fbpx
Kompetisi Hifdzil Qur’an Perkuat Pondasi Calon Pemimpin Muslim dan Implementasi Kurikulum Merdeka

Kompetisi Hifdzil Qur’an Perkuat Pondasi Calon Pemimpin Muslim dan Implementasi Kurikulum Merdeka

Deg! Deg! Begitulah kiranya suara debar di hati kakak-kakak shalih dan shalihah yang pada Selasa, 11 April 2023 berpartisipasi pada Kompetisi Hifdzil Qur’an, salah satu dari 4 cabang perlombaan dalam kegiatan Musabaqah Fii Ramadhan – Kompetisi Calon Pemimpin Muslim.

Hifdzil Qur’an merupakan kompetisi yang diselenggarakan dengan bekal hafalan kakak-kakak shalih dan shalihah selama belajar di SD Islam Bintang Juara. Hal ini juga menjadi salah satu perwujudan dari implementasi Kurikulum Merdeka pada Profil Pelajar  Pancasila Dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia.

5 Manfaat Mengikuti Kompetisi Hifdzil Quran untuk Calon Pemimpin Muslim

Dengan mengikuti kompetisi Hifdzil Quran, kakak shalih-shalihah diharapkan mampu menerapkan lima elemen kunci dari dimensi Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia, yakni:

manfaat lomba hifdzil quran

1. Akhlak Beragama

Kakak-kakak shalih dan shalihah mampu menyadari bahwa mereka mendapatkan amanah dari Allah SWT sebagai pemimpin atau khalifah di bumi, sehingga dapat menjadi pelajar Pancasila yang mengenal sifat-sifat Tuhannya. Selain itu diharapkan mereka juga senantiasa menghayati, dan patuh akan perintahNya, serta terus bereksplorasi hingga dapat memberikan kontribusi untuk peradaban dunia.

2. Akhlak Pribadi

Memiliki rasa sayang dan perhatian terhadap dirinya pribadi, termasuk dalam menjaga kesehatan jasmani rohani, dan menjaga kehormatan dirinya melalui tutur perilakunya. Selain itu kakak shalih-shalihah juga senantiasa muhasabah diri untuk menjadikan dirinya lebih baik dari sebelumnya.

3. Akhlak kepada Manusia

Semua manusia yang beragam di dunia ini memiliki kedudukan yang setara di hadapan Allah SWT, sehingga kakak-kakak shalih dan shalihah diharapkan mampu mengutamakan persamaan dan kemanusiaan. Tak hanya itu, kakak shalih-shalihah juga bisa bijak menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada, dan mengapresiasi tindakan-tindakan positif orang lain.

4. Akhlak kepada Alam

Kakak-kakak shalih dan shalihah sebagai pelajar Pancasila mampu memahami bahwa manusia hidup di bumi ini berdampingan dengan makhluk lainnya. Salah satunya alam. Memiliki rasa kasih dan peduli terhadap lingkungan alam dan melestarikannya.

5. Akhlak Bernegara

Sadar dan paham akan kewajiban dan haknya sebagai warga negara, sehingga mampu memberikan dorongan bagi dirinya untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan negara.

Masya Allah ya Ayah Bunda,  ternyata di balik kompetisi Hifdzil Quran memiliki segudang manfaat yang luar biasa.

Nah, kegiatan yang terkait dengan salah satu dimensi profil pelajar Pancasila ini diawali dengan registrasi ulang terlebih dahulu oleh para peserta, kemudian akan mendapatkan nomor undi untuk urutan tampil. Terdapat dua kegiatan yang dilakukan oleh para peserta dalam kompetisi ini yaitu melafalkan surat yang telah dipilihkan oleh juri dan menyambung ayat.

Masyaallah Ayah dan Bunda, kakak-kakak berani tampil di depan untuk melafalkan hafalan suratnya pada perlombaan dengan total 47 peserta loh. Bu Tutik, Bu Mida dan Pak Syahid selaku dewan juri dalam perlombaan ini selalu bersiap untuk memberikan penilaian kepada para peserta dengan memperhatikan unsur-unsur, berupa fashohah/makhorijul huruf, tajwid, dan kelancaran.

Pada cabang perlombaan yang menjadi wujud dari profil pelajar Pancasila ini terbagi dalam tiga level;

  • Level 1 (Bagi para peserta dengan capaiaan hafalan surat ad-Dhuha s.d An-Nas).
  • Level 2 (Bagi para peserta dengan capaian hafalan surat Al-Buruj s.d Al-Lail).
  • Level 3 (Bagi para peserta dengan capaian hafalan surat AN-Naba s.d Al-Insyiqoq).

Ayah dan Bunda boleh sharing dong, kakak-kakak shalih dan shalihah saat tampil sudah sampai di level mana ya? Apakah kakak shalih-shalihah menceritakan pengalamannya saat mengikuti kompetisi Hifdzil Quran?

Tips Agar Hafalan Kakak Shalih-Shalihah Terjaga

Pastikan untuk mengapresiasi keberanian kakak shalih-shalihah yang telah berani unjuk gigi dalam kompetisi ini, Ayah Bunda. Agar hafalan kakak shalih-shalihah makin mutqin, Ayah Bunda bisa membantu mereka untuk muroja’ah atau mengulang surat dan ayat-ayat yang telah dihafalnya setiap hari.

Selain menambah hafalan ayat baru, muroja’ah juga penting dilakukan Ayah Bunda. Hal ini agar hafalan pada ayat atau surat-surat sebelumnya tidak hilang dari ingatan.

Kemudian, agar hafalan terjaga, kakak shalih-shalihah juga bisa dibiasakan untuk menggunakan surat atau ayat yang sudah dihafalnya saat sedang shalat. Oh ya, Ayah Bunda juga bisa membuat kompetisi Hifdzil Quran di rumah masing-masing.

Kakak shalih-shalihah bisa diminta untuk membacakan surat yang telah dihafalnya di depan forum keluarga. Lalu juga Ayah Bunda bisa membacakan satu ayat, dan biarkan kakak shalih-shalihah melanjutkan ayat tersebut.

tips agar hafalan Quran terjaga

Selain tips sederhana yang kami bagikan di atas, apakah Ayah Bunda memiliki cara lain untuk menjaga hafalan kakak shalih-shalihah? Boleh ya berbagi tipsnya di kolom komentar agar bisa di-ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) oleh orang tua lainnya.

Selain Hifdzil Quran, cabang lain dalam Musabaqah Fii Ramadhan yang memiliki banyak peminat lainnya yaitu Kompetisi Kaligrafi. Ayah Bunda, yuk intip juga cerita seru jalannya kompetisi tersebut beserta informasi mengenai manfaat belajar kaligrafi.

Demikianlah catatan Bintang Juara tentang kompetisi Hifdzil Quran sebagai rangkaian dari Musabaqah Fii Ramadhan. Semoga bermanfaat dan terima kasih, Ayah Bunda.***

Ditulis oleh Iyana, Diedit dan Diterbitkan oleh Tim Humas & Media

 

 

7 Manfaat Belajar Kaligrafi dan Jenis-jenisnya, Apa Saja Ya?

7 Manfaat Belajar Kaligrafi dan Jenis-jenisnya, Apa Saja Ya?

Ayah dan Bunda, pada hari Selasa, 11 April 2023, SD Islam Bintang Juara melaksanakan Musabaqah Fii Ramadhan. Salah satu kompetisi yang ada pada event tersebut yaitu menulis kaligrafi.

Sebenarnya apa ya manfaat belajar kaligrafi, Ayah Bunda? Selain itu, ternyata ada banyak jenis kaligrafi lo. Apakah Ayah Bunda mengetahuinya?

Ayah Bunda, kompetisi kaligrafi yang merupakan bagian dari Musabaqah Fii Ramadhan diadakan sebagai salah satu cara SD Islam Bintang Juara untuk  mendekatkan diri kakak shalih-shalihah kepada Allah SWT di bulan yang penuh berkah ini. Selain itu sebagai implementasi dari Kurikulum Merdeka pada pada Profil Pelajar Pancasila Dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia.

Arti Kata Kaligrafi

Pada kali ini kita akan membahas tentang manfaat belajar kaligrafi sebagai lanjutan informasi mengenai kompetisi yang baru saja dilaksanakan di SD Islam Bintang Juara pada Selasa, 11 April 2023 lalu. Secara etimologis Kaligrafi berasal dari bahasa Inggris, “calligraphy.’

Kata tersebut berasal dari dua suku kata bahasa Yunani, yaitu kallos yang artinya beauty atau indah, dan graphein yang artinya to write atau menulis. Bila kedua kata tersebut digabungkan memiliki arti tulisan yang indah.

Dalam bahasa Arab, Kaligrafi biasa disebut khat yang memiliki arti garis atau coretan pena yang membentuk tulisan tangan. Selain itu, kaligrafi juga disebut fann al-khath yang memiliki arti seni memperbaiki coretan atau memperhalus tulisan.

Dari semua pengertian di atas, bisa disimpulkan secara sederhana, bahwasanya kaligrafi ialah suatu tulisan yang memiliki kandungan nilai keindahan dan seni. Sementara orang yang menulis kaligrafi disebut sebagai kaligrafer.

Masya Allah, Ayah Bunda, peminat kompetisi Kaligrafi cukup banyak lo. Terbukti ada 40an peserta yang terdaftar pada kompetisi ini. Seluruh peserta terdiri dari kakak shalih-shalihah dari kelas 1 – 5.

Sebelum kompetisi dimulai, Pak Ali sebagai ketua juri menyampaikan peraturan apa saja yang harus diikuti oleh para peserta. Setelah itu, Pak Ali memberikan contoh tulisan Arab berlafaz “Allah” yang merupakan materi untuk ditulis dan dikreasikan oleh kakak shalih shalihah kelas 1-3.

Sedangkan untuk kakak shalih-shalihah kelas 4-5, tulisan Arab yang harus dibuat dalam bentuk Kaligrafi adalah bacaan Basmallah (Bismillahirrohmanirrohim). Setelah penyampaian materi selesai, kakak shalih-shalihah diminta untuk langsung membuat kaligrafi sesuai dengan level kelasnya masing-masing.

Pada saat kakak shalih-shalihah sedang membuat bentuk Arab tersebut, ada salah seorang peserta yang mengatakan bahwa dia tidak bisa menulis lafaz Allah dalam bahasa Arab. Kemudian kakak magang yang bertugas sebagai tim dokumentasi menyemangatinya hingga akhirnya ia berhasil untuk menyelesaikan tulisan Allah tersebut.

Selain itu, ada juga kakak shalih-shalihah yang tidak membawa pensil warna sehingga mereka mencari ide agar bisa mengkreasikan kaligrafi,  yaitu dengan menggunakan pensil, pena dan spidol untuk mengarsir tulisan Arab yang dibuatnya.

Waktu yang diberikan untuk membuat kaligrafi adalah dua jam. Setelah proses pembuatan kaligrafi usai, kakak shalih-shalihah melakukan pengambilan gambar bersamaa dengan hasil karya mereka masing-masing. Kemudian, karya Kaligrafi tersebut dikumpulkan kepada Pak Ali.

Dari kompetisi tersebut, dewan juri yang terdiri dari Pak Ali, Bu Linda dan Bu Iin menemukan beberapa nama yang memiliki bakat dalam seni kaligrafi. Semoga dengan adanya kompetisi ini, bakat kakak shalih-shalihah bisa semakin terasah ya, Ayah Bunda. Doakan agar SD Islam Bintang Juara bisa senantiasa mendampingi kakak shalih-shalihah dalam mengembangkan bakat-bakat mereka.

7 Manfaat Belajar Kaligrafi, Ayah Bunda Wajib Tahu!

Ayah Bunda, selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengembangkan bakat kakak sahlih-shalihah, masih ada enam manfaat belajar kaligrafi. Apa sajakah itu?

manfaat menulis kaligrafi

1. Menjaga Al-Qur’an dan Sunah

Kaligrafer memiliki peran dalam menjaga Al Quran dan Sunnah karena mereka menuliskan ayat-ayat Al Quran Apalagi jika hasil karya mereka tersebar secara luas, Masya Allah… ini menjadi hal penting dalam menjaga kitab suci agar tidak punah.

2. Untuk Menyalurkan Kemampuan Seni

Tidak semua bentuk seni diperbolehkan oleh Islam. Syarat seni yang halal adalah hal-hal yang tidak menjurus pada syirik dan maksiat. Kaligrafi adalah salah satu seni yang diperbolehkan dan disarankan untuk dipelajari.

3. Memudahkan Dalam Menghafal Al-Qur’an

Saat kakak shalih-shalihah sedang belajar menulis kaligrafi, mereka akan mengulang ayat-ayat tersebut beberapa kali. Dampaknya, ayat tersebut bisa terekam di otak. Bonusnya, ayat tersebut bisa dihafalkan oleh kakak shalih-shalihah.

4. Melatih Kesabaran

Belajar menulis kaligrafi membutuhkan kesabaran karena tak langsung sekali jadi. Melalui latihan demi latihan tersebut, otot tangan kakak shalih-shalihah juga jadi terstimulasi motoriknya. Selain kesabaran, latihan menulis kaligrafi juga melatih ketelitian.

manfaat belajar menulis kaligrafi

5. Menambah Kecintaan Terhadap Ayat Al-Qur’an

Semua orang menyukai keindahan, sebagaimana Sang Maha Pencipta juga mencintai keindahan. Saat kakak shalih-shalihah menulis atau melihat kaligrafi, insya Allah rasa cinta terhadap ayat-ayat Al Quran menjadi bertambah.

6. Meningkatkan Kreativitas

Kaligrafi atau khat memiliki banyak jenis. Semakin banyak khat yang dipelajari, semakin meningkat kreativitas kakak shalih-shalihah. Hal ini tentu juga akan meningkatkan kinerja otak, Ayah Bunda.

7. Menjadi Sumber Penghasilan

Menulis kaligrafi juga bisa menjadi salah satu life skill yang kelak bisa menopang kehidupan kakak shalih-shalihah. Hasil karya kaligrafi yang dibuatnya bisa saja suatu hari menjadi sumber penghasilan.

Nah, setelah mengetahui manfaat belajar kaligrafi di atas, apakah Ayah Bunda jadi lebih semangat untuk mengembangkan bakat kakak shalih-shalihah di bidang menulis Arab dengan sentuhan seni ini?

Selain manfaat, Ayah Bunda juga perlu mengenal jenis-jenis kaligrafi atau khat. Yuk cari tahu!

Jenis-jenis Kaligrafi yang Sering Digunakan

Ada beragam jenis kaligrafi, tetapi setidaknya ada 6 jenis kaligrafi/ khat yang umum digunakan oleh para kaligrafer, yaitu:

jenis-jenis kaligrafi

1. Khat Kufi

Khat kufi pada awal Islam muncul berguna untuk menyalin kitab suci Al Quran. Khat ini merupakan gaya menulis Arab yang memiliki karakter kubisme. Khat ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis;

  • Kufi Musyajjar (Floriated Kufi)
  • Kufi Mudhofar (Plaited Kufi)
  • Kufi Animasi (Animated Kufi)
  • Kufi Murabba’ (Squared Kufi)
  • Kufi Muzakhraf

2. Khat Naskhi

Khat naskhi atau nasakha merupakan gaya menulis kaligrafi yang bentuk hurufnya melengkung dan miring. Gayanya ini membuat jadi lebih mudah dibedakan dengan tulisan kufi yang kaku.

3. Khat Tsuluts

Tsuluts memiliki arti sepertiga. Angka itu mengacu pada kalam tunar yang ukurannya klasik berjumlah 24 helai kuda. Memiliki dua varian;

  • Tsuluts Adi
  • Tsuluts Falil

4. Khat Dewani

Khat ini memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu tulisannya sangat miring ke kiri, saling tumpang tindih antara huruf satu dengan yang lainnya. Selain itu sebagian besar hurufnya ditulis di atas garis, kecuali huruf jim, ha’, kho’, mim dan lam akhir. Gaya tulisannya bulat melengkung, jarang menggunakan harokat dan elastis/ tidak terlihat kaku.

5. Khat Riq’ah

Keunikan jenis kaligrafi ini terletak pada huruf-hurufnya yang pendek. Hal ini membuatnya bisa ditulis lebih cepat daripada khat Naskhi. Khat ini  cocok untuk belajar karena sederhana dan strukturnya tidak rumit.

6. Khat Farisi

Berbeda dengan jenis khat lainnya, khat Farisi memiliki ciri huruf miring ke kanan. Untuk bisa menulis dengan menggunakan khat ini, kaligrafer harus pandai mengubah-ubah posisi pena karena setiap huruf memiliki ukuran lebar yang berbeda-beda.

Demikianlah informasi mengenai manfaat belajar kaligrafi beserta ragam jenisnya. Apabila Ayah Bunda merasa informasi ini bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada kerabat atau sahabat ya. Sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya. Semangat mendampingi kakak shalih-shalihah mengembangkan bakatnya, Ayah Bunda.***

Ditulis oleh Fasya, dikembangkan dan diedit oleh Tim Humas & Media

Referensi:

  • https://www.sahijab.com/tips/2426-simak-6-manfaat-belajar-kaligrafi?page=2
  • https://pskq-it.com/apa-pentingnya-mempelajari-kaligrafi-dan-apa-manfaat-belajar-kaligrafi/ 
  • https://hamidionline.net/mengapa-kita-belajar-khot/
Bincang Ramadhan #2: Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal

Bincang Ramadhan #2: Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal

Alhamdulillah, setelah sukses dengan episode perdana tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut, Bincang Ramadhan kembali menyapa Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah pada hari Sabtu, 1 April 2023. Episode kedua Bincang Ramadhan dengan tema “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal,” menghadirkan Drs. M. Fauroni sebagai narasumber dan dipandu oleh Mokhamad Sabil Abdul Aziz, S.Pd., Ayah dari Kak Aquien Kelas 2.

Sebagai sekolah dasar yang menerapkan kurikulum merdeka, SD Islam Bintang Juara selalu berusaha untuk melibatkan orang tua dalam setiap lini kegiatan sekolah. Salah satunya adalah kegiatan Bincang Ramadhan.

Kegiatan ini berupa talkshow yang diinisiasi oleh FORSI (Forum Silaturahmi) Orang Tua Murid SD Islam Bintang Juara. Setiap episodenya akan ada narasumber dan host yang berbeda. Host atau pemandu acara diambil dari anggota FORSI secara bergantian, sementara narasumber selain dari orang tua siswa, juga bisa menghadirkan praktisi dan para ahli yang tinggal di sekitar SD Islam Bintang Juara.

Narasumber pada Bincang Ramadhan #2 adalah seorang Praktisi Kesehatan Thibbun Nabawi sekaligus ketua RW 04 Kelurahan Sukorejo. Dalam Bincang Ramadhan ini, ketua RW yang akrab dipanggil dengan nama Bapak Roni berbagi informasi mengenai bekam.

Sebagian ulama menganggap bekam sebagai salah satu sunnah Rasulullah SAW, yang apabila dilakukan secara rutin telah terbukti untuk menjaga kesehatan. Lalu seperti apakah bekam yang benar, apa saja manfaatnya dan bagaimana cara pengobatan ala Rasulullah SAW?

Simak ulasan Bincang Ramadhan #2  yang disajikan secara istimewa hanya untuk Ayah Bunda sekalian, khususnya yang belum sempat menyimak Live Streaming-nya beberapa waktu lalu.

Bekam ala Rasulullah Seperti Apa?

Bukan tanpa alasan menghadirkan Bapak Roni sebagai narasumber Bincang Ramadhan #2. Beliau telah menekuni bidang Thibunnabawi selama 20 tahun.

Bapak Roni menjelaskan bahwasanya bekam adalah bagian dari Thibbunnabawi. Thibbunnabawi adalah pengobatan yang bersumber dari nabi.

Berbeda dengan pengobatan medis modern yang berdasarkan uji coba dan rawan terjadinya kekeliruan, thibbunnabawi merupakan pengobatan yang berdasarkan wahyu. Bahkan salah satu hadits menyatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW mendapat informasi mengenai bekam langsung dari Malaikat Jibril.

Dalam sebuah riwayat hadits, dari Ibnu ‘Abbas, sesungguhnya setiap kali Nabi shallallahu’alaihi wasallam melewati sekumpulan Malaikat pada waktu mi’raj, pada malaikat itu selalu berpesan, “Hendaknya engkau membiasakan diri melakukan al-hijaamah.”

Beliau juga mengatakan, “Jibril memberitahu padaku bahwa hijaamah merupakan pengobatan paling bermanfaat bagi manusia”.

Hijamah sendiri merupakan bahasa Arab dari bekam, yang artinya penyedotan. Sementara istilah bekam justru berasal dari bahasa Melayu.

Metode bekam yaitu dengan memberikan minyak di bagian punggung atau titik-titik yang akan dibekam. Lalu dilakukan sayatan kemudian disedot darah kotornya.

Beberapa orang yang rutin melakukan bekam menyebutkan bahwasanya dampak yang terjadi setelah bekam, antara lain:

  • Badan terasa lebih enteng, tidak lagi terasa pegal
  • Kepala yang tadinya pusing jadi lebih ringan
  • Penglihatan jadi lebih terang

Disampaikan oleh Bapak Roni dampak-dampak positif tersebut dikarenakan bekam berguna untuk mengambil sampah-sampah yang ada di dalam tubuh kita. Sampah di sini maksudnya toksin yang masuk ke dalam tubuh melalui junk food, polusi, rokok, minuman yang mengandung soda, makanan berpengawet, dan zat-zat non organik lainnya.

Setiap hari darah akan mengalirkan zat-zat ke seluruh tubuh. Termasuk juga toksin yang masuk ke dalam tubuh. Toksin ini pada akhirnya justru menumpuk di dalam darah menyebabkan gumpalan-gumpalan.

Gumpalan-gumpalan darah tersebut kemudian menyumbat aliran darah dan membuat kerja jantung menjadi berat. Akibatnya, bisa mengakibatkan terjadinya stroke.

Nah, kalau Ayah Bunda rutin melakukan bekam, sampah-sampah tadi akan dikeluarkan sebelum menumpuk menjadi gumpalan. Tentu saja efeknya, badan jadi lebih segar dan sehat. Kinerja organ vital tubuh kita bisa menjadi lebih optimal.

Bapak Roni menyebutkan bahwasanya bekam tidak memiliki efek samping. Namun apabila ada orang yang dibekam setelahnya kok justru menjadi pusing dan ada keluhan, bisa jadi karena orang tersebut melanggar syarat berbekam.

belajar thibunnabawi

Syarat Melakukan Bekam

Dalam kesempatan Bincang Ramadhan #2 dengan topik “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal,’ Bapak Roni menyampaikan kalau ada syarat-syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh terapis bekam atau jurkam (Juru Bekam), dan juga mereka yang akan dibekam.

Apabila syarat-syarat ini tidak dipenuhi, bisa jadi justru mengalami keluhan dan tidak mendapat manfaat bekam. Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Jurkam (Juru Bekam):

  • Berwudhu dan berdoa sebelum memulai proses bekam agar terhindar dari godaan setan.
  • Memastikan kebersihan alat bekam dan tempat yang akan digunakan.
  • Menggunakan sarung tangan.
  • Dilakukan sesuai syariat, yaitu terapis perempuan hanya menangani pasien perempuan dan terapis laki-laki hanya menangani pasien lelaki.

Bapak Roni pada sesi ini juga menyebutkan bahwa masih terbuka lebar kesempatan bagi para jurkam perempuan. Saat ini masih dibutuhkan banyak jurkam perempuan.

Bahkan Bapak Roni siap lo diundang oleh FORSI SD Islam Bintang Juara apabila ingin melakukan pelatihan bekam. Apakah Ayah Bunda berminat untuk belajar bekam?

Selain syarat-syarat yang harus dipenuhi terapis, ada juga lo syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh pasien, antara lain:

  • Sama halnya dengan terapis, sebaiknya pasien sebelum dibekam juga berwudhu dan melakukan sholat sunnah terlebih dahulu agar bekam lebih bisa dirasakan manfaatnya.
  • Bagi perempuan, hindari bekam saat sedang datang bulan. Secara sunnatullah, haid adalah proses detoksifikasi natural. Maka tidak perlu dilakukan detoksifikasi dengan bekam ketika haid sedang terjadi.
  • Selain saat sedang datang bulan, perempuan hamil juga disarankan untuk tidak bekam karena bisa mempengaruhi kondisi janin. Kalaupun badan terasa pegal-pegal dan ingin dibekam, hindari area perut.
  • Pastikan kondisi perut tidak terlalu kenyang dan tidak pula terlalu lapar.
  • Orang kesurupan dan mengalami gangguan jiwa dilarang melakukan bekam.

Nah, setelah mengetahui syarat-syarat ini, semoga Ayah Bunda yang belum pernah merasakan bekam, kini tidak lagi takut untuk mencobanya ya. Insya Allah  tidak sakit. Kalau kata Pak Roni, “Hanya seperti digigit semut.”

Sedangkan waktu yang paling tepat untuk melakukan bekam, menurut Pak Roni, “Kalau dalam hadits disebutkan minimal setahun dua kali. Namun saat itu kondisi di zaman Rasulullah SAW belum banyak polusi dan bahan-bahan kimia. Beda dengan zaman sekarang yang paparan kimiawi semakin banyak, maka sarannya adalah sebulan dua kali.”

Bekam pada dasarnya adalah pencegahan. Jadi lebih baik dilakukan sebelum terjadinya penyakit. Sementara jika sudah ada keluhan-keluhan yang serius, bekam bisa dilakukan setiap satu kali dalam seminggu. Boleh juga lebih cepat dari itu, asalkan bekas titik-titik di tubuh karena proses bekam sebelumnya sudah hilang.

Materi di atas hanyalah sebagian kecil dari yang disampaikan oleh Pak Roni. Masih banyak sekali bahasan menarik pada Bincang Ramadhan #2 pada hari Sabtu, 1 April 2023 lalu, seperti batasan usia yang diperbolehkan bekam, perbedaan bekam kering dan bekam basah, sertifikasi untuk terapis bekam dan lainnya.

Bagi Ayah Bunda yang belum sempat menyimak, silakan bisa menonton videonya secara utuh:

Ayah Bunda, dalam sesi penutup Bincang Ramadhan #2, Ayah Kak Aquieen menyampaikan bahwa survei yang dilakukan oleh PBB menyatakan kalau hanya 15% penduduk dunia yang benar-benar sehat, 15% penduduk dunia menderita penyakit. Sementara 70% sisanya adalah orang-orang yang merasa sehat tetapi sebenarnya sakit, cuma belum diketahui.

Kondisi yang 70% tersebut seperti bom waktu. Apabila tidak segera memperbaiki gaya hidup, akan merugikan kesehatan tubuhnya.

Oleh karenanya Pak Roni mengingatkan akan pentingnya untuk meneladani cara hidup Rasulullah SAW. Sepanjang 63 tahun, Rasulullah SAW hanya pernah sakit selama dua kali.

Belajar Thibbunnabawi tidak bisa lepas dari belajar tentang Rasulullah SAW. Bukan hanya tentang bagaimana Beliau beribadah, tetapi juga bagaimana Rasulullah SAW menjaga pola tidur dan makan-minumnya.

Allah SWT adalah Pencipta manusia dan alam semesta ini. Diturunkannya Al Quran adalah sebagai manual book alias buku petunjuk bagaimana manusia seharusnya berkehidupan di alam ini, termasuk juga dalam memilih makanan dan minuman. Insya Allah apabila pola hidup Ayah Bunda sudah sesuai dengan Al Quran, tubuh akan senantiasa aman, terjaga, sehat dan selamat.

Demikian catatan istimewa Bintang Juara tentang “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal.” Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa pada Bincang Ramadhan berikutnya.***

Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja, Ayah Bunda Wajib Paham!

Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja, Ayah Bunda Wajib Paham!

“Tabu bukan berarti  tidak Dibicarakan. (Abah Ihsan Baihaqi)

Alhamdulillahirrobil’alamin, Webinar Islamic Parenting bersama Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari yang bertajuk Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja telah  tuntas terlaksana. Eksklusif hanya untuk orang tua murid Sekolah Islam Bintang Juara dan peserta umum yang telah mendaftar.

Hari Ahad, 26 Maret 2023, Abah Ihsan menyampaikan banyak sekali materi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi Ayah Bunda yang pernah mengikuti parenting workshop Karunia Cinta Remaja pada 6 November tahun lalu, webinar kali ini menjadi sarana murojaah yang semakin menguatkan azzam untuk mendampingi kakak shalih-shalihah memasuki masa-masa remajanya.

Acara dibuka secara resmi pada pukul 08.25. Ibu Marita Ningtyas selaku MC membacakan susunan acara, tata tertib webinar dan membuka forum belajar tersebut dengan bacaan basmallah bersama-sama.

tilawah kak raffasya SD Islam Bintang Juara

Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran Surat An Nur ayat 54 dan 59 oleh Kak Raffasya dari Kelas 5 dan saritilawah oleh Kak Frasca dari Kelas 5. Dua ayat yang dibacakan tersebut menjadi prolog betapa pentingnya untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah menjadi umat yang taat dan menjaga kesantunan dalam perilaku sehari-hari.

Acara berikutnya yaitu sambutan oleh Pembina Yayasan Dewi Sartika, Ibu Prof. Dr. Esmi Warassih, SH. MS. Dibuka dengan salam sapa yang hangat, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tantangan dan bahaya pergaulan bebas dari lingkungan.

sambutan dari eyang esmi

Eyang Esmi menyampaikan bahwa sebagai orangtua wajib mempersiapkan diri untuk menangani anak saat memasuki masa pubertas. Kewajiban kita sebagai manusia itu mencari ilmu di manapun tempatnya.

Sebelum memasuki acara inti, MC membacakan CV moderator dan mempersilakannya untuk menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai prolog webinar. Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi, M.Psi, Psikolog sebagai moderator, sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika, menyampaikan bahwa segala macam permasalahan remaja yang ada saat ini adalah cara Allah SWT agar para orang tua mau belajar dan menemukan solusi untuk menghadapinya.

Disampaikan pula oleh sosok ibu empat orang anak yang akrab dipanggil Bunda Vivi ini, hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa mengangkat “Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja” sebagai tema Webinar Islamic Seminar.

Padatnya Materi Abah Ihsan dalam “Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja”

Puber berbeda dengan masa aqil baligh. Istilah puber lebih tepat mengacu pada kata baligh, tanpa aqil. Puber lebih ke perubahan fisik, berdasarkan kata asalnya yaitu ‘pubic’, yang berarti tumbuhnya bulu kemaluan.

Adapun tanda-tanda baligh yang utama pada anak laki-laki yaitu mengalami mimpi basah dan kemampuan untuk memproduksi sperma. Sedangkan pada anak  perempuan, tanda-tanda baligh yang utama yaitu munculnya menstruasi.

Perubahan fisik pada bagian-bagian tubuh, seperti payudara dan tumbuhnya bulu kemaluan, suara yang makin ngebas pada anak laki-laki adalah tanda-tanda baligh yang sekunder. Sebenarnya, untuk mempersiapkan masa pubertas tidak perlu menunggu kakak shalih-shalihah memunculkan tanda-tanda tersebut, Ayah Bunda.

Bahkan sebaiknya Ayah Bunda mulai mempersiapkan kakak shalihah ketika usianya memasuki 7 tahun. Sementara untuk kakak shalih bisa mulai diajak ngobrol mengenai tanda-tanda pubertas pada usia ke 10.

3 Alasan Penting Mengapa Membekali Anak Tarbiah Pubertas

Mungkin sebagian besar Ayah Bunda merasa aneh atau bingung untuk memulai pembicaraan mengenai tanda-tanda pubertas. Nah, agar menguatkan Ayah Bunda dalam menyampaikan Tarbiah Pubertas kepada kakak shalih-shalihah, Abah Ihsan Baihaqi dalam pemaparannya menyebutkan tiga alasan penting mengapa anak harus dibekali ilmu sebelum memasuki masa pubertas:

alasan pentingnya tarbiah pubertas

1. Kenal Diri

Kakak shalih-shalihah harus diberikan bekal tentang siapa dirinya, apa gendernya, ada apa saja dalam tubuhnya. Bekal ini bertujuan supaya kakak shalih-shalihah mengenal dirinya dengan baik.

Mereka harus paham apa reaksinya, apa yang akan terjadi dan untuk apa mengenal tubuhnya. Anak perlu tahu apa yang sudah, tengah dan akan terjadi pada tubuhnya.

Oleh karenanya pastikan untuk tidak menjadikan candaan dalam proses awal pembentukan diri seorang anak. Contoh, memakaikan kerudung kepada anak lelaki hanya untuk lucu-lucuan.

Atau mengatakan pada anak bahwasanya dulu Ayah Bunda menginginkan anak perempuan, tetapi yang terlahir justru anak lelaki.  Candaan dan kalimat-kalimat yang memberi kesan penyesalan bisa memberikan dampak buruk dalam tahap perkembangan seorang anak.

Ketika kakak shalih-shalihah mampu mengenal dirinya dengan baik, mereka jadi bisa tahu tujuan dirinya diciptakan oleh Allah SWT. Hal ini adalah bagian dari aqidah.

2. Jaga Diri

Setelah anak bisa mengenal dirinya dan kebutuhannya, ajarkan pula mereka tentang bagaimana menjaga diri. Terkait batasan aurat, batasan berteman dengan siapa saja, mahram mereka siapa saja, adab meminta izin, dan adab pergaulan yang harus senantiasa dijaga.

Kakak shalih-shalihah wajib dibimbing untuk mengenali lingkungan dan paham bagaimana menjaga dirinya, bukan hanya sekadar menjaga tubuhnya.

3. Siap Diri

Ada banyak perubahan yang terjadi saat memasuki masa pubertas. Oleh karenanya kakak shalih-shalihah harus dibekali agar siap menerima perubahan-perubahan yang terjadi.

Anak yang tidak disiapkan lebih dulu akan merasa kaget dengan perubahan fisiknya. Bahkan yang berubah bukan hanya fisik, tetapi juga hormon di dalam dirinya yang mempengaruhi perkembangan emosi dan mental.

Apabila anak telah dipersiapkan oleh orang tuanya, kakak shalih-shalihah tidak perlu mencari referensi dan informasi dari luar. Penting bagi orang tua untuk bisa menjadi sahabat yang nyaman bagi kakak shalih-shalihah untuk bercerita apa saja.

4 Prinsip Dasar Tarbiah Pubertas

Untuk membangun remaja yang siap diri, diperlukan beberapa prinsip dasar, yaitu:

prinsip dasar tarbiah pubertas

1. Harus Tahu Meski Tabu

“Dibahas meski tidak ditanyakan.”

Ayah Bunda tentu sepakat bahwa masalah seksualitas adalah hal yang tabu untuk dibicarakan. Namun bukan berarti hal tersebut tidak perlu diobrolkan dan anak dibiarkan mencari tahu sendiri.

Karena ini adalah permasalahan yang sensitif, maka pastikan kakak shalih-shalihah hanya membicarakan hal ini dengan orang tertentu saja. Yang terpenting adalah orang tersebut memiliki kredibilitas yang bisa dipercaya, yaitu orang tua, guru, atau konselor.

Bahkan meski kakak shalih-shalihah tidak menanyakan hal ini, Ayah Bunda harus tetap membahasnya. Karena sangat membahayakan apabila anak mengetahui hal-hal sensitif ini dari referensi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

2. Jangan Dibiarkan, Tapi Disiapkan

Pastikan Ayah Bunda tidak membiarkan anak mencari jati dirinya sendiri, tapi harus bisa membantu menemukan jati dirinya. Caranya yaitu dengan membangun diskusi, bukan sekadar memberikan informasi secara searah.

Ajak anak untuk berpikir secara aktif, lalu beri kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan. Kemudian, akhiri dengan pemberian pijakan untuk penguatan adab dan akhlaq.

3. Bukan Penasaran  tapi Tentang Pemahaman

Tarbiah pubertas seharusnya disampaikan bukan sekedar mengenalkan (taaruf), tapi juga tafahum (pemahaman). Kakak shalih-shalihah perlu tahu hal-hal dasar mengenai fungsi kemaluannya, mengapa manusia memiliki gairah, pengertian cinta, perbedaan cinta dengan nafsu, dan hal-hal penting lainnya.

4. Sehat Reproduksi, Sehat Mental

“Iman di hati sebelum reproduksi. Mengelola malu sebelum menyalurkan nafsu.”

Kesenangan hanya akan terjaga nilainya jika terbatas. Di sinilah pentingnya kakak-kakak shalihah mengetahui perbedaan antara kebutuhan dan kesenangan. Kesenangan itu harus dibatasi, sementara kebutuhan harus dipenuhi.

Oleh karenanya anak perlu tahu bahwa cinta akan menjadi sehat apabila ditumbuhkan setelah pernikahan. Apabila cinta diumbar sebelum pernikahan, tidak akan ada nikmatnya. Hanya akan ada kesedihan dan penyesalan karena telah melanggar aturan yang ditetapkan Allah SWT.

Ayah Bunda, semua catatan ini barulah bagian pembuka dari Webinar Islamic Seminar bersama Abah Ihsan. Sudah demikian bermanfaat bukan?

Sementara terkait apa saja tahapan dalam edukasi masa baligh, ada enam cara yang disampaikan oleh Abah Ihsan pada pemaparan materi “Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja.” Untuk mengetahui informasi selengkapnya, silakan membaca artikel “6 Cara Edukasi Masa Baligh agar Anak Mampu Mengekspresikan Cinta dengan Tepat.”

bunda vivi dan abah ihsan

Webinar Islamic Parenting adalah kegiatan yang rutin diadakan oleh Sekolah Islam Bintang Juara. Terutama SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan 2 di Kecamatan Gunung Pati yang telah menerapkan filosofi kurikulum merdeka jauh sebelum kurikulum ini ditetapkan oleh pemerintah.

Program parenting merupakan salah satu penerapan dari kurikulum merdeka, yaitu sebagai bentuk keterlibatan orang tua secara aktif dalam kegiatan yang ada di sekolah. Oleh karenanya, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ayah Bunda yang telah mendukung sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar.

Tak lupa kami juga berterima kasih kepada segenap pihak sponsor dan donatur yang telah dengan ikhlas memberikan support, baik secara materiil maupun immateriil. Semoga Allah SWT mudahkan dan lancarkan segala urusannya.

Ayah Bunda, semoga Allah SWT mudahkan untuk mengambil hikmah dari webinar “Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja” sehingga bisa mempraktikkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Nantikan acara-acara parenting dari SD dan PAUD Islam Bintang Juara selanjutnya.***

Bincang Ramadhan #1: Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadhan

Bincang Ramadhan #1: Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadhan

Alhamdulillahirrobil’alamin telah terlaksana podcast perdana Bincang Ramadhan pada hari Sabtu, 25 Maret 2023. Podcast Bincang Ramadhan yang diinisiasi oleh FORSI (Forum Silaturahmi) Orang Tua Murid SD Islam Bintang Juara pada episode pertama ini mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadhan.

Disiarkan secara langsung di YouTube Channel SD Islam Bintang Juara, satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II  di Kecamatan Gunung Pati, pada pukul 16.00 – 17.00. Sebuah sajian menarik sebagai teman berbuka Ayah Bunda.

Podcast Bincang Ramadhan episode satu ini mendapuk drg. Emilliana Tri Sugihari, Bunda dari Kak Kindi Kelas 1A dan Kak Rara Kelas 4A sebagai narasumber. Sementara sebagai host, ada Sukma Mawadati, S.Pd, Bunda Kak Ibrahim Kelas 1A.

Ada banyak sekali tips menjaga kesehatan gigi dan mulut di bulan Ramadhan yang disampaikan oleh drg. Emi, Ayah Bunda penasaran apa sajakah itu?

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadhan

Bau mulut memang sangat mengganggu, terutama saat sedang berpuasa. Namun bukan berarti tidak bisa dicegah lo, Ayah Bunda. Berikut ini empat tips yang disampaikan oleh drg. Emi  terkait mengatasi bau mulut ketika puasa:

1. Menjaga Kebutuhan Air Minum dan Hindari Makanan Manis

Dijelaskan oleh drg. Emi, salah satu hal yang menyebabkan mulut bau di bulan Ramadhan adalah tidak adanya perputaran air ludah. Sementara saat puasa, kita tidak makan dan minum.

Padahal air ludah dan minuman memiliki fungsi sebagai cleansing, tetapi karena seharian tidak makan dan minum, akhirnya fungsi cleansing tersebut tidak berjalan optimal. Selain berkurangnya produksi air ludah, adanya karang gigi dan gigi berlubang juga berpengaruh sekali pada bau mulut.

Nah, untuk mencegah bau mulut ketika berpuasa, sebaiknya Ayah Bunda mengurangi makanan yang aromanya menyengat, makanan manis dan lengket. Pastikan juga untuk menjaga asupan air putih selama bulan Ramadhan.

2. Tuntaskan Permasalahan Gigi Sebelum Memulai Bulan Ramadhan

Tips dari drg. Emi selanjutnya terkait menjaga kesehatan gigi dan bau mulut di bulan ramadhan adalah mengatasi permasalahan-permasalahan gigi dan mulut sebelum memasuki bulan puasa. Jadi kalau Ayah Bunda ada yang giginya berlubang dan punya karang gigi, sebaiknya bisa mengunjungi dokter gigi sebelum memulai bulan ramadhan.

Namun apabila belum sempat mengunjungi dokter gigi, drg. Emi menyampaikan tidak masalah kok mengatasi permasalahan gigi dan mulut pada saat puasa. Insya Allah  tidak akan menyebabkan batal, selama tindakan yang dilakukan masih dalam batas wajar.

3. Menjaga Konsumsi Buah dan Sayur

Bau mulut selama bulan ramadhan juga bisa diatasi dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Kandungan serat di dalam buah dan sayur bisa menyegarkan dan menyehatkan kondisi mulut, Ayah Bunda.

cara menyikat gigi yang benar

4. Perhatikan Cara Menyikat Gigi yang Benar

Apabila Ayah Bunda merasa tidak percaya diri dengan aroma yang dihasilkan oleh mulut, drg. Emi menyampaikan bahwasanya boleh menyikat gigi saat sedang puasa. Insya Allah tidak akan menyebabkan puasa menjadi batal.

Sesuai juga dengan sunnah Nabi Muhammad SAW kalau sebelum sholat sebaiknya menyikat gigi terlebih dahulu. Ayah Bunda, menyikat gigi pun tidak boleh sembarangan. Ada cara yang tepat lo.

Drg. Emi menyebut caranya sebagai gerakan Merah Putih. Maksudnya gerakan menyikat yang tepat adalah atas ke bawah, yaitu dari gusi (bagian merah) ke gigi (bagian putih).

Bagian gigi dibagi menjadi tiga; bagian depan, bagian samping kiri dan samping kanan. Setiap bagian digosok selama delapan kali. Pastikan untuk menyikat juga bagian belakang gigi, karena pada bagian ini rawan terjadi karang.

Sementara untuk gigi bagian kunyah, boleh banget disikat dengan gerakan maju mundur. Nah, silakan dipraktekkan di rumah ya, Ayah Bunda. Karena menyikat gigi rajin saja tidak cukup, untuk menjaga kesehatan gigi diperlukan juga cara menyikat yang benar dan tepat.

4 tips singkat di atas hanyalah sebagian isi dari podcast tersebut, Ayah Bunda. Drg. Emi juga membahas hal-hal seperti jumlah pasta gigi yang tepat, apakah susu formula berpengaruh dengan kesehatan gigi, pengaruh genetik pada kondisi gigi anak, pembersihan karang gigi, usia terbaik mengajak anak ke dokter gigi, waktu yang tepat untuk mengganti sikat gigi, dan masih banyak lainnya.

Apabila Ayah Bunda ingin melihat keseluruhan tips menjaga kesehatan gigi dan mulut dari drg. Emilliana, silakan langsung tonton saja videonya ya:

Walau mengaku baru pertama kali bertatap muka secara offline, chemistry antara drg. Emilliana dan bunda Sukma sudah sangat terbangun, Ayah Bunda. Tak heran jika podcast perdana Bincang Ramadhan ini berjalan begitu lancar, menyenangkan dan sangat cair.

Alhamdulillah respon dari para penikmat podcast juga sangat baik. Terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk pada saat live streaming.

Insya Allah akan ada episode-episode selanjutnya yang tak kalah menarik dari Bincang Ramadhan perdana ini. Nantikan episode berikutnya hanya di channel YouTube official SD Islam Bintang Juara. Pastikan untuk subscribe terlebih dahulu dan nyalakan notifikasinya untuk mendapat info video terbaru dari kami.

Demikian catatan istimewa Bintang Juara tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut di bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada catatan berikutnya, Ayah Bunda. ***

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi, Calon Pemimpin Muslim Wajib Tahu