fbpx
Serunya Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas!

Serunya Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas!

Alhamdulillah pada hari Jum’at, 12 Mei 2023, telah terlaksana Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) dengan tema “Perkembangan Teknologi Komunikasi” di kelas 3 SD Islam Bintang Juara. BBOT kali ini menghadirkan Her Anindito, ayah dari Kak Ayla.

BBOT adalah salah satu program unggulan dari SD Islam Bintang Juara. Sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang dan sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka, melibatkan orang tua dalam kegiatan sekolah adalah salah satu program berkelanjutan.

Keterlibatan orang tua dalam program-program sekolah di SD Islam Bintang Juara salah satunya terwujud melalui BBOT. Dengan adanya program ini, silaturahim antara orang tua siswa dengan siswa dan pihak sekolah terjalin dengan erat.

BBOT bersama Bapak Her Anindito

Dipilihnya “Perkembangan Teknologi Komunikasi” sebagai tema BBOT kali ini memiliki tujuan sebagai berikut;

  • Memperkuat kemampuan sensorik siswa dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran.
  • Memperkuat ilmu yang telah dipelajari selama kegiatan pembelajaran.
  • Mempersiapkan calon pemimpin muslim yang mampu menguasai teknologi.

Penasaran seperti apakah pemaparan materi yang disampaikan  oleh Ayah Her Anindito? Yuk simak hingga selesai, Ayah Bunda.

Pemaparan “Perkembangan Teknologi Komunikasi” oleh Ayah Her Anindito

Dalam pemaparan Ayah Her Anindito, dijelaskan bahwasanya komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan/ verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Pada zaman pra sejarah, manusia berkomunikasi menggunakan terompet dan genderang. Sementara untuk memberi tanda bahaya, manusia purba menggunakan asap sebagai isyarat.

Berkembangnya zaman, teknologi komunikasi juga menunjukkan perubahannya. Manusia saling mengirim surat. Sebelum ada Tukang Pos dan Kotak Pos, manusia berkirim surat dengan bantuan burung Merpati. Lalu kemudian perlahan muncullah koran sebagai salah satu media komunikasi cetak lainnya.

Sementara itu media komunikasi dalam bentuk elektrik juga mengalami kemajuan yang pesat. Dari ditemukannya telegraf, mesin fax, telepon, radio hingga televisi. Tak berhenti di situ, sekarang kita juga mengenal beragam gadget, seperti Smartphone, komputer, laptop dan tablet.

Selain memaparkan sejarah teknologi komunikasi dari masa ke masa, Ayah Her Anindito juga menjelaskan bahwasanya gadget utamanya digunakan oleh orang dewasa untuk bekerja, dan juga berkomunikasi dengan rekan kerja. Lalu bagaimana dengan kakak-kakak shalih-shalihah, bolehkah menggunakan gadget?

perkembangan teknologi komunikasi

Sebagaimana peraturan di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah tidak diperbolehkan membawa gadget selama di sekolah. Namun tentu saja kakak shalih-shalihah tetap bisa kok menggunakan gadget, asalkan didampingi oleh orang tua.

Penggunaan gadget untuk kakak shalih-shalihah juga harus punya tujuan yang jelas, misalkan: untuk mencari informasi berkaitan dengan tugas sekolah, atau untuk berkomunikasi dengan saudara. Selain harus didampingi orang tua, kakak shalih-shalihah harus diberikan pengertian bahwasanya ada batasan dalam menggunakan gadget.

Mengenai batasan ini, Ayah Bunda bisa berdiskusi dengan kakak shalih-shalihah ya. Selain durasi, kakak shalih-shalihah juga perlu diberikan pemahaman bahwasanya saat berselancar menggunakan gadget, informasi yang dilihat harus sesuai dengan umur.

Hayo, apakah Ayah Bunda sudah membekali kakak shalih-shalihah terkait 3D dalam penggunaan gadget? Coba Ayah Bunda yang sudah menerapkan aturan 3D di rumah, bisa bersuara di kolom komentar yuk.

Ayah Kak Ayla dalam pemaparannya juga membagikan informasi mengenai dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi komunikasi. Kira-kira apa saja ya dampak  tersebut?

Dampak positif dari semakin berkembangnya teknologi komunikasi, antara lain:

  • Mempermudah komunikasi
  • Memudahkan mencari informasi.
  • Menjauhkan yang dekat.

Sementara itu, dampak negatif dari perkembangan teknologi komunikasi adalah;

  • Mengganggu kesehatan.
  • Mengurangi fokus.
  • Membuat kurang empati dengan lingkungan sekitar.

Bagaimana dengan Ayah Bunda, lebih banyak merasakan dampak positif atau negatif dari perkembangan teknologi komunikasi nih?

praktik membuat alat komunikasi sederhana

Cara Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas

Sebelum teknologi berkembang seperti sekarang, ada beberapa alat komunikasi sederhana yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti; kentongan, lonceng dan bedug. Nah, pada BBOT kali ini, Ayah Her Anindito mengajak kakak shalih-shalihah untuk praktik membuat alat komunikasi sederhana dari kaleng bekas.

Ayah Bunda waktu zaman sekolah dulu sudah pernah praktik membuat alat komunikasi seperti ini belum ya? Caranya mudah kok.

bahan untuk membuat alat komunikasi sederhana

Pertama-tama, Ayah Bunda persiapkan dulu dua kaleng bekas. Biasanya menggunakan kaleng bekas susu, tapi boleh gunakan kaleng apa saja yang ada di rumah. Akan lebih baik jika dua kaleng bekas tersebut memiliki ukuran yang sama ya.

Selanjutnya, siapkan benang kasur, gunting, palu, paku dan lem. Ukuran benangnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya. Semakin panjang tentu saja bisa digunakan komunikasi dalam jarak yang lebih panjang juga.

Setelah benda-benda yang dibutuhkan siap. Buat lubang dulu di kalengnya. Bisa menggunakan paku dan palu. Tak perlu lebar-lebar, asalkan cukup untuk memasukkan benang kasurnya, Ayah Bunda. Agar tidak lepas, ujung tali yang dimasukkan ke dalam kaleng diikat simpul. Lalu direkatkan dengan lem ke bagian dasar kaleng.

Selesai deh, alat komunikasi sederhana dari kaleng bekasnya sudah siap. Yuk dicoba, apakah berhasil menghantarkan suara dengan baik?

cara membuat alat komunikasi sederhana

Masya Allah, sorak-sorai kakak shalih-shalihah menggema di ruang kelas 3 SD Islam Bintang Juara. Ternyata berhasil menyulap kaleng menjadi alat komunikasi sederhana.

