Goal Setting and Daily Planner merupakan tema dari BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) pembuka yang dilaksanakan di Kelas 6. Bersama Bunda Lis Setiyowati, bunda dari Kak Jibril, kakak kelas 6 diajak untuk menetapkan tujuan dan membuat rencana harian.
Belajar Goal Setting and Daily Planner bersama Bunda Kak Jibril
Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, kakak shalih-shalihah menghadapi berbagai tantangan yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi, informasi yang terus-menerus mengalir, serta tekanan akademik dan sosial yang meningkat, membuat kakak shalih-shalihah perlu memiliki keterampilan yang memungkinkan mereka untuk tetap fokus, terorganisir, dan produktif.
Salah satu cara yang efektif untuk membantu kakak shalih-shalihah menghadapi tantangan ini adalah dengan mengajarkan mereka untuk menyusun “goal setting” (penetapan tujuan) dan “daily planner” (perencana harian). Secara keseluruhan, “goal setting” dan “daily planner” adalah alat penting yang membantu kakak shalih-shalihah mengembangkan keterampilan manajemen diri, memperkuat karakter, dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.
Inilah mengapa sangat penting untuk mengajarkan konsep-konsep ini kepada kakak shalih-shalihah sejak dini, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sukses, terorganisir, dan memiliki arah yang jelas dalam hidup. Dengan program BBOT kali ini, siswa akan dibekali dengan informasi mengenai penyusunan “goal setting” dan “daily planner” yang nantinya dapat langsung diterapkan dalam berbagai kegiatan.
Bersama Bunda Kak Jibril, pada hari Rabu, 4 September 2024, kakak shalih-shalihah kelas 6 belajar secara langsung bagaimana cara menetapkan tujuan dan merancang rencana harian. Bunda Kak Jibril memberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari tentang bagaimana menetapkan tujuan yang spesifik dan relevan bagi kakak shalih-shalihah kelas 6.
Metode SMART dalam Menetapkan Tujuan
Dalam menetapkan tujuan, Bunda Kak Jibril menyampaikan sebuah metode yang biasa digunakan oleh para profesional, yaitu Metode SMART, meliputi:
Spesific – Membuat tujuan yang hendak dicapai sejelas dan sedetail mungkin. Misalnya: “Aku ingin bisa berbahasa Inggris”. Tujuan ini masih kurang spesifik. Bunda Jibril memberikan contoh agar mengubahnya lebih detail lagi seperti ini, “Aku ingin lancar speaking English dalam waktu 1 bulan dengan latihan speaking minimal 30 menit sehari.”
Measurable– Memiliki cara untuk mengukur kemajuan dalam mencapai goal tersebut. Misalnya: untuk mencapai tujuan lancar berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, dapat diukur dengan berani berbincang dengan native speaker dan memahami apa yang disampaikan oleh native speaker. Sementara jika tujuannya adalah memiliki kemampuan tata bahasa (grammar) yang baik, dapat diukur dengan beragam tes bahasa inggris, salah satunya dengan tes TOEFL.
Achievable: Tujuan harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Contohnya: jika ingin lancar berkomunikasi dengan bahasa Inggris, maka kakak shalih-shalihah harus meningkatkan kekayaan kosa kata dan belajar tata bahasa terlebih dahulu.
Relevant: Pastikan tujuan yang hendak dicapai selaras dengan goal jangka panjang. Contohnya: ingin menguasai Bahasa Inggris karena mempunyai mimpi untuk kuliah di New York.
Time Bound: Tetapkan batas waktu dalam mencapai goal tersebut. Dalam contoh di awal sudah dikatakan Time Bound untuk mencapai goal tersebut, yaitu lancar speaking English selama 1 bulan.
Merancang Daily Plan dan Melakukan Refleksi
Selain belajar menetapkan tujuan, kakak shalih-shalihah juga diajak praktik secara langsung menyusun daily planner. Sebelum praktik, Bunda Kak Jibril menyampaikan bahwa fungsi daily planner dapat membantu kakak shalih-shalihah dalam mengelola waktu dan menyelesaikan tugas-tugas harian mereka.
Setelah itu, Bunda Kak Jibril memaparkan bagaimana cara merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan. Yaitu dengan memandu kakak shalih-shalihah dalam memecah tujuan besar mereka menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dilakukan setiap hari atau minggu.
Sebagai penutup, Bunda Kak Jibril menjelaskan pentingnya evaluasi dan refleksi dalam mencapai tujuan, serta bagaimana kakak shalih-shalihah dapat mengukur kemajuan mereka. Bunda Kak Jibril memandu kakak shalih-shalihah dalam membuat catatan evaluasi sederhana untuk melihat apakah mereka mencapai target harian atau mingguan mereka.
Namun, istimewanya BBOT kali ini tidak hanya berhenti sampai materi selesai disampaikan, Ayah Bunda. Agar kakak shalih-shalihah lebih bersemangat dalam untuk mempraktikkan Goal Setting and Daily Planner, kakak shalih-shalihah kelas 6 mendapat tugas sebagai event organizer dalam kegiatan “Bioskop Literasi”.
Seperti apakah kegiatan Bioskop Literasi berlangsung? Simak cerita Bintang Juara berikutnya ya. Ngomong-ngomong, Ayah Bunda sudah menjalankan Goal Setting and Daily Planner jugakah di rumah?***
Filosofi nama kelas seringkali tidak diperhatikan dengan baik oleh beberapa lembaga pendidikan. Berbeda dengan SD Islam Bintang Juara, setiap tahun pelajaran baru, Kepala Sekolah SD Islam Bintang Juara menentukan tema untuk menjadi panduan dalam memilih nama-nama kelas beserta filosofinya. Tahun Pelajaran 2024-2025 Kepala Sekolah memilih tema “Tumbuhan” sebagai acuan untuk menentukan nama kelas.
Tujuan dari pemilihan tema ini untuk mengenalkan beragam makhluk Allah SWT. Selain itu, agar para guru dan kakak shalih-shalihah terpantik untuk mencari informasi seputar tumbuhan yang dipilih sebagai nama kelas.
Sebagai pembiasaan, kakak shalih-shalihah dan para guru menggunakan nama latin sebagai penyebutan sehari-hari. Berdasarkan hasil musyawarah tim kreatif, maka terpilihlah 10 jenis tumbuhan. Apakah Ayah Bunda penasaran dengan 10 jenis tumbuhan terpilih sekaligus filosofi nama kelas di dalamnya?
10 Jenis Tumbuhan dan Filosofi Nama Kelas
Setiap tumbuhan memiliki karakter positif yang menjadi doa dalam perjalanan pendidikan. Masing-masing fase dan kelas dipilihkan tumbuhan yang mewakili perjalanan fase atau kelas tersebut.
Tumbuhan Lumut dan Paku Mewakili Kelas 1 dan 2
Organisme lumut dan paku, merupakan organisme yang tumbuh pertama kali dalam proses terbentuknya lapisan ekosistem darat. Lumut dan paku-pakuan menjadi organisme pioner, layaknya kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2 yang menjadi pioner dalam menempuh jenjang pendidikan di SD.
Lumut dan paku juga sering difungsikan sebagai bioindikator kondisi udara dalam sebuah lingkungan. Kedua organisme ini sangat peka terhadap polusi udara. Selayaknya kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2 yang masih fitrah dan bersih (suci).
Organ-organ lumut dan paku-pakuan merupakan organ yang belum sejati (sesungguhnya), maka pun demikian seperti kelas 1 dan 2 yang masih membutuhkan beragam stimulasi untuk mematangkan konsep-konsep bermakna sebagai bekal kehidupan.
Berikut ini nama-nama kelas untuk kelas 1 dan 2:
Kelas 1A – Lumut Hati: Marchantiophyta
Kelas 1B – Lumut Tanduk: Anthocerotopsida
Kelas 1C – Lumut Daun: Bryophyta
Kelas 2A – Paku Tanduk Rusa: Platycerium
Kelas 2B – Paku Ekor Kuda: Equisetum
Tumbuhan Bunga Mewakili Kelas 3
Pada jenjang kelas 3, tim kreatif SD Islam Bintang Jaura memilih 2 bunga yang cantik dan memiliki banyak manfaat, yaitu: Bunga Jasmin (Melati) dan Bunga Rosa (Mawar). Bunga melati berwarna putih, sedangkan bunga mawar berwarna merah.
Warna merah dan putih selayaknya warna bendera Bangsa Indonesia melambangkan kesucian, murni, semangat dan tekad yang kuat. Kami berdoa, semoga di jenjang kelas 3 ini kakak shalih-shalihah sudah mulai memiliki pondasi keilmuan dan tauhid yang kuat seperti akar bunga melati dan mawar.
Selain itu juga semakin terjaga fitrah belajarnya (terlambang dari warna putih bunga melati), dan mampu menampilkan akhlaq yang mulia (seperti indahnya warna-warni bunga mawar).
Berikut nama untuk kelas 3:
Kelas 3A – Bunga Melati: Jasminum Sambac
Kelas 3B – Bunga Mawar: Rosa Hybrida
Tumbuhan Serealia (Tanaman Pangan) Mewakili Kelas 4, 5 dan 6
Untuk nama kelas 4 – 6, tim kreatif memilih tumbuhan yang dapat dijadikan sumber karbohidrat (pangan). Gandum, Jagung, dan Padi menjadi lambang kemakmuran.
Dari pemilihan nama ini, kami berharap kakak shalih-shalihah pada jenjang ini sudah mampu memberikan kebermanfaatan untuk lingkungan sekitar. Melalui program-program sekolah yang dirancang melibatkan mitra eksternal, kakak shalih-shalihah kelas 4-6 siap menjadi pribadi yang matang secara akal dan fisik (akil baligh).
Harapan lainnya, kakak shalih-shalihah yang telah terpondasi keilmuannya tetap terjaga adab dan akhlaqnya. Seperti ilmu padi (Oryza sativa) semakin berisi semakin menunduk. Semakin berilmu, semakin beradab dan bisa memberikan kebermanfaatan.
Berikut ini nama untuk kelas 4-6:
Kelas 4 – Jagung: Zea Mays
Kelas 5 – Gandum: Triticum Aestivum
Kelas 6 – Padi: Oryza Sativa
Demikianlah informasi mengenai filosofi nama kelas SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2024-2025. Semoga bisa memberikan inspirasi, Ayah Bunda.***
Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memberikan kekuasaan kepada rakyat untuk menentukan pemimpin dan kebijakan melalui pemilihan umum. Nilai-nilai demokrasi, seperti kebebasan berpendapat, hak memilih, dan tanggung jawab sosial, sangat penting untuk dipahami sejak dini. Salah satu cara efektif untuk mengajarkan demokrasi kepada anak-anak adalah melalui pemilihan perangkat kelas di sekolah.
Ayah Bunda, alhamdulillah kegiatan pemilihan perangkat kelas tersebut telah dilaksanakan di Kelas Oryza Sativa (Kelas 6). Didampingi oleh Bu Fia selaku wali kelas, pemilihan perangkat kelas telah terlaksana dengan lancar pada hari Senin, 22 Juli 2024.
Mengapa Pemilihan Perangkat Kelas?
Pemilihan perangkat kelas, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, dan bendahara, memberikan pengalaman langsung kepada kakak shalih-shalihah tentang proses demokrasi. Mereka belajar bahwa suara mereka berharga dan memiliki dampak.
Selain itu, melalui proses ini, kakak shalih-shalihah belajar menghargai pendapat orang lain, memahami pentingnya diskusi dan kompromi, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, baik menang maupun kalah.
Langkah-Langkah Pemilihan Perangkat Kelas
Tentunya sebelum melakukan pemilihan perangkat kelas, wali kelas sudah memberikan pijakan awal pada kakak shalih-shalihah tentang bagaimana kegiatan tersebut akan berlangsung. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan pada proses pemilihan perangkat kelas:
1. Pendidikan Awal tentang Demokrasi
Guru dapat memulai dengan memberikan penjelasan singkat tentang apa itu demokrasi dan mengapa penting. Kakak shalih-shalihah perlu memahami bahwa demokrasi adalah sistem yang adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berpartisipasi.
2. Mengidentifikasi Posisi yang Dibutuhkan
Tentukan posisi apa saja yang perlu diisi, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara, dan mungkin posisi lain yang relevan. Jelaskan tugas dan tanggung jawab masing-masing posisi agar kakak shalih-shalihah memahami peran yang akan mereka pilih.
Di Kelas VI SD Islam Bintang Juara sendiri, beberapa posisi yang saat itu dibutuhkan adalah Koordinator Website Kelas, Koordinator Piket, Koordinator Bendahara, Koordinator Kerapian, Koordinator Kebersihan dan Sekretaris.
3. Nominasi Kandidat
Berikan kesempatan kepada kakak shalih-shalihah untuk mencalonkan diri atau mencalonkan teman sekelas mereka. Proses ini mengajarkan pentingnya partisipasi aktif dan memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
4. Kampanye
Biarkan kandidat melakukan kampanye kecil-kecilan. Mereka bisa membuat poster, menyampaikan pidato singkat di depan kelas, atau membagikan visi dan misi mereka. Kampanye ini mengajarkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya komunikasi dan bagaimana meyakinkan orang lain dengan cara yang baik dan sopan.
5. Pemilihan
Proses pemilihan dilakukan dengan memberikan setiap kakak shalih-shalihah hak untuk memilih. Pemilihan bisa dilakukan secara tertutup untuk menjaga kerahasiaan dan kenyamanan mereka dalam memberikan suara.
Bu Fia sendiri sudah mengondisikan agar suasana pemilihan perangkat kelas selayaknya Pemilu (Pemilihan Umum) Presiden ataupun Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Ada kotak suara, surat suara dan juga bilik suara. Hal ini agar kakak shalih-shalihah mendapatkan pengalaman nyata seperti apakah Pemilu berlangsung.
6. Penghitungan Suara dan Pengumuman
Setelah semua suara terkumpul, guru bersama beberapa anak bisa melakukan penghitungan suara. Pengumuman hasil pemilihan dilakukan secara terbuka di depan kelas, sehingga semua anak bisa melihat proses yang transparan.
Alhamdulillah setelah melakukan langkah demi langkah di atas, Kelas 6 telah terbentuk Perangkat Kelas sesuai dengan pilihan kakak shalih-shalihah. Selamat kepada kakak-kakak yang terpilih sebagai perangkat kelas, semoga amanah mengemban tugas.
Manfaat Pemilihan Perangkat Kelas
Di balik kegiatan pemilihan perangkat kelas ini, ada beragam manfaat yang bisa didapat oleh kakak shalih-shalihah, antara lain:
1. Mengembangkan Keterampilan Sosial
Kakak shalih-shalihah belajar berinteraksi dengan teman sekelasnya secara positif, mendengarkan pendapat orang lain, dan bekerja sama dalam tim. Mereka juga belajar bagaimana menerima kekalahan dan kemenangan dengan sportif.
2. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Kakak shalih-shalihah yang mencalonkan diri akan mendapatkan pengalaman berharga dalam berbicara di depan umum dan menyampaikan ide-ide mereka. Ini bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memotivasi mereka untuk lebih berpartisipasi dalam kegiatan sekolah lainnya.
3. Memahami Proses Demokrasi
Melalui pemilihan ini, kakak shalih-shalihah mendapatkan pemahaman praktis tentang bagaimana demokrasi bekerja. Mereka belajar tentang pentingnya partisipasi aktif dalam proses pemilihan dan bagaimana keputusan diambil secara kolektif.
4. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab
Kakak shalih-shalihah yang terpilih akan belajar tentang tanggung jawab yang melekat pada posisi yang mereka pegang. Mereka akan belajar mengelola tugas-tugas mereka dengan baik dan berusaha menjadi pemimpin yang baik bagi teman-teman mereka.
Kesimpulan
Mengajarkan demokrasi kepada anak-anak melalui pemilihan perangkat kelas adalah langkah yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Proses ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis tentang demokrasi, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat membentuk karakter kakak shalih-shalihah menjadi lebih bertanggung jawab, berani, dan menghargai perbedaan.
Dengan demikian, insyaAllah kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi individu yang siap berpartisipasi dalam masyarakat demokratis yang lebih luas di masa depan. Ayah Bunda juga bisa menerapkan langkah-langkah di atas, misalnya untuk pembagian tugas sehari-hari di rumah. Selamat mencoba dan ditunggu cerita seru penerapan demokrasi di rumah Ayah Bunda.***
Di era digital saat ini, kakak shalih-shalihah lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik seperti tablet, smartphone, dan komputer. Sementara itu, permainan tradisional yang dulu populer dan penuh kenangan mulai terpinggirkan. Alasan tersebutlah yang melatarbelakangi mengapa Fun Traditional Game menjadi salah satu kegiatan dalam Pekan Ta’aruf 2024.
5 Keseruan Pos Fun Traditional Game
Dalam menjalankan Fun Traditional Game, SD Islam Bintang Juara bekerjasama dengan Yayasan Tumbuh Mulia. Yaitu sebuah lembaga kemanusiaan nirlaba yang fokus memberdayakan anak yatim, dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.
Yayasan Tumbuh Mulia membantu Sekolah Calon Pemimpin Muslim menyiapkan beragam permainan tradisional, lengkap dengan peralatannya. Sementara itu, kakak shalih-shalihah diajak untuk berdonasi untuk membantu para anak yatim dan dhuafa di bawah Yayasan Tumbuh Mulia.
Dengan cara ini diharapkan kakak shalih-shalihah tidak hanya mengenal permainan tradisional yang hampir usang, tetapi juga diajak untuk peduli terhadap sesama.
Nah, pada kegiatan Fun Traditional Game ini, dibagi menjadi lima pos, yaitu:
Pos 1 – Langkah Seirama Kemenangan Bersama
Bertempat di Pusat Olahraga PAUD – SD Islam Bintang Juara, atau yang sering disebut dengan lapangan bawah, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi kelompok kecil, lalu menggunakan bakiak dan beradu cepat dengan kelompok lain menuju garis finish. Terlihat mudah, tetapi untuk bisa mencapai tujuan, dibutuhkan komunikasi dan kerjasama tim yang apik.
Pos 2 – Lompatan Semangat Raih Tujuan
Teras basement gedung B diubah menjadi tempat permainan yang asyik. Dari nama posnya, apa Ayah Bunda bisa menebak permainan apa yang dijalankan kakak shalih-shalihah di sini?
Ya, betul sekali, permainan di Pos 2 ini adalah engklek, atau disebut juga dengan Sunda Manda. Bedanya, kalau engklek zaman dulu, kita butuh menggambar pola menggunakan kapur atau batu berwarna merah di atas jalanan. Engklek zaman sekarang sudah tersedia dalam bentuk MMT, sehingga bisa langsung dimainkan.
Pos 3 – Kekuatan dan Ketangkasan, Taklukan Rintangan
Berlokasi di Gedung A Lantai 2, ditemani oleh Pak Arial dan Bu Muhay, kakak shalih-shalihah bersemangat mengikuti permainan yang disebut dengan Buldozer. Kakak harus masuk ke dalam kain yang panjang, dan bekerjasama untuk menggerakkan kain tersebut sebagaimana roda-roda buldozer saat sedang berjalan.
Pos 4 – Kerjasama Seimbang, Langkah Penuh tantangan
Bersama Bu Laila di Gedung A Lantai 1, kakak shalih-shalihah diajak untuk bermain Kaki Kepiting. Satu tim terdiri dari tiga orang kakak shalih-shalihah. Kaki mereka saling terikat menggunakan tali yang telah disediakan.
Tantangannya adalah masing-masing tim harus beradu cepat dengan tim lain, hingga menuju garis finish. Pada permainan ini dibutuhkan kekompakan, agar tidak ada anggota tim yang terjatuh.
Pos 5 – Rangkaian Elastisitas, Kreativitas Tanpa Batas
Sama dengan pos 1, kegiatan bermain karet ini juga dilaksanakan di lapangan bawah. Kakak shalih-shailhah diminta untuk melompati karet gelang yang telah dibentuk memanjang menyerupai tali. Sebuah permainan yang hampir tidak pernah lagi dijumpai saat ini.
MasyaAllah kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti kegiatan dari satu pos ke pos lain. Ayah Bunda bisa mengajak mereka recalling tentang kegiatan tersebut. Namun sebelumnya, cari tahu dulu yuk manfaat mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah!
Pentingnya Mengenalkan Permainan Tradisional kepada Anak Zaman Sekarang
Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang tidak boleh diabaikan. Setelah Ayah Bunda kami ajak napak tilas pada kegiatan hari terakhir Pekan Ta’aruf 2024, kita akan membahas mengapa penting untuk mengenalkan permainan tradisional kakak shalih-shalihah dan bagaimana hal ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka.
Nah, berikut ini beragam manfaat yang bisa diperoleh kakak shalih-shalihah saat melakukan permainan tradisional:
1. Meningkatkan Keterampilan Sosial
Permainan tradisional sering kali dimainkan secara berkelompok, yang mendorong interaksi sosial dan kerja sama tim. Misalnya, permainan seperti congklak, lompat tali, dan petak umpet membutuhkan kakak shalih-shalihah untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman-temannya.
Hal ini membantu mereka belajar cara berkomunikasi, mengembangkan keterampilan negosiasi, dan memahami pentingnya kerja sama. Dengan demikian, permainan tradisional dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial kakak shalih-shalihah.
2. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi
Berbeda dengan permainan digital yang sering kali memiliki aturan dan batasan yang ketat, permainan tradisional cenderung lebih fleksibel dan mendorong kakak shalih-shalihah untuk menggunakan imajinasi mereka. Misalnya, permainan seperti wayang atau gobak sodor memungkinkan anak-anak untuk menciptakan cerita dan skenario mereka sendiri.
Dengan cara ini, permainan tradisional dapat membantu mengembangkan kreativitas dan imajinasi kakak shalih-shalihah, yang merupakan aspek penting dari perkembangan kognitif mereka.
3. Meningkatkan Keterampilan Motorik
Permainan tradisional sering kali melibatkan aktivitas fisik yang dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik kakak shalih-shalihah. Lompat tali, galah asin, dan benteng-bentengan, misalnya, membutuhkan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan ketangkasan.
Aktivitas fisik ini tidak hanya baik untuk kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar mereka. Dalam jangka panjang, keterampilan motorik yang baik dapat membantu anak-anak dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akademik dan olahraga.
4. Memperkenalkan Nilai-Nilai Budaya
Permainan tradisional adalah bagian penting dari warisan budaya kita. Dengan mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah, kita juga memperkenalkan mereka pada nilai-nilai budaya dan tradisi yang kaya.
Hal ini bisa membantu anak-anak memahami dan menghargai sejarah serta warisan budaya mereka. Selain itu, permainan tradisional sering kali mengandung pesan moral dan etika yang dapat membantu membentuk karakter kakak shalih-shalihah. Misalnya, dalam permainan dakon atau congklak, mereka belajar tentang kesabaran, strategi, dan fair play.
5. Mengurangi Ketergantungan pada Teknologi
Di zaman sekarang, banyak anak yang kecanduan gadget dan permainan digital. Hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Mengenalkan permainan tradisional bisa menjadi alternatif yang menyenangkan dan mendidik untuk mengurangi waktu layar.
Dengan bermain permainan tradisional, kakak shalih-shalihah dapat lebih aktif secara fisik, bersosialisasi dengan teman sebaya, dan mengurangi risiko gangguan kesehatan yang terkait dengan penggunaan teknologi berlebihan, seperti obesitas dan gangguan tidur.
6. Menjalin Ikatan Keluarga
Permainan tradisional sering kali dimainkan bersama anggota keluarga, yang bisa menjadi kesempatan yang baik untuk menjalin ikatan dan menghabiskan waktu berkualitas bersama. Misalnya, bermain ular tangga atau monopoli dengan keluarga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan mendekatkan antar anggota keluarga. Ini juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengenang masa kecil mereka dan berbagi cerita serta pengalaman dengan anak-anak.
Kesimpulan
Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang signifikan. Dari meningkatkan keterampilan sosial dan motorik hingga mengembangkan kreativitas dan memperkenalkan nilai-nilai budaya, permainan tradisional menawarkan banyak hal yang tidak bisa ditemukan dalam permainan digital.
Selain itu, permainan tradisional juga membantu mengurangi ketergantungan pada teknologi dan menjalin ikatan keluarga. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melestarikan dan mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda agar mereka dapat merasakan manfaatnya dan menjaga warisan budaya kita tetap hidup.
Nah, Ayah Bunda juga bisa lo menyelenggarakan Fun Traditional Game di rumah masing-masing. Apalagi setelah mengetahui manfaat dari permainan tradisional, pastinya makin semangat dong bikin agenda khusus main tradisional di rumah? Selamat main bersama dan memetik hasilnya, Ayah Bunda.***
Menemukan cara membuat anak berani dan percaya diri merupakan salah satu tugas penting bagi setiap orang tua. Salah satu metode yang kreatif dan efektif untuk mencapai hal ini adalah dengan menggunakan konsep Pohon Harapan.
Pohon Harapan untuk Membentuk Mental Visioner
Pohon Harapan adalah sebuah aktivitas di mana anak-anak dan orang tua bekerja sama untuk menuliskan dan menempelkan harapan-harapan mereka pada sebuah pohon buatan. Berikut adalah cara membuat kakak shalih-shalihah berani dan percaya diri meraih cita-cita melalui Pohon Harapan.
1. Membuat Pohon Harapan
Langkah pertama adalah membuat pohon harapan. Ayah Bunda dapat menggunakan berbagai bahan seperti karton, kertas warna-warni, atau bahkan ranting kayu. Tempatkan pohon buatan ini di lokasi yang mudah dijangkau oleh kakak shalih-shalihah, misalnya di ruang keluarga atau kamar tidur mereka. Pastikan pohon tersebut cukup besar sehingga dapat menampung banyak harapan dan cita-cita.
2. Menulis Harapan dan Cita-cita
Ajak kakak shalih-shalihah untuk menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada kertas berbentuk daun. Harapan ini bisa berupa impian jangka panjang seperti menjadi dokter, guru, atau bahkan astronot. Selain itu, dorong mereka untuk menuliskan harapan yang lebih kecil dan lebih mudah dicapai, seperti ingin mendapatkan nilai bagus di sekolah atau menguasai keterampilan baru.
3. Menempelkan Harapan pada Pohon
Setelah harapan dan cita-cita ditulis, tempelkan daun-daun tersebut pada pohon harapan. Proses menempelkan harapan ini bisa menjadi momen yang menyenangkan dan penuh makna bagi kakak shalih-shalihah. Mereka akan merasa antusias melihat pohon harapan mereka semakin penuh dengan impian-impian mereka.
4. Diskusi dan Refleksi
Setelah pohon harapan selesai dibuat, luangkan waktu untuk berdiskusi dengan kakak shalih-shalihah tentang harapan-harapan yang telah mereka tulis. Tanyakan mengapa mereka memiliki harapan tersebut dan apa langkah-langkah yang bisa mereka ambil untuk mencapainya. Diskusi ini akan membantu kakak shalih-shalihah memahami bahwa untuk mencapai cita-cita diperlukan usaha dan ketekunan.
5. Memberikan Dukungan dan Motivasi
Sebagai orang tua, sangat penting untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada kakak shalih-shalihah dalam meraih cita-cita mereka. Berikan pujian ketika mereka menunjukkan usaha dan kemajuan dalam mencapai harapan mereka.
Pastikan untuk selalu memberikan dorongan positif dan mengingatkan kakak shalih-shalihah bahwa mereka memiliki kemampuan untuk meraih apa pun yang mereka impikan, tentu saja dengan izin Allah SWT.
6. Mengajarkan Kegagalan sebagai Bagian dari Proses
Selain memberikan dukungan, ajarkan juga kepada kakak shalih-shalihah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses mencapai cita-cita. Ceritakan pengalaman Ayah Bunda sendiri atau kisah-kisah inspiratif tentang orang-orang yang berhasil meraih impian mereka meskipun mengalami banyak kegagalan.
Kisah tersebut insyaAllah akan membantu kakak shalih-shalihah memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi sebuah pelajaran berharga untuk bangkit dan mencoba lagi.
7. Memperbarui Pohon Harapan
Secara berkala, ajak kakak shalih-shalihah untuk memperbarui pohon harapan mereka. Tambahkan harapan-harapan baru dan lihat kembali harapan-harapan yang sudah tercapai.
Momen ini bisa menjadi waktu refleksi yang baik untuk mengingatkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya memiliki tujuan dan berusaha mencapainya.
Cara Membuat Anak Berani dan Percaya Diri Meraih Cita-cita pada Pekan Ta’aruf 2024 Hari Keempat
Ayah Bunda, membuat Pohon Harapan sudah dilakukan di SD Islam Bintang Juara. Tepatnya pada gelaran Pekan Ta’aruf 2024 hari keempat (Kamis, 18 Juli 2024).
Pada hari itu, kakak kelas 2-6 diberikan tantangan oleh ibu bapak guru untuk menuliskan harapannya pada kertas yang disediakan. Didampingi oleh wali kelas dan pendamping, kakak shalih-shalihah menuliskan nama, harapan untuk sekolah, harapan untuk diri sendiri dan cita-cita yang ingin digapai oleh mereka.
MasyaAllah, kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan kakak kelas 6 sudah mampu menuliskan beragam harapan pada kertas yang telah tersedia.
Dari harapan terdekat yang ingin dicapai, hingga cita-cita secara personal, sampai target mereka hingga nanti perguruan tinggi. Kami percaya apa yang kakak tuliskan akan menjadi doa-doa yang teruntai. Semoga apa yang kakak tulis dan harapkan bisa tercapai dalam bentuk terbaiknya.
Agar doa-doa kakak semakin menguat, Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah untuk membuat Pohon Harapan keluarga di rumah masing-masing. Ayah Bunda bisa menyaksikan video dokumentasi kegiatan membuat Pohon Harapan di kelas 6 berikut ini, agar semakin semangat menerapkannya di rumah:
Kesimpulan
Menggunakan Pohon Harapan merupakan cara membuat anak berani dan percaya diri dengan metode yang kreatif dan efektif. Melalui aktivitas ini, kakak shalih-shalihah belajar untuk bermimpi besar, berusaha keras, dan menerima kegagalan sebagai bagian dari perjalanan mereka.
Dengan dukungan dan motivasi yang tepat dari orang tua dan guru, insyaAllah kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan berani meraih cita-cita mereka. Ayo, Ayah Bunda coba juga buat Pohon Harapan di rumah ya!***
Membentuk karakter calon pemimpin Muslim bukanlah tugas yang mudah, namun merupakan tanggung jawab yang mulia. Salah satu cara efektif untuk melakukannya adalah dengan mengenalkan adab pada lingkungan sekitar sejak dini.
Adab, yang merupakan perilaku dan etika dalam Islam, memainkan peran penting dalam pembentukan karakter yang kuat dan berintegritas. Menumbuhkan dan membangun adab bukanlah proses sehari dua hari. Dibutuhkan sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mengoptimalkan pendidikan adab pada kakak shalih-shalihah.
Mengenalkan Adab dan Jenis-jenisnya kepada Kakak Shalih-shalihah
SD Islam Bintang Juara meyakini bahwa adab adalah salah satu landasan penting bagi kakak shalih-shalihah dalam bersikap dan berjejaring sehari-hari. Oleh karenanya, pendidikan adab mendapat perhatian dan porsi utama di Sekolah Calon Pemimpin Muslim.
Seorang Calon Pemimpin Muslim haruslah memiliki tiga jenis adab berikut ini;
Pertama, Adab kepada Allah SWT
Poin pertama ini harus menjadi dasar dalam mendidik anak-anak. Mengajarkan mereka untuk beribadah dengan khusyuk, berdoa, dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT akan membentuk rasa keimanan yang kokoh. Selain itu, mengenalkan kisah-kisah para nabi dan rasul dapat menjadi inspirasi bagi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan.
Kedua, Adab kepada Orang Tua dan Keluarga
Berikutnya yang juga harus ditanamkan dengan kuat adalah adab kepada orang tua dan keluarga. Menghormati dan menaati orang tua, serta menjaga hubungan harmonis dengan anggota keluarga lainnya, adalah cerminan dari akhlak yang mulia. Pemimpin yang baik harus memiliki dasar moral yang kuat yang berasal dari hubungan yang baik dengan keluarga.
Ketiga, Adab kepada Tetangga dan Lingkungan Sekitar
Adab terhadap orang-orang di sekitar tentu tak kalah penting. Termasuk di dalamnya adalah adab terhadap guru. Oleh karenanya, guru dan orang tua harus senantiasa mengajarkan dan mencontohkan kakak shalih-shalihah untuk bersikap ramah, membantu teman yang membutuhkan, dan menjaga kebersihan lingkungan adalah cara untuk membentuk rasa tanggung jawab sosial. Pemimpin yang peduli pada lingkungan sekitar akan lebih mampu menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Keempat, Adab dalam Bergaul dan Bersosialisasi
Bagaimana kakak shalih-shalihah berinteraksi satu sama lain adalah hal yang juga patut diperhatikan. Kakak shalih-shalihah perlu diajarkan untuk bersikap jujur, adil, dan berani menyuarakan kebenaran. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi individu yang berani dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
Cara SD Islam Bintang Juara Mengenalkan Adab pada Lingkungan Sekitar
Dalam konteks pendidikan formal, sekolah dan lembaga pendidikan Islam dapat berperan besar dalam mengenalkan adab kepada lingkungan sekitar. Melalui program-program ekstrakurikuler, seperti kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan, anak-anak dapat belajar langsung bagaimana mengaplikasikan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Pada Pekan Ta’aruf 2024 hari ketiga, kakak shalih-shalihah kelas 1 diajak berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain yang ada di sekolah. Bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga bagaimana bersikap ketika berada dalam ruangan-ruangan tersebut.
Terdapat enam pos yang harus disinggahi masing-masing kelompok kakak kelas 1, yaitu:
1. Pos 1 yang berada di Kamar Mandi Lantai 2
Di pos ini, ada Ustaz Zakki Akmal Al Hafidz yang siap mendampingi kakak shalih-shalihah belajar tentang adab masuk dan ke luar kamar mandi. Selain mengajarkan kaki mana yang harus masuk terlebih dahulu ketika melangkah ke ruangan, Ustaz Zakki Akmal juga melatih kakak shalih-shalihah untuk mengucapkan doa masuk dan ke luar kamar mandi.
2. Pos 2, berada di Ruang Kelas 1A
Pada pos kedua ini, ada bu Ulfa yang siap melatih kakak shalih-shalihah adab masuk ruang kelas, serta bagaimana sikap yang tepat ketika berjumpa dengan teman dan bapak ibu guru.
3. Pos 3, berada di Area Perpustakaan
Bersama Bu Khofsoh, kakak kelas 1 belajar tentang adab meminjam buku, membaca buku, menata dan mengembalikan buku.
4. Pos 4, terletak di Area UKS
Pada pos keempat ini, Bu Nisa memberikan informasi kepada kakak kelas 1 tentang pengenalan UKS, adab izin ke UKS dan adab penggunaan barang di UKS.
5. Pos 5, terletak di Area Dapur
Bu Laila mengajak kakak shalih-shalihah kelas 1 untuk berkenalan dengan tim dapur, yaitu Miss Nur, Bibik Septi dan Bu Rita. Selain berkenalan dengan tim dapur, kakak shalih-shalihah belajar tentang adab mengambil makan siang, adab berbicara dengan tim dapur, dan adab mengembalikan alat makan.
6. Pos 6 Berada di Lapangan
Pak Ali menyambut kedatangan kakak shalih-shalihah kelas 1 di lapangan dengan penuh semangat dan riang gembira. Pak Ali memberikan informasi mengenai adab berkegiatan di lapangan, adab menggunakan alat oalahraga dan alat bermain.
Diharapkan dengan mengenalkan adab kepada lingkungan yang ada di sekolah, kakak shalih-shalihah akan terbiasa dan perlahan kebiasaan tersebut tumbuh menjadi karakter yang mengakar kuat dalam diri mereka.
Dengan mengenalkan adab kepada lingkungan sekitar, insyaAllah kita tidak hanya membentuk individu yang berakhlak mulia, tetapi juga Calon Pemimpin Muslim yang tangguh dan berintegritas. Semoga generasi mendatang mampu membawa perubahan positif bagi umat dan dunia, dengan landasan adab yang kuat dan mulia. Aamiin ya Rabbal’alamin.***