan belajar dengan antusias tinggi. Mereka melihat bahwa belajar bisa menyenangkan, interaktif, dan penuh praktik nyata.
Melalui pengalaman ini, anak-anak belajar tidak hanya sekadar teori, tapi juga menginternalisasi kebiasaan baik untuk diri sendiri. Perawatan gigi pun menjadi aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.
Manfaat Kegiatan BBOT
Sebagai salah satu komponen pembelajaran mendalam, BBOT memberikan banyak manfaat bagi peserta didik, di antaranya:
- Belajar langsung dari ahlinya, membuat konsep lebih mudah dipahami.
- Meningkatkan antusiasme belajar anak melalui praktik nyata.
- Menumbuhkan kebiasaan hidup sehat, khususnya kesehatan gigi.
- Menguatkan bonding antara anak, orang tua, dan guru.
- Mendorong anak berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
Di SD Islam Bintang Juara, kegiatan seperti BBOT membuktikan bahwa pembelajaran interaktif dengan kolaborasi orang tua menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Anak-anak tidak hanya mengetahui, tapi juga mempraktikkan, merasakan, dan mengingat ilmu yang didapat.
Belajar kesehatan gigi dengan Bunda Anggun H.J. Tamara membuktikan bahwa ilmu bisa datang dari orang-orang terdekat sekaligus ahli di bidangnya, membuat anak-anak lebih percaya diri, ceria, dan siap mempraktikkan kebiasaan sehat sehari-hari.*** (CM-MRT)
by admin admin | Nov 5, 2025 | Artikel, Berita, Berita Utama, Edukasi, Kegiatan Siswa
Kegiatan Belajar Bersama Ahli (BBA) Kelas 5 SD Islam Bintang Juara kali ini mengambil tema “Mengenal Indera, Menyapa Dunia: Mata yang Melihat Cahaya, Telinga yang Mendengar Cerita.”
Melalui kunjungan ke Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro (RSWN), kakak shalih-shalihah belajar langsung tentang bagaimana indera penglihatan dan pendengaran bekerja, serta cara menjaganya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Pembelajaran Mendalam (PM), di mana peserta didik tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari praktik nyata di lapangan bersama para ahli di bidangnya. Ini juga merupakan tahap pengenalan dalam Project Based Learning terkait bunyi dan cahaya.
Sambutan Inspiratif dari dr. Lia Sasdesi Mangiri
Kunjungan edukatif ini dibuka dengan sambutan penuh semangat dari dr. Lia Sasdesi Mangiri, Sp.Rad, selaku Wakil Direktur Pelayanan RSWN.
Beliau mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan indera sejak dini.
“Menjaga mata dan telinga berarti menjaga cara kita memahami dunia,” ujar beliau, memantik semangat belajar para kakak kelas 5 yang mendengarkan dengan antusias.
Belajar Kesehatan Mata dan Telinga Bersama dr. Fathiya Khansa Diarti
Sesi materi utama dibawakan oleh dr. Fathiya Khansa Diarti dengan topik “Kesehatan Mata dan Telinga.” Melalui presentasi interaktif, beliau menjelaskan berbagai penyakit yang umum terjadi, seperti rabun jauh, infeksi telinga, serta kebiasaan buruk yang sering dilakukan anak-anak, misalnya menonton terlalu dekat atau mendengarkan musik dengan volume tinggi.
Kakak-kakak sangat antusias bertanya. Salah satu dari mereka, Kak Banyu, bertanya, “Dok, kenapa mata bisa minus?”
dr. Fathiya menjawab dengan sabar, “Karena bola mata terlalu panjang, sehingga bayangan jatuh di depan retina. Tapi bisa dikoreksi dengan kacamata.”
Keenam kakak yang paling aktif bertanya mendapatkan mug spesial dari pihak RSWN sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajarnya.
Mengunjungi Poli Mata: Melihat Dunia Lewat Teknologi Medis
Perjalanan berikutnya membawa kakak ke Poli Mata. Di sana, mereka disambut oleh dr. Asri dan tim medis yang memperkenalkan alat-alat pemeriksaan penglihatan.
Kakak belajar membedakan mata sehat dan mata yang mengalami gangguan, serta mencoba alat untuk mengukur minus kacamata. Momen ini membuat mereka takjub — betapa teknologi kedokteran begitu membantu manusia menjaga nikmat penglihatan yang Allah berikan.
