Kelas 4A pada hari Selasa, 16 Mei 2023 kedatangan tamu spesial, Ayah Bunda. Beliau adalah Ayah Jayanti Gagah Setyawan, S.T., yang merupakan orang tua dari Kak Nadya.
Ayah Kak Nadya ini lebih akrab dipanggil dengan Ayah Iwan. Beliau merupakan seorang arsitek. Oleh karenanya pada kesempatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) kali ini, Ayah Iwan membagikan ilmunya mengenai arsitektur nusantara.
Sebuah pengetahuan yang tentunya memberikan wawasan baru dalam diri kakak shalih-shalihah. Seperti apa ya keseruan BBOT bersama Ayah Iwan? Yuk, baca lebih lanjut untuk mengetahuinya, Ayah Bunda.
Mengenal Apa Itu Arsitektur Nusantara
Pada awal pemaparan materi, Ayah Iwan mengajak kakak shalih-shalihah kelas 4A untuk mengenal terlebih dulu apa itu arsitektur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berikut ini arti dari arsitektur;
“seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan” atau “metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan.”
Lantas apa itu Arsitektur Nusantara? Ayah Iwan memberikan penjelasan yang dikutip dari buku karya Prijotomo, berjudul ‘Arsitektur Nusantara atau Arsitektur Indonesia’ terbit tahun 2018, yang disebut dengan Arsitektur Nusantara adalah arsitektur di wilayah yang dinamakan Nusantara, yakni terutama kawasan Indonesia sewaktu berada dalam abad awal masehi sampai dengan abad 18.
Pada masa tersebut kawasan Indonesia disebut Nusantara, diambil dari kata “nusa” dan “antara”, yang artinya pulau-pulau yang berada di antara lautan. Ada beragam jenis bangunan yang ditemukan. Setiap bangunan memiliki ciri khasnya masing-masing.
Selain karena pengaruh budaya, perbedaan karakter bangunan di tiap wilayah juga dipengaruhi oleh iklim, cuaca dan jenis tanahnya. Ayah Iwan menjelaskan bahwa di antara sekian banyak bangunan di nusantara, rumah-rumah adat di Jawa Tengah memiliki keistimewaan khusus pada arsitekturnya.
Disebutkan oleh Ayah Iwan, ada tiga keistimewaan arsitektur rumah adat di Jawa Tengah:
Tahan terhadap gempa bumi.
Sirkulasi udara yang nyaman.
Wujud karya seni dan budaya Jawa.
Selain keistimewaan di atas, rumah adat di Jawa Tengah juga memiliki beragam jenis, sebut saja;
Rumah Adat Limasan.
Rumah Adat Joglo.
Rumah Adat Panggung Pe.
Rumah Adat Kampung.
Rumah Adat Tajug.
Masya Allah… ternyata banyak sekali jenis rumah adat Jawa Tengah ya, Ayah Bunda. Siapa yang selama ini hanya tahu Joglo saja?
Selain jenisnya yang beragam, rumah adat Jawa Tengah juga memiliki bagian-bagian bangunan yang sangat kompleks. Setiap bangunan memiliki nama dan fungsi khususnya masing-masing. Misal, Lawang/ Regol adalah istilah untuk menyebut pintu masuk, Pawon adalah istilah untuk dapur, dan Pendopo adalah bangunan untuk menerima tamu.
Penasaran ada bagian apa lagi dalam rumah adat di Jawa Tengah? Ayah Bunda bisa mengetahuinya lewat gambar berikut:
Struktur bangunan rumah adat Jawa Tengah juga memiliki istilah tersendiri. Tak heran apabila desain rumah adat Jawa Tengah banyak menarik minat untuk dikembangkan dalam bentuk modern. Ayah Iwan bercerita kalau banyak kliennya yang meminta didesainkan rumah modern dengan sentuhan arsitektur khas Jawa Tengah.
Serunya Tanya Jawab bersama Ayah Iwan
Setelah pemaparan materi yang menambah wawasah, Ayah Iwan membuka kesempatan tanya jawab. Masya Allah kakak shalih-shalihah berebut memberikan pertanyaan lo, Ayah Bunda.
Dari yang tanya Ayah Iwan kelahiran tahun berapa, sampai bertanya tentang gaji arsitek. Ayah Iwan dengan senyuman lebar menanggapi pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh kakak shalih-shalihah.
Mengenai gaji arsitek, Ayah Iwan menjelaskan bahwa seorang arsitek mendapatkan penghasilan per proyek. Untuk satu proyeknya membutuhkan waktu pengerjaan kurang lebih 2-3 bulan. Kisaran penghasilannya tentu bermacam-macam, ada yang Rp30juta, ada pula yang lebih ataupun kurang. Tergantung dari budget klien dan jenis pekerjaannya.
Ayah Iwan juga menceritakan sebelum menjadi arsitek, beliau terlebih dahulu bersekolah di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, jurusan Arsitektur. Setelah lulus, Ayah Iwan kemudian bekerja di perusahaan jasa konsultan, menjadi pengawas lapangan yang bertugas untuk mengawasi jalannya proyek.
Diceritakan pula oleh Ayah Iwan, bahwa tugas arsitek yaitu mendesain rumah dan bangunan. Salah satu proyek yang berkesan bagi Ayah Iwan yaitu mendesain kebun kelapa di daerah Batang.
Pertanyaan lain dari kakak shalih-shalihah yang tak kalah menarik yaitu tentang hubungan arsitek dan pelajaran matematika. Apakah saat mempelajari ilmu arsitektur memerlukan belajar matematika juga? Dijawab oleh Ayah Iwan bahwasanya setiap ilmu saling berkaitan satu sama lain. Termasuk juga matematika dan arsitektur.
Pertanyaan pamungkas dari deretan rasa ingin tahu kakak shalih-shalihah yaitu apakah Ayah Iwan bercita-cita jadi arsitek sejak kecil. Dijelaskan oleh Ayah Kak Nadya bahwasanya memang sudah sedari kecil, beliau bercita-cita menjadi arsitek.
Adapun yang menjadi inspirasi bagi sosok ayah berusia 40 tahun ini adalah ketika diajak bepergian oleh orang tuanya, beliau melihat banyak bangunan dan rumah yang unik. Dari situlah, Ayah Iwan memiliki keinginan untuk mendesain rumah yang estetik dan nyaman.
