Alhamdulillah, kakak kelas 3A pada hari Jum’at, 7 Februari 2025 mendapat kesempatan belajar menjadi pahlawan lingkungan. Kegiatan ini diramu dalam gelaran BBOT (Belajar Bersama Orang Tua).
Kali ini ada Mami Kak Jehan, Bunda Kirana Prasetya Azizah yang membagikan ilmunya mengenai apa itu hutan mangrove dan bagaimana cara menjaganya. Bunda Kirana tidak sendiri lo, beliau juga mengajak dua orang temannya untuk belajar bersama kakak kelas 3A.
Yuk, cari tahu apa saja yang dipelajari kakak shalih-shalihah kelas 3A agar bisa menjadi pahlawan lingkungan, Ayah Bunda!
Mengenal Mangrove: Titik Awal Menjadi Pahlawan Lingkungan
Mami Kak Jehan menjelaskan bahwa mangrove adalah ekosistem yang menakjubkan dan penting bagi kehidupan kita. Pohon mangrove memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Akar Napas – Pohon mangrove memiliki akar napas yang menonjol keluar dari tanah. Akar ini berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara karena tanah di habitat mangrove tergenang air.
Daun Berbentuk Lonjong – Daun mangrove berbentuk lonjong dengan permukaan licin dan berlapis lilin. Ini membantu mengurangi penguapan air dan mencegah kerusakan akibat garam.
Toleran Terhadap Garam – Pohon mangrove mampu bertahan hidup di air asin. Mereka memiliki sistem khusus untuk menyaring garam dan mengeluarkannya dari tubuh.
Agar kakak shalih-shalihah lebih paham seperti apa Mangrove, Bunda Kirana tidak sekadar memperlihatkan gambarnya. Tetapi juga memperlihatkan bentuk asli pohon mangrove. Kakak kelas 3A diperbolehkan melihat dan memegang secara langsung.
Manfaat Hutan Mangrove untuk Kehidupan Manusia
Selain mengenalkan ciri-cirinya, Bunda Kirana juga memberikan informasi bahwa hutan mangrove sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, antara lain:
1. Melindungi Pantai
Akar mangrove yang kuat berfungsi sebagai penahan gelombang dan erosi pantai. Hutan mangrove melindungi garis pantai dari abrasi dan badai.
2. Habitat Biodiversitas
Hutan mangrove merupakan rumah bagi berbagai macam flora dan fauna, seperti ikan, burung, kepiting, dan monyet. Mereka menyediakan tempat berkembang biak dan mencari makan.
3. Sumber Penghidupan
Hutan mangrove menyediakan berbagai sumber daya, seperti kayu, ikan, dan hasil laut lainnya. Hutan mangrove menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar.
Dampak Kerusakan Mangrove bagi Kehidupan Manusia
Ayah Bunda, tahu tidak kalau Indonesia memiliki luas hutan mangrove seluas 8,6 juta Hektar, atau sepertiga dari total luas hutan Mangrove dunia lo.
Sayangnya, hutan mangrove dalam keadaan kritis! Terdapat kerusakan sekitar 68 % atau 5,9 juta hektar.
Lahan hutan mangrove rusak dikarenakan adanya penebangan besar-besaran pohon mangrove, peralihan fungsi lahan untuk tambak, perumahan, hotel dan wisata pemandian. Alhasil, terjadilah beberapa hal berikut ini:
1. Erosi Pantai
Hilangnya hutan mangrove mengakibatkan erosi pantai yang semakin parah. Bahkan bisa mengancam pemukiman penduduk, Ayah Bunda!
2. Banjir Rob
Tanpa perlindungan mangrove, air laut jadi lebih mudah meluap ke daratan. Hal ini berakibat banjir rob dan terjadinya kerusakan infrastruktur.
3. Menurunnya Biodiversitas
Kerusakan hutan mangrove mengakibatkan hilangnya habitat bagi berbagai flora dan fauna, sehingga mengancam keanekaragaman hayati.
Cara Pahlawan Lingkungan Menjaga Hutan Mangrove
Setelah membekali kakak shalih-shalihah dengan informasi mengenai manfaat hutan mangrove dan dampak buruk apabila hutan mangrove hilang, Mami Kak Jehan mengajak kakak shalih-shalihah kelas 3A untuk bersama-sama menjaga hutan mangrove. Yuk, Ayah Bunda juga ikut menjadi pahlawan lingkungan dan bersama-sama menjaga hutan mangrove dengan cara berikut ini:
Menanam Mangrove – Menanam mangrove secara aktif untuk memulihkan hutan mangrove yang rusak.
Membuat Suaka Mangrove – Menentukan area yan dilindungi untuk melestarikan ekosistemnya.
Edukasi Masyarakat – Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga mangrove.
Sebagai informasi, di Semarang sudah ada dua suaka mangrove, yaitu di Mangrove Edupark Tapak Tugurejo dan Hutan Mangrove di Grand Maerakaca PRPP. InsyaAllah pada hari Rabu, 12 Februari 2025, kakak shalih-shalihah kelas 3 akan bertualang ke Grand Maerakaca untuk melihat langsung Hutan Mangrove, Ayah Bunda!
Sebagai penutup, Bunda Kirana menyampaikan bahwasanya mangrove adalah harta karun yang perlu kita jaga. Nah, kita bisa menjadi pahlawan lingkungan dengan menanam mangrove, menjaga kelestariannya, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi kita semua.*** (CM-MRT)
P5 yang merupakan singkatan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah salah satu program dalam Kurikulum Merdeka. Ada enam tema kegiatan P5, tetapi SD Islam Bintang Juara memilih Gaya Hidup Berkelanjutan sebagai tema kegiatan bagi kakak shalih-shalihah. Setelah satu semester bergelut dengan beragam proyek, saatnya Ayah Bunda melihat presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim.