Ayo, Ayah Bunda, praktikkan juga di rumah ya. Seru sekali dan tentunya bermanfaat. Bisa menjadi sarana membangun bonding dengan kakak shalih-shalihah di rumah.

galeri kegiatan BBOT SD Islam Bintang Juara

Semoga informasi mengenai program BBOT pada hari Jum’at, 12 Mei 2023 tentang membuat alat komunikasi sederhana dari kaleng bekas bermanfaat ya. Pastikan untuk bagikan cerita ini kepada kerabat dan sahabat. Sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya, Ayah Bunda.***

Referensi:

  • Juknis BBOT
  • Materi Presentasi Ayah Her Anindito

 

Indahnya Silaturahim dalam Islam, Yuk Ajak Kakak Shalih-shalihah Menyambung Tali Persaudaraan

Indahnya Silaturahim dalam Islam, Yuk Ajak Kakak Shalih-shalihah Menyambung Tali Persaudaraan

Bulan Syawal selalu identik dengan momen silaturahim. Padahal silaturahim seharusnya senantiasa disambung setiap hari, tidak hanya saat Syawal.

Namun silaturahim di bulan Syawal, terutama di momen Idul Fitri menjadi lebih istimewa, dikarenakan bisa berkumpul dengan seluruh keluarga besar. Ayah Bunda, silaturahim dalam Islam ternyata memiliki keutamaan yang luar biasa.

Bahkan dalam Al Quran Surat An Nisa: 36, tersirat perintah silaturahim yang berbunyi;

quran surat an nisa ayat 36

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Selain termaktub dalam Al Quran, pentingnya silaturahim juga disebutkan dalam berbagai hadits. Salah satunya hadits berikut;

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.”(H.R. Bukhari & Muslim).

Insya Allah di SD Islam Bintang Juara, keutamaan silaturahim selalu digaungkan kepada kakak shalih-shalihah agar mereka senantiasa ingat pentingnya bersilaturahim. Momen silaturahim saat Upacara Hardiknas 2023 adalah salah satu contoh bagaimana SD Islam Bintang Juara selalu meniatkan semua aktivitas sehari-hari sebagai bentuk silaturahim.

Pengertian Silaturahim

Silaturahim berasal dari kata صلة yang artinya hubungan atau menghubungkan. Adapun kata الرحيم atau الرحم jamaknya االرحام berarti rahim atau peranakan perempua. Bisa juga diartikan sebagai kerabat. Asal kata dari rahim yaitu ar-rahmah, yang bermakna kasih sayang.

Penyebutan rahim dalam silaturahim karena hubungan kerabat terdekat biasanya terjalin karena adanya hubungan rahim. Dengan adanya hubungan rahim tersebut, orang-orang bisa saling berkasih sayang.

Namun dalam perkembangannya, silaturahim memiliki makna menjalin hubungan dengan keluarga, baik itu kerabat dekat ataupun kerabat jauh, juga menjalin hubungan dengan sesama demi terciptanya kebaikan semua umat.

Bentuk-bentuk Silaturahim dalam Islam

Sejauh ini seperti apakah Ayah Bunda mengenalkan silaturahim kepada kakak shalih-shalihah?

Dikutip dari sebuah jurnal studi hadis mengenai keutamaan silaturahim, silaturahim memiliki berbagai bentuk dan tingkatan, antara lain;

1. Silaturahim dengan Kerabat yang Memiliki Hubungan Darah

silaturahim kepada kerabat terdekat

Bisa dikatakan ini adalah bentuk silaturahim dalam tingkatan tertinggi. Yaitu menjalin hubungan dengan kakek nenek, orang tua, anak, kakak adik kandung, sepupu, om tante dan keponakan. Bukan hanya menjalin hubungan, Allah SWT juga meminta kita agar senantiasa berbuat baik kepada para kerabat.

2. Silaturahim dengan Sesama Kaum Muslimin Seiman

silaturahim kepada sesama muslimin

Bentuk silaturahim pada tingkatan berikutnya yaitu menjalin hubungan baik dengan sesama saudara seiman. Dalam menjalin hubungan tersebut, kita tidak boleh melihat golongan, organisasi, tempat mengajinya sama atau berbeda, dan sebagaimana.

Perbedaan pendapat dan pandangan bisa saja terjadi dengan saudara seiman sehingga kadangkala membuat tali silaturahim terputus. Oleh karenanya dibutuhkan kepala dingin dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, juga saling menghormati antara satu sama lain.

Selama sama-sama masih berpegang pada Allah SWT, Rasulullah SAW dan Al Quran, artinya kita masih dalam koridor yang sama. Anggap saja perbedaan pandangan terhadap suatu masalah sebagai bumbu dalam bersaudara.

3. Silaturahim dengan Sesama Manusia

silaturahim kepada sesama manusia

Selain dengan saudara seiman, Allah SWT juga memerintahkan manusia untuk slaing mengenal satu sama lain. DI mata Allah SWT,  semua manusia itu sama, hanya kualitas iman dan taqwanya yang membedakan derajatnya.

Oleh karenanya mari ajarkan pada kakak shalih-shalihah untuk tetap berbuat baik kepada tetangga, ataupun kenalan walaupun mereka berbeda agama dan keyakinan. Kita masih tetap bisa bermuamalah dan saling memberikan pertolongan.

Beberapa cara menjalin hubungan dengan sesama manusia, tanpa mengenal perbedaan suku, agama dan ras sebagai berikut:

bentuk silaturahim memuliakan tamu

  • Memuliakan Tamu – Mau siapapun tamu yang datang, kita wajib melayani dengan baik; menyambut dengan senyum, bertutur kata yang baik, dan memberikan jamuan sesuai kemampuan.
  • Menjaga Hubungan Baik dengan Tetangga – Tetangga adalah saudara terdekat. Bahkan seringkali jauh lebih dekat dibandingkan dengan saudara sedarah. Kita bisa saling berbagi suka duka bersama tetangga. Oleh karenanya jika ada orang yang berhak mendapat kebaikan dari kita, maka tetangga termasuk dalam barisan tersebut.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjalin hubungan baik dengan tetangga:

  • Apabila tetangga mendapat keberuntungan atau sedang bersuka cita, maka ikutlah bergembira.
  • Apabila tetangga sedang berduka cita atau kehilangan orang terdekat, segeralah bertakziah.
  • Apabila tetangga meminta pertolongan, berikan pertolongan.
  • Apabila kita memasak, usahakan agar bau masakan tersebut tidak mengganggu tetangga. Kecuali, kita juga mengantarkan apa yang kita masak kepada tetangga.
  • Apabila kita membangun rumah, memintalah izin kepada tetangga dan jangan sampai tinggi bangunan rumah mengganggu jalan udara ke rumah tetangga.