Menjelajah Poli THT: Belajar Menjaga Pendengaran dan Pernapasan
Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke Poli THT, bertemu dengan dr. Joko dan tim. Di sini, kakak dikenalkan berbagai alat untuk memeriksa telinga, hidung, dan tenggorokan.
Mereka juga diajak melihat langsung proses pemeriksaan di ruang audiometri, tempat dokter menguji kemampuan mendengar seseorang. Kakak tampak penasaran melihat grafik suara di layar — bagaimana gelombang suara bisa diukur dan ditampilkan dengan teknologi.
Makna Pembelajaran Mendalam di Dunia Nyata
Kegiatan Belajar Bersama Ahli bukan sekadar kunjungan edukatif, tetapi merupakan praktik nyata dari Pembelajaran Mendalam di SD Islam Bintang Juara. Melalui pengalaman langsung di dunia kerja profesional, kakak belajar mengaitkan pengetahuan akademik dengan kehidupan nyata — memahami fungsi tubuh sekaligus menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.
Sebagaimana pesan dari Bu Linda (Wali Kelas 5) di awal kegiatan,
“Kita belajar hari ini agar lebih menghargai setiap anugerah Allah. Mata dan telinga bukan sekadar alat, tapi jendela untuk memahami dunia.”
Kesimpulan: Dari Rumah Sakit, Pulang dengan Ilmu dan Kesadaran Baru
Kunjungan edukatif ke Rumah Sakit Wongsonegoro ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Kakak shalih-shalihah tidak hanya membawa pengetahuan tentang kesehatan mata dan telinga, tetapi juga kesadaran spiritual dan sosial untuk menjaga karunia Allah yang begitu berharga.
Belajar langsung dari para ahli membuat mereka memahami bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah, dan setiap ilmu yang dipelajari adalah bentuk syukur atas ciptaan-Nya.*** (CM-MRT)
by admin admin | Oct 28, 2025 | Artikel, Berita, Berita Utama, Edukasi, Kegiatan Siswa, Pembelajaran
SD Islam Bintang Juara, BBOT SD Islam Bintang Juara, belajar bangun ruang, pembelajaran menyenangkan, pembelajaran bermakna, bangun ruang kelas 2, kegiatan kolaboratif, kegiatan numerasi, pembelajaran berkesadaran, pembelajaran mendalam
Belajar Bangun Ruang dengan Cara yang Tak Biasa
Selasa, 28 Oktober 2025 menjadi hari yang penuh tawa dan semangat di Kelas 2C SD Islam Bintang Juara. Hari itu, suasana kelas berubah menjadi arena permainan edukatif yang seru. Kakak shalih-shalihah tak hanya duduk di kursi belajar seperti biasa, melainkan berlari, berdiskusi, dan bereksperimen bersama.
Semua itu karena hadirnya sosok istimewa—Bunda Erni Widiyastuti, orang tua dari Kak Firda, yang menjadi narasumber dalam kegiatan BBOT (Bintang Belajar Orang Tua) hari itu. Tema yang diangkat pun menarik: “Ada Bangun Ruang di Sekitarku.”
Lewat sentuhan khas orang tua yang kreatif dan penuh kasih, Bunda Erni berhasil mengubah pelajaran matematika menjadi pengalaman bermain yang bermakna.
Bangun Ruang Itu Dekat dengan Kehidupan Sehari-Hari
Kegiatan dimulai dengan cerita ringan dari Bunda Erni. Ia memperlihatkan berbagai benda yang sering dijumpai di rumah—mulai dari kemasan bedak, kotak susu, hingga bola kecil. Bunda kemudian bertanya, “Kira-kira, ini bentuknya seperti apa, ya?”
Spontan tangan-tangan kecil terangkat tinggi. “Balok, Bu!” seru salah satu kakak. “Bola, Bunda!” jawab yang lain dengan penuh semangat.
Di sinilah konsep matematika menjadi hidup dan kontekstual. Kakak shalih-shalihah diajak untuk menyadari bahwa bangun ruang bukan hanya ada di buku pelajaran, tapi juga di sekitar mereka setiap hari.