Pada semester genap tahun pelajaran 2022 – 2023 ini, topik yang dipilih dalam menentukan kegiatan P5 adalah Pengelolaan dan Pengolahan Sampah. Untuk melaksanakan proyeknya, kakak shalih-shalihah telah dibagi menjadi beberapa kelompok.
Setelah melakukan diskusi, memantik ide, menentukan produk dan mengembangkan produk, saatnya masing-masing kelompok mempresentasikan karyanya. Berikut ini video dokumentasi presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim:
Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, Dari Sapu Elektrik Hingga Tempat Sampah Estetik
Untuk efektivitas waktu, presentasi dilakukan serentak pada dua ruangan. Ruangan pertama bertempat di Gedung A lantai 1, tepatnya di ruang kelas 1. Ruangan kedua bertempat di Gedung A lantai 2, tepatnya di ruang kelas 4.
Pada artikel ini, kami akan membagikan cerita bagaimana suasana presentasi hasil karya P5 kakak shalih-shalihah di ruang kedua. Kegiatan presentasi ini berlangsung pada hari pertama Leadership Journey, yaitu pada hari Senin, 19 Juni 2023.
Tepat pukul 09.00, kakak shalih-shalihah kelas 2 – 5 telah berada di ruangannya masing-masing. Kakak shalih-shalihah kelas 6 yang sudah melaksanakan akhirussanah juga hadir lo, Ayah Bunda.
Tugas kakak shalih-shalihah kelas 6 adalah membantu bapak ibu guru mengawasi dan mendampingi adik kelasnya. Ada pula yang bertugas menjadi operator laptop untuk mengoperasikan materi presentasi. Di ruang kedua, kak Suci yang bertugas menjadi operator laptop.
Sepuluh kelompok siap untuk membagikan ide dan hasil karyanya di depan bapak ibu guru yang bertugas menjadi dewan juri. Adapun dewan juri di ruang kedua yaitu Pak Ali, Bu Fia dan Bu Rizky.
Apabila Ayah Bunda sudah menonton video dokumentasi presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, tentu mengetahui ya kelompok siapa saja yang ada di ruang kedua? Untuk melengkapi cerita yang ada di video, berikut ini catatan lengkap mengenai presentasi 10 kelompok kakak shalih-shalihah.
1. Sapu Elektrik Karya Kelompok Kak Frasca
Penampil pertama dalam sesi presentasi P5 di ruang kedua yaitu Kelompok Kak Frasca dari kelas 5. Kelompok ini memiliki ide yang sejalan dengan topik “Pengelolaan dan Pengolahan Sampah”. Memanfaatkan kardus bekas, tusuk sate, dan sedotan, Kak Frasca dan kelompoknya berhasil membuat produk istimewa berupa Sapu Elektrik. Kak Frasca menceritakan bahwa ide membuat Sapu Elektrik datang dari Kak Rafa.
Sayangnya, pada hari presentasi Kak Rafa tidak bisa hadir karena ada acara keluarga. Ditambahkan oleh Kak Frasca, awalnya mereka ingin membuat Sapu Elektrik berbahan dasar dari mobil mainan remote control yang sudah tidak terpakai.
Namun ide tersebut mengalami kendala, tidak ada satupun dari anggota kelompok yang memiliki mobil remote control. Akhirnya sesuai dengan hasil diskusi dan referensi video YouTube yang mereka lihat bersama, dibuatlah Sapu Elektrik yang berbahan dasar kardus, sedotan, dan tusuk sate.
Selain menyampaikan latar belakang, bahan-bahan dan cara pembuatan, ada pula sesi tanya jawab di mana dewan juri berhak mengajukan pertanyaan terkait proyek dan produk yang dihasilkan. Pada sesi tanya jawab, Bu Fia meminta kak Frasca menceritakan peran masing-masing anggota kelompok.
Alhamdulillah Kak Frasca dan tim bisa menjelaskan perannya masing-masing. Kak Frasca juga jujur menceritakan bahwa ayahnya Rafa banyak membantu mereka dalam mengembangkan produk Sapu Elektrik. Terutama di bagian-bagian tersulit, seperti saat menyolder, menggunakan lem tembak dan memasang dinamo.
Bagian terbaik dari presentasi Kak Frasca dan tim ketika mereka menunjukkan cara kerja Sapu Elektrik. Kak Rayyan berperan untuk menunjukkan bagaimana menggunakan Sapu Elektrik tersebut.
Masya Allah kreatif bukan ide Kak Frasca dan teman-teman, Ayah Bunda? Ada ide apa lagi ya dari kakak shalih-shalihah lainnya?
2. Poster Edukasi dari Kelompok Kak Calief
Penampil kedua pada kegiatan presentasi P5 di Gedung A Lantai 2 adalah Kelompok Kak Calief dari Kelas 4B. Produk yang mereka hasilkan berupa poster edukasi bertema Pencegahan Global Warming melalui Pengelolaan Sampah.
Nantinya poster berukuran A3 ini akan dicetak sebanyak minimal 10 lembar dan akan ditempel di beberapa sasaran, seperti SD Islam Bintang Juara, PAUD Islam Bintang Juara, SD dan PAUD Pelangi Nusantara, serta beberapa titik lainnya.
Sayangnya poster dari kelompok Kak Calief belum benar-benar dicetak. Menurut Kak Calief dan kelompoknya, mereka masih belum tahu di mana harus mencetak poster tersebut. Oleh karenanya realisasi untuk menempelkan poster ini di beberapa tempat sasaran juga belum tercapai.
3. Tong Sampah dan Papan Peringatan dari Kelompok Kak Azka
Presentasi berikutnya ditampilkan oleh Kak Azka dan teman-temannya dari kelas 1B. Walau masih duduk di kelas 1, kak Azka dan teman-temannya cukup percaya diri dalam memaparkan hasil karyanya.