Setelah tanya jawab usai, Bu Anis selaku wali kelas 4A memberikan tantangan kepada seluruh kakak shalih-shalihah untuk membuat desain rumah impiannya. Kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk menuangkan idenya sedemikian rupa, lalu diminta untuk menyerahkan kepada Ayah Iwan untuk mendapat arahan lebih lanjut.
Masya Allah kakak shalih-shalihah sangat antusias menyambut tantangan tersebut. Setelah desain mereka jadi, kakak shalih-shalihah bergantian menunjukkan gambarnya kepada Ayah Iwan.
Dengan penuh kesabaran, Ayah Iwan memberikan penjelasan dan masukan pada setiap gambar hasil karya kakak shalih-shalihah. Tak hanya itu, Ayah Iwan juga menunjukkan bagaimana caranya mendesain rumah secara 3D menggunakan aplikasi SketchUp.
Melihat Ayah Iwan memeragakan cara mendesain rumah dengan aplikasi, beberapa kakak shalih yang tadinya tidak berminat menjadi arsitek, kini punya cita-cita baru sebagai arsitek lo, Ayah Bunda. Apapun cita-cita dan minat kakak shalih-shalihah, terus dukung dan berikan apresiasinya ya, Ayah Bunda.
Demikianlah cerita singkat mengenai BBOT di Kelas 4A pada Selasa, 16 Mei 2023. Berawal dari tema Arsitektur Nusantara, Ayah Iwan mampu menggugah rasa Calon Pemimpin Muslim untuk membangun impian menjadi seorang arsitek. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya.***
Ayah Bunda, sudahkah kakak shalih-shalihah dibekali cara menjaga keselamatan di rumah? Kini saatnya ajarkan kakak shalih-shalihah mengetahui cara menjaga keselamatan di sekolah.
Materi ini merupakan bagian dari paparan Bunda Perdana pada kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) di kelas 2 SD Islam Bintang Juara. Setelah kakak shalih-shalihah diajak melakukan ice breaking, mengenal arti istilah keselamatan dan aturan keselamatan, serta tata cara menjaga keselamatan di rumah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah mengenal beragam aturan di sekolah dan bagaimana menjaga keselamatan diri saat berada di sekolah.
Mengenal Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah
Ayah Bunda, yuk ajak kakak shalih-shalihah untuk recalling mengenai apa itu keselamatan dan aturan keselamatan. Apakah kakak shalih-shalihah masih mengingatnya?
Masya Allah, ternyata kakak shalih-shalihah masih ingat arti dari dua istilah tersebut dengan baik ya, Ayah Bunda? Pasti hal tersebut tidak lepas dari kontribusi Ayah Bunda yang tak pernah lelah melakukan recalling setiap kegiatan yang ada di sekolah. Terima kasih untuk sinerginya di rumah, Ayah Bunda.
Sebagaimana di rumah yang memiliki aturannya masing-masing, di sekolah pun juga memiliki aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Beda sekolah bisa jadi berbeda pula aturannya. Namun secara garis besar, berikut ini aturan-aturan yang bisa ditemukan di sekolah:
Hadir di sekolah paling lambat sepuluh menit sebelum bel berbunyi.
Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00.
Melaksanakan tugas piket dengan penuh tanggung jawab.
Wajib membuat surat izin ketika tidak masuk sekolah.
Tidak boleh meninggalkan sekolah tanpa izin dari guru.
Semua wajib menjaga ketertiban dan ketenangan di kelas.
Siswa dilarang memakai perhiasan dan membawa barang berharga ke sekolah.
Siswa harus menghormati kepala sekolah, bapak/ibu guru, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah.
Memakai seragam dengan rapi dan atribut lengkap.
Siswa laki-laki tidak boleh berambut panjang.
Setiap hari Senin, siswa-siswi wajib mengikuti upacara bendera.
Dilarang membawa ponsel pintar di lingkungan sekolah.
Saling menghormati dan bersikap sopan terhadap sesama.
Menghormati hak sesama warga di sekolah.
Tidak semua aturan tersebut bisa ditemukan di SD Islam Bintang Juara ya, Ayah Bunda. Contoh, Ayah Bunda tidak akan menemukan ‘Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00’. SD Islam Bintang Juara tidak menggunakan metode bel ataupun lonceng sebagai penanda dimulainya pelajaran.
Aturan yang tertulis di atas hampir semua berhubungan dengan keselamatan kakak shalih-shalihah, misal;
Aturan tidak diperbolehkan membawa perhiasan dan barang-barang berharga, bertujuan agar penampilan kakak shalih-shalihah tidak mencolok dan menimbulkan keinginan orang tidak bertanggungjawab untuk mengambilnya.
Aturan meminta izin kepada guru sebelum melakukan aktivitas, bertujuan agar guru bisa mengetahui aktivitas kakak shalih-shalihah dan di mana lokasi kakak shalih-shalihah berada. Di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah dilarang untuk berkegiatan tanpa pendampingan dari guru. Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan terpantau dan keamanan kakak shalih-shalihah bisa lebih terjaga.
Beberapa aturan keselamatan lainnya yang ada di sekolah, tak jauh berbeda dengan aturan keselamatan di rumah, seperti:
Mematikan saklar lampu saat tidak digunakan.
Mematikan keran air setelah selesai penggunaannya.
Membuang sampah pada tempatnya.
Mengembalikan mainan dan alat tulis ke tempat semula setelah selesai digunakan.
Bekali Kakak Shalih-shalihah tentang 6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah
Setelah kakak shalih-shalihah memahami berbagai aturan di sekolah, khususnya aturan yang berhubungan dengan keselamatan diri, yuk saatnya membekali kakak shalih-shalihah tentang 5 cara menjaga keselamatan di sekolah. Berikut ini cara yang disampaikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2:
1. Menaati Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah
Ayah Bunda, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menaati aturan keselamatan yang ada di sekolah, sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Pastikan kakak shalih-shalihah untuk berkegiatan hanya dalam pengawasan guru.
Termasuk juga tentang bermain aman dan nyaman. Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk memastikan apakah temannya aman dan nyaman saat berkegiatan bersama. Bekali kakak shalih-shalihah tentang pentingnya saling menyayangi terhadap sesama.
2. Menghafal Informasi Kontak
Pastikan bahwa kakak shalih-shalihah mengetahui siapa yang harus dihubungi ketika dalam kondisi darurat. Apabila menghafal informasi kontak terasa sulit, biasakan kakak shalih-shalihah untuk menulis nomor telepon Ayah dan Bunda di dalam buku saku.
Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk meminta bantuan kepada guru saat butuh berkomunikasi dengan Ayah Bunda. Misal, karena kakak shalih-shalihah sedang sakit dan butuh dijemput cepat.
