fbpx
Hangatnya Momen Silaturahim pada Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Hangatnya Momen Silaturahim pada Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Ahlan wa sahlan, kakak shalih-shalihah. Alhamdulillah setelah kurang lebih dua pekan menikmati indahnya berkumpul dengan keluarga di hari lebaran, kini saatnya kembali berkegiatan di SD Islam Bintang Juara.

Qodarullah hari pertama kakak shalih-shalihah memulai kegiatan di SD Islam Bintang Juara, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023. Oleh karenanya, kegiatan pagi ini diawali dengan upacara bendera.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional dan Semaraknya Hardiknas 2023

“Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” – Ki Hajar Dewantara

Ayah Bunda, sudahkah mengenalkan sosok Ki Hajar Dewantara kepada kakak shalih-shalihah? Ki Hajar Dewantara terlahir dengan nama  R.M. Suwardi Suryadingrat. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta.

ki hajar dewantara bapak pendidikan nasional

Ki Hajar Dewantara memiliki pemikiran luar biasa dalam bidang pendidikan. Bahkan hingga kini, pemikiran-pemikiran beliau masih sangat relevan untuk dijalankan.

Beberapa warisan pemikiran yang ditinggalkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu semboyan berikut ini;

semboyan ki hajar dewantara

  • Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya ketika berada di depan, orang tua atau guru harus memberi contoh atau suri teladan bagi kakak shalih-shalihah yang berada di tengah dan belakang.
  • Ing Madya Mangun Karsa, artinya ketika orang tua atau guru berada di tengah harus bisa memberikan semangat untuk kemajuan kakak shalih-shalihah.
  • Tut Wuri Handayani, artinya ketika orang tua berada di belakang harus mampu memberikan dorongan.

Selain ketiga semboyan yang sudah sangat terkenal di atas, Ki Hajar Dewantara juga memiliki tiga warisan lainnya.

warisan pemikiran ki hajar dewantara

1. Tetep, Antep dan Mantep

Tetep artinya mengasah berpikir kritis dan memiliki komitmen dengan prinsipnya. Antep yaitu menumbuhkan kepercayaan diri dan keuletan untuk maju. Sementara mantep memiliki arti mendorong untuk terus berkembang dan memiliki visi yang kuat.

2. Ngandel, Kendel dan Bandel

Ngandel yaitu membentuk seseorang yang teguh pendirian. Kendel artinya meningkatkan keberanian. Bandel dalam bahasa Jawa bukan hal yang bermakna negatif, melainkan bagaimana membangun ketangguhan dan semangat pantang menyerah.

3. Neng, Ning, Nang, Nung

Neng, maksudnya menciptakan perasaan senang dan tentram. Sementara Ning artinya dapat membedakan mana yang baik dan salah. Nang memiliki arti agar mampu mengendalikan diri dan menjadi pemenang. Nung maksudnya menumbuhkan pribadi yang kokoh dalam menggapai cita-cita.

Selain warisan pemikiran tersebut, Ki Hajar Dewantara semasa hidup telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk pendidikan Indonesia. Demi bisa menyelenggarakan pendidikan yang adil untuk seluruh rakyat Indonesia, Ki Hajar Dewantara mendirikan Tamansiswa (Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa).

Atas dedikasi beliau yang luar biasa, melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Sementara itu hari kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Pada tahun ini, berdasarkan Surat Nomor 12811/MPK.A/TU.02.03/2023 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, peringatan Hari Pendidikan Nasional mengangkat tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar“. Tema tersebut selaras dengan salah satu kalimat inspiratif lainnya dari Ki Hajar Dewantara;

“Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk kehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).”

Seiring dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2023, bulan Mei 2023 juga dicanangkan sebagai bulan Merdeka Belajar. Oleh karenanya, di Oleh karenanya, di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini, mari Ayah Bunda kita selaraskan jejak-jejak langkah untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi kakak shalih-shalihah, demi terwujudnya merdeka belajar baik di rumah maupun di sekolah.

Hari Pendidikan Nasional 2023 juga memiliki logo khusus yang terbentuk dari tiga elemen;  Bintang, Keceriaan dan Pena. Adapun makna dari logo tersebut yaitu;

logo hardiknas 2023

  • Bintang, menggambarkan semangat Hardiknas yang selaras dengan visi dan misi pemerintah untuk melahirkan generasi Indonesia yang cerdas berkarakter. Dengan garis luwes menggambarkan semangat adaptif dan tangguh menghadapi perubahan zaman yang sangat dinamis.
  • Keceriaan, menggambarkan suasana pendidikan Indonesia yang menggembirakan, penuh dengan antusiasme, dan gotong royong serta partisipasi publik.
  • Pena, menggambarkan proses pendidikan sebagai sebuah proses penciptaan mahakarya yang memerlukan perpaduan holistik antara kemampuan intelektual, emosional, dan spritual dalam pelaksanaan.

Masya Allah di balik makna logo tersebut, filosofi pendidikan tersebut sudah dijalankan di SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang yang juga telah menerapkan Kurikulum Merdeka.

Istimewanya Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan istimewa karena berbarengan dengan hari pertama masuk sekolah. Pada momen ini, seluruh petugas upacara adalah bapak dan ibu guru.

Selaku pembina upacara, Pak Ali Munthohar menyampaikan pesan yang unik dirangkai dalam bentuk puisi. Apabila huruf depan di setiap baitnya disatukan akan membentuk tulisan yang berbunyi SD Islam Bintang Juara.

amanat pembina upacara hardiknas sd islam bintang juara

Masya Allah kreatif bukan para guru di SD Islam Bintang Juara? Insya Allah kakak shalih-shalihah pun akan tumbuh kreativitasnya apabila didampingi oleh para guru tangguh yang kreatif.

Proses pendidikan dan pengajaran di SD Islam Bintang Juara insya Allah telah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi pada pidato Hardiknas 2023;

Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat. Anak-anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri.

SD Islam Bintang Juara tak hanya telah menerapkan kurikulum merdeka dengan cara holistik integratif, tetapi juga telah menerapkan digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka.

Selain membacakan puisi, Pak Ali juga menyampaikan tantangan yang harus dilaksanakan oleh kakak shalih-shalihah dalam rangka menyemarakkan Hardiknas 2023. Apakah tantangan tersebut?

Tantangan Menulis untuk Kakak Shalih-shalihah

Dikarenakan suasana lebaran masih sangat kental terasa, seluruh kakak shalih-shalihah diminta untuk menceritakan pengalaman mereka di hari raya. Bukan sekadar menceritakan pengalaman, tantangannya yaitu menuliskan pendidikan apa yang kakak shalih-shalihah dapatkan selama momen lebaran.

Pada saat amanat pembina upacara, Pak Ali sempat memantik ide kakak shalih-shalihah untuk menyebutkan beberapa pendidikan yang didapat selama momen lebaran, antara lain;

  • Belajar bahasa baru pada saat mudik ke provinsi tetangga
  • Belajar menghormati yang lebih tua
  • Praktik belajar matematika saat menghitung uang balal/ angpau/ THR dari kerabat
  • Belajar memaafkan dan mengikhlaskan

Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya sepanjang momen lebaran yang ternyata mampu menancap di hati kakak shalih-shalihah. Jadi nggak sabar nih membaca hasil karya kakak shalih-shalihah. Insya Allah hasil karya kakak shalih-shalihah akan dibukukan, mohon dukungannya ya Ayah Bunda.

suasana upacara hardiknas 2023 di sd islam bintang juara

Usai upacara, kakak shalih-shalihah berdoa bersama agar kakak kelas 6 bisa melaksanakan Ujian Sekolah dengan lancar. Dilanjutkan dengan bersalam-salaman saling memberikan maaf. Dimulai dari kakak shalih-shalihah kelas 6 bersalaman kepada bapak ibu guru, disusul dengan kakak kelas 5 hingga kelas 1.