Bahkan tanpa adanya materi presentasi, kak Azka dan teman-teman bisa memaparkan bahan-bahan dan cara pembuatan Tong Sampah dan Papan Peringatan dengan cukup baik. Adapun produk P5 kelompok Kak Azka berupa tong sampah yang dibuat dari ember cat bekas.
Selain itu juga ada papan peringatan bertuliskan larangan membuang sampah sembarangan. Papan peringatan ini dibuat dari papan dan kayu bekas.
Pada sesi tanya jawab, Pak Ali memberikan pertanyaan di manakah tempat sampah dan papan peringatan ini nantinya akan diletakkan. Dengan percaya diri, Kak Azka dan teman-teman menjawab bahwa produk P5 buatan mereka akan diletakkan di dekat kandang kambing. Alasannya karena di area tersebut belum ada tempat sampah.
4. Mobil Mainan dari Kelompok Kak Moza
Presentasi keempat disajikan oleh kelompok Kak Moza dari Kelas 1A. Mereka memiliki ide untuk membuat mobil mainan dari botol bekas. Menurut Kak Moza dan kawan-kawan, ide membuat mainan ini datang dari Kak Fahri yang disetujui oleh semua kelompok.
Sayangnya saat mencoba mempraktikkan mobil mainannya, mobil tersebut belum bisa berjalan. Lalu para juri menanyakan apa solusi untuk kondisi tersebut. Kak Moza dan teman-teman menjawab bahwa mobil mainan itu membutuhkan angin untuk bergerak, bisa jadi kalau di luar ruangan yang anginnya lebih banyak bisa membuat mobilnya bergerak.
5. Poster Edukasi Daur Ulang Sampah dari Kelompok Kak Aldi
Kelompok kelima yang menyajikan presentasi adalah Kak Aldi dan teman-teman dari kelas 3. Mereka membuat poster edukasi yang berisi informasi tentang daur ulang. Rencananya poster tersebut akan dicetak dan ditempelkan di beberapa titik, seperti Masjid Darul Ilmi, PAUD Islam Bintang Juara, SD Islam Bintang Juara dan beberapa tempat lainnya.
6. Tempat Sampah Komposter dari Kelompok Kak Azzam
Presentasi selanjutnya menampilkan produk P5 berupa tempat sampah komposter. Produk ini merupakan hasil karya dari kelompok kak Azzam dari kelas 1A.
Kak Azzam dan teman-temannya cukup percaya diri dalam menyampaikan ide, bahan dan cara pembuatan produk P5 ini. Begitu juga saat menjawab pertanyaan dari dewan juri, kakak shalih-shalihah dari kelas 1A ini menjawab dengan cukup baik.
7. Eco Enzyme Ceria dari Kelompok Kak Yosi
Kelompok Kak Yosi dari Kelas 2 menjadi penampil ketujuh pada sesi presentasi di Gedung A Lantai 2. Kak Yosi dan teman-temannya mempresentasikan produk P5 berupa Eco Enzyme Ceria. Alasan dipilihnya produk ini sebagai proyek mereka karena sudah pernah belajar cara membuatnya di sekolah.
Sayangnya kelompok Kak Yosi belum terlalu kompak dalam membuat produk ini secara bersama-sama. Sebuah fakta terkuat saat dewan juri menanyai di mana dan kapan produk eco enzyme dibuat. Ternyata jawabannya berbeda-beda, ada yang di rumah, ada yang di sekolah, bahkan ada salah seorang anggota kelompok yang belum membuat eco enzymenya.
Kak Yosi dan teman-temannya juga bercerita salah satu kendala dalam pembuatan eco enzyme adalah ketika eco enzyme meledak. Menurut pengamatan Kak Yosi dan teman-teman, hal tersebut dikarenakan masih ada gas di dalamnya.
8. Pupuk Cangkang Telur dari Kelompok Kak Rayyandra
Setelah penampilan dari kelompok Kak Yosi, Kak Rayyandra dari Kelas 1B maju ke depan sebagai presenter kedelapan. Kak Rayyandra dan teman-teman mempresentasikan produk P5 berupa pupuk dari cangkang telur.
Kak Rayyandra dan teman-teman sangat percaya diri saat menjelaskan cara membuat dan manfaatnya. Saat dewan juri menanyai seluruh anggota tim kenapa setuju dengan ide membuat pupuk dari cangkang telur, semua anggota menjawab dengan kompak karena cara membuatnya mudah dan cepat.
9. Biogas dari Kelompok Kak Sachi
Produk P5 istimewa berikutnya disampaikan oleh kelompok Kak Sachi dari Kelas 4A. Kak Sachi membuat biogas yang berbahan dari sampah organik.
Kak Sachi dan tim menjelaskan dengan runtut cara pembuatan dan manfaat dari biogas. Nantinya gas akan terbentuk dan produk ini bisa digunakan sebagai pengganti kompor. Untuk mengetahui saat gas sudah terbentuk, dipasanglah balon di bagian atas.
Saat balon mengembang, tandanya gas telah terbentuk sempurna. Artinya, biogas sudah siap digunakan. Sayangnya, saat sesi presentasi, balon belum mengembang, jadi biogas belum bisa digunakan.
10. Tempat Sampah Estetik dari Kelompok Kak Rafasya
Penampilan pamungkas pada sesi presentasi P5 di Gedung A Lantai 2 adalah kelompok Kak Rafasya dari Kelas 5. Mereka berkreasi membuat tempat sampah dari tutup botol bekas.
Awalnya Kak Rafasya dan teman-teman ingin membuat tempat sampah dari botol bekas. Namun setelah dicoba, mereka mengalami kegagalan karena tempat sampah yang dibuat tidak bisa berdiri dengan imbang.
