fbpx
Ayo Ikuti dan Ramaikan Fun Match Bintang Juara Futsal!

Ayo Ikuti dan Ramaikan Fun Match Bintang Juara Futsal!

Ayah Bunda dan Sahabat Bintang, dalam rangka menjalin silaturahim dengan sekolah di lingkungan sekitar, SD Islam Bintang Juara mengadakan kegiatan Fun Match Bintang Juara Futsal. Ayo, siapa yang suka bermain futsal? Segera daftarkan tim Sahabat Bintang ya.

Ayah Bunda dan Bapak Ibu Guru yang memiliki putra-putri atau murid dengan potensi di bidang futsal, ayo ajak kakak shalih-shalihah turut serta dalam kegiatan ini. Informasi selengkapnya, silakan baca artikel ini hingga tuntas ya.

FAQ tentang Fun Match Bintang Juara Futsal

Pastinya Ayah Bunda, Bapak Ibu Guru dan Sahabat Bintang sudah tidak sabar ya, ingin tahu lebih lanjut tentang teknis pendaftaran, pelaksanaan dan segala hal tentang Fun Match Bintang Juara Futsal? Yuk, baca penjelasan di bawah ini satu per satu.

1. Berapakah jumlah tim yang akan bertanding?

Jumlah yang akan bertanding maksimal 8 tim, termasuk tim dari SD Islam Bintang Juara. Maka masih  terbuka pendaftaran untuk 7 tim dari sekolah lain.

2. Adakah syarat untuk menjadi peserta Fun Match  Bintang Juara Futsal?

Tentu saja ada dong. Berikut ini syarat-syaratnya:

  • Peserta merupakan tim futsal tingkat SD/MI atau sederajat yang berdomisili di Semarang.
  • Peserta merupakan siswa kelas 1 – 6 tingkat SD/MI atau sederajat yang terdaftar sebagai siswa tahun ajaran 2022-2023.
  • Masing-masing peserta wajib mengunggah foto di form pendaftaran (akan dicek oleh panitia).

3. Sampai kapan pendaftaran dibuka?

Periode pendaftaran dibuka mulai 4 – 15 Juni 2023.

4. Berapakah biaya pendaftaran?

Biaya pendaftarannya Rp 250.000,- / tim. Silakan biaya tersebut dibayarkan melalui transfer bank ke rekening BNI 0738220553 atas nama SD Islam Bintang Juara.

5. Bagaimana cara pendaftarannya?

Lengkapi persyaratan yang diminta, setelah itu silakan mendaftar melalui link berikut: https://bit.ly/PendaftaranFunMatchBintangJuara.

6. Apa akan ada Technical Meeting yang diselenggarakan?

Ya, tentu saja ada.

Technical meeting insya Allah akan diselenggarakan pada hari Kamis, 15 Juni 2023, pukul 14.00 WIB – Selesai. Kegiatan ini akan dilaksanakan di SD Islam Bintang Juara, Jalan Dewi Sartika No.17 A, Sukorejo, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50221.

Lokasi bisa dicek via Google Map di sini: https://goo.gl/maps/XiSbqZNMG84PTVaF9.

7. Kapankah pertandingan akan diselenggarakan?

Pertandingan insya Allah akan digelar pada hari Minggu, 18 Juni 2023, pukul 07.30 WIB – Selesai. Fun Match Bintang Juara Futsal akan berlokasi di Lapangan Merdeka Futsal, Jalan Taman Siswa, Gang Nangka, Sekaran, Gunungpati, Semarang. Silakan bisa mengintip lokasinya via map di sini: https://maps.app.goo.gl/CXcSPK413By8sTgD7.

8. Syarat-syarat pertandingannya apa sajakah?

  • Setiap tim futsal terdiri atas minimal 5 (lima) pemain dan maksimal 12 (dua belas) pemain.
  • Setiap tim futsal terdiri atas maximal 2 orang official / pelatih.
  • Setiap tim yang akan bertanding hadir 30 menit sebelum pertandingan dimulai.
  • Setiap tim wajib menggunakan jersey bernomor punggung.
  • Setiap pemain mengenakan atribut lengkap (sepatu, kaos kaki, deker, jersey).

9. Bagaimanakah sistem pertandingannya?

  • Sistem pertandingan futsal menggunakan sistem setengah kompetisi.
  • Setiap tim akan dibagi ke dalam dua grup, yaitu grup A dan grup B.
  • Setiap tim yang menjadi juara grup dan runner up grup melaju ke babak selanjutnya.
  • Pada babak semifinal pemenang grup A akan menghadapi runner up grup B dan pemenang grup akan menghadapi runner up grup A.
  • Setiap tim yang menang pada babak semifinal akan melaju ke babak final untuk merebutkan juara 1 dan 2,  sedangkan tim yang kalah pada babak semifinal akan memrebutkan posisi ke 3 dan 4.
  • Waktu pertandingan 10 x 2 menit dengan istirahat 5 menit.

10. Adakah sanksi yang diberlakukan dalam pertandingan?

Pastinya ada dong, Sahabat Bintang. Catat baik-baik ya:

  • Tim akan dinyatakan WO apabila tidak hadir dalam lapangan setelah 2 menit pemanggilan.
  • Pemain yang memperoleh 2 kartu kuning pada saat pertandingan yang sama, tidak diperbolehkan bermain satu kali pada pertandingan berikutnya.
  • Pemain yang memperoleh kartu merah langsung pada saat pertandingan yang sama, tidak boleh bermain pada dua kali pertandingan berikutnya.
  • Pada babak final, pemain yang mendapatkan hukuman kartu akan mendapatkan pemutihan.
  • Pemain yang tidak mengenakan atribut lengkap tidak diizinkan bermain hingga memenuhi syarat.

11. Mau tahu dong hadiahnya apa saja ya?

Sebuah informasi yang dinanti-nanti oleh Ayah Bunda, Bapak Ibu Guru, Sahabat Bintang dan kakak shalih-shalihah ya? Tentu saja ada hadiahnya, tetapi sesuai dengan tema yang diangkat pada pertandingan persahabatan ini; Badan Sehat, Ukhuwah Erat.

Hadiah yang diberikan hanyalah bonus dan apresiasi untuk ikhtiar terbaik Sahabat Bintang. Sejatinya, hadiah utama dari Fun Match Bintang Juara Futsal adalah menambah pertemanan dan menjalin silaturahim.

Berikut ini hadiah yang bisa Sahabat Bintang dapatkan apabila mengikuti Fun Match Futsal:

  • Juara I : Piala + Uang Pembinaan Sejumlah Rp. 500.000,-
  • Juara II : Piala + Uang Pembinaan Sejumlah Rp. 350.000,-
  • Juara III : Piala + Uang Pembinaan Sejumlah Rp. 250.000,-

12. Kalau mau tanya-tanya bisa hubungi siapa ya?

Boleh banget kok kalau Ayah Bunda, Bapak Ibu Guru atau Sahabat Bintang mau bertanya-tanya lebih lanjut tentang pertandingan persahabatan ini. Silakan bisa langsung menghubungi Bu Linda melalui nomor WhatsApp: 0857 – 2501 – 8013.

