by admin admin | Aug 21, 2026 | Artikel, Berita, Berita Utama, Prestasi
Alhamdulillahirabbil‘alamin. Baarakallah, Kak Kia!
Kabar membanggakan kembali hadir dari keluarga besar SD Islam Bintang Juara. Salah satu kakak shalihah, Kak Kia, berhasil membawa nama Kota Semarang hingga ke panggung Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional.
Perjalanan tersebut bukanlah perjalanan singkat.
Setelah melewati rangkaian kompetisi dari tingkat kecamatan hingga kota, Kak Kia akhirnya berhasil melaju ke tingkat nasional dan berkesempatan bertanding bersama siswa-siswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Di tingkat nasional, Kak Kia berhasil menorehkan prestasi dengan meraih peringkat 4 dan peringkat 6.
Sebuah pencapaian yang tentu sangat membanggakan.
Namun, di balik pencapaian tersebut terdapat cerita yang jauh lebih panjang: tentang proses belajar, latihan, keberanian mencoba, dan konsistensi yang telah dibangun sejak usia dini.
Belajar Renang Sejak TK
Perjalanan Kak Kia dalam dunia renang ternyata telah dimulai sejak jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).
Sejak usia dini, Kak Kia sudah mulai belajar dan mengenal olahraga renang. Apa yang pada awalnya mungkin hanya menjadi sebuah aktivitas untuk belajar berenang, perlahan berkembang menjadi kemampuan yang terus diasah.
Tahun demi tahun, pengalaman Kak Kia di dunia renang semakin bertambah. Dari belajar mengenal air, memahami teknik dasar, berlatih secara rutin, hingga akhirnya berani mengikuti kompetisi.
Proses panjang tersebut menjadi salah satu pengingat bahwa sebuah prestasi sering kali tidak lahir secara instan.
Apa yang terlihat hari ini sebagai seorang siswa yang mampu bertanding di tingkat nasional, sebenarnya merupakan hasil dari proses yang telah dimulai sejak bertahun-tahun sebelumnya.
Sedikit demi sedikit. Latihan demi latihan. Pengalaman demi pengalaman. Hingga akhirnya, kesempatan besar itu datang.
Dari Kecamatan, Kota, hingga Nasional
Untuk mencapai O2SN tingkat nasional, Kak Kia harus melewati serangkaian tahapan kompetisi.
Perjalanan dimulai dari tingkat kecamatan. Setelah berhasil melewati tahap tersebut, perjuangan berlanjut ke tingkat Kota Semarang. Di setiap jenjang, tantangan semakin besar.
Peserta yang dihadapi semakin beragam. Persaingan semakin ketat. Tekanan pertandingan pun bisa semakin terasa. Namun, Kak Kia terus melangkah.
Hingga akhirnya berhasil mendapatkan kesempatan untuk mewakili Kota Semarang di O2SN tingkat nasional. Sampai pada tahap ini saja sudah merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.
Sebab, perjalanan menuju tingkat nasional bukan hanya tentang kemampuan teknis dalam olahraga. Ada proses seleksi, latihan, persiapan mental, kedisiplinan, dan keberanian untuk tampil di tengah persaingan yang semakin tinggi.
Bertanding di Panggung Nasional
Tingkat nasional menjadi pengalaman baru bagi Kak Kia. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia memberikan kesempatan untuk melihat kemampuan yang lebih beragam sekaligus belajar dari pengalaman orang lain.
Di tengah kompetisi tersebut, Kak Kia berhasil menempati peringkat 4 dan peringkat 6.
Hasil ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan bagi Kak Kia, keluarga, dan seluruh keluarga besar SD Islam Bintang Juara.
Namun, pencapaian tersebut bukan hanya tentang angka di papan peringkat.
- Ada keberanian yang telah dibangun.
- Ada pengalaman yang telah didapat.
- Ada proses latihan yang telah dilalui.
Dan ada pelajaran yang akan terus dibawa bahkan setelah kompetisi selesai.
O2SN Bukan Hanya Tentang Menang dan Kalah
Ajang O2SN memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi olahraga sekaligus belajar berbagai nilai kehidupan. Dalam olahraga, anak belajar bahwa kemampuan perlu dilatih.
- Mereka belajar bahwa hasil tidak selalu datang sesuai harapan.
- Mereka belajar menerima kemenangan tanpa menjadi tinggi hati dan menerima kekalahan tanpa kehilangan semangat.
- Mereka juga belajar bahwa setiap pertandingan memiliki cerita.
- Ada hari ketika latihan terasa mudah.
- Ada hari ketika tubuh terasa lelah.
- Ada momen ketika hasil latihan mulai terlihat.
- Ada pula saat ketika hasil pertandingan belum sesuai dengan target.
Semua pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses tumbuh.
