Bagaimana jika teknologi tidak hanya digunakan untuk membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, tetapi juga membantu manusia menjaga lingkungan dan memastikan makanan yang kita konsumsi tetap aman?
Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu pintu masuk pembelajaran kakak-kakak kelas 5 SD Islam Bintang Juara dalam kegiatan Belajar Bersama Ahli (BBA) pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari Project Based Learning (PjBL) “EcoTech: Merancang Solusi, Menjaga Ekosistem Sekolah”, siswa belajar bersama Novita Kurnia N., S.Kom., M.Kom. dengan tema:
“Smart Farming & Food Defense: Bagaimana Teknologi Membantu Menjaga Ekosistem dan Keamanan Pangan?”
Kegiatan ini dirancang untuk membawa siswa melihat hubungan antara teknologi, lingkungan, pertanian, dan pangan melalui persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Contents
BBA Smart Farming Dimulai dari Driving Question
Setiap proyek yang bermakna biasanya berangkat dari sebuah pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir.
Dalam PjBL EcoTech, kakak-kakak kelas 5 diajak menjawab Driving Question:
“Bagaimana teknologi dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di lingkungan sekolah?”
Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun, ketika dicermati lebih jauh, ada banyak hal yang dapat dieksplorasi.
- Bagaimana cara menggunakan air secara lebih bijak?
- Bagaimana mengetahui kondisi tanaman?
- Bisakah teknologi membantu mengurangi pemborosan?
- Bagaimana lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang lebih ramah bagi tumbuhan dan makhluk hidup lainnya?
- Dan bagaimana memastikan makanan yang dihasilkan atau dikonsumsi tetap aman?
Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, siswa mulai memahami bahwa teknologi bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Teknologi dapat digunakan sebagai alat untuk membantu manusia mengamati masalah, mencari solusi, dan membuat keputusan yang lebih tepat.
Mengenal Smart Farming
Salah satu topik yang diperkenalkan dalam BBA adalah Smart Farming atau pertanian cerdas.
Secara sederhana, Smart Farming merupakan pendekatan dalam pertanian yang memanfaatkan teknologi dan data untuk membantu proses budidaya menjadi lebih efektif dan efisien.
Teknologi dapat membantu manusia memantau berbagai kondisi yang berkaitan dengan tanaman dan lingkungan, misalnya kelembapan tanah, kebutuhan air, kondisi cuaca, hingga pertumbuhan tanaman.
Bagi siswa sekolah dasar, konsep ini tentu tidak harus langsung dipelajari secara rumit.
Yang terpenting adalah anak mulai memahami sebuah prinsip:
Teknologi dapat digunakan untuk mengenali kebutuhan lingkungan dan membantu manusia merawatnya dengan lebih tepat.
Misalnya, daripada menyiram tanaman secara berlebihan, bagaimana jika kita dapat mengetahui apakah tanah masih cukup lembap? Daripada hanya menebak kondisi tanaman, bagaimana jika kita dapat menggunakan data untuk membantu mengambil keputusan?
Pertanyaan seperti ini membuat siswa belajar melihat teknologi dari perspektif yang lebih luas.
- Teknologi bukan hanya tentang komputer atau gawai.
- Teknologi juga dapat menjadi alat untuk merawat bumi.
Lalu, Apa Itu Food Defense?
Selain Smart Farming, siswa juga diperkenalkan dengan konsep Food Defense atau pertahanan pangan.
Food Defense berkaitan dengan upaya melindungi makanan dari berbagai ancaman yang dapat membuat pangan menjadi tidak aman.
Bagi anak-anak, konsep ini dapat dikaitkan dengan hal-hal sederhana yang mereka temui setiap hari.
- Mengapa kita perlu mencuci tangan sebelum makan?
- Mengapa bahan makanan perlu disimpan dengan baik?
- Mengapa kebersihan tempat pengolahan makanan perlu diperhatikan?
- Mengapa makanan tidak boleh diletakkan sembarangan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu anak memahami bahwa keamanan pangan tidak dimulai ketika makanan sudah berada di atas meja.
Keamanan pangan merupakan bagian dari sebuah proses panjang. Mulai dari bagaimana bahan pangan diproduksi, disimpan, diolah, hingga akhirnya dikonsumsi.
Di sinilah siswa dapat melihat hubungan antara lingkungan yang sehat, teknologi, proses produksi pangan, dan kesehatan manusia.
Ketika Teknologi Bertemu Ekosistem
Salah satu hal menarik dari PjBL EcoTech adalah siswa tidak hanya mempelajari teknologi sebagai sebuah konsep. Mereka diajak melihat bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan lingkungan.
Bayangkan lingkungan sekolah sebagai sebuah ekosistem. Di dalamnya terdapat manusia, tumbuhan, tanah, air, udara, serta berbagai makhluk hidup lainnya yang saling berinteraksi.
Jika salah satu bagian terganggu, bagian lainnya dapat ikut terdampak.
Misalnya, penggunaan air yang tidak bijak dapat menyebabkan pemborosan. Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat mengganggu kebersihan lingkungan. Kondisi tanah yang tidak terjaga dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.
Teknologi dapat menjadi salah satu alat untuk membantu mengidentifikasi dan mengatasi persoalan tersebut. Namun, teknologi bukan satu-satunya jawaban. Siswa juga perlu memahami bahwa solusi lingkungan membutuhkan kesadaran, tanggung jawab, dan perubahan kebiasaan manusia.
