fbpx
Leadership Journey Day 2: Serunya Senam, Refleksi, dan Ekspedisi Secepit Menuju Pemimpin Tangguh!

Leadership Journey Day 2: Serunya Senam, Refleksi, dan Ekspedisi Secepit Menuju Pemimpin Tangguh!

Selasa, 23 September 2025 menjadi hari yang penuh energi dan cerita baru bagi kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara. Agenda Leadership Journey Day 2 kali ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang berbeda. Dengan semangat yang sama namun lokasi kegiatan yang berbeda, seluruh siswa dari kelas 1–6 belajar tentang arti kepemimpinan sejati: “Membangun Calon Pemimpin Muslim yang Tangguh, Kreatif, dan Komunikatif.”

Senam dan Refleksi: Energi Pagi untuk Kelas 1–3

Pagi itu, halaman sekolah dipenuhi tawa riang anak-anak kelas 1–3. Mereka memulai hari dengan senam bersama, gerakan sederhana tapi penuh makna. Senam bukan sekadar olahraga, melainkan simbol kekompakan—bahwa kebersamaan akan membuat tubuh sehat dan jiwa gembira.

Setelah tubuh kembali segar, kakak shalih-shalihah diajak masuk ke sesi refleksi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Setengah semester sudah berjalan, dan kini saatnya mereka merenung sejenak: apa yang sudah mereka pelajari? apa pengalaman yang paling berkesan?

Beberapa anak mengangkat tangan dengan antusias. Ada yang bilang, “Aku suka belajar IPAS, karena bisa eksperimen!” Ada juga yang mengaku, “Aku belajar sabar waktu main kelompok.” Dari refleksi ini, terlihat jelas bahwa pembelajaran bukan hanya soal buku, tetapi juga tentang karakter dan kebersamaan.

Ekspedisi Secepit: Petualangan Kelas 4–6

Sementara itu, di lokasi berbeda, kelas 4–6 bersiap menuju Curug Secepit. Dengan tas ransel di punggung dan yel-yel semangat, langkah mereka tegap, wajah penuh antusias. Perjalanan menuju Secepit bukan sekadar jalan kaki, tetapi sebuah ekspedisi penuh pembelajaran.

Di setiap pos yang tersedia, kakak shalih-shalihah menghadapi tantangan kepramukaan. Ada yang harus memecahkan kode sandi, ada yang diuji kerja sama tim dalam permainan, ada pula yang diminta menunjukkan keterampilan dasar pramuka. Meski lelah, semangat mereka tak pernah padam. Justru dari setiap rintangan, lahirlah senyum bangga karena berhasil menaklukkan tantangan.

Ketika akhirnya sampai di Curug Secepit, suara gemericik air terjun menjadi hadiah paling indah. Di sana mereka belajar arti perjalanan: bahwa hasil manis hanya bisa dicapai dengan perjuangan dan kesabaran.

Satu Tujuan, Beda Lokasi

Walaupun kelas 1–3 beraktivitas di sekolah dan kelas 4–6 menjelajah alam, keduanya memiliki tujuan yang sama: melatih kepemimpinan, membangun kemandirian, dan memperkuat karakter.

Bu Ni’mah, Kepala Sekolah SD Islam Bintang Juara, menyampaikan, “Leadership Journey bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi wadah nyata agar anak-anak belajar menjadi pemimpin yang tangguh, kreatif, dan komunikatif. Pemimpin masa depan lahir dari pengalaman, bukan hanya teori.”

Belajar Menjadi Pemimpin Sejak Dini

Leadership Journey Day 2 membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga tubuh sehat, mengingat pengalaman belajar, bekerja sama, berani menghadapi tantangan, hingga bersyukur atas nikmat Allah.

Dari senam ceria di sekolah hingga ekspedisi menantang di Secepit, satu benang merah yang bisa ditarik adalah: pemimpin hebat lahir dari proses, pengalaman, dan pembiasaan sejak dini.

Leadership Journey Day 2 di SD Islam Bintang Juara bukan hanya tentang kegiatan sehari, tetapi tentang menanam benih kepemimpinan yang kelak akan tumbuh menjadi pohon kebaikan.***(CM-MRT)

Detektif Cilik: Misi Rahasia Anak Hebat di Rumah, Serunya Belajar PKn di Kelas 2A

Detektif Cilik: Misi Rahasia Anak Hebat di Rumah, Serunya Belajar PKn di Kelas 2A

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kerap dianggap mata pelajaran yang penuh teori dan hafalan. Namun, siapa bilang PKn harus selalu membosankan? Di kelas 2A SD Islam Bintang Juara, Bu Fia membuktikan sebaliknya.

Pada sebuah hari yang penuh semangat, Bu Fia mengajak kakak shalih-shalihah mengikuti game istimewa berjudul “Detektif Cilik: Misi Rahasia Anak Hebat di Rumah.” Tema pelajaran kali ini adalah aturan di rumah, tapi cara penyampaiannya sungguh tak biasa—penuh teka-teki, petualangan, dan kerja sama tim.

Jadi Detektif Sehari

Pelajaran dimulai dengan Bu Fia yang berperan layaknya komandan misi. Anak-anak diminta membayangkan diri mereka sebagai detektif cilik yang sedang menjalankan misi rahasia. Mata anak-anak pun berbinar, siap menerima tantangan.

Mereka dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok menerima kartu bertuliskan “Temukan Aku.” Di balik kartu itu tersimpan petunjuk untuk mencari kotak rahasia yang sudah disembunyikan Bu Fia di berbagai sudut sekolah, mulai dari kelas 4 hingga perpustakaan.

“Siapakah detektif cilik paling sigap hari ini?” tantang Bu Fia dengan penuh semangat.

Berburu Kotak Rahasia

Setiap kelompok berlari penuh antusias, menyusuri jejak petunjuk. Ada yang mencoba menebak, ada yang membaca ulang instruksi dengan seksama, ada pula yang langsung bergegas ke tempat yang dicurigai.

Tawa riang dan teriakan kecil penuh kegembiraan terdengar di sepanjang koridor. Dan akhirnya, satu per satu kelompok berhasil menemukan kotak rahasia mereka masing-masing.

Namun, petualangan tak berhenti di situ. Kotak tersebut ternyata berisi tantangan berupa studi kasus seputar aturan di rumah. Ada soal tentang berbagi mainan dengan adik, mengatur waktu belajar, hingga bagaimana bersikap ketika diminta membantu orang tua.

Presentasi ala Detektif Hebat

Setelah berhasil memecahkan tantangan, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan jawaban mereka di depan kelas.

Seru sekali melihat anak-anak saling berbagi pendapat, mencoba memberi solusi, dan menyampaikan alasan mereka dengan percaya diri. Ada yang menyampaikan dengan gaya tegas, ada pula yang penuh canda tapi tetap bermakna.

Kegiatan ini bukan hanya soal menemukan kotak, tapi juga melatih anak-anak berpikir kritis, berani berbicara di depan umum, serta memahami nilai penting aturan di rumah.

Belajar Jadi Anak Hebat di Rumah

Di akhir kegiatan, Bu Fia menegaskan bahwa aturan di rumah bukanlah sekadar batasan, tetapi panduan agar hidup lebih tertib, harmonis, dan penuh kasih sayang. Menjadi anak hebat berarti bisa menaati aturan, menghargai keluarga, dan bertanggung jawab atas sikap sehari-hari.

Anak-anak pun tampak lebih memahami makna aturan dengan cara yang menyenangkan. Mereka tidak merasa digurui, melainkan merasakannya langsung melalui permainan dan kerja sama tim.

Manfaat Belajar Lewat Detektif Cilik

Kegiatan Detektif Cilik: Misi Rahasia Anak Hebat di Rumah membawa banyak manfaat, antara lain:

  • Anak belajar tentang aturan rumah dengan cara kreatif dan bermakna.
  • Melatih kemampuan problem solving lewat studi kasus.
  • Meningkatkan kerja sama tim dan komunikasi.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri saat presentasi.
  • Membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini.

Dengan pendekatan seperti ini, SD Islam Bintang Juara terus membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus kaku. Justru, dengan kreativitas guru, setiap pelajaran bisa menjadi pengalaman berharga yang menyenangkan.***(CM-MRT)

Serunya Leadership Journey Day 1: Petualangan Seru & Persiapan Ekspedisi Secepit!

Serunya Leadership Journey Day 1: Petualangan Seru & Persiapan Ekspedisi Secepit!

Hari Senin, 20 September 2025, udara segar menyelimuti lingkungan SD Islam Bintang Juara. Suasana berbeda terasa sejak pagi karena kakak shalih-shalihah dari kelas 1 hingga 6 bersiap mengikuti kegiatan Leadership Journey Day 1. Sebuah program yang bukan hanya melatih fisik, tapi juga mengasah karakter, kerja sama, dan kepemimpinan.

Kegiatan hari pertama ini terbagi dua. Kelas 1–3 mengikuti “Petualangan Siaga Sigap & Cerdas” berupa jelajah pos yang seru, sedangkan kelas 4–6 berkumpul untuk Persiapan Ekspedisi Si Cepit bersama Ayah Budi, ayah dari Kak Bagas, yang juga seorang prajurit TNI.

Jelajah Pos Seru: Petualangan Siaga Sigap & Cerdas

Untuk kelas 1–3, petualangan dimulai dengan penuh semangat. Ada 5 pos menantang yang harus mereka taklukkan bersama kelompoknya.

1. Taman Bangga Jawa Tengah (Lapangan Atas)

Tantangan dimulai dengan melemparkan cincin ke cone. Kelompok tercepat mendapat kesempatan lebih dulu untuk menyusun peta kota-kota di Jawa Tengah. Anak-anak belajar tentang geografi sambil bermain.

2. Taman Bangga Menjadi Pramuka (Lapangan Bawah)

Delapan anak memegang tongkat pramuka, sementara anggota lainnya melompati tongkat dengan membawa potongan gambar baju pramuka. Mereka harus menempelkan gambar di tempat yang tepat. Kekompakan jadi kunci utama.

3. Taman Ketakwaan & Toleransi Beragama (Depan Rumah Kak Ninda)

Di sini, setiap kelompok mengambil kertas berisi nama doa. Mereka membaca doa bersama, lalu melanjutkan tantangan menempelkan gambar sesuai dengan agama yang tertera. Nilai ketakwaan dan toleransi benar-benar terasa.

4. Taman Pengamatan & Daya Ingat (Masjid Nurul Ilmi)

Tantangan awal: membuat jaring dari tali rafia untuk membawa balon hingga garis akhir. Setelah itu, anak-anak diuji daya ingatnya dengan menghafal gambar hewan dan buah dalam 10 detik, lalu menuliskannya. Seru sekaligus melatih konsentrasi.

5. Taman Petualangan Kode Rahasia (Taman Samping Rumah Kak Nio)

Bola kecil dijalankan dengan kertas dari ujung ke ujung. Setelah itu, mereka harus memecahkan kode sandi rahasia. Tantangan ini benar-benar mengasah ketelitian dan kerja sama.

Setiap pos tidak hanya memberikan keseruan, tetapi juga pelajaran tentang kerja tim, konsentrasi, daya ingat, hingga nilai keagamaan dan toleransi.

Kelas 4–6: Persiapan Ekspedisi Secepit

Sementara itu, kakak kelas 4–6 berkumpul bersama Ayah Budi, seorang TNI sekaligus wali murid. Suaranya lantang, penuh wibawa, namun tetap hangat saat memberikan pembekalan tentang persiapan ekspedisi.

Kakak shalih-shalihah diajak untuk:

  • Membuat yel-yel kelompok agar semangat lebih terasa.
  • Menyusun daftar barang bawaan penting untuk ekspedisi, seperti botol minum, perlengkapan shalat, dan bekal makanan.
  • Mendengarkan cerita pengalaman lapangan Ayah Budi yang penuh inspirasi.

Kegiatan ini membuat anak-anak semakin siap menghadapi Leadership Journey Day selanjutnya yang penuh tantangan alam.

Leadership Journey, Lebih dari Sekadar Kegiatan Outdoor

Hari pertama Leadership Journey bukan hanya tentang keseruan bermain dan berpetualang. Di balik setiap tantangan, ada nilai karakter yang ditanamkan: kerja sama, keberanian, ketelitian, toleransi, hingga kepemimpinan.

Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, bahkan di tengah permainan yang seru. Dan yang terpenting, setiap kakak shalih-shalihah pulang dengan wajah ceria, membawa cerita baru tentang petualangan seru mereka.***(CM-MRT)

Detektif Uang: Serunya Kelas 3A Belajar Mengelola Uang Lewat Game Misteri

Detektif Uang: Serunya Kelas 3A Belajar Mengelola Uang Lewat Game Misteri

Jumat, 19 September 2025 menjadi hari yang penuh keseruan di ruang kelas 3A SD Islam Bintang Juara. Hari itu, kakak shalih-shalihah mendapatkan pengalaman berharga dalam kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua). Kali ini, giliran Bunda Eriyani, orang tua dari Kak Rafif, yang hadir dengan membawa tema menarik: “Detektif Uang”.

Suasana kelas berubah seketika. Anak-anak antusias mendengar bahwa mereka akan berperan sebagai detektif uang—anak cerdas yang mampu mengenali, memahami, dan menggunakan uang dengan bijak.

Siapa Itu Detektif Uang?

Menurut Bunda Eriyani, detektif uang adalah anak cerdas yang bisa mengenali jenis-jenis uang dan memahami nilainya. Dengan bekal ini, mereka dapat membedakan uang koin dan kertas, serta membuat klasifikasi berdasarkan nominalnya.

Anak-anak pun tersenyum penuh semangat. Ternyata belajar tentang uang bisa semenyenangkan menjadi detektif!

Mengenal Manfaat dan Nominal Uang

Kegiatan diawali dengan diskusi singkat tentang manfaat uang. Anak-anak menjawab beragam: untuk membeli makanan, buku, mainan, bahkan membantu orang lain. Dari sini, mereka belajar bahwa uang bukan hanya sekadar alat pembayaran, tapi juga sarana untuk memenuhi kebutuhan dan berbuat kebaikan.

Setelah itu, kakak shalih-shalihah diajak mengenal nominal uang melalui uang mainan. Ada koin seratus, lima ratus, seribu, hingga pecahan puluhan ribu. Anak-anak belajar membedakan angka dan memahami nilainya.

“Kalau kamu punya Rp5.000, bisa beli apa saja hayo?” tanya Bunda Eriyani sambil tersenyum. Pertanyaan ini langsung memancing tawa sekaligus rasa penasaran.

Game Misteri: Belanja di Pusat Pasar Detektif Uang

Kegiatan semakin seru ketika Bunda Eriyani membawa amplop-amplop misteri. Setiap kelompok mendapat amplop berisi sejumlah uang mainan. Tugas mereka adalah menghitung jumlah uang dan kemudian membelanjakannya di Pusat Pasar Detektif Uang, sebuah simulasi pasar mini yang sudah disiapkan.

Anak-anak diminta menentukan barang apa saja yang akan dibeli, lalu menyesuaikannya dengan uang yang mereka miliki. Mereka belajar bahwa belanja memerlukan perencanaan dan perhitungan cermat.

Tantangan Amplop: Dari Belanja ke Diagram

Tidak berhenti di situ, Bunda Eriyani menambahkan tantangan baru. Setiap kelompok harus menyelesaikan misi dari amplop khusus:

  • Amplop A: Membuat diagram tabel
  • Amplop B: Membuat diagram pictogram
  • Amplop C: Membuat diagram batang
  • Amplop D: Membuat diagram tabel
  • Amplop E: Membuat diagram pictogram
  • Amplop F: Membuat diagram batang

Dengan penuh semangat, anak-anak mengubah hasil belanja mereka menjadi data, lalu menyajikannya dalam bentuk diagram yang berbeda-beda. Kegiatan ini mengajarkan mereka bahwa uang tidak hanya bisa dihitung, tetapi juga dianalisis dan divisualisasikan.

Belajar Uang Jadi Lebih Seru

Sepanjang kegiatan, wajah-wajah antusias tampak di ruang kelas 3A. Anak-anak tidak hanya belajar mengenal uang dan nominalnya, tapi juga berlatih berpikir kritis, menghitung, bekerja sama dalam kelompok, hingga menyajikan data dengan diagram.

Metode storytelling dengan konsep “detektif uang” membuat suasana belajar lebih hidup. Anak-anak merasa seperti sedang bermain, padahal mereka sedang belajar literasi finansial dan matematika sekaligus.

Penutup: Misi Selesai, Detektif Hebat

Kegiatan BBOT Kelas 3A kali ini menjadi bukti bahwa belajar keuangan bisa dilakukan sejak dini dengan cara yang seru. Dari mengenal manfaat uang, menghitung nominal, hingga membuat diagram, semuanya dikemas dalam permainan yang joyful, mindful, dan meaningful.

Detektif Uang 3A berhasil menuntaskan misi mereka. Semoga pengalaman ini membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam mengelola uang di masa depan.*** (CM-MRT)

Museum Oryza Sativa: Aksi Nyata Project Based Learning yang Penuh Makna

Museum Oryza Sativa: Aksi Nyata Project Based Learning yang Penuh Makna

Suasana kelas 6 SD Islam Bintang Juara berubah total pada pekan kedua September 2025. Dari ruang belajar biasa, kelas ini disulap menjadi sebuah museum mini yang atraktif dan inspiratif bernama Museum Oryza Sativa. Inilah puncak dari rangkaian Project Based Learning (PJBL)Pahlawan dalam Kata dan Karya” yang berlangsung kurang lebih lima pekan.

Dari Tahap Pengenalan hingga Kontekstualisasi

Perjalanan panjang menuju Museum Oryza Sativa dimulai dari tahap pengenalan. Bu Fia, wali kelas 6, memantik ide kakak shalih-shalihah dengan menghadirkan pengalaman belajar beragam: kunjungan ke Museum Mandhala Bhakti dan BBA (Belajar Bersama Ahli) untuk memperkuat keterampilan menulis.

Setelah itu, pada tahap kontekstualisasi, siswa diajak menyusun timeline, pembagian tugas, serta menyiapkan kebutuhan proyek. Tak hanya itu, mereka juga mengikuti BBOT untuk belajar seni promosi, agar museum yang akan mereka wujudkan nantinya bisa tampil lebih hidup dan menarik minat banyak orang.

Wujud Aksi Nyata: Museum Oryza Sativa

Tibalah saat yang ditunggu: aksi nyata. Semua ide, rencana, dan kerja keras diwujudkan dalam Museum Oryza Sativa, sebuah karya kolaboratif yang mencerminkan gotong royong seluruh kelas.

Museum ini menampilkan:

  • Teks eksplanasi tentang pahlawan hasil tulisan siswa.
  • Karya seni 2D berupa poster, gambar, dan kolase.
  • Karya seni 3D dalam bentuk miniatur, patung, dan instalasi sederhana.

Tidak hanya menjadi display karya, kakak shalih-shalihah kelas 6 juga bertugas sebagai pemandu museum. Mereka menjelaskan karya dengan penuh percaya diri kepada setiap tamu yang hadir.

galeri museum oryza sativa

Antusiasme Pengunjung

Museum Oryza Sativa dibuka selama lima hari, 8–12 September 2025. Antusiasme pengunjung luar biasa. Tidak hanya guru dan orang tua kelas 6, tapi juga orang tua dari kelas 1–5, adik-adik dari kelas bawah hingga TK, bahkan masyarakat umum turut hadir. Hampir semua pengunjung memberikan apresiasi yang sama: inspiratif dan keren.

Integrasi Pembelajaran Multidisiplin

Proyek ini bukan sekadar kegiatan seni atau bahasa. Museum Oryza Sativa mengintegrasikan banyak mata pelajaran:

  • IPAS → mengenal pahlawan di lingkungan sekitar dan kontribusinya.
  • Bahasa Indonesia → menulis teks eksplanasi runtut dan jelas.
  • PPKn → mempraktikkan gotong royong dan musyawarah dalam kelompok.
  • Seni Rupa → menciptakan karya seni 2D dan 3D bertema kepahlawanan.

Lebih dari itu, kakak shalih-shalihah juga berlatih keterampilan abad 21: critical thinking, creativity, collaboration, dan communication (4C). Tak hanya sebagai puncak kegiatan Project Based Learning, Museum Oryza Sativa juga menjadi sarana sumatif mata pelajaran yang terintegrasi di dalamnya.

Menumbuhkan Rasa Bangga dan Inspirasi

Tujuan besar dari proyek ini adalah menumbuhkan rasa bangga terhadap pahlawan, sekaligus melatih keterampilan menulis, bekerja sama, berkarya, dan berkomunikasi. Museum Oryza Sativa menjadi bukti nyata penerapan Pembelajaran Mendalam di SD Islam Bintang Juara, bahwa belajar bisa dikemas dalam bentuk yang menyenangkan, berkesadaran, penuh makna, dan bermanfaat bagi banyak orang.

Semoga semangat ini terus menginspirasi generasi muda untuk berani berkarya, menghargai jasa pahlawan, dan menjadi insan pembelajar sepanjang hayat.*** (CM-MRT)

Bijak Mengola Uang: Literasi Finansial untuk Anak

Bijak Mengola Uang: Literasi Finansial untuk Anak

Bagaimana cara mengenalkan anak-anak pada dunia finansial dengan cara yang menyenangkan? Itulah yang dihadirkan melalui BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) Kelas 4A SD Islam Bintang Juara pada Jumat, 12 September 2025. Kali ini, giliran Ayah Eko Novianto, ayah dari kak Al Kindi, yang hadir membawakan tema menarik: “Bijak Mengelola Uang: Literasi Finansial untuk Anak.”

Awal yang Menggugah Rasa Penasaran

Suasana ruang kelas 4A pagi itu terasa berbeda. Saat berdiri di depan kelas, Ayah Eko membuka sesi dengan sebuah pertanyaan sederhana namun penuh makna:

“Anak-anak, apa sih uang itu?”

Dengan antusias, kakak shalih-shalihah menjawab berbagai versi. Ada yang bilang uang bisa dipakai untuk jajan, ada yang menyebut untuk membeli mainan, bahkan ada yang menjawab untuk menabung.

Ayah Eko kemudian menjelaskan bahwa uang adalah alat untuk membeli barang dan jasa yang kita butuhkan atau inginkan. Ia memperlihatkan gambar uang koin dan kertas, sembari menceritakan jenis-jenis uang yang biasa digunakan sehari-hari. Kakak shalih-shalihah pun makin fokus menyimak.

Pertanyaan Pemantik yang Membuka Wawasan

Tak berhenti di situ, Ayah Eko melemparkan pertanyaan pemantik:

  • Barang apa saja yang bisa dibeli dengan uang?
  • Dari mana kita bisa mendapatkan uang?
  • Apakah uang bisa didapat secara instan?

Diskusi kecil ini membuat kakak shalih-shalihah mulai memahami bahwa uang tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari kerja keras dan kerja cerdas. Dari sinilah lahir kesadaran bermakna bahwa uang memiliki nilai yang patut dijaga dan digunakan dengan bijak.

Praktik Seru: Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Setelah pemaparan singkat, tibalah saatnya praktik. Ayah Eko mengajak kakak shalih-shalihah melakukan permainan sederhana: membedakan kebutuhan dan keinginan.

Contohnya, makan nasi adalah kebutuhan, sedangkan membeli mainan baru adalah keinginan. Dengan contoh konkret yang dekat dengan kehidupan mereka, kakak shalih-shalihah jadi lebih mudah memahami konsep ini.

Latihan ini sekaligus menanamkan nilai bahwa mengatur keuangan berarti mendahulukan kebutuhan daripada keinginan.

Quiz Hemat Uang: Penutup yang Menyenangkan

Kegiatan semakin seru ketika Ayah Eko menutup sesi dengan quiz tentang cara menghemat uang. Pertanyaannya ringan namun menantang:

  • Bagaimana caranya menabung dari uang jajan?
  • Apa yang harus dilakukan jika ingin membeli barang tetapi uang belum cukup?
  • Mana yang lebih penting, membeli camilan atau menabung untuk membeli buku?

Kakak shalih-shalihah berlomba-lomba menjawab dengan penuh semangat. Suasana kelas dipenuhi tawa, sorak, dan semangat belajar yang tinggi.

Antusiasme Kakak Shalih-shalihah dan Harapan ke Depan

Dari awal hingga akhir, kegiatan BBOT kali ini berlangsung penuh keceriaan. Kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar konsep finansial secara sederhana, tetapi juga mempraktikkan langsung bagaimana cara mengelola uang.

Harapannya, setelah kegiatan ini, kakak shalih-shalihah kelas 4A bisa tumbuh menjadi pribadi yang hemat, cermat, dan bersahaja. Bukan sekadar pandai menghitung uang, tetapi juga bijak menggunakannya.

Pendidikan Karakter Lewat Literasi Finansial

Apa yang dilakukan dalam BBOT ini sejalan dengan tujuan pendidikan karakter di SD Islam Bintang Juara. Literasi finansial bukan hanya soal uang, tapi juga melatih tanggung jawab, disiplin, dan kemampuan mengambil keputusan.

Anak-anak diajak untuk memahami bahwa setiap pilihan finansial membawa konsekuensi, sehingga mereka perlu berhati-hati dan bijak. Dengan demikian, literasi finansial sejak dini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan.

Penutup

Melalui BBOT Kelas 4A bersama Ayah Eko Novianto, literasi finansial bukan lagi hal yang rumit, tetapi bisa diajarkan dengan cara seru, interaktif, dan menyenangkan. Dari mengenal uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga quiz hemat uang, semua proses menjadi pengalaman berkesan.

Karena pada akhirnya, bijak mengelola uang adalah keterampilan hidup yang perlu dikenalkan sejak dini, agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang hemat, cermat, dan penuh tanggung jawab.***(CM-MRT)