Adab Bersilaturahim

Dalam bersilaturahim terdapat beberapa adab yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Niat yang Baik dan Ikhlas – Silaturahim harus diniatkan untuk Allah SWT semata. Bukan untuk tujuan riya’ ataupun agar mendapat pujian dari sesama manusia.
  • Mengharap Pahala – Melakukan silaturahim harus berdasarkan ketaatan terhadap perintah Allah SWT. Oleh karenanya, melaksanakan hal tersebut haruslah hanya berharap pahala dari Allah SWT.
  • Memulai Silaturahim dari Kerabat Terdekat – Seperti telah disebutkan dalam bentuk-bentuk silaturahim, tingkatan tertinggi dalam silaturahim adalah menjalin hubungan dengan kerabat terdekat. Jangan sampai Ayah Bunda menjalin hubungan baik dengan orang selain kerabat, tetapi justru renggang dengan kerabat terdekat.

adab silaturahim

  • Silaturahim Bukan untuk Mengharapkan Balasan – Menyambung silaturahim harus dilakukan kepada siapa saja, bukan hanya kepada orang-orang yang mau menyambung silaturahim dengan diri kita.
  • Sabar – Saat menjalin silaturahim, mungkin Ayah Bunda akan bertemu dengan gesekan-gesekan yang tidak sesuai dengan hati. Namun Rasulullah SAW meminta kita untuk bersabar dalam menyambung jalinan persaudaraan. Apabila kita mampu menghadapi perbuatan buruk dengan kebaikan, insya Allah perlahan-lahan kebaikan tersebut akan membawa kebaikan-kebaikan yang lain.

Manfaat Silaturahim

Masya Allah betapa silaturahim tidak dianggap sepele dalam Islam ya, Ayah Bunda. Bahkan Allah SWT melalui Rasulullah SAW telah memberikan berbagai tuntunan untuk menjalin silaturahim dengan tepat.

keutamaan silaturahim

Hal itu dikarenakan silaturahim memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Menurut  Abu Laits Samarqandi, manfaat silaturahim antara lain:

  • Mendapatkan ridha dari Allah SWT.
  • Membahagiakan orang yang kita kunjungi.
  • Menyenangkan malaikat, malaikat juga menyukai dan saling bersilaturahim.
  • Disenangi oleh sesama manusia dan dikenang sebagai ahli silaturahim sehingga banyak yang mendoakan.
  • Menambah rezeki dan keberkahan umur.
  • Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama dan meningkatkan rasa kebersamaan, serta kekeluargaan.
  • Mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.
  • Menambah pahala.

Dengan hadir ke sekolah setiap hari, insya Allah kakak shalih-shalihah telah melaksanakan salah satu bentuk silaturahim kepada guru dan teman lo, Ayah Bunda. Masya Allah apabila bersekolah diniatkan untuk silaturahim, keberkahan dan kebaikannya insya Allah semakin berlipat.

Ayah Bunda, semoga informasi mengenai indahnya silaturahim dalam Islam ini bisa memberikan manfaat. Yuk dampingi kakak shalih-shalihah untuk bersilaturahim dengan kerabat, tetangga dan para sahabat.***

Referensi:

  • Jurnal ‘Wawasan Hadis tentang Silaturahmi’ – https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tahdis/article/view/7222
  • https://muslimah.or.id/9689-silaturahmi-bertabur-pahala.html
  • https://almanhaj.or.id/9551-keutamaan-silaturahim.html
  • https://muslim.or.id/75301-fikih-silaturahmi-bag-3-keutamaan-menyambung-dan-bahaya-memutus-silaturahmi.html
  • https://rumaysho.com/1894-keutamaan-silaturahmi.html
  • https://www.dompetdhuafa.org/silaturahmi-dalam-islam/
Ayah Bunda, Ini 7 Manfaat Upacara Bendera bagi Karakter Siswa

Ayah Bunda, Ini 7 Manfaat Upacara Bendera bagi Karakter Siswa

Ayah Bunda, adakah yang waktu duduk di bangku sekolah sering berperan sebagai petugas upacara bendera? Masya Allah, ternyata banyak yang mengangkat tangan.

Kalau boleh tahu, biasanya Ayah Bunda bertugas menjadi apa? Pemimpin upacara, pengibar bendera, protokol, pembaca UUD 1945 atau tugas lainnya nih? Wah, dengan pengalaman tersebut Ayah Bunda bisa memotivasi kakak shalih-shalihah agar lebih bersemangat saat mengikuti upacara bendera.

Tak sedikit para siswa, bahkan orang tua, menganggap upacara bendera hanya kegiatan yang melelahkan. Padahal manfaat upacara bendera sangat baik untuk mendukung perkembangan karakter kakak shalih-shalihah lo, Ayah Bunda.

Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah, aktivitas yang biasanya rutin dilakukan pada hari Senin dan hari-hari peringatan khusus ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan, terutamanya dalam pembangunan karakter siswa. Adapun nilai-nilai yang bisa ditanamkan melalui kegiatan upacara bendera antara lain;

  • Sikap disiplin
  • Rasa percaya diri
  • Tanggung jawab
  • Cinta tanah air.

7 Manfaat Upacara Bendera bagi Kakak Shalih-shalihah

Nah, apabila Ayah Bunda membutuhkan dorongan untuk memotivasi kakak shalih-shalihah menjalankan upacara bendera dengan semangat, yuk kenali 7 manfaatnya berikut ini:

upacara bendera di sekolah

1. Mempertebal Semangat Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

Salah satu poin penting dalam pelaksanaan upacara bendera yaitu untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kakak shalih-shalihah. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang harus melekat selama negara ini masih berdiri.

Oleh karena itu, upacara bendera menjadi salah satu kegiatan penting untuk membentuk karakter bangsa. Dalam upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar berbagai hal tentang kebangsaan, di antaranya;

  • Bendera Indonesia
  • Lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional
  • Pancasila dan UUD 1945

Di beberapa sekolah yang memilih tidak mengadakan upacara bendera, sebagian besar muridnya tidak mengenal hal-hal tersebut. Padahal dalam beberapa literatur disebutkan bahwa cinta negara adalah sebagian dari iman.

Khalifah Umar bin Khatab sebagaimana dikutip Syekh Ismail Haki dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan juz 6 hal. 442 menyatakan:

Sayyidina Umar berkata: “Seandainya tidak ada cinta tanah air, hancurlah negara yang terpuruk. Dengan cinta tanah air, negara akan berjaya.”

Namun bagaimanakah kakak shalih-shalihah bisa mencintai tanah air, apabila mereka tidak  pernah mengetahui hal-hal sederhana terkait bangsanya? Oleh karena itu, upacara bendera adalah salah satu pijakan awal agar kakak shalih-shalihah mengenal bangsanya dengan baik.

