fbpx
Ujian Praktik Olahraga Kelas 6 SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2022-2023

Ujian Praktik Olahraga Kelas 6 SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2022-2023

Setelah melaksanakan asesmen sumatif pada 3 – 15 Mei 2023, kakak shalih-shalihah kelas 6 melanjutkan aktivitasnya dengan ujian praktik. Setelah sebelumnya melakukan ujian praktik Bahasa Jawa dan Pendidikan Agama islam (PAI), pada hari Senin, 22 Mei 2023 diselenggarakan ujian praktik olahraga.

Apa saja ya yang diujikan dalam ujian praktik olahraga? Berdasarkan informasi dari Bapak Syahrial selaku guru Pendidikan Jasmani, ada dua jenis olahraga yang diujikan, yaitu bola voli dan lompat kangkang. Yuk, cari tahu seperti apa ujian praktik olahraga tersebut berlangsung, Ayah Bunda.

Ujian Praktik Olahraga Voli

Sebelum memulai ujian praktiknya, kakak shalih-shalihah kelas enam melakukan pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan penting dilakukan sebelum memulai olahraga inti. Pertama, untuk menyiapkan otot-otot agar tidak kaku. Kedua, mengurangi terjadinya cedera.

Penilaian pertama pada ujian praktik olahraga yaitu penilaian kemampuan dan kecakapan kakak shalih-shalihah dalam olahraga voli. Adakah Ayah Bunda yang suka bermain voli?

Bola voli merupakan olahraga beregu. Dalam satu tim terdapat enam orang pemain. Masing-masing tim dipisahkan oleh jaring. Tim akan mendapat poin ketika berhasil mendaratkan bola di lapangan tim lawan.

Ayah Bunda, olahraga ini sudah diciptakan sejak 1895 lo. Penciptanya bernama William G. Morgan yang merupakan Direktur Pendidikan Jasmani di YMCA di Holyoke, Massachusetts. Pak Morgan menginisiasi lahirnya bola voli setelah bertemu dengan Dr. James Naismith, penemu bola basket.

Melihat bagaimana bola basket dimainkan, Pak Morgan ingin membuat permainan yang hampir mirip tetapi bisa dimainkan oleh orang dengan usia yang lebih tua. Akhirnya ia membuat bola voli yang awalnya bernama “Mintonette”.

Bola voli memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain:

  • Meningkatkan kesehatan kardiovaskular
  • Meningkatkan sistem otot
  • Menurunkan berat badan
  • Mengembangkan keseimbangan, kecepatan, fleksibilitas, dan stamina

Dengan banyaknya manfaat yang dimiliki, tak heran jika banyak orang suka bermain voli. Bahkan dalam perkembangannya, voli kemudian memiliki beberapa jenis, contohnya: voli pantai.

ujian praktik olahraga bola voli

Walaupun berkembang menjadi beragam jenis, bola voli memiliki teknik dasar yang serupa, yaitu:

  • Servis –  Merupakan pukulan awal yang berasal dari luar lapangan untuk memulai rally di dalam pertandingan. Teknik servis dibagi menjadi empat jenis, yaitu servis lompat, bawah, atas dan samping.
  • Passing – Merupakan teknik memberi umpan pada rekan satu tim, atau mengarahkan bola secara langsung ke daerah lapangan lawan. Teknik ini terdiri dari passing atas dan bawah.
  • Smash – Merupakan teknik untuk menyerang lawan. Caranya yaitu dengan memukul bola sekeras mungkin agar bola itu jatuh ke daerah lapangan regu lawan. Jenis-jenis  teknik smash antara lain; Quick Smash, Semi Smash, Push Smash, Ace Smash, dan Pull Smash.
  • Blocking – Merupakan teknik bertahan untuk menghalau serangan smash dari lawan. Tujuannya agar bola tidak melewati net.

Di antara sekian banyak teknik dasar dalam bola voli, pada ujian praktik olahraga kelas 6 SD Islam Bintang Juara, hanya empat teknik yang dinilai oleh Pak Syahrial, yaitu:

  • Servis bawah
  • Servis atas
  • Passing bawah
  • Passing atas

Ujian Praktik Olahraga Lompat Kangkang

Lompat kangkang adalah jenis olahraga kedua yang diujikan dalam ujian praktik kelas 6 SD Islam Bintang Juara. Cara melakukannya yaitu pesenam harus melompati benda dengan cara mengangkang.

Adapun benda yang dilompati biasanya berupa boks senam, akan tetapi jika alat ini tidak dimiliki, Ayah Bunda bisa menggunakan meja kecil seperti yang dilakukan Pak Syahrial dalam ujian praktik olahraga kali ini. Bila ketinggiannya dirasa kurang, Ayah Bunda bisa menambahkan tumpukan buku atau puzzle spon seperti yang dipraktikkan Pak Syahrial.

Meski terlihat mudah, ternyata lompat kangkang ini memiliki tantangan tersendiri lo, Ayah Bunda. Untuk bisa berhasil melakukan lompat kangkang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kakak shalih-shalihah:

Pertama-tama, kakak shalih-shalihah harus berlari cepat ke arah boks senam atau alat yang akan dilompat. Bagian ini dinamakan awalan.

Saat mendekati boks senam, kakak shalih-shalihah harus melakukan tolakan dengan kedua kaki sehingga badan bisa melenting ke depan. Sementara kedua tangan harus bertumpu di atas peti. Kemudian, kakak shalih-shalihah harus merentangkan kedua kaki hingga lurus menyamping.

Bagian terakhir, kakak shalih-shalihah bisa melakukan pendaratan dengan kaki dan lutut yang rileks. Pendaratan yang sempurna terjadi ketika posisi kaki rapat.

Apabila lompat kangkang dilakukan secara rutin ternyata ada banyak manfaat yang bisa didapatkan lo, Ayah Bunda. Berikut ini manfaatnya:

  • Mengencangkan otot
  • Meningkatkan kelenturan tubuh
  • Menjaga keseimbangan tubuh
  • Meningkatkan kebugaran
  • Meningkatkan kekuatan otot
  • Membakar kalori
  • Meningkatkan konsentrasi
  • Memperindah bentuk tubuh

Alhamdulillah Ayah Bunda, ujian praktik olahraga kakak shalih-shalihah kelas 6 SD Islam Bintang Juara berjalan dengan lancar. Nantikan catatan seru Bintang Juara berikutnya, Ayah Bunda. Salam olahraga!***

Referensi:

  • Pengamatan di lokasi ujian praktik – Lapangan Voli SD Islam Bintang Juara
  • dosenpenjas.com/pengertian-bola-voli/
  • dosenpenjas.com/lompat-kangkang/
  • dosenpenjas.com/manfaat-lompat-kangkang/
  • dosenpenjas.com/manfaat-bola-voli/
Visitasi Bermakna Mahasiswa PAI UNWAHAS ke SD Islam Bintang Juara

Visitasi Bermakna Mahasiswa PAI UNWAHAS ke SD Islam Bintang Juara

Pukul 08.00 pagi pada hari Rabu, 17 Mei 2023 bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional, SD Islam Bintang Juara menyambut kedatangan tamu istimewa dari Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS). Sejumlah tiga puluh mahasiswa terjadwal untuk hadir ke Sekolah Penggerak Angkatan II Kecamatan Gunung Pati ini untuk melakukan observasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua setengah jam tersebut, diharapkan menjadi Visitasi Bermakna Mahasiswa PAI UNWAHAS. Seperti apakah rangkaian kegiatan dan pembelajaran penuh makna apa saja yang didapat melalui visitasi ini? Yuk, Ayah Bunda ikuti catatan Bintang Juara hari ini.

Momen Observasi Mahasiswa PAI UNWAHAS ke Kelas-kelas

Para mahasiswa PAI (Pendidikan Agama Islam) UNWAHAS disambut langsung oleh Ibu Nur Shofwatin Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara di Basement Gedung B. Bu Ni’mah memberikan paparan pembuka secara singkat sebelum ketigapuluh mahasiswa tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan observasi di kelas-kelas.