Karena itulah, olahraga di usia sekolah tidak hanya berbicara mengenai prestasi. Olahraga juga dapat menjadi ruang untuk membangun disiplin, ketekunan, sportivitas, keberanian, tanggung jawab, dan daya juang.
Prestasi Hari Ini, Proses yang Dimulai Sejak Dini
Perjalanan Kak Kia juga memberikan satu pelajaran penting bagi kita sebagai orang tua dan pendidik.
Potensi anak perlu diberi ruang untuk tumbuh.
Ketika anak menunjukkan ketertarikan terhadap suatu bidang, kesempatan untuk mencoba dan berlatih dapat menjadi awal dari perjalanan yang panjang.
Tidak semua anak yang belajar olahraga sejak dini akan menjadi atlet. Tidak semua anak yang mengikuti kompetisi akan langsung meraih juara.
Dan itu tidak masalah. Yang terpenting adalah anak mendapatkan kesempatan untuk mengenali dirinya sendiri.
- Apa yang ia sukai?
- Apa yang ingin ia pelajari?
- Apa yang ingin ia kembangkan?
Dari proses tersebut, anak dapat belajar mengenali potensi sekaligus membangun kepercayaan diri.
Kisah Kak Kia menjadi contoh bahwa sesuatu yang dimulai sederhana sejak TK dapat berkembang menjadi pengalaman luar biasa ketika terus dirawat melalui proses dan latihan.
Juara Bukan Hanya Tentang Seberapa Tinggi Podium
Peringkat 4 dan 6 di tingkat nasional tentu patut dirayakan. Namun, ada pesan yang lebih besar dari sekadar peringkat tersebut.
- Juara bukan tentang seberapa tinggi podium.
- Juara adalah ketika seorang anak berani mencoba.
- Juara adalah ketika ia mau terus berlatih meskipun tidak selalu mudah.
- Juara adalah ketika ia mampu bangkit setelah menghadapi tantangan.
- Dan juara adalah ketika ia terus berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Karena setiap anak memiliki garis start yang berbeda.
Ada yang lebih dulu menemukan bakatnya. Ada yang membutuhkan waktu lebih panjang. Ada yang langsung percaya diri. Ada pula yang membutuhkan dukungan lebih banyak untuk berani tampil.
Tugas kita bukan membandingkan perjalanan mereka. Tugas kita adalah mendampingi mereka agar terus bertumbuh.
Terima Kasih untuk Setiap Dukungan
Prestasi Kak Kia tentu tidak lahir dari perjuangannya seorang diri.
- Ada orang tua yang mendampingi dan memberikan dukungan.
- Ada pelatih yang membantu mengembangkan kemampuan.
- Ada guru yang memberikan semangat.
- Ada keluarga dan teman-teman yang terus memberikan doa dan dukungan.
Setiap dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan hingga Kak Kia mampu berdiri di panggung O2SN tingkat nasional.
Untuk seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan Kak Kia, terima kasih atas setiap waktu, tenaga, doa, dan kepercayaan yang diberikan. Semoga setiap kebaikan tersebut menjadi keberkahan.
Baarakallah, Kak Kia! Terima kasih telah membawa nama Kota Semarang hingga ke tingkat nasional. Terima kasih telah memberikan ikhtiar terbaik. Terima kasih telah menunjukkan bahwa perjalanan panjang yang dimulai sejak dini dapat membawa kita menuju pengalaman-pengalaman luar biasa.
Peringkat 4 dan 6 adalah sebuah pencapaian yang membanggakan. Namun, pengalaman dan pelajaran yang Kak Kia dapatkan sepanjang perjalanan tentu jauh lebih berharga.
Semoga prestasi ini menjadi pijakan untuk terus melangkah, bukan alasan untuk berhenti.
- Teruslah berlatih dengan tekun.
- Teruslah belajar dengan rendah hati.
- Teruslah berani mencoba.
- Dan tetaplah menikmati setiap prosesnya.
Untuk Kak Kia dan seluruh kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara:
Tidak harus selalu menjadi yang pertama untuk menjadi juara. Karena juara adalah mereka yang berani mencoba, memberikan ikhtiar terbaik, dan terus bertumbuh menjadi versi terbaik dirinya.
Semoga semakin banyak Langkah Juara yang lahir dari SD Islam Bintang Juara. Bintang Juara — tumbuh dengan iman, unggul dengan ilmu, santun dalam akhlak, dan berdampak bagi sesama.*** (CM-MRT)
by admin admin | Aug 19, 2026 | Artikel, Berita Utama, Prestasi
Alhamdulillahirabbil‘alamin! Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar SD Islam Bintang Juara. Kakak-kakak shalih dan shalihah yang menjadi delegasi dalam ajang MAPSI (Mata Pelajaran dan Seni Islami) berhasil membawa pulang 9 piala dari berbagai cabang lomba.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi untuk bersinar ketika diberikan kesempatan, pendampingan, dan ruang untuk berkembang. Bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, perjalanan kakak-kakak delegasi MAPSI juga menjadi proses belajar untuk berani tampil, berlatih dengan tekun, menjaga semangat, dan memberikan ikhtiar terbaik.
