by admin admin | Oct 13, 2025 | Artikel, Berita, Berita Utama, Edukasi, Kegiatan Siswa
Di SD Islam Bintang Juara, kegiatan belajar tak hanya terjadi di dalam kelas. Salah satu bukti nyatanya terlihat dalam kegiatan BBOT (Bunda Berbagi Orang Tua) Kelas 2C yang digelar pada Senin, 13 Oktober 2025.
Kegiatan kali ini menghadirkan Bunda Kesthi Cinanthyo J, orang tua dari Kak Ataya, dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: “Kebersihan untuk Kesejahteraan Bersama.”
Belajar Tentang Kebersihan dengan Cara yang Menyenangkan
Sejak pagi, suasana kelas 2C sudah tampak berbeda—penuh semangat dan rasa ingin tahu. Bunda Kesthi membuka sesi dengan berbagi pemaparan ringan namun bermakna tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Menurut beliau, lingkungan yang bersih membuat semua warga sekolah—baik siswa, guru, maupun tamu—merasakan kenyamanan dan semangat belajar yang lebih tinggi.
Kakak shalih-shalihah juga diajak berdiskusi: “Kalau sekolahnya bersih, bagaimana perasaan kalian?”
Sontak terdengar jawaban riang, “Senang…!” dan “Jadi betah belajar!”
Bunda Kesthi pun menegaskan, kebersihan adalah tanggung jawab bersama, dan anak-anak bisa berperan aktif menjaganya.
Belajar dengan Tindakan Nyata: Life Chores di Sekolah
Tak berhenti di teori, kegiatan BBOT kali ini berlanjut dengan praktik langsung life chores (tugas kebersihan sehari-hari). Kakak shalih-shalihah dibagi ke dalam beberapa kelompok, masing-masing dengan tanggung jawab yang berbeda:
- Membersihkan debu dengan kemoceng.
- Melap permukaan meja dengan kain bersih.
- Menyapu lantai kelas.
- Mengepel area yang kotor.
Sebelum kakak shalih-shalihah mulai, Bunda Kesthi memberi contoh cara melakukannya dengan benar dan aman. Kemudian, satu per satu kelompok mulai bergerak. Ada yang sibuk mengibaskan kemoceng ke rak buku, ada yang menyapu dengan penuh semangat, dan ada juga yang tertawa kecil saat mengepel lantai bersama teman-temannya.
Di sela-sela aktivitas, Bunda Kesthi memberikan apresiasi bagi anak-anak yang aktif menjawab pertanyaan atau bekerja dengan sungguh-sungguh. Namun, yang paling indah dari sesi ini adalah—semua anak tetap mendapat apresiasi di akhir kegiatan! Karena bagi SD Islam Bintang Juara, setiap usaha anak patut dihargai. 💛
Mengajarkan Tanggung Jawab dan Kemandirian Sejak Dini
Kegiatan BBOT bukan hanya sekadar mengajarkan tentang kebersihan. Lebih dari itu, anak-anak belajar tentang tanggung jawab, kemandirian, dan empati. Melalui life chores seperti ini, anak-anak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan tugas orang lain, tapi juga bagian dari diri mereka.
Berdasarkan penelitian psikologi pendidikan, anak yang terbiasa mengerjakan tugas rumah atau kegiatan kebersihan memiliki kepekaan sosial lebih tinggi, rasa percaya diri yang kuat, dan kemampuan manajemen diri yang lebih baik. Keterampilan sederhana seperti menyapu atau melap meja justru menumbuhkan nilai karakter yang besar: disiplin, peduli, dan kerja sama.
Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua: Kunci Pendidikan Bermakna
Kegiatan BBOT adalah salah satu bentuk kolaborasi harmonis antara sekolah dan orang tua.
Dengan keterlibatan langsung seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar dari guru di sekolah, tapi juga mendapatkan inspirasi nyata dari orang tuanya sendiri.
SD Islam Bintang Juara percaya bahwa pendidikan terbaik lahir dari sinergi antara sekolah dan rumah.