Permainan Seru: Lari Cepat ke Nama Bangun Ruang!
Setelah sesi pengenalan, kegiatan berlanjut dengan permainan interaktif. Bunda Erni menyiapkan beberapa kertas besar bertuliskan nama-nama bangun ruang seperti kubus, balok, tabung, dan bola yang ditempel di sekeliling kelas.
Ketika Bunda Erni mengangkat sebuah benda, setiap kelompok harus berdiskusi cepat menentukan bentuknya. Begitu sepakat, mereka berlari ke arah tulisan yang sesuai! Sorak sorai pun memenuhi ruangan — penuh tawa, semangat, dan kerja sama.
Lewat kegiatan sederhana ini, anak-anak belajar melatih kecepatan berpikir, komunikasi, dan kolaborasi dalam kelompok. Mereka tidak sekadar menghafal bentuk, tetapi memahami dan mengaitkannya dengan pengalaman nyata.
Menarik Jaring-Jaring Bangun Ruang: Dari Datar Menjadi 3D
Setelah berlari-lari seru, giliran sesi eksplorasi bentuk. Bunda Erni menunjukkan jaring-jaring bangun ruang dari karton warna-warni. Kakak diminta menarik garis lipatan untuk melihat bagaimana bidang datar bisa berubah menjadi bentuk tiga dimensi.
Wajah kagum terlihat di mana-mana.
“Wah, ternyata kalau dilipat bisa jadi kotak, ya!” seru salah seorang kakak.
“Ini seperti main puzzle!” tambah yang lain.
Tahap ini membantu anak memahami struktur ruang secara visual dan kinestetik, sekaligus mengasah ketelitian serta koordinasi tangan-mata.
Kegiatan Kreatif: Menggunting dan Melipat Bangun Ruang Sendiri
Kegiatan ditutup dengan tantangan terakhir: membuat bangun ruang dari jaring-jaring kertas. Setiap anak mendapatkan lembaran pola dan peralatan gunting serta lem. Dengan bimbingan Bunda Erni dan guru kelas, mereka mulai menggunting, melipat, dan menempel bagian-bagiannya.
Tak hanya keterampilan motorik halus yang berkembang, tapi juga kemandirian dan tanggung jawab terhadap hasil karya sendiri. Beberapa kakak bahkan saling membantu, menunjukkan semangat kolaborasi yang hangat.
“Yuk bantu aku biar lemnya nggak lepas,” kata Kak Firda pada temannya — bukti bahwa belajar juga bisa jadi wadah menumbuhkan empati.
Manfaat Belajar Bangun Ruang Secara Bermakna
Apa saja manfaat belajar bangun ruang?
1. Menguatkan Literasi Numerasi
Melalui kegiatan bermain dan praktik langsung, anak belajar konsep pecahan, bentuk, dan volume dengan cara alami dan menyenangkan.
Numerasi tidak lagi terasa kaku, tetapi dekat dengan kehidupan sehari-hari.
2. Melatih Kolaborasi dan Komunikasi
Kegiatan kelompok seperti diskusi bentuk dan lomba cepat membuat anak belajar berpendapat, mendengarkan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
3. Mengasah Keterampilan Motorik dan Kreativitas
Menggunting dan melipat jaring-jaring melatih koordinasi, ketelitian, dan daya cipta.
Anak belajar bahwa berpikir matematis juga bisa ekspresif dan kreatif.
4. Membaca Tahap Perkembangan Siswa
Bagi guru, kegiatan ini menjadi momen penting untuk membaca karakter dan tahap perkembangan siswa — bagaimana anak berkomunikasi, memimpin, bekerja sama, dan memecahkan masalah.
Kesimpulan: Belajar yang Bermakna, Gembira, dan Kolaboratif
Melalui kegiatan BBOT Kelas 1A bersama Bunda Erni Widiyastuti, pembelajaran bangun ruang menjadi lebih dari sekadar pelajaran matematika.
Ia berubah menjadi pengalaman yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan — sesuai nilai-nilai Pembelajaran Mendalam di SD Islam Bintang Juara.