Yang lebih membanggakan, capaian tersebut membawa delegasi SD Islam Bintang Juara melaju ke tingkat MAPSI Kota Semarang.
9 Piala dari Berbagai Cabang Lomba MAPSI Kecamatan Gunungpati
Sembilan prestasi berhasil diraih kakak-kakak shalih dan shalihah dalam berbagai cabang MAPSI Kecamatan Gunungpati. Berikut daftar lengkapnya:
- PAI-BTQ Putra Juara I – Kak Akhtar Kelas 6
- PAI-BTQ Putri Juara II – Kak Hya Kelas 6
- Shalat Putra Juara II – Kak Rafif Al Kelas 4
- TIKI Putra Juara III – Kak Arkan Kelas 6
- Rebana Juara I – An Najma
- Hifdzil Putra Juara II – Kak Ahmar Azzam Kelas 5
- Hifdzil Putri Juara I – Kak Nura Kelas 3
- Khitobah Putra Juara II – Kak Ihsan Kelas 4
- Khitobah Putri Juara I – Kak Aleena Kelas 5
Dari sembilan capaian tersebut, terdapat beberapa Juara I yang berhasil diraih dalam cabang PAI-BTQ Putra, Rebana, Hifdzil Putri, dan Khitobah Putri.
Setiap piala tentu memiliki cerita. Ada waktu yang digunakan untuk berlatih, mengulang materi, memperbaiki teknik, belajar mengendalikan rasa gugup, hingga mempersiapkan diri agar dapat tampil sebaik mungkin di hadapan para juri.
Karena itu, setiap piala yang dibawa pulang bukan sekadar benda penghargaan. Di baliknya terdapat proses panjang yang layak diapresiasi.
MAPSI, Ruang Mengembangkan Potensi Islami Anak
MAPSI atau Mata Pelajaran dan Seni Islami menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengembangkan berbagai potensi yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam dan seni Islami.
Beragam cabang yang diikuti kakak-kakak SD Islam Bintang Juara menunjukkan bahwa kemampuan anak dalam pendidikan Islam dapat berkembang melalui berbagai bentuk.
Ada yang mengasah kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an melalui PAI-BTQ. Ada yang memperkuat hafalan melalui Hifdzil Qur’an. Ada pula yang belajar menyampaikan pesan kebaikan melalui Khitobah.
Sementara itu, cabang seperti shalat, TIKI, dan rebana memberikan pengalaman yang berbeda. Anak belajar mempraktikkan pengetahuan, menunjukkan keterampilan, bekerja bersama, serta tampil percaya diri.
Dengan demikian, kompetisi seperti MAPSI dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang lebih luas. Anak tidak hanya belajar mengenai teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan yang telah dipelajari.
Dari Latihan Menjadi Pengalaman Berharga
Setiap prestasi yang terlihat di atas panggung sebenarnya dimulai dari proses yang sederhana: latihan.
Anak perlu mengulang materi, mencoba kembali ketika melakukan kesalahan, menerima masukan dari guru, dan berlatih hingga semakin percaya diri.
Dalam proses tersebut, anak belajar bahwa hasil yang baik membutuhkan usaha. Mereka juga belajar bahwa kemampuan tidak selalu langsung muncul dalam satu kali latihan. Ada kalanya anak merasa kesulitan. Ada kalanya rasa percaya diri naik turun. Bahkan, ada kemungkinan hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapan.
Namun, justru dari proses itulah karakter dapat tumbuh. Anak belajar disiplin, tanggung jawab, ketekunan, keberanian, dan kemampuan menerima hasil dengan lapang dada.
Nilai-nilai tersebut jauh lebih panjang manfaatnya dibandingkan sekadar sebuah piala.
Bukan Hanya Tentang Siapa yang Menjadi Juara
Dalam sebuah perlombaan, tentu ada yang mendapatkan Juara I, II, III, dan seterusnya. Namun, pendidikan mengajarkan kita bahwa keberhasilan anak tidak selalu dapat diukur dari posisi yang tertera di papan pengumuman.
Bagi kakak-kakak yang berhasil meraih juara, prestasi ini adalah buah dari ikhtiar yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
Sementara bagi kakak-kakak yang belum berhasil membawa pulang piala, jangan berkecil hati. Kalian tetaplah Bintang dan Juara.
Mengapa?
Karena keberanian untuk mengikuti perlombaan, kesediaan untuk berlatih, keberanian tampil di depan orang lain, serta usaha memberikan kemampuan terbaik merupakan sebuah kemenangan tersendiri.
