fbpx
Arsitektur Nusantara yang Menggugah Rasa Penasaran Calon Pemimpin Muslim

Arsitektur Nusantara yang Menggugah Rasa Penasaran Calon Pemimpin Muslim

Kelas 4A pada hari Selasa, 16 Mei 2023 kedatangan tamu spesial, Ayah Bunda. Beliau adalah Ayah Jayanti Gagah Setyawan, S.T., yang merupakan orang tua dari Kak Nadya.

Ayah Kak Nadya ini lebih akrab dipanggil dengan Ayah Iwan. Beliau merupakan seorang arsitek. Oleh karenanya pada kesempatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) kali ini, Ayah Iwan membagikan ilmunya mengenai arsitektur nusantara.

BBOT bersama ayah Jayanti Gagah Setyawan

Sebuah pengetahuan yang tentunya memberikan wawasan baru dalam diri kakak shalih-shalihah. Seperti apa ya keseruan BBOT bersama Ayah Iwan? Yuk, baca lebih lanjut untuk mengetahuinya, Ayah Bunda.

Mengenal Apa Itu Arsitektur Nusantara

Pada awal pemaparan materi, Ayah Iwan mengajak kakak shalih-shalihah kelas 4A untuk mengenal terlebih dulu apa itu arsitektur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berikut ini arti dari arsitektur;

“seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan” atau “metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan.”

Lantas apa itu Arsitektur Nusantara? Ayah Iwan memberikan penjelasan yang dikutip dari buku karya Prijotomo, berjudul ‘Arsitektur Nusantara atau Arsitektur Indonesia’ terbit tahun 2018, yang disebut dengan Arsitektur Nusantara adalah arsitektur di wilayah yang dinamakan Nusantara, yakni terutama kawasan Indonesia sewaktu berada dalam abad awal masehi sampai dengan abad 18.

Pada masa tersebut kawasan Indonesia disebut Nusantara, diambil dari kata “nusa” dan “antara”, yang artinya pulau-pulau yang berada di antara lautan. Ada beragam jenis bangunan yang ditemukan. Setiap bangunan memiliki ciri khasnya masing-masing.

struktur arsitektur rumah adat Jawa Tengah

Selain karena pengaruh budaya, perbedaan karakter bangunan di tiap wilayah juga dipengaruhi oleh iklim, cuaca dan jenis tanahnya. Ayah Iwan menjelaskan bahwa di antara sekian banyak bangunan di nusantara, rumah-rumah adat di Jawa Tengah memiliki keistimewaan khusus pada arsitekturnya.

Disebutkan oleh Ayah Iwan, ada tiga keistimewaan arsitektur rumah adat di Jawa Tengah:

  • Tahan terhadap gempa bumi.
  • Sirkulasi udara yang nyaman.
  • Wujud karya seni dan budaya Jawa.

Selain keistimewaan di atas, rumah adat di Jawa Tengah juga memiliki beragam jenis, sebut saja;

jenis rumah adat di Jawa Tengah

  • Rumah Adat Limasan.
  • Rumah Adat Joglo.
  • Rumah Adat Panggung Pe.
  • Rumah Adat Kampung.
  • Rumah Adat Tajug.

Masya Allah… ternyata banyak sekali jenis rumah adat Jawa Tengah ya, Ayah Bunda. Siapa yang selama ini hanya tahu Joglo saja?

Selain jenisnya yang beragam, rumah adat Jawa Tengah juga memiliki bagian-bagian bangunan yang sangat kompleks. Setiap bangunan memiliki nama dan fungsi khususnya masing-masing. Misal, Lawang/ Regol adalah istilah untuk menyebut pintu masuk, Pawon adalah istilah untuk dapur, dan Pendopo adalah bangunan untuk menerima tamu.

Penasaran ada bagian apa lagi dalam rumah adat di Jawa Tengah? Ayah Bunda bisa mengetahuinya lewat gambar berikut:

bagian dari rumah adat jawa tengah

Struktur bangunan rumah adat Jawa Tengah juga memiliki istilah tersendiri. Tak heran apabila desain rumah adat Jawa Tengah banyak menarik minat untuk dikembangkan dalam bentuk modern. Ayah Iwan bercerita kalau banyak kliennya yang meminta didesainkan rumah modern dengan sentuhan arsitektur khas Jawa Tengah.

Serunya Tanya Jawab bersama Ayah Iwan

Setelah pemaparan materi yang menambah wawasah, Ayah Iwan membuka kesempatan tanya jawab. Masya Allah kakak shalih-shalihah berebut memberikan pertanyaan lo, Ayah Bunda.

Dari yang tanya Ayah Iwan kelahiran tahun berapa, sampai bertanya tentang gaji arsitek. Ayah Iwan dengan senyuman lebar menanggapi pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh kakak shalih-shalihah.

Mengenai gaji arsitek, Ayah Iwan menjelaskan bahwa seorang arsitek mendapatkan penghasilan per proyek. Untuk satu proyeknya membutuhkan waktu pengerjaan kurang lebih 2-3 bulan. Kisaran penghasilannya tentu bermacam-macam, ada yang Rp30juta, ada pula yang lebih ataupun kurang. Tergantung dari budget klien dan jenis pekerjaannya.

kelas 4A mendesain rumah

Ayah Iwan juga menceritakan sebelum menjadi arsitek, beliau terlebih dahulu bersekolah di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, jurusan Arsitektur. Setelah lulus, Ayah Iwan kemudian bekerja di perusahaan jasa konsultan, menjadi pengawas lapangan yang bertugas untuk mengawasi jalannya proyek.

Diceritakan pula oleh Ayah Iwan, bahwa tugas arsitek yaitu mendesain rumah dan bangunan. Salah satu proyek yang berkesan bagi Ayah Iwan yaitu mendesain kebun kelapa di daerah Batang.

Pertanyaan lain dari kakak shalih-shalihah yang tak kalah menarik yaitu tentang hubungan arsitek dan pelajaran matematika. Apakah saat mempelajari ilmu arsitektur memerlukan belajar matematika juga? Dijawab oleh Ayah Iwan bahwasanya setiap ilmu saling berkaitan satu sama lain. Termasuk juga matematika dan arsitektur.