Tentu saja kemudian harus diberikan pijakan-pijakan lanjutan lewat pelajaran Sejarah Bangsa, atau Pendidikan Kewarganegaraan. Diharapkan dengan kakak shalih-shalihah mengenal hal-hal dasar terkait negaranya, akan tumbuh rasa ingin tahu tentang sejarah bangsa dan bagaimana berperan untuk tanah airnya.

2. Membiasakan Bersikap Tertib dan Disiplin

Melalui upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar untuk menaati aturan. Upacara bendera memiliki ketentuan-ketentuan khusus yang harus dipatuhi. Kapan harus bersikap siap, hormat dan istirahat.

Upacara bendera juga melatih kakak shalih-shalihah untuk lebih disiplin terkait waktu, pakaian dan atribut yang harus dikenakan. Kakak shalih-shalihah belajar untuk menaati arahan yang diberikan terkait kapan berlangsungnya upacara, pakaian apa yang harus dikenakan, sepatu warna apa yang harus dipakai dan atribut apa saja yang harus digunakan.

Kakak shalih-shalihah juga belajar untuk berbaris secara tertib. Terlihat sederhana, tetapi apabila kakak shalih-shalihah sudah terbiasa tertib sejak dini, mereka akan mudah mengerjakan tugas-tugas yang didapatkan di kemudian hari dengan tertib.

3. Menumbuhkan Kerapian

Selain terkait ketertiban, kakak shalih-shalihah juga belajar terkait kerapian. Bagaimana mengenakan pakaian yang rapi, juga berbaris yang rapi.

Apabila kakak shalih-shalihah telah terbiasa berpakaian rapi, mereka akan merasa tidak nyaman melihat ketidakrapian di sekitar. Sehingga nantinya kakak shalih-shalihah bisa menjadi agent of change dalam hal kerapian. Begitu juga ketika sudah terbiasa berbaris rapi, diharapkan kakak shalih-shalihah akan terbiasa antre dengan rapi.

apa manfaat upacara bendera

4. Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Sejatinya semua orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada saat upacara bendera, bukan berarti kakak shalih-shalihah harus menjadi pemimpin pleton atau pemimpin upacara.

Justru PR terberat adalah bagaimana kakak shalih-shalihah saat menjadi peserta upacara mampu memimpin dirinya sendiri dengan bersikap tertib sepanjang kegiatan. Contoh sederhana, dengan tidak mengobrol dengan teman sebelahnya, dan mengikuti upacara dengan tenang hingga tuntas.

5. Membiasakan Kekompakan dan Kerjasama

Dalam kegiatan upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar berbaris dan mengikuti perintah yang diberikan oleh pemimpin upacara. Apabila ada satu peserta yang tidak bergerak sesuai dengan perintah, maka akan menimbulkan kekacauan dalam barisan.

Oleh karenanya dalam hal ini dibutuhkan kekompakan dan kerjasama yang baik antar peserta dan petugas upacara. Dengan konsisten melakukan upacara setiap pekan, kakak shalih-shalihah insya Allah bisa menjalin kerjasama yang baik dengan teman-temannya untuk menunjukkan kekompakan.

6.  Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab

Manfaat upacara bendera berikutnya yaitu menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri kakak shalih-shalihah. Rasa tanggung jawab yang bisa dipupuk lewat upacara bendera antara lain;

  • Bertanggungjawab atas pakaian dan atribut yang dikenakan.
  • Bertanggungjawab atas ketenangan diri dalam mengikuti kegiatan.
  • Bertanggungjawab atas peran yang didapat, baik itu sebagai petugas ataupun peserta upacara.

7. Menumbuhkan Sifat Tenggang Rasa dan Tepa Selira

Upacara bendera ternyata juga mampu menumbuhkan sifat tenggang rasa dan tepa selira di antara kakak shalih-shalihah. Sederhananya, kakak shalih-shalihah berlatih untuk tenang saat ada pembina upacara yang sedang menyampaikan isi amanat. Pada momen tersebut, kakak shalih-shalihah belajar menghormati orang yang sedang berbicara.

Kakak shalih-shalihah juga belajar memahami kondisi di sekitarnya. Misal, ada teman yang terlihat kurang sehat, kakak shalih-shalihah bisa membantu temannya ke UKS. Atau ada teman yang kurang tertib, kakak shalih-shalihah bisa saling mengingatkan bagaimana seharusnya bersikap saat upacara sedang berlangsung.

Nah, sudah tahu kan manfaat upacara bendera untuk kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda? Semoga bisa membantu Ayah Bunda dalam memberikan pijakan dan motivasi agar kakak shalih-shalihah senantiasa bersemangat mengikuti upacara bendera.

Pastikan Ayah Bunda juga berkunjung ke momen Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Mei 2023 lalu. Banyak cerita seru lo.

Apabila informasi mengenai manfaat upacara bendera ini membawa kebaikan, semoga Ayah Bunda berkenan untuk membagikan artikel ini kepada sahabat dan kerabat. Terima kasih dan sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya.***

Referensi:

  • https://siedoo.com/berita-8907-manfaat-mengikuti-upacara-bendera-bagi-siswa/
  • https://www.merdeka.com/jateng/6-tujuan-upacara-bendera-beserta-manfaatnya-yang-perlu-diketahui-kln.html
  • https://www.kompas.com/edu/read/2022/11/06/185700471/4-manfaat-ikut-upacara-bendera-bagi-siswa?page=all#:~:text=Manfaat%20upacara%20bagi%20karakter%20siswa,aba%2Daba%20dari%20petugas%20upacara.&text=Upacara%20menjadi%20salah%20satu%20cara,berjuang%20demi%20membela%20negara%20Indonesia.
  • https://tebo.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-2905960363/beberapa-manfaat-upacara-bendera-di-sekolah-bagi-siswa#:~:text=Menurut%20Permendikbud%20Nomor%2022%20Tahun,percaya%20diri%2C%20dan%20tanggung%20jawab.
  • https://jabar.kemenag.go.id/portal/read/mimbar-dakwah-sesi-34-mencintai-tanah-air-bagian-dari-iman-#:~:text=Islam%20telah%20mengajarkan%20kepada%20kita,Indonesia%20adalah%20bagian%20dari%20iman.
Hangatnya Momen Silaturahim pada Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Hangatnya Momen Silaturahim pada Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Ahlan wa sahlan, kakak shalih-shalihah. Alhamdulillah setelah kurang lebih dua pekan menikmati indahnya berkumpul dengan keluarga di hari lebaran, kini saatnya kembali berkegiatan di SD Islam Bintang Juara.