Teknologi membantu. Manusia yang menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan.
Belajar Bersama Ahli, Memperluas Cara Pandang Anak
Kegiatan Belajar Bersama Ahli (BBA) memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas.
Melalui kehadiran praktisi atau ahli, siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana pengetahuan yang dipelajari di sekolah dapat digunakan dalam kehidupan nyata.
Pada BBA kali ini, Novita Kurnia N., S.Kom., M.Kom. membantu siswa melihat topik Smart Farming dan Food Defense dari perspektif teknologi.
Pengalaman seperti ini penting karena anak dapat memahami bahwa profesi dan ilmu pengetahuan saling terhubung.
- Ilmu komputer dapat bertemu dengan pertanian.
- Teknologi dapat bertemu dengan lingkungan.
- Data dapat membantu pengambilan keputusan.
- Dan pendidikan dapat menjadi awal untuk menciptakan solusi atas persoalan di sekitar kita.
Dengan demikian, anak tidak hanya belajar “apa”, tetapi juga mulai bertanya “mengapa” dan “bagaimana”.
PjBL Membuat Anak Belajar dari Masalah Nyata
Kegiatan BBA ini merupakan bagian dari Project Based Learning (PjBL).
Dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa tidak hanya menerima informasi kemudian mengerjakan soal. Mereka diajak menghadapi sebuah pertanyaan atau permasalahan, melakukan eksplorasi, berdiskusi, mencari informasi, kemudian merancang solusi.
PjBL EcoTech membawa siswa pada konteks yang dekat dengan kehidupan mereka sendiri: lingkungan sekolah.
Dengan Driving Question “Bagaimana teknologi dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di lingkungan sekolah?”, siswa memiliki arah untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan solusi.
Proses tersebut juga melatih berbagai keterampilan penting, seperti:
- Critical thinking, untuk memahami masalah dan mencari penyebabnya.
- Problem solving, untuk merancang solusi yang dapat diterapkan.
- Collaboration, melalui kerja sama dengan teman.
- Communication, ketika menyampaikan ide dan hasil pemikiran.
- Creativity, dalam merancang gagasan baru.
- Literasi teknologi, untuk memahami pemanfaatan teknologi secara bijak.
Keterampilan tersebut merupakan bagian penting dari proses pendidikan karena tantangan masa depan tidak selalu memiliki jawaban yang bisa ditemukan hanya dengan menghafal.
Anak perlu belajar berpikir dan menciptakan solusi.
Dari Sekolah untuk Masa Depan
Apa yang dipelajari kakak-kakak kelas 5 melalui kegiatan ini mungkin terlihat sederhana hari ini. Namun, kebiasaan berpikir yang dibangun dapat menjadi bekal untuk masa depan.
- Ketika melihat tanaman, mereka dapat bertanya bagaimana cara merawatnya dengan lebih baik.
- Ketika melihat air terbuang, mereka dapat berpikir bagaimana cara menghematnya.
- Ketika melihat sampah, mereka dapat mencari cara mengelolanya.
- Ketika menggunakan teknologi, mereka dapat mulai bertanya apakah teknologi tersebut dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.
Inilah salah satu tujuan penting dari pembelajaran: membantu anak menjadi manusia yang peka terhadap masalah di sekitarnya dan berani mencari solusi.
Teknologi yang Digunakan untuk Kebaikan
Perkembangan teknologi akan terus berlangsung. Anak-anak hari ini akan tumbuh di dunia yang semakin terhubung dengan teknologi, data, dan kecerdasan buatan.
Karena itu, mereka tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga perlu belajar menjadi pengguna yang bijak sekaligus pencipta solusi.
Melalui PjBL EcoTech, kakak-kakak kelas 5 diajak melihat bahwa teknologi dapat memiliki peran positif ketika digunakan untuk tujuan yang tepat.
- Menjaga lingkungan.
- Menghemat sumber daya.
- Mendukung pertanian.
- Menjaga keamanan pangan.
- Dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik.
Semua itu berawal dari satu pertanyaan sederhana:
“Bagaimana kita bisa menggunakan apa yang kita punya untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik?”
Terus Bertanya, Terus Mencoba, Terus Menciptakan
Kegiatan Belajar Bersama Ahli bersama Novita Kurnia N., S.Kom., M.Kom. menjadi salah satu pengalaman yang memperkaya perjalanan belajar kakak-kakak kelas 5 SD Islam Bintang Juara.
Semoga setelah kegiatan ini, semakin banyak pertanyaan yang muncul di benak mereka.
Karena anak yang bertanya sedang belajar. Anak yang mencoba sedang bertumbuh. Dan anak yang berani mencari solusi sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi masa depan.
Dari Smart Farming, anak belajar bahwa teknologi dapat membantu merawat kehidupan.
- Dari Food Defense, anak belajar bahwa keamanan pangan membutuhkan perhatian dan tanggung jawab.
- Dari EcoTech, anak belajar bahwa lingkungan di sekitar mereka adalah bagian dari kehidupan yang perlu dijaga.
Dan dari seluruh proses tersebut, mereka belajar satu hal yang sangat penting:
Menjadi bagian dari solusi dimulai dari keberanian untuk peduli, bertanya, dan mencoba.