Untuk menutup rangkaian acara pagi dalam peringatan Hardiknas 2023, Bu Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara memberikan sebuah wejangan;

Salah satu bentuk tulus dalam meminta maaf adalah mendengarkan orang yang sedang berbicara.

Wejangan tersebut menjadi pengingat agar kakak shalih-shalihah makin terjaga adabnya hingga kelak bisa menjadi Pemimpin Muslim yang tetep, atep dan mantep sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara. Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023. Mari bersama-sama menjadi guru terbaik untuk kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.***

 

Referensi:

  • https://news.detik.com/berita/d-6698077/hari-pendidikan-nasional-2023-tema-logo-dan-pedoman-upacara-2-mei.
  • https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6698265/sejarah-hari-pendidikan-nasional-yang-diperingati-setiap-tanggal-2-mei.
Leadership Ramadhan Camp, Mabitnya Calon Pemimpin Muslim

Leadership Ramadhan Camp, Mabitnya Calon Pemimpin Muslim

Ayah Bunda, hari yang dinanti-nanti oleh kakak shalih-shalihah akhirnya tiba. Leadership Ramadhan Camp kembali digelar pada hari Jumat – Sabtu, 14 – 15 April 2023.

Kakak shalih-shalihah dari kelas 1 – 6 menyambut gembira event ini. Sesuai informasi yang diberikan oleh para guru, kakak shalih-shalihah bisa datang ke sekolah mulai pukul 15.30. Namun banyak kakak shalih-shalihah yang hadir satu jam sebelumnya.

Hal tersebut membuktikan bagaimana antusiasnya kakak shalih-shalihah untuk mengikuti Leadership Ramadhan Camp. Bagaimana dengan Ayah Bunda, apakah sama antusiasnya dengan kakak shalih-shalihah?

Alhamdulillah, senang sekali mendengar Ayah Bunda mendukung dan melepaskan kakak shalih-shalihah dengan ikhlas untuk berkegiatan di sekolah sehari semalam. Insya Allah berpisah sementara untuk manfaat yang luar biasa.

Diadakannya Leadership Ramadhan Camp memiliki tujuan mulia, yaitu untuk mencetak Calon Pemimpin Muslim Berilmu dan Berakhlaq Mulia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati, merancang kegiatan demi kegiatan untuk melatih kedisplinan dan tanggungjawab.

Selain itu SD Islam Bintang Juara juga mendesain sedemikian rupa agar kakak shalih-shalihah tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat. Apakah Ayah Bunda penasaran bagaimana kegiatan Leadership Ramadhan Camp 1444 Hijriah berlangsung?

Kejutan pada Pembukaan Leadership Ramadhan Camp

Sesampainya kakak shalih-shalihah di sekolah, mereka diminta untuk menempatkan barang bawaan sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Ruangan kakak shalihah berada di lantai 1 Gedung A, sementara ruangan kakak shalih berada di lantai 2 Gedung A.

Setelah barang-barang bawaan ditempatkan dengan rapi, kakak shalih-shalihah bergerak lancar menuju Gedung Basement B. Sambil menanti kakak shalih-shalihah yang belum hadir, peserta Leadership Ramadhan Camp yang sudah datang diminta untuk melingkar dan muroja’ah bersama-sama.

Sekitar pukul 16.10, acara pembukaan Leadership Ramadhan Camp resmi dimulai. Bu Tutik sebagai MC membuka acara dengan penuh semangat. Disusul dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Kak Kaisara kelas  4A dan Kak Ninda kelas 4B.

Untuk menambah amunisi semangat kakak shalih-shalihah mengikuti event, bu Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara memberikan sambutannya. Usai sambutan bu Ni’mah, kejutan demi kejutan pun dimulai. Apa sajakah kejutan itu?

Pengumuman Pemenang Musabaqah Fii Ramadhan dan Penampilan Spesial

Kejutan pertama yaitu pengumuman pemenang Musabaqah fii Ramadhan yang pastinya juga sudah dinanti-nanti oleh Ayah Bunda di rumah kan? Siapa saja ya kakak shalih-shalihah yang dinilai oleh para dewan juri layak menjadi pemenang kompetisi Musabaqah fii Ramadhan?

setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara

Pemenang Kompetisi Da’i Cilik

Kompetisi Da’i cilik dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas rendah dan kelas tinggi. Kelas rendah meliputi peserta dari kelas 1-3, sementara kelas tinggi meliputi peserta dari kelas 4-6. Berikut ini dua nama yang terpilih menjadi juara kompetisi Da’i Cilik untuk kelas rendah;

  • Juara 1 – Kak Keana Gavva Sasmecha dari Kelas 1B
  • Juara 2 – Kak Mozza Shirlee Syahquita dari Kelas 1A

Sementara itu pemenang kompetisi Da’i Cilik kelas tinggi adalah;

  • Juara 1 – Kak Abidzar Al Ghiffari Kelas 5
  • Juara 2- Kak Muhammad Kafie El Azzam Kelas 4A

Pemenang Kompetisi Hifdzil Quran

Kompetisi Hifdzil Quran dibagi menjadi tiga level; level 1, 2 dan 3. Berikut ini nama-nama pemenang untuk level 1:

  • Juara 1 – Kak Ganendra Prabumukti, Kelas 1B
  • Juara 2 – Kak Fatir Arsya Zulfikar, Kelas 1B

Sementara pemenang Hifdzil Quran level 2, yaitu;

  • Juara 1 – Kak Syafira Azzahra Putri Diaji, Kelas 1A
  • Juara 2 – Kak Ibrahim Akbar Al Kirani, Kelas 1A

Pemenang kompetisi tahfidz untuk level 3, berikut ini nama-namanya;

  • Juara 1 – Rayyan Arransya Kuncono, Kelas 5
  • Juara 2 – Aisyakiela Nindya Almaira, Kelas 4B

Selain pemenang di setiap level, khusus untuk kompetisi Hifdzil Quran ada juara istimewa. Juara ini dipilih karena di balik keistimewaannya, sosok pemenang ini memiliki hafalan Al Quran yang luar biasa.

Oleh karenanya, dewan juri kemudian memilihnya sebagai juara favorit Hifdzil Quran. Adapun pemenang favorit tersebut ialah Kak Muhammad Haidar Abdullah dari PKBM Generasi Juara.

Pemenang Kompetisi Azan

Sama halnya dengan kompetisi Da’i Cilik, Lomba Azan juga dibagi menjadi kelas rendah dan kelas tinggi. Siapa saja hayo pemenang dari kelas rendah?