Qodarullah hari pertama kakak shalih-shalihah memulai kegiatan di SD Islam Bintang Juara, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023. Oleh karenanya, kegiatan pagi ini diawali dengan upacara bendera.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional dan Semaraknya Hardiknas 2023

“Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” – Ki Hajar Dewantara

Ayah Bunda, sudahkah mengenalkan sosok Ki Hajar Dewantara kepada kakak shalih-shalihah? Ki Hajar Dewantara terlahir dengan nama  R.M. Suwardi Suryadingrat. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta.

ki hajar dewantara bapak pendidikan nasional

Ki Hajar Dewantara memiliki pemikiran luar biasa dalam bidang pendidikan. Bahkan hingga kini, pemikiran-pemikiran beliau masih sangat relevan untuk dijalankan.

Beberapa warisan pemikiran yang ditinggalkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu semboyan berikut ini;

semboyan ki hajar dewantara

  • Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya ketika berada di depan, orang tua atau guru harus memberi contoh atau suri teladan bagi kakak shalih-shalihah yang berada di tengah dan belakang.
  • Ing Madya Mangun Karsa, artinya ketika orang tua atau guru berada di tengah harus bisa memberikan semangat untuk kemajuan kakak shalih-shalihah.
  • Tut Wuri Handayani, artinya ketika orang tua berada di belakang harus mampu memberikan dorongan.

Selain ketiga semboyan yang sudah sangat terkenal di atas, Ki Hajar Dewantara juga memiliki tiga warisan lainnya.

warisan pemikiran ki hajar dewantara

1. Tetep, Antep dan Mantep

Tetep artinya mengasah berpikir kritis dan memiliki komitmen dengan prinsipnya. Antep yaitu menumbuhkan kepercayaan diri dan keuletan untuk maju. Sementara mantep memiliki arti mendorong untuk terus berkembang dan memiliki visi yang kuat.

2. Ngandel, Kendel dan Bandel

Ngandel yaitu membentuk seseorang yang teguh pendirian. Kendel artinya meningkatkan keberanian. Bandel dalam bahasa Jawa bukan hal yang bermakna negatif, melainkan bagaimana membangun ketangguhan dan semangat pantang menyerah.

3. Neng, Ning, Nang, Nung

Neng, maksudnya menciptakan perasaan senang dan tentram. Sementara Ning artinya dapat membedakan mana yang baik dan salah. Nang memiliki arti agar mampu mengendalikan diri dan menjadi pemenang. Nung maksudnya menumbuhkan pribadi yang kokoh dalam menggapai cita-cita.

Selain warisan pemikiran tersebut, Ki Hajar Dewantara semasa hidup telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk pendidikan Indonesia. Demi bisa menyelenggarakan pendidikan yang adil untuk seluruh rakyat Indonesia, Ki Hajar Dewantara mendirikan Tamansiswa (Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa).

Atas dedikasi beliau yang luar biasa, melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Sementara itu hari kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Pada tahun ini, berdasarkan Surat Nomor 12811/MPK.A/TU.02.03/2023 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, peringatan Hari Pendidikan Nasional mengangkat tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar“. Tema tersebut selaras dengan salah satu kalimat inspiratif lainnya dari Ki Hajar Dewantara;

“Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk kehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).”

Seiring dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2023, bulan Mei 2023 juga dicanangkan sebagai bulan Merdeka Belajar. Oleh karenanya, di Oleh karenanya, di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini, mari Ayah Bunda kita selaraskan jejak-jejak langkah untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi kakak shalih-shalihah, demi terwujudnya merdeka belajar baik di rumah maupun di sekolah.

Hari Pendidikan Nasional 2023 juga memiliki logo khusus yang terbentuk dari tiga elemen;  Bintang, Keceriaan dan Pena. Adapun makna dari logo tersebut yaitu;

logo hardiknas 2023

  • Bintang, menggambarkan semangat Hardiknas yang selaras dengan visi dan misi pemerintah untuk melahirkan generasi Indonesia yang cerdas berkarakter. Dengan garis luwes menggambarkan semangat adaptif dan tangguh menghadapi perubahan zaman yang sangat dinamis.
  • Keceriaan, menggambarkan suasana pendidikan Indonesia yang menggembirakan, penuh dengan antusiasme, dan gotong royong serta partisipasi publik.
  • Pena, menggambarkan proses pendidikan sebagai sebuah proses penciptaan mahakarya yang memerlukan perpaduan holistik antara kemampuan intelektual, emosional, dan spritual dalam pelaksanaan.

Masya Allah di balik makna logo tersebut, filosofi pendidikan tersebut sudah dijalankan di SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang yang juga telah menerapkan Kurikulum Merdeka.

Istimewanya Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan istimewa karena berbarengan dengan hari pertama masuk sekolah. Pada momen ini, seluruh petugas upacara adalah bapak dan ibu guru.

Selaku pembina upacara, Pak Ali Munthohar menyampaikan pesan yang unik dirangkai dalam bentuk puisi. Apabila huruf depan di setiap baitnya disatukan akan membentuk tulisan yang berbunyi SD Islam Bintang Juara.

amanat pembina upacara hardiknas sd islam bintang juara

Masya Allah kreatif bukan para guru di SD Islam Bintang Juara? Insya Allah kakak shalih-shalihah pun akan tumbuh kreativitasnya apabila didampingi oleh para guru tangguh yang kreatif.

Proses pendidikan dan pengajaran di SD Islam Bintang Juara insya Allah telah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi pada pidato Hardiknas 2023;

Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat. Anak-anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri.

SD Islam Bintang Juara tak hanya telah menerapkan kurikulum merdeka dengan cara holistik integratif, tetapi juga telah menerapkan digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka.

Selain membacakan puisi, Pak Ali juga menyampaikan tantangan yang harus dilaksanakan oleh kakak shalih-shalihah dalam rangka menyemarakkan Hardiknas 2023. Apakah tantangan tersebut?

Tantangan Menulis untuk Kakak Shalih-shalihah

Dikarenakan suasana lebaran masih sangat kental terasa, seluruh kakak shalih-shalihah diminta untuk menceritakan pengalaman mereka di hari raya. Bukan sekadar menceritakan pengalaman, tantangannya yaitu menuliskan pendidikan apa yang kakak shalih-shalihah dapatkan selama momen lebaran.