Kemudian ide baru pun muncul, yaitu memanfaatkan tutup botol bekas menajdi tempat sampah. Mereka mengumpulkan ratusan tutup botol, dibantu para orang tua.
Begitu juga saat tahap perakitan, orang tua kelompok Kak Rafasya aktif membantu, terutama di bagian-bagian yang berbahaya. Seperti, saat menggunakan lem tembak.
Alhamdulillah 10 kelompok telah berhasil melakukan presentasi dengan cukup apik. Bagaimana dengan penilaiannya?
Seperti apapun presentasinya, apa yang sudah dikerjakan kakak shalih-shalihah sangat luar biasa. Dari memantik ide, bekerjasama dengan rekan sekelompok, belajar menaklukkan ego, menaklukkan rasa grogi saat presentasi P5, adalah sebuah rangkaian usaha yang perlu diapresiasi.
Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim adalah bukti bahwa setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara. Terima kasih untuk dukungan dan pendampingan Ayah Bunda di setiap sesi belajar kakak shalih-shalihah.***
Ayah Bunda, berapakah jumlah sampah cangkang telur yang dihasilkan keluarga dalam waktu satu pekan? Pastikan jangan buru-buru dibuang, yuk belajar cara membuat pupuk kompos dari cangkang telur bersama kakak shalih-shalihah.
Telur adalah salah satu sumber protein, lengkap dengan asam amino esensial di dalamnya. Dalam satu butir telur tersimpan 6 gram protein. Angka tersebut bisa mencukupi asupan harian sekitar 11-14% pada orang dewasa dan anak-anak. Apabila telurnya berukuran besar, 43% proteinnya bisa ditemukan pada kuning telur.
Dengan kandungan gizi dan harganya yang cukup terjangkau dibanding sumber protein hewani lainnya, telur menjadi salah satu stok bahan makanan yang selalu ada di dalam kulkas. Telur juga bisa diolah menjadi beragam jenis makanan yang disukai oleh kakak shalih-shalihah.
Maka tak heran apabila di rumah Ayah Bunda banyak menghasilkan sampah cangkang telur kan? Alih-alih dibuang, ini cara mengolah cangkang telur menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Cara Membuat Pupuk Kompos dari Cangkang Telur
Ada banyak cara mendaur ulang cangkang telur. Beberapa orang mengubahnya menjadi hasil karya yang menakjubkan bahkan bernilai ekonomi tinggi.
Namun kali ini Bintang Juara akan mengajak Ayah Bunda untuk mengolah cangkang telur menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Caranya cukup mudah dan prosesnya cepat lo, Ayah Bunda.
1. Siapkan Bahan-bahan yang Dibutuhkan
Agar proses pembuatan pupuk kompos dari cangkang telur berjalan dengan rapi, hal terpenting adalah menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan:
Cangkang telur. Minimal 5 cangkang telur untuk satu tanaman. Tentu saja semakin banyak cangkang yang diproses, semakin banyak hasil yang didapatkan.
Alat untuk menumbuk. Ayah Bunda bisa menyediakan alat tumbuk manual, seperti muntu kayu atau muntu yang terbuat dari batu. Apabila menginginkan proses yang lebih cepat, Ayah Bunda bisa menggunakan blender atau chopper. Botol kaca juga bisa digunakan sebagai alat tumbuk atau penggilas lo, Ayah Bunda.
Plastik atau kantong kresek sebagai alas saat menumbuk.
Wadah sebagai tempat hasil tumbukan. Bebas ya Ayah Bunda. Apakah mau disimpan di dalam baskom, ember ataupun botol plastik bekas. Pastikan wadah yang digunakan dalam keadaan bersih, kering dan sesuai dengan jumlah pupuk yang dihasilkan.
2. Cuci Bersih Cangkang Telur dan Keringkan
Sebelum ditumbuk, pastikan cangkang telur sudah dalam kondisi bersih ya, Ayah Bunda. Cara membersihkannya yaitu sebagai berikut:
Cek kondisi cangkang telur. Hanya gunakan cangkang telur yang kondisinya bagus dan tidak bernoda, entah noda minyak atau lainnya.
Siapkan baskom atau ember yang sudah diisi air bersih. Lalu masukkan cangkang telur ke dalamnya. Jumlah air bisa disesuaikan dengan jumlah cangkang telur yang akan direndam ya, Ayah Bunda.
Biarkan cangkang telur terendam semalaman.
Paginya, bersihkan kotoran yang masih menempel pada cangkang telur menggunakan sikat. Lalu bilas dengan air yang bersih.
Keringkan cangkang telur dengan menjemurnya di bawah sinar matahari selama satu hari. Apabila musim hujan tiba, setidaknya butuh dua hari untuk benar-benar membuat cangkang telur menjadi kering.
Setelah cangkang telur benar-benar kering, saatnya proses penumbukan bisa dilakukan.
3. Saatnya Menumbuk
Proses penumbukan bisa dilakukan dalam tiga cara, yaitu:
Masukkan ke dalam wadah yang kuat, atau letakkan cangkang telur di atas alas plastik. Lalu tumbuk secara manual menggunakan muntu hingga halus seperti tepung.
Apabila Ayah Bunda tidak memiliki wadah dan penumbuk yang memadai, masukkan cangkang telur ke dalam plastik kresek. Lalu gilas atau pukul-pukul dengan botol kaca hingga cangkang telur menjadi halus.
Cara paling cepat yaitu gunakan penumbuk elektrik, seperti blender atau chopper. Haluskan cangkang telur hingga berupa serbuk.
Dalam proses penumbukan tidak perlu ditambahi air karena hanya akan membuat cangkang telur menjadi lengket. Setelah cangkang telur menjadi halus seperti serbuk atau tepung, simpan di dalam botol plastik bekas yang sudah bersih dan kering.