Berikut ini nama-nama pemenang lomba azan dari kelas rendah;

  • Juara 1- Kak Syabil Syadad Wijaya dari Kelas 3
  • Juara 2 – Kak Ibrahim Akbar Al Kirani dari Kelas 1A

Sementara untuk kelas tinggi, juara-juaranya adalah;

  • Juara 1 – Kak Muhammad Kafie El Azzam, Kelas 4A
  • Juara 2- Kak Rahardi Firmansyah, Kelas 4A

Pemenang Kompetisi Kaligrafi

Cabang kompetisi terakhir dari Musabaqah fii Ramadhan adalah kompetisi kaligrafi, berikut ini nama pemenang untuk kelas rendah;

  • Juara 1 – Kak Aquien Zakiyya dari Kelas 2
  • Juara 2 – Kak Najia Kinaryan dari Kelas 1B

Sementara itu pemenang untuk Kompetisi Kaligrafi kelas tinggi, sebagai berikut;

  • Juara 1 –  Khalisa Ameera Sinatria, Kelas 4B
  • Juara 2 – M. Raffasya Azamirta, Kelas 5

Ayah Bunda, adakah nama putra-putrinya yang tersebut di atas? Kalaupun belum, tetap dukung kakak shalih-shalihah untuk berani tampil dan mengikuti kompetisi Musabaqah Fii Ramadhan tahun depan ya.

Karena sejatinya, tujuan kompetisi bukanlah untuk mengalahkan orang lain,  tetapi untuk mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan ketakutan agar menjadi lebih berani, mengalahkan rasa angkuh agar lebih rendah hati. Lagipula, setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara.

Selain pengumuman para pemenang Musabaqah Fii Ramadhan, masih ada kejutan lainnya lo, Ayah Bunda. Di antaranya penampilan dari pemenang Kompetisi Da’i Cilik, Kak Kael dan Kak Kea. Lalu ada juga persembahan istimewa dari Kak Arsyad Kelas 4B dan Kak Gesang Kelas 2 yang menampilkan pertunjukan pantomim. Masya Allah lucu sekali lo, Ayah Bunda.

pantomin sd islam bintang juara

Sesi demi sesi acara pembukaan telah terlewati, saatnya kakak shalih-shalihah kembali ke Gedung A untuk bersiap-siap berbuka puasa.

Serunya Berbuka Hingga Bermaknanya Leadership Class

Sesampainya di Gedung A, kakak shalih-shalihah mencuci tangan dan mengambil takjil. Setelah azan berkumandang, doa berbuka puasa dilantunkan dan kakak shalih-shalihah khusyuk menikmati takjil yang telah disediakan oleh pihak sekolah.

Segelas teh hangat dan roti manis mampu menjadi pengganjal perut sebelum mendirikan shalat maghrib. Usai melahap takjil, kakak shalih-shalihah kembali ke Basement Gedung B untuk menunaikan sholat maghrib.

Setelah itu, baru deh kakak shalih-shalihah bisa menikmati bekal makan yang dibawa dari rumah masing-masing. Masya Allah bekalnya kakak shalih-shalihah berlimpah, Ayah Bunda.

Terima kasih untuk Ayah Bunda yang memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah untuk saling berbagi dengan temannya. Bekal yang dibawakan Ayah Bunda benar-benar mengenyangkan kakak shalih-shalihah dan menghasilkan tenaga untuk beraktivitas hingga pagi tiba.

buka bersama ramadhan camp

Usai tuntas melahap bekal yang dibawa dari rumah, sholat Isya, tarawih dan witir pun dilaksanakan.  Tak lupa kultum juga digelar untuk meningkatkan keimanan kakak shalih-shalihah. Setelah semua rangkaian ibadah tersebut dijalankan, kakak shalih-shalihah kembali ke ruangannya masing-masing untuk murojaah.

Pukul 21.00 kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk snack time sambil bonding dengan rekan sekelompoknya. Setelah cukup, kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk toilet training dan bersiap untuk istirahat.

sholat di ramadhan camp

Beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 02.30, kakak shalih-shalihah dibangunkan untuk melaksanakan Qiyamul Lail berjamah. Masya Allah, kakak shalih-shalihah mudah sekali dibangunkannya, Ayah Bunda. Tidak ada drama, alhamdulillah.

Usai Qiyamul Lail, kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk makan sahur. Di sinilah kakak shalih-shalihah berlatih bertanggungjawab untuk menghabiskan nasi, sayur dan lauk yang telah diambilnya sendiri.

sahur bersama leadership ramadhan camp

Kakak shalih-shalihah berlatih untuk mengukur kemampuan perutnya. Tidak boleh kekurangan ataupun berlebihan.

Selain itu kakak shalih-shalihah juga diajarkan untuk mencuci peralatan makannya masing-masing setelah selesai makan sahur. Selanjutnya, kakak shalih-shalihah bersiap untuk shalat subuh berjamaah.

senam sehat bersama

Tidak ada satu pun kakak shalih-shalihah yang kembali meringkuk dan terlelap tidur usai shalat subuh, Ayah Bunda. Berkumpul di lapangan, Pak Arial siap memimpin kakak shalih-shalihah untuk melaksanakan senam sehat bersama.

Setelah badan terasa segar, kakak shalih-shalihah bergerak lancar untuk bergotongroyong membersihkan area sekolah. Selanjutnya, giliran kakak shalih-shalihah yang membersihkan diri dari kuman dan bakteri yang menempel di tubuhnya.

Usai mandi, kakak shalih-shalihah yang sudah besar diizinkan untuk sholat dhuha secara munfarid. Sementara untuk kakak shalih-shalihah kelas 1 – 3 mendirikan sholat dhuha secara berjamaah. Setelah melaksanakan sholat dhuha, kakak shalih-shalihah siap belajar bersama di sesi Leadership Class.

bersih area sekolah sd islam bintang juara

Kakak shalih-shalihah kelas 1-3 menuju ke Basement Gedung B. Di sana Miss Meli, Kepala PAUD Islam Bintang Juara telah siap menemani kakak shalih-shalihah untuk belajar tentang “Memuliakan Guru dan Keberkahan Ilmu.”

Sementara itu, kakak shalih kelas 4-6 menuju ke ruang kelas 5 yang terletak di Gedung B Lantai 1. Kakak shalih diberikan bekal mengenai persiapan pubertas bersama Kak Oding. Seru sekali lo sesi ini, Ayah Bunda.

Tak jauh berbeda dengan kakak shalih, kakak shalihah kelas 4-6 juga belajar mengenai pubertas, adab berpakaian dan adab pergaulan. Bedanya kakak shalihah berkegiatan di ruang kelas 6 bersama Kak Aulia.

Dikarenakan topik pubertas cukup sensitif dan memang terdapat perbedaan antara perempuan dan lelaki, oleh karenanya pembahasan mengenai hal ini sengaja dibedakan antara kakak shalih dan shalihah. Alhamdulillah kakak shalihah cukup responsif dan aktif menanggapi paparan dari Kak Aulia. Sampai-sampai Kak Aulia terkesima karena kakak shalihah begitu rajin mencatat hal-hal penting.

leadership class

Leadership Class yang mengangkat tema “Becoming Smart and Religious Leaders” tersebut merupakan penutup kegiatan Leadership Ramadhan Camp. Semoga semua sesi dan materi yang disampaikan oleh para narasumber terikat dengan erat dalam memori dan jiwa-jiwa kakak shalih-shalihah.

Harapannya kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi para pemimpin yang tidak hanya pintar tapi juga berjiwa religius. Akhir kata, terima kasih untuk segala doa dan dukungan Ayah Bunda.

Selamat menikmati libur akhir ramadhan dan libur lebaran bersama keluarga. Sampai jumpa di catatan istimewa Bintang Juara selanjutnya.***

Pendampingan Digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara, Makin Mantap Mencetak Calon Pemimpin Muslim

Pendampingan Digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara, Makin Mantap Mencetak Calon Pemimpin Muslim

SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunungpati Semarang senantiasa melakukan terobosan agar dapat memberikan pembelajaran terbaik demi mencetak para Calon Pemimpin Muslim yang unggul. Selain menjadi Sekolah Penggerak, SD Islam Bintang Juara juga telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Bahkan jauh sebelum kurikulum ini ditetapkan oleh Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, SD Islam Bintang Juara telah mengaplikasikan filosofi dari Kurikulum Merdeka jauh-jauh hari.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada para guru dalam memilih berbagai perangkat ajar sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran intrakurikuler bisa menghadirkan beragam konten sehingga peserta didik mampu mendalami konsep dan menguatkan kompetensi secara optimal.