30 mahasiswa dibagi menjadi tujuh kelompok sebagai berikut;

5 mahasiswa observasi di kelas 1A

  • 5 mahasiswa observasi di kelas 1B
  • 5 mahasiswa observasi di kelas 2
  • 4 mahasiswa observasi di kelas 3
  • 5 mahasiswa observasi di kelas 4B
  • 5 mahasiswa observasi di kelas 5
  • 2 mahasiswa observasi di kelas 6

momen observasi mahasiswa PAI UNWAHAS

Dalam melakukan proses observasi, mahasiswa yang mendapat tugas di kelas 1A dan 1B didampingi oleh Bu Fia. Sementara itu, mahasiswa yang bertugas di kelas 2 dan 4B didampingi oleh Bu Ni’mah. Untuk mahasiswa yang observasi di kelas 3 dan 5 didampingi oleh Bu Siti.

Sebelum dipersilakan menuju ke kelas masing-masing, Bu Ni’mah memberikan tantangan untuk menemukan manakah murid yang memiliki special needs. Hal ini berhubungan dengan tujuan observasi yang dilakukan para mahasiswa PAI UNWAHAS untuk mengamati pendampingan SD Islam Bintang Juara kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Para mahasiswa PAI UNWAHAS diberikan waktu observasi selama 20 menit. Sepanjang proses tersebut, mahasiswa ada yang asyik mengamati kegiatan di dalam kelas, ada pula yang mencatat beberapa hal menarik di bukunya. Tak sedikit pula yang aktif bertanya-tanya terkait proses KBM kepada wali kelas.

Serunya Diskusi pada Visitasi Bermakna Mahasiswa PAI UNWAHAS

20 menit berlalu dengan cepat, para mahasiswa PAI UNWAHAS kembali ke Basement Gedung B. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Bu Ni’mah.

Selain memberikan informasi-informasi tambahan yang bisa melengkapi wawasan mahasiswa PAI UNWAHAS terkait pendampingan ABK di SD islam Bintang Juara, bu Ni’mah juga membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan. Alhamdulillah, diskusi mengalir dengan asyik dan hangat.

momen diskusi mahasiswa PAI UNWAHAS dengan kepala SD Islam Bintang Juara

Berikut ini beberapa catatan menarik dari proses diskusi pada rangkaian acara visitasi bermakna PAI UNWAHAS ke SD Islam Bintang Juara:

1. Mengapa SD Islam Bintang Juara Menerima ABK?

Tidak semua sekolah berani menerima ABK. Hal tersebut yang justru menguatkan Bunda Vivi Psikolog, founder SD Islam Bintang Juara, dalam membangun sekolah ini.

Dikisahkan oleh Bu Ni’mah, pada awal sekolah ini berdiri, jumlah murid yang diterima adalah 11 orang. Siswa terakhir yang diterima pada kala itu adalah ABK yang sebelumnya telah ditolak 13 sekolah.

Dari pengalaman tersebut, Bunda Vivi Psikolog yang saat ini juga menjadi dosen praktisi di UNNES dan UICI menguatkan niat agar SD Islam Bintang Juara bisa mendampingi semua anak, baik reguler maupun special needs.

Bu Ni’mah kemudian mengajukan pertanyaan kepada para mahasiswa UNWAHAS, terkait tujuan sekolah inklusi. Beberapa mahasiswa bersuara memberikan jawaban yang berbeda-beda. Dari jawaban tersebut, Bu Ni’mah menyimpulkan bahwasanya sekolah inklusi harus ada demi memenuhi semua hak anak untuk mendapat pendidikan secara setara, baik reguler ataupun special needs.

Sekolah inklusi juga memiliki manfaat yang dahsyat, Ayah Bunda. Kakak-kakak shalihah yang reguler menjadi paham bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan kondisi beragam. Akhirnya, akan timbul simpati dan empati terhadap sesama di dalam diri kakak shalih-shalihah.

Sementara untuk siswa ABK, mereka akan merasa diterima kehadirannya, sehingga muncul trust. Ketika trust tersebut tumbuh, kepercayaan diri ABK terhadap lingkungan akan meningkat. ABK akan mengamati dan mencontoh perilaku anak-anak reguler. Hal ini secara tidak langsung menjadi proses terapi bagi ABK.

pertanyaan dari Alwi mahasiswa PAI UNWAHAS

Sebuah pertanyaan menarik disampaikan oleh Alwi, salah satu mahasiswa UNWAHAS yang hadir pagi itu. Dia tertarik dengan kurikulum yang digunakan di SD Islam Bintang Juara, apakah mengikuti kurikulum nasional yang berlaku, atau menggunakan kurikulum sendiri.  Alwi merasa penasaran karena meyakini pasti bukan hal mudah mendidik siswa dengan konsep inklusi.

Mengacu pada peraturan tentang sekolah inklusi, dalam menyiapkan kurikulum untuk ABK, satuan pendidikan bisa menggunakan sistem yang adaptif:

  • Eskalasi – Cara ini ditujukan khusus untuk anak-anak gifted/ superior. Biasanya pada ABK yang memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan teman-teman sekelasnya, misal anak-anak yang terdiagnosa Dyslexia, guru bisa menaikkan materi belajar dibanding teman-temannya.
  • Modifikasi – Dalam hal ini, siswa berkebutuhan khusus menjalani kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan dan kemampuan mereka. Misal, ada ABK dengan kemampuan akademis baik, tetapi perilakunya kurang baik, maka diberikan stimulasi pada perilakunya.
  • Substitusi – Mengganti sesuatu yang ada dalam kurikulum umum dengan sesuatu yang lain. Penggantian dilakukan karena hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh siswa berkebutuhan pendidikan khusus, tetapi masih bisa diganti dengan hal lain yang memiliki bobot sama.
  • Omisi – Ada beberapa hal yang terdapat dalam kurikulum umum tetapi tidak disampaikan kepada siswa berkebutuhan pendidikan khusus. Hal ini karena sifatnya terlalu sulit dilakukan oleh ABK.

Dijelaskan pula oleh bu Ni’mah, selain menerapkan kurikulum yang bersistem adaptif untuk ABK, sebagai Sekolah Penggerak, SD Islam Bintang Juara telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Salah satu kelebihan kurikulum ini adalah sekolah bisa menyiapkan pembelajaran sesuai dengan profil siswa.

2. Mengapa SD Islam Bintang Juara Menerapkan Konsep Full Day School?

Alasan utama mengapa SD Islam Bintang Juara menerapkan konsep full day school karena agar bisa membiasakan 2 shalat wajib (Dhuhur – Ashar) dan 1 shalat sunnah (Dhuha). Sementara sisanya adalah tugas orang tua sebagai madrasah utama kakak shalih-shalihah.

Perihal shalat menjadi perhatian utama bagi SD Islam Bintang Juara, dikarenakan pembiasaan adab akhlak yang pertama berkaitan dari kedisiplinan pelaksanaan shalat fardhu. Apabila shalatnya saja masih keteteran, apalagi hal-hal lainnya bukan?

Pembiasaan adab akhlak di SD Islam Bintang Juara tidak menunggu PAI, kakak shalih-shalihah belajar adab akhlak dalam setiap aktivitas harian. Contohnya, dalam kegiatan Toilet Training, kakak shalih-shalihah belajar adab keluar masuk kamar mandi dan belajar istinja sesuai syari’at.

Selain pembiasaan adab dan akhlak, SD Islam Bintang Juara juga memiliki kegiatan khas berupa Jurnal Pagi. Kegiatan ini rupanya juga menarik hati mahasiswa PAI UNWAHAS. Diwakilli oleh Alwi, mereka menanyakan apa itu jurnal pagi dan fungsinya.

Bu Ni’mah kemudian menjelaskan bahwa jurnal pagi bukanlah salah satu mata pelajaran (mapel). Jurnal pagi adalah kegiatan transisi yang berfungsi untuk menyiapkan psikis siswa didik dan merilis emosi sebelum masuk kegiatan berikutnya. Jurnal pagi dilakukan pada pukul 07.30 – 08.00. Pada kegiatan ini, kakak shalih-shalihah boleh menggambar, menulis dan berbicara.