3. Memberikan Identitas Barang Pribadi dengan Indikator
Bunda Perdana menyampaikan untuk menjaga keselamatan di sekolah penting menggunakan indikator untuk barang-barang pribadi. Terkadang mencantumkan nama pada barang-barang pribadi justru bisa menimbulkan bahaya. Oleh karenanya Bunda Perdana memberikan saran untuk menempelkan indikator atau semacam stiker khusus yang unik untuk menandai bahwa barang tersebut milik kakak shalih-shalihah.
4. Menjauhkan Barang Berbahaya Dari Jangkauan
Pastikan Ayah Bunda untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak menggunakan barang-barang yang berbahaya, misalnya benda tajam dan api. Terutama saat tidak ada pengawasan dari bapak atau ibu guru.
5. Mematuhi Panduan di Tempat Rawan
Biasanya di tempat-tempat tertentu, seperti di tangga, di lorong atau di selasar sekolah, terdapat peringatan-peringatan khusus. Contoh: ‘Berhati-hati saat menaiki tangga’, peringatan ini bertujuan agar kakak shalih-shalihah menjaga kontrol dirinya saat berjalan di tangga.
6. Bersikap Hati-Hati Dengan Orang Asing
Walaupun bapak dan ibu guru sudah sedemikian rupa dalam melakukan penjagaan terhadap kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda tetap harus memberikan pemahaman agar senantiasa berhati-hati dengan orang asing.
Bagaimana Ayah Bunda, apakah 6 cara menjaga keselamatan di sekolah sudah tuntas diberikan kepada kakak shalih-shalihah? Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kakak shalih-shalihah di manapun mereka berada ya.
Prosedur Menghadapi Kondisi Darurat di Sekolah
Ayah Bunda, selain diajarkan tips menjaga keselamatan di sekolah, kakak shalih-shalihah kelas 2 juga praktik langsung cara menghadapi berbagai kondisi darurat lo. Masya Allah seru sekali kegiatan praktik tersebut.
Dengan mempraktikkan langsung bagaimana merespon sirine tanda terjadinya kebakaran, menempel plester untuk pertolongan pertama pada kecelakaan dan kondisi darurat lainnya, insya Allah ilmu tersebut jadi lebih terekam dalam ingatan kakak shalih-shalihah. Berikut ini beberapa cara yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat di sekolah:
Saat kebakaran – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak panik dan segera keluar dari ruangan yang kebakaran. Apabila kebakarannya kecil, kebakaran tersebut insya Allah bisa dihentikan dengan menggunakan kain basah.
Saat gempa bumi – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tetap tenang, lalu segera berlindung di bawah meja, atau keluar dari bangunan atau gedung dan mencari lokasi yang lebih aman.
Pertolongan pertama – Apabila kakak shalih-shalihah mengalami kecelakaan kecil di sekolah, misalnya terjatuh saat sedang berlari, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menuju ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan meminta bantuan kepada bapak ibu guru yang bertugas di sana.
Ayah Bunda, materi dari Bunda Perdana yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan di RSUP Kariadi ini sungguh bermanfaat bagi kehidupan kakak shalih-shalihah. Peran Ayah Bunda di rumah tentu saja memberikan teladan dan penguatan agar apa yang disampaikan terkait cara menjaga keselamatan di sekolah bisa terus terbawa dan dipraktikkan oleh kakak shalih-shalihah.***
Tidaklah mudah menerapkan suatu hal yang baru. Begitu juga ketika Kurikulum Merdeka dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tentu saja timbul kekhawatiran di hati banyak orang, termasuk juga di hati para guru dan orang tua SD Islam Bintang Juara.
Alhamdulillah masa-masa penuh kekhawatiran tersebut telah terlalui. Yuk, Ayah Bunda, intip bagaimana Ibu Nur Shofwatin Ni’mah, Kepala SD Islam Bintang Juara, mengawal implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Angkatan II Kecamatan Gunung Pati ini.
Di awal Kurikulum Merdeka hadir, Bu Ni’mah menyampaikan bahwasanya para guru khawatir akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan filosofi utama yang akan dibangun pada kurikulum ini. Sementara orang tua khawatir akan kesulitan melakukan pendampingan kepada anak-anak ketika di rumah.
Sebagai sosok yang diamanahi sebagai Kepala Sekolah, Bu Ni’mah merasa tertantang untuk mentransfer energi positif kepada tim guru dan meyakinkan mereka bahwa SD Islam Bintang Juara bisa menerapkan kurikulum Merdeka, sesuai dengan tujuan pendidikan serta menerapkan filosofi utama yang akan dibangun. Tantangan lain yang dihadapi oleh Bu Ni’mah yaitu mengajak orang tua untuk mendukung dan mengambil peran dalam implementasi kurikulum Merdeka ini.
Lantas bagaimanakah Bu Ni’mah mengubah tantangan-tantangan tersebut menjadi lima aksi nyata yang luar biasa?
5 Aksi Nyata dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara
Mengacu pada kompetensi kepala sekolah dalam kepemimpinan pembelajar, Bu Ni’mah dengan segala daya dan upaya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid, perencanaan, pelaksanaan, refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang mengacu pada murid.
Tak hanya itu, Bu Ni’mah juga aktif mengajak para orang tua sebagai pendamping dan sebagai sumber belajar di sekolah. Berikut ini aksi nyata yang dilakukan oleh Bu Ni’mah dalam mengawal penerapan Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara;
1. In-house Training
Untuk membangun persamaan persepsi, dilaksanakan in-house training untuk tim guru tentang Kurikulum Merdeka pada awal tahun pelajaran. Materi yang disampaikan pada in-house training tersebut berdasarkan materi yang diperoleh Bu Ni’mah ketika pelatihan sekolah penggerak angkatan 2.
Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan seperti apa Kurikulum Merdeka, memberikan penguatan, motivasi dan persamaan persepsi kepada seluruh guru. Saat persepsi seluruh tim telah terbangun dalam pondasi yang sama, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah menjadi lebih mudah dan terarah.
2. Rapat Kerja
Aksi nyata yang kedua yakni rapat kerja pada awal tahun pelajaran. Kegiatan ini sebenarnya hal yang biasa dilakukan setiap awal tahun, bedanya pada rapat kerja tahun pelajaran 2022-2023, Bu Ni’mah membentuk komunitas praktisi setiap fase. Setiap pekannya, komunitas praktisi berkoordinasi dengan kepala sekolah bersama tim pada tiap fasenya untuk melakukan refleksi dan evaluasi.