Pertanyaan pamungkas dari deretan rasa ingin tahu kakak shalih-shalihah yaitu apakah Ayah Iwan bercita-cita jadi arsitek sejak kecil. Dijelaskan oleh Ayah Kak Nadya bahwasanya memang sudah sedari kecil, beliau bercita-cita menjadi arsitek.

konsultasi desain bersama Ayah Iwan

Adapun yang menjadi inspirasi bagi sosok ayah berusia 40 tahun ini adalah ketika diajak bepergian oleh orang tuanya, beliau melihat banyak  bangunan dan rumah yang unik. Dari situlah, Ayah Iwan memiliki keinginan untuk mendesain rumah yang estetik dan nyaman.

Setelah tanya jawab usai, Bu Anis selaku wali kelas 4A memberikan tantangan kepada seluruh kakak shalih-shalihah untuk membuat desain rumah impiannya. Kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk menuangkan idenya sedemikian rupa, lalu diminta untuk menyerahkan kepada Ayah Iwan untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Masya Allah kakak shalih-shalihah sangat antusias menyambut tantangan tersebut. Setelah desain mereka jadi, kakak shalih-shalihah bergantian menunjukkan gambarnya kepada Ayah Iwan.

Dengan penuh kesabaran, Ayah Iwan memberikan penjelasan dan masukan pada setiap gambar hasil karya kakak shalih-shalihah. Tak hanya itu, Ayah Iwan juga menunjukkan bagaimana caranya mendesain rumah secara 3D menggunakan aplikasi SketchUp.

desain 3D sketchup

Melihat Ayah Iwan memeragakan cara mendesain rumah dengan aplikasi, beberapa kakak shalih yang tadinya tidak berminat menjadi arsitek, kini punya cita-cita baru sebagai arsitek lo, Ayah Bunda. Apapun cita-cita dan minat kakak shalih-shalihah, terus dukung dan berikan apresiasinya ya, Ayah Bunda.

Demikianlah cerita singkat mengenai BBOT di Kelas 4A pada Selasa, 16 Mei 2023. Berawal dari tema Arsitektur Nusantara, Ayah Iwan mampu menggugah rasa Calon Pemimpin Muslim untuk membangun impian menjadi seorang arsitek. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya.***

galeri kegiatan BBOT kelas 4A SD Islam Bintang Juara

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 4A
  • Materi Presentasi Ayah Iwan
  • Pengamatan langsung ke kelas
6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah dan Serunya Praktik Menghadapi Kondisi Darurat

6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah dan Serunya Praktik Menghadapi Kondisi Darurat

Ayah Bunda, sudahkah kakak shalih-shalihah dibekali cara menjaga keselamatan di rumah? Kini saatnya ajarkan kakak shalih-shalihah mengetahui cara menjaga keselamatan di sekolah.

Materi ini merupakan bagian dari paparan Bunda Perdana pada kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) di kelas 2 SD Islam Bintang Juara. Setelah kakak shalih-shalihah diajak melakukan ice breaking, mengenal arti istilah keselamatan dan aturan keselamatan, serta tata cara menjaga keselamatan di rumah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah mengenal beragam aturan di sekolah dan bagaimana menjaga keselamatan diri saat berada di sekolah.

Mengenal Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah

Ayah Bunda, yuk ajak kakak shalih-shalihah untuk recalling mengenai apa itu keselamatan dan aturan keselamatan. Apakah kakak shalih-shalihah masih mengingatnya?

Masya Allah, ternyata kakak shalih-shalihah masih ingat arti dari dua istilah tersebut dengan baik ya, Ayah Bunda? Pasti hal tersebut tidak lepas dari kontribusi Ayah Bunda yang tak pernah lelah melakukan recalling setiap kegiatan yang ada di sekolah. Terima kasih untuk sinerginya di rumah, Ayah Bunda.

BBOT bersama bunda Perdana

Sebagaimana di rumah yang memiliki aturannya masing-masing, di sekolah pun juga memiliki aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Beda sekolah bisa jadi berbeda pula aturannya. Namun secara garis besar, berikut ini aturan-aturan yang bisa ditemukan di sekolah:

  • Hadir di sekolah paling lambat sepuluh menit sebelum bel berbunyi.
  • Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00.
  • Melaksanakan tugas piket dengan penuh tanggung jawab.
  • Wajib membuat surat izin ketika tidak masuk sekolah.
  • Tidak boleh meninggalkan sekolah tanpa izin dari guru.
  • Semua wajib menjaga ketertiban dan ketenangan di kelas.
  • Siswa dilarang memakai perhiasan dan membawa barang berharga ke sekolah.
  • Siswa harus menghormati kepala sekolah, bapak/ibu guru, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah.
  • Memakai seragam dengan rapi dan atribut lengkap.
  • Siswa laki-laki tidak boleh berambut panjang.
  • Setiap hari Senin, siswa-siswi wajib mengikuti upacara bendera.
  • Dilarang membawa ponsel pintar di lingkungan sekolah.
  • Saling menghormati dan bersikap sopan terhadap sesama.
  • Menghormati hak sesama warga di sekolah.

Tidak semua aturan tersebut bisa ditemukan di SD Islam Bintang Juara ya, Ayah Bunda. Contoh, Ayah Bunda tidak akan menemukan ‘Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00’. SD Islam Bintang Juara tidak menggunakan metode bel ataupun lonceng sebagai penanda dimulainya pelajaran.

Aturan yang tertulis di atas hampir semua berhubungan dengan keselamatan kakak shalih-shalihah, misal;

  • Aturan tidak diperbolehkan membawa perhiasan dan barang-barang berharga, bertujuan agar penampilan kakak shalih-shalihah tidak mencolok dan menimbulkan keinginan orang tidak bertanggungjawab untuk mengambilnya.
  • Aturan meminta izin kepada guru sebelum melakukan aktivitas, bertujuan agar guru bisa mengetahui aktivitas kakak shalih-shalihah dan di mana lokasi kakak shalih-shalihah berada. Di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah dilarang untuk berkegiatan tanpa pendampingan dari guru. Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan terpantau dan keamanan kakak shalih-shalihah bisa lebih terjaga.

Beberapa aturan keselamatan lainnya yang ada di sekolah, tak jauh berbeda dengan aturan keselamatan di rumah, seperti:

  • Mematikan saklar lampu saat tidak digunakan.
  • Mematikan keran air setelah selesai penggunaannya.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Mengembalikan mainan dan alat tulis ke tempat semula setelah selesai digunakan.