Dari bermain hingga berefleksi, dari benda sederhana hingga konsep ruang, semua mengajarkan hal besar: bahwa belajar paling indah adalah ketika hati ikut terlibat.*** (CM-MRT)
by admin admin | Oct 23, 2025 | Artikel, Berita, Berita Utama, Edukasi, Kegiatan Siswa
Suasana Sentra Balok di PAUD Islam Bintang Juara pagi itu tampak ramai oleh tawa dan semangat anak-anak. Hari ini istimewa, karena Sentra Balok kedatangan kakak dari Kelas 1.
Deretan balok kayu berwarna-warni tersusun di meja, siap menjadi “alat belajar” untuk mengenal bangun ruang. Namun, yang menarik bukan sekadar hasil akhirnya—melainkan proses belajar yang penuh interaksi, tanya-jawab, dan eksplorasi. Guru hanya memberi panduan awal, lalu biarkan anak-anak menemukan sendiri bentuk-bentuk seperti kubus, balok, prisma, dan tabung dari media yang ada di sekitar mereka.
Manfaat Belajar Bangun Ruang di Sentra Balok
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran tematik yang dirancang agar anak belajar melalui pengalaman langsung, bukan hanya menghafal konsep. Dari bentuk sederhana seperti kotak susu, tempat pensil, hingga menara balok yang mereka susun sendiri, semua menjadi jembatan menuju pemahaman konsep bangun ruang secara alami.
1. Menguatkan Literasi dan Numerasi Anak
Melalui kegiatan bermain sambil belajar di Sentra Balok, anak-anak belajar mengaitkan bentuk konkret dengan konsep numerik. Mereka menghitung jumlah balok yang dibutuhkan, memperkirakan tinggi bangunan, hingga mengamati perbedaan bentuk dan ukuran.
Inilah bentuk nyata dari literasi numerasi — anak memahami angka, ukuran, dan logika ruang melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.
2. Mengasah Kemampuan Memecahkan Masalah
Setiap kali bangunannya roboh atau bentuknya tidak sesuai rencana, anak-anak belajar untuk mencari solusi sendiri. Ada yang memperbaiki pondasi, ada yang menukar balok, bahkan ada yang berdiskusi dengan temannya untuk mencari cara terbaik.
Proses ini menumbuhkan daya juang, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis — kemampuan penting yang menjadi dasar pembelajaran mendalam.
3. Melatih Kolaborasi dan Komunikasi
Belajar di Sentra Balok juga menjadi momen untuk belajar kerjasama dan komunikasi efektif. Anak-anak membagi tugas, saling memberi ide, dan menghargai pendapat teman.
Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan agar setiap anak mendapat kesempatan berkontribusi. Aktivitas seperti ini menjadi latihan sosial yang penting di usia dini, sekaligus membentuk karakter saling menghargai dalam kerja tim.
4. Membantu Guru Membaca Profil Tahap Perkembangan Siswa
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan berharga bagi guru untuk membaca profil tahap perkembangan setiap anak. Melalui observasi aktivitas, guru bisa mengenali gaya belajar, kekuatan, dan tantangan yang dimiliki anak.
Apakah ia lebih analitis, komunikatif, atau kreatif? Semua bisa terlihat dari cara anak berinteraksi dan bereksperimen selama bermain di sentra.
5. Menguatkan Dimensi Profil Lulusan dalam Pembelajaran Mendalam
Belajar bangun ruang di Sentra Balok juga selaras dengan dimensi profil lulusan dalam pembelajaran mendalam, yaitu:
- Beriman dan berkarakter kuat, dengan belajar sabar dan teliti dalam membangun.
- Bernalar kritis dan kreatif, melalui eksplorasi bentuk dan strategi penyusunan balok.
Mampu berkolaborasi dan berkomunikasi, saat bekerja sama menyusun bangun ruang.
Dengan begitu, proses belajar ini tidak hanya menambah pengetahuan, tapi juga membentuk kepribadian dan kemampuan esensial anak di masa depan.
Belajar yang Bermakna dan Menyenangkan
Belajar bangun ruang di Sentra Balok bukan sekadar pelajaran matematika. Ia adalah pengalaman yang membentuk cara berpikir dan karakter anak secara utuh — belajar dengan gembira, berpikir kritis, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Inilah esensi pembelajaran mendalam di SD Islam Bintang Juara: membangun pemahaman yang hidup di hati dan pikiran anak, bukan sekadar hafalan di atas kertas.***(CM-MRT)