Tak hanya itu, komunitas praktisi juga saling berbagi praktek baik dari implementasi kurikulum merdeka yang telah dilakukan. Sementara itu, refleksi, evaluasi dan berbagi praktek baik komunitas praktisi antar fase dilakukan setiap 6 bulan sekali.
3. Digitalisasi Sekolah
Berdasarkan hasil pengamatan Bu Ni’mah, serta hasil diskusi dengan komite pembelajaran, untuk memonitoring progres capaian siswa baik KKTP atau pun dimensi Profil Pelajar Pancasila (P3), dibutuhkan suatu sistem digital. Oleh karenanya bu Ni’mah kemudian menginisiasi aksi nyata yang ketiga yaitu program digitalisasi sekolah berupa sistem proses PPDB dan Sistem Akademik Kurikulum Merdeka.
Untuk pengembangan sistem tersebut, SD Islam Bintang Juara bekerja sama dengan Dosen UNISSULA Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika.
4. Pemaparan Program dan BBOT
Selain aksi nyata yang berhubungan dengan guru, Bu Ni’mah juga mensosialisasikan Kurikulum Merdeka kepada orang tua melalui kegiatan pemaparan program pada awal tahun pelajaran. Orang tua diberikan penjelasan terkait Kurikulum Merdeka, antara lain filosofi Kurikulum Merdeka, fase Profil PelajarPancasila (P3), Proyek Penguatan Profil Pelajar Pelajar Pancasila (P5), serta peran orang tua pada implementasi Kurikulum Merdeka.
Untuk mengajak orang tua terlibat dalam implementasi Kurikulum Merdeka, Bu Ni’mah menerapkan program Belajar Bersama Orang Tua atau yang biasa disebut dengan BBOT. Keterlibatan orang tua dalam program ini yaitu dengan menjadi narasumber BBOT.
Setiap orang tua siswa mendapat kesempatan yang sama untuk didapuk sebagai narasumber BBOT. Bukan hanya para orang tua siswa yang memiliki profesi atau gelar tertentu, orang tua siswa yang sehari-hari menjadi Ibu Rumah Tangga juga dilibatkan. Hal tersebut untuk menunjukkan kepada siswa bahwa setiap kegiatan bisa memiliki manfaat bagi umat.
Tak hanya sebagai narasumber BBOT, orang tua juga dilibatkan sebagai narasumber P5.
5. Penjelasan kepada Siswa
Selain kepada orang tua, Bu Ni’mah juga mensosialisasikan kepada siswa tentang Kurikulum Merdeka, meliputi penjelasan tentang fase Profil Pelajar Pancasila, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta peran siswa dalam Kurikulum Merdeka.
Alhamdulillah kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara selalu antusias di setiap kegiatan P5. Bahkan pada momen B-Fest, seluruh panitia kegiatan dipegang oleh kakak shalih-shalihah.
Dampak Aksi Nyata Implementasi Kurikulum Merdeka untuk SD Islam Bintang Juara
Aksi-aksi nyata dalam penerapan Kurikulum Merdeka tersebut menghasilkan sesuatu hal yang sangat bermakna di SD Islam Bintang Juara, antara lain:
Tumbuh budaya diskusi yang konsisten, baik dengan kepala sekolah ataupun antar guru tentang progress pelaksanaan kurikulum Merdeka yang telah dilakukan.
Silaturahim antara orang tua dan sekolah terbangun dengan baik. Hal tersebut dikarenakan orang tua merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dampaknya, orang tua lebih proaktif ketika diminta menjadi narasumber program sekolah, lebih terbuka serta komunikatif memberikan saran kepada sekolah terkait program atau hal lainnya.
Dari serangkaian proses implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah menyampaikan bahwasanya pembelajaran yang dapat diambil yaitu;
“Perubahan itu mutlak terjadi dalam setiap kondisi, maka kita harus siap terus untuk menjadi generasi pembelajar dan mengambil hikmah agar kita bisa menghadapi perubahan dengan sebaik-baik ikhtiar.”
Ayah Bunda, saksikan dan dukung video Berbagi Praktik Baik: Peran Kepala Sekolah Mengawal Implementasi Kurikulum Merdeka yuk:
Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara tidak akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan Ayah Bunda. Oleh karenanya, selalu dukung dan doakan kami agar selalu bisa memberikan kegiatan-kegiatan terbaik dan bermakna, untuk mencetak Calon Pemimpin Muslim yang berilmu, berakhlak mulia dan bermanfaat. Terima kasih, Ayah Bunda.***
Alhamdulillah pada hari Jum’at, 12 Mei 2023, telah terlaksana Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) dengan tema “Perkembangan Teknologi Komunikasi” di kelas 3 SD Islam Bintang Juara. BBOT kali ini menghadirkan Her Anindito, ayah dari Kak Ayla.
BBOT adalah salah satu program unggulan dari SD Islam Bintang Juara. Sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang dan sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka, melibatkan orang tua dalam kegiatan sekolah adalah salah satu program berkelanjutan.
Keterlibatan orang tua dalam program-program sekolah di SD Islam Bintang Juara salah satunya terwujud melalui BBOT. Dengan adanya program ini, silaturahim antara orang tua siswa dengan siswa dan pihak sekolah terjalin dengan erat.
Dipilihnya “Perkembangan Teknologi Komunikasi” sebagai tema BBOT kali ini memiliki tujuan sebagai berikut;
Memperkuat kemampuan sensorik siswa dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran.
Memperkuat ilmu yang telah dipelajari selama kegiatan pembelajaran.
Mempersiapkan calon pemimpin muslim yang mampu menguasai teknologi.
Penasaran seperti apakah pemaparan materi yang disampaikan oleh Ayah Her Anindito? Yuk simak hingga selesai, Ayah Bunda.
Pemaparan “Perkembangan Teknologi Komunikasi” oleh Ayah Her Anindito
Dalam pemaparan Ayah Her Anindito, dijelaskan bahwasanya komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan/ verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.
Pada zaman pra sejarah, manusia berkomunikasi menggunakan terompet dan genderang. Sementara untuk memberi tanda bahaya, manusia purba menggunakan asap sebagai isyarat.
Berkembangnya zaman, teknologi komunikasi juga menunjukkan perubahannya. Manusia saling mengirim surat. Sebelum ada Tukang Pos dan Kotak Pos, manusia berkirim surat dengan bantuan burung Merpati. Lalu kemudian perlahan muncullah koran sebagai salah satu media komunikasi cetak lainnya.