Melalui kegiatan seperti BBOT, pesan moral dan nilai kehidupan tidak sekadar diajarkan, tetapi dihidupkan dalam pengalaman nyata anak-anak.
Penutup: Bersih Sekolahnya, Bahagia Hatinya!
Kegiatan BBOT Kelas 2C hari itu berakhir dengan senyum lebar di wajah kakak shalih-shalihah. Kelas yang tadinya penuh aktivitas kini tampak makin bersih dan wangi. Namun yang paling penting, hati kakak shalih-shalihah pun jadi lebih bersih—penuh rasa tanggung jawab dan kebersamaan.
💬 Di SD Islam Bintang Juara, setiap kegiatan kecil bermakna besar. Karena kami percaya, anak yang terbiasa peduli pada lingkungan akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli pada sesama. Dan dari ruang kelas kecil yang bersih inilah, karakter hebat itu tumbuh setiap hari.***
by admin admin | Oct 8, 2025 | Artikel, Berita, Edukasi, Kegiatan Siswa
Selasa – Rabu pagi, 7 – 8 Oktober 2025, suasana di Gedung Aisiyah SD Islam Bintang Juara terasa berbeda dari biasanya. Ruangan yang biasanya lengang karena sedang dalam proses renovasi, kini dipenuhi suara tawa anak-anak karena menjadi arena latihan yang penuh konsentrasi.
Para kakak shalih dan shalihah — para pemain utama dan pendukung proyek film Hari Guru — bersiap mengikuti sesi Berlatih Keaktoran bersama Teater Lingkar, sebuah kesempatan langka yang membawa mereka lebih dekat pada dunia seni peran profesional.
Dipandu langsung oleh Om Ardinar, yang akrab disapa Om Pay, dari Teater Lingkar Semarang, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 7–8 Oktober 2025. Dari cara berjalan, berbicara, hingga mengatur napas, semuanya menjadi bagian dari proses belajar yang penuh makna.
Belajar Mengatur Napas, Mengatur Emosi
Latihan dimulai dengan hal yang tampak sederhana: mengelola napas perut.
Namun Om Pay menjelaskan, “Aktor yang baik harus mampu mengendalikan dirinya. Nafas adalah pusat kendali.”
Kakak-kakak pun diajak untuk fokus pada irama napas mereka—tarik, tahan, hembus. Tujuannya bukan hanya agar suara lebih kuat, tapi juga agar mereka bisa lebih fokus dan menyatu dengan peran yang dimainkan.
Sesi ini menjadi pengalaman baru bagi banyak siswa.
“Awalnya deg-degan, tapi ternyata seru banget! Rasanya kayak beneran jadi aktor,” ungkap salah satu kakak kelas 5 dengan senyum semangat.
Dari Reading Script hingga Menjiwai Peran
Setelah latihan pernapasan, kegiatan berlanjut dengan reading script.
Om Pay mengajak para kakak membaca naskah dengan pelafalan yang jelas dan ekspresi yang hidup. Ia sesekali menghentikan latihan untuk memberikan catatan kecil — bagaimana menatap lawan main, kapan harus menurunkan suara, atau bagaimana menunjukkan emosi melalui gesture tubuh.
Bukan hanya membaca, para kakak juga menyanyikan lagu-lagu yang akan ditampilkan dalam film Hari Guru. Ruang latihan seketika berubah jadi tempat penuh harmoni — perpaduan antara akting, musik, dan semangat juang.
Om Pay kemudian memberikan arahan koreografi, membimbing setiap gerak agar lebih mantap dan selaras dengan emosi lagu. “Akting bukan sekadar menghafal, tapi memahami rasa,” pesannya, yang disambut tepuk tangan semangat dari peserta.
Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning di SD Islam Bintang Juara
Di SD Islam Bintang Juara, belajar memang tidak selalu di ruang kelas. Kegiatan seperti latihan keaktoran ini menjadi wujud nyata dari filosofi sekolah: mindful, meaningful, dan joyful learning.