Demikian informasi mengenai Fun Match Bintang Juara Futsal. Ditunggu ya partisipasi Sahabat Bintang dan kakak shalih-shalihah pada tanggal 18 Juni 2023. Buat yang mau jadi supporter juga boleh lo datang ke lokasi pertandingan. Sampai jumpa dan salam olahraga***

Alhamdulillah, Tasmi’ Juz 30 dan Juz 1 Telah Berlangsung Lancar di SD Islam Bintang Juara

Alhamdulillah, Tasmi’ Juz 30 dan Juz 1 Telah Berlangsung Lancar di SD Islam Bintang Juara

Salah satu program unggulan dari SD Islam Bintang Juara adalah Program Tahfiz. Selain belajar membaca Al Quran, kakak shalih-shalihah juga dibiasakan untuk menghafal Al Quran.

Setiap pagi sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, kakak shalih-shalihah secara bergantian memimpin murojaah surat-surat pendek setelah membaca Asmaul Husna dan Doa Pagi. Bagi yang mengikuti ekstrakurikuler Tahfiz, kakak shalih-shalihah akan mendapat bimbingan langsung dari guru mengaji usai jam tidur siang setiap hari Senin, Selasa dan Kamis.

Walaupun bukan lembaga tahfiz, SD Islam Bintang Juara berharap kakak shalih-shalihah telah tuntas menghafal minimal dua juz saat kelulusan. Kami tidak berorientasi pada banyak-banyakan jumlah juz yang bisa dituntaskan, tetapi lebih kepada bagaimana kakak shalih-shalihah mampu menginternalisasi ayat-ayat yang telah dihafalnya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menguji seberapa kuat hafalan kakak shalih-shalihah, setiap semester sekali diadakan tasmi’ Al Quran. Nah, pada hari Jumat – Sabtu, 9 – 10 Juni 2023 telah berlangsung Tasmi’ Juz 30 dan 1. Seperti apakah kegiatan ini berlangsung?

Tasmi’ Juz 30 dan Juz 1 Semester II Tahun Pelajaran 2022 – 2023

Tasmi’ Al Quran merupakan kegiatan memperdengarkan hafalan yang dimiliki oleh kakak shalih-shalihah di hadapan guru mengaji dan kedua orang tuanya. Kakak shalih-shalihah harus menyampaikan hafalannya dalam sekali duduk.

Guru mengaji akan menyimak hafalan yang diperdengarkan kakak shalih-shalihah. Apabila ada kesalahan yang dilakukan oleh kakak shalih-shalihah, guru mengaji akan mengoreksinya.

Tasmi’ Al Quran di SD Islam Bintang Juara berlangsung dari jam 07.30 – 12.15. Peserta tasmi’ dan kedua orang tua yang mendampingi mengenakan busana muslim bernuansa putih. Bagi kakak shalih, dianjurkan untuk mengenakan lenangan panjang dan peci.

Peserta Tasmi’ Al – Qur’an dianjurkan untuk berwudhu dari rumah, supaya mendapat keberkahan dari Allah SWT. Rentang waktu untuk menyimak hafalan kakak shalih-shalihah antara 50 – 90 menit.

Ayah Bunda yang mendampingi kakak shalih-shalihah dianjurkan untuk menyimak dengan tenang, tetapi tidak diperkenankan untuk mengoreksi bacaannya. Hanya guru mengaji yang diperkenankan untuk membetulkan bacaan. Dalam hal ini Ustadz Ahmad Nur Sahid Al Hafidz dan Ustadz Zakki Akmal. Al Hafidz.

Kakak shalih-shalihah peserta tasmi’ memulai penampilan tasmi’nya dengan membaca Ta’awudz dan Basmallah, dilanjutkan Surah Al Fatihah. Baru kemudian membacakan juz hafalannya. Peserta Tasmi’ Al – Qur’an dianjurkan membaca dengan Tartil yaitu sesuai dengan Makhraj dan Tajwidnya.

Selain itu kakak shalih-shalihah para peserta Tasmi’ Al Quran juga dianjurkan membaca dengan suara yang lantang dan jelas. Sementara itu, guru mengaji yang menyimak akan mencatat terkait berapa kali kakak shalih-shalihah dibantu dan di ayat berapa peserta Tasmi’ Al – Qur’an merasa kesulitan.

Peserta Tasmi’ Al Quran pada Hari Jum’at, 9 Juni 2023

Berikut ini peserta tasmi’ pada hari Jum’at, 9 Juni 2023:

tasmi' al quran hari jumat 9 juni 2023

  • Aulia Fatin Azzahra (Kelas 3), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Zakki Akmal A.H
  • Layana Rizan Shafina (Kelas 6), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Ahmad Nur Sahid,A.H
  • Yuannisa Nareswari (Kelas 4B), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Zakki Akmal A.H
  • Adrian Ghathfan El Faried (Kelas 4B), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Ahmad Nur Sahid,A.H
  • Qaisarah Zafarina Azzizatunnisa (Kelas 4A), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Zakki Akmal A.H
  • Masha Latifa Kamila (Kelas 1), mentasmi’kan Juz 1, disimak oleh Ustadz Ahmad Nur Sahid, A.H

Peserta Tasmi’ Al Quran pada Hari Sabtu, 10 Juni 2023

Adapun peserta tasmi’ pada hari Sabtu. 10 Juni 2023, yaitu:

tasmi' al quran hari sabtu 10 juni 2023

  • Wulan Suci Rahmadani (Kelas 6), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Zakki Akmal A.H
  • Muhammad Hanif Ramadhan (Kelas 6), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz  Ahmad Nur Sahid,A.H
  • Qowwi Tamassuki Bil Urwah A (Kelas 6), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Zakki Akmal A.H
  • Arkana Azzam Putra Wibowo (Kelas 6), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Ahmad Nur Sahid,A.H
  • Maulana Ihsan Erlangga (Kelas 6), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Zakki Akmal A.H
  • Azzahra Fathiya Malika (Kelas 4A), mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Ahmad Nur Sahid,A.H

Arkana Azzam Putra Wibowo, mentasmi’kan Juz 30, disimak oleh Ustadz Ahmad Nur Sahid,A.H

Alhamdulillah kegiatan Tasmi’ Al Quran Juz 30 dan Juz 1 pada hari Jum’at – Sabtu, 9 – 10 Juni 2023 berjalan dengan lancar. Kami doakan semoga kakak shalih-shalihah yang belum Tasmi’ bisa segera menyusul ya.

Pastikan tetap bersemangat dalam menghafal ya, kakak shalih-shalihah, karena insya Allah ada banyak kebaikan bertaburan bagi para penghafal Al Quran. Tak lupa senantiasa jaga hafalannya dengan mengaplikasikan ayat-ayat yang telah dihafal dalam kehidupan sehari-hari.