Sementara itu media komunikasi dalam bentuk elektrik juga mengalami kemajuan yang pesat. Dari ditemukannya telegraf, mesin fax, telepon, radio hingga televisi. Tak berhenti di situ, sekarang kita juga mengenal beragam gadget, seperti Smartphone, komputer, laptop dan tablet.
Selain memaparkan sejarah teknologi komunikasi dari masa ke masa, Ayah Her Anindito juga menjelaskan bahwasanya gadget utamanya digunakan oleh orang dewasa untuk bekerja, dan juga berkomunikasi dengan rekan kerja. Lalu bagaimana dengan kakak-kakak shalih-shalihah, bolehkah menggunakan gadget?
Sebagaimana peraturan di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah tidak diperbolehkan membawa gadget selama di sekolah. Namun tentu saja kakak shalih-shalihah tetap bisa kok menggunakan gadget, asalkan didampingi oleh orang tua.
Penggunaan gadget untuk kakak shalih-shalihah juga harus punya tujuan yang jelas, misalkan: untuk mencari informasi berkaitan dengan tugas sekolah, atau untuk berkomunikasi dengan saudara. Selain harus didampingi orang tua, kakak shalih-shalihah harus diberikan pengertian bahwasanya ada batasan dalam menggunakan gadget.
Mengenai batasan ini, Ayah Bunda bisa berdiskusi dengan kakak shalih-shalihah ya. Selain durasi, kakak shalih-shalihah juga perlu diberikan pemahaman bahwasanya saat berselancar menggunakan gadget, informasi yang dilihat harus sesuai dengan umur.
Hayo, apakah Ayah Bunda sudah membekali kakak shalih-shalihah terkait 3D dalam penggunaan gadget? Coba Ayah Bunda yang sudah menerapkan aturan 3D di rumah, bisa bersuara di kolom komentar yuk.
Ayah Kak Ayla dalam pemaparannya juga membagikan informasi mengenai dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi komunikasi. Kira-kira apa saja ya dampak tersebut?
Dampak positif dari semakin berkembangnya teknologi komunikasi, antara lain:
Mempermudah komunikasi
Memudahkan mencari informasi.
Menjauhkan yang dekat.
Sementara itu, dampak negatif dari perkembangan teknologi komunikasi adalah;
Mengganggu kesehatan.
Mengurangi fokus.
Membuat kurang empati dengan lingkungan sekitar.
Bagaimana dengan Ayah Bunda, lebih banyak merasakan dampak positif atau negatif dari perkembangan teknologi komunikasi nih?
Cara Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas
Sebelum teknologi berkembang seperti sekarang, ada beberapa alat komunikasi sederhana yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti; kentongan, lonceng dan bedug. Nah, pada BBOT kali ini, Ayah Her Anindito mengajak kakak shalih-shalihah untuk praktik membuat alat komunikasi sederhana dari kaleng bekas.
Ayah Bunda waktu zaman sekolah dulu sudah pernah praktik membuat alat komunikasi seperti ini belum ya? Caranya mudah kok.
Pertama-tama, Ayah Bunda persiapkan dulu dua kaleng bekas. Biasanya menggunakan kaleng bekas susu, tapi boleh gunakan kaleng apa saja yang ada di rumah. Akan lebih baik jika dua kaleng bekas tersebut memiliki ukuran yang sama ya.
Selanjutnya, siapkan benang kasur, gunting, palu, paku dan lem. Ukuran benangnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya. Semakin panjang tentu saja bisa digunakan komunikasi dalam jarak yang lebih panjang juga.
Setelah benda-benda yang dibutuhkan siap. Buat lubang dulu di kalengnya. Bisa menggunakan paku dan palu. Tak perlu lebar-lebar, asalkan cukup untuk memasukkan benang kasurnya, Ayah Bunda. Agar tidak lepas, ujung tali yang dimasukkan ke dalam kaleng diikat simpul. Lalu direkatkan dengan lem ke bagian dasar kaleng.
Selesai deh, alat komunikasi sederhana dari kaleng bekasnya sudah siap. Yuk dicoba, apakah berhasil menghantarkan suara dengan baik?
Masya Allah, sorak-sorai kakak shalih-shalihah menggema di ruang kelas 3 SD Islam Bintang Juara. Ternyata berhasil menyulap kaleng menjadi alat komunikasi sederhana.
Ayo, Ayah Bunda, praktikkan juga di rumah ya. Seru sekali dan tentunya bermanfaat. Bisa menjadi sarana membangun bonding dengan kakak shalih-shalihah di rumah.
Semoga informasi mengenai program BBOT pada hari Jum’at, 12 Mei 2023 tentang membuat alat komunikasi sederhana dari kaleng bekas bermanfaat ya. Pastikan untuk bagikan cerita ini kepada kerabat dan sahabat. Sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya, Ayah Bunda.***
Ahlan wa sahlan, kakak shalih-shalihah. Alhamdulillah setelah kurang lebih dua pekan menikmati indahnya berkumpul dengan keluarga di hari lebaran, kini saatnya kembali berkegiatan di SD Islam Bintang Juara.
Qodarullah hari pertama kakak shalih-shalihah memulai kegiatan di SD Islam Bintang Juara, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023. Oleh karenanya, kegiatan pagi ini diawali dengan upacara bendera.
Sejarah Hari Pendidikan Nasional dan Semaraknya Hardiknas 2023
“Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” – Ki Hajar Dewantara
Ayah Bunda, sudahkah mengenalkan sosok Ki Hajar Dewantara kepada kakak shalih-shalihah? Ki Hajar Dewantara terlahir dengan nama R.M. Suwardi Suryadingrat. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta.
Ki Hajar Dewantara memiliki pemikiran luar biasa dalam bidang pendidikan. Bahkan hingga kini, pemikiran-pemikiran beliau masih sangat relevan untuk dijalankan.
Beberapa warisan pemikiran yang ditinggalkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu semboyan berikut ini;
Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya ketika berada di depan, orang tua atau guru harus memberi contoh atau suri teladan bagi kakak shalih-shalihah yang berada di tengah dan belakang.
Ing Madya Mangun Karsa, artinya ketika orang tua atau guru berada di tengah harus bisa memberikan semangat untuk kemajuan kakak shalih-shalihah.
Tut Wuri Handayani, artinya ketika orang tua berada di belakang harus mampu memberikan dorongan.