Anak-anak belajar percaya diri, ekspresif, bekerja sama, dan berani tampil — nilai-nilai penting dalam membentuk karakter calon pemimpin masa depan.
Salah satu guru pendamping menyampaikan,
“Kami ingin anak-anak belajar bukan hanya pintar secara akademik, tapi juga siap menghadapi dunia nyata. Teater adalah media luar biasa untuk itu.”
Dari Panggung Latihan ke Layar Film
Menjelang akhir sesi, seluruh peserta menampilkan hasil latihan mereka: kombinasi akting, nyanyian, dan koreografi. Om Pay memberikan tepuk tangan dan berkata,
“Hebat! Kalian bukan hanya belajar akting, tapi belajar menjadi diri sendiri dengan percaya diri.”
Latihan dua hari ini menjadi bekal berharga untuk proyek film Hari Guru yang akan segera digarap. Bukan hanya tentang tampil di depan kamera, tapi tentang memahami arti kerja keras, kebersamaan, dan ekspresi diri.
Penutup
Melalui kegiatan Berlatih Keaktoran bersama Teater Lingkar, SD Islam Bintang Juara kembali membuktikan bahwa pendidikan sejati tidak hanya tentang angka dan teori. Ia juga tentang seni, karakter, dan keberanian mengekspresikan diri.
Bismillah, semoga dari setiap langkah kecil ini lahir generasi yang tidak hanya cerdas pikirannya, tapi juga hangat jiwanya — calon pemimpin yang mindful, meaningful, dan joyful 🌟***(CM-MRT)
by admin admin | Oct 3, 2025 | Berita, Berita Utama, Edukasi, Kegiatan Siswa
Senin pagi, 29 September 2025, ruang laboratorium komputer SD Islam Bintang Juara tampak lebih hidup dari biasanya. Kakak-kakak kelas 5, dengan wajah penuh semangat, memasuki ruangan dengan seragam rapi dan hati yang siap. Mereka akan mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun Pelajaran 2025–2026, kegiatan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni Senin dan Selasa, 29–30 September 2025.
Suasana terasa campur aduk—ada rasa antusias, sedikit gugup, tapi juga bangga. Bu Icha, Pak Amir dan seorang guru pengawas dari luar sekolah berdiri menyambut mereka sambil memberi senyum penyemangat.
“Tenang ya, ini bukan ujian untuk menilai kamu. Ini kesempatan untuk menunjukkan bagaimana kamu berpikir, memahami, dan menyelesaikan masalah,”
ujar salah satu guru pengawas dengan lembut.
Belajar Lebih dari Sekadar Ujian
Bagi SD Islam Bintang Juara, pelaksanaan ANBK bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi bagian dari perjalanan pendidikan yang bermakna. ANBK menjadi sarana evaluasi mutu pendidikan nasional yang tidak menilai individu, melainkan mengukur proses belajar di satuan pendidikan secara keseluruhan.
Kakak kelas 5 yang menjadi peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Dengan panduan guru pendamping, mereka mengerjakan soal berbasis literasi membaca dan numerasi menggunakan perangkat komputer di ruang laboratorium yang telah disiapkan dengan rapi dan nyaman.
Setiap anak duduk di depan layar, menatap soal demi soal yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, memahami teks, dan menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Tidak ada tekanan nilai—yang ada hanyalah pengalaman belajar baru yang melatih kemandirian, tanggung jawab, dan fokus.
Manfaat ANBK bagi Peserta Didik
Kegiatan ANBK memberi banyak manfaat, terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar yang sedang membangun dasar berpikir dan karakter belajar.
Berikut beberapa di antaranya:
- Melatih Berpikir Kritis dan Reflektif – Soal-soal ANBK tidak sekadar hafalan, tetapi menuntut kemampuan memahami konteks dan mengambil keputusan logis.
- Menumbuhkan Literasi dan Numerasi Fungsional – Anak belajar memahami teks dan angka bukan sekadar teori, tetapi bagaimana keduanya hadir dalam kehidupan nyata.
- Meningkatkan Adaptasi terhadap Teknologi – Karena berbasis komputer, peserta menjadi lebih terbiasa dengan teknologi digital—keterampilan penting untuk generasi masa depan.
