fbpx

Pagi itu suasana terasa berbeda bagi kakak shalih-shalihah kelas 5 SD Islam Bintang Juara. Kali ini seragam sekolah yang mereka kenakan tidak hanya digunakan belajar di dalam kelas, melainkan melahirkan semangat baru untuk belajar langsung dari dunia nyata. Selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 14–16 April 2026, mereka mengikuti kegiatan Magang Adab di Pands Muslim Store.

Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah pengalaman belajar yang dirancang untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kemandirian, dan tentu saja adab dalam bekerja.

Magang Adab ini merupakan kali ketiga diselenggarakan di Pands Muslim Store. Pesertanya adalah seluruh kakak kelas 5, serta satu kakak kelas 6 yang tahun sebelumnya belum sempat mengikuti. Meski konsepnya serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, pengalaman yang dirasakan setiap anak tetap terasa baru, menantang, dan penuh makna.

Belajar dari Dunia Nyata, Bukan Sekadar Teori

Setibanya di lokasi, kakak shalih-shalihah langsung dibagi menjadi tiga kelompok besar sesuai area tugas masing-masing: gudang, toko, dan studio. Setiap area menghadirkan pengalaman yang berbeda, namun memiliki satu benang merah yang sama; belajar bekerja dengan penuh tanggung jawab.

Di area gudang, kakak belajar bahwa pekerjaan yang terlihat sederhana ternyata membutuhkan ketelitian tinggi. Mereka membantu mengemas kerudung dan pakaian, menyortir alat sensor sesuai ukuran, hingga mengantarkan barang ke toko. Aktivitas ini melatih fokus, ketelitian, dan kesabaran.

Tidak sedikit dari mereka yang awalnya menganggap pekerjaan ini mudah, namun kemudian menyadari bahwa kesalahan kecil saja bisa berdampak besar. Dari sinilah mereka mulai memahami arti bekerja dengan sungguh-sungguh.

Berpindah ke area toko, suasana terasa lebih dinamis. Kakak shalih-shalihah belajar menata baju di rak agar terlihat rapi dan menarik. Mereka juga berlatih melayani pembeli dengan sopan dan ramah.

Interaksi langsung dengan pelanggan menjadi pengalaman berharga. Mereka belajar menyapa, menawarkan bantuan, hingga menjaga sikap saat berbicara. Di sinilah adab benar-benar diuji—bagaimana bersikap santun dalam situasi nyata.

Dari Kamera hingga Percaya Diri

Sementara itu, di area studio, pengalaman tak kalah seru menanti. Kakak shalih-shalihah diajak untuk berperan sebagai model sekaligus fotografer. Mereka belajar berpose di depan kamera, sekaligus mencoba memotret teman-temannya.

Bagi sebagian anak, berdiri di depan kamera bukanlah hal yang mudah. Ada rasa malu, canggung, bahkan tidak percaya diri. Namun perlahan, dengan dukungan teman dan pembimbing, mereka mulai berani mencoba.

Dari sini, muncul satu pembelajaran penting: keberanian tidak datang dari rasa siap, tapi dari kemauan untuk mencoba.

Di sisi lain, saat memegang kamera, mereka belajar bahwa setiap hasil yang baik membutuhkan proses. Mengatur angle, pencahayaan, hingga fokus—semuanya membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

galeri magang adab di Pands

Magang Adab: Lebih dari Sekadar Bekerja

Yang membuat kegiatan ini istimewa bukan hanya aktivitasnya, tetapi nilai yang dibangun di dalamnya. Kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar “cara bekerja”, tetapi juga “bagaimana bersikap saat bekerja”.

Mereka belajar datang tepat waktu, mengikuti arahan, bekerja sama dalam tim, hingga menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab. Lebih dari itu, mereka belajar bahwa pekerjaan apapun, selama dilakukan dengan niat yang baik dan adab yang benar, akan menjadi bernilai ibadah.

Magang Adab ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan dunia kerja sejak dini, namun dengan pendekatan yang sesuai dengan usia anak. Tidak ada tekanan, yang ada justru pengalaman menyenangkan yang membangun karakter.

Pengalaman Pertama yang Tak Terlupakan

Bagi kakak shalih-shalihah kelas 5, ini adalah pengalaman pertama mereka terlibat langsung dalam aktivitas seperti ini. Wajar jika di awal mereka merasa bingung atau ragu.

Namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai terbiasa. Bahkan banyak di antara mereka yang justru merasa senang dan ingin mencoba lagi.

Tawa, cerita, dan pengalaman selama tiga hari ini menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan. Dari yang awalnya hanya “ikut kegiatan”, berubah menjadi “mengerti makna”.

Bekal untuk Masa Depan

Magang Adab di Pands Muslim Store bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah bagian dari proses panjang dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter.

Melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa dunia nyata membutuhkan lebih dari sekadar ilmu. Dibutuhkan sikap, etika, dan tanggung jawab.

Nilai-nilai inilah yang diharapkan akan terus mereka bawa, bukan hanya saat di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari hingga masa depan nanti.

Karena pada akhirnya, kesuksesan bukan hanya tentang apa yang kita tahu, tapi bagaimana kita bersikap.

Dan dari langkah kecil di Pands Muslim Store ini, semoga menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih cerah—dengan adab sebagai pondasinya.*** (CM-MRT)