Tidak semua usaha langsung menghasilkan piala. Terkadang, hasil dari sebuah perjuangan hadir dalam bentuk pengalaman, keberanian yang bertambah, kemampuan yang semakin terasah, atau pelajaran berharga yang akan berguna di kemudian hari.
Melesat ke MAPSI Tingkat Kota Semarang
Sembilan prestasi yang berhasil diraih menjadi langkah berikutnya bagi delegasi SD Islam Bintang Juara untuk melanjutkan perjuangan ke MAPSI tingkat Kota Semarang.
Tantangan tentu akan semakin beragam. Peserta yang dihadapi juga akan datang dari berbagai sekolah dengan kemampuan terbaik masing-masing. Namun, semangat yang perlu dibawa bukan hanya semangat untuk menjadi juara.
Lebih dari itu, kakak-kakak delegasi diharapkan dapat membawa semangat untuk belajar, berani mencoba, menjaga adab, dan memberikan ikhtiar terbaik.
Menang adalah sebuah kebahagiaan. Tetapi proses menuju kemenangan juga merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikan.
Di tingkat kota nanti, semoga pengalaman dari tahap sebelumnya menjadi bekal untuk tampil lebih percaya diri. Kesalahan yang pernah terjadi dapat menjadi bahan evaluasi, sementara keberhasilan yang sudah diraih menjadi motivasi untuk terus berkembang.
Terima Kasih, Para Pejuang MAPSI!
Prestasi sembilan piala ini tentu tidak lahir dari perjuangan siswa seorang diri.
Ada guru yang mendampingi, melatih, memberikan arahan, dan menyemangati. Ada orang tua yang memberikan dukungan dari rumah. Ada teman-teman yang ikut memberikan semangat. Ada pula seluruh keluarga besar SD Islam Bintang Juara yang turut mendoakan.
Untuk itu, terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kakak delegasi, guru pendamping, orang tua, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam perjalanan MAPSI ini.
Semoga setiap langkah yang telah dilalui menjadi pengalaman yang bermakna dan membawa keberkahan.
Untuk kakak-kakak yang akan melanjutkan perjuangan ke MAPSI tingkat Kota Semarang, terus semangat! Berlatih dengan sungguh-sungguh, tampil dengan percaya diri, tetap rendah hati, dan jangan lupa menikmati prosesnya.
Dan untuk seluruh kakak shalih-shalihah yang telah berjuang:
Tidak apa-apa jika hari ini belum membawa pulang piala. Kalian tetaplah Bintang. Kalian tetaplah Juara. Karena di SD Islam Bintang Juara, kami percaya bahwa setiap anak memiliki cahaya dan potensi untuk bersinar dengan caranya masing-masing.
Selamat atas 9 piala yang diraih! Terus bertumbuh, terus berproses, dan terus memberikan ikhtiar terbaik. Bintang Juara, berprestasi dengan ilmu, tumbuh dalam iman, dan berakhlak mulia.*** (CM-MRT)
by admin admin | Aug 20, 2025 | Artikel, Berita, Berita Utama, Kegiatan Siswa, Prestasi
Semarang, 20 Agustus 2025 — Suasana penuh semangat terasa di SD Ummul Quro’, Semarang. Hari itu menjadi saksi bagaimana para kakak shalih-shalihah dari SD Islam Bintang Juara tampil percaya diri dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan Gunungpati.
FTBI sendiri merupakan ajang bergengsi tahunan yang diadakan untuk melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, melalui berbagai cabang lomba seperti menulis, membaca, hingga seni bertutur. Festival ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai bahasa ibu sekaligus mengasah bakat mereka dalam bidang literasi dan budaya.
Delegasi SD Islam Bintang Juara
Dalam festival kali ini, SDIBJ mengirimkan para delegasi terbaik di berbagai cabang lomba:
- Nulis & Maca Aksara Jawa → Kak Djuna dan Kak Hya
- Sesorah (Pidato Jawa) → Kak Satria dan Kak Naura
- Geguritan (Puisi Jawa) → Kak Syabil dan Kak Neyva
- Nulis Cerkak (Cerita Pendek Jawa) → Kak Aqasha dan Kak Lina
- Macapat (Menyanyikan Tembang Jawa) → Kak Altamis dan Kak Caca
- Ndagel Ijen (Dagelan Tunggal) → Kak Gesang dan Kak Linda
- Ndongeng (Mendongeng dalam Bahasa Jawa) → Kak Naoki dan Kak Najma
Setiap delegasi tampil dengan persiapan matang, membawa semangat juang sekaligus kebanggaan sebagai wakil SD Islam Bintang Juara.