Tugas guru pada saat kakak shalih-shalihah mengerjakan jurnal paginya adalah menguatkan konsep-konsep. Misal, saat kakak shalih-shalihah memilih menjurnal melalui gambar, guru mengecek sudah sampai tahap berapa hasil gambarnya. Sebagai informasi, dari sisi psikologis, menggambar memiliki 12 tahapan.Tahap gambar kakak shalih-shalihah bisa menampilkan informasi tumbuh kembang mereka, selain tentunya hasil gambarnya bisa merefleksikan suasana hati mereka pagi itu.

Begitu juga ketika kakak shalih-shalihah memilih berbicara saat jurnal paginya, guru tidak hanya menerima emosi yang disampaikan, tetapi juga mengecek apakah susunan kalimatnya sudah mengandung S-P-O-K, dan volume suaranya sudah terdengar jelas. Kakak shalih-shalihah belajar untuk berani menyampaikan ide dan perasaannya.

3. Mengenal 6 Aspek yang Dikuatkan di SD Islam Bintang Juara

Pada momen diskusi, Bu Ni’mah memutar sebuah video. Video tersebut memperlihatkan proses pembelajaran individual dari seorang ABK. Bu Ni’mah kemudian mengajak para mahasiswa UNWAHAS untuk membagikan ide mereka terkait video yang dilihatnya.

video pembelajaran SD Islam Bintang Juara

Bu Ni’mah mengapresiasi respon yang disampaikan oleh para mahasiswa, dilanjutkan dengan memberikan penjelasan mengenai isi video tersebut. Dalam video itu, guru pendamping sedang memberikan stimulasi sensori motorik kepada murid berkebutuhan khusus, berupa kegiatan main peran kecil menggunakan APE (Alat Permainan Edukasi) potong-memotong.

Selain sensori motorik, dalam kegiatan tersebut juga terdapat penguatan aspek kognitif, khususnya matematika. Guru bisa memberikan pijakan seperti, apa nama buahnya, kalau buah ini mau dibagikan kepada guru berarti harus dipotong jadi berapa, dsb.

Bu Ni’mah juga kemudian memberikan penjelasan bahwa terdapat enam aspek yang harus dikuatkan melalui aktivitas-aktivitas harian yang ada di SD Islam Bintang Juara:

1. Spiritual

Dikuatkan melalui pembiasaan adab akhlak seperti doa pagi, pembacaan Asmaul Husna, murojaah, berwudhu, toilet training, sholat dhuha, sholat dhuhur dan ashar berjamaah, adab makan dan minum, dan hal-hal lain dalam keseharian. Tak hanya itu, sekolah juga melibatkan peran orang tua dalam menjaga shalat kakak shalih-shalihah agar akhlaknya terjaga.

Bahkan dari pengalaman Bu Ni’mah, ABK yang rutin diajak shalat subuh berjamaah di masjid, terlihat progress yang signifikan dalam tumbuh kembangnya. “Wudhu dan shalat adalah terapi utama yang datangnya langsung dari Allah SWT,” sambung Bu Ni’mah.

Sebelum diajak shalat, berikan informasi kepada kakak shalih-shalihah apa fungsi shalat. Hal ini tentu saja tidak berjalan secara instan, guru dan Ayah Bunda harus memberikan pijakan berulang secara konsisten hingga menghasilkan kebiasaan. Anak yang rutin diajak sholat jama’ah, energinya menjadi lebih tenang, sehingga anak bisa lebih fokus dan tidak mudah tantrum.

2. Bahasa

Penguatan aspek bahasa khususnya untuk ABK adalah tantangan tersendiri. Beberapa ABK mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Ada ABK yang ditanya malah menirukan pertanyaan gurunya, saat seperti ini, guru harus meminta anak untuk fokus dan melihat mata pendamping.

Selain itu, guru juga harus bisa memberikan informasi dalam kalimat pendek alias KISS (Keep Information Short and Simple). Tidak menggunakan banyak kata, tapi langsung dipahami maksudnya oleh kakak shalih-shalihah.

3. Sensori Motorik Kasar

Sensori motorik terbagi menjadi dua bagian, pada motorik kasar, yang distimulasi adalah otot-otot besar. Cara stimulasinya bisa dengan melakukan  lari zig zag, lompat tali, loncat, lari, naik turun tangga, dan berjalan di atas titian.

4. Sensori Motorik Halus

Sedangkan untuk motorik halus, yang distimulasi adalah otot-otot kecilnya. Cara menstimulasinya yaitu dengan meronce, menggunting, mengelem, melipat, meremas kertas atau spons dan masih banyak lagi.

Stimulasi motorik halus berfungsi untuk melatih fokus, koordinasi kanan dan kiri, serta koordinasi mata dan tangan.

5. Kognitif

Kognitif di sini bukan sekadar dilihat dari sisi akademis, bisa baca, tulis dan hitung. Akademis hanya bagian kecil dari aspek kognitif.

Kognitif sendiri sangat luas cakupannya. Kemampuan adaptasi, menentukan pilihan dan menyelesaikan masalah masuk dalam lingkup kognitif.

6. Tahap Perkembangan Main

ABK biasanya bermasalah dengan sensori motorik. Apabila belum tuntas sesuai milestone, biasanya para ABK akan memiliki tantangan dalam hal fokus, yang kemudian berpengaruh pada kognitifnya. Oleh karena itu, guru harus mampu melihat sampai mana tahap perkembangan main kakak shalih-shalihah. Dengan mengetahui tahapan tersebut, guru bisa memberikan stimulasi yang tepat.

Alhamdulillah, selama mendampingi beberapa ABK di SD Islam Bintang Juara telah terlihat kemajuan yang pesat. Dalam kisaran waktu 1.5 – 3 bulan, kakak shalih-shalihah yang memiliki kebutuhan khusus sudah bisa melalukan aktivitas sesuai aturan.

4. Cara Guru SD Islam Bintang Juara Memberikan Pijakan

Hal berbeda yang bisa ditemukan di SD Islam Bintang Juara dan tidak ditemukan di sekolah lain adalah cara para gurunya memberikan pijakan. Sepertinya hal ini ditangkap pula oleh para mahasiswa PAI UNWAHAS selama proses obeservasi.

Tak heran jika kemudian banjir pertanyaan terkait cara guru SD Islam Bintang Juara memberikan pijakan. Berikut ini beberapa pertanyaan menarik yang diajukan oleh para mahasiswa.

tujuan pendidikan SD Islam Bintang Juara

Pertanyaan pertama dari Siti Khoiriyah terkait apakah orang tua ABK mendampingi putra-putrinya di awal masuk sekolah. Pertanyaan ini muncul karena Siti Khoiriyah merasa kalau menenangkan ABK jelas tidak mudah. Sementara di sekolah inklusi, tidak hanya ABK yang harus diberikan perhatian, ada juga siswa reguler di dalamnya.

Bu Ni’mah kemudian menyampaikan bahwa sejak awal kakak shalih-shalihah yang berkebutuhan khusus masuk sekolah tidak diperkenankan didampingi orang tua. Orang tua belajar untuk mempercayakan kakak shalih-shalihah kepada sekolah, kakak shalih-shalihah juga belajar untuk mandiri.

Khusus untuk ABK, tujuan pendidikan di SD Islam Bintang Juara adalah agar siswa bisa survive tanpa orang tua. Bukan hanya pada hal akademis, tapi juga bisa menguasai life skill.

Hanya saja di awal proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), calon siswa akan diobservasi terlebih dahulu. Di situ akan terlihat apakah siswa tersebut membutuhkan pendamping khusus atau tidak.

Selanjutnya, pertanyaan dari mahasiswa yang memiliki nama sama dengan Bu Ni’mah. Mahasiswi bernama Nikmah tersebut bertanya terkait pijakan-pijakan yang diberikan di SD Islam Bintang Juara.

cara guru SD Islam Bintang Juara memberikan pijakan

Bu Ni’mah menerangkan bahwa hal pertama yang dilakukan selaku kepala sekolah adalah menguatkan tim bahwa setiap kakak shalih-shalihah yang berkebutuhan khusus bisa ditata. Setiap guru juga harus memberikan pijakan yang sama, termasuk dalam tampilan ekspresi yang muncul. Harus pas dan tidak berlebihan.