Sampai jumpa pada Catatan Bintang Juara berikutnya, Ayah Bunda. Tetap semangat dalam mendampingi kakak shalih-shalihah murojaah dan menambah hafalan ya hingga nanti bisa mengikuti Tasmi’ Juz 30 dan Juz 1.***

Gedung SD Islam Bintang Juara Digunakan untuk Lomba Gugus PAUD Kecamatan Gunungpati

Gedung SD Islam Bintang Juara Digunakan untuk Lomba Gugus PAUD Kecamatan Gunungpati

Pada hari Rabu, 7 Juni 2023 telah terselenggara Lomba Gugus PAUD Kecamatan Gunungpati yang bertempat di basement Gedung B SD Islam Bintang Juara. Walaupun lomba ini diperuntukkan bagi Gugus PAUD, SD Islam Bintang Juara membuka tangan lebar-lebar bagi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan bagi lahirnya pendidikan yang berkualitas.

Sejak pukul 08.00, peserta lomba dan para pendukungnya mulai berdatangan ke SD Islam Bintang Juara. Mengenakan baju putih, bawahan hitam dan kerudung cokelat, peserta dan pendukung yang semuanya perempuan ini menampilkan wajah yang ceria, khas karakter guru-guru PAUD.

sambutan lomba gugus paud

Setelah pembukaan yang dipimpin oleh MC, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ibu Yayuk yang mewakili Korsatpen Gunungpati, Bapak Eddy Soetono, M.Pd. Selanjutnya, sambutan oleh Ibu Niken, staf bidang kurikulum Dinas Pendidikan Kota Semarang, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Sebelum memasuki acara inti, Ibu Ismi selaku perwakilan dewan juri memberikan sambutan yang berisi tentang alasan diselenggarakannya Lomba Gugus PAUD Kecamatan Gunungpati. Adapun pelaksanaan lomba sebetulnya sudah berlangsung sejak bulan Mei lalu. Berikut ini timeline lombanya:

  • 1-22 Mei: Para peserta mengunggah dokumen persyaratan lomba ke link Google Form yang telah ditentukan.
  • 23 – 30 Mei: Proses verifikasi & penyisihan
  • 31 Mei: Pengumuman Semi Final
  • 6 – 19 Juni: Visitasi

Berdasarkan hasil verifikasi, masih banyak data yang kurang lengkap. Oleh karenanya sebelum maju ke final tingkat kota, diadakan dulu presentasi dari para finalis di tingkat kecamatan. Tujuan diadakannya presentasi ini adalah untuk melengkapi file dan dokumentasi yang belum sempat diunggah melalui form.

Setiap finalis diberikan waktu 15 menit untuk menyampaikan presentasinya. Masing-masing gugus harus diwakili Ketua Gugus saat presentasi. Setiap gugus wajib membawa maksimal 8 orang perwakilan dari sekolah inti dan sekolah imbas.

Penilaian juri dalam lomba ini meliputi penguasaan materi, inovasi kegiatan baik di lembaga inti, lembaga imbas dan gugusnya, serta manajemen waktu dalam memaparkan presentasinya. Adapun dewan juri yang memberikan penilaian pada lomba gugus PAUD kecamatan Gunungpati ialah;

dewan juri lomba gugus kecamatan gunungpati

  • bu Ismi, perwakilan dari PKG (Pusat Kegiatan Gugus)
  • Bu Evi, perwakilan dari HIMPAUDI
  • bu Eni, perwakilan dari IGTKI

Pada sesi presentasi ini ada tujuh gugus yang terpilih menjadi finalis dan diberi kesempatan untuk mempresentasikan profil serta kegiatan gugusnya. Setelah dilakukan pengundian, berikut ini urutan penampil presentasi:

  1. Gugus Durian
  2. Gugus Manggis
  3. Gugus Mangga
  4. Gugus Nangka
  5. Gugus Jeruk
  6. Gugus Rambutan
  7. Gugus Nanas

Acara berlangsung sangat meriah. Perwakilan tiap gugus menampilkan usaha terbaiknya. Kepala PAUD Islam Bintang Juara, Miss Meliya Indriani, S.Pd., mendapat kesempatan presentasi di akhir, mewakili Gugus Nanas.

penampilan gugus nanas di lomba gugus kecamatan gunungpati

Siapakah pemenangnya? Sayangnya lomba belum usai, Ayah Bunda. Presentasi yang dilakukan ketujuh finalis di Basement Gedung B SD Islam Bintang Juara ini hanya salah satu bentuk penilaian. Nantinya penilaian pada hari ini akan diakumulasikan dengan dokumen-dokumen yang sudah dikumpulkan sebelumnya.

Mohon doakan agar Gugus Nanas yang menjadi ‘rumah’ bagi PAUD Islam Bintang Juara bisa meraih hasil yang terbaik ya, Ayah Bunda. Akhir kata, SD Islam Bintang Juara mengucapkan selamat kepada seluruh finalis lomba Gugus PAUD Kecamatan Gunungpati yang telah menunjukkan usaha terbaiknya. Semoga mendapat hasil sesuai yang diinginkan.***

Calon Pemimpin Muslim Mengenal Filosofi Wayang Bersama Bapak Agus Basuki

Calon Pemimpin Muslim Mengenal Filosofi Wayang Bersama Bapak Agus Basuki

Ayah Bunda, sebagai Calon Pemimpin Muslim yang tinggal di Jawa Tengah, kakak shalih-shalihah perlu dikenalkan dengan budaya Jawa. Oleh karenanya pada hari Senin, 29 Mei 2023, diselenggarakan kegiatan “Belajar Bersama Ahli” yang mengangkat tema “Mengenal Filosofi Wayang.”

Ahli yang didatangkan pada hari itu untuk menemani kakak shalih-shalihah kelas 2 – 5 belajar mengenai budaya Jawa adalah Bapak Agus Basuki, S.Pd.  Beliau adalah sosok yang menyebut dirinya sebagai Pelaku Budaya. Bapak Agus memiliki pengetahuan yang luas tentang budaya Jawa.

Apa saja ya yang dipelajari kakak shalih-shalihah bersama Bapak Agus Basuki? Simak catatan  Bintang Juara hingga akhir ya, Ayah Bunda.

Mengapa Calon Pemimpin Muslim Perlu Mengenal Budaya Jawa?

Sebelum kami mengajak Ayah Bunda untuk mengetahui hal-hal yang dipelajari kakak shalih-shalihah selama kegiatan “Belajar Bersama Ahli,” yuk terlebih dahulu mengenali mengapa Calon Pemimpin Muslim perlu mempelajari kebudayaan tempat mereka tinggal. Setidaknya ada tiga alasan yang menguatkan mengapa Calon Pemimpin Muslim sebaiknya belajar kebudayaan di tempat mereka tinggal:

1. Memahami Budaya Setempat Agar Berdakwah Lebih Mudah

Dalam Al Quran Surat Ibrahim ayat 4, Allah SWT berfirman;

quran surat ibrahim ayat 4

“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”

Dari ayat tersebut, Ayah Bunda bisa mengambil kesimpulan bahwa Allah SWT menurunkan para rasul yang berasal dari kaum tersebut. Tentu saja agar saat berdakwah, rasul tersebut bisa menyampaikan firman-firman Allah SWT dengan bahasa yang dipahami oleh kaumnya.