- Membentuk Karakter Tangguh dan Mandiri – Anak belajar mengelola waktu, menjaga konsentrasi, dan menghadapi situasi baru dengan percaya diri.
Persiapan yang Matang dan Dukungan Hangat
Sebelum hari pelaksanaan, guru-guru SD Islam Bintang Juara telah memberikan pembekalan dan simulasi agar peserta terbiasa menggunakan sistem ANBK. Dari cara login, membaca petunjuk soal, hingga teknik menjawab dengan efisien—semuanya dipandu dengan sabar dan telaten.
Bu Nur Shofwatin Ni’mah, S.Pd., Gr., selaku Kepala Sekolah, menyampaikan harapannya:
“ANBK bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi bagaimana sekolah terus belajar memperbaiki diri. Kami ingin setiap anak belajar dengan bahagia, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.”
Kegiatan pun berjalan lancar. Setiap sesi terasa menyenangkan dan bermakna. Di sela-sela kegiatan, terlihat guru dan peserta saling memberi semangat. Tidak ada wajah tegang—yang ada hanyalah raut bangga dan rasa ingin tahu yang terus tumbuh.
Evaluasi untuk Masa Depan Lebih Baik
Hasil ANBK nantinya akan menjadi bahan refleksi bagi sekolah untuk terus memperkuat mutu pembelajaran, baik dari segi akademik maupun karakter. SD Islam Bintang Juara percaya bahwa pendidikan sejati adalah perjalanan bersama antara guru, murid, dan orang tua dalam menumbuhkan generasi beradab, kreatif, dan berdaya saing global.
“Kami ingin setiap anak belajar dengan hati, bukan sekadar mengejar angka,” tambah Bu Ni’mah.
🔗 Baca Juga:
Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan ANBK di tahun sebelumnya berlangsung dan apa saja pembelajarannya, yuk baca di artikel berikut 👉
Pelaksanaan ANBK Tahun Pelajaran 2024–2025 di SD Islam Bintang Juara.
Penutup
ANBK 2025 di SD Islam Bintang Juara bukan hanya kegiatan asesmen nasional, melainkan momentum belajar bersama — belajar untuk jujur, berpikir kritis, dan percaya pada kemampuan diri.
Dengan semangat kebersamaan, anak-anak belajar bahwa menjadi “bintang juara” bukan berarti harus selalu menjadi yang terbaik, tapi terus tumbuh menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Karena di SD Islam Bintang Juara, setiap langkah kecil selalu berarti — mindful, meaningful, dan joyful.***(CM-MRT)
by admin admin | Sep 26, 2025 | Artikel, Berita, Edukasi, Kegiatan Siswa
Hari Jumat, 26 September 2025 menjadi momen yang tak terlupakan bagi keluarga besar SD Islam Bintang Juara. Pada Leadership Journey Day 5, suasana sekolah tampak berbeda. Kali ini, kakak shalih dan shalihah tidak diajak menjelajah hutan, melukis dengan bahan alami, atau bermain game petualangan. Mereka diajak melakukan hal yang sederhana, namun penuh makna: bersih-bersih lingkungan sekolah.
Ya, di SD Islam Bintang Juara, belajar tidak hanya soal adab dan ilmu, tapi juga keterampilan hidup atau life skill. Karena seorang calon pemimpin sejati bukan hanya pintar berbicara dan berprestasi di akademik, tetapi juga tahu cara menjaga kebersihan, bekerja sama, dan bertanggung jawab.
Pembukaan yang Inspiratif
Pagi itu, anak-anak dibagi dalam kelompok kecil. Ada yang bertugas menyapu, ada yang mengepel, ada yang melap meja dan kursi, bahkan ada yang merapikan peralatan kelas.
Menariknya, kegiatan ini dipandu langsung oleh Bunda Vivi Psikolog sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika. Beliau turun langsung, memberikan pijakan sederhana namun penting kepada kakak kelas 4–6. Dengan sabar, Bunda Vivi Psikolog menunjukkan cara memegang sapu dengan benar, menyapu dari sudut ruangan ke arah tengah, mengepel agar lantai cepat kering, hingga melap meja agar bersih dan bebas debu.