Tidak perlu terlalu penuh mengisinya ya, Ayah Bunda. Pastikan masih ada sedikit ruang di bagian atas. Setelahnya, tutup rapat botolnya dan tambahkan plastik agar tidak ada udara yang keluar.
4. Pupuk Kompos dari Cangkang Telur Siap Digunakan
Setelah cangkang telur ditumbuk hingga halus, artinya sudah siap digunakan sebagai pupuk kompos, Ayah Bunda. Bagaimana cara menggunakannya?
Pertama, cara paling gampang yaitu cukup taburkan cangkang telur yang sudah berbentuk tepung ke atas media tanam. Atau bisa juga dengan mencampurkannya dengan tanah saat Ayah Bunda akan menanam tanaman.
Kedua, dengan mengubahnya menjadi pupuk organik cair. Siapkan air yang telah dididihkan, lalu masukkan tepung cangkang telur ke dalamnya. Aduk hingga larut merata, kurang lebih 3-5 menit.
Setelah campuran air dan serbuk cangkang telur dalam kondisi dingin, simpan di dalam botol. Letakkan dalam area yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Untuk menggunakannya, tinggal campur cairan tersebut pada media tanam atau tanah tempat Ayah Bunda akan menanam.
Mudah bukan Ayah Bunda cara membuat pupuk kompos dari cangkang telur? Sudah siap mempraktikkannya dengan kakak shalih-shalihah di rumah?
Manfaat Pupuk Kompos dari Cangkang Telur
Mengapa pembuatan pupuk kompos dari cangkang telur sekarang semakin marak digalakkan? Tidak lain karena manfaatnya yang luar biasa, Ayah Bunda.
Cangkang telur memiliki banyak kandungan gizi, seperti kalium, selenium, strontium, kalsium karbonat, fosfor, fluorida, protein natrium dan magnesium. Nutrisi yang ada di dalam cangkang telur tesebut memiliki banyak manfaat untuk tanaman, antara lain:
1. Mencegah Tanaman Cepat Busuk
Kandungan kalsium di dalam cangkang telur mudah diserap tanaman. Kandungan inilah yang membuat tanaman tidak mudah busuk.
2. Menangkal Hama
Ada banyak hama yang enggan mendekat pada tanaman yang di sekitarnya ditaburi cangkang telur. Alhasil, tanaman jadi lebih aman dari hama dan kerusakan. Beberapa hama yang akan menjauh dari tanaman yang diberi pupuk cangkang telur yaitu cacing dan siput.
3. Menyuburkan Tanah
Nutrisi cangkang telur yang tinggi kalsium bisa mengatasi tanah yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Taburkan bubuk pupuk kompos dari cangkang telur ke atas tanah yang bersifat asam tersebut, nantinya perlahan kadar keasaman akan menurun dan tanah menjadi lebih subur. Apabila sudah subur, tanah sudah siap ditanami.
Selain tiga manfaat utama di atas, cangkang telur yang belum dihaluskan menjadi pupuk kompos juga punya fungsi produktif lainnya, Ayah Bunda.
Pertama, cangkang telur bisa dimanfaatkan menjadi wadah benih. Misalnya nih, Ayah Bunda punya benih tanaman, tetapi belum punya waktu yang cukup untuk melakukan proses penanaman.
Siapkan saja cangkang telur yang sudah dibersihkan. Lalu isi dengan tanah sebagian saja. Masukkan benih tanaman ke dalam cangkang yang telah diisi tanah. Siram dengan sedikit air agar benih tidak layu.
Letakkan cangkang telur berisi benih tersebut di lokasi yang aman. Ketika Ayah Bunda telah siap menanam benih tersebut, pindahkan benih dari cangkang telur ke lokasi penanaman yang dituju.
Kedua, cangkang telur yang belum dihaluskan juga bisa digunakan sebagai penutup kerusakan pada pot. Caranya pecah cangkang telur menjadi kepingan-kepingan besar, lalu gunakan pecahan tersebut untuk menutup lubang atau kerusakan pada pot.
Secara tidak langsung, kehadiran cangkang sebagai penutup kerusakan atau lubang pada pot juga bisa memberikan nutrisi pada tanah di dalam potnya, Ayah Bunda. Tentu saja hal tersebut berdampak baik untuk meningkatkan kesehatan tanaman.
Calon Pemimpin Muslim Membuat Pupuk Kompos dari Cangkang Telur
Setelah mengetahui manfaat dari pupuk kompos cangkang telur, kami berharap Ayah Bunda menjadi semakin tergerak untuk memproduksinya sendiri di rumah. Apabila Ayah Bunda masih merasa bingung, boleh lo bertanya pada kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara yang telah mempraktikkan cara membuat pupuk kompos dari cangkang telur pada hari Senin, 13 Maret 2023 lalu.
Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari aktivitas Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), sekaligus kegiatan pembuka event Leadership Journey yang berlangsung pada pekan ketiga bulan Maret 2023 (13-17 Maret 2023).
Setelah belajar mengelola sampah dari ahlinya di Rumah Inovasi UNNES, lalu memproduksi eco enzyme bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara, kakak shalih-shalihah diajak untuk mengolah cangkang telur menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Selain sesuai dengan tema ‘Pembangunan yang Berkelanjutan’, sesuai pula dengan visi misi SD Islam Bintang Juara untuk mencetak calon pemimpin muslim yang berilmu, berakhlakul karimah dan bermanfaat.
Dari kegiatan sederhana ini, kakak shalih-shalihah mendapat banyak pembelajaran bermakna. Selain tentang menjaga lingkungan, secara tidak langsung kakak shalih-shalihah juga belajar tentang kesabaran, mengelola emosi dan mengatur kekuatan saat proses menumbuk.