Sebagai Calon Pemimpin Muslim, kelak kakak shalih-shalihah akan terjun ke masyarakat dan memilih ladang dakwahnya masing-masing. Dalam menjalani perannya, tentu kakak shalih-shalihah akan lebih mudah masuk ke dalam masyarakat Jawa apabila mereka memahami budaya Jawa.

Sebagaimana para Walisanga yang berdakwah melalui budaya, seperti wayang, tembang dan gamelan. Maka diharapkan dengan kakak shalih-shalihah memahami budaya tempat mereka dilahirkan atau tempat mereka kini menetap, bisa membantu mereka kelak dalam menyelami masyarakat hingga bisa berdakwah secara tepat.

2. Memahami Budaya, Cara Calon Pemimpin Muslim untuk Saling Mengenal

Termaktub dalam Al Quran Surat Al-Hujurat: 13;

quran surat al hujurat ayat 13

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu sekalian terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kalian terdiri dari berbagai bangsa dan suku, supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di hadapan Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui nan Mahateliti.”

Dari ayat tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan bahwasanya Allah SWT menciptakan manusia dalam berbagai bangsa dan suku agar saling mengenal satu sama lain. Nah, cara terbaik dalam saling mengenal adalah mempelajari bahasa dan budaya bangsa orang-orang yang ada di sekitar kita dengan baik.

Jadi semisal kakak shalih-shalihah tidak lahir di Jawa, dan tinggal di kota Semarang karena mengikuti orang tua, Ayah Bunda bisa memberikan semangat kepada kakak shalih-shalihah dalam mempelajari budaya Jawa dalam rangka agar lebih mengenal teman-temannya.

Diharapkan dengan mengenal budaya tempat ia tinggal, kakak shalih-shalihah jadi tahu bahwa di dunia, Indonesia khususnya, memiliki keragaman budaya. Sebagai Calon Pemimpin Muslim tentunya kakak shalih-shalihah diharapkan bisa menerima perbedaan budaya yang ada, sehingga tumbuh sikap toleransi dan tepa selira di antara mereka.

3. Belajar Budaya untuk Memahami Masyarakat

Dari Zaid bin Tsabit berkata: bahwa Rasulullah saw memerintahkanku untuk mempelajari bahasa orang-orang Yahudi, beliau bersabda: Demi Allah aku tidak percaya kepada orang-orang Yahudi atas suratku, Zaid berkata; setelah setengah bulan aku belajar bahasa tersebut aku dapat menguasainya, apabila beliau hendak mengirim surat kepada orang-orang Yahudi aku menulisnya untuk mereka, dan apabila mereka mengirim surat kepada beliau maka aku membacakan surat mereka untuk beliau. (HR. Imam Tirmidzi)

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi pada kitab sunan Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW meminta salah seorang sahabatnya, Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa yang digunakan oleh orang-orang Yahudi. Hal itu dikarenakan agar Zaid bin Tsabit bisa memahami surat-surat yang dikirim oleh orang-orang Yahudi.

Belajar dari hadits tersebut, insya Allah semakin menguatkan kenapa mempelajari budaya di mana kakak shalih-shalihah tinggal penting dilakukan. Tentu saja agar kakak shalih-shalihah bisa memahami karakter masyarakat tersebut.

pentingnya belajar budaya

Saat kakak shalih-shalihah telah memahami karakter masyarakatnya, insya Allah kakak shalih-shalihah bisa lebih mudah masuk ke tengah-tengah masyarakat tersebut. Dampaknya, saat kakak shalih-shalihah ingin berdakwah ataupun ingin menyampaikan pendapat, akan lebih didengar dan dihargai.

Mengenal Filosofi Wayang bersama Bapak Agus Basuki, S.Pd.

Semoga setelah Ayah Bunda memahami mengapa Calon Pemimpin Muslim perlu belajar Budaya Jawa, Ayah Bunda bisa lebih semangat dalam mendampingi kakak shalih-shalihah belajar kebudaayan Jawa, khususnya Jawa Tengah, sebagai provinsi di mana SD Islam Bintang Juara berlokasi.

Dalam kegiatan “Belajar Bersama Ahli”, Bapak Agus Basuki, S.Pd. membagikan materinya dalam beberapa bagian:

1. Budaya Jawa

Pada bagian awal, Bapak Agus Basuki menjelaskan apa yang disebut dengan budaya Jawa. Dalam hal ini, beliau memperkenalkan kepada kakak shalih-shalihah tentang budaya subasita Jawa yang berkaitan dengan tri laku utama, meliputi tata basa, tata laksita dan tata busana.

busana adat jawa

2. Tata Busana

Salah satu keunggulan budaya Jawa adalah filosofi di setiap unsurnya, termasuk dalam pakaian adat Jawa.  Oleh karenanya, pada hari “Belajar Bersama Ahli” berlangsung, Bapak Agus Basuki sengaja mengenakan busana adat Jawa agar bisa menjelaskan secara langsung mengenai simbol dan makna/ filosofi di dalam pakaian tersebut.

Sebagaimana yang disampaikan oleh dr. Amir Zuhdi dalam webinar ‘Neuroteaching, Pembelajaran Ramah Otak Anak’, bahwasanya otak anak SD agar berkembang kecerdasannya perlu pembelajaran yang nyata. Yaitu dengan cara diperlihatkan dan ditunjukkan secara langsung.

Dengan melihat langsung busana adat Jawa secara lengkap, dan mendapat pemaparan mengenai makna simbol-simbolnya, insya Allah kakak shalih-shalihah akan lebih mudah menerima dan merekam informasi tersebut dalam memorinya.

3. Wayang

Selain belajar tentang filosofi busana adat Jawa, kakak shalih-shalihah juga belajar mengenal filosofi wayang. Bapak Agus Basuki, S.Pd. pertama-tama menjelaskan tentang apa itu wayang, kemudian dilanjutkan memberikan informasi peran wayang  sebagai media dakwah agama Islam oleh Kanjeng Sunan Kalijaga.

Bapak Agus Basuki juga menjelaskan mengenai hubungan wayang dengan ajaran-ajaran Islam. Misalnya, Pandawa yang berjumlah lima merupakan simbol dari keberadaan rukun Islam, Panakawan sebagai simbol kesederhanaan dan kerendahan hati, dsb.

wayang kulit bersama agus basuki, S.Pd.

Narasumber yang menjelaskan dirinya sebagai Pelaku Budaya ini juga menginformasikan bahwa wayang adalah tontonan dan tuntunan. Dilambangkan dengan keberadaan Kurawa dan Pandawa, sebagai simbol hancurnya keburukan oleh kebaikan, sama seperti dalam perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Selain mendengarkan paparan dari Bapak Agus Basuki, kakak shalih-shalihah juga mendapat kesempatan untuk memainkan wayang. Bagian ini adalah hal yang paling dinanti. Kakak shalih-shalihah mendapat pengalaman baru yang insya Allah akan terekam hingga dewasa.

Selanjutnya Bapak Agus Basuki memainkan cerita wayang berjudul Dewa Ruci.  Cerita Dewa Ruci menggambarkan perjuangan siswa dalam menggapai cita-cita. Bentuk bakti Bima kepada Resi Drona, gurunya, yaitu dengan menumbuhkan sikap pantang menyerah.