“Anak-anak hebat bukan hanya yang rajin belajar, tapi juga yang peduli menjaga kebersihan. Kalau lingkunganmu bersih, pikiranmu juga jadi jernih,” begitu pesan Bunda Vivi Psikolog yang membuat anak-anak makin bersemangat.
Kolaborasi Kakak Shalih dan Shalihah
Pemandangan luar biasa tampak di setiap sudut sekolah. Kakak shalih dengan penuh tanggung jawab mengambil peran memegang sapu, sementara kakak shalihah sibuk mengepel dengan telaten. Ada juga kelompok kecil yang saling bahu-membahu mengangkat kursi agar mudah dibersihkan.
Gelak tawa sesekali pecah saat air pel tercecer atau debu tak sengaja beterbangan. Tapi justru momen inilah yang mengajarkan arti kerja sama: ketika ada yang kesulitan, yang lain segera membantu.
Belajar Tanggung Jawab Sejak Dini
Bersih-bersih bukan sekadar aktivitas fisik. Di balik itu, ada nilai karakter yang ditanamkan: tanggung jawab, kepedulian, dan disiplin. Anak-anak belajar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan kewajiban semua warga sekolah.
Mereka pun mulai menyadari bahwa lingkungan yang rapi membuat suasana belajar jadi lebih menyenangkan. Dengan meja yang kinclong dan lantai yang wangi, hati pun terasa lebih ringan untuk menimba ilmu.
Lebih dari Sekadar Sapu dan Pel
Leadership Journey Day 5 membuktikan bahwa life skill sederhana bisa memberikan pengalaman yang membekas. Anak-anak bukan hanya belajar teknik bersih-bersih, tetapi juga melatih motorik, kemandirian, serta rasa memiliki terhadap sekolah mereka.
Bunda Vivi menutup kegiatan dengan refleksi singkat. Beliau menegaskan bahwa calon pemimpin masa depan harus rendah hati dan siap melakukan pekerjaan apapun, sekecil apapun itu. Bahkan, seorang pemimpin sejati tidak akan segan mengambil sapu untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua.
Penutup yang Menginspirasi
Leadership Journey hari kelima ini mungkin terlihat sederhana. Namun, justru dari kegiatan seperti inilah, SD Islam Bintang Juara menegaskan jati dirinya sebagai sekolah yang mindful, meaningful, dan joyful.
Karena di sinilah anak-anak ditempa: bukan hanya menjadi pintar di atas kertas, tetapi juga cerdas dalam karakter, terampil dalam life skill, dan siap memimpin dengan hati.***(CM-MRT)
by admin admin | Sep 25, 2025 | Artikel, Berita, Kegiatan Siswa
Pagi yang cerah di SD Islam Bintang Juara terasa berbeda pada hari keempat Leadership Journey, Kamis (25 September 2025) yang penuh semangat. Kali ini, sekolah menggandeng Komunitas Semarang Baca dan Sekolah Bumi Lestari untuk menghadirkan kegiatan yang memadukan literasi membaca dengan cinta lingkungan.
Tema hari itu sederhana tapi bermakna: “Membaca, Merasakan, dan Berkarya Bersama Alam.”
Awal Kegiatan: Literasi Bertema Lingkungan bersama Semarang Baca
Kakak shalih-shalihah berkumpul di kelas yang telah ditentukan dengan antusias mendengarkan cerita yang dibawakan tim Komunitas Semarang Baca. Buku-buku yang dibacakan bukan sekadar kisah fiksi, melainkan cerita penuh pesan tentang bagaimana menjaga bumi, mengenal sumber daya alam, dan menghargai ciptaan Allah SWT.
Alhamdulillah, kakak shalih-shalihah cukup antusias mendengarkan kakak-kakak dari Komunitas Semarang Baca. Tak sedikit pula yang mengajukan pertanyaan berhubungan dengan buku yang dibacakan.