Beberapa contoh pijakan yang juga bisa diterapkan Ayah Bunda di rumah;

  • Apabila kakak shalih-shalihah mengucapkan kalimat tidak sopan, Ayah Bunda bisa meresponnya dengan, “Maaf kak, Ayah/ Bunda tidak nyaman.” Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, cukup dengan memberikan pijakan yang konsisten secara berulang, insya Allah kakak shalih-shalihah akan memahami seiring berjalannya waktu.
  • Ada kakak shalih-shalihah berkebutuhan khusus yang memiliki cara menyapa dengan memukul. Pijakan yang diberikan; “Mohon maaf kak, ada caranya untuk menyapa. Tidak dengan tangan. Tangan ada fungsinya. Jika ingin menyapa, kakak bisa bertanya,”Bapak/ ibu namanya siapa?”
  • Tidak melabel ABK dan anak-anak sebelum baligh. Misal, ada kakak shalih-shalihah yang mengambil penghapus milik temannya. Pastikan untuk tidak buru-buru berujar, “Kamu mencuri ya?” Ganti kalimat tersebut dengan, “Maaf, penghapus ini milik siapa? Apakah kakak sudah izin?” Begitu juga saat melihat kakak shalih-shalihah ada yang melirik jawaban temannya, alih-alih berkata “Jangan mencontek,” ucapkan saja “Kakak, silakan tuntaskan tantangan dengan idenya sendiri.”
  • Ada siswa yang suka mengacungkan jari tengah. Daripada berkata, “Itu tidak baik” atau “Itu saru/ tidak sopan.” Berikan pijakan: “Ini lebih baik, kak,” sambil berujar demikian guru menunjukkan jempolnya. Dalam satu setengah bulan, siswa tersebut tidak lagi mengacungkan jari tengahnya.

Selain memberikan beberapa contoh pijakan yang biasa diberikan oleh para guru SD Islam Bintang Juara kepada kakak shalih-shalihah, Bu Ni’mah juga memberikan informasi bahwasanya untuk menghadapi siswa, khususnya ABK, diperlukan hati yang tenang. Saat hati seorang guru atau orang tua bergejolak, kakak shalih-shalihah juga semakin bergejolak dan susah ditenangkan.

“Setiap memulai sesuatu, koneksikan semuanya dengan Allah SWT.”

Itu adalah pesan penting bu Ni’mah kepada para mahasiswa PAI UNWAHAS. Rutinitas yang dilakukan Bu Ni’mah dan para guru SD Islam Bintang Juara setiap hendak mendampingi ABK yaitu mengambil wudhu, mendirikan sholat dhuha, mengaji dan mengirim al fatihah khusus untuk anak-anak special needs tersebut.

5. Mempersiapkan Pengasuhan Anak dari Pra Hamil

Tak hanya memberikan informasi terkait teknis mendidik ABK di SD Islam Bintang Juara, bu NI’mah juga membagikan informasi bahwasanya ABK diawali sejak pra hamil. Oleh karenanya sebagai calon ibu dan calon ayah, bu Ni’mah titip pesan kepada para PAI UNWAHAS untuk senantiasa menjaga rahim dengan sebaik mungkin.

Maksudnya adalah dengan menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, karena nutrisi sebelum hamil juga berpengaruh pada tumbuh kembang bayi. Selain itu, penting untuk menjaga hubungan dengan orang tua, khususnya bagi para calon ibu. Bagaimana menjalin komunikasi dan sosialisasi dengan sang ibu dan perempuan lain berpengaruh pada proses kehamilan dan kelahiran.

proses pengasuhan pra hamil - pasca lahir

Riwayat kesehatan mental saat hamil juga mempengaruhi janin. Apabila sang ibu rentan stress, otot rahim akan mengencang dan janin akan ikut merasakan ketegangan tersebut. Oleh karenanya, saat hamil, harus memperbanyak ibadah, diusahakan untuk khatam Al Quran sepanjang kehamilan dan memohon pada Allah SWT untuk diberikan kelancaran dalam proses kehamilan dan kelahiran.

Sejak janin di dalam perut, rutin diajak berkomunikasi. Misal, saat trimester awal, biasanya ibu hamil akan mengalami morning sicknes. Ajak janin bicara,  “Alhamdulillah bunda muntah, nak. Ini tandanya tubuh bunda sedang beradaptasi. Mari nak kita berjuang bersama hingga nanti bertemu di dunia.”

Pasca bayi lahir, sesuai anjuran para ahli, pastikan untuk tidak memberikan gadget pada anak usia 0 – 5 tahun. Sekarang ini semakin banyak kasus ABK bermunculan.  Sebagian besar disebabkan pola pengasuhan orang tua yang kurang tepat, karena memberikan gadget terlalu dini. Akibatnya, anak kurang stimulasi.

Anak-anak yang speech delay, biasanya karena kurang diajak ngomong dua arah oleh orang tuanya. Atau kalau sudah diajak ngomong, bisa jadi orang tuanya tidak fokus saat mengajak bayinya ngomong. Misal, disambi dengan scrolling gadget atau melakukan aktivitas lainnya.

Penutup yang Bermakna dari Kepala SD Islam Bintang Juara

Pukul 10.15, visitasi dari mahasiswa PAI UNWAHAS pun diakhiri. Bu Ni’mah memberikan pesan penutup yang sangat bermakna;

Dunia pendidikan adalah dunia yang indah dan nikmat. Menggeluti dunia pendidikan bukan sekadar untuk mengejar penghasilan, tetapi mencari keberkahan. Saat suatu aktivitas itu berkah, maka sedikitnya akan mencukupkan, dan banyaknya tidak melenakan

quote dari nur shofwatin ni'mah

Bu Ni’mah juga menyampaikan bahwa memberikan stimulasi terbaik adalah ikhtiar yang bisa dilakukan manusia, tapi hak Allah SWT yang menentukan hasil akhirnya. Tak hanya itu, Bu Ni’mah juga berpesan, sebagai mahasiswa PAI UNWAHAS, ruhiyah Islam harus senantiasa dibawa. Apabila setiap aktivitas dikoneksikan kepada Allah SWT, semua yang tidak mungkin, insya Allah bisa menjadi mungkin.

Semoga catatan Bintang Juara terkait visitasi bermakna dari mahasiswa PAI UNWAHAS bisa memberikan manfaat bagi Ayah Bunda. Semoga Allah SWT selalu memberikan kekuatan kepada para guru dan Ayah Bunda dalam mendidik dan mengasuh kakak shalih-shalihah calon pemimpin muslim.***

Arsitektur Nusantara yang Menggugah Rasa Penasaran Calon Pemimpin Muslim

Arsitektur Nusantara yang Menggugah Rasa Penasaran Calon Pemimpin Muslim

Kelas 4A pada hari Selasa, 16 Mei 2023 kedatangan tamu spesial, Ayah Bunda. Beliau adalah Ayah Jayanti Gagah Setyawan, S.T., yang merupakan orang tua dari Kak Nadya.

Ayah Kak Nadya ini lebih akrab dipanggil dengan Ayah Iwan. Beliau merupakan seorang arsitek. Oleh karenanya pada kesempatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) kali ini, Ayah Iwan membagikan ilmunya mengenai arsitektur nusantara.

BBOT bersama ayah Jayanti Gagah Setyawan

Sebuah pengetahuan yang tentunya memberikan wawasan baru dalam diri kakak shalih-shalihah. Seperti apa ya keseruan BBOT bersama Ayah Iwan? Yuk, baca lebih lanjut untuk mengetahuinya, Ayah Bunda.

Mengenal Apa Itu Arsitektur Nusantara

Pada awal pemaparan materi, Ayah Iwan mengajak kakak shalih-shalihah kelas 4A untuk mengenal terlebih dulu apa itu arsitektur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berikut ini arti dari arsitektur;

“seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan” atau “metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan.”

Lantas apa itu Arsitektur Nusantara? Ayah Iwan memberikan penjelasan yang dikutip dari buku karya Prijotomo, berjudul ‘Arsitektur Nusantara atau Arsitektur Indonesia’ terbit tahun 2018, yang disebut dengan Arsitektur Nusantara adalah arsitektur di wilayah yang dinamakan Nusantara, yakni terutama kawasan Indonesia sewaktu berada dalam abad awal masehi sampai dengan abad 18.