Termasuk di dalamnya terdapat Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dikembangkan dalam tema-tema tertentu sesuai kebijakan pemerintah. Proyek ini tidak terikat pada konten mata pelajaran tertentu, bisa diaplikasikan pada setiap mata pelajaran.

5 Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Sebagaimana namanya, Kurikulum Merdeka diharapkan untuk memerdekakan para guru sekaligus peserta didiknya. Keunggulan lain dari kurikulum ini dibandingkan kurikulum sebelumnya yaitu lebih sederhana penerapannya, tapi memiliki filosofi pembelajaran yang lebih mendalam, lebih merdeka, lebih relevan dan interaktif.

Berikut ini lima prinsip Kurikulum Merdeka yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran;

prinsip kurikulum merdeka

  1. Kurikulum ini dirancang sedemikian rupa untuk mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik, serta bisa menyesuaikan kebutuhan belajar masing-masing peserta didik. Kurikulum Merdeka juga bisa merangkul semua peserta didik dengan beragam karakteristik dan perkembangannya. Dengan kemerdekaan ini, diharapkan pembelajaran yang tercipta menjadi bermakna dan menyenangkan.
  2. Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka didesain dan diterapkan dalam rangka membangun kapasitas peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.
  3. Setiap proses pembelajaran harus bisa mendukung sperkembangan kompetensi dan karakter masing-masing peserta didik secara holistik.
  4. Pembelajaran yang didesain harus relevan dengan konteks, lingkungan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
  5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Kelima prinsip tersebut sudah dijalankan oleh SD Islam Bintang Juara sejak awal sekolah ini berdiri, yaitu di tahun 2017. Sedangkan Kurikulum Merdeka baru diterapkan mulai tahun ajaran 2022-2023. Itupun belum semua sekolah menerapkannya. Sementara rencana untuk menerapkan Kurikulum Merdeka serentak secara nasional baru akan dimulai pada tahun ajaran 2024.

Proses pembelajaran yang dirancang di SD Islam Bintang Juara telah memperhatikan seluruh aspek perkembangan anak secara holistik integratif. Bahkan soal-soal tes ataupun PR diberikan berbeda-beda menyesuaikan perkembangan masing-masing anak.

Dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka, SD Islam Bintang Juara semakin leluasa untuk mengoptimalkan karakter dan kompetensi kakak shalih-shalihah. Oleh karenanya untuk mendukung agar Sistem Kurikulum Merdeka berjalan semakin maksimal, baik dari sisi tenaga kependidikan dan juga peserta didiknya, SD Islam Bintang Juara sedang berproses untuk melakukan Digitalisasi Sekolah.

Digitalisasi Sekolah sendiri termasuk dalam lima intervensi Program Sekolah Penggerak. Apa sajakah kelima intervensi tersebut?

5 Intervensi Sekolah Penggerak

Sebagai informasi, Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila (P3). Adapun fokus Sekolah Penggerak meliputi kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter). Untuk bisa mencetak P3 dibutuhkan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). Selain mendesain program pembelajaran di sekolah masing-masing, kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak harus bisa melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain.

Dalam prosesnya, terdapat lima intervensi Sekolah Penggerak, yaitu:

intervensi sekolah penggerak

1. Pendampingan Konsultatif dan Asimetris

Yaitu program kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah. Dalam hal ini, Kemendikbud memberikan pendampingan implementasi Sekolah Penggerak.

2. Penguatan Sumber Daya Manusia di Sekolah

Penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud.

3. Pembelajaran dengan Paradigma Baru

Pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas.

4. Perencanaan Berbasis Data

Manajemen berbasis sekolah: perencanaan berdasarkan refleksi diri satuan pendidikan

5. Digitalisasi Sekolah

Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan.

Berdasarkan lima intervensi Sekolah Penggerak dan juga prinsip Sistem Kurikulum Merdeka, SD Islam Bintang Juara melakukan terobosan baru terkait Digitalisasi Sekolah. Untuk mewujudkan proses  tersebut, diadakan pendampingan dari Dosen Unissula Fakultas Teknologi Industri, Bapak Mustafa M. Abdullah, S.T., M.M. atau yang akrab dipanggil dengan Cak Mustafa.

Selain sebagai dosen Unissula Fakultas Teknologi Industri, Cak Mustafa merupakan Fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan I. Selama ini Cak Mustafa secara intens mendampingi SD Islam Bintang Juara dalam melakukan proses Digitalisasi Sekolah.

Selaku Fasilitator Sekolah Penggerak, Cak Mustafa sangat memahami bagaimana proses pembelajaran dan pelaporan yang tepat. Oleh karenanya, Cak Mustafa melalui IKITAS (Inkubator Kreasi dan Inovasi Telematika menghadirkan SIAKAD (Sistem Akademik).

Suasana Pendampingan Digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Setelah diproses selama beberapa waktu, SIAKAD SD Islam Bintang Juara insya Allah akan mulai digunakan setelah libur lebaran. Agar para guru kelas bisa menggunakan SIAKAD dengan lancar, diadakan sosialisasi dan pendampingan yang langsung dihadiri oleh Cak Mustafa pada hari Jumat, 14 April 2023.

SIAKAD SD Islam Bintang Juara menerjemahkan Sistem Kurikulum Merdeka dalam versi digital. Aplikasi ini adalah buatan asli dari Cak Mustafa dibantu dengan Pak Yogi Sambodo sebagai programer dan Ibu Khumaira sebagai sistem analis.

Mustafa M Abdullah fasilitator sekolah penggerak

Kemdikbud memang telah menyediakan E-rapor yang bisa digunakan oleh sekolah. Namun Cak Mustafa mengamati E-rapor tersebut kurang sesuai dengan kebutuhan Sistem Kurikulum Merdeka.

Oleh karenanya Cak Mustafa menyusun aplikasi SIAKAD SD Islam Bintang Juara agar jelas alur dan historinya. Para guru tak hanya terbantu dalam penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) hingga input nilai. Namun guru di kelas selanjutnya juga bisa melihat proses pembelajaran setiap siswa secara detail.

Saat ini SIAKAD SD Islam Bintang Juara memang belum paripurna, tetapi dalam proses ke depannya, Ayah Bunda juga bisa mengakses SIAKAD untuk memantau rapor dan buku komunikasi.

SIAKAD SD Islam Bintang Juara

Setelah menjelaskan latar belakang dibuatnya SIAKAD, pemaparan digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka dilanjutkan oleh Pak Yogi selaku programmer. Pak Yogi memberikan pelatihan teknis penggunaan SIAKAD kepada para guru. Adapun guru yang menghadiri sesi pendampingan hari itu berjumlah 7 orang.

Kesemuanya adalah guru wali kelas 1 – 5. Sementara Bu Fia, guru wali kelas 6 tidak bisa menghadiri sesi pendampingan tersebut dikarenakan sedang mempersiapkan ujian untuk kakak shalih-shalihah kelas 6. Alhamdulillah selama pendampingan, para guru aktif bertanya dan merespon penjelasan dari Pak Yogi.