Pada saat amanat pembina upacara, Pak Ali sempat memantik ide kakak shalih-shalihah untuk menyebutkan beberapa pendidikan yang didapat selama momen lebaran, antara lain;

  • Belajar bahasa baru pada saat mudik ke provinsi tetangga
  • Belajar menghormati yang lebih tua
  • Praktik belajar matematika saat menghitung uang balal/ angpau/ THR dari kerabat
  • Belajar memaafkan dan mengikhlaskan

Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya sepanjang momen lebaran yang ternyata mampu menancap di hati kakak shalih-shalihah. Jadi nggak sabar nih membaca hasil karya kakak shalih-shalihah. Insya Allah hasil karya kakak shalih-shalihah akan dibukukan, mohon dukungannya ya Ayah Bunda.

suasana upacara hardiknas 2023 di sd islam bintang juara

Usai upacara, kakak shalih-shalihah berdoa bersama agar kakak kelas 6 bisa melaksanakan Ujian Sekolah dengan lancar. Dilanjutkan dengan bersalam-salaman saling memberikan maaf. Dimulai dari kakak shalih-shalihah kelas 6 bersalaman kepada bapak ibu guru, disusul dengan kakak kelas 5 hingga kelas 1.

Untuk menutup rangkaian acara pagi dalam peringatan Hardiknas 2023, Bu Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara memberikan sebuah wejangan;

Salah satu bentuk tulus dalam meminta maaf adalah mendengarkan orang yang sedang berbicara.

Wejangan tersebut menjadi pengingat agar kakak shalih-shalihah makin terjaga adabnya hingga kelak bisa menjadi Pemimpin Muslim yang tetep, atep dan mantep sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara. Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023. Mari bersama-sama menjadi guru terbaik untuk kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.***

 

Referensi:

  • https://news.detik.com/berita/d-6698077/hari-pendidikan-nasional-2023-tema-logo-dan-pedoman-upacara-2-mei.
  • https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6698265/sejarah-hari-pendidikan-nasional-yang-diperingati-setiap-tanggal-2-mei.
Calon Pemimpin Muslim Wajib Teladani 5 Karakter Ibu Kartini

Calon Pemimpin Muslim Wajib Teladani 5 Karakter Ibu Kartini

Ibu kita Kartini, putri sejati, putri Indonesia, harum namanya

Ibu kita Kartini, pendekar bangsa, pendekar kaumnya untuk merdeka

Wahai Ibu kita Kartini, putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia

Tentunya lirik lagu ‘Ibu Kita Kartini’ gubahan WR. Supratman sudah  tidak asing lagi di telinga Ayah Bunda, bukan? Lagu yang sedari kecil kerap  disenandungkan, khususnya di bulan April seperti ini. Sudahkah Ayah Bunda mengajarkannya kepada kakak shalih-shalihah?

Ibu Kartini memang Pahlawan Wanita, tetapi bukan hanya kakak shalihah yang wajib tahu mengenai perannya di dunia pendidikan. Kakak shalih pun perlu tahu bahwa ada sosok perempuan yang memiliki keberanian dalam mendobrak ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan di bidang pendidikan.

Ada banyak karakter positif yang dimiliki oleh Raden Ajeng Kartini. Kakak shalih-shalihah perlu tahu karakter-karakter tersebut, Ayah Bunda, agar bisa menginspirasi langkah-langkah kecil mereka ke depannya.

Namun sebelumnya, yuk ceritakan kisah Ibu Kartini kepada kakak shalih-shalihah.

Sejarah singkat Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini (R.A. Kartini) lahir pada tanggal 21 April 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Beliau adalah putri dari salah seorang bangsawan bernama Raden Mas (R.M.) Sosroningrat yang menikah dengan wanita desa, Mas Ajeng Ngasirah. R.A. Kartini memiliki tujuh orang saudara.

Pada tahun 1885, Kartini bersekolah di Europesche Lagere School (ELS) atau setara dengan Sekolah Dasar (SD). Saat itu hanya bangsawan yang bisa mengenyam pendidikan.

Sayangnya R.A. Kartini tidak bisa meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, karena sang ayah menentangnya.  Ibu Kartini harus menjalani kehidupan putri bangsawan sejati dengan mengikuti adat istiadat yang berlaku.

Mulai timbul kemauan dalam diri R.A. Kartini agar perempuan juga bisa merasakan pendidikan yang setara dengan laki-laki. Ibu Kartini mulai mengumpulkan para perempuan di sekitarnya untuk diajari menulis dan ilmu pengetahuan.

biodata singkat RA Kartini

R. A. Kartini juga sempat meminta beasiswa dari Pemerintah Belanda.  Belum sempat beasiswa tersebut diambilnya, Ibu Kartini kemudian menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat dan pindah ke Rembang.

Sang suami mendukung keinginan Ibu Kartini untuk membuka sekolah wanita. Sayangnya belum lama cita-cita itu terwujud, R.A. Kartini meninggal dunia pada usia 25 tahun setelah melahirkan putranya yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat.

Namun cita-cita Ibu Kartini tidak terhenti. Dibentuklah Yayasan Kartini yang kemudian mendirikan Sekolah Kartini sejak 1912. Sekolah ini tersebar di beberapa kota; Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Madiun dan Cirebon.

Pada  tanggal 2 Mei 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964. Kepres tersebut untuk menetapkan R.A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Sejak saat itu pula, tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini.

5 Karakter Ibu Kartini Penuh Inspirasi

Dalam kesempatan ini, yuk sama-sama belajar lima karakter positif yang ada dalam diri seorang R.A. Kartini.

1. Senang Belajar

Perempuan yang pikirannya telah dicerdaskan, pemandangannya telah diperluas, tak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.

Walaupun dalam quote di atas hanya disebutkan kata ‘Perempuan,’ bukan berarti kakak shalih tidak bisa meneladaninya ya. Baik laki-laki maupun perempuan wajib memiliki semangat belajar yang tinggi.

Sebagaimana disebutkan dalam quote Ibu Kartini tersebut, semangat belajar yang tinggi akan menghadirkan pikiran yang cerdas dan wawasan luas. Pikiran dan wawasan tersebutlah yang nantinya diperlukan oleh kakak shalih-shalihah untuk tumbuh menjadi para pemimpin muslim pada zamannya.

2. Suka Membagikan Idenya Melalui Tulisan

Siapa yang tak mengenal buku fenomenal yang merupakan kumpulan surat RA Kartini kepada Mr.J.H. Abendanon, sahabatnya di Belanda?

Ya, Habis Gelap Terbitlah Terang. Atau yang dalam bahasa Belanda disebut dengan “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT.”

Buku tersebutlah yang kemudian menjadi awal mula dibukanya kesempatan belajar bagi perempuan. Buku ini pula yang kemudian menjadi pembeda antara Ibu Kartini dengan pahlawan perempuan lainnya, hingga namanya jauh lebih harum dan dikenal.

Pahlawan wanita memang tidak hanya R.A. Kartini,  tetapi hanya Ibu Kartini yang meninggalkan karya dalam bentuk tertulis. Oleh karenanya, perjuangannya menjadi lebih abadi.