Selain ketiga semboyan yang sudah sangat terkenal di atas, Ki Hajar Dewantara juga memiliki tiga warisan lainnya.
1. Tetep, Antep dan Mantep
Tetep artinya mengasah berpikir kritis dan memiliki komitmen dengan prinsipnya. Antep yaitu menumbuhkan kepercayaan diri dan keuletan untuk maju. Sementara mantep memiliki arti mendorong untuk terus berkembang dan memiliki visi yang kuat.
2. Ngandel, Kendel dan Bandel
Ngandel yaitu membentuk seseorang yang teguh pendirian. Kendel artinya meningkatkan keberanian. Bandel dalam bahasa Jawa bukan hal yang bermakna negatif, melainkan bagaimana membangun ketangguhan dan semangat pantang menyerah.
3. Neng, Ning, Nang, Nung
Neng, maksudnya menciptakan perasaan senang dan tentram. Sementara Ning artinya dapat membedakan mana yang baik dan salah. Nang memiliki arti agar mampu mengendalikan diri dan menjadi pemenang. Nung maksudnya menumbuhkan pribadi yang kokoh dalam menggapai cita-cita.
Selain warisan pemikiran tersebut, Ki Hajar Dewantara semasa hidup telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk pendidikan Indonesia. Demi bisa menyelenggarakan pendidikan yang adil untuk seluruh rakyat Indonesia, Ki Hajar Dewantara mendirikan Tamansiswa (Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa).
Atas dedikasi beliau yang luar biasa, melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Sementara itu hari kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Pada tahun ini, berdasarkan Surat Nomor 12811/MPK.A/TU.02.03/2023 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, peringatan Hari Pendidikan Nasional mengangkat tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar“. Tema tersebut selaras dengan salah satu kalimat inspiratif lainnya dari Ki Hajar Dewantara;
“Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk kehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).”
Seiring dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2023, bulan Mei 2023 juga dicanangkan sebagai bulan Merdeka Belajar. Oleh karenanya, di Oleh karenanya, di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini, mari Ayah Bunda kita selaraskan jejak-jejak langkah untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi kakak shalih-shalihah, demi terwujudnya merdeka belajar baik di rumah maupun di sekolah.
Hari Pendidikan Nasional 2023 juga memiliki logo khusus yang terbentuk dari tiga elemen; Bintang, Keceriaan dan Pena. Adapun makna dari logo tersebut yaitu;
Bintang, menggambarkan semangat Hardiknas yang selaras dengan visi dan misi pemerintah untuk melahirkan generasi Indonesia yang cerdas berkarakter. Dengan garis luwes menggambarkan semangat adaptif dan tangguh menghadapi perubahan zaman yang sangat dinamis.
Keceriaan, menggambarkan suasana pendidikan Indonesia yang menggembirakan, penuh dengan antusiasme, dan gotong royong serta partisipasi publik.
Pena, menggambarkan proses pendidikan sebagai sebuah proses penciptaan mahakarya yang memerlukan perpaduan holistik antara kemampuan intelektual, emosional, dan spritual dalam pelaksanaan.
Masya Allah di balik makna logo tersebut, filosofi pendidikan tersebut sudah dijalankan di SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang yang juga telah menerapkan Kurikulum Merdeka.
Istimewanya Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara
Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan istimewa karena berbarengan dengan hari pertama masuk sekolah. Pada momen ini, seluruh petugas upacara adalah bapak dan ibu guru.
Selaku pembina upacara, Pak Ali Munthohar menyampaikan pesan yang unik dirangkai dalam bentuk puisi. Apabila huruf depan di setiap baitnya disatukan akan membentuk tulisan yang berbunyi SD Islam Bintang Juara.
Masya Allah kreatif bukan para guru di SD Islam Bintang Juara? Insya Allah kakak shalih-shalihah pun akan tumbuh kreativitasnya apabila didampingi oleh para guru tangguh yang kreatif.
Proses pendidikan dan pengajaran di SD Islam Bintang Juara insya Allah telah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi pada pidato Hardiknas 2023;
Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat. Anak-anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri.
SD Islam Bintang Juara tak hanya telah menerapkan kurikulum merdeka dengan cara holistik integratif, tetapi juga telah menerapkan digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka.
Selain membacakan puisi, Pak Ali juga menyampaikan tantangan yang harus dilaksanakan oleh kakak shalih-shalihah dalam rangka menyemarakkan Hardiknas 2023. Apakah tantangan tersebut?
Tantangan Menulis untuk Kakak Shalih-shalihah
Dikarenakan suasana lebaran masih sangat kental terasa, seluruh kakak shalih-shalihah diminta untuk menceritakan pengalaman mereka di hari raya. Bukan sekadar menceritakan pengalaman, tantangannya yaitu menuliskan pendidikan apa yang kakak shalih-shalihah dapatkan selama momen lebaran.
Pada saat amanat pembina upacara, Pak Ali sempat memantik ide kakak shalih-shalihah untuk menyebutkan beberapa pendidikan yang didapat selama momen lebaran, antara lain;
Belajar bahasa baru pada saat mudik ke provinsi tetangga
Belajar menghormati yang lebih tua
Praktik belajar matematika saat menghitung uang balal/ angpau/ THR dari kerabat
Belajar memaafkan dan mengikhlaskan
Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya sepanjang momen lebaran yang ternyata mampu menancap di hati kakak shalih-shalihah. Jadi nggak sabar nih membaca hasil karya kakak shalih-shalihah. Insya Allah hasil karya kakak shalih-shalihah akan dibukukan, mohon dukungannya ya Ayah Bunda.
Usai upacara, kakak shalih-shalihah berdoa bersama agar kakak kelas 6 bisa melaksanakan Ujian Sekolah dengan lancar. Dilanjutkan dengan bersalam-salaman saling memberikan maaf. Dimulai dari kakak shalih-shalihah kelas 6 bersalaman kepada bapak ibu guru, disusul dengan kakak kelas 5 hingga kelas 1.
Untuk menutup rangkaian acara pagi dalam peringatan Hardiknas 2023, Bu Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara memberikan sebuah wejangan;
Salah satu bentuk tulus dalam meminta maaf adalah mendengarkan orang yang sedang berbicara.
Wejangan tersebut menjadi pengingat agar kakak shalih-shalihah makin terjaga adabnya hingga kelak bisa menjadi Pemimpin Muslim yang tetep, atep dan mantep sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara. Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023. Mari bersama-sama menjadi guru terbaik untuk kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.***
Ayah Bunda, hari yang dinanti-nanti oleh kakak shalih-shalihah akhirnya tiba. Leadership Ramadhan Camp kembali digelar pada hari Jumat – Sabtu, 14 – 15 April 2023.