Proses menumbuk manual menggunakan muntu atau alat sejenis juga merupakan kegiatan untuk melatih motorik lo, Ayah Bunda. Jadi memang alangkah baiknya apabila Ayah Bunda ingin mempraktikkan kegiatan ini di rumah, bisa menggunakan alat tumbuk manual saja.
Selain memiliki lebih banyak manfaat, Ayah Bunda juga bisa menabung kenangan bersama kakak shalih-shalihah. Jadi, apakah Ayah Bunda merasa tercerahkan dengan informasi cara membuat pupuk kompos dari cangkang telur ini?
Apabila sudah praktik di rumah bersama ananda, pastikan untuk bagikan di media sosial dan mention/ tagging akun official kami @sdislambintang juara ya. Semoga dengan saling berbagi praktik baik, akan lebih banyak orang di luar sana yang teredukasi dan terinspirasi untuk menjaga lingkungan dengan cara-cara sederhana.
Selamat mempraktikkan cara membuat pupuk kompos dari cangkang telur bersama kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda. Sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara selanjutnya!
“Wah, enak rasanya seperti nastar,” celoteh kak Allea, Faiha dan Hya saat mencicipi makanan ringan berbahan dasar nanas buatan Rumah Inovasi. Sebelumnya kakak-kakak shalih dan shalihah juga telah mencicipi kripik brokoli dan cabai yang katanya nggak pedas lo.
Antusiasme dan ketertarikan kakak shalih dan shalihah tentu saja tidak berhenti pada saat diizinkan mencicipi makanan. Ada banyak hal baru dan menarik yang bisa diamati oleh rombongan Field Trip Calon Pemimpin Muslim ke Rumah Inovasi Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Seperti apa keseruannya? Lanjutkan membaca artikel ini ya, Ayah Bunda, untuk mendapat cerita lengkapnya.
Mengawali Field Trip Calon Pemimpin Muslim dengan Sholat Dhuha
Seluruh peserta Field Trip yang diadakan pada hari Rabu, 1 Maret 2023 berkumpul di Masjid Baitussalihin. Masjid yang terletak di seberang gerbang UNNES ini menjadi saksi calon pemimpin muslim menegakkan Sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
Usai Sholat Dhuha, kakak shalih-shalihah memanjatkan doa pagi agar kegiatan field trip hari itu mendapat kelancaran. Selesai beribadah sunnah, kakak shalih-shalihah menikmati bekal yang dibawa dari rumah di serambi masjid.
Ketika aktivitas pagi telah dituntaskan, para ibu dan bapak guru lalu mengkondisikan rombongan sesuai kelasnya masing-masing. Perjalanan menuju UNNES pun dimulai.
Karena harus melewati jalan raya, para guru telah memberikan pijakan agar kakak shalih-shalihah berjalan dengan rapi dan menyebrang setelah mendapat aba-aba dari guru. Kakak shalih-shalihah juga belajar menjaga keamanan diri dengan berjalan di pinggir sesuai barisan setiap kelasnya.
Sesampainya di gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNNES, kakak shalih-shalihah sangat excited melihat ruangannya yang besar dan banyak terdapat benda-benda unik. Ayah Bunda, perjalanan belum usai, kakak shalih dan shalihah kemudian diajak menaiki tangga menuju ke ruang rapat di lantai tiga.
Berani Menjawab Tantangan dari Tim Rumah Inovasi
Tim Rumah Inovasi UNNES terkesima melihat rombongan SD Islam Bintang Juara yang penuh semangat. Kakak shalih-shalihah juga selalu antusias menjawab semua pertanyaan dari tim Rumah Inovasi.
Sembari menunggu acara dibuka, tim Rumah Inovasi melemparkan beberapa pertanyaan sebagai doorprize. Bagi yang bisa menjawab dengan tepat, tim dari Rumah Inovasi memberikan hadiah unik berupa hasil olahan sampah daun. Cukup banyak lo kakak shalih-shalihah yang mendapat doorprize, dari kakak kelas 1 sampai kelas 6.
Pertanyaan yang diberikan pada saat pembagian doorprize beraneka-rupa. Dari pertanyaan tentang shalat fardhu, jenis-jenis sampah sampai kota di Indonesia yang paling banyak terpapar polusi.
Hebatnya, sebagian besar kakak shalih-shalihah tahu lo jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh tim Rumah Inovasi ataupun ibu bapak guru. Kalaupun ada kakak shalih-shalihah yang menjawab kurang tepat, tidak ada satu pun teman yang menyoraki.
Justru teman-teman saling mendukung dengan memberitahu jawaban yang tepat. Sungguh solidaritas di antara kakak shalih-shalihah sangat kuat ya, Ayah Bunda.
Karena kolaborasi lebih indah dari kompetisi.
Setelah sesi pembagian doorprize usai, kakak shalih-shalihah diberi pijakan untuk fokus dan bersiap mengikuti acara pembukaan.
“Mana siapmu?” “Ini siapku.”
Tentu sudah tidak asing bukan dengan seruan ini di SD Islam Bintang Juara? Alhamdulillah dengan pijakan yang diberikan oleh ibu bapak guru, kakak shalih-shalihah bisa mengikuti acara pembukaan dengan tenang.
Dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, kakak shalih-shalihah semangat sekali lo, Ayah Bunda. Bahkan kakak-kakak kelas 1 SD pun sangat khidmat menyanyikan lagu kebangsaan ini.
Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan. Pertama, ada sambutan dari Ketua Yayasan Dewi Sartika, Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi, M.Psi, Psikolog, atau yang lebih akrab dipanggil Bunda Vivi.