Termasuk jika ada sistem yang masih kurang pas, bapak dan ibu guru memberikan masukan agar SIAKAD lebih nyaman digunakan ke depannya. Pak Yogi dari IKITAS juga sangat terbuka terhadap usul dan respon dari para guru.

Pada aplikasi SIAKAD SD Islam Bintang Juara ini, para guru bisa melakukan penyusunan RPP, mulai dari input TP (Tujuan Pembelajaran), input P3 (Profil Pelajar Pancasila), pembuatan asesmen sampai pemrosesan nilai hingga menjadi bentuk e-rapor. Nantinya RPP bisa dilihat dalam bentuk PDF ataupun bisa diunduh file-nya apabila dibutuhkan.

kegiatan pendampingan digitalisasi sekolah di SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, mohon doa dan dukungannya untuk SIAKAD SD Islam Bintang Juara sebagai penerapan dari digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka. Semoga setelah lebaran, SIAKAD sudah bisa digunakan dengan lancar dan menjadi salah satu produk unggulan dari SD Islam Bintang Juara.

Bagi Satuan Pendidikan lain yang berkenan untuk menerapkan Sistem Kurikulum Merdeka versi digital sebagaimana SIAKAD SD Islam Bintang Juara, silakan bisa menghubungi Cak Mustafa ataupun IKITAS untuk informasi selanjutnya.

Apabila catatan mengenai digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka ini bermanfaat untuk Ayah Bunda, mohon berkenan untuk membagikan kepada seluruh kerabat dan sahabat. Sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya.***

Referensi:

  • https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka
  • https://ditsmp.kemdikbud.go.id/lima-prinsip-pembelajaran-dalam-kurikulum-merdeka/
  • https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/e-rapor-kurikulum-merdeka-dikembangkan-sesederhana-mungkin
  • https://psp-web.pauddikdasmen.kemdikbud.go.id/
Mengintip Keseruan Kompetisi Calon Pemimpin Muslim di SD Islam Bintang Juara

Mengintip Keseruan Kompetisi Calon Pemimpin Muslim di SD Islam Bintang Juara

Alhamdulillahirrobil’alamin, pada hari Selasa, 11 April 2023 telah berlangsung Musabaqah fii Ramadhan, Kompetisi Calon Pemimpin Muslim di SD Islam Bintang Juara. Masya Allah antusiasme kakak shalih-shalihah dalam mengikuti kompetisi ini sangat luar biasa, Ayah Bunda.

Terbukti jumlah peserta di tiap cabang kompetisi sangat melimpah. Dalam kompetisi Hifdzil Quran tercatat kurang lebih ada 50 peserta. Sementara untuk kompetisi Adzan, tercatat ada 53 peserta.

Peserta kompetisi Kaligrafi juga tak kalah banyak, Ayah Bunda. Ada sekitar 44 kakak shalih-shalihah yang mendaftar. Sedangkan untuk kompetisi Dai tercatat ada sekitar 19 peserta. Bahkan beberapa kakak shalih-shalihah tidak hanya mengikuti satu jenis kompetisi lo, Ayah Bunda. Masya Allah semangatnya…

Seperti apa keseruan Kompetisi Calon Pemimpin Muslim? Yuk, intip bersama-sama Ayah Bunda.

Kompetisi Calon Pemimpin Muslim, Ajang Menunjukkan Keberanian

Ayah Bunda, kompetisi Musabaqah fii Ramadhan ini dibuat bukan dengan tujuan untuk mencari pemenang. Namun sebagai sarana untuk melatih keberanian kakak shalih-shalihah dalam menampilkan aksi terbaiknya.

Sebagai Calon Pemimpin Muslim, kakak shalih-shalihah harus dilatih untuk senantiasa berani dalam segala kondisi. Termasuk bagaimana menghadapi juri, berbicara di depan umum dan mengelola rasa  grogi.

A. Kompetizi Adzan, Bukan Sekadar Keras-kerasan Suara

Berbeda dengan cabang kompetisi lainnya, kompetisi adzan hanya diperuntukkan bagi kakak shalih kelas 1 – 5 SD. Adapun persyaratan untuk mengikuti kompetisi ini kakak shalih harus mengenakan pakaian muslim dan berpeci hitam. Selain itu pada saat mengumandangkan azan, kakak shalih harus dalam keadaan suci.

Pelaksanaan lomba bertempat di Basement Gedung B. Adapun jurinya yaitu Pak Zaki, Pak Dodi dan Bu Melly.

kompetisi adzan musabaqah fii ramadhan SD Islam Bintang Juara

Peserta datang mulai pukul 08.30 ke ruang kompetisi untuk daftar ulang dan mengambil nomor undi tampil. Juri kemudian memanggil peserta sesuai nomor undi yang didapatkan. Setiap peserta mendapat jatah tampil maksimal lima menit.

Dalam kompetisi ini, peserta tidak menggunakan pengeras suara, tidak perlu melafalkan doa sebelum – sesudah adzan dan tidak boleh membaca teks. Alhamdulillah kakak shalih peserta kompetisi lancar dalam mengumandangkan adzan.

Adapun unsur yang dinilai dalam kompetisi ini meliputi fashohah, lagu dan adab saat kakak shalih mengumandangkan adzan. Wah, pasti Ayah Bunda penasaran ya siapakah kakak shalih yang akan menjadi juaranya?

B. Kompetisi Dai, Sampaikan Walau Satu Ayat

Bukan hanya untuk kakak shalih, kompetisi dai juga dibuka untuk kakak shalihah dari kelas 1 – 5. Pada saat kompetisi, kakak shalih-shalihah diwajibkan mengenakan pakaian muslim/ muslimah yang longgar.

Sama halnya dengan kompetisi adzan, para peserta datang ke lokasi mulai pukul 08.30 untuk melakukan daftar ulang dan mengambil nomor undi tampil. Ruang tunggu kompetisi ini berada di Kelas 1B yang terletak di Gedung A Lantai 1, bersebelahan dengan tempat berlangsungnya kompetisi Hifdzil Quran.

Sementara itu para peserta kompetisi dai menampilkan materinya di ruang tamu SD Islam Bintang Juara setelah dipersilakan oleh dewan juri. Pada saat kompetisi, kakak shalih-shalihah mendapat waktu maksimal 8 menit untuk tampil.

Saat tampil, peserta diminta mengumpulkan teks materi yang akan disampaikan. Kakak shalih-shalihah tidak diperkenankan membawa teks atau catatan apapun saat tambil. Selain itu, kakak shalih-shalihah diperbolehkan menggunakan media/ peraga sederhana.

kompetisi dai musabaqah fii ramadhan sd islam bintang juara

Adapun tema yang bisa dipilih untuk kompetisi dai, yaitu;

  • Adab terhadap Orang Tua/ Guru
  • Adab terhadap Teman
  • Pelaksanaan Ibadah di Bulan Ramadhan

Dalam menentukan pemenang kompetisi dai, juri mempertimbangkan beberapa hal ini;

  • Penguasaan Materi
  • Gaya Bahasa / Retorika
  • Penguasaan Panggung
  • Adab

Beberapa peserta ada yang belum percaya diri saat diminta tidak membaca teks. Namun Pak Arif, Bu Diana dan Pak Fika selaku juri tetap mengapresiasi keberanian kakak shalih-shalihah yang berani tampil hingga tuntas.

Dewan juri juga selalu memberikan pijakan sebelum kakak shalih-shalihah mulai menyampaikan materinya. Usai materi disampaikan, dewan juri juga memberikan masukan agar saat mengikuti kompetisi sejenis bisa tampil lebih baik lagi.