Prestasi yang Membanggakan 🏆
Alhamdulillah, kerja keras para kakak shalih-shalihah berbuah manis. Dalam ajang FTBI kali ini, SD Islam Bintang Juara berhasil membawa pulang dua prestasi membanggakan:

- ✨ Juara 2 Nulis & Maca Aksara Jawa Putra – diraih oleh Kak Djuna
- ✨ Juara 1 Geguritan Putra – diraih oleh Kak Syabil
Khusus untuk Kak Syabil, keberhasilannya mengantarkan ia melaju ke tingkat kota. Sebuah prestasi yang bukan hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga membawa harum nama sekolah.
Lebih dari Sekadar Lomba
Bagi SD Islam Bintang Juara, ajang FTBI bukan hanya tentang kompetisi. Lebih dari itu, ini adalah pembelajaran berharga tentang bagaimana mencintai bahasa ibu, melestarikan budaya, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyampaikan ide serta kreativitas.
Kemenangan Kak Djuna dan Kak Syabil adalah bukti nyata bahwa konsistensi belajar, dukungan orang tua, dan semangat dari guru membuahkan hasil yang indah. Semoga ke depan semakin banyak kakak shalih-shalihah yang terinspirasi untuk mencintai bahasa Jawa dan ikut berprestasi di panggung yang lebih luas.
Penutup
Selamat kepada seluruh delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara! 👏
Dan tentu, doa terbaik kami untuk Kak Syabil yang akan melangkah ke tingkat kota. Semoga Allah mudahkan dan memberikan hasil yang terbaik.
Semangat terus, Bintang Juara! Bersinar dengan prestasi, berakhlak mulia, dan tetap mencintai budaya bangsa 🌟
by admin admin | Feb 8, 2025 | Berita, Kegiatan Siswa, Prestasi
Sabtu, 8 Februari 2025 menjadi hari bersejarah bagi Tim Roket Air SD Islam Bintang Juara. Setelah melalui perjalanan latihan intensif selama dua minggu, mereka berhasil meraih posisi ke-6 dalam ajang PAPB Metamorph Competition 2025 cabang perlombaan Roket Air yang diselenggarakan oleh SMP PAPB. Keberhasilan ini bukan sekadar angka, tetapi sebuah pencapaian luar biasa yang penuh dengan perjuangan dan pembelajaran.
Perjalanan Dua Minggu yang Menantang
Dua minggu sebelum perlombaan, Pak Hari Prayogo dari Kompeten.id ditunjuk oleh Bu Siti selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sebagai pelatih dan pendamping tim. Kompeten.id merupakan lembaga yang mengampu ekstrakurikuler Robotik di SD Islam Bintang Juara.
Dengan waktu yang terbatas, Pak Hari harus membimbing sembilan kakak shalih yang terpilih sebagai peserta, yaitu:
- Kak Attar – Kelas 6
- Kak Jibril – Kelas 6
- Kak Fillah – Kelas 6
- Kak Arsyad – Kelas 6
- Kak Mirza – Kelas 6
- Kak Banyu – Kelas 4
- Kak Gaza – Kelas 4
- Kak Akhtar – Kelas 4
PAPB Metamorph 2025 menjadi pengalaman pertama bagi SD Islam Bintang Juara mengikuti cabang lomba roket air. Dari kesembilan peserta terpilih, hanya tiga yang memiliki sedikit pengalaman menerbangkan roket air. Selebihnya, mereka benar-benar memulai dari nol.
“Tiga hari pertama, kami belajar tentang roket air. Mulai dari merakit hingga menerbangkan roket. Sumber belajar kami adalah YouTube. Setelah paham dasar-dasarnya, kami mulai menyiapkan bahan, dari peluncur hingga bagian roketnya,” ujar Pak Hari mengenang awal perjalanan mereka.
Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal teknis. Di awal latihan, anak-anak masih kurang fokus. Ada yang tiduran, ada yang sibuk ngobrol. “Saya harus menegaskan bahwa waktu kami tinggal satu minggu lagi. Jika ingin hasil yang baik, mereka harus serius,” tambahnya.
Proses Latihan yang Menempa Karakter
Dalam minggu terakhir, pelatihan semakin intens. Pak Hari menantang kakak-kakak untuk membongkar dan merakit ulang roket dalam waktu 15 menit. “Tantangan ini mereka lalui dengan sukses. Saya mulai melihat karakter serius mereka terbentuk,” kata Pak Hari bangga.
Saat uji terbang, mereka mulai memahami fungsi sayap roket. Ada momen lucu sekaligus mendebarkan ketika salah satu roket melesat ke arah gazebo tempat Pak Zaki dan murid-murid lain sedang belajar. Momen ini semakin menyadarkan mereka bahwa presisi dalam merakit roket sangatlah penting.
Saatnya Tim Roket Air SD Islam Bintang Juara Bertanding!
Hari perlombaan tiba. Para peserta ditempatkan di ruangan khusus bersama tim dari sekolah lain, sementara pendamping harus menunggu di luar. Ini menjadi ujian kemandirian bagi mereka.