Membuat Kreasi Bertema Lingkungan bersama Sekolah Bumi Lestari
Setelah sesi membaca, kakak shalih-shalihah diajak tidak hanya memahami lewat kata, tetapi juga mengalami langsung dengan kegiatan berbasis kelas.
Kelas 1: Kenal Rempah Nusantara
Adik-adik kelas 1 berkenalan dengan rempah-rempah Nusantara. Mereka mencium, meraba, dan mengenal ciri khas rempah seperti kayu manis, cengkeh, jahe, hingga kunyit. Melalui aktivitas ini, anak-anak belajar bahwa kekayaan alam Indonesia sangatlah berharga dan menjadi bagian penting dari sejarah bangsa.
Kelas 2: Gantungan Kunci dari Kertas Bunga Kering
Kelas 2 mendapat pengalaman seru membuat gantungan kunci dari kertas yang dihias bunga dan dedaunan kering. Kreativitas berpadu dengan kecintaan pada lingkungan, karena bahan yang digunakan semuanya ramah lingkungan. Anak-anak belajar bahwa barang sederhana bisa punya nilai estetika tinggi bila diolah dengan cinta.
Kelas 3: Melukis Bebas dengan Pewarna Alami
Kelas 3 diajak melukis bebas menggunakan pewarna alami dari kulit buah dan sayur. Ada yang mencampur warna dari kulit bawang, ada pula yang menggunakan sisa kulit manggis. Dari tangan mungil mereka, tercipta karya seni yang tidak hanya indah, tapi juga ramah lingkungan.
Kelas 4: Melukis dengan Teknik Antotipia
Kelas 4 berkenalan dengan teknik seni yang unik: Antotipia. Teknik ini menggunakan pigmen alami dari tumbuhan untuk menghasilkan gambar. Caranya, daun atau bunga ditumbuk untuk mengeluarkan pigmen, kemudian cairannya dioleskan pada kertas. Setelah itu, kertas diletakkan di bawah sinar matahari dengan benda tertentu di atasnya (misalnya daun atau pola gambar). Hasilnya, cahaya akan “membakar” sebagian area, menyisakan siluet yang cantik dan alami.
Anak-anak kelas 4 begitu takjub melihat bagaimana matahari dan tumbuhan bisa berkolaborasi menghasilkan seni tanpa cat pabrikan. Inilah bukti bahwa alam sesungguhnya adalah “guru besar” yang penuh inspirasi.
Kelas 5 & 6: Mencelup Kain dengan Pewarna Alami
Sementara itu, kelas 5 dan 6 mencoba mencelup kain dengan pewarna alami dari kulit buah dan sayur. Aktivitas ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan bahwa pewarna alami bisa menggantikan bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Anak-anak berkreasi membuat pola tie-dye sederhana dengan penuh semangat, dan hasilnya kain warna-warni yang unik dan ramah lingkungan.
Pesan yang Dibawa Pulang
Dari membaca hingga berkarya, anak-anak belajar satu hal penting: alam adalah sahabat, bukan sekadar sumber daya yang bisa dipakai seenaknya. Dengan kegiatan ini, mereka tidak hanya berlatih literasi baca, tetapi juga literasi lingkungan—sebuah keterampilan hidup yang sangat relevan dengan masa depan.
Hari keempat Leadership Journey mengajarkan bahwa kepemimpinan tidak hanya lahir dari keberanian memimpin, tetapi juga dari kepedulian menjaga bumi. Anak-anak SD Islam Bintang Juara pulang dengan senyum lebar, tangan penuh karya, dan hati penuh cinta pada lingkungan. Karena di SD Islam Bintang Juara, belajar selalu mindful, meaningful, dan joyful.***(CM-MRT)
by admin admin | Sep 24, 2025 | Artikel, Berita, Kegiatan Siswa
Bayangkan anak-anak SD berbaris rapi dengan penuh semangat, siap memulai sebuah petualangan baru. Itulah suasana di SD Islam Bintang Juara pada hari ketiga Leadership Journey (Rabu, 24 September 2025) yang kali ini mengangkat tema Numerasi Adventure. Tidak sekadar belajar berhitung di kelas, para kakak shalih-shalihah justru diajak menapaki jalur pembelajaran kontekstual—mulai dari Bank Juara ➝ Mini Market ➝ Kasir ➝ hingga Dapur Kreatif.