Kakak shalih-shalihah dari kelas 1 – 6 menyambut gembira event ini. Sesuai informasi yang diberikan oleh para guru, kakak shalih-shalihah bisa datang ke sekolah mulai pukul 15.30. Namun banyak kakak shalih-shalihah yang hadir satu jam sebelumnya.
Hal tersebut membuktikan bagaimana antusiasnya kakak shalih-shalihah untuk mengikuti Leadership Ramadhan Camp. Bagaimana dengan Ayah Bunda, apakah sama antusiasnya dengan kakak shalih-shalihah?
Alhamdulillah, senang sekali mendengar Ayah Bunda mendukung dan melepaskan kakak shalih-shalihah dengan ikhlas untuk berkegiatan di sekolah sehari semalam. Insya Allah berpisah sementara untuk manfaat yang luar biasa.
Diadakannya Leadership Ramadhan Camp memiliki tujuan mulia, yaitu untuk mencetak Calon Pemimpin Muslim Berilmu dan Berakhlaq Mulia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati, merancang kegiatan demi kegiatan untuk melatih kedisplinan dan tanggungjawab.
Selain itu SD Islam Bintang Juara juga mendesain sedemikian rupa agar kakak shalih-shalihah tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat. Apakah Ayah Bunda penasaran bagaimana kegiatan Leadership Ramadhan Camp 1444 Hijriah berlangsung?
Kejutan pada Pembukaan Leadership Ramadhan Camp
Sesampainya kakak shalih-shalihah di sekolah, mereka diminta untuk menempatkan barang bawaan sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Ruangan kakak shalihah berada di lantai 1 Gedung A, sementara ruangan kakak shalih berada di lantai 2 Gedung A.
Setelah barang-barang bawaan ditempatkan dengan rapi, kakak shalih-shalihah bergerak lancar menuju Gedung Basement B. Sambil menanti kakak shalih-shalihah yang belum hadir, peserta Leadership Ramadhan Camp yang sudah datang diminta untuk melingkar dan muroja’ah bersama-sama.
Sekitar pukul 16.10, acara pembukaan Leadership Ramadhan Camp resmi dimulai. Bu Tutik sebagai MC membuka acara dengan penuh semangat. Disusul dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Kak Kaisara kelas 4A dan Kak Ninda kelas 4B.
Untuk menambah amunisi semangat kakak shalih-shalihah mengikuti event, bu Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara memberikan sambutannya. Usai sambutan bu Ni’mah, kejutan demi kejutan pun dimulai. Apa sajakah kejutan itu?
Pengumuman Pemenang Musabaqah Fii Ramadhan dan Penampilan Spesial
Kejutan pertama yaitu pengumuman pemenang Musabaqah fii Ramadhan yang pastinya juga sudah dinanti-nanti oleh Ayah Bunda di rumah kan? Siapa saja ya kakak shalih-shalihah yang dinilai oleh para dewan juri layak menjadi pemenang kompetisi Musabaqah fii Ramadhan?
Pemenang Kompetisi Da’i Cilik
Kompetisi Da’i cilik dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas rendah dan kelas tinggi. Kelas rendah meliputi peserta dari kelas 1-3, sementara kelas tinggi meliputi peserta dari kelas 4-6. Berikut ini dua nama yang terpilih menjadi juara kompetisi Da’i Cilik untuk kelas rendah;
Juara 1 – Kak Keana Gavva Sasmecha dari Kelas 1B
Juara 2 – Kak Mozza Shirlee Syahquita dari Kelas 1A
Sementara itu pemenang kompetisi Da’i Cilik kelas tinggi adalah;
Juara 1 – Kak Abidzar Al Ghiffari Kelas 5
Juara 2- Kak Muhammad Kafie El Azzam Kelas 4A
Pemenang Kompetisi Hifdzil Quran
Kompetisi Hifdzil Quran dibagi menjadi tiga level; level 1, 2 dan 3. Berikut ini nama-nama pemenang untuk level 1:
Juara 1 – Kak Ganendra Prabumukti, Kelas 1B
Juara 2 – Kak Fatir Arsya Zulfikar, Kelas 1B
Sementara pemenang Hifdzil Quran level 2, yaitu;
Juara 1 – Kak Syafira Azzahra Putri Diaji, Kelas 1A
Juara 2 – Kak Ibrahim Akbar Al Kirani, Kelas 1A
Pemenang kompetisi tahfidz untuk level 3, berikut ini nama-namanya;
Juara 1 – Rayyan Arransya Kuncono, Kelas 5
Juara 2 – Aisyakiela Nindya Almaira, Kelas 4B
Selain pemenang di setiap level, khusus untuk kompetisi Hifdzil Quran ada juara istimewa. Juara ini dipilih karena di balik keistimewaannya, sosok pemenang ini memiliki hafalan Al Quran yang luar biasa.
Oleh karenanya, dewan juri kemudian memilihnya sebagai juara favorit Hifdzil Quran. Adapun pemenang favorit tersebut ialah Kak Muhammad Haidar Abdullah dari PKBM Generasi Juara.
Pemenang Kompetisi Azan
Sama halnya dengan kompetisi Da’i Cilik, Lomba Azan juga dibagi menjadi kelas rendah dan kelas tinggi. Siapa saja hayo pemenang dari kelas rendah?
Berikut ini nama-nama pemenang lomba azan dari kelas rendah;
Juara 1- Kak Syabil Syadad Wijaya dari Kelas 3
Juara 2 – Kak Ibrahim Akbar Al Kirani dari Kelas 1A
Sementara untuk kelas tinggi, juara-juaranya adalah;
Juara 1 – Kak Muhammad Kafie El Azzam, Kelas 4A
Juara 2- Kak Rahardi Firmansyah, Kelas 4A
Pemenang Kompetisi Kaligrafi
Cabang kompetisi terakhir dari Musabaqah fii Ramadhan adalah kompetisi kaligrafi, berikut ini nama pemenang untuk kelas rendah;
Juara 1 – Kak Aquien Zakiyya dari Kelas 2
Juara 2 – Kak Najia Kinaryan dari Kelas 1B
Sementara itu pemenang untuk Kompetisi Kaligrafi kelas tinggi, sebagai berikut;
Juara 1 – Khalisa Ameera Sinatria, Kelas 4B
Juara 2 – M. Raffasya Azamirta, Kelas 5
Ayah Bunda, adakah nama putra-putrinya yang tersebut di atas? Kalaupun belum, tetap dukung kakak shalih-shalihah untuk berani tampil dan mengikuti kompetisi Musabaqah Fii Ramadhan tahun depan ya.