Beberapa masukan yang disampaikan oleh dewan juri yaitu;

  • Menatap audiens, dalam hal ini para dewan juri.
  • Tidak menutupi wajah dengan teks materi, khusus bagi kakak shalih-shalihah yang masih tampil dengan membawa teks.
  • Berbicara dengan suara yang lantang, agar audiens bisa mendengar isi materi yang disampaikan.

C. Kompetisi Kaligrafi, Menulis Hal Baik dengan Cara yang Indah

Kompetisi ini berlangsung di Lantai 2 Gedung A. Durasi yang diberikan untuk tiap peserta yaitu maksimal 2 jam.

Dalam kompetisi ini, kakak shalih-shalihah diminta untuk membuat kaligrafi tulisan Basmallah pada kertas berukuran 20 cm x 30 cm. Kertas telah disediakan oleh panitia kompetisi.

Sementara itu, bagaimana bentuk tulisan dan aliran kaligrafi dibebaskan sesuai dengan kreativitas kakak shalih-shalihah. Kakak shalih-shalihah diperbolehkan untuk mewarnai hasil karya kaligrafinya.

kompetisi kaligrafi sd islam bintang juara

Adapun juri untuk kompetisi ini yaitu Pak Ali, Bu Linda dan Bu Iin.

Masya Allah hasil karya dari kakak shalih-shalihah luar biasa kreatif, Ayah Bunda. Namun di setiap kompetisi tetap harus ada pemenangnya. Adapun unsur penilaian untuk kompetisi kaligrafi yaitu;

  • Betul salahnya tulisan Arab
  • Komposisi, konsistensi, dan model tulisan Arab
  • Pewarnaan dan artistik

Kira-kira siapa ya yang akan menjadi pemenang kompetisi kaligrafi, Ayah Bunda?

hasil karya kaligrafi

D. Kompetisi Tahfiz, Tak Sekadar Menghafal

Cabang Kompetisi Calon Pemimpin Muslim yang terakhir yaitu Hifdzil Quran atau kompetisi Tahfiz. Kompetisi ini berlangsung di Kelas 1A, Gedung A Lantai 1.

Perlombaan ini terdiri dari tiga level sesuai dengan capaian hafalan kakak shalih-shalihah saat kegiatan mengaji;

  • Level 3 (Surah An-Naba’ sampai Al-Insyiqaq)
  • Level 2 (Surah Al-Buruj sampai Al-Lail)
  • Level 1 (Surat Ad-Dhuha sampai Al-Naas)

Pada saat kompetisi, kakak shalih-shalihah harus dalam keadaan suci. Setelah mendapat  nomor undi tampil, kakak shalih-shalihah bisa memasuki ruangan. Sementara bagi kakak shalih-shalihah yang belum tampil, dipersilakan untuk menunggu di ruang perpustakaan.

Setiap peserta mendapat waktu maksimal 7 menit untuk tampil. Kakak shalih-shalihah wajib melafalkan 1 surah yang dipilihkan oleh juri. Sebelum membacakan surah pilihan tersebut, tak lupa kakak shalih-shalihah membacakan taawudz dan basmalah. Tak hanya itu, Ayah Bunda, kakak shalih-shalihah juga diminta sambung ayat lo.

Pak Syahid akan membacakan satu ayat, selanjutnya kakak shalih-shalihah harus meneruskan 1-5 ayat setelahnya. Apabila kakak shalih-shalihah telah tuntas dalam menyampaikan hafalannya, maka mereka akan menutup dengan bacaan tasdiq.

kompetisi tahfidz sd islam bintang juara

Adapaun unsur penilaian untuk kompetisi tahfiz yaitu;

  • Fashohah/Makharijul-Huruf
  • Tajwid
  • Kelancaran

Apakah Ayah Bunda ingin tahu siapakah pemenang pilihan Bu  Tutik, Bu Mida dan Pak Syahid selaku juri?

Insya Allah pengumuman juara 1 dan 2 untuk setiap cabang kompetisi akan disampaikan pada Leadership Ramadhan Camp. Kegiatan tersebut insya Allah akan berlangsung pada hari Jumat – Sabtu, 14-15 April 2023.

Ayah Bunda, silakan disimpan dulu deg-degannya sembari menanti pengumuman pemenangnya. Namun siapapun pemenangnya, Ayah Bunda pastikan untuk memberikan apresiasi kepada keberanian kakak shalih-shalihah ya. Keberanian kakak shalih-shalihah dalam mengikuti kompetisi adalah bukti bahwasanya setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara.

Sampai jumpa pada rangkaian Kompetisi Calon Pemimpin Muslim Musabaqah Fii Ramadhan tahun depan, Insya Allah. Nantikan pengumuman pemenang di hari Jumat pada gelaran Leadership Ramadhan Camp, Ayah Bunda!***

Musabaqah Fii Ramadhan, Cara Seru Calon Pemimpin Muslim Mengisi Bulan Suci

Musabaqah Fii Ramadhan, Cara Seru Calon Pemimpin Muslim Mengisi Bulan Suci

Alhamdulillah, tidak terasa ya saat ini kita sudah melaksanakan ibadah suci di bulan Ramadhan selama 15 hari. Bagaimana ibadah puasanya Ayah Bunda? Semoga Allah mempermudah segala urusan kita dalam beribadah ya. Aamiin.

Bagaimana pula dengan kabar kayak shalih-shalihah Ayah Bunda? Apakah masih semangat menjalani puasanya?

Pastikan  Ayah Bunda untuk membantu kakak shalih-shalihah memilah kegiatan positif dan ringan yang dapat dilakukan saat berpuasa ya, supaya kakak-kakak shalih dan shalihah tetap semangat. Insyaallah, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, terutama yang bernilai ibadah, akan menjadi ladang pahala, apalagi dilakukan saat berpuasa.

Nah, mengisi bulan suci ini, SD Islam Bintang Juara telah menyediakan berbagai macam kegiatan positif untuk kakak-kakak shalih dan shalihah selama di sekolah. Salah satu kegiatan tersebut yaitu “Musabaqah Fii Ramadhan.”

Sebagai informasi, “Musabaqah Fii Ramadhan” merupakan kegiatan Kompetisi Pemimpin Muslim yang secara rutin diselenggarakan setiap tahunnya di bulan Ramadhan.

Ada Apa Saja di Musabaqah Fii Ramadhan 1444 Hijriah?

Pada tahun 1444 Hijriah ini, terdapat 4 cabang lomba yang dapat diikuti oleh kakak-kakak shalih atau shalihah. Selain dapat mengasah kemampuannya, melalui kompetisi ini juga mampu menumbuhkan minat dan bakat, serta mengisi waktu kakak-kakak shalih dan shalihah di bulan Ramadhan dengan kegiatan yang positif. Nah, apa saja ya 4 cabang lomba tersebut?

4 jenis lomba pada kompetisi pemimpin muslim

1. Cabang Lomba Hifdzil Qur’an Juz 30

Tahfidz berasal dari bahasa arab hafidzo-yahfadzu-hifdzan yang berarti menghafal, selalu ingat, dan sedikit lupa. Lalu, apa saja ya materi lomba yang akan dibawakan kakak-kakak shalih dan shalihah saat tampil di depan juri?

Terdapat tiga level dalam cabang lomba ini. Level di sini bukan seperti level kepedasan pada makanan kekinian seperti Geprek atau Mie Ayam ya, Ayah Bunda.