Saat proses perakitan berlangsung, salah satu anak keluar dan meminta pola sayap. Dengan cepat, Pak Hari membuatkan pola tersebut. Dalam waktu 1,5 jam, roket mereka pun siap untuk diuji coba.
Sebelum peluncuran, salah satu peserta, Kak Banyu, bertanya, “Pak, kita bisa menang kan hari ini?” Pak Hari menjawab dengan penuh semangat, “Iya, bisa! Pemenang adalah mereka yang sungguh-sungguh berusaha sampai akhir, apa pun hasilnya.”

Hasil dan Momen Penuh Makna
Ketika peluncuran dimulai, hasil yang mereka dapatkan adalah:
- Tim 1: Out 20 dan Out 20
- Tim 2: Skor 3 dan 4
- Tim 3: Out 20 dan Skor 5
Dengan hasil ini, Tim Roket Air SD Islam Bintang Juara berhasil menempati peringkat ke-6 dari 28 tim peserta.
“Pak, kita juara ya?” tanya Kak Banyu sekali lagi.
“Kita menang, Kak!” jawab Pak Hari penuh kebanggaan. Menang melawan rasa malas dan menang karena mampu memberikan usaha terbaik.
“Hadiahnya apa, Pak?”
“Hadiahnya adalah selamat! Alhamdulillah, kita peringkat keenam. Next kita belajar lagi ya, Kak.”
Ketika roket mereka berhasil melesat dan mencapai titik yang diinginkan, kakak-kakak merayakannya dengan senyum lepas. “Bagi saya, momen itu sangat berkesan. Mereka telah belajar banyak hal lebih dari sekadar merakit roket—mereka belajar tentang kerja keras, ketekunan, dan kebanggaan atas usaha sendiri,” tutup Pak Hari.
Kisah ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang mereka. Semoga di kompetisi berikutnya, Tim Roket Air SD Islam Bintang Juara bisa meraih prestasi yang lebih tinggi! 🚀🏆*** (CM-MRT)
by admin admin | Nov 16, 2024 | Berita, Prestasi
Pada 15-17 November 2024, siswa-siswi SD Islam Bintang Juara berpartisipasi dalam tiga ajang bergengsi: Student Athletics Championships (SAC), Math City Map (MCM), dan Festival Tahfiz Nurus Sunnah. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi kakak shalih-shalihah untuk menunjukkan kemampuan, kerja keras, dan semangat belajar mereka di berbagai bidang.
SAC: Membuktikan Kemampuan Atletik

SAC (Student Athletics Championships), yang berlangsung di Stadion Tri Lomba Juang Semarang, menjadi ajang para siswa untuk bersaing dalam cabang olahraga.
1. Sprint 60 Meter Putra
Pada Jumat, 15 November 2024, Kak Dinka, Kak Farabi, Kak Fillah, Kak Raffie, dan Kak Attar berkompetisi di lintasan lari. Mereka memberikan penampilan terbaik, memadukan kecepatan, fokus, dan semangat juang.

2. Sprint 60 Meter Putri
Sabtu, 16 November 2024, giliran Kak Naina, Kak Rara, Kak Keyna, Kak Amira, dan Kak Adiba yang turun ke lintasan. Dengan tekad kuat, mereka berlomba untuk mengharumkan nama sekolah.
3. Formula One
Cabang ini menjadi salah satu yang paling seru, menggabungkan berbagai nomor atletik seperti rolling, sprint (lari jarak pendek), hurdles (lari gawang), dan slalom course (lari berkelok-kelok). Lomba Formula One dimainkan secara berkelompok dengan lintasan berbentuk oval.
Ahad, 17 November 2024, tim putri yang terdiri dari Kak Kahira Hasna, Kak Neyva, Kak Moza, dan Kak Adzkiya tampil pukul 07.00 WIB. Tim putra yang diwakili oleh Kak Al Kindi, Kak Arsenio, Kak Bilal, Kak Ibrahim, Kak Akhtar, Kak Banyu, Kak Abinaya, dan Kak Yossy mengikuti lomba pukul 08.30 WIB. Kolaborasi dan kerja sama menjadi kunci utama dalam cabang ini.
MCM: Mengasah Logika dan Matematika

Pada Sabtu, 16 November 2024, saat Ayah Bunda menjadi peserta Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA), Kak Firman, Kak Ninda, dan Kak Attar mengikuti Math Trails Competition berbasis aplikasi Math City Map (MCM) di Semarang Zoo. Kompetisi ini menggabungkan pengetahuan matematika dengan eksplorasi lapangan, sehingga kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik memecahkan masalah dalam konteks nyata.