Pada masa tersebut kawasan Indonesia disebut Nusantara, diambil dari kata “nusa” dan “antara”, yang artinya pulau-pulau yang berada di antara lautan. Ada beragam jenis bangunan yang ditemukan. Setiap bangunan memiliki ciri khasnya masing-masing.

struktur arsitektur rumah adat Jawa Tengah

Selain karena pengaruh budaya, perbedaan karakter bangunan di tiap wilayah juga dipengaruhi oleh iklim, cuaca dan jenis tanahnya. Ayah Iwan menjelaskan bahwa di antara sekian banyak bangunan di nusantara, rumah-rumah adat di Jawa Tengah memiliki keistimewaan khusus pada arsitekturnya.

Disebutkan oleh Ayah Iwan, ada tiga keistimewaan arsitektur rumah adat di Jawa Tengah:

  • Tahan terhadap gempa bumi.
  • Sirkulasi udara yang nyaman.
  • Wujud karya seni dan budaya Jawa.

Selain keistimewaan di atas, rumah adat di Jawa Tengah juga memiliki beragam jenis, sebut saja;

jenis rumah adat di Jawa Tengah

  • Rumah Adat Limasan.
  • Rumah Adat Joglo.
  • Rumah Adat Panggung Pe.
  • Rumah Adat Kampung.
  • Rumah Adat Tajug.

Masya Allah… ternyata banyak sekali jenis rumah adat Jawa Tengah ya, Ayah Bunda. Siapa yang selama ini hanya tahu Joglo saja?

Selain jenisnya yang beragam, rumah adat Jawa Tengah juga memiliki bagian-bagian bangunan yang sangat kompleks. Setiap bangunan memiliki nama dan fungsi khususnya masing-masing. Misal, Lawang/ Regol adalah istilah untuk menyebut pintu masuk, Pawon adalah istilah untuk dapur, dan Pendopo adalah bangunan untuk menerima tamu.

Penasaran ada bagian apa lagi dalam rumah adat di Jawa Tengah? Ayah Bunda bisa mengetahuinya lewat gambar berikut:

bagian dari rumah adat jawa tengah

Struktur bangunan rumah adat Jawa Tengah juga memiliki istilah tersendiri. Tak heran apabila desain rumah adat Jawa Tengah banyak menarik minat untuk dikembangkan dalam bentuk modern. Ayah Iwan bercerita kalau banyak kliennya yang meminta didesainkan rumah modern dengan sentuhan arsitektur khas Jawa Tengah.

Serunya Tanya Jawab bersama Ayah Iwan

Setelah pemaparan materi yang menambah wawasah, Ayah Iwan membuka kesempatan tanya jawab. Masya Allah kakak shalih-shalihah berebut memberikan pertanyaan lo, Ayah Bunda.

Dari yang tanya Ayah Iwan kelahiran tahun berapa, sampai bertanya tentang gaji arsitek. Ayah Iwan dengan senyuman lebar menanggapi pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh kakak shalih-shalihah.

Mengenai gaji arsitek, Ayah Iwan menjelaskan bahwa seorang arsitek mendapatkan penghasilan per proyek. Untuk satu proyeknya membutuhkan waktu pengerjaan kurang lebih 2-3 bulan. Kisaran penghasilannya tentu bermacam-macam, ada yang Rp30juta, ada pula yang lebih ataupun kurang. Tergantung dari budget klien dan jenis pekerjaannya.

kelas 4A mendesain rumah

Ayah Iwan juga menceritakan sebelum menjadi arsitek, beliau terlebih dahulu bersekolah di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, jurusan Arsitektur. Setelah lulus, Ayah Iwan kemudian bekerja di perusahaan jasa konsultan, menjadi pengawas lapangan yang bertugas untuk mengawasi jalannya proyek.

Diceritakan pula oleh Ayah Iwan, bahwa tugas arsitek yaitu mendesain rumah dan bangunan. Salah satu proyek yang berkesan bagi Ayah Iwan yaitu mendesain kebun kelapa di daerah Batang.

Pertanyaan lain dari kakak shalih-shalihah yang tak kalah menarik yaitu tentang hubungan arsitek dan pelajaran matematika. Apakah saat mempelajari ilmu arsitektur memerlukan belajar matematika juga? Dijawab oleh Ayah Iwan bahwasanya setiap ilmu saling berkaitan satu sama lain. Termasuk juga matematika dan arsitektur.

Pertanyaan pamungkas dari deretan rasa ingin tahu kakak shalih-shalihah yaitu apakah Ayah Iwan bercita-cita jadi arsitek sejak kecil. Dijelaskan oleh Ayah Kak Nadya bahwasanya memang sudah sedari kecil, beliau bercita-cita menjadi arsitek.

konsultasi desain bersama Ayah Iwan

Adapun yang menjadi inspirasi bagi sosok ayah berusia 40 tahun ini adalah ketika diajak bepergian oleh orang tuanya, beliau melihat banyak  bangunan dan rumah yang unik. Dari situlah, Ayah Iwan memiliki keinginan untuk mendesain rumah yang estetik dan nyaman.

Setelah tanya jawab usai, Bu Anis selaku wali kelas 4A memberikan tantangan kepada seluruh kakak shalih-shalihah untuk membuat desain rumah impiannya. Kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk menuangkan idenya sedemikian rupa, lalu diminta untuk menyerahkan kepada Ayah Iwan untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Masya Allah kakak shalih-shalihah sangat antusias menyambut tantangan tersebut. Setelah desain mereka jadi, kakak shalih-shalihah bergantian menunjukkan gambarnya kepada Ayah Iwan.

Dengan penuh kesabaran, Ayah Iwan memberikan penjelasan dan masukan pada setiap gambar hasil karya kakak shalih-shalihah. Tak hanya itu, Ayah Iwan juga menunjukkan bagaimana caranya mendesain rumah secara 3D menggunakan aplikasi SketchUp.

desain 3D sketchup

Melihat Ayah Iwan memeragakan cara mendesain rumah dengan aplikasi, beberapa kakak shalih yang tadinya tidak berminat menjadi arsitek, kini punya cita-cita baru sebagai arsitek lo, Ayah Bunda. Apapun cita-cita dan minat kakak shalih-shalihah, terus dukung dan berikan apresiasinya ya, Ayah Bunda.

Demikianlah cerita singkat mengenai BBOT di Kelas 4A pada Selasa, 16 Mei 2023. Berawal dari tema Arsitektur Nusantara, Ayah Iwan mampu menggugah rasa Calon Pemimpin Muslim untuk membangun impian menjadi seorang arsitek. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya.***

galeri kegiatan BBOT kelas 4A SD Islam Bintang Juara

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 4A
  • Materi Presentasi Ayah Iwan
  • Pengamatan langsung ke kelas
6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah dan Serunya Praktik Menghadapi Kondisi Darurat

6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah dan Serunya Praktik Menghadapi Kondisi Darurat

Ayah Bunda, sudahkah kakak shalih-shalihah dibekali cara menjaga keselamatan di rumah? Kini saatnya ajarkan kakak shalih-shalihah mengetahui cara menjaga keselamatan di sekolah.

Materi ini merupakan bagian dari paparan Bunda Perdana pada kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) di kelas 2 SD Islam Bintang Juara. Setelah kakak shalih-shalihah diajak melakukan ice breaking, mengenal arti istilah keselamatan dan aturan keselamatan, serta tata cara menjaga keselamatan di rumah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah mengenal beragam aturan di sekolah dan bagaimana menjaga keselamatan diri saat berada di sekolah.

Mengenal Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah

Ayah Bunda, yuk ajak kakak shalih-shalihah untuk recalling mengenai apa itu keselamatan dan aturan keselamatan. Apakah kakak shalih-shalihah masih mengingatnya?

Masya Allah, ternyata kakak shalih-shalihah masih ingat arti dari dua istilah tersebut dengan baik ya, Ayah Bunda? Pasti hal tersebut tidak lepas dari kontribusi Ayah Bunda yang tak pernah lelah melakukan recalling setiap kegiatan yang ada di sekolah. Terima kasih untuk sinerginya di rumah, Ayah Bunda.

BBOT bersama bunda Perdana

Sebagaimana di rumah yang memiliki aturannya masing-masing, di sekolah pun juga memiliki aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Beda sekolah bisa jadi berbeda pula aturannya. Namun secara garis besar, berikut ini aturan-aturan yang bisa ditemukan di sekolah:

  • Hadir di sekolah paling lambat sepuluh menit sebelum bel berbunyi.
  • Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00.
  • Melaksanakan tugas piket dengan penuh tanggung jawab.
  • Wajib membuat surat izin ketika tidak masuk sekolah.
  • Tidak boleh meninggalkan sekolah tanpa izin dari guru.
  • Semua wajib menjaga ketertiban dan ketenangan di kelas.
  • Siswa dilarang memakai perhiasan dan membawa barang berharga ke sekolah.
  • Siswa harus menghormati kepala sekolah, bapak/ibu guru, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah.
  • Memakai seragam dengan rapi dan atribut lengkap.
  • Siswa laki-laki tidak boleh berambut panjang.
  • Setiap hari Senin, siswa-siswi wajib mengikuti upacara bendera.
  • Dilarang membawa ponsel pintar di lingkungan sekolah.
  • Saling menghormati dan bersikap sopan terhadap sesama.
  • Menghormati hak sesama warga di sekolah.

Tidak semua aturan tersebut bisa ditemukan di SD Islam Bintang Juara ya, Ayah Bunda. Contoh, Ayah Bunda tidak akan menemukan ‘Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00’. SD Islam Bintang Juara tidak menggunakan metode bel ataupun lonceng sebagai penanda dimulainya pelajaran.

Aturan yang tertulis di atas hampir semua berhubungan dengan keselamatan kakak shalih-shalihah, misal;

  • Aturan tidak diperbolehkan membawa perhiasan dan barang-barang berharga, bertujuan agar penampilan kakak shalih-shalihah tidak mencolok dan menimbulkan keinginan orang tidak bertanggungjawab untuk mengambilnya.
  • Aturan meminta izin kepada guru sebelum melakukan aktivitas, bertujuan agar guru bisa mengetahui aktivitas kakak shalih-shalihah dan di mana lokasi kakak shalih-shalihah berada. Di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah dilarang untuk berkegiatan tanpa pendampingan dari guru. Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan terpantau dan keamanan kakak shalih-shalihah bisa lebih terjaga.

Beberapa aturan keselamatan lainnya yang ada di sekolah, tak jauh berbeda dengan aturan keselamatan di rumah, seperti:

  • Mematikan saklar lampu saat tidak digunakan.
  • Mematikan keran air setelah selesai penggunaannya.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Mengembalikan mainan dan alat tulis ke tempat semula setelah selesai digunakan.

Bekali Kakak Shalih-shalihah tentang 6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah

Setelah kakak shalih-shalihah memahami berbagai aturan di sekolah, khususnya aturan yang berhubungan dengan keselamatan diri, yuk saatnya membekali kakak shalih-shalihah tentang 5 cara menjaga keselamatan di sekolah. Berikut ini cara yang disampaikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2:

cara menjaga keselamatan di sekolah

1. Menaati Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah

Ayah Bunda, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menaati aturan keselamatan yang ada di sekolah, sebagaimana yang telah disebutkan di atas.  Pastikan kakak shalih-shalihah untuk berkegiatan hanya dalam pengawasan guru.

Termasuk juga tentang bermain aman dan nyaman. Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk memastikan apakah temannya aman dan nyaman saat berkegiatan bersama. Bekali kakak shalih-shalihah tentang pentingnya saling menyayangi terhadap sesama.

2. Menghafal Informasi Kontak

Pastikan bahwa kakak shalih-shalihah mengetahui siapa yang harus dihubungi ketika dalam kondisi darurat. Apabila menghafal informasi kontak terasa sulit, biasakan kakak shalih-shalihah untuk menulis nomor telepon Ayah dan Bunda di dalam buku saku.

Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk meminta bantuan kepada guru saat butuh berkomunikasi dengan Ayah Bunda. Misal, karena kakak shalih-shalihah sedang sakit dan butuh dijemput cepat.

3. Memberikan Identitas Barang Pribadi dengan Indikator

Bunda Perdana menyampaikan untuk menjaga keselamatan di sekolah penting menggunakan indikator untuk barang-barang pribadi. Terkadang mencantumkan nama pada barang-barang pribadi justru bisa menimbulkan bahaya. Oleh karenanya Bunda Perdana memberikan saran untuk menempelkan indikator atau semacam stiker khusus yang unik untuk menandai bahwa barang tersebut milik kakak shalih-shalihah.

4. Menjauhkan Barang Berbahaya Dari Jangkauan

Pastikan Ayah Bunda untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak menggunakan barang-barang yang berbahaya, misalnya benda tajam dan api. Terutama saat tidak ada pengawasan dari bapak atau ibu guru.

5. Mematuhi Panduan di Tempat Rawan

Biasanya di tempat-tempat tertentu,  seperti di tangga, di lorong atau di selasar sekolah, terdapat peringatan-peringatan khusus. Contoh: ‘Berhati-hati saat menaiki tangga’, peringatan ini bertujuan agar kakak shalih-shalihah menjaga kontrol dirinya saat berjalan di tangga.

6. Bersikap Hati-Hati Dengan Orang Asing

Walaupun bapak dan ibu guru sudah sedemikian rupa dalam melakukan penjagaan terhadap kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda tetap harus memberikan pemahaman agar senantiasa berhati-hati dengan orang asing.

Bagaimana Ayah Bunda, apakah 6 cara menjaga keselamatan di sekolah sudah tuntas diberikan kepada kakak shalih-shalihah? Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kakak shalih-shalihah di manapun mereka berada ya.

Prosedur Menghadapi Kondisi Darurat di Sekolah

Ayah Bunda, selain diajarkan tips menjaga keselamatan di sekolah, kakak shalih-shalihah kelas 2 juga praktik langsung cara menghadapi berbagai kondisi darurat lo. Masya Allah seru sekali kegiatan praktik tersebut.

praktik menghadapi kondisi darurat di SD Islam Bintang Juara

Dengan mempraktikkan langsung bagaimana merespon sirine tanda terjadinya kebakaran, menempel plester untuk pertolongan pertama pada kecelakaan dan kondisi darurat lainnya, insya Allah ilmu tersebut jadi lebih terekam dalam ingatan kakak shalih-shalihah. Berikut ini beberapa cara yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat di sekolah:

  • Saat kebakaran – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak panik dan segera keluar dari ruangan yang kebakaran. Apabila kebakarannya kecil, kebakaran tersebut insya Allah bisa dihentikan dengan menggunakan kain basah.
  • Saat gempa bumi – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tetap tenang, lalu segera berlindung di bawah meja, atau keluar dari bangunan atau gedung dan mencari lokasi yang lebih aman.
  • Pertolongan pertama –  Apabila kakak shalih-shalihah mengalami kecelakaan kecil di sekolah, misalnya terjatuh saat sedang berlari, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menuju ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan meminta bantuan kepada bapak ibu guru yang bertugas di sana.

galeri kegiatan BBOT menjaga keselamatan SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, materi dari Bunda Perdana yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan di RSUP Kariadi ini sungguh bermanfaat bagi kehidupan kakak shalih-shalihah. Peran Ayah Bunda di rumah tentu saja memberikan teladan dan penguatan agar apa yang disampaikan terkait cara menjaga keselamatan di sekolah bisa terus terbawa dan dipraktikkan oleh kakak shalih-shalihah.***

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 2
  • Materi Presentasi Bunda Perdana
Yuk Ajarkan Calon Pemimpin Muslim Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Ayah Bunda

Yuk Ajarkan Calon Pemimpin Muslim Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Ayah Bunda

Ayah Bunda, kasus yang mengancam keselamatan semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Padahal, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah tetap harus beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Lalu bagaimanakah cara menjaga keselamatan di rumah yang tepat?

Menurut Bunda Perdana Nursari, orang tua Kak Akhtar, yang menjadi narasumber BBOT (Belajar bersama Orang Tua) di kelas 2 pada hari Senin, 15 Mei 2023, solusi yang paling tepat untuk menjaga keselamatan adalah dengan menerapkan aturan keselamatan.

BBOT bersama Bunda Perdana

Hmm, sebenarnya apa itu keselamatan, seperti apa pula aturan keselamatan, yuk Ayah Bunda, ajak recalling kakak shalih-shalihah materi BBOT tentang “Menjaga Keselamatan di Rumah dan Sekolah”.

Namun di artikel ini, kita akan fokus pada tata cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu ya, Ayah Bunda. Insya Allah pada artikel berikutnya, akan dibahas lebih lanjut tentang cara menjaga keselamatan di sekolah.

Pengertian Keselamatan dan Aturan Keselamatan

Sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana cara menjaga keselamatan di rumah dan sekolah, Bunda Perdana lebih dulu mengajak kakak shalih-shalihah melakukan ice breaking. Seru sekali lo, Ayah Bunda, melihat kakak shalih-shalihah bergerak mengikuti alunan lagu yang diputar oleh Bunda Perdana.

ice breaking BBOT SD Islam Bintang Juara

Setelah kakak shalih-shalihah kelas 2 SD Islam Bintang Juara mulai ‘memanas’, Bunda Perdana mengajak mereka untuk mengenal arti keselamatan dan aturan keselamatan. Bagaimana dengan Ayah Bunda, sudahkah mengetahui arti dari dua istilah tersebut?

Keselamatan adalah keadaan terlindungi dari potensi bahaya atau sesuatu yang telah dirancang untuk melindungi dan mencegah bahaya. Sementara itu aturan keselamatan adalah sebuah prinsip atau peraturan yang mengatur tindakan, prosedur, atau perangkat yang dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya atau risiko cedera, kerugian, dan bahaya bagi orang-orang, properti atau lingkungan.

Aturan sering juga disebut sebagai tata tertib. Kakak shalih-shalihah pasti juga sudah tidak asing dengan istilah ini bukan, Ayah Bunda? Aturan bisa ditemukan di banyak tempat, baik itu di rumah, di sekolah ataupun di masyarakat luas.

Fungsi dari aturan yaitu untuk mengatur kehidupan dan melatih disiplin. Apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah konsisten mengikuti aturan, insya Allah akan tercipta kedisplinan, keharmonisan dan kebahagiaan.

Begitu pula apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah mengikuti aturan keselamatan, insya Allah keamanan akan terjamin. Kebalikannya, apabila aturan keselamatan tidak dipatuhi, akan timbul bahaya, cedera dan kerugian.

Setelah kakak shalih-shalihah paham mengenai pentingnya menaati aturan keselamatan, saatnya Bunda Perdana mengajak mereka untuk berlatih menjaga keselamatan di rumah dan sekolah. Sebelum membahas tata cara keselamatan di sekolah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah memahami cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu.

arti keselamatan dan aturan keselamatan

Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Calon Pemimpin Muslim Wajib Tahu Nih!

Berada di rumah belum tentu keselamatan akan terjamin. Oleh karenanya kakak shalih-shalihah juga perlu diajari cara menjaga keselamatan di rumah. Salah satu langkah pertamanya yaitu dengan membuat aturan keselamatan dalam keluarga.

Disebutkan oleh Bunda Perdana dalam paparannya saat BBOT di kelas 2, aturan keluarga mencakup semua aturan yang diharapkan untuk dipatuhi seluruh anggota keluarga, yang dapat direvisi dari waktu ke waktu (Verywell Family).

Setiap keluarga bisa memiliki aturan yang berbeda-beda, tergantung proses diskusinya. Bagaimana di rumah Ayah Bunda, apakah sudah menetapkan aturan keluarga, khususnya yang berhubungan dengan keselamatan anggota keluarga?

Jika belum, beberapa aturan di rumah yang dibagikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT bisa nih di-ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi):

  • Melaksanakan ibadah tepat waktu
  • Selalu meminta izin sebelum menggunakan barang orang lain.
  • Mengembalikan barang ke tempat semula setelah menggunakannya.
  • Membereskan sesuatu yang berantakan agar rapi kembali.
  • Makan dengan tenang dan rapi.
  • Memperlakukan orang tua dengan kasih sayang dan rasa hormat.
  • Membereskan pekerjaan rumah sebelum bermain.
  • Tidak boleh makan di atas tempat tidur.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Pamit sebelum keluar dari rumah.
  • Meminta izin sebelum keluar malam atau pergi menginap.
  • Mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar anggota keluarga yang lain.
  • Saling menghargai antara anggota keluarga, baik anak pada orang tua, orang tua pada anak, ataupun sesama anak.
  • Tidak berbicara kasar atau dengan nada tinggi.
  • Tidak menyakiti perasaan sesama anggota keluarga.
  • Saling membantu antar anggota keluarga.
  • Tidak menghina dan berteriak.
  • Menggosok gigi serta membersihkan kaki dan tangan sebelum tidur.
  • Setelah bangun merapikan tempat tidur dan kamar.
  • Makan sesuai porsi masing-masing.

Aturan di atas masih berupa aturan umum ya, Ayah Bunda. Sedangkan contoh aturan keselamatan yang bisa dibuat di rumah, misalnya:

  • Mengunci pintu rumah, jendela dan pagar rumah saat seluruh anggota keluarga bepergian ke luar rumah.
  • Tidak membiarkan orang asing masuk ke rumah.
  • Tidak membukakan pintu kepada orang asing, terutama saat Ayah Bunda sedang tidak ada di rumah.
  • Menutup keran air setelah selesai digunakan.
  • Mematikan alat elektronik ketika sudah tidak digunakan.
  • Mencabut kabel dari saklarnya untuk mencegah terjadinya korsleting.
  • Dilarang bermain api di dalam dan di luar rumah.
  • Menjauhi sumber listrik di rumah ketika sedang bermain atau berkegiatan.
  • Membuang sampah di tempatnya. Karena sampah yang berserakan, misal kulit pisang, bisa mencelakai anggota keluarga lain.
  • Merapikan mainan kembali ke tempat semula setelah selesai digunakan. Mainan yang berceceran bisa membuat anggota keluarga lain terpeleset dan jatuh.

Beberapa aturan keselamatan di atas insya Allah bisa membantu Ayah Bunda beserta kakak shalih-shalihah tetap aman saat berada di rumah. Tentu saja agar kakak shalih-shalihah bisa menjalankan aturan ini dengan konsisten dibutuhkan teladan dari Ayah Bunda. Selain teladan, kakak shalih-shalihah juga memerlukan pembiasaan dan penguatan agar aturan ini terinternalisasi dan membentuk karakter dalam diri mereka.

Untuk menjaga keselamatan di rumah, yuk ajarkan kakak shalih-shalihah untuk melakukan beberapa hal berikut:

4 cara menjaga keselamatan di rumah

  • Mengucapkan basmallah sebelum melakukan aktivitas apapun.
  • Ajak kakak shalih-shalihah untuk rutin mengamalkan dzikir pagi dan sore. Dalam dzikir pagi dan sore, ada sebuah terdapat sebuah doa agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan di setiap waktu.
  • Menaati aturan keselamatan yang sudah ditetapkan di rumah.
  • Melakukan kegiatan yang aman di dalam rumah. Pastikan berkegiatan dalam pengawasan orang tua dan selalu kontrol diri.

Apabila Ayah Bunda terpaksa meninggalkan kakak shalih-shalihah di rumah tanpa ada pendamping, pastikan untuk memasang kamera pengawas (CCTV). Kamera tersebut juga memiliki manfaat untuk mengontrol keadaan rumah saat seluruh anggota keluarga sedang berada di luar rumah.

Oya, pastikan untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk bisa melakukan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) pada kondisi-kondisi kecelakaan sederhana, misalnya; saat kakak shalih-shalihah terkena luka bakar akibat terkena percikan minyak goreng. Dengan memiliki bekal P3K diharapkan kakak shalih-shalihah tidak mudah panik dan bisa membantu orang lain saat dibutuhkan.

Selain itu pastikan juga kakak shalih-shalihah menyimpan nomor telepon Ayah Bunda atau tetangga terdekat. Saat ada kondisi darurat di rumah, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menghubungi nomor telepon tersebut.

galeri kegiatan BBOT menjaga keselamatan SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, ini baru sebagian dari materi yang dipaparkan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2. Untuk mengetahui separuh materi lainnya, silakan Ayah Bunda bisa membaca Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah.

Semoga bermanfaat dan mohon berkenan untuk bagikan informasi ini kepada sahabat dan kerabat. Terima kasih dan salam selamat, Ayah Bunda.***

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 2
  • Materi Presentasi dari Bunda Perdana Nursari
Yuk, Intip Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Yuk, Intip Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Tidaklah mudah menerapkan suatu hal yang baru. Begitu juga ketika Kurikulum Merdeka dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tentu saja timbul kekhawatiran di hati banyak orang, termasuk juga di hati para guru dan orang tua SD Islam Bintang Juara.

Alhamdulillah masa-masa penuh kekhawatiran tersebut telah terlalui. Yuk, Ayah Bunda, intip bagaimana Ibu Nur Shofwatin Ni’mah, Kepala SD Islam Bintang Juara, mengawal implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Angkatan II Kecamatan Gunung Pati ini.

Di awal Kurikulum Merdeka hadir, Bu Ni’mah menyampaikan bahwasanya para guru khawatir akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan filosofi utama yang akan dibangun pada kurikulum ini. Sementara orang tua khawatir akan kesulitan melakukan pendampingan kepada anak-anak ketika di rumah.

Sebagai sosok yang diamanahi sebagai Kepala Sekolah, Bu Ni’mah merasa tertantang untuk mentransfer energi positif kepada tim guru dan meyakinkan mereka bahwa SD Islam Bintang Juara bisa menerapkan kurikulum Merdeka, sesuai dengan tujuan pendidikan serta menerapkan filosofi utama yang akan dibangun. Tantangan lain yang dihadapi oleh Bu Ni’mah yaitu mengajak orang tua untuk mendukung dan mengambil peran dalam implementasi kurikulum Merdeka ini.

Lantas bagaimanakah Bu Ni’mah mengubah tantangan-tantangan tersebut menjadi lima aksi nyata yang luar biasa?

5 Aksi Nyata dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Mengacu pada kompetensi kepala sekolah dalam kepemimpinan pembelajar, Bu Ni’mah dengan segala daya dan upaya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid, perencanaan, pelaksanaan, refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang mengacu pada murid.

Tak hanya itu, Bu Ni’mah juga aktif mengajak para orang tua sebagai pendamping dan sebagai sumber belajar di sekolah. Berikut ini aksi nyata yang dilakukan oleh Bu Ni’mah dalam mengawal penerapan Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara;

1. In-house Training

Untuk membangun persamaan persepsi, dilaksanakan in-house training untuk tim guru tentang Kurikulum Merdeka pada awal tahun pelajaran. Materi yang disampaikan pada in-house training tersebut berdasarkan materi yang diperoleh Bu Ni’mah ketika pelatihan sekolah penggerak angkatan 2.

in-house training

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan seperti apa Kurikulum Merdeka, memberikan penguatan, motivasi dan persamaan persepsi kepada seluruh guru. Saat persepsi seluruh tim telah terbangun dalam pondasi yang sama, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah menjadi lebih mudah dan terarah.

2. Rapat Kerja

Aksi nyata yang kedua yakni rapat kerja pada awal tahun pelajaran. Kegiatan ini sebenarnya hal yang biasa dilakukan setiap awal tahun, bedanya pada rapat kerja tahun pelajaran 2022-2023, Bu Ni’mah membentuk komunitas praktisi setiap fase. Setiap pekannya, komunitas praktisi berkoordinasi dengan kepala sekolah bersama tim pada tiap fasenya untuk melakukan refleksi dan evaluasi.

rapat kerja

Tak hanya itu, komunitas praktisi juga saling berbagi praktek baik dari implementasi kurikulum merdeka yang telah dilakukan. Sementara itu, refleksi, evaluasi dan berbagi praktek baik komunitas praktisi antar fase dilakukan setiap 6 bulan sekali.

3. Digitalisasi Sekolah

Berdasarkan hasil pengamatan Bu Ni’mah, serta hasil diskusi dengan komite pembelajaran, untuk memonitoring progres capaian siswa baik KKTP atau pun dimensi Profil Pelajar Pancasila (P3), dibutuhkan suatu sistem digital. Oleh karenanya bu Ni’mah kemudian menginisiasi aksi nyata yang ketiga yaitu program digitalisasi sekolah berupa sistem proses PPDB dan Sistem Akademik Kurikulum Merdeka.

pendampingan digitalisasi sekolah

Untuk pengembangan sistem tersebut, SD Islam Bintang Juara bekerja sama dengan Dosen UNISSULA Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika.

4. Pemaparan Program dan BBOT

Selain aksi nyata yang berhubungan dengan guru, Bu Ni’mah juga mensosialisasikan Kurikulum Merdeka kepada orang tua melalui kegiatan pemaparan program pada awal tahun pelajaran. Orang tua diberikan penjelasan terkait Kurikulum Merdeka, antara lain filosofi Kurikulum Merdeka, fase Profil PelajarPancasila (P3), Proyek Penguatan Profil Pelajar Pelajar Pancasila (P5), serta peran orang tua pada implementasi Kurikulum Merdeka.

BBOT

Untuk mengajak orang tua terlibat dalam implementasi Kurikulum Merdeka, Bu Ni’mah menerapkan program Belajar Bersama Orang Tua atau yang biasa disebut dengan BBOT. Keterlibatan orang tua dalam program ini yaitu dengan menjadi narasumber BBOT.

Setiap orang tua siswa mendapat kesempatan yang sama untuk didapuk sebagai narasumber BBOT. Bukan hanya para orang tua siswa yang memiliki profesi atau gelar tertentu, orang tua siswa yang sehari-hari menjadi Ibu Rumah Tangga juga dilibatkan. Hal tersebut untuk menunjukkan kepada siswa bahwa setiap kegiatan bisa memiliki manfaat bagi umat.

Tak hanya sebagai narasumber BBOT, orang tua juga dilibatkan sebagai narasumber P5.

5. Penjelasan kepada Siswa

Selain kepada orang tua, Bu Ni’mah juga mensosialisasikan kepada siswa tentang Kurikulum Merdeka, meliputi penjelasan tentang fase Profil Pelajar Pancasila, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta peran siswa dalam Kurikulum Merdeka.

penjelasan kepada siswa

Alhamdulillah kakak shalih-shalihah SD Islam  Bintang Juara selalu antusias di setiap kegiatan P5. Bahkan pada momen B-Fest, seluruh panitia kegiatan dipegang oleh kakak shalih-shalihah.

Dampak Aksi Nyata Implementasi Kurikulum Merdeka untuk SD Islam Bintang Juara

Aksi-aksi nyata dalam penerapan Kurikulum Merdeka tersebut menghasilkan sesuatu hal yang sangat bermakna di SD Islam Bintang Juara, antara lain:

  • Tumbuh budaya diskusi yang konsisten, baik dengan kepala sekolah ataupun antar guru tentang progress pelaksanaan kurikulum Merdeka yang telah dilakukan.
  • Silaturahim antara orang tua dan sekolah terbangun dengan baik. Hal tersebut dikarenakan orang tua merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dampaknya, orang tua lebih proaktif ketika diminta menjadi narasumber program sekolah, lebih  terbuka serta komunikatif memberikan saran kepada sekolah terkait program atau hal lainnya.

Dari serangkaian proses implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah menyampaikan bahwasanya pembelajaran yang dapat diambil yaitu;

“Perubahan itu mutlak terjadi dalam setiap kondisi, maka kita harus siap terus untuk menjadi generasi pembelajar dan mengambil hikmah agar kita bisa menghadapi perubahan dengan sebaik-baik ikhtiar.”

Ayah Bunda, saksikan dan dukung video Berbagi Praktik Baik: Peran Kepala Sekolah Mengawal Implementasi Kurikulum Merdeka yuk:

Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara tidak akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan Ayah Bunda. Oleh karenanya, selalu dukung dan doakan kami agar selalu bisa memberikan kegiatan-kegiatan terbaik dan bermakna, untuk mencetak Calon Pemimpin Muslim yang berilmu, berakhlak mulia dan bermanfaat. Terima kasih, Ayah Bunda.***