fbpx

Siapa bilang belajar matematika itu harus serius dan membosankan? Di SD Islam Bintang Juara, belajar justru dibuat menyenangkan dan dekat dengan dunia anak-anak.

Seperti kegiatan BBOT (Bintang Belajar on Tuesday) kali ini yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 2B, dengan tema “Yuk Belajar Bersama Mengenal Pecahan.”

Yang istimewa, sesi ini menghadirkan Ayah Hendrata Febri Aditya, ayah dari kak Adinata, yang dengan penuh semangat berbagi cara seru untuk memahami konsep pecahan.

Pecahan Lewat Gambar: Langkah Awal yang Mudah Dipahami

Kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep pecahan lewat gambar. Ayah Hendra menampilkan berbagai ilustrasi yang sederhana dan menarik—mulai dari potongan buah, kue, hingga bentuk lingkaran yang dibagi menjadi beberapa bagian.

Dengan cara ini, anak-anak bisa melihat langsung hubungan antara “bagian” dan “keseluruhan” tanpa harus terpaku pada angka semata.

Kalau donat ini dibagi dua, berarti masing-masing dapat setengah ya, Kak!” ujar Ayah Hendra sambil menggambar donat di papan tulis.
Anak-anak pun antusias menebak, menyebut “satu per dua!” sambil mengacungkan tangan tinggi-tinggi.

Demonstrasi Donat: Pecahan yang Bisa Dimakan

Bagian paling seru tentu saat demonstrasi membagi donat!

Setiap anak memperhatikan dengan seksama ketika donat dibagi menjadi dua bagian sama besar. Dari situ, mereka belajar tentang pecahan setengah (½) secara nyata.

Ada yang tertawa karena “setengah donat” ternyata masih bisa dimakan, ada juga yang penasaran kalau donatnya dibagi empat, apakah ukurannya makin kecil?

Melalui pengalaman konkret ini, anak-anak belajar bahwa pecahan bukan sekadar angka—melainkan cara untuk memahami pembagian dari sesuatu yang utuh.

Kertas Warna-Warni Jadi Media Belajar Kreatif

Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan praktik melipat dan memotong kertas warna-warni. Kakak kelas 2B diminta melipat kertas menjadi dua bagian, empat bagian, hingga tiga dari empat bagian. Dari aktivitas sederhana ini, mereka belajar tentang 1, ½, ¼, dan ¾, sekaligus mengenal mana yang disebut pembilang dan mana yang disebut penyebut.

Dengan pendekatan visual dan kinestetik seperti ini, anak-anak tidak hanya menghafal, tapi benar-benar memahami makna setiap pecahan melalui pengalaman langsung.

Manfaat Belajar Pecahan dengan Cara Kontekstual

Kegiatan BBOT kali ini bukan sekadar belajar matematika, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mendalam yang menumbuhkan berbagai dimensi kemampuan anak, seperti:

1. Menguatkan Literasi Numerasi

Anak belajar menggunakan angka dalam konteks nyata, memahami hubungan bagian dan keseluruhan, serta berpikir logis saat membagi benda menjadi beberapa bagian.

2. Melatih Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif

Dengan mencoba berbagai cara membagi donat atau melipat kertas, anak dilatih untuk menemukan solusi dan memahami konsep melalui eksperimen sederhana.

3. Menumbuhkan Kolaborasi dan Rasa Percaya Diri

Kegiatan dilakukan dalam suasana kolaboratif — anak berdiskusi, menebak, dan belajar bersama. Masing-masing diberi kesempatan untuk berbagi hasil lipatannya atau menjelaskan pecahan yang ia temukan.

4. Membantu Guru Melihat Tahap Perkembangan Siswa

Melalui aktivitas ini, guru dapat mengamati sejauh mana pemahaman numerasi setiap anak berkembang, serta menyesuaikan strategi pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna.

Kesimpulan: Belajar yang Bermakna, Menyenangkan, dan Dekat dengan Dunia Anak

Dari donat hingga kertas warna-warni, anak-anak kelas 2B telah belajar banyak tentang pecahan tanpa merasa sedang “belajar matematika.”
Pendekatan kontekstual seperti ini membantu anak memahami konsep secara alami, berani bereksperimen, dan belajar berpikir logis sejak dini.

Kegiatan BBOT bersama Ayah Hendra bukan hanya memberikan ilmu baru, tapi juga menghadirkan inspirasi bahwa setiap orang tua bisa menjadi bagian dari proses belajar anak di sekolah.

Dengan cara yang menyenangkan, SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran mendalam yang membentuk pemahaman, karakter, dan rasa ingin tahu anak.*** (CM-MRT)