Festival Tahfiz: Menguatkan Hafalan Al-Qur’an

Pada hari yang sama (Sabtu, 16 November 2024) digelarnya MCM dan PSPA Abah Ihsan, Kak Zahra dan Kak Aisyah berlaga dalam Lomba Tahfidz yang diselenggarakan dalam Nurus Sunnah Festival. Kedua siswa ini menunjukkan hafalan terbaik mereka, mencerminkan kecintaan pada Al-Qur’an dan usaha gigih dalam menghafal ayat-ayat suci.
Dukungan Penuh dan Harapan Besar
Partisipasi SD Islam Bintang Juara dalam berbagai kompetisi ini mencerminkan visi sekolah untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik. Para siswa tidak hanya diajak berprestasi secara akademik, tetapi juga unggul dalam olahraga, keterampilan, dan spiritualitas.
Dengan dukungan guru, orang tua, dan semangat siswa, SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menjadi wadah yang mendukung anak-anak untuk berkembang sesuai potensi mereka. Mohon doa dan dukungan, Ayah Bunda, agar para siswa meraih hasil terbaik dalam ajang ini.
Semangat berkompetisi terus menyala, karena setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara!*** (CM-MRT)
by admin admin | Aug 8, 2024 | Berita, Prestasi
SD Islam Bintang Juara kembali mengukir prestasi dalam ajang Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) di Tingkat Kecamatan Gunungpati pada hari Rabu, 7 Agustus 2024. Tahun ini, Sekolah Calon Pemimpin Muslim mengirimkan 19 delegasi untuk berbagai lomba perorangan, sepasang siswa untuk kategori lomba menyanyi duet religi dan satu tim rebana An Najma yang siap bersaing dalam kategori seni musik Islami.
Kegiatan lomba MAPSI Kecamatan Gunungpati berlokasi di SD Patemon 2, berlangsung dari pagi hingga siang hari. Alhamdulillah wa syukurillah, kegigihan dan kerja keras kakak shalih-shalihah membuahkan hasil yang membanggakan, dengan memenangkan lima cabang perlombaan.
Persiapan dan Antusiasme Mengikuti Lomba MAPSI Kecamatan Gunungpati Semarang
Sejak beberapa bulan sebelum pelaksanaan MAPSI, SD Islam Bintang Juara telah mempersiapkan kakak shalih-shalihah melalui berbagai sesi latihan dan bimbingan. Bahkan beberapa kakak tetap masuk untuk latihan di saat teman-teman sekolahnya sedang menikmati libur semester 2.
Kepala sekolah, Ibu Nur Shofwatin Ni’mah, S.Pd., menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan teknis dan mental. Seluruh tim guru percaya bahwa persiapan yang matang melibatkan tidak hanya kemampuan akademis dan seni, tetapi juga penguatan mental dan spiritual.
Delegasi Lomba Perorangan
Dalam lomba perorangan, 19 siswa dari SD Islam Bintang Juara berpartisipasi dalam berbagai kategori:

- Pengetahuan PAI dan BTQ (Putra) diwakili oleh Kak Firman dari Kelas 6
- Pengetahuan PAI dan BTQ (Putri) diwakili oleh Kak Nadya In dari Kelas 6
- Praktik Wudu dan Salat (Putra) diwakili oleh Kak Nadhif dari Kelas 5
- Praktik Wudu dan Salat (Putri) diwakili oleh Kak Allea dari Kelas 4
- Keterampilan Adzan dan Iqamah (Putra) diwakili oleh Kak Ka’el dari Kelas 6
- Hifdzil-Qur’an (Putra) diwakili oleh Kak Azzam dari Kelas 3
- Hifdzil-Qur’an (Putri) diwakili oleh Kak Naina dari Kelas 6
- Keterampilan Komputer (Putra) diwakili oleh Kak Syabil dari Kelas 5
- Keterampilan Komputer (Putri) diwakili oleh Kak Keyna dari Kelas 5
- Khat (Putra) diwakili oleh Kak Fillah dari Kelas 6
- Khat (Putri) diwakili oleh Kak Ninda dari Kelas 6
- Kaligrafi (Putra) diwakili oleh Kak Keenan dari Kelas 3
- Kaligrafi (Putri) diwakili oleh Kak Rara dari Kelas 6
- Khitabah (Putra) diwakili oleh Kak Daffa dari Kelas 5
- Khitabah (Putri) diwakili oleh Kak Nabila Hayu dari Kelas 6
- Cerita Islami (Putra) diwakili oleh Kak Ibrahim dari Kelas 3
- Cerita Islami (Putri) diwakili oleh Kak Kirana dari Kelas 3
- Macapat Islami (Putra) diwakili oleh Kak Altamis dari Kelas 4
- Macapat Islami(Putri) diwakili oleh Kak Caca dari Kelas 4
Setiap peserta menunjukkan dedikasi tinggi dalam mempersiapkan diri, mulai dari belajar materi Pendidikan Agama Islam, belajar menulis khat dan kaligrafi yang indah, menghafalkan cerita Islami agar bisa menyampaikannya dengan baik, menghafalkan macapat Islami, belajar cara mengetik tulisan Arab menggunakan komputer hingga melatih retorika pidato yang memukau.