Bekali Kakak Shalih-shalihah tentang 6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah

Setelah kakak shalih-shalihah memahami berbagai aturan di sekolah, khususnya aturan yang berhubungan dengan keselamatan diri, yuk saatnya membekali kakak shalih-shalihah tentang 5 cara menjaga keselamatan di sekolah. Berikut ini cara yang disampaikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2:

cara menjaga keselamatan di sekolah

1. Menaati Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah

Ayah Bunda, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menaati aturan keselamatan yang ada di sekolah, sebagaimana yang telah disebutkan di atas.  Pastikan kakak shalih-shalihah untuk berkegiatan hanya dalam pengawasan guru.

Termasuk juga tentang bermain aman dan nyaman. Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk memastikan apakah temannya aman dan nyaman saat berkegiatan bersama. Bekali kakak shalih-shalihah tentang pentingnya saling menyayangi terhadap sesama.

2. Menghafal Informasi Kontak

Pastikan bahwa kakak shalih-shalihah mengetahui siapa yang harus dihubungi ketika dalam kondisi darurat. Apabila menghafal informasi kontak terasa sulit, biasakan kakak shalih-shalihah untuk menulis nomor telepon Ayah dan Bunda di dalam buku saku.

Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk meminta bantuan kepada guru saat butuh berkomunikasi dengan Ayah Bunda. Misal, karena kakak shalih-shalihah sedang sakit dan butuh dijemput cepat.

3. Memberikan Identitas Barang Pribadi dengan Indikator

Bunda Perdana menyampaikan untuk menjaga keselamatan di sekolah penting menggunakan indikator untuk barang-barang pribadi. Terkadang mencantumkan nama pada barang-barang pribadi justru bisa menimbulkan bahaya. Oleh karenanya Bunda Perdana memberikan saran untuk menempelkan indikator atau semacam stiker khusus yang unik untuk menandai bahwa barang tersebut milik kakak shalih-shalihah.

4. Menjauhkan Barang Berbahaya Dari Jangkauan

Pastikan Ayah Bunda untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak menggunakan barang-barang yang berbahaya, misalnya benda tajam dan api. Terutama saat tidak ada pengawasan dari bapak atau ibu guru.

5. Mematuhi Panduan di Tempat Rawan

Biasanya di tempat-tempat tertentu,  seperti di tangga, di lorong atau di selasar sekolah, terdapat peringatan-peringatan khusus. Contoh: ‘Berhati-hati saat menaiki tangga’, peringatan ini bertujuan agar kakak shalih-shalihah menjaga kontrol dirinya saat berjalan di tangga.

6. Bersikap Hati-Hati Dengan Orang Asing

Walaupun bapak dan ibu guru sudah sedemikian rupa dalam melakukan penjagaan terhadap kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda tetap harus memberikan pemahaman agar senantiasa berhati-hati dengan orang asing.

Bagaimana Ayah Bunda, apakah 6 cara menjaga keselamatan di sekolah sudah tuntas diberikan kepada kakak shalih-shalihah? Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kakak shalih-shalihah di manapun mereka berada ya.

Prosedur Menghadapi Kondisi Darurat di Sekolah

Ayah Bunda, selain diajarkan tips menjaga keselamatan di sekolah, kakak shalih-shalihah kelas 2 juga praktik langsung cara menghadapi berbagai kondisi darurat lo. Masya Allah seru sekali kegiatan praktik tersebut.

praktik menghadapi kondisi darurat di SD Islam Bintang Juara

Dengan mempraktikkan langsung bagaimana merespon sirine tanda terjadinya kebakaran, menempel plester untuk pertolongan pertama pada kecelakaan dan kondisi darurat lainnya, insya Allah ilmu tersebut jadi lebih terekam dalam ingatan kakak shalih-shalihah. Berikut ini beberapa cara yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat di sekolah:

  • Saat kebakaran – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak panik dan segera keluar dari ruangan yang kebakaran. Apabila kebakarannya kecil, kebakaran tersebut insya Allah bisa dihentikan dengan menggunakan kain basah.
  • Saat gempa bumi – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tetap tenang, lalu segera berlindung di bawah meja, atau keluar dari bangunan atau gedung dan mencari lokasi yang lebih aman.
  • Pertolongan pertama –  Apabila kakak shalih-shalihah mengalami kecelakaan kecil di sekolah, misalnya terjatuh saat sedang berlari, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menuju ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan meminta bantuan kepada bapak ibu guru yang bertugas di sana.

galeri kegiatan BBOT menjaga keselamatan SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, materi dari Bunda Perdana yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan di RSUP Kariadi ini sungguh bermanfaat bagi kehidupan kakak shalih-shalihah. Peran Ayah Bunda di rumah tentu saja memberikan teladan dan penguatan agar apa yang disampaikan terkait cara menjaga keselamatan di sekolah bisa terus terbawa dan dipraktikkan oleh kakak shalih-shalihah.***

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 2
  • Materi Presentasi Bunda Perdana
Yuk Ajarkan Calon Pemimpin Muslim Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Ayah Bunda

Yuk Ajarkan Calon Pemimpin Muslim Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Ayah Bunda

Ayah Bunda, kasus yang mengancam keselamatan semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Padahal, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah tetap harus beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Lalu bagaimanakah cara menjaga keselamatan di rumah yang tepat?

Menurut Bunda Perdana Nursari, orang tua Kak Akhtar, yang menjadi narasumber BBOT (Belajar bersama Orang Tua) di kelas 2 pada hari Senin, 15 Mei 2023, solusi yang paling tepat untuk menjaga keselamatan adalah dengan menerapkan aturan keselamatan.

BBOT bersama Bunda Perdana

Hmm, sebenarnya apa itu keselamatan, seperti apa pula aturan keselamatan, yuk Ayah Bunda, ajak recalling kakak shalih-shalihah materi BBOT tentang “Menjaga Keselamatan di Rumah dan Sekolah”.

Namun di artikel ini, kita akan fokus pada tata cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu ya, Ayah Bunda. Insya Allah pada artikel berikutnya, akan dibahas lebih lanjut tentang cara menjaga keselamatan di sekolah.

Pengertian Keselamatan dan Aturan Keselamatan

Sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana cara menjaga keselamatan di rumah dan sekolah, Bunda Perdana lebih dulu mengajak kakak shalih-shalihah melakukan ice breaking. Seru sekali lo, Ayah Bunda, melihat kakak shalih-shalihah bergerak mengikuti alunan lagu yang diputar oleh Bunda Perdana.

ice breaking BBOT SD Islam Bintang Juara

Setelah kakak shalih-shalihah kelas 2 SD Islam Bintang Juara mulai ‘memanas’, Bunda Perdana mengajak mereka untuk mengenal arti keselamatan dan aturan keselamatan. Bagaimana dengan Ayah Bunda, sudahkah mengetahui arti dari dua istilah tersebut?