Cerita ini dipilih oleh Bapak Agus Basuki dalam rangka untuk memberikan wewarah atau tuntunan mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua dan guru.

Ayah Bunda, berikut ini video dokumentasi saat kakak shalih-shalihah belajar mengenai Filosofi Wayang bersama Bapak Agus Basuki:

Demikianlah Ayah Bunda catatan Bintang Juara tentang kegiatan “Belajar Bersama Ahli” yang mengangkat tema Mengenal Filosofi Wayang. Doakan agar SD Islam Bintang Juara selalu bisa menghadirkan ahli-ahli terbaik untuk memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi kakak shalih-shalihah. Sampai jumpa di cerita-cerita berikutnya.***

Sumber:

  • https://umma.id/article/share/id/9999/644116
  • https://cakradunia.co/news/belajar-bahasa-asing/index.html
  • Juknis dan Materi “Belajar Bersama Ahli pada Senin, 29 Mei 2023”
Webinar Pendidikan bersama dr. Amir Zuhdi bertema Neuroteaching, Pembelajaran Ramah Otak Anak

Webinar Pendidikan bersama dr. Amir Zuhdi bertema Neuroteaching, Pembelajaran Ramah Otak Anak

Ayah Bunda, pernahkah merasa jengkel karena anak malas-malasan dalam belajar?

Bapak ibu guru, pernahkah merasa lelah karena siswa tidak kunjung mengerti apa yang kita ajarkan?

Eits… tenang ayah bunda, bapak ibu guru, jangan terburu-buru merasa lelah dan jengkel dengan anak kita ataupun siswa kita.

Bisa jadi anak ataupun siswa kita belum memahami apa yang telah kita ajarkan dan contohkan, karena cara kita dalam mendidik mereka belum selaras dengan kebutuhan perkembangan otak mereka. Atau dapat pula disebut pembelajaran yang belum ramah otak anak.

Yuk hadir dan ikuti Webinar Pendidikan bersama dr. Amir Zuhdi (pakar Neuroscience, Neuroparenting, Neuroteaching, dan Neuroleadership), bertajuk Neuroteaching, Pembelajaran Ramah Otak Anak. Insya Allah akan diselenggarakan pada:

Hari/ Tanggal: Ahad, 28 Mei 2023
Waktu: 09.00 – 12.00 WIB
Lokasi: Live on Zoom dan Youtube SD Islam Bintang Juara

Selain mendapatkan ilmu neuroteaching dari dr. Amir Zuhdi, Ayah Bunda dan Bapak Ibu Guru juga akan mendapat sharing wawasan dan pengalaman dari Ibu Dyah Indah Noviyani S.Psi., M.Psi., Psikolog atau akrab disapa Bunda Vivi Psikolog.

Bunda Vivi Psikolog akan berbagi inspirasi selama mendampingi para guru dan orang tua siswa PAUD & SD Islam Bintang Juara dalam merancang dan menerapkan kegiatan belajar yang bermakna dan selaras dengan kebutuhan perkembangan otak anak.

Insya Allah melalui webinar ini Ayah Bunda dan Bapak Ibu Guru akan mendapat informasi tentang;

  • Tahapan dalam tumbuh kembang otak sehingga bisa mengoptimalkan kecerdasan anak.
  •  Aktivasi sirkuit Otak Ajar sebagai sarana untuk membangun motivasi belajar anak.
  •  Merancang Kurikulum Ramah Otak sebagai panduan dalam kegiatan belajar-mengajar.

Menarik dan sayang untuk dilewatkan, bukan?

Webinar ini TERBUKA untuk UMUM dan GRATIS.
Segera daftarkan diri Ayah Bunda dan Bapak Ibu Guru di form berikut: PENDAFTARAN WEBINAR NEUROTEACHING dr. AMIR ZUHDI.

Tersedia E-Certificate bagi seluruh peserta, dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Semakin banyak guru dan orang tua yang menyimak webinar ini, Insya Allah semakin banyak anak yang semangat belajar dan siap menjadi pembelajar sepanjang hayat! MARI KITA SHARE INFO INI.

webinar pendidikan bersama dr. Amir Zuhdi bertema Neuroteaching

Visitasi Bermakna Mahasiswa PAI UNWAHAS ke SD Islam Bintang Juara

Visitasi Bermakna Mahasiswa PAI UNWAHAS ke SD Islam Bintang Juara

Pukul 08.00 pagi pada hari Rabu, 17 Mei 2023 bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional, SD Islam Bintang Juara menyambut kedatangan tamu istimewa dari Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS). Sejumlah tiga puluh mahasiswa terjadwal untuk hadir ke Sekolah Penggerak Angkatan II Kecamatan Gunung Pati ini untuk melakukan observasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua setengah jam tersebut, diharapkan menjadi Visitasi Bermakna Mahasiswa PAI UNWAHAS. Seperti apakah rangkaian kegiatan dan pembelajaran penuh makna apa saja yang didapat melalui visitasi ini? Yuk, Ayah Bunda ikuti catatan Bintang Juara hari ini.

Momen Observasi Mahasiswa PAI UNWAHAS ke Kelas-kelas

Para mahasiswa PAI (Pendidikan Agama Islam) UNWAHAS disambut langsung oleh Ibu Nur Shofwatin Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara di Basement Gedung B. Bu Ni’mah memberikan paparan pembuka secara singkat sebelum ketigapuluh mahasiswa tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan observasi di kelas-kelas.

30 mahasiswa dibagi menjadi tujuh kelompok sebagai berikut;

5 mahasiswa observasi di kelas 1A

  • 5 mahasiswa observasi di kelas 1B
  • 5 mahasiswa observasi di kelas 2
  • 4 mahasiswa observasi di kelas 3
  • 5 mahasiswa observasi di kelas 4B
  • 5 mahasiswa observasi di kelas 5
  • 2 mahasiswa observasi di kelas 6

momen observasi mahasiswa PAI UNWAHAS

Dalam melakukan proses observasi, mahasiswa yang mendapat tugas di kelas 1A dan 1B didampingi oleh Bu Fia. Sementara itu, mahasiswa yang bertugas di kelas 2 dan 4B didampingi oleh Bu Ni’mah. Untuk mahasiswa yang observasi di kelas 3 dan 5 didampingi oleh Bu Siti.

Sebelum dipersilakan menuju ke kelas masing-masing, Bu Ni’mah memberikan tantangan untuk menemukan manakah murid yang memiliki special needs. Hal ini berhubungan dengan tujuan observasi yang dilakukan para mahasiswa PAI UNWAHAS untuk mengamati pendampingan SD Islam Bintang Juara kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Para mahasiswa PAI UNWAHAS diberikan waktu observasi selama 20 menit. Sepanjang proses tersebut, mahasiswa ada yang asyik mengamati kegiatan di dalam kelas, ada pula yang mencatat beberapa hal menarik di bukunya. Tak sedikit pula yang aktif bertanya-tanya terkait proses KBM kepada wali kelas.