Dalam sambutannya, Bunda Vivi Psikolog menyampaikan alasan di balik kegiatan field trip ke Rumah Inovasi. Sebagai satu-satunya sekolah dasar penggerak di Gunung Pati Angkatan 2, Sekolah Islam Bintang Juara senantiasa mengadakan program-program pembelajaran yang bermakna.
Khususnya, karena saat ini tema pembelajaran yang sedang berlangsung di sekolah adalah Gaya Hidup Berkelanjutan. Tema ini dipilih karena melihat kondisi Indonesia, terutama Semarang, yang semakin banyak sampah. Bahkan di beberapa wilayah akhir-akhir ini sering terjadi banjir.
Diharapkan dengan mengangkat tema ini akan menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap masalah lingkungan. Kemudian, anak-anak bisa mempraktekkan dan mengajak keluarga serta masyarakat di sekitarnya untuk ikut serta.
Field trip kali ini merupakan kegiatan untuk melengkapi aktivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebelumnya. Kakak shalih-shalihah beberapa waktu lalu sudah belajar langsung dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup mengenai jenis-jenis sampah dan pengelolaannya.
Maka tak heran bukan jika kakak shalih-shalihah sangat lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait sampah pada sesi pembagiaan doorprize?
Bunda Vivi juga menyampaikan bahwa para guru sebagai fasilitator pembelajaran senantiasa memantik ide dari kakak shalih-shalihah. Ibu dan bapak guru memberikan pijakan yang tepat, hingga ide-ide hebat terkait pengelolaan sampah muncul dari kakak shalih-shalihah. Misalnya, ide composting yang saat ini sudah berjalan di sekolah.
Ayah Bunda, semoga apa yang disampaikan oleh Bunda Vivi juga didukung oleh aktivitas bermakna yang dilakukan keluarga dalam mengelola sampah rumah tangga di rumah ya. Harapannya tentu saja agar ada sinergi antara sekolah dan orang tua.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan dari Divisi Pengembangan dan Inovasi UNNES. Beliau menyampaikan bahwasanya UNNES memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sendiri.
Dengan adanya TPST, UNNES tidak pernah memberikan kontribusi sampah kepada lingkungan sekitar. Hebat ya, Ayah Bunda?
Sebagai informasi, setiap hari UNNES mengolah 30 ton sampah daun. Sebagian ada yang dibuat menjadi kompos, ada pula yang digunakan sebagai budidaya magot dan sebagian ada juga yang diolah menjadi hasil kriya yang sangat menarik.
Tim Rumah Inovasi juga memaparkan bahwa UNNES telah mampu menghasilkan air kran siap minum. Mendengar cerita tersebut, kakak shalih-shalihah semakin antusias untuk bergegas menuju ke ruang pameran.
Ayah Bunda pasti juga sudah tidak sabar untuk mengetahui cerita lengkapnya kan?
Bergerak Lancar Menuju Ruang Pameran Rumah Inovasi
Untuk mengkondisikan antusiasme kakak shalih-shalihah, ibu dan bapak guru kembali memberikan pijakan bermakna.
“Sebelum menuju ke ruang pameran, pastikan kakak shalih-shalihah sudah menyimpan sampahnya masing-masing ya. Nanti akan kita buang di sekolah atau silakan dibuang ke tempat sampah terdekat.”
Kakak shalih-shalihah bergegas memeriksa sekelilingnya. Mereka saling bekerja-sama untuk mengumpulkan dan membuang sampah yang ada.
Setelah memastikan ruang rapat tersebut bersih dan bebas sampah, ibu dan bapak guru kembali mengelompokkan kakak shalih-shalihah sesuai dengan kelasnya masing-masing. Kali ini rombongan field trip akan melakukan perjalanan terpisah.
Kakak shalih-shalihah kelas 5 dan 6 akan diajak mengunjungi TPST, sedangkan kakak shalih-shalihah kelas 1 – 3 akan melakukan pengamatan di ruang pameran Rumah Inovasi. Masya Allah, saat berjalan menuju ruang pameran di lantai satu, kakak shalih-shalihah bergerak sangat lancar dan tertib lo, Ayah Bunda.
Sebelum memasuki ruang pameran, tim Ruang Inovasi menunjukkan mobil balap yang pernah diikutsertakan pada perlombaan di Jepang. Kak Farabi, kakak shalih dari kelas 3, berani maju untuk mencoba merasakan berada di dalam mobil.
Selanjutnya kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk masuk ke ruang pameran. Tentu saja ibu bapak guru tidak lupa memberikan pijakannya.
“Pastikan teman-teman melihat dan mencatat ya. Amati dan cari informasi yang menarik dan bermanfaat untuk dicatat.”
Alhamdulillah, kakak shalih-shalihah mampu memaknai pijakan tersebut dengan baik. Terlihat bagaimana mereka bergerak lancar mencari informasi, mengamati produk kreasi maupun menyimak penjelasan dari staf Rumah Inovasi.
Tak sedikit pula kakak shalih-shalihah yang mengajukan pertanyaan setelah mendengar penjelasan dari staf Rumah Inovasi. Masya Allah, Ayah Bunda, rasa ingin tahu para calon pemimpin muslim ini luar biasa ya.
Bahkan beberapa kakak shalih-shalihah berceloteh kalau ingin berkunjung kembali ke Rumah Inovasi.
“Apakah boleh ke sini bersama orang tua, Bu?” Tanya kakak shalih-shalihah.
Ayo, Ayah Bunda, jangan sampai antusiasme kakak shalih-shalihah ini meredup ya. Agendakan untuk berkunjung ke Rumah Inovasi bersama seluruh anggota keluarga yuk.
Sebagai informasi, Rumah Inovasi bisa dikunjungi setiap hari dan jam kerja. Ada banyak produk kreasi yang dipamerkan. Boleh dibeli juga lo, Ayah Bunda.
