fbpx
Quranic Leadership Camp 2024 Hari Pertama

Quranic Leadership Camp 2024 Hari Pertama

Bertempat di Bumi Perkemahan Harda Walika Semarang, Qur’anic Leadership Camp 2024 digelar pada hari Jum’at – Sabtu, 26-27 Januari 2024. Agenda tahunan SD Islam Bintang Juara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 – 6.

Qur’anic Leadership Camp (QLC) 2024 mengangkat tema “Bersiap Menjadi Pemimpin Muslim yang Tangguh, Kreatif, Solutif, dan Bermanfaat”.  Adapun latar belakang di balik pemilihan tema ini berkaca pada perkembangan zaman yang diikuti dengan kemajuan teknologi yang semakin maju dan canggih.

Kehadiran AI (Artificial Intelligent) adalah salah satu wujud kemajuan teknologi tersebut. Pada beberapa sektor, seperti manufaktur dan pertanian, AI dan robotika telah menggantikan pekerja manusia dalam tugas-tugas yang berulang dan berisiko tinggi.

Proses otomatisasi ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan menghindari kesalahan manusia (human error). Namun, walau di satu sisi menguntungkan perusahaan, penggantian pekerjaan oleh AI ini dapat berdampak negatif pada tingkat pengangguran dan menyebabkan perubahan dalam pasar tenaga kerja.

Oleh karena itu, untuk mempersiapkan pribadi yang berjiwa entrepreneur, tangguh, solutif, dan kreatif, serta memiliki jiwa pemimpin yang berlandaskan spiritual dan mengutamakan adab dan akhlak, SD Islam Bintang Juara bermaksud mengadakan kegiatan Qur’anic Leadership Camp (QLC).

Harapannya melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara dapat menjadi calon penerus bangsa yang dapat mengikuti perkembangan jaman karena memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh, kreatif, solutif, dan bermanfaat, serta selalu berlandaskan pada spiritual, serta akhlak dan adab.

Rangkaian Acara Qur’anic Leadership Camp 2024 Hari Pertama

Kegiatan QLC 2024 dimulai pada hari Jum’at, 26 Januari 2024. Kakak shalih-shalihah langsung menuju ke lokasi kegiatan diantar oleh Ayah Bunda masing-masing.

QLC 2024 ini lebih istimewa dibandingkan dengan QLC pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, agenda tahunan ini digelar di luar sekolah.

Selain karena area sekolah sedang dalam proses renovasi, pemilihan tempat di luar juga diharapkan bisa memberikan pengalaman baru kepada kakak shalih-shalihah. Mereka belajar untuk senantiasa menjaga adab dan akhlaknya di manapun mereka berada.

Setelah semua peserta berkumpul, upacara pembukaan pun dimulai. Bu Nur Shofwatin Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara bertindak sebagai Pembina. Alhamdulillah, upacara berjalan sangat lancar, walaupun pemimpin upacara tidak bisa melanjutkan tugasnya dikarenakan kondisi kesehatannya yang menurun.

Usai upacara, kakak shalih-shalihah mendapat tantangan untuk memasang tenda dibantu dengan pendamping kelompoknya masing-masing. Bukanlah sebuah pekerjaan mudah, apalagi bagi kakak shalih-shalihah yang sebagian besar belum memiliki pengalaman sebelumnya.

Beberapa kelompok juga sempat mengalami frame patah yang menghambat proses pemasangan tenda. Namun dengan kerja sama tim yang baik, satu per satu tenda pun akhirnya berdiri.

Setelah semua tenda berdiri kokoh, kakak shalih-shalihah diberikan kesempatan untuk menunaikan Sholat Dhuha dan makan bekal yang dibawanya dari rumah. Tak berselang lama, waktu Sholat Jumat pun tiba.

Kakak shalih kelas 4-6 diajak untuk menunaikan Shalat Jumat di masjid. Sementara kakak shalih kelas 1-3 bersama kakak shalihah semua kelas berkumpul di aula untuk menunaikan Shalat Dhuhur berjama’ah. Disusul dengan makan siang bersama setelah kakak shalih kelas 4-6 telah kembali ke lokasi acara.

Agenda selanjutnya di hari pertama Quranic Leadership Camp 2024 adalah latihan PBB. Latihan ini dibagi menjadi tiga fase. Kakak shalih-shalihah Fase A belajar PBB bersama Kak Dede dan tim pembina Pramuka SD Islam Bintang Juara.

Sementara itu, kakak shalih-shalihah Fase B belajar PBB bersama Bapak EP Ady dari Brimob. Kakak shalih-shalihah Fase C belajar PBB dari Kak Dayat dari Kwarcab.

Usai latihan PBB, kakak shalih-shalihah Fase B dan C bergabung untuk belajar Semaphore, Morse dan Sandi. Masya Allah ada banyak hal baru yang mereka pelajari dalam rangkaian kegiatan QLC ya, Ayah Bunda.

Menjelang sore, kakak shalih-shalihah diberikan tantangan untuk memasak makan malamnya. Mereka pun dengan sigap mengeluarkan bahan masakan yang telah dibawa dari rumah, dan mengolahnya sesuai dengan menu yang telah direncanakan sebelumnya.

Mereka saling bahu-membahu untuk menyajikan makan malam yang lezat, dan tentu saja sehat. Setelah membereskan perangkat masak, kakak shalih-shalihah bergantian untuk bersih diri dan shalat Ashar.

Hujan pun mulai mengguyur Bumi Perkemahan Harda Walika. Tadinya hanya gerimis, tetapi perlahan semakin deras. Kegiatan makan malam yang tadinya direncanakan dilakukan di area tenda, dipindahkan ke aula. Makan malam yang syahdu diiringi rintik hujan terasa lebih hangat dan nikmat.

Nikmat hujan terus Allah SWT limpahkan sepanjang malam. Kegiatan Api Unggun yang sedianya digelar setelah Shalat Isya’ terpaksa ditunda. Sebelum kakak shalih-shalihah tidur malam, mereka mendapat kesempatan untuk mengikuti Leadership Moment.
Kakak diajak untuk bertadabbur Surat Al Insyirah yang menjadi tema Quranic Leadership Camp tahun ini. Lalu dilanjutkan dengan bermain tarik tambang di dalam ruangan.

Usai berkegiatan tarik tambang, kakak diajak untuk menggali hikmah di balik permainan yang baru saja dilakukan. Kira-kira apa hayo hikmahnya Ayah Bunda?
erhubung hujan terus mengguyur bumi, dan keadaan tenda tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat istirahat, ruang aula digunakan sebagai ruang istirahat kakak shalih.

Sementara itu, kakak shalihah diboyong menuju gedung di depan yang sedianya digunakan sebagai ruang transit panitia.

Walau ada banyak hal yang berjalan tidak sesuai dengan rencana, Alhamdulillah hari pertama berjalan dengan baik dan Insya Allah meninggalkan banyak kesan dan hikmah di dalam hati kakak shalih-shalihah.

Seperti apakah berlangsungnya hari kedua Quranic Leadership Camp 2024? Nantikan dalam catatan kami berikutnya, Ayah Bunda. Oya, Ayah Bunda bisa mendapatkan foto-foto lengkap hari pertama pada link berikut: dokumentasi kegiatan QLC 2024 hari pertama.***

Anak Zaman Now Asyik Tanpa Gadget, Bisakah?

Anak Zaman Now Asyik Tanpa Gadget, Bisakah?

Tidak bisa dimungkiri bahwa anak generasi 2000an hampir selalu memegang gadget di tangannya. Bahkan bisa jadi selama liburan semester, anak-anak akan lebih sering berteman dengan gadgetnya dibandingkan beraktivitas di luar rumah.

Oleh karenanya Asyik Tanpa Gadget diselenggarakan di SD Islam Bintang Juara sebagai rangkaian dari Ahlan wa Sahlan Semester 2 bertujuan untuk menetralisir kesenangan kakak shalih-shalihah dalam bermain gadget.

Selain itu Asyik Tanpa Gadget juga dirancang untuk menguatkan siswa dalam memanfaatkan dan mengambil hikmah dari permainan tradisional atau modern yang  dimainkan sehari-hari.

Asyik Tanpa Gadget berlangsung pada Hari Kamis, 4 Januari 2024. Bertempat di beberapa lokasi, di antaranya: lapangan upacara, gedung A lantai 1, gedung A lantai 2, dan basement gedung B. Adapun ragam kegiatannya antara lain:

  • Catur,
  • Puzzle,
  • Gobak Sodor,
  • Karambol,
  • Ular Naga.

Dipilihnya kelima kegiatan tersebut untuk mengisi Asyik Tanpa Gadget tentu saja ada alasan yang melatarbelakanginya. Catur dipilih karena mengajarkan kakak shalih-shalihah tentang bermain strategi, melatih ketelitian dan kewaspadaan.

Sementara Puzzle melatih kakak dalam melatih regulasi emosi, kesabaran dan ketelitian. Gobak Sodor, Karambol dan Ular Naga sengaja dipilih sebagai bagian dari permainan tradisional yang saat ini mulai dilupakan oleh khalayak.

Melalui permainan Gobak Sodor dan Ular Naga, kakak shalih-shalihah berlatih bekerjasama dan melatih ketangkasan. Sementara melalui Karambol, kakak shalih-shalihah juga berlatih menyusun strategi.

Untuk menyemarakkan kegiatan ini, setiap permainan memiliki jurinya masing-masing. Adapun juri sekaligus wasit untuk kegiatan catur yaitu Bu Ika, guru pendamping kelas 2A, dan Pak Arial, guru Penjaskes.

Sementara untuk guru puzzle, ada Bu Yayuk, wali kelas 1A, bu Novi, wali kelas 1B, Bu Fia, wali kelas 6 dan Bu Nisa, guru pendamping khusus kelas 4. Pada permainan Gobak Sodor, ada bu Diana, Bu Melly dan Bu Linda sebagai juri dan wasitnya.

Pak Zakki dan Pak Ali As’ad diamanahi menjadi juri dan wasit kegiatan karambol. Sementara kegiatan Ular Naga, ada Bu Iin, Bu Laila dan Bu Mida sebagai juri sekaligus wasit kegiatan.

Alhamdulillah kakak shalih-shalihah sangat bersemangat mengikuti semua rangkaian kegiatan Asyik Tanpa Gadget. Berikut ini beberapa dokumentasi yang Ayah Bunda bisa saksikan:

gobag sodor asyiknya tanpa gadget di SD Islam Bintang Juara

Atau Ayah Bunda juga bisa melihat salah satu video yang memperlihatkan keseruan kegiatan pada hari Kamis, 4 Januari 2024 tersebut:

Batasi Penggunaan Gadget pada Anak dengan Konsep 3D

Ayah Bunda, yuk dukung program sekolah untuk membatasi akses gadget kepada anak dengan menerapkan konsep 3D. Apabila Ayah Bunda sudah pernah mengikuti parenting bersama Abah Ihsan, tentunya konsep 3D ini bukanlah hal yang baru.

Adapun konsep 3D meliputi:

asyiknya tanpa gadget di rumah dengan Konsep 3D

1. Dipinjamkan

Artinya kakak shalih-shalihah diperbolehkan menggunakan gadget yang dipinjamkan kepadanya. Sebaiknya sebelum usia 17 tahun, kakak shalih-shalihah tidak perlu difasilitasi gadget pribadi.

Kakak shalih-shalihah bisa menggunakan gadget Ayah dan Bunda, atau gadget yang digunakan secara umum, seperti laptop atau PC yang digunakan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya.

Memberikan fasilitas gadget secara personal kepada anak, tentu akan memberikan hak yang berbeda dengan anak yang hanya dipinjami. Anak akan lebih memiliki batasan dalam penggunaannya, termasuk wajin meminta izin terlebih dahulu kepada Ayah Bunda saat akan meminjam dan menggunakan gadget.

2. Didampingi

Selain dipinjamkan, konsep kedua dari 3D adalah didampingi. Artinya, kakak shalih-shalihah diperbolehkan untuk menggunakan gadget tapi harus berada di ruang publik, ruang tamu, misalnya.

Kakak shalih-shalihah harus menggunakan gadget dengan pengawasan dari Ayah Bunda. Termasuk akses ke aplikasi atau tontonan apapun, harus dengan izin dari Ayah Bunda.

3. Dibutuhkan

D yang terakhir dalam Konsep 3D adalah dibutuhkan. Gadget hanya akan dipinjamkan kepada kakak shalih-shalihah untuk hal-hal yang dibutuhkan, misal untuk kebutuhan belajar, dan mencari referensi.

Lebih dari itu, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah harus membuat kesepakatan bersama tentang aturan Screen/ Gadget Time di rumah.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menumbuhkan suasana Asyiknya Tanpa Gadget di sekolah dan di rumah. Tetap semangat dalam mendampingi tumbuh kembang kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.***

 

Coba Praktikkan 13 Cara Asyik Mengajarkan Bahasa Inggris kepada Kakak Shalih-shalihah Ini Yuk!

Coba Praktikkan 13 Cara Asyik Mengajarkan Bahasa Inggris kepada Kakak Shalih-shalihah Ini Yuk!

Mengajarkan bahasa Inggris kepada kakak shalih-shalihah dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat.  Sayangnya tidak semua orang tua memiliki kepercayaan diri untuk menemani kakak shalih-shalihah belajar bahasa Inggris.

Padahal kalau Ayah Bunda tahu teknik mengajarkan bahasa Inggris secara menyenangkan, momen ini bisa menjadi sarana bonding yang oke banget lo. Mau tahu bagaimana caranya? Yuk, baca terus artikel ini hingga tuntas ya.

13 Cara Asyik Mengajarkan Bahasa Inggris, Dijamin Cas Cis Cus!

Empat hal yang tak akan pernah ditolak oleh anak-anak adalah bermain, hadiah, kejutan, dan dongeng/ cerita. – Septi Peni Wulandani.

Nah, coba deh Ayah Bunda mengaplikasikan empat hal yang tak akan pernah ditolak kakak shalih-shalihah tersebut menjadi bagian dari proses pengajaran bahasa Inggris. Berikut adalah beberapa cara asyik untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak:

1. Gunakan Metode Bermain

Bermainnya kakak shalih-shalihah sejatinya adalah proses belajar. Gunakan permainan, puzzle, atau aktivitas kreatif seperti mewarnai atau membuat hiasan untuk memperkenalkan kosakata dan kalimat bahasa Inggris kepada mereka.

Ayah Bunda juga bisa menggunakan kegiatan ice breaking untuk mengajarkan bahasa Inggris dengan banyak bergerak, sehingga kakak tidak terasa bosan dan lebih mudah memahami pelajaran.

2. Berikan Hadiah sebagai Apresiasi

Sediakan hadiah-hadiah sederhana yang bisa memotivasi kakak untuk belajar bahasa Inggris. Misal, saat kakak sudah berhasil menghafal dan mempraktikkan 10 kosa kata menjadi kalimat, berikan sebuah stiker, atau benda lain yang sederhana tapi bisa membuat kakak shalih-shalihah bersemangat.

3. Cerita dan Buku Bacaan

Bacakan buku anak-anak dalam bahasa Inggris secara teratur. Ayah Bunda dapat membacakan cerita atau mengizinkan anak-anak membaca sendiri jika mereka sudah bisa. Membaca buku dapat meningkatkan pemahaman bahasa Inggris mereka.

4. Tonton Film atau Kartun dalam Bahasa Inggris

Pilih kartun atau film animasi yang cocok untuk usia anak-anak dan tonton bersama mereka. Aktifkan subtitle dalam bahasa Inggris untuk membantu mereka menghubungkan kata-kata dengan pengucapannya.

5. Lagu dan Musik

Dengarkan lagu-lagu anak-anak dalam bahasa Inggris bersama-sama. Musik adalah cara yang bagus untuk membiasakan anak-anak dengan ritme, intonasi, dan kosakata bahasa Inggris.

6. Mainan Edukatif

Ada banyak mainan dan permainan edukatif yang dirancang khusus untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak. Mainan ini seringkali menggabungkan unsur permainan dengan pembelajaran bahasa. Contoh: Scrabble, Word Search, dsb.

belajar bahasa inggris

7. Menggunakan Perkembangan Anak

Selalu pertimbangkan tingkat perkembangan kakak shalih-shalihah. Bahasa yang diajarkan harus sesuai dengan tingkat pemahaman mereka agar tidak terlalu sulit atau terlalu mudah.

8. Berbicara dan Interaksi Aktif

Ajak kakak shalih-shalihah berbicara dalam bahasa Inggris sebanyak mungkin. Cobalah untuk berkomunikasi dengan mereka dalam bahasa Inggris selama beberapa waktu setiap hari. Hal ini bisa termasuk bermain peran atau mengobrol tentang aktivitas sehari-hari.

9. Menggunakan Flashcard

Gunakan kartu kosakata (flashcards) dengan gambar dan kata-kata dalam bahasa Inggris untuk membantu kakak shalih-shalihah memahami kosakata dasar.

10. Libatkan Mereka dalam Kehidupan Sehari-hari

Libatkan kakak shalih-shalihah dalam aktivitas sehari-hari yang melibatkan bahasa Inggris, seperti berbelanja, memasak, atau merencanakan perjalanan bersama.

11. Perencanaan Aktivitas Tematik

Pilih tema-tema tertentu yang menarik bagi kakak shalih-shalihah, misalnya tentang binatang, alam, atau makanan. Kemudian, ajak mereka untuk belajar bahasa Inggris sekitar tema-tema ini. Akan lebih baik lagi jika Ayah Bunda mengunjungi tempat yang berkaitan dengan tema tersebut, sehingga proses belajar bisa lebih bermakna.

12. Konsistensi dan Kesabaran

Ingatlah bahwa setiap anak belajar dengan kecepatan yang berbeda. Penting untuk bersabar dan konsisten dalam proses yang dilalui.

13. Kursus Bahasa Inggris untuk Anak

Nah, bila Ayah Bunda merasa angkat tangan untuk mengajari sendiri, bisa dipertimbangkan untuk mendaftarkan kakak shalih-shalihah ke kursus bahasa Inggris untuk anak-anak yang diajarkan oleh instruktur berpengalaman.

Terkait dengan kursus bahasa Inggris, pada hari Kamis, 24 Agustus 2023 lalu, SD Islam Bintang Juara kedatangan tamu spesial dari Kampung Inggris Semarang. Ketiga pengajar dari Kampung Inggris Semarang mengajak kakak shalih-shalihah kelas 4 belajar bahasa Inggris secara seru dan menyenangkan.

Adapun ketiga pengajar dari Kampung Inggris Semarang yang menyambangi SD Islam Bintang Juara yaitu Miss Neny, Miss Yunita dan satu orang lainnya yang bertugas sebagai tim dokumentasi. Penasaran bagaimana keseruan belajar bahasa Inggris bersama Kampung Inggris Semarang?

Asyiknya Belajar Bahasa Inggris bersama Kampung Inggris Semarang

Miss Neny membuka sesi belajar dengan mengajak kakak shalih-shalihah berkenalan. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan beberapa permainan, sehingga kakak shalih-shalihah merasa senang saat belajar.

motivasi belajar bahasa Inggris

Beberapa permainan yang dilakukan bersama Miss Neny, antara lain:

  • Ketika Miss Neny mengucapkan “Students”, kakak shalih-shalihah harus menjawab dengan “I I I teacher.”
  • Ketika Miss Neny berkata “One”, kakak shalih-shalihah harus bertepuk tangan sebanyak sekali, dan seterusnya sesuai dengan angka yang diucapkan oleh Miss Neny.
  • Miss Neny membawa botol kosong, dan menggerakkan botol tersebut ke kanan, kiri, depan dan menggoyangkannya. Apabila botol diarahkan ke kiri, maka kakak shalih-shalihah harus menggerakkan badan ke kiri, begitu juga sebaliknya. Sementara saat botol digoyangkan, kakak shalih-shalihah harus melompat.

Setelah kakak shalih-shalihah sudah penuh semangat, Miss Neny kemudian memberikan contoh kalimat menggunakan pola Present Continuous Tense atau biasa juga disebut dengan Present Progressive. Hayo, Ayah Bunda masih ingat tidak kalimat dengan pola ini?

Present Continuous Tense adalah pola kalimat dalam bahasa Inggris untuk menyatakan aktivitas yang dilakukan saat ini. Atau bisa dikatakan juga aktivitas yang sedang berlangsung. Sebagai penanda dari pola ini adalah adanya to be + Verb ing. Contoh:

  • Miss Neny is teaching English right now.
    The students are studying English in the classroom.

Miss Neny menyampaikan semua materi dalam bahasa Inggris, tanpa terkecuali. Ada beberapa kakak shalih-shalihah yang sudah langsung paham, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu untuk bisa menangkap pesan dari Miss Neny.

Namun secara keseluruhan, kakak shalih-shalihah bisa memahami apa yang diajarkan oleh Miss Neny. Setelah berlatih beberapa kalimat secara bergantian, Miss Neny kembali memberikan permainan kepada kakak shalih-shalihah.

Permainan tersebut dinamai dengan “Passing the Ball”. Cara bermainnya yaitu Miss Neny memutarkan sebuah lagu, sementara itu kakak shalih-shalihah harus melakukan estafet bola menggunakan dengan kertas.

Saat lagu berhenti, kakak shalih/ shalihah yang menerima bola saat itu harus maju ke depan. Miss Neny telah menyiapkan tantangan dalam bentuk kardus yang bisa diputar. Pada kardus itu tertulis beberapa kosa kata dalam bahasa Inggris.

Tugas kakak shalih/ shalihah adalah memutar kardus itu, hingga berhenti pada satu kosa kata. Kemudian, kakak shalih/ shalihah harus membuat kalimat berdasarkan kosa kata yang tertera menggunakan pola Present Progressive.

Tak hanya itu, kakak shalih-shalihah juga diajak untuk bermain menyusun kalimat dari kata yang diacak. Alhamdulillah kakak shalih-shalihah sangat menikmati sesi belajar bersama Kampung Inggris Semarang.

Apalagi bagi kakak shalih-shalihah yang mampu menyelesaikan tantangan, Miss Neny akan mendapatkan hadiah berupa stiker. Semakin semangatlah kakak shalih-shalihah untuk menaklukkan tantangan, demi mendapat stiker dari Kampung Inggris Semarang.

Tak terasa 70 menit telah berlalu, saatnya para pengajar dari Kampung Inggris Semarang berpamitan. Sebagian besar kakak shalih-shalihah menyampaikan bahwa pelajaran bahasa Inggris hari itu terasa berkesan dan menyenangkan.

Apakah ke depannya SD Islam Bintang Juara akan terus bekerjasama dengan Kampung Inggris Semarang? Nantikan saja program-program selanjutnya ya, Ayah Bunda.

Pastinya pengajar dari Kampung Inggris Semarang telah mencontohkan bagaimana cara asyik mengajar bahasa Inggris kepada anak. Dibutuhkan kreativititas yang tinggi dan proses yang menyenangkan untuk menghasilkan pembelajaran super seru.

kampung inggris semarang ke SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda juga insya Allah bisa kok mengajarkan bahasa Inggris kepada kakak shalih-shalihah semenyenangkan pengajar dari Kampung Inggris Semarang. Pastinya niatkan proses belajar tersebut sebagai waktu berkualitas bersama dan dukung minat serta keinginan kakak shalih-shalihah untuk belajar bahasa Inggris. Semangat ya, Ayah Bunda!***

Referensi:

  • https://media.neliti.com/media/publications/240627-pembelajaran-bahasa-inggris-bagi-anak-us-80fbe4e0.pdf
  • https://jurnal.pknstan.ac.id/index.php/sembadha/article/view/1795
  • https://www.tokopedia.com/blog/cara-cepat-belajar-bahasa-inggris-tanpa-les/?utm_source=google&utm_medium=organic

 

 

11 Cara Mempersiapkan Anak untuk Berkompetisi, Siapkah Ayah Bunda?

11 Cara Mempersiapkan Anak untuk Berkompetisi, Siapkah Ayah Bunda?

Ayah Bunda, pada hari Rabu, 23 Agustus 2023, beberapa kakak shalih-shalihah mewakili SD Islam Bintang Juara untuk berkompetisi pada lomba MAPSI (Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami) sekecamatan Gunung Pati. Terima kasih tak terhingga kepada Ayah Bunda yang telah membantu mempersiapkan anak untuk berkompetisi dengan usaha terbaiknya.

Mungkin sebagian besar Ayah Bunda bertanya-tanya mengapa sekarang SD Islam Bintang Juara rajin mengikuti beragam perlombaan. Sebenarnya prinsip SD Islam Bintang Juara masih tetap sama kok, Ayah Bunda, bahwasanya kakak shalih-shalihah lebih baik dikenalkan dengan sistem kolaborasi dibandingkan kompetisi.

Akan tetapi dalam situasi tertentu, baik berkompetisi ataupun berkolaborasi ternyata memiliki manfaatnya masing-masing, tergantung pada konteks dan tujuan spesifiknya. Berikut adalah beberapa pertimbangan untuk masing-masing pilihan.

Melalui kegiatan yang membutuhkan kolaborasi, kakak shalih-shalihah dapat belajar untuk;

  • Menggabungkan Keterampilan: Kolaborasi memungkinkan kakak shalih-shalihah dengan keterampilan yang berbeda untuk bekerja bersama dan menggabungkan keahlian mereka. Ini dapat menghasilkan solusi yang lebih holistik dan komprehensif.
  • Mengatasi Tantangan Kompleks: Masalah dan tantangan yang sangat kompleks seringkali lebih baik diatasi melalui kolaborasi daripada kompetisi. Ini karena masalah tersebut mungkin melibatkan berbagai faktor yang memerlukan kerjasama.
  • Membangun Hubungan: Kolaborasi memungkinkan kakak shalih-shalihah untuk membangun hubungan yang kuat dengan orang lain. Ini adalah pendekatan yang baik dalam konteks kerja sama tim dan kehidupan sosial.
  • Mencapai Tujuan Bersama: Kolaborasi dapat membantu kakak shalih-shalihah mencapai tujuan bersama yang lebih besar daripada yang dapat dicapai secara individu. Ini berlaku dalam berbagai konteks, seperti proyek kelas atau kegiatan sosial.
  • Mengatasi Perselisihan: Kolaborasi dapat membantu mengatasi perselisihan dan konflik dengan menciptakan solusi yang menguntungkan semua pihak.

berkompetisi vs berkolaborasi

Sementara itu, di sisi lain mengikuti kompetisi juga bisa memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Mendorong Peningkatan Diri Sendiri: Kompetisi dapat memberikan dorongan untuk meningkatkan diri sendiri. Ketika kakak shalih-shalihah bersaing, mereka cenderung bekerja keras untuk mencapai tujuan tertentu dan meningkatkan prestasi mereka.
  • Mengukur Kemampuan: Kompetisi dapat membantu kakak shalih-shalihah mengukur kemampuan dan prestasinya dibandingkan dengan teman atau siswa dari sekolah lain. Ini dapat memberikan umpan balik yang berharga tentang sejauh mana kakak shalih-shalihah telah mencapai tujuan mereka.
  • Menginspirasi Inovasi: Persaingan sering kali mendorong inovasi. Ketika kakak shalih-shalihah bersaing untuk menjadi yang terbaik, ini dapat memicu hadirnya solusi ataupun ide-ide baru.
  • Merangsang Kreativitas: Kompetisi dapat merangsang kreativitas dalam menemukan cara-cara baru untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan masalah.

Tentunya penting untuk memahami bahwa dalam banyak situasi, baik berkompetisi maupun berkolaborasi bisa menjadi pendekatan yang efektif, dan keterampilan untuk beradaptasi dengan konteks yang berbeda sangat penting. Misalnya, dalam kegiatan di sekolah, contohnya menghias kelas, berkolaborasi dengan teman sekelas adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.

Apabila tujuannya untuk mengukur kemampuan kakak shalih-shalihah, serta memberikan pengalaman dan mengenalkan kakak shalih-shalihah pada kemampuan siswa dari sekolah lain, mengikutkan mereka ke dalam berbagai kompetisi bisa dipertimbangkan. Oleh karena itu, pilihan antara berkompetisi atau berkolaborasi harus didasarkan pada analisis situasional dan tujuan spesifik yang ingin dicapai.

Jalan tengahnya, kakak shalih-shalihah bisa diajak untuk mengikuti kompetisi yang sifatnya kolaborasi. Misal, kompetisi Jumbara, Jambore ataupun kompetisi MAPSI cabang rebana yang mengharuskan kakak shalih-shalihah berkelompok dalam mencapai tujuan bersama.

Namun tidak menutup kemungkinan kakak shalih-shalihah dikirim untuk mengikuti kompetisi perorangan dalam rangka meningkatkan kepercayaan diri, menguatkan mental dan menumbuhkan keberanian. Ada kalanya kakak shalih-shalihah menampilkan yang terbaik saat latihan di sekolah bersama para guru, tetapi pada saat tampil kakak shalih-shalihah merasa grogi dan belum menunjukkan penampilan terbaik.

Oleh karenanya, berkompetisi bisa melatih kakak shalih-shalihah untuk mengatasi grogi, takut dan ketidaknyamanan yang muncul sebelum tampil. Lalu sebenarnya, kapankah kakak shalih-shalihah siap diikutkan kompetisi?

Kapankah Kakak Shalih-shalihah Siap Diajak Berkompetisi?

Kapan anak siap untuk berkompetisi dapat bervariasi tergantung pada anak itu sendiri, minat mereka, dan tingkat perkembangan mereka. Tidak ada batasan usia yang pasti, karena setiap anak memiliki tingkat kematangan dan minat yang berbeda.

Namun, beberapa faktor yang dapat membantu menentukan kapan seorang anak mungkin siap untuk berkompetisi meliputi:

  • Minat dan Motivasi: Kakak shalih-shalihah harus menunjukkan minat dan motivasi untuk berkompetisi. Mereka harus benar-benar ingin mengikuti kompetisi dalam bidang tertentu, seperti olahraga, seni, matematika, atau lainnya.
  • Keterampilan dan Kemampuan: Kakak shalih-shalihah harus memiliki dasar keterampilan atau kemampuan dalam bidang kompetisi yang mereka pilih. Ini termasuk keterampilan fisik, keterampilan kognitif, atau keterampilan artistik, tergantung pada jenis kompetisi.
  • Kesiapan Emosional: Kesiapan emosional sangat penting. Kakak shalih-shalihah harus mampu menghadapi tantangan, kegagalan, dan tekanan kompetisi tanpa terlalu stres atau tertekan. Mereka juga perlu memahami konsep menang dan kalah.
  • Pemahaman Aturan dan Etika: Kakak shalih-shalihah harus memiliki pemahaman dasar tentang aturan dan etika yang berlaku dalam kompetisi. Mereka perlu tahu bagaimana berperilaku dengan sportif dan hormat terhadap lawan.
  • Kesehatan Fisik dan Mental: Hal yang tak kalah penting, kakak shalih-shalihah harus dalam keadaan kesehatan fisik dan mental yang baik. Mereka harus memiliki energi yang cukup dan kekuatan mental untuk menghadapi tuntutan kompetisi.

kapankah anak siap berkompetisi

Ayah Bunda perlu tahu bahwa tidak semua anak tertarik atau siap untuk berkompetisi, dan itu sepenuhnya wajar. Penting untuk mendengarkan keinginan dan minat kakak shalih-shalihah serta memberikan mereka kebebasan untuk mengejar minat mereka sendiri.

Sebagai guru dan orang tua, tentulah kurang bijak apabila kita memaksakan anak untuk berkompetisi jika mereka tidak ingin melakukannya. Pilihan ini harus didasarkan pada minat dan kesiapan mereka, bukan keinginan orang tua ataupun guru.

11 Cara Mempersiapkan Anak untuk Berkompetisi

Nah, sekarang Ayah Bunda sudah tahu kan manfaat kompetisi dan kapan waktu yang tepat untuk mengikutkan anak pada kompetisi, sekarang saatnya mencari tahu langkah terbaik untuk mempersiapkan anak berkompetisi.

Persiapan anak untuk berkompetisi dapat menjadi pengalaman yang positif dan berharga jika dilakukan dengan cara yang tepat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Ayah Bunda ambil untuk mempersiapkan kakak shalih-shalihah sebelum mengikuti kompetisi:

mempersiapkan anak berkompetisi

1. Kenali Minat dan Bakat Anak

Identifikasi minat dan bakat khusus kakak shalih-shalihah. Bidang apa saja yang mereka sukai? Apakah mereka memiliki minat dalam olahraga, seni, matematika, atau bidang lainnya? Memahami minat mereka adalah langkah pertama dalam mempersiapkan mereka untuk berkompetisi.

2. Beri Dukungan Emosional

Pastikan kakak shalih-shalihah merasa didukung secara emosional. Jangan memaksa mereka untuk berkompetisi jika mereka tidak ingin melakukannya. Diskusikan kepentingan mereka dan apakah mereka ingin berpartisipasi.

3. Temukan Pelatih atau Mentor

Jika kakak shalih-shalihah tertarik pada kompetisi tertentu, temukan pelatih atau mentor yang berpengalaman di bidang tersebut. Pelatih dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan yang diperlukan dan memberikan panduan yang diperlukan. Di sekolah, kakak shalih-shalihah biasanya akan didampingi dan dilatih oleh guru yang memiliki minat dan kemampuan sesuai dengan kompetisi yang akan diikuti.

4. Latihan dan Persiapan Rutin

Bantu kakak shalih-shalihah merencanakan jadwal latihan yang konsisten. Latihan rutin membantu mereka membangun keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan siap berkompetisi.

5. Pemahaman Tentang Aturan dan Etika

Ajarkan kakak shalih-shalihah tentang aturan dan etika yang berlaku dalam kompetisi. Ini termasuk pemahaman tentang sportivitas, serta rasa hormat terhadap juri dan lawan.

6. Fokus pada Pembelajaran

Ajarkan kakak shalih-shalihah bahwa kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga tentang pembelajaran. Bahkan jika mereka kalah, mereka tetap dapat mengambil pelajaran berharga dari pengalaman tersebut.

cara mempersiapkan anak berkompetisi

7. Percayakan Tanggung Jawab pada Anak

Berikan tanggung jawab pada kakak shalih-shalihah dalam persiapan mereka. Biarkan mereka mengatur jadwal latihan, mengambil inisiatif dalam mempersiapkan diri, dan mengatur tujuan pribadi.

8. Pemeliharaan Kesehatan Fisik dan Mental

Pastikan kakak shalih-shalihah menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Dukung pola tidur yang baik, asupan makanan seimbang, dan latihan fisik yang tepat.

9. Berikan Dukungan Moral

Tunjukkan dukungan dan dorongan kepada kakak shalih-shalihah. Apabila memungkinkan, Ayah Bunda bisa menghadiri kompetisi. Kalaupun tidak bisa hadir, setidaknya alirkan semangat kepada kakak shalih-shalihah sebelum mereka berangkat ke lokasi. Namun pastikan Ayah Bunda memberikan dukungan moral tanpa tekanan yang berlebihan.

10. Evaluasi Hasil dan Pembicaraan Setelah Kompetisi

Setelah kompetisi, luangkan waktu untuk mengevaluasi hasilnya bersama kakak shalih-shalihah. Diskusikan apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan. Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah menceritakan penampilan peserta yang menurut mereka terbaik dan berkesan, serta apa yang bisa dipelajari dari penampilan tersebut. Pastikan Ayah Bunda mengajak diskusi dengan kalimat yang konstruktif dan positif.

11. Jaga Keseimbangan

Pastikan kakak shalih-shalihah menjaga keseimbangan antara kompetisi dan kehidupan sehari-hari. Mereka juga perlu waktu untuk bersantai, berkumpul dengan teman-teman, dan mengejar minat lain di luar kompetisi.

Hal yang perlu Ayah Bunda ingat bahwa kompetisi bukanlah segalanya. Tujuan utama mengikutkan kakak shalih-shalihah dalam kompetisi bukanlah meraih kemenangan. Namun fungsi dari mengikuti kompetisi adalah memberikan pengalaman positif dan pembelajaran kepada kakak shalih-shalihah.

Selalu prioritaskan kenyamanan dan perkembangan mereka di atas segalanya. Pastikan pula di sela-sela mempersiapkan anak untuk berkompetisi, pahamkan pada kakak shalih-shalihah bahwa “Setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara.”***

Referensi:

  • https://www.rimbanews.com/pendidikan/pr-1607469564/mengapa-manusia-perlu-berkompetisi-dan-berkolaborasi-pembahasan-jawaban-alternatif
  • https://edukasi.kompas.com/read/2018/05/05/13021551/haruskah-mengajarkan-kompetisi-pada-anak
  • http://beritadisdik.com/news/cerdas/kompetisi-versus-kolaborasi-
  • https://gaya.tempo.co/read/1118362/jangan-buru-buru-ajarkan-anak-berkompetisi-tilik-dulu-syaratnya
  • https://www.antaranews.com/berita/738627/jangan-tuntut-anak-berkompetisi-sejak-dini
  • https://www.halodoc.com/artikel/5-cara-mengajarkan-anak-untuk-berkompetisi-dengan-sehat
  • https://www.parenting.co.id/usia-sekolah/persiapkan-anak-sebelum-ikut-lomba
Yuk Kenali 10 Manfaat Air Putih untuk Tumbuh Kembang dan Kesehatan Anak, Ayah Bunda!

Yuk Kenali 10 Manfaat Air Putih untuk Tumbuh Kembang dan Kesehatan Anak, Ayah Bunda!

Membiasakan minum air putih pada kakak shalih-shalihah merupakan tantangan tersendiri. Namun apabila Ayah Bunda bisa membagikan informasi terkait manfaat air putih untuk tumbuh kembang dan kesehatan kakak shalih-shalihah, bisa jadi mereka jadi lebih bersemangat untuk minum air putih.

Kebutuhan air untuk kakak shalih-shalihah yang duduk di bangku SD (Sekolah Dasar)  bervariasi tergantung pada faktor-faktor tertentu. Namun, terdapat rekomendasi umum mengenai konsumsi air harian untuk anak-anak yang dapat digunakan sebagai pedoman.

Menurut informasi dari situs IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), berikut ini kebutuhan air yang harus dipenuhi untuk kesehatan anak:

  • Kakak shalih-shalihah berusia 4 – 8 tahun memerlukan 1700 mL/hari.
  • Kakak shalih-shalihah berusia 9 – 13 tahun memerlukan 2400 mL/hari pada laki – laki dan 2100 mL/hari pada perempuan.

Tentu saja harap diingat, Ayah Bunda, bahwa ini adalah perkiraan umum dan asupan air yang tepat dapat bervariasi antara anak yang satu dan lainnya. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:

  • Aktivitas fisik: Kakak shalih-shalihah yang lebih aktif membutuhkan lebih banyak air untuk menggantikan kehilangan cairan saat berkeringat.
  • Iklim: Di iklim yang lebih panas, kakak shalih-shalihah mungkin perlu lebih banyak air untuk mencegah dehidrasi.
  • Kesehatan individu: Beberapa kakak shalih-shalihah mungkin memiliki kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan asupan air yang lebih tinggi. Konsultasikan dengan dokter jika ada kekhawatiran kesehatan.
  • Makanan: Sebagian besar makanan juga menyediakan sejumlah air, jadi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kakak shalih-shalihah dapat memengaruhi seberapa banyak air yang mereka butuhkan.
  • Usia: Kakak shalih-shalihah yang lebih muda mungkin membutuhkan asupan air yang lebih sedikit daripada kakak yang berusia lebih tua.

10 Manfaat Air Putih untuk Tumbuh Kembang dan Kesehatan Tubuh Kakak Shalih-shalihah

Air memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak-anak. Berikut beberapa manfaat air bagi anak-anak:

manfat air putih

1. Hidrasi

Air sangat penting untuk menjaga tubuh anak tetap terhidrasi. Tubuh anak-anak membutuhkan air untuk berbagai fungsi, termasuk menjaga suhu tubuh, mengangkut nutrisi ke sel-sel tubuh, dan menghilangkan sisa-sisa metabolisme.

2. Fungsi Tubuh yang Optimal

Air membantu menjaga fungsi organ tubuh yang optimal. Ini termasuk fungsi jantung, ginjal, hati, dan sistem pencernaan. Dengan cukup minum air, anak-anak memiliki energi yang lebih baik dan dapat beraktivitas dengan baik.

3. Kesehatan Kulit

Air membantu menjaga kulit anak tetap sehat dan lembut. Kehilangan cairan yang cukup dapat mengakibatkan kulit kering, gatal, dan bahkan masalah kulit lainnya.

4. Sistem Kekebalan Tubuh

Air membantu sistem kekebalan tubuh anak-anak berfungsi dengan baik. Tubuh yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih baik dalam melawan infeksi dan penyakit.

5. Pertumbuhan dan Perkembangan

Air adalah komponen utama dalam pembentukan sel dan jaringan tubuh. Selain itu, air membantu dalam penyerapan nutrisi dari makanan, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.

manfaat air putih untuk tumbuh kembang

6. Kesehatan Ginjal

Air membantu dalam menjaga kesehatan ginjal. Dengan cukup minum air, anak-anak dapat membantu menghindari masalah seperti batu ginjal yang dapat menyebabkan rasa sakit dan masalah kesehatan lainnya.

7. Pencegahan Dehidrasi

Dehidrasi bisa berbahaya bagi anak-anak, dan air adalah cara terbaik untuk mencegahnya. Gejala dehidrasi pada anak-anak dapat mencakup mulut kering, mata cekung, dan lemas. Dalam kasus yang parah, dehidrasi dapat mengancam nyawa.

8. Konsentrasi dan Fokus

Anak-anak yang terhidrasi dengan baik cenderung memiliki konsentrasi dan fokus yang lebih baik di sekolah dan dalam aktivitas sehari-hari.

9. Detoksifikasi

Air membantu tubuh anak mengeluarkan zat-zat berbahaya dan sisa-sisa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, sehingga membantu menjaga tubuh mereka tetap sehat.

10. Mengatur Suhu Tubuh

Air membantu tubuh mengatur suhu saat anak bermain atau beraktivitas fisik. Ini adalah penting terutama saat cuaca panas.

Ayah Bunda, penting untuk mengajarkan anak-anak untuk mendengarkan tubuh mereka sendiri. Mereka harus diajarkan untuk minum air saat mereka merasa haus dan untuk tidak menunda minum sampai mereka merasa sangat haus.

Selain air, makanan sehat yang mengandung buah-buahan dan sayuran juga dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan cairan anak-anak. Selalu perhatikan tanda-tanda dehidrasi pada kakak shalih-shalihah, seperti mulut kering, mata cekung, atau sedikit buang air kecil, dan pastikan mereka mendapatkan cukup cairan.

fasilitas galon di SD Islam Bintang Juara

Untuk memastikan kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara mendapatkan manfaat penuh dari air, para guru konsisten untuk mengajarkan mereka kebiasaan minum air yang baik dengan cara membawa tumblr/ botol minum dalam setiap kegiatan.  Selain itu SD Islam Bintang Juara juga senantiasa memastikan kakak shalih-shalihah untuk memiliki akses mudah ke air bersih dan segar.

Di setiap gedung dan lantai sudah disediakan galon air yang siap untuk mengisi botol kosong kakak shalih-shalihah. Fasilitas air yang ada di SD Islam Bintang Juara ini juga bisa bebas dimanfaatkan oleh kakak shalih-shalihah tanpa biaya tambahan sedikit pun.

Oleh karenanya, Ayah Bunda tidak perlu khawatir saat kakak shalih-shalihah berada di sekolah. Insya Allah ketersediaan air selalu tercukupi dan para guru juga senantiasa mengingatkan kakak shalih-shalihah untuk minum air putih sesuai kebutuhan.

Semoga dengan adanya fasilitas air bersih di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah dapat mendapatkan manfaat air untuk tumbuh kembang dan kesehatan secara optimal. Terima kasih juga untuk Ayah Bunda yang selalu mendukung program-program kami.***

Referensi:

  • https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kebutuhan-air-pada-anak#:~:text=Diperkirakan%2C%20bayi%20usia%200%20%E2%80%93%206,perempuan%3B%20anak%2014%20%E2%80%93%2018%20tahun
  • https://www.alodokter.com/yuk-bunda-biasakan-si-kecil-minum-air-putih-dengan-cara-ini
  • https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/berapa-kebutuhan-air-minum-yang-ideal-untuk-anak
  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-4-manfaat-air-putih-untuk-tumbuh-kembang-anak
  • https://www.haibunda.com/parenting/20201102174541-59-170843/9-manfaat-air-untuk-anak-ketahui-kebutuhannya-sesuai-usia-yuk-bun
Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Calon Pemimpin Muslim Melalui Upacara Kemerdekaan Berpakaian Adat

Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Calon Pemimpin Muslim Melalui Upacara Kemerdekaan Berpakaian Adat

HUT Republik Indonesia ke-78 pada tahun 2023 ini bertemakan “Terus Melaju Untuk Indonesia Maju”. Dalam rangka menumbuhkan jiwa nasionalisme Calon Pemimpin Muslim, ada yang menarik dari upacara peringatan hari kemerdekaan di SD Islam Bintang Juara. Seluruh siswa, guru dan tenaga kependidikan SD Islam Bintang Juara mengenakan pakaian adat yang berbeda-beda.

Hal unik lainnya, di akhir upacara bendera dalam rangka memperingati kemerdekaan RI ke-78, ibu Nur Shofwatin Ni’mah memberikan tantangan kepada kakak shalih-shalihah untuk menceritakan filosofi di balik pakaian adat yang dikenakannya. Nah, apakah Ayah Bunda sudah membekali informasi penting ini sebelum memilihkan pakaian adat untuk dikenakan kakak shalih-shalihah?

Nasionalisme adalah sikap mental dan tingkah laku individu maupun masyarakat yang menunjukkan adanya loyalitas dan pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negara. Nasionalisme sangat diperlukan demi  kelangsungan suatu negara, dengan harapan memunculkan rasa persatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Ada banyak cara untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, salah satunya melalui cara yang dilakukan oleh SD Islam Bintang Juara. Dengan meminta kakak shalih-shalihah mengenakan pakaian adat nusantara saat upacara kemerdekaan, diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dalam diri kakak shalih-shalihah, serta untuk mengenalkan beragam budaya nusantara.

Manfaat Pakaian Adat dalam Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Calon Pemimpin Muslim

Pakaian adat Indonesia memiliki banyak manfaat dan peran penting dalam budaya dan masyarakat Indonesia. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari pakaian adat Indonesia:

manfaat pakaian adat untuk menumbuhkan nasionalisme

1. Penciptaan Identitas dan Kepribadian

Pakaian adat Indonesia membantu menciptakan dan mengekspresikan identitas dan kepribadian bangsa. Setiap etnis dan daerah di Indonesia memiliki pakaian adatnya sendiri yang mencerminkan sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang unik.

2. Pelestarian Budaya dan Warisan

Pakaian adat merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang kaya. Memakai pakaian adat adalah cara untuk menjaga dan melestarikan tradisi dan pengetahuan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

3. Representasi Budaya dalam Acara Resmi

Pakaian adat sering digunakan dalam acara-acara resmi, seperti upacara keagamaan, pernikahan, festival budaya, dan perayaan nasional. Ini membantu memperkuat identitas budaya Indonesia dalam konteks resmi.

4. Menghormati Tradisi dan Adat Istiadat

Memakai pakaian adat adalah bentuk penghormatan terhadap tradisi dan adat istiadat suatu daerah atau etnis tertentu. Ini menunjukkan penghargaan terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

5. Menyatukan Masyarakat

Pakaian adat dapat menjadi faktor penyatuan dalam masyarakat. Ketika  kakak shalih-shalihah mengenakan pakaian adat dalam acara-acara tertentu, hal ini menciptakan rasa kebersamaan dan kebanggaan yang kuat terhadap budaya mereka.

6. Pendidikan dan Pengetahuan

Pakaian adat juga merupakan sumber pengetahuan tentang sejarah, seni, dan budaya Indonesia. Melibatkan kakak shalih-shalihah sebagai generasi muda dalam memahami pakaian adat dapat membantu mempertahankan tradisi ini.

7. Melibatkan Kreativitas, Seni dan Penghormatan Terhadap Lingkungan

Pembuatan pakaian adat melibatkan keterampilan seni dan kerajinan tangan yang tinggi. Tak hanya itu beberapa pakaian adat Indonesia juga terbuat dari bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.

Hal ini tentu saja menunjukkan penghormatan terhadap lingkungan dan mempromosikan keberlanjutan dalam budaya. Dalam upacara peringatan kemerdekaan RI ke-78 di SD Islam Bintang Juara, pakaian adat yang dikenakan Kak Shaqueel dari kelas 2 terpilih sebagai pakaian adat paling unik dan kreatif. Ayah Bunda Kak Shaqueel mempersiapkan sendiri lo pakaian adat tersebut, masya Allah.

Silakan Ayah Bunda bisa menyimak dulu video dokumentasi kegiatan upacara dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-78:

Ayah Bunda, hal terbaik agar jiwa nasionalisme tumbuh subur dalam diri kakak shalih-shalihah melalui perantara pakaian adat yaitu dengan membiarkan mereka berpartisipasi aktif dalam proses mengenakan pakaian adat. Caranya, libatkan kakak shalih-shalihah dalam memilih pakaian, mengenakannya, dan memahami makna di balik setiap bagian pakaian tersebut.

Selama proses mengenakan pakaian adat, adakan diskusi tentang arti nasionalisme dan mengapa penting untuk mencintai dan menghargai budaya dan sejarah bangsa sendiri. Bicarakan juga tentang bagaimana pakaian adat adalah bagian dari warisan budaya kita.

Melibatkan kakak shalih-shalihah untuk berpartisipasi dalam upacara yang melibatkan penggunaan pakaian adat adalah kesempatan bagus bagi mereka untuk merasakan jiwa kebersamaan dan kebanggaan terhadap budaya mereka.

Selain menekankan pentingnya cinta terhadap budaya sendiri, ajarkan juga pentingnya toleransi dan menghargai keragaman budaya. Salah satunya dengan mengenalkan bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya, dari jenis pakaian adat, kuliner khas, rumah adat dan juga kesenian yang beragam.

Itulah mengapa di akhir upacara Bu Ni’mah memberikan tantangan kepada kakak shalih-shalihah yang berani menceritakan filosofi di balik pakaian adat yang dikenakan. Ada banyak kakak shalih-shalihah yang mencoba menjawab, tetapi belum ada yang benar-benar tepat menjabarkan filosofinya.
Sepertinya kakak shalih-shalihah masih kebingungan. Nah, ini tentu saja menjadi PR bagi pihak sekolah dan orang tua. Bagaimanapun guru dan orang tua adalah role model paling kuat yang bisa dilihat kakak shalih-shalihah.

Penting bagi guru dan orang tua untuk menunjukkan kepada kakak shalih-shalihah bagaimana kita menghargai budaya dan sejarah lokal, serta bagaimana kita merayakan hari-hari nasional dengan bangga. Semoga dengan demikian, jiwa nasionalisme kakak shalih-shalihah akan tumbuh dengan subur.

Alhamdulillah kak Syamil kelas 6 akhirnya mampu menceritakan makna pakaian adat yang dikenakannya. Harapannya di lain waktu, kakak shalih-shalihah lainnya juga bisa menceritakan arti dari busana adat yang dipakainya.

Selain membicarakan filosofi pakaian adat, Bu Ni’mah dalam amanah upacara juga menceritakan tentang filosofi Bambu Runcing. Nah, Ayah Bunda juga bisa lo menceritakan filosofi terkait sejarah bangsa kepada kakak shalih-shalihah sebagai bahan diskusi yang asyik dan seru di rumah.

galeri upacara kemerdekaan SD Islam Bintang Juara

Upacara peringatan kemerdekaan RI yang melibatkan pakaian adat tentulah menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Hal ini akan membuat kakak shalih-shalihah lebih terbuka untuk memahami dan menerima nilai-nilai nasionalisme.

Dengan menggabungkan pendidikan, pengalaman, dan contoh-contoh nyata, Ayah Bunda dapat membantu kakak shalih-shalihah mengembangkan jiwa nasionalisme yang kuat dan sekaligus menghargai kekayaan budaya mereka.

Ingatlah bahwa penting untuk menciptakan lingkungan yang terbuka, inklusif, dan penuh kasih, di mana kakak shalih-shalihah dapat merasa aman untuk bertanya dan belajar lebih banyak tentang budaya dan identitas nasional mereka. Jadi, apakah Ayah Bunda sudah siap menumbuhkan jiwa nasionalisme dalam diri kakak shalih-shalihah dengan mengajak mereka berdiskusi tentang filosofi di balik pakaian adat daerah asalnya? Bagikan cerita Ayah Bunda di kolom komentar, yuk!***