Dari Bank Juara, Belajar Mengelola Uang
Petualangan dimulai di Bank Juara. Di sini, kakak shalih-shalihah merasakan bagaimana rasanya menjadi nasabah. Mereka “menabung” sekaligus belajar cara bijak mengatur keuangan. Konsep ini menanamkan literasi finansial sejak dini, sebuah keterampilan hidup yang sangat penting untuk masa depan.
Alih-alih hanya sekadar angka di kertas, kakak shalih-shalihah diajak memahami bahwa setiap lembar uang memiliki makna. Mereka pun belajar memilih: apakah uang itu akan dipakai untuk belanja, disimpan, atau bahkan digunakan untuk kegiatan produktif.
Belanja Cerdas di Mini Market
Perjalanan kemudian berlanjut ke Mini Market. Kakak shalih-shalihah memegang uang hasil dari Bank Juara untuk berbelanja. Seru sekali melihat bagaimana mereka harus membuat keputusan: membeli barang yang diinginkan atau yang benar-benar dibutuhkan?
Di sini, bukan hanya numerasi yang diasah, tapi juga keterampilan berpikir kritis, logika, hingga kemampuan menahan diri. Mereka belajar bahwa hidup tidak selalu tentang keinginan, tapi juga tentang prioritas.
Kasir: Melatih Ketelitian dan Tanggung Jawab
Setelah berbelanja, tibalah mereka di meja Kasir. Beberapa kakak mendapat kesempatan untuk berhadapan dengan kasir yang diperankan oleh guru; menghitung kembalian, dan memastikan uang yang diberikan sesuai dengan belanjaan yang dibeli. Aktivitas ini melatih fokus, ketelitian, dan tanggung jawab.
Tak jarang terjadi momen lucu—ada yang salah menghitung, lalu buru-buru diperbaiki oleh teman lainnya. Justru di situlah nilai kolaborasi terasa: mereka belajar untuk tidak takut salah, karena setiap kesalahan adalah bagian dari proses belajar.
Dapur Kreatif: Dari Uang ke Karya
Puncak petualangan numerasi kali ini adalah di Dapur Kreatif, tempat kakak shalih-shalihah membuat tempe dan tape. Dari aktivitas ini, mereka belajar bahwa uang yang dikelola dengan baik bisa menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.
Membuat tempe dan tape tidak hanya melatih keterampilan motorik, tetapi juga mengajarkan arti kerja sama, kesabaran, dan keberanian untuk berkarya. Kakak pulang bukan hanya membawa hasil olahan, tapi juga pengalaman berharga tentang bagaimana proses kreatif itu berjalan.
Belajar dengan Tiga Pilar: Mindful, Meaningful, Joyful
Seluruh rangkaian Numerasi Adventure dirancang agar pembelajaran menjadi:
- Mindful → anak-anak hadir penuh kesadaran dalam setiap aktivitas.
- Meaningful → setiap pengalaman punya makna yang bisa mereka bawa dalam kehidupan nyata.
- Joyful → belajar terasa menyenangkan, bukan beban.
Di SD Islam Bintang Juara, belajar numerasi bukan soal angka semata, tetapi tentang membentuk karakter, kemandirian, dan kepemimpinan masa depan.
Penutup
Hari ketiga Leadership Journey ini membuktikan bahwa numerasi bisa dikemas dengan cara yang kreatif, inspiratif, dan penuh makna. Dari Bank Juara hingga Dapur Kreatif, setiap langkah adalah latihan menjadi pemimpin kecil yang tangguh, kreatif, dan komunikatif.
Karena di SD Islam Bintang Juara, belajar itu selalu mindful, meaningful, dan joyful.***(CM-MRT)