Level di sini maksudnya level yang dapat dipilih berdasarkan capaian hafalan saat kegiatan mengaji.

  • Level 1  – Pada level 1 ini kakak-kakak shalih dan shalihah akan tampil dengan hafalan Surat Ad-Dhuha s.d Al-Naas.
  • Level 2 – Surah Al-Buruj s.d Al-Lail adalah surat-surat yang akan dibawakan oleh kakak-kakak shalih dan shalihah yang telah mencapai level ini pada kegiatan mengaji.
  • Level 3 – Bagi kakak-kakak shalih dan shalihah yang telah mencapai level ini, nantinya akan tampil melafalkan Surah An-Naba’ s.d Al-Insyiqaq.

2. Cabang Lomba Da’i Kecil

Da’i adalah sebutan bagi orang yang memiliki tugas untuk mendorong dan mengajak orang lain untuk mengikuti serta mengamalkan ajaran islam. Karena kakak-kakak shalih dan shalihah masih terlalu awam dan masih dalam tahap belajar, maka materi yang akan dipaparkan saat tampil di depan juri dibatasi.

Selain mengajak orang lain untuk mengamalkan, diharapkan melalui kegiatan ini juga dapat menjadi stimulus motivasi bagi diri peserta sendiri.

Apa saja ya 3 pilihan tema yang dapat dibawakan oleh kakak-kakak shalih dan shalihah? Penasaran tidak, Ayah Bunda?

Nah, berikut ini tiga tema yang bisa dipilih:

  • Adab terhadap orang tua/guru
  • Adab terhadap teman
  • Pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan

3. Cabang Lomba Adzan

Ayah dan Bunda pasti sudah bisa menebak kalau cabang lomba yang satu ini berbeda dengan cabang lomba lainnya. Yap, cabang lomba yang satu ini hanya diperuntukkan bagi kakak-kakak shalih.

Kata adzan di dalam AL-Qur’an memiliki padanan نادى  diulang sebanyak 53 kali dalam berbagai macam bentuk dengan arti panggilan ataupun seruan. Kata tersebut juga berarti permohonan ataupun doa.

Nah, jadi dalam cabang lomba ini kakak-kakak shalih akan mengumandangkan adzan namun tanpa menggunakan pengeras suara, tanpa menggunakan teks, dan tidak perlu membaca doa sebelum & sesudah adzan.

4. Cabang Lomba Kaligrafi

Kata kaligrafi berasal dari bahasa Yunani yaitu Kaligraphia atau Kaligraphos. Kata tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu Kallos yang artinya indah, dan grapho berarti tulisan. Kaligrafi juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan motorik halus, mengembangkan keterampilan seni dan kreativitas kakak-kakak shalih dan shalihah sehingga akan berguna bagi perkembangan mereka di masa depan.

Nantinya, kakak-kakak shalih dan shalihah dapat tampil semaksimal mungkin menggambar tulisan Basmallah pada kaligrafi mereka. Selain itu, kakak-kakak shalih dan shalihah juga dapat mewarnai kaligrafi mereka supaya tampak lebih menarik.

Ayah Bunda setuju bukan kalau empat kegiatan di atas adalah salah satu hal positif untuk mengisi waktu luang kakak-kakak shalih dan shalihah selama berpuasa? Ringan, seru, berpahala pula.

Ayah Bunda, pastikan untuk memotivasi kakak-kakak shalih dan shalihah untuk mengikuti kegiatan Musabaqah Fii Ramadhan ini dan membantu persiapannya dengan maksimal ya. Pendaftaran dibuka pada Selasa s.d Kamis, 4 April s.d 6 April 2023.

Hari ini adalah batas terakhir pengumpulan formulir. Insya Allah serangkaian lomba tersebut akan digelar pada hari Selasa, 11 Maret 2023.

Apapun hasilnya nanti, tetap apresiasi usaha kakak shalih-shalihah ya, Ayah Bunda. Karena setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara. Nantikan catatan istimewa Bintang Juara saat berlangsungnya acara Musabaqah Fii Ramadhan, Ayah Bunda.***

Ditulis oleh Iyana, diedit oleh Tim Humas & Media

Referensi:

  • https://www.gramedia.com/literasi/perintah-adzan-umat-islam/
  • https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Da%27i 
  • https://www.kajianpustaka.com/2021/03/kaligrafi-pengertian-jenis-dan-perkembangannya.html
Bincang Ramadhan #2: Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal

Bincang Ramadhan #2: Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal

Alhamdulillah, setelah sukses dengan episode perdana tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut, Bincang Ramadhan kembali menyapa Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah pada hari Sabtu, 1 April 2023. Episode kedua Bincang Ramadhan dengan tema “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal,” menghadirkan Drs. M. Fauroni sebagai narasumber dan dipandu oleh Mokhamad Sabil Abdul Aziz, S.Pd., Ayah dari Kak Aquien Kelas 2.

Sebagai sekolah dasar yang menerapkan kurikulum merdeka, SD Islam Bintang Juara selalu berusaha untuk melibatkan orang tua dalam setiap lini kegiatan sekolah. Salah satunya adalah kegiatan Bincang Ramadhan.

Kegiatan ini berupa talkshow yang diinisiasi oleh FORSI (Forum Silaturahmi) Orang Tua Murid SD Islam Bintang Juara. Setiap episodenya akan ada narasumber dan host yang berbeda. Host atau pemandu acara diambil dari anggota FORSI secara bergantian, sementara narasumber selain dari orang tua siswa, juga bisa menghadirkan praktisi dan para ahli yang tinggal di sekitar SD Islam Bintang Juara.

Narasumber pada Bincang Ramadhan #2 adalah seorang Praktisi Kesehatan Thibbun Nabawi sekaligus ketua RW 04 Kelurahan Sukorejo. Dalam Bincang Ramadhan ini, ketua RW yang akrab dipanggil dengan nama Bapak Roni berbagi informasi mengenai bekam.

Sebagian ulama menganggap bekam sebagai salah satu sunnah Rasulullah SAW, yang apabila dilakukan secara rutin telah terbukti untuk menjaga kesehatan. Lalu seperti apakah bekam yang benar, apa saja manfaatnya dan bagaimana cara pengobatan ala Rasulullah SAW?

Simak ulasan Bincang Ramadhan #2  yang disajikan secara istimewa hanya untuk Ayah Bunda sekalian, khususnya yang belum sempat menyimak Live Streaming-nya beberapa waktu lalu.

Bekam ala Rasulullah Seperti Apa?

Bukan tanpa alasan menghadirkan Bapak Roni sebagai narasumber Bincang Ramadhan #2. Beliau telah menekuni bidang Thibunnabawi selama 20 tahun.

Bapak Roni menjelaskan bahwasanya bekam adalah bagian dari Thibbunnabawi. Thibbunnabawi adalah pengobatan yang bersumber dari nabi.

Berbeda dengan pengobatan medis modern yang berdasarkan uji coba dan rawan terjadinya kekeliruan, thibbunnabawi merupakan pengobatan yang berdasarkan wahyu. Bahkan salah satu hadits menyatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW mendapat informasi mengenai bekam langsung dari Malaikat Jibril.

Dalam sebuah riwayat hadits, dari Ibnu ‘Abbas, sesungguhnya setiap kali Nabi shallallahu’alaihi wasallam melewati sekumpulan Malaikat pada waktu mi’raj, pada malaikat itu selalu berpesan, “Hendaknya engkau membiasakan diri melakukan al-hijaamah.”