Keselamatan adalah keadaan terlindungi dari potensi bahaya atau sesuatu yang telah dirancang untuk melindungi dan mencegah bahaya. Sementara itu aturan keselamatan adalah sebuah prinsip atau peraturan yang mengatur tindakan, prosedur, atau perangkat yang dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya atau risiko cedera, kerugian, dan bahaya bagi orang-orang, properti atau lingkungan.

Aturan sering juga disebut sebagai tata tertib. Kakak shalih-shalihah pasti juga sudah tidak asing dengan istilah ini bukan, Ayah Bunda? Aturan bisa ditemukan di banyak tempat, baik itu di rumah, di sekolah ataupun di masyarakat luas.

Fungsi dari aturan yaitu untuk mengatur kehidupan dan melatih disiplin. Apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah konsisten mengikuti aturan, insya Allah akan tercipta kedisplinan, keharmonisan dan kebahagiaan.

Begitu pula apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah mengikuti aturan keselamatan, insya Allah keamanan akan terjamin. Kebalikannya, apabila aturan keselamatan tidak dipatuhi, akan timbul bahaya, cedera dan kerugian.

Setelah kakak shalih-shalihah paham mengenai pentingnya menaati aturan keselamatan, saatnya Bunda Perdana mengajak mereka untuk berlatih menjaga keselamatan di rumah dan sekolah. Sebelum membahas tata cara keselamatan di sekolah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah memahami cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu.

arti keselamatan dan aturan keselamatan

Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Calon Pemimpin Muslim Wajib Tahu Nih!

Berada di rumah belum tentu keselamatan akan terjamin. Oleh karenanya kakak shalih-shalihah juga perlu diajari cara menjaga keselamatan di rumah. Salah satu langkah pertamanya yaitu dengan membuat aturan keselamatan dalam keluarga.

Disebutkan oleh Bunda Perdana dalam paparannya saat BBOT di kelas 2, aturan keluarga mencakup semua aturan yang diharapkan untuk dipatuhi seluruh anggota keluarga, yang dapat direvisi dari waktu ke waktu (Verywell Family).

Setiap keluarga bisa memiliki aturan yang berbeda-beda, tergantung proses diskusinya. Bagaimana di rumah Ayah Bunda, apakah sudah menetapkan aturan keluarga, khususnya yang berhubungan dengan keselamatan anggota keluarga?

Jika belum, beberapa aturan di rumah yang dibagikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT bisa nih di-ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi):

  • Melaksanakan ibadah tepat waktu
  • Selalu meminta izin sebelum menggunakan barang orang lain.
  • Mengembalikan barang ke tempat semula setelah menggunakannya.
  • Membereskan sesuatu yang berantakan agar rapi kembali.
  • Makan dengan tenang dan rapi.
  • Memperlakukan orang tua dengan kasih sayang dan rasa hormat.
  • Membereskan pekerjaan rumah sebelum bermain.
  • Tidak boleh makan di atas tempat tidur.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Pamit sebelum keluar dari rumah.
  • Meminta izin sebelum keluar malam atau pergi menginap.
  • Mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar anggota keluarga yang lain.
  • Saling menghargai antara anggota keluarga, baik anak pada orang tua, orang tua pada anak, ataupun sesama anak.
  • Tidak berbicara kasar atau dengan nada tinggi.
  • Tidak menyakiti perasaan sesama anggota keluarga.
  • Saling membantu antar anggota keluarga.
  • Tidak menghina dan berteriak.
  • Menggosok gigi serta membersihkan kaki dan tangan sebelum tidur.
  • Setelah bangun merapikan tempat tidur dan kamar.
  • Makan sesuai porsi masing-masing.

Aturan di atas masih berupa aturan umum ya, Ayah Bunda. Sedangkan contoh aturan keselamatan yang bisa dibuat di rumah, misalnya:

  • Mengunci pintu rumah, jendela dan pagar rumah saat seluruh anggota keluarga bepergian ke luar rumah.
  • Tidak membiarkan orang asing masuk ke rumah.
  • Tidak membukakan pintu kepada orang asing, terutama saat Ayah Bunda sedang tidak ada di rumah.
  • Menutup keran air setelah selesai digunakan.
  • Mematikan alat elektronik ketika sudah tidak digunakan.
  • Mencabut kabel dari saklarnya untuk mencegah terjadinya korsleting.
  • Dilarang bermain api di dalam dan di luar rumah.
  • Menjauhi sumber listrik di rumah ketika sedang bermain atau berkegiatan.
  • Membuang sampah di tempatnya. Karena sampah yang berserakan, misal kulit pisang, bisa mencelakai anggota keluarga lain.
  • Merapikan mainan kembali ke tempat semula setelah selesai digunakan. Mainan yang berceceran bisa membuat anggota keluarga lain terpeleset dan jatuh.

Beberapa aturan keselamatan di atas insya Allah bisa membantu Ayah Bunda beserta kakak shalih-shalihah tetap aman saat berada di rumah. Tentu saja agar kakak shalih-shalihah bisa menjalankan aturan ini dengan konsisten dibutuhkan teladan dari Ayah Bunda. Selain teladan, kakak shalih-shalihah juga memerlukan pembiasaan dan penguatan agar aturan ini terinternalisasi dan membentuk karakter dalam diri mereka.

Untuk menjaga keselamatan di rumah, yuk ajarkan kakak shalih-shalihah untuk melakukan beberapa hal berikut:

4 cara menjaga keselamatan di rumah

  • Mengucapkan basmallah sebelum melakukan aktivitas apapun.
  • Ajak kakak shalih-shalihah untuk rutin mengamalkan dzikir pagi dan sore. Dalam dzikir pagi dan sore, ada sebuah terdapat sebuah doa agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan di setiap waktu.
  • Menaati aturan keselamatan yang sudah ditetapkan di rumah.
  • Melakukan kegiatan yang aman di dalam rumah. Pastikan berkegiatan dalam pengawasan orang tua dan selalu kontrol diri.