Maka, Ayah Bunda, ajarkanlah kakak shalih-shalihah untuk mengikat ilmu dengan menulis. Karena ilmu yang tidak diikat dalam bentuk tulisan akan lebih mudah tercecer dan terlupakan.

Tentu saja agar piawai menulis, kakak shalih-shalihah juga harus dibiasakan untuk rajin membaca. Karena menulis tanpa membaca bagaikan pensil tumpul yang tak pernah diasah.

3. Patuh pada Orang Tua

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

Ayah Bunda, R.A. Kartini adalah sosok perempuan muda dengan kemauan keras dan keingintahuan yang besar. Apakah kakak shalih-shalihah juga memiliki karakter tersebut di dalam dirinya?

Wah, berarti kakak shalih-shalihah perlu tahu kisah Ibu Kartini, Ayah Bunda. Sekuat apapun R.A. Kartini memegang teguh impian dan cita-citanya, beliau tidak pernah melawan kehendak orang tua. Karakter ini tentu saja sangat penting untuk diteladani oleh kakak shalih-shalihah.

meneladani Ibu Kartini

4. Berjiwa Sosial

Karakter istimewa lainnya dari seorang R.A. Kartini yaitu jiwa sosialnya yang sangat tinggi. Walaupun beliau berdarah biru, Ibu Kartini tidak pernah melihat status seseorang.

R.A. Kartini juga merupakan sosok dengan empati yang tinggi. Hingga kemudian beliau berpikir untuk membuka sekolah khusus untuk perempuan yang tinggal di sekitarnya.

5. Memiliki Keberanian dan Daya Juang

Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau.’ Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘Aku tiada dapat’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mau’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

Ayah Bunda, pernahkah mendengar kakak shalih-shalihah berkata “Aku tidak bisa” ketika diminta melakukan sesuatu? Gemes bukan saat mendengarnya?

Yuk, ceritakan semboyan Ibu Kartini yang satu ini kepada kakak shalih-shalihah tentang kekuatan kata “Aku Mau.” Kemauan adalah kunci dalam mempelajari sesuatu.

Apabila sudah ada kemauan, insya Allah akan selalu ada jalan. Oleh karenanya, pastikan untuk melatih jiwa keberanian dan daya juang kakak shalih-shalihah dalam segala situasi.

Salah satunya dengan mengikutkan kakak shalih-shalihah beragam aktivitas. Juga dengan memberikan mereka tanggung jawab untuk mengerjakan chores (pekerjaan rumah tangga) ataupun mini project di dalam keluarga.

Ayah Bunda, karakter Ibu Kartini memang sangat inspiratif. Pastikan kakak shalih-shalihah untuk meneladani karakter-karakter tersebut sebagai modal perjalanan hidup mereka di masa depan.

Selain lima karakter di atas, adakah karakter Ibu Kartini lainnya yang bisa Ayah Bunda sebutkan? Yuk, bagikan di kolom komentar.***

Ayah Bunda, Inilah 5 Keutamaan Iktikaf pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Ayah Bunda, Inilah 5 Keutamaan Iktikaf pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Masya Allah tak terasa telah mendekati penghujung ramadhan ya, Ayah Bunda. Berbondong-bondong orang mulai memenuhi masjid untuk melakukan iktikaf. Ayah Bunda tahukah keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ramadhan?

Apabila Ayah Bunda telah mengetahuinya, tentu tidak heran bukan kenapa pada akhir ramadhan banyak yang melakukan iktikaf. Sebagai informasi, iktikaf atau biasa disebut i’tikaf berasal dari bahasa Arab yang artinya berdiam diri pada sesuatu.

Sementara arti yang sekarang berkembang yaitu ibadah sunnah yang dilakukan dengan cara menetap di masjid sementara waktu. Selama di masjid, Ayah Bunda bisa melakukan beragam aktivitas ibadah yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, seperti berdzikir, mendirikan shalat sunnah ataupun membaca Al Quran.

Sebagai informasi, orang yang melakukan iktikaf disebut dengan mu’takif atau ‘aakif. Apakah Ayah Bunda sudah melakukan iktikaf?

Apabila Ayah Bunda belum memulai beriktikaf, yuk baca terlebih dahulu informasi mengenai iktikaf yang insya Allah bisa menambah semangat untuk menjalankan ibadah sunnah ini.

Siapa Saja yang Boleh Iktikaf?

Sebagian besar mu’takif adalah laki-laki, tetapi tidak ada larangan bagi perempuan yang ingin beriktikaf lo, Ayah Bunda. Sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW berikut ini;

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih.” (HR. Bukhari dan Muslim).

siapa saja yang boleh beriktikaf

Dari hadits tersebut bisa disimpulkan bahwasanya perempuan diperbolehkan beriktikaf. Namun para ulama memiliki kesamaan pendapat terkait syarat yang harus dipenuhi perempuan agar bisa beriktikaf.

Pertama, apabila perempuan sudah menikah, maka ia harus mendapat izin dari suaminya. Kedua, seorang perempuan boleh datang beriktikaf asalkan tidak menimbulkan fitnah.

Waktu untuk Iktikaf

Iktikaf merupakan ibadah sunnah yang lebih banyak dilakukan pada bulan ramadhan. Padahal sebenarnya iktikaf bisa dilakukan di luar bulan Ramadhan lo, Ayah Bunda.

Selain itu iktikaf juga boleh dilakukan tanpa berpuasa terlebih dahulu. Hanya saja memang karena keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ramadhan yang sangat luar biasa, tak heran jika ibadah ini lebih populer di bulan Ramadhan.

Berikut ini hadits Rasulullah SAW yang menjadi landasan untuk banyak beriktikaf di sepuluh hari terakhir ramadhan:

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah beri’tikaf di sepuluh hari pertengahan ramadhan, lalu I’tikaf pada tahun tersebut sampai pada malam keduapuluh satu, yaitu malam beliau keluar I’tikaf. Pada pagi harinya, beliau berkata barang siapa yang beri’tikaf bersamaku maka hendaklah beri’tikaf di sepuluh terakhir.” (Bukhori 1887)

Sedangkan untuk lama iktikafnya, beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat. Ada yang berkata minimal sehari semalam, ada pula yang berkata bahwa waktu untuk melakukan iktikaf minimal semalam sama.

Namun sebagian ulama lainnya juga berpendapat bahwa selama memasuki masjid dan berniat iktikaf, Ayah Bunda sudah bisa mendapat pahala beriktikaf, walau hanya beberapa jam.

waktu iktikaf

Syarat untuk Melakukan Iktikaf

Adapun syarat melakukan iktikaf sebagai berikut;

  • Hanya boleh dilakukan di dalam masjid
  • Dilarang keluar dari masjid kecuali karena hajat atau ada keadaan darurat

Syarat tersebut disampaikan oleh Allah SWT dalam firmanNya pada Quran Surat Al Baqarah: 187;

“Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.”