Beliau juga mengatakan, “Jibril memberitahu padaku bahwa hijaamah merupakan pengobatan paling bermanfaat bagi manusia”.

Hijamah sendiri merupakan bahasa Arab dari bekam, yang artinya penyedotan. Sementara istilah bekam justru berasal dari bahasa Melayu.

Metode bekam yaitu dengan memberikan minyak di bagian punggung atau titik-titik yang akan dibekam. Lalu dilakukan sayatan kemudian disedot darah kotornya.

Beberapa orang yang rutin melakukan bekam menyebutkan bahwasanya dampak yang terjadi setelah bekam, antara lain:

  • Badan terasa lebih enteng, tidak lagi terasa pegal
  • Kepala yang tadinya pusing jadi lebih ringan
  • Penglihatan jadi lebih terang

Disampaikan oleh Bapak Roni dampak-dampak positif tersebut dikarenakan bekam berguna untuk mengambil sampah-sampah yang ada di dalam tubuh kita. Sampah di sini maksudnya toksin yang masuk ke dalam tubuh melalui junk food, polusi, rokok, minuman yang mengandung soda, makanan berpengawet, dan zat-zat non organik lainnya.

Setiap hari darah akan mengalirkan zat-zat ke seluruh tubuh. Termasuk juga toksin yang masuk ke dalam tubuh. Toksin ini pada akhirnya justru menumpuk di dalam darah menyebabkan gumpalan-gumpalan.

Gumpalan-gumpalan darah tersebut kemudian menyumbat aliran darah dan membuat kerja jantung menjadi berat. Akibatnya, bisa mengakibatkan terjadinya stroke.

Nah, kalau Ayah Bunda rutin melakukan bekam, sampah-sampah tadi akan dikeluarkan sebelum menumpuk menjadi gumpalan. Tentu saja efeknya, badan jadi lebih segar dan sehat. Kinerja organ vital tubuh kita bisa menjadi lebih optimal.

Bapak Roni menyebutkan bahwasanya bekam tidak memiliki efek samping. Namun apabila ada orang yang dibekam setelahnya kok justru menjadi pusing dan ada keluhan, bisa jadi karena orang tersebut melanggar syarat berbekam.

belajar thibunnabawi

Syarat Melakukan Bekam

Dalam kesempatan Bincang Ramadhan #2 dengan topik “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal,’ Bapak Roni menyampaikan kalau ada syarat-syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh terapis bekam atau jurkam (Juru Bekam), dan juga mereka yang akan dibekam.

Apabila syarat-syarat ini tidak dipenuhi, bisa jadi justru mengalami keluhan dan tidak mendapat manfaat bekam. Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Jurkam (Juru Bekam):

  • Berwudhu dan berdoa sebelum memulai proses bekam agar terhindar dari godaan setan.
  • Memastikan kebersihan alat bekam dan tempat yang akan digunakan.
  • Menggunakan sarung tangan.
  • Dilakukan sesuai syariat, yaitu terapis perempuan hanya menangani pasien perempuan dan terapis laki-laki hanya menangani pasien lelaki.

Bapak Roni pada sesi ini juga menyebutkan bahwa masih terbuka lebar kesempatan bagi para jurkam perempuan. Saat ini masih dibutuhkan banyak jurkam perempuan.

Bahkan Bapak Roni siap lo diundang oleh FORSI SD Islam Bintang Juara apabila ingin melakukan pelatihan bekam. Apakah Ayah Bunda berminat untuk belajar bekam?

Selain syarat-syarat yang harus dipenuhi terapis, ada juga lo syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh pasien, antara lain:

  • Sama halnya dengan terapis, sebaiknya pasien sebelum dibekam juga berwudhu dan melakukan sholat sunnah terlebih dahulu agar bekam lebih bisa dirasakan manfaatnya.
  • Bagi perempuan, hindari bekam saat sedang datang bulan. Secara sunnatullah, haid adalah proses detoksifikasi natural. Maka tidak perlu dilakukan detoksifikasi dengan bekam ketika haid sedang terjadi.
  • Selain saat sedang datang bulan, perempuan hamil juga disarankan untuk tidak bekam karena bisa mempengaruhi kondisi janin. Kalaupun badan terasa pegal-pegal dan ingin dibekam, hindari area perut.
  • Pastikan kondisi perut tidak terlalu kenyang dan tidak pula terlalu lapar.
  • Orang kesurupan dan mengalami gangguan jiwa dilarang melakukan bekam.

Nah, setelah mengetahui syarat-syarat ini, semoga Ayah Bunda yang belum pernah merasakan bekam, kini tidak lagi takut untuk mencobanya ya. Insya Allah  tidak sakit. Kalau kata Pak Roni, “Hanya seperti digigit semut.”

Sedangkan waktu yang paling tepat untuk melakukan bekam, menurut Pak Roni, “Kalau dalam hadits disebutkan minimal setahun dua kali. Namun saat itu kondisi di zaman Rasulullah SAW belum banyak polusi dan bahan-bahan kimia. Beda dengan zaman sekarang yang paparan kimiawi semakin banyak, maka sarannya adalah sebulan dua kali.”

Bekam pada dasarnya adalah pencegahan. Jadi lebih baik dilakukan sebelum terjadinya penyakit. Sementara jika sudah ada keluhan-keluhan yang serius, bekam bisa dilakukan setiap satu kali dalam seminggu. Boleh juga lebih cepat dari itu, asalkan bekas titik-titik di tubuh karena proses bekam sebelumnya sudah hilang.

Materi di atas hanyalah sebagian kecil dari yang disampaikan oleh Pak Roni. Masih banyak sekali bahasan menarik pada Bincang Ramadhan #2 pada hari Sabtu, 1 April 2023 lalu, seperti batasan usia yang diperbolehkan bekam, perbedaan bekam kering dan bekam basah, sertifikasi untuk terapis bekam dan lainnya.

Bagi Ayah Bunda yang belum sempat menyimak, silakan bisa menonton videonya secara utuh:

Ayah Bunda, dalam sesi penutup Bincang Ramadhan #2, Ayah Kak Aquieen menyampaikan bahwa survei yang dilakukan oleh PBB menyatakan kalau hanya 15% penduduk dunia yang benar-benar sehat, 15% penduduk dunia menderita penyakit. Sementara 70% sisanya adalah orang-orang yang merasa sehat tetapi sebenarnya sakit, cuma belum diketahui.

Kondisi yang 70% tersebut seperti bom waktu. Apabila tidak segera memperbaiki gaya hidup, akan merugikan kesehatan tubuhnya.

Oleh karenanya Pak Roni mengingatkan akan pentingnya untuk meneladani cara hidup Rasulullah SAW. Sepanjang 63 tahun, Rasulullah SAW hanya pernah sakit selama dua kali.

Belajar Thibbunnabawi tidak bisa lepas dari belajar tentang Rasulullah SAW. Bukan hanya tentang bagaimana Beliau beribadah, tetapi juga bagaimana Rasulullah SAW menjaga pola tidur dan makan-minumnya.

Allah SWT adalah Pencipta manusia dan alam semesta ini. Diturunkannya Al Quran adalah sebagai manual book alias buku petunjuk bagaimana manusia seharusnya berkehidupan di alam ini, termasuk juga dalam memilih makanan dan minuman. Insya Allah apabila pola hidup Ayah Bunda sudah sesuai dengan Al Quran, tubuh akan senantiasa aman, terjaga, sehat dan selamat.

Demikian catatan istimewa Bintang Juara tentang “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal.” Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa pada Bincang Ramadhan berikutnya.***