Bapak Arif Wibowo, S.Hi., S.H., selaku penanggungjawab lomba MAPSI menyampaikan rasa syukur karena melihat semangat kakak shalih-shalihah dan para guru yang telah berusaha keras dan siap memberikan yang terbaik.
Delegasi Lomba Tim
Selain lomba perorangan, SD Islam Bintang Juara juga mengirimkan satu tim menyanyi duet religi dan satu tim rebana An Najma yang terdiri dari sebelas siswa. Adapun yang mewakili SD Islam Bintang Juara dalam cabang perlombaan Menyanyi Duet Religi adalah Kak Aqasha dari Kelas 5, dan Kak Dea dari Kelas 6. Kak Aqasha dan Kak Dea tampil membawakan lagu shalawat dengan sangat kompak dan penuh penghayatan.

Sementara itu tim Rebana An Najma terdiri dari Kak Akhtar (Kelas 4), Kak Naura (Kelas 3), Kak Adrian (Kelas 6), Kak Adealta (Kelas 6), Kak Yossy (Kelas 4), Kak Royan (Kelas 4), Kak Satria (Kelas 4), Kak Fabi (Kelas 5), Kak Dinka (Kelas 5), kak Rafi (Kelas 6), dan Kak Kia (Kelas 3).
Tim ini tampil dengan membawakan beberapa lagu Islami yang penuh semangat dan harmoni. Latihan rutin di bawah bimbingan Pak Zakki didampingi pelatih seni musik Islami profesional, membuahkan hasil yang memuaskan, dengan penampilan yang memukau penonton dan dewan juri.
Kemenangan dalam Lima Cabang Perlombaan
Kerja keras dan dedikasi kakak shalih-shalihah serta para guru yang melatih tidak sia-sia. SD Islam Bintang Juara berhasil memenangkan lima cabang perlombaan, yaitu:
- Juara 1 Pengetahuan PAI dan BTQ (Putri) – Kak Nadya In (Kelas 6)
- Juara 1 Khat (Putri) – Kak Ninda (Kelas 6)
- Juara 2 Khitabah (Putra) – Kak Daffa (Kelas 5)
- Juara 2 Rebana – Tim Rebana An Najma
- Juara 3 Praktik Wudu dan Salat (Putri) – Kak Allea (Kelas 4)
Para pemenang menunjukkan kemampuan luar biasa yang mencerminkan pendidikan berkualitas di SD Islam Bintang Juara. Misalnya, Kak Nadya In, juara 1 dalam PAI dan BTQ, mampu memahami materi dengan sangat baik. Sedangkan, Kak Ninda, yang meraih juara 1 dalam Khat, berhasil menampilkan karya seni yang mengagumkan dengan detail dan keindahan yang luar biasa.

Rasa Syukur dan Harapan
Kemenangan ini tentunya disambut dengan penuh rasa syukur oleh seluruh warga sekolah. Tentunya kami berharap bahwa keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berusaha dan mencapai yang terbaik dalam bidang apapun yang kakak shalih-shalihah tekuni.
Bunda Vivi Psikolog selaku Ketua Yayasan Dewi Sartika menyampaikan bahwa semua kakak shalih-shalihah yang telah mewakili dalam lomba MAPSI sesungguhnya adalah juara, karena telah berproses dan berjuang dengan sangat hebat sesuai potensi mereka masing-masing. Sesuai dengan slogan yang SD Islam Bintang Juara senantiasa gaungkan, bahwa “Setiap Anak adalah Bintang dan Berhak Menjadi Juara.”
Penutup
Partisipasi SD Islam Bintang Juara dalam MAPSI tahun ini membuktikan komitmen sekolah dalam mendidik dan mengembangkan potensi kakak shalih-shalihah secara maksimal. Dengan memenangkan lima cabang perlombaan, sekolah ini tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga mengukir prestasi yang menginspirasi. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal dari banyak prestasi gemilang yang akan diraih di masa depan. Aamiin aamiin ya rabbal alamin.
Bagi Ayah Bunda yang ingin menyiapkan kakak shalih-shalihah berkompetisi, silakan membaca 11 Cara Mempersiapkan Anak untuk Berkompetisi.
Terima kasih untuk seluruh guru, dan orang tua yang telah mendukung kakak shalih-shalihah dan memupuk rasa percaya diri mereka hingga mampu memberikan ikhtiar dan penampilan yang terbaik. InsyaAllah Kak Nadya In dan Kak Ninda akan melanjutkan perjuangan ke lomba MAPSI tingkat kota. Doakan agar mendapatkan hasil yang terbaik ya, Ayah Bunda.