Karena sejatinya, tujuan kompetisi bukanlah untuk mengalahkan orang lain, tetapi untuk mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan ketakutan agar menjadi lebih berani, mengalahkan rasa angkuh agar lebih rendah hati. Lagipula, setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara.
Selain pengumuman para pemenang Musabaqah Fii Ramadhan, masih ada kejutan lainnya lo, Ayah Bunda. Di antaranya penampilan dari pemenang Kompetisi Da’i Cilik, Kak Kael dan Kak Kea. Lalu ada juga persembahan istimewa dari Kak Arsyad Kelas 4B dan Kak Gesang Kelas 2 yang menampilkan pertunjukan pantomim. Masya Allah lucu sekali lo, Ayah Bunda.
Sesi demi sesi acara pembukaan telah terlewati, saatnya kakak shalih-shalihah kembali ke Gedung A untuk bersiap-siap berbuka puasa.
Serunya Berbuka Hingga Bermaknanya Leadership Class
Sesampainya di Gedung A, kakak shalih-shalihah mencuci tangan dan mengambil takjil. Setelah azan berkumandang, doa berbuka puasa dilantunkan dan kakak shalih-shalihah khusyuk menikmati takjil yang telah disediakan oleh pihak sekolah.
Segelas teh hangat dan roti manis mampu menjadi pengganjal perut sebelum mendirikan shalat maghrib. Usai melahap takjil, kakak shalih-shalihah kembali ke Basement Gedung B untuk menunaikan sholat maghrib.
Setelah itu, baru deh kakak shalih-shalihah bisa menikmati bekal makan yang dibawa dari rumah masing-masing. Masya Allah bekalnya kakak shalih-shalihah berlimpah, Ayah Bunda.
Terima kasih untuk Ayah Bunda yang memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah untuk saling berbagi dengan temannya. Bekal yang dibawakan Ayah Bunda benar-benar mengenyangkan kakak shalih-shalihah dan menghasilkan tenaga untuk beraktivitas hingga pagi tiba.
Usai tuntas melahap bekal yang dibawa dari rumah, sholat Isya, tarawih dan witir pun dilaksanakan. Tak lupa kultum juga digelar untuk meningkatkan keimanan kakak shalih-shalihah. Setelah semua rangkaian ibadah tersebut dijalankan, kakak shalih-shalihah kembali ke ruangannya masing-masing untuk murojaah.
Pukul 21.00 kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk snack time sambil bonding dengan rekan sekelompoknya. Setelah cukup, kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk toilet training dan bersiap untuk istirahat.
Beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 02.30, kakak shalih-shalihah dibangunkan untuk melaksanakan Qiyamul Lail berjamah. Masya Allah, kakak shalih-shalihah mudah sekali dibangunkannya, Ayah Bunda. Tidak ada drama, alhamdulillah.
Usai Qiyamul Lail, kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk makan sahur. Di sinilah kakak shalih-shalihah berlatih bertanggungjawab untuk menghabiskan nasi, sayur dan lauk yang telah diambilnya sendiri.
Kakak shalih-shalihah berlatih untuk mengukur kemampuan perutnya. Tidak boleh kekurangan ataupun berlebihan.
Selain itu kakak shalih-shalihah juga diajarkan untuk mencuci peralatan makannya masing-masing setelah selesai makan sahur. Selanjutnya, kakak shalih-shalihah bersiap untuk shalat subuh berjamaah.
Tidak ada satu pun kakak shalih-shalihah yang kembali meringkuk dan terlelap tidur usai shalat subuh, Ayah Bunda. Berkumpul di lapangan, Pak Arial siap memimpin kakak shalih-shalihah untuk melaksanakan senam sehat bersama.
Setelah badan terasa segar, kakak shalih-shalihah bergerak lancar untuk bergotongroyong membersihkan area sekolah. Selanjutnya, giliran kakak shalih-shalihah yang membersihkan diri dari kuman dan bakteri yang menempel di tubuhnya.
Usai mandi, kakak shalih-shalihah yang sudah besar diizinkan untuk sholat dhuha secara munfarid. Sementara untuk kakak shalih-shalihah kelas 1 – 3 mendirikan sholat dhuha secara berjamaah. Setelah melaksanakan sholat dhuha, kakak shalih-shalihah siap belajar bersama di sesi Leadership Class.
Kakak shalih-shalihah kelas 1-3 menuju ke Basement Gedung B. Di sana Miss Meli, Kepala PAUD Islam Bintang Juara telah siap menemani kakak shalih-shalihah untuk belajar tentang “Memuliakan Guru dan Keberkahan Ilmu.”
Sementara itu, kakak shalih kelas 4-6 menuju ke ruang kelas 5 yang terletak di Gedung B Lantai 1. Kakak shalih diberikan bekal mengenai persiapan pubertas bersama Kak Oding. Seru sekali lo sesi ini, Ayah Bunda.
Tak jauh berbeda dengan kakak shalih, kakak shalihah kelas 4-6 juga belajar mengenai pubertas, adab berpakaian dan adab pergaulan. Bedanya kakak shalihah berkegiatan di ruang kelas 6 bersama Kak Aulia.
Dikarenakan topik pubertas cukup sensitif dan memang terdapat perbedaan antara perempuan dan lelaki, oleh karenanya pembahasan mengenai hal ini sengaja dibedakan antara kakak shalih dan shalihah. Alhamdulillah kakak shalihah cukup responsif dan aktif menanggapi paparan dari Kak Aulia. Sampai-sampai Kak Aulia terkesima karena kakak shalihah begitu rajin mencatat hal-hal penting.
Leadership Class yang mengangkat tema “Becoming Smart and Religious Leaders” tersebut merupakan penutup kegiatan Leadership Ramadhan Camp. Semoga semua sesi dan materi yang disampaikan oleh para narasumber terikat dengan erat dalam memori dan jiwa-jiwa kakak shalih-shalihah.
Harapannya kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi para pemimpin yang tidak hanya pintar tapi juga berjiwa religius. Akhir kata, terima kasih untuk segala doa dan dukungan Ayah Bunda.
Selamat menikmati libur akhir ramadhan dan libur lebaran bersama keluarga. Sampai jumpa di catatan istimewa Bintang Juara selanjutnya.***