Tata Cara Melakukan Iktikaf

Apabila Ayah Bunda ingin beriktikaf, silakan untuk melakukan langkah-langkah berikut;

tata cara beriktikaf

1. Membaca Niat

Ada dua niat iktikaf yang bisa dipilih;

  • Nawaitul i’tikaafa fii haadzal masjidi lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Saya niat iktikaf di masjid ini karena Allah SWT,”
  • Nawaitu an a’takifa fii haadzal masjidi maa dumtu fiihi. Artinya: “Saya niat iktikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”

Kalau Ayah Bunda biasa menggunakan niat yang mana?

2. Berdiam Diri dan Melakukan Berbagai Amalan

Sebagaimana arti katanya, saat melakukan iktikaf, Ayah Bunda dipersilakan untuk berdiam diri di dalam masjid. Sembari berdiam diri, Ayah Bunda bisa melakukan berbagai amalan seperti berdzikir, bertafakkur, ataupun membaca Al Quran.

3. Menghindari Perbuatan yang Tidak  Berguna

Ada kalanya saat beriktikaf Ayah Bunda bertemu dengan rekan atau kerabat, kemudian justru  terlibat pembicaraan yang gayeng. Nah, hal seperti ini sebaiknya dihindari, Ayah Bunda.

Karena tujuan iktikaf adalah untuk beribadah, sebaiknya Ayah Bunda menghindari melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya agar ibadah iktikaf bisa lebih sempurna. Walaupun melakukan hal-hal tersebut  tidak membatalkan iktikaf, tetapi bisa mengurangi nilai iktikaf.

Selama iktikaf, Ayah Bunda tetap boleh memejamkan mata. Bagaimanapun tubuh memiliki hak untuk beristirahat. Apabila dirasa tubuh meminta haknya untuk diistirahatkan, Ayah Bunda bisa tidur beberapa saat untuk mengumpulkan tenaga sebelum memulai ibadah lainnya.

5 Keutamaan Iktikaf pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Siapa yang tak ingin masuk dalam barisan umatnya Rasulullah Muhammad SAW bukan? Makanya, ayo beriktikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan, Ayah Bunda.

Berikut ini keutamaan iktikaf yang bisa didapatkan apabila Ayah Bunda melakukannya di sepuluh hari terakhir Ramadhan:

keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ramadhan

1. Berkesempatan untuk Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Disebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana termaktub dalam Quran Surat Al Qadar: 3 – 5;

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Namun kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi, tidak ada yang benar-benar mengetahuinya. Allah SWT merahasiakan waktunya, tetapi memberikan pertanda sebagaimana terdapat pada hadits-hadits berikut;

  • “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
  • “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
  • “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)
  • “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits-hadits tersebut terjelaskan bahwa Lailatul Qadar hadir pada sepuluh hari terakhir ramadhan. Walaupun waktu tepatnya tidak ada yang benar-benar mengetahui.

Hal ini bukan tanpa sebab, Ayah Bunda. Dirahasiakannya Lailatul Qadar agar terlihat mana orang yang bersungguh-sungguh dan mana yang bermalas-malasan.

Apabila Ayah Bunda benar-benar ingin mendapatkan berkah Lailatul Qadar, tentu akan melakukan banyak amalan dan mendekatkan diri pada Allah SWT dengan penuh kesungguhan. Salah satunya dengan melakukan iktikaf.

Kesempatan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar pada saat iktikaf lebih terbuka lebar karena Ayah Bunda khusyuk beribadah. Pastikan selama iktikaf, Ayah Bunda memperbanyak doa berikut;

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwan fa’fu ‘anni. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku.”

2. Terhindar dari Perbuatan Maksiat

Dengan melakukan iktikaf, Ayah Bunda akan khusyuk beribadah sehingga akan terhindar dari perbuatan yang sia-sia. Dengan berniat iktikaf, Ayah Bunda akan terlupakan dari urusan-urusan duniawi, seperti bergosip, berbelanja keperluan lebaran dengan kalap ataupun acara-acara buka bersama yang seringkali melalaikan.

3. Salat Menjadi Lebih Khusyuk

Apabila di hari-hari sebelumnya, menegakkan shalat hanya sekadar untuk menggugurkan kewajiban. Maka shalat yang didirikan pada saat iktikaf lebih memiliki nilai karena dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

4. Waktu yang Tenang untuk Bermuhasabah

Walaupun tidak ada batasan  untuk melakukan iktikaf di siang hari, tetapi sebagian besar mu’takif beriktikaf di malam hari. Hal itu dikarenakan pada malam hari Ayah Bunda telah terlepas dari segala urusan duniawi, sehingga bisa lebih fokus untuk melakukan amalan-amalan.

Selain berdzikir, mengerjakan shalat sunnah dan membaca Al Quran, Ayah Bunda juga bisa memanfaatkan iktikaf sebagai waktu untuk bermuhasabah. Ayah Bunda bisa melakukan evaluasi apakah selama bulan ramadhan ini telah banyak melakukan perbaikan diri atau justru mengalami kemunduran.

5. Melatih Kesabaran

Pada saat melakukan iktikaf, Ayah Bunda akan berlatih banyak mengenai kesabaran. Hal tersederhana adalah antre untuk berwudhu atau ke kamar kecil.

Selain itu, selama beriktikaf, Ayah Bunda bisa belajar untuk beribadah dengan lebih khusyuk dan tidak tergesa-gesa. Iktikaf akan membuat Ayah Bunda lebih bisa merasakan getaran hati saat melakukan ibadah-ibadah tersebut.

Nah, Ayah Bunda kini telah mengetahui keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan bukan? Yuk, mulai malam ini rapatkan barisan dan mulai penuhi masjid-masjid terdekat untuk beriktikaf. Kakak shalih-shalihah juga sudah bisa diajak beriktikaf lo.

Selamat menjalani ibadah di penghujung ramadhan, Ayah Bunda. Sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya.***

Referensi:

  • https://muslim.or.id/84297-hukum-hukum-berkenaan-dengan-itikaf.html
  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6667708/raih-malam-lailatul-qadar-apakah-harus-itikaf-di-masjid
  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6671546/niat-tata-cara-waktu-iktikaf-dan-doa-malam-lailatul-qadar
  • https://muslim.or.id/356-lailatul-qadar-dan-itikaf.html
  • https://www.idntimes.com/life/inspiration/intan-deviana-safitri/keutamaan-itikaf-exp-c1c2?page=all