Menutup acara field trip ini, kakak shalih-shalihah diajak berkeliling UNNES. Melihat bagaimana sejuknya udara di UNNES.
Sebelumnya, kakak shalih-shalihah difoto dulu per kelas. Mau melihat dokumentasi kegiatan field trip ke Rumah Inovasi UNNES? Ayah Bunda bisa menengoknya di sini: Intip Kegiatan Field Trip Calon Pemimpin Muslim Yuk.
Keseruan field trip ditutup dengan perjalanan menaiki BRT. Ada yang baru pertama kali lo naik BRT. Pastinya petualangan kali ini berkesan sekali untuk kakak shalih-shalihah.
Sudahkah Ayah Bunda melakukan recalling? Boleh dong dibagikan bagaimana keseruan kakak shalih-shalihah saat menceritakan kembali pengalamannya.
Kesimpulan
Alhamdulillah atas dukungan dan doa dari Ayah Bunda, kegiatan field trip berjalan dengan lancar. Berikut ini insight yang bisa diambil dari event tersebut:
Kakak shalih-shalihah belajar bahwa sebelum memulai aktivitas apapun, doa kepada Allah SWT adalah hal terpenting yang harus dilakukan.
Kakak shalih-shalihah mempelajari pentingnya menjaga keamanan diri dan sekelilingnya saat menyebrangi jalan. Selain itu juga pentingnya menjaga ketenangan ketika bergerak di jalan umum yang ramai.
Kakak shalih-shalihah menumbuhkan keberanian untuk menjawab pertanyaan dan tetap percaya diri walaupun jawaban yang diutarakan masih kurang tepat.
Kakak shalih-shalihah belajar bagaimana mendukung teman-temannya dan tetap memberikan respon yang baik kepada teman yang memberikan jawaban kurang tepat.
Kakak shalih-shalihah belajar untuk mengikuti aturan yang ada di Rumah Inovasi. Belajar untuk kontrol diri untuk tidak memegang benda-benda yang dipamerkan, cukup mengamati dan mencatat hal-hal yang menarik.
Kakak shalih-shalihah menumbuhkan rasa ingin tahu, berani bertanya dan mengungkapkan pendapat tentang hal-hal yang baru dilihatnya di Rumah Inovasi.
Bagaimana seru dan penuh makna kan kegiatan Field Trip calon pemimpin muslim ke Rumah Inovasi? Pastikan Ayah Bunda berbagi cerita ini kepada para kerabat ya. Terima kasih dan sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya.***
Selasa (23/11) siswa kelas 4 SD Islam Bintang Juara mengikuti program Belajar Bersama Orang Tua (BBOT). Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahim antara sekolah dengan orang tua, memperkuat ilmu yang telah dipelajari selama kegiatan pembelajaran, dan mengenalkan siswa dengan berbagai macam pekerjaan. Kegiatan dilaksanakan secara offline bertempat di ruang kelas 4. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 23 November 2021. Pemateri dari kegiatan ini adalah Ayah Kak Galih (siswa kelas 4). Beliau adalah seorang kontraktor yang telah berpengalaman menangani proyek-proyek pembangunan beragam Gedung berskala besar.
Kegiatan BBOT ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan para professional. Kesempatan kali ini, siswa mendapatkan ilmu langsung dari para ahli, dalam kesempatan kali ini adalah Ayah Kak Galih yang berprofesi sebagai seorang kontraktor. Kontraktor sering diidentikkan dengan orang yang menjalankan usaha di bidang jasa konstruksi, oleh karena itu sering kali disamakan dengan pemborong. Jasa yang ditawarkan bisa berupa konsultasi konstruksi, seperti pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan, dan manajemen penyelenggaraan konstruksi bangunan.
Pengalaman beliau membangun Gedung dengan tinggi 45 lantai sangat membuat para siswa takjub. Siswa diajak untuk melihat bagaimana proses pembangunan gedung tersebut melalui video yang ditayangkan. Pembangunan yang dimulai dari proses membuat rancangan, mengeksekusi dan mengevaluasi. Siswa juga dikenalkan adab-adab dalam bekerja, salah satunya adalah memperhatikan keselamatan diri. Ayah Kak Galih mengenalkan beberapa alat keselamatan diri diantaranya adalah topi, rompi, dan sepatu. Selain alat-alat keselamatan diri, siswa juga dikenalkan dengan beragam alat-alat berat. Salah satu diantaranya adalah EXCAVATOR atau BACK HOE, masyarakat Jawa biasa menyebutnya Blego. Siswa menyimak dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar dunia konstruksi. Bagaimana alat-alat berat yang digunakan beroperasi.
Ternyata, alat-alat berat yang digunakan ketika mendirikan sebuah gedung memiliki operator khusus. Operator ini juga merupakan salah satu jenis pekerjaan tersendiri. Operator alat berat adalah orang yang memiliki ketrampilan atau keahlian khusus mengoperasikan alat-alat berat seperti excavator, bulldozer, wheel loader, mobile crane, dan alat lainnya. Operator alat berat bertugas menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berat dengan menggunakan peralatan berat yang tidak dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu operator alat berat harus kuat dan Tangguh agar bisa diandalkan. Untuk menjadi operator alat berat yang handal, seorang operator alat berat harus memiliki pedoman dasar, yaitu ketahanan fisik serta teknik operasional yang memadai.
Apapun pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang, lakukanlah karena Allah supaya setiap kegiatannya bernilai ibadah. Apabila pekerjaan yang dilakukan diniatkan karena Allah, maka kita akan selalu berusaha senantiasa memberikan karya terbaik. Buya Hamka pernah berpesan “ Kalau kerja hanya sekedar bekerja, Kera Juga bekerja.”. Niatkan bekerja karena Allah, cintai pekerjaanmu, dan persembahkanlah karya terbaik.