Serunya Diskusi pada Visitasi Bermakna Mahasiswa PAI UNWAHAS

20 menit berlalu dengan cepat, para mahasiswa PAI UNWAHAS kembali ke Basement Gedung B. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Bu Ni’mah.

Selain memberikan informasi-informasi tambahan yang bisa melengkapi wawasan mahasiswa PAI UNWAHAS terkait pendampingan ABK di SD islam Bintang Juara, bu Ni’mah juga membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan. Alhamdulillah, diskusi mengalir dengan asyik dan hangat.

momen diskusi mahasiswa PAI UNWAHAS dengan kepala SD Islam Bintang Juara

Berikut ini beberapa catatan menarik dari proses diskusi pada rangkaian acara visitasi bermakna PAI UNWAHAS ke SD Islam Bintang Juara:

1. Mengapa SD Islam Bintang Juara Menerima ABK?

Tidak semua sekolah berani menerima ABK. Hal tersebut yang justru menguatkan Bunda Vivi Psikolog, founder SD Islam Bintang Juara, dalam membangun sekolah ini.

Dikisahkan oleh Bu Ni’mah, pada awal sekolah ini berdiri, jumlah murid yang diterima adalah 11 orang. Siswa terakhir yang diterima pada kala itu adalah ABK yang sebelumnya telah ditolak 13 sekolah.

Dari pengalaman tersebut, Bunda Vivi Psikolog yang saat ini juga menjadi dosen praktisi di UNNES dan UICI menguatkan niat agar SD Islam Bintang Juara bisa mendampingi semua anak, baik reguler maupun special needs.

Bu Ni’mah kemudian mengajukan pertanyaan kepada para mahasiswa UNWAHAS, terkait tujuan sekolah inklusi. Beberapa mahasiswa bersuara memberikan jawaban yang berbeda-beda. Dari jawaban tersebut, Bu Ni’mah menyimpulkan bahwasanya sekolah inklusi harus ada demi memenuhi semua hak anak untuk mendapat pendidikan secara setara, baik reguler ataupun special needs.

Sekolah inklusi juga memiliki manfaat yang dahsyat, Ayah Bunda. Kakak-kakak shalihah yang reguler menjadi paham bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan kondisi beragam. Akhirnya, akan timbul simpati dan empati terhadap sesama di dalam diri kakak shalih-shalihah.

Sementara untuk siswa ABK, mereka akan merasa diterima kehadirannya, sehingga muncul trust. Ketika trust tersebut tumbuh, kepercayaan diri ABK terhadap lingkungan akan meningkat. ABK akan mengamati dan mencontoh perilaku anak-anak reguler. Hal ini secara tidak langsung menjadi proses terapi bagi ABK.

pertanyaan dari Alwi mahasiswa PAI UNWAHAS

Sebuah pertanyaan menarik disampaikan oleh Alwi, salah satu mahasiswa UNWAHAS yang hadir pagi itu. Dia tertarik dengan kurikulum yang digunakan di SD Islam Bintang Juara, apakah mengikuti kurikulum nasional yang berlaku, atau menggunakan kurikulum sendiri.  Alwi merasa penasaran karena meyakini pasti bukan hal mudah mendidik siswa dengan konsep inklusi.

Mengacu pada peraturan tentang sekolah inklusi, dalam menyiapkan kurikulum untuk ABK, satuan pendidikan bisa menggunakan sistem yang adaptif:

  • Eskalasi – Cara ini ditujukan khusus untuk anak-anak gifted/ superior. Biasanya pada ABK yang memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan teman-teman sekelasnya, misal anak-anak yang terdiagnosa Dyslexia, guru bisa menaikkan materi belajar dibanding teman-temannya.
  • Modifikasi – Dalam hal ini, siswa berkebutuhan khusus menjalani kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan dan kemampuan mereka. Misal, ada ABK dengan kemampuan akademis baik, tetapi perilakunya kurang baik, maka diberikan stimulasi pada perilakunya.
  • Substitusi – Mengganti sesuatu yang ada dalam kurikulum umum dengan sesuatu yang lain. Penggantian dilakukan karena hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh siswa berkebutuhan pendidikan khusus, tetapi masih bisa diganti dengan hal lain yang memiliki bobot sama.
  • Omisi – Ada beberapa hal yang terdapat dalam kurikulum umum tetapi tidak disampaikan kepada siswa berkebutuhan pendidikan khusus. Hal ini karena sifatnya terlalu sulit dilakukan oleh ABK.

Dijelaskan pula oleh bu Ni’mah, selain menerapkan kurikulum yang bersistem adaptif untuk ABK, sebagai Sekolah Penggerak, SD Islam Bintang Juara telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Salah satu kelebihan kurikulum ini adalah sekolah bisa menyiapkan pembelajaran sesuai dengan profil siswa.

2. Mengapa SD Islam Bintang Juara Menerapkan Konsep Full Day School?

Alasan utama mengapa SD Islam Bintang Juara menerapkan konsep full day school karena agar bisa membiasakan 2 shalat wajib (Dhuhur – Ashar) dan 1 shalat sunnah (Dhuha). Sementara sisanya adalah tugas orang tua sebagai madrasah utama kakak shalih-shalihah.

Perihal shalat menjadi perhatian utama bagi SD Islam Bintang Juara, dikarenakan pembiasaan adab akhlak yang pertama berkaitan dari kedisiplinan pelaksanaan shalat fardhu. Apabila shalatnya saja masih keteteran, apalagi hal-hal lainnya bukan?

Pembiasaan adab akhlak di SD Islam Bintang Juara tidak menunggu PAI, kakak shalih-shalihah belajar adab akhlak dalam setiap aktivitas harian. Contohnya, dalam kegiatan Toilet Training, kakak shalih-shalihah belajar adab keluar masuk kamar mandi dan belajar istinja sesuai syari’at.

Selain pembiasaan adab dan akhlak, SD Islam Bintang Juara juga memiliki kegiatan khas berupa Jurnal Pagi. Kegiatan ini rupanya juga menarik hati mahasiswa PAI UNWAHAS. Diwakilli oleh Alwi, mereka menanyakan apa itu jurnal pagi dan fungsinya.

Bu Ni’mah kemudian menjelaskan bahwa jurnal pagi bukanlah salah satu mata pelajaran (mapel). Jurnal pagi adalah kegiatan transisi yang berfungsi untuk menyiapkan psikis siswa didik dan merilis emosi sebelum masuk kegiatan berikutnya. Jurnal pagi dilakukan pada pukul 07.30 – 08.00. Pada kegiatan ini, kakak shalih-shalihah boleh menggambar, menulis dan berbicara.

Tugas guru pada saat kakak shalih-shalihah mengerjakan jurnal paginya adalah menguatkan konsep-konsep. Misal, saat kakak shalih-shalihah memilih menjurnal melalui gambar, guru mengecek sudah sampai tahap berapa hasil gambarnya. Sebagai informasi, dari sisi psikologis, menggambar memiliki 12 tahapan.Tahap gambar kakak shalih-shalihah bisa menampilkan informasi tumbuh kembang mereka, selain tentunya hasil gambarnya bisa merefleksikan suasana hati mereka pagi itu.

Begitu juga ketika kakak shalih-shalihah memilih berbicara saat jurnal paginya, guru tidak hanya menerima emosi yang disampaikan, tetapi juga mengecek apakah susunan kalimatnya sudah mengandung S-P-O-K, dan volume suaranya sudah terdengar jelas. Kakak shalih-shalihah belajar untuk berani menyampaikan ide dan perasaannya.

3. Mengenal 6 Aspek yang Dikuatkan di SD Islam Bintang Juara

Pada momen diskusi, Bu Ni’mah memutar sebuah video. Video tersebut memperlihatkan proses pembelajaran individual dari seorang ABK. Bu Ni’mah kemudian mengajak para mahasiswa UNWAHAS untuk membagikan ide mereka terkait video yang dilihatnya.

video pembelajaran SD Islam Bintang Juara

Bu Ni’mah mengapresiasi respon yang disampaikan oleh para mahasiswa, dilanjutkan dengan memberikan penjelasan mengenai isi video tersebut. Dalam video itu, guru pendamping sedang memberikan stimulasi sensori motorik kepada murid berkebutuhan khusus, berupa kegiatan main peran kecil menggunakan APE (Alat Permainan Edukasi) potong-memotong.

Selain sensori motorik, dalam kegiatan tersebut juga terdapat penguatan aspek kognitif, khususnya matematika. Guru bisa memberikan pijakan seperti, apa nama buahnya, kalau buah ini mau dibagikan kepada guru berarti harus dipotong jadi berapa, dsb.

Bu Ni’mah juga kemudian memberikan penjelasan bahwa terdapat enam aspek yang harus dikuatkan melalui aktivitas-aktivitas harian yang ada di SD Islam Bintang Juara:

1. Spiritual

Dikuatkan melalui pembiasaan adab akhlak seperti doa pagi, pembacaan Asmaul Husna, murojaah, berwudhu, toilet training, sholat dhuha, sholat dhuhur dan ashar berjamaah, adab makan dan minum, dan hal-hal lain dalam keseharian. Tak hanya itu, sekolah juga melibatkan peran orang tua dalam menjaga shalat kakak shalih-shalihah agar akhlaknya terjaga.

Bahkan dari pengalaman Bu Ni’mah, ABK yang rutin diajak shalat subuh berjamaah di masjid, terlihat progress yang signifikan dalam tumbuh kembangnya. “Wudhu dan shalat adalah terapi utama yang datangnya langsung dari Allah SWT,” sambung Bu Ni’mah.

Sebelum diajak shalat, berikan informasi kepada kakak shalih-shalihah apa fungsi shalat. Hal ini tentu saja tidak berjalan secara instan, guru dan Ayah Bunda harus memberikan pijakan berulang secara konsisten hingga menghasilkan kebiasaan. Anak yang rutin diajak sholat jama’ah, energinya menjadi lebih tenang, sehingga anak bisa lebih fokus dan tidak mudah tantrum.

2. Bahasa

Penguatan aspek bahasa khususnya untuk ABK adalah tantangan tersendiri. Beberapa ABK mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Ada ABK yang ditanya malah menirukan pertanyaan gurunya, saat seperti ini, guru harus meminta anak untuk fokus dan melihat mata pendamping.

Selain itu, guru juga harus bisa memberikan informasi dalam kalimat pendek alias KISS (Keep Information Short and Simple). Tidak menggunakan banyak kata, tapi langsung dipahami maksudnya oleh kakak shalih-shalihah.

3. Sensori Motorik Kasar

Sensori motorik terbagi menjadi dua bagian, pada motorik kasar, yang distimulasi adalah otot-otot besar. Cara stimulasinya bisa dengan melakukan  lari zig zag, lompat tali, loncat, lari, naik turun tangga, dan berjalan di atas titian.

4. Sensori Motorik Halus

Sedangkan untuk motorik halus, yang distimulasi adalah otot-otot kecilnya. Cara menstimulasinya yaitu dengan meronce, menggunting, mengelem, melipat, meremas kertas atau spons dan masih banyak lagi.

Stimulasi motorik halus berfungsi untuk melatih fokus, koordinasi kanan dan kiri, serta koordinasi mata dan tangan.

5. Kognitif

Kognitif di sini bukan sekadar dilihat dari sisi akademis, bisa baca, tulis dan hitung. Akademis hanya bagian kecil dari aspek kognitif.

Kognitif sendiri sangat luas cakupannya. Kemampuan adaptasi, menentukan pilihan dan menyelesaikan masalah masuk dalam lingkup kognitif.

6. Tahap Perkembangan Main

ABK biasanya bermasalah dengan sensori motorik. Apabila belum tuntas sesuai milestone, biasanya para ABK akan memiliki tantangan dalam hal fokus, yang kemudian berpengaruh pada kognitifnya. Oleh karena itu, guru harus mampu melihat sampai mana tahap perkembangan main kakak shalih-shalihah. Dengan mengetahui tahapan tersebut, guru bisa memberikan stimulasi yang tepat.

Alhamdulillah, selama mendampingi beberapa ABK di SD Islam Bintang Juara telah terlihat kemajuan yang pesat. Dalam kisaran waktu 1.5 – 3 bulan, kakak shalih-shalihah yang memiliki kebutuhan khusus sudah bisa melalukan aktivitas sesuai aturan.

4. Cara Guru SD Islam Bintang Juara Memberikan Pijakan

Hal berbeda yang bisa ditemukan di SD Islam Bintang Juara dan tidak ditemukan di sekolah lain adalah cara para gurunya memberikan pijakan. Sepertinya hal ini ditangkap pula oleh para mahasiswa PAI UNWAHAS selama proses obeservasi.

Tak heran jika kemudian banjir pertanyaan terkait cara guru SD Islam Bintang Juara memberikan pijakan. Berikut ini beberapa pertanyaan menarik yang diajukan oleh para mahasiswa.

tujuan pendidikan SD Islam Bintang Juara

Pertanyaan pertama dari Siti Khoiriyah terkait apakah orang tua ABK mendampingi putra-putrinya di awal masuk sekolah. Pertanyaan ini muncul karena Siti Khoiriyah merasa kalau menenangkan ABK jelas tidak mudah. Sementara di sekolah inklusi, tidak hanya ABK yang harus diberikan perhatian, ada juga siswa reguler di dalamnya.

Bu Ni’mah kemudian menyampaikan bahwa sejak awal kakak shalih-shalihah yang berkebutuhan khusus masuk sekolah tidak diperkenankan didampingi orang tua. Orang tua belajar untuk mempercayakan kakak shalih-shalihah kepada sekolah, kakak shalih-shalihah juga belajar untuk mandiri.

Khusus untuk ABK, tujuan pendidikan di SD Islam Bintang Juara adalah agar siswa bisa survive tanpa orang tua. Bukan hanya pada hal akademis, tapi juga bisa menguasai life skill.

Hanya saja di awal proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), calon siswa akan diobservasi terlebih dahulu. Di situ akan terlihat apakah siswa tersebut membutuhkan pendamping khusus atau tidak.

Selanjutnya, pertanyaan dari mahasiswa yang memiliki nama sama dengan Bu Ni’mah. Mahasiswi bernama Nikmah tersebut bertanya terkait pijakan-pijakan yang diberikan di SD Islam Bintang Juara.

cara guru SD Islam Bintang Juara memberikan pijakan

Bu Ni’mah menerangkan bahwa hal pertama yang dilakukan selaku kepala sekolah adalah menguatkan tim bahwa setiap kakak shalih-shalihah yang berkebutuhan khusus bisa ditata. Setiap guru juga harus memberikan pijakan yang sama, termasuk dalam tampilan ekspresi yang muncul. Harus pas dan tidak berlebihan.

Beberapa contoh pijakan yang juga bisa diterapkan Ayah Bunda di rumah;

  • Apabila kakak shalih-shalihah mengucapkan kalimat tidak sopan, Ayah Bunda bisa meresponnya dengan, “Maaf kak, Ayah/ Bunda tidak nyaman.” Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, cukup dengan memberikan pijakan yang konsisten secara berulang, insya Allah kakak shalih-shalihah akan memahami seiring berjalannya waktu.
  • Ada kakak shalih-shalihah berkebutuhan khusus yang memiliki cara menyapa dengan memukul. Pijakan yang diberikan; “Mohon maaf kak, ada caranya untuk menyapa. Tidak dengan tangan. Tangan ada fungsinya. Jika ingin menyapa, kakak bisa bertanya,”Bapak/ ibu namanya siapa?”
  • Tidak melabel ABK dan anak-anak sebelum baligh. Misal, ada kakak shalih-shalihah yang mengambil penghapus milik temannya. Pastikan untuk tidak buru-buru berujar, “Kamu mencuri ya?” Ganti kalimat tersebut dengan, “Maaf, penghapus ini milik siapa? Apakah kakak sudah izin?” Begitu juga saat melihat kakak shalih-shalihah ada yang melirik jawaban temannya, alih-alih berkata “Jangan mencontek,” ucapkan saja “Kakak, silakan tuntaskan tantangan dengan idenya sendiri.”
  • Ada siswa yang suka mengacungkan jari tengah. Daripada berkata, “Itu tidak baik” atau “Itu saru/ tidak sopan.” Berikan pijakan: “Ini lebih baik, kak,” sambil berujar demikian guru menunjukkan jempolnya. Dalam satu setengah bulan, siswa tersebut tidak lagi mengacungkan jari tengahnya.

Selain memberikan beberapa contoh pijakan yang biasa diberikan oleh para guru SD Islam Bintang Juara kepada kakak shalih-shalihah, Bu Ni’mah juga memberikan informasi bahwasanya untuk menghadapi siswa, khususnya ABK, diperlukan hati yang tenang. Saat hati seorang guru atau orang tua bergejolak, kakak shalih-shalihah juga semakin bergejolak dan susah ditenangkan.

“Setiap memulai sesuatu, koneksikan semuanya dengan Allah SWT.”

Itu adalah pesan penting bu Ni’mah kepada para mahasiswa PAI UNWAHAS. Rutinitas yang dilakukan Bu Ni’mah dan para guru SD Islam Bintang Juara setiap hendak mendampingi ABK yaitu mengambil wudhu, mendirikan sholat dhuha, mengaji dan mengirim al fatihah khusus untuk anak-anak special needs tersebut.

5. Mempersiapkan Pengasuhan Anak dari Pra Hamil

Tak hanya memberikan informasi terkait teknis mendidik ABK di SD Islam Bintang Juara, bu NI’mah juga membagikan informasi bahwasanya ABK diawali sejak pra hamil. Oleh karenanya sebagai calon ibu dan calon ayah, bu Ni’mah titip pesan kepada para PAI UNWAHAS untuk senantiasa menjaga rahim dengan sebaik mungkin.

Maksudnya adalah dengan menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, karena nutrisi sebelum hamil juga berpengaruh pada tumbuh kembang bayi. Selain itu, penting untuk menjaga hubungan dengan orang tua, khususnya bagi para calon ibu. Bagaimana menjalin komunikasi dan sosialisasi dengan sang ibu dan perempuan lain berpengaruh pada proses kehamilan dan kelahiran.

proses pengasuhan pra hamil - pasca lahir

Riwayat kesehatan mental saat hamil juga mempengaruhi janin. Apabila sang ibu rentan stress, otot rahim akan mengencang dan janin akan ikut merasakan ketegangan tersebut. Oleh karenanya, saat hamil, harus memperbanyak ibadah, diusahakan untuk khatam Al Quran sepanjang kehamilan dan memohon pada Allah SWT untuk diberikan kelancaran dalam proses kehamilan dan kelahiran.

Sejak janin di dalam perut, rutin diajak berkomunikasi. Misal, saat trimester awal, biasanya ibu hamil akan mengalami morning sicknes. Ajak janin bicara,  “Alhamdulillah bunda muntah, nak. Ini tandanya tubuh bunda sedang beradaptasi. Mari nak kita berjuang bersama hingga nanti bertemu di dunia.”

Pasca bayi lahir, sesuai anjuran para ahli, pastikan untuk tidak memberikan gadget pada anak usia 0 – 5 tahun. Sekarang ini semakin banyak kasus ABK bermunculan.  Sebagian besar disebabkan pola pengasuhan orang tua yang kurang tepat, karena memberikan gadget terlalu dini. Akibatnya, anak kurang stimulasi.

Anak-anak yang speech delay, biasanya karena kurang diajak ngomong dua arah oleh orang tuanya. Atau kalau sudah diajak ngomong, bisa jadi orang tuanya tidak fokus saat mengajak bayinya ngomong. Misal, disambi dengan scrolling gadget atau melakukan aktivitas lainnya.

Penutup yang Bermakna dari Kepala SD Islam Bintang Juara

Pukul 10.15, visitasi dari mahasiswa PAI UNWAHAS pun diakhiri. Bu Ni’mah memberikan pesan penutup yang sangat bermakna;

Dunia pendidikan adalah dunia yang indah dan nikmat. Menggeluti dunia pendidikan bukan sekadar untuk mengejar penghasilan, tetapi mencari keberkahan. Saat suatu aktivitas itu berkah, maka sedikitnya akan mencukupkan, dan banyaknya tidak melenakan

quote dari nur shofwatin ni'mah

Bu Ni’mah juga menyampaikan bahwa memberikan stimulasi terbaik adalah ikhtiar yang bisa dilakukan manusia, tapi hak Allah SWT yang menentukan hasil akhirnya. Tak hanya itu, Bu Ni’mah juga berpesan, sebagai mahasiswa PAI UNWAHAS, ruhiyah Islam harus senantiasa dibawa. Apabila setiap aktivitas dikoneksikan kepada Allah SWT, semua yang tidak mungkin, insya Allah bisa menjadi mungkin.

Semoga catatan Bintang Juara terkait visitasi bermakna dari mahasiswa PAI UNWAHAS bisa memberikan manfaat bagi Ayah Bunda. Semoga Allah SWT selalu memberikan kekuatan kepada para guru dan Ayah Bunda dalam mendidik dan mengasuh kakak shalih-shalihah calon pemimpin muslim.***