Apabila Ayah Bunda terpaksa meninggalkan kakak shalih-shalihah di rumah tanpa ada pendamping, pastikan untuk memasang kamera pengawas (CCTV). Kamera tersebut juga memiliki manfaat untuk mengontrol keadaan rumah saat seluruh anggota keluarga sedang berada di luar rumah.

Oya, pastikan untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk bisa melakukan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) pada kondisi-kondisi kecelakaan sederhana, misalnya; saat kakak shalih-shalihah terkena luka bakar akibat terkena percikan minyak goreng. Dengan memiliki bekal P3K diharapkan kakak shalih-shalihah tidak mudah panik dan bisa membantu orang lain saat dibutuhkan.

Selain itu pastikan juga kakak shalih-shalihah menyimpan nomor telepon Ayah Bunda atau tetangga terdekat. Saat ada kondisi darurat di rumah, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menghubungi nomor telepon tersebut.

galeri kegiatan BBOT menjaga keselamatan SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, ini baru sebagian dari materi yang dipaparkan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2. Untuk mengetahui separuh materi lainnya, silakan Ayah Bunda bisa membaca Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah.

Semoga bermanfaat dan mohon berkenan untuk bagikan informasi ini kepada sahabat dan kerabat. Terima kasih dan salam selamat, Ayah Bunda.***

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 2
  • Materi Presentasi dari Bunda Perdana Nursari
Yuk, Intip Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Yuk, Intip Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Tidaklah mudah menerapkan suatu hal yang baru. Begitu juga ketika Kurikulum Merdeka dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tentu saja timbul kekhawatiran di hati banyak orang, termasuk juga di hati para guru dan orang tua SD Islam Bintang Juara.

Alhamdulillah masa-masa penuh kekhawatiran tersebut telah terlalui. Yuk, Ayah Bunda, intip bagaimana Ibu Nur Shofwatin Ni’mah, Kepala SD Islam Bintang Juara, mengawal implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Angkatan II Kecamatan Gunung Pati ini.

Di awal Kurikulum Merdeka hadir, Bu Ni’mah menyampaikan bahwasanya para guru khawatir akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan filosofi utama yang akan dibangun pada kurikulum ini. Sementara orang tua khawatir akan kesulitan melakukan pendampingan kepada anak-anak ketika di rumah.

Sebagai sosok yang diamanahi sebagai Kepala Sekolah, Bu Ni’mah merasa tertantang untuk mentransfer energi positif kepada tim guru dan meyakinkan mereka bahwa SD Islam Bintang Juara bisa menerapkan kurikulum Merdeka, sesuai dengan tujuan pendidikan serta menerapkan filosofi utama yang akan dibangun. Tantangan lain yang dihadapi oleh Bu Ni’mah yaitu mengajak orang tua untuk mendukung dan mengambil peran dalam implementasi kurikulum Merdeka ini.

Lantas bagaimanakah Bu Ni’mah mengubah tantangan-tantangan tersebut menjadi lima aksi nyata yang luar biasa?

5 Aksi Nyata dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Mengacu pada kompetensi kepala sekolah dalam kepemimpinan pembelajar, Bu Ni’mah dengan segala daya dan upaya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid, perencanaan, pelaksanaan, refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang mengacu pada murid.

Tak hanya itu, Bu Ni’mah juga aktif mengajak para orang tua sebagai pendamping dan sebagai sumber belajar di sekolah. Berikut ini aksi nyata yang dilakukan oleh Bu Ni’mah dalam mengawal penerapan Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara;

1. In-house Training

Untuk membangun persamaan persepsi, dilaksanakan in-house training untuk tim guru tentang Kurikulum Merdeka pada awal tahun pelajaran. Materi yang disampaikan pada in-house training tersebut berdasarkan materi yang diperoleh Bu Ni’mah ketika pelatihan sekolah penggerak angkatan 2.

in-house training

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan seperti apa Kurikulum Merdeka, memberikan penguatan, motivasi dan persamaan persepsi kepada seluruh guru. Saat persepsi seluruh tim telah terbangun dalam pondasi yang sama, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah menjadi lebih mudah dan terarah.

2. Rapat Kerja

Aksi nyata yang kedua yakni rapat kerja pada awal tahun pelajaran. Kegiatan ini sebenarnya hal yang biasa dilakukan setiap awal tahun, bedanya pada rapat kerja tahun pelajaran 2022-2023, Bu Ni’mah membentuk komunitas praktisi setiap fase. Setiap pekannya, komunitas praktisi berkoordinasi dengan kepala sekolah bersama tim pada tiap fasenya untuk melakukan refleksi dan evaluasi.

rapat kerja

Tak hanya itu, komunitas praktisi juga saling berbagi praktek baik dari implementasi kurikulum merdeka yang telah dilakukan. Sementara itu, refleksi, evaluasi dan berbagi praktek baik komunitas praktisi antar fase dilakukan setiap 6 bulan sekali.

3. Digitalisasi Sekolah

Berdasarkan hasil pengamatan Bu Ni’mah, serta hasil diskusi dengan komite pembelajaran, untuk memonitoring progres capaian siswa baik KKTP atau pun dimensi Profil Pelajar Pancasila (P3), dibutuhkan suatu sistem digital. Oleh karenanya bu Ni’mah kemudian menginisiasi aksi nyata yang ketiga yaitu program digitalisasi sekolah berupa sistem proses PPDB dan Sistem Akademik Kurikulum Merdeka.

pendampingan digitalisasi sekolah

Untuk pengembangan sistem tersebut, SD Islam Bintang Juara bekerja sama dengan Dosen UNISSULA Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika.

4. Pemaparan Program dan BBOT

Selain aksi nyata yang berhubungan dengan guru, Bu Ni’mah juga mensosialisasikan Kurikulum Merdeka kepada orang tua melalui kegiatan pemaparan program pada awal tahun pelajaran. Orang tua diberikan penjelasan terkait Kurikulum Merdeka, antara lain filosofi Kurikulum Merdeka, fase Profil PelajarPancasila (P3), Proyek Penguatan Profil Pelajar Pelajar Pancasila (P5), serta peran orang tua pada implementasi Kurikulum Merdeka.

BBOT

Untuk mengajak orang tua terlibat dalam implementasi Kurikulum Merdeka, Bu Ni’mah menerapkan program Belajar Bersama Orang Tua atau yang biasa disebut dengan BBOT. Keterlibatan orang tua dalam program ini yaitu dengan menjadi narasumber BBOT.

Setiap orang tua siswa mendapat kesempatan yang sama untuk didapuk sebagai narasumber BBOT. Bukan hanya para orang tua siswa yang memiliki profesi atau gelar tertentu, orang tua siswa yang sehari-hari menjadi Ibu Rumah Tangga juga dilibatkan. Hal tersebut untuk menunjukkan kepada siswa bahwa setiap kegiatan bisa memiliki manfaat bagi umat.

Tak hanya sebagai narasumber BBOT, orang tua juga dilibatkan sebagai narasumber P5.

5. Penjelasan kepada Siswa

Selain kepada orang tua, Bu Ni’mah juga mensosialisasikan kepada siswa tentang Kurikulum Merdeka, meliputi penjelasan tentang fase Profil Pelajar Pancasila, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta peran siswa dalam Kurikulum Merdeka.

penjelasan kepada siswa

Alhamdulillah kakak shalih-shalihah SD Islam  Bintang Juara selalu antusias di setiap kegiatan P5. Bahkan pada momen B-Fest, seluruh panitia kegiatan dipegang oleh kakak shalih-shalihah.

Dampak Aksi Nyata Implementasi Kurikulum Merdeka untuk SD Islam Bintang Juara

Aksi-aksi nyata dalam penerapan Kurikulum Merdeka tersebut menghasilkan sesuatu hal yang sangat bermakna di SD Islam Bintang Juara, antara lain:

  • Tumbuh budaya diskusi yang konsisten, baik dengan kepala sekolah ataupun antar guru tentang progress pelaksanaan kurikulum Merdeka yang telah dilakukan.
  • Silaturahim antara orang tua dan sekolah terbangun dengan baik. Hal tersebut dikarenakan orang tua merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dampaknya, orang tua lebih proaktif ketika diminta menjadi narasumber program sekolah, lebih  terbuka serta komunikatif memberikan saran kepada sekolah terkait program atau hal lainnya.

Dari serangkaian proses implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah menyampaikan bahwasanya pembelajaran yang dapat diambil yaitu;

“Perubahan itu mutlak terjadi dalam setiap kondisi, maka kita harus siap terus untuk menjadi generasi pembelajar dan mengambil hikmah agar kita bisa menghadapi perubahan dengan sebaik-baik ikhtiar.”

Ayah Bunda, saksikan dan dukung video Berbagi Praktik Baik: Peran Kepala Sekolah Mengawal Implementasi Kurikulum Merdeka yuk:

Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara tidak akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan Ayah Bunda. Oleh karenanya, selalu dukung dan doakan kami agar selalu bisa memberikan kegiatan-kegiatan terbaik dan bermakna, untuk mencetak Calon Pemimpin Muslim yang berilmu, berakhlak mulia dan bermanfaat. Terima kasih, Ayah Bunda.***

Serunya Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas!

Serunya Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas!

Alhamdulillah pada hari Jum’at, 12 Mei 2023, telah terlaksana Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) dengan tema “Perkembangan Teknologi Komunikasi” di kelas 3 SD Islam Bintang Juara. BBOT kali ini menghadirkan Her Anindito, ayah dari Kak Ayla.

BBOT adalah salah satu program unggulan dari SD Islam Bintang Juara. Sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang dan sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka, melibatkan orang tua dalam kegiatan sekolah adalah salah satu program berkelanjutan.

Keterlibatan orang tua dalam program-program sekolah di SD Islam Bintang Juara salah satunya terwujud melalui BBOT. Dengan adanya program ini, silaturahim antara orang tua siswa dengan siswa dan pihak sekolah terjalin dengan erat.

BBOT bersama Bapak Her Anindito

Dipilihnya “Perkembangan Teknologi Komunikasi” sebagai tema BBOT kali ini memiliki tujuan sebagai berikut;

  • Memperkuat kemampuan sensorik siswa dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran.
  • Memperkuat ilmu yang telah dipelajari selama kegiatan pembelajaran.
  • Mempersiapkan calon pemimpin muslim yang mampu menguasai teknologi.

Penasaran seperti apakah pemaparan materi yang disampaikan  oleh Ayah Her Anindito? Yuk simak hingga selesai, Ayah Bunda.

Pemaparan “Perkembangan Teknologi Komunikasi” oleh Ayah Her Anindito

Dalam pemaparan Ayah Her Anindito, dijelaskan bahwasanya komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan/ verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Pada zaman pra sejarah, manusia berkomunikasi menggunakan terompet dan genderang. Sementara untuk memberi tanda bahaya, manusia purba menggunakan asap sebagai isyarat.

Berkembangnya zaman, teknologi komunikasi juga menunjukkan perubahannya. Manusia saling mengirim surat. Sebelum ada Tukang Pos dan Kotak Pos, manusia berkirim surat dengan bantuan burung Merpati. Lalu kemudian perlahan muncullah koran sebagai salah satu media komunikasi cetak lainnya.

Sementara itu media komunikasi dalam bentuk elektrik juga mengalami kemajuan yang pesat. Dari ditemukannya telegraf, mesin fax, telepon, radio hingga televisi. Tak berhenti di situ, sekarang kita juga mengenal beragam gadget, seperti Smartphone, komputer, laptop dan tablet.

Selain memaparkan sejarah teknologi komunikasi dari masa ke masa, Ayah Her Anindito juga menjelaskan bahwasanya gadget utamanya digunakan oleh orang dewasa untuk bekerja, dan juga berkomunikasi dengan rekan kerja. Lalu bagaimana dengan kakak-kakak shalih-shalihah, bolehkah menggunakan gadget?

perkembangan teknologi komunikasi

Sebagaimana peraturan di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah tidak diperbolehkan membawa gadget selama di sekolah. Namun tentu saja kakak shalih-shalihah tetap bisa kok menggunakan gadget, asalkan didampingi oleh orang tua.

Penggunaan gadget untuk kakak shalih-shalihah juga harus punya tujuan yang jelas, misalkan: untuk mencari informasi berkaitan dengan tugas sekolah, atau untuk berkomunikasi dengan saudara. Selain harus didampingi orang tua, kakak shalih-shalihah harus diberikan pengertian bahwasanya ada batasan dalam menggunakan gadget.

Mengenai batasan ini, Ayah Bunda bisa berdiskusi dengan kakak shalih-shalihah ya. Selain durasi, kakak shalih-shalihah juga perlu diberikan pemahaman bahwasanya saat berselancar menggunakan gadget, informasi yang dilihat harus sesuai dengan umur.

Hayo, apakah Ayah Bunda sudah membekali kakak shalih-shalihah terkait 3D dalam penggunaan gadget? Coba Ayah Bunda yang sudah menerapkan aturan 3D di rumah, bisa bersuara di kolom komentar yuk.

Ayah Kak Ayla dalam pemaparannya juga membagikan informasi mengenai dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi komunikasi. Kira-kira apa saja ya dampak  tersebut?

Dampak positif dari semakin berkembangnya teknologi komunikasi, antara lain:

  • Mempermudah komunikasi
  • Memudahkan mencari informasi.
  • Menjauhkan yang dekat.

Sementara itu, dampak negatif dari perkembangan teknologi komunikasi adalah;

  • Mengganggu kesehatan.
  • Mengurangi fokus.
  • Membuat kurang empati dengan lingkungan sekitar.

Bagaimana dengan Ayah Bunda, lebih banyak merasakan dampak positif atau negatif dari perkembangan teknologi komunikasi nih?

praktik membuat alat komunikasi sederhana

Cara Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas

Sebelum teknologi berkembang seperti sekarang, ada beberapa alat komunikasi sederhana yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti; kentongan, lonceng dan bedug. Nah, pada BBOT kali ini, Ayah Her Anindito mengajak kakak shalih-shalihah untuk praktik membuat alat komunikasi sederhana dari kaleng bekas.

Ayah Bunda waktu zaman sekolah dulu sudah pernah praktik membuat alat komunikasi seperti ini belum ya? Caranya mudah kok.

bahan untuk membuat alat komunikasi sederhana

Pertama-tama, Ayah Bunda persiapkan dulu dua kaleng bekas. Biasanya menggunakan kaleng bekas susu, tapi boleh gunakan kaleng apa saja yang ada di rumah. Akan lebih baik jika dua kaleng bekas tersebut memiliki ukuran yang sama ya.

Selanjutnya, siapkan benang kasur, gunting, palu, paku dan lem. Ukuran benangnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya. Semakin panjang tentu saja bisa digunakan komunikasi dalam jarak yang lebih panjang juga.

Setelah benda-benda yang dibutuhkan siap. Buat lubang dulu di kalengnya. Bisa menggunakan paku dan palu. Tak perlu lebar-lebar, asalkan cukup untuk memasukkan benang kasurnya, Ayah Bunda. Agar tidak lepas, ujung tali yang dimasukkan ke dalam kaleng diikat simpul. Lalu direkatkan dengan lem ke bagian dasar kaleng.

Selesai deh, alat komunikasi sederhana dari kaleng bekasnya sudah siap. Yuk dicoba, apakah berhasil menghantarkan suara dengan baik?

cara membuat alat komunikasi sederhana

Masya Allah, sorak-sorai kakak shalih-shalihah menggema di ruang kelas 3 SD Islam Bintang Juara. Ternyata berhasil menyulap kaleng menjadi alat komunikasi sederhana.

Ayo, Ayah Bunda, praktikkan juga di rumah ya. Seru sekali dan tentunya bermanfaat. Bisa menjadi sarana membangun bonding dengan kakak shalih-shalihah di rumah.

galeri kegiatan BBOT SD Islam Bintang Juara

Semoga informasi mengenai program BBOT pada hari Jum’at, 12 Mei 2023 tentang membuat alat komunikasi sederhana dari kaleng bekas bermanfaat ya. Pastikan untuk bagikan cerita ini kepada kerabat dan sahabat. Sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya, Ayah Bunda.***

Referensi:

  • Juknis BBOT
  • Materi Presentasi Ayah Her Anindito

 

Ayah Bunda, Ini 7 Manfaat Upacara Bendera bagi Karakter Siswa

Ayah Bunda, Ini 7 Manfaat Upacara Bendera bagi Karakter Siswa

Ayah Bunda, adakah yang waktu duduk di bangku sekolah sering berperan sebagai petugas upacara bendera? Masya Allah, ternyata banyak yang mengangkat tangan.

Kalau boleh tahu, biasanya Ayah Bunda bertugas menjadi apa? Pemimpin upacara, pengibar bendera, protokol, pembaca UUD 1945 atau tugas lainnya nih? Wah, dengan pengalaman tersebut Ayah Bunda bisa memotivasi kakak shalih-shalihah agar lebih bersemangat saat mengikuti upacara bendera.

Tak sedikit para siswa, bahkan orang tua, menganggap upacara bendera hanya kegiatan yang melelahkan. Padahal manfaat upacara bendera sangat baik untuk mendukung perkembangan karakter kakak shalih-shalihah lo, Ayah Bunda.

Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah, aktivitas yang biasanya rutin dilakukan pada hari Senin dan hari-hari peringatan khusus ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan, terutamanya dalam pembangunan karakter siswa. Adapun nilai-nilai yang bisa ditanamkan melalui kegiatan upacara bendera antara lain;

  • Sikap disiplin
  • Rasa percaya diri
  • Tanggung jawab
  • Cinta tanah air.

7 Manfaat Upacara Bendera bagi Kakak Shalih-shalihah

Nah, apabila Ayah Bunda membutuhkan dorongan untuk memotivasi kakak shalih-shalihah menjalankan upacara bendera dengan semangat, yuk kenali 7 manfaatnya berikut ini:

upacara bendera di sekolah

1. Mempertebal Semangat Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

Salah satu poin penting dalam pelaksanaan upacara bendera yaitu untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kakak shalih-shalihah. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang harus melekat selama negara ini masih berdiri.

Oleh karena itu, upacara bendera menjadi salah satu kegiatan penting untuk membentuk karakter bangsa. Dalam upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar berbagai hal tentang kebangsaan, di antaranya;

  • Bendera Indonesia
  • Lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional
  • Pancasila dan UUD 1945

Di beberapa sekolah yang memilih tidak mengadakan upacara bendera, sebagian besar muridnya tidak mengenal hal-hal tersebut. Padahal dalam beberapa literatur disebutkan bahwa cinta negara adalah sebagian dari iman.

Khalifah Umar bin Khatab sebagaimana dikutip Syekh Ismail Haki dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan juz 6 hal. 442 menyatakan:

Sayyidina Umar berkata: “Seandainya tidak ada cinta tanah air, hancurlah negara yang terpuruk. Dengan cinta tanah air, negara akan berjaya.”

Namun bagaimanakah kakak shalih-shalihah bisa mencintai tanah air, apabila mereka tidak  pernah mengetahui hal-hal sederhana terkait bangsanya? Oleh karena itu, upacara bendera adalah salah satu pijakan awal agar kakak shalih-shalihah mengenal bangsanya dengan baik.

Tentu saja kemudian harus diberikan pijakan-pijakan lanjutan lewat pelajaran Sejarah Bangsa, atau Pendidikan Kewarganegaraan. Diharapkan dengan kakak shalih-shalihah mengenal hal-hal dasar terkait negaranya, akan tumbuh rasa ingin tahu tentang sejarah bangsa dan bagaimana berperan untuk tanah airnya.

2. Membiasakan Bersikap Tertib dan Disiplin

Melalui upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar untuk menaati aturan. Upacara bendera memiliki ketentuan-ketentuan khusus yang harus dipatuhi. Kapan harus bersikap siap, hormat dan istirahat.

Upacara bendera juga melatih kakak shalih-shalihah untuk lebih disiplin terkait waktu, pakaian dan atribut yang harus dikenakan. Kakak shalih-shalihah belajar untuk menaati arahan yang diberikan terkait kapan berlangsungnya upacara, pakaian apa yang harus dikenakan, sepatu warna apa yang harus dipakai dan atribut apa saja yang harus digunakan.

Kakak shalih-shalihah juga belajar untuk berbaris secara tertib. Terlihat sederhana, tetapi apabila kakak shalih-shalihah sudah terbiasa tertib sejak dini, mereka akan mudah mengerjakan tugas-tugas yang didapatkan di kemudian hari dengan tertib.

3. Menumbuhkan Kerapian

Selain terkait ketertiban, kakak shalih-shalihah juga belajar terkait kerapian. Bagaimana mengenakan pakaian yang rapi, juga berbaris yang rapi.

Apabila kakak shalih-shalihah telah terbiasa berpakaian rapi, mereka akan merasa tidak nyaman melihat ketidakrapian di sekitar. Sehingga nantinya kakak shalih-shalihah bisa menjadi agent of change dalam hal kerapian. Begitu juga ketika sudah terbiasa berbaris rapi, diharapkan kakak shalih-shalihah akan terbiasa antre dengan rapi.

apa manfaat upacara bendera

4. Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Sejatinya semua orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada saat upacara bendera, bukan berarti kakak shalih-shalihah harus menjadi pemimpin pleton atau pemimpin upacara.

Justru PR terberat adalah bagaimana kakak shalih-shalihah saat menjadi peserta upacara mampu memimpin dirinya sendiri dengan bersikap tertib sepanjang kegiatan. Contoh sederhana, dengan tidak mengobrol dengan teman sebelahnya, dan mengikuti upacara dengan tenang hingga tuntas.

5. Membiasakan Kekompakan dan Kerjasama

Dalam kegiatan upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar berbaris dan mengikuti perintah yang diberikan oleh pemimpin upacara. Apabila ada satu peserta yang tidak bergerak sesuai dengan perintah, maka akan menimbulkan kekacauan dalam barisan.

Oleh karenanya dalam hal ini dibutuhkan kekompakan dan kerjasama yang baik antar peserta dan petugas upacara. Dengan konsisten melakukan upacara setiap pekan, kakak shalih-shalihah insya Allah bisa menjalin kerjasama yang baik dengan teman-temannya untuk menunjukkan kekompakan.

6.  Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab

Manfaat upacara bendera berikutnya yaitu menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri kakak shalih-shalihah. Rasa tanggung jawab yang bisa dipupuk lewat upacara bendera antara lain;

  • Bertanggungjawab atas pakaian dan atribut yang dikenakan.
  • Bertanggungjawab atas ketenangan diri dalam mengikuti kegiatan.
  • Bertanggungjawab atas peran yang didapat, baik itu sebagai petugas ataupun peserta upacara.

7. Menumbuhkan Sifat Tenggang Rasa dan Tepa Selira

Upacara bendera ternyata juga mampu menumbuhkan sifat tenggang rasa dan tepa selira di antara kakak shalih-shalihah. Sederhananya, kakak shalih-shalihah berlatih untuk tenang saat ada pembina upacara yang sedang menyampaikan isi amanat. Pada momen tersebut, kakak shalih-shalihah belajar menghormati orang yang sedang berbicara.

Kakak shalih-shalihah juga belajar memahami kondisi di sekitarnya. Misal, ada teman yang terlihat kurang sehat, kakak shalih-shalihah bisa membantu temannya ke UKS. Atau ada teman yang kurang tertib, kakak shalih-shalihah bisa saling mengingatkan bagaimana seharusnya bersikap saat upacara sedang berlangsung.

Nah, sudah tahu kan manfaat upacara bendera untuk kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda? Semoga bisa membantu Ayah Bunda dalam memberikan pijakan dan motivasi agar kakak shalih-shalihah senantiasa bersemangat mengikuti upacara bendera.

Pastikan Ayah Bunda juga berkunjung ke momen Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Mei 2023 lalu. Banyak cerita seru lo.

Apabila informasi mengenai manfaat upacara bendera ini membawa kebaikan, semoga Ayah Bunda berkenan untuk membagikan artikel ini kepada sahabat dan kerabat. Terima kasih dan sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya.***

Referensi:

  • https://siedoo.com/berita-8907-manfaat-mengikuti-upacara-bendera-bagi-siswa/
  • https://www.merdeka.com/jateng/6-tujuan-upacara-bendera-beserta-manfaatnya-yang-perlu-diketahui-kln.html
  • https://www.kompas.com/edu/read/2022/11/06/185700471/4-manfaat-ikut-upacara-bendera-bagi-siswa?page=all#:~:text=Manfaat%20upacara%20bagi%20karakter%20siswa,aba%2Daba%20dari%20petugas%20upacara.&text=Upacara%20menjadi%20salah%20satu%20cara,berjuang%20demi%20membela%20negara%20Indonesia.
  • https://tebo.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-2905960363/beberapa-manfaat-upacara-bendera-di-sekolah-bagi-siswa#:~:text=Menurut%20Permendikbud%20Nomor%2022%20Tahun,percaya%20diri%2C%20dan%20tanggung%20jawab.
  • https://jabar.kemenag.go.id/portal/read/mimbar-dakwah-sesi-34-mencintai-tanah-air-bagian-dari-iman-#:~:text=Islam%20telah%20mengajarkan%20kepada%20kita,Indonesia%20adalah%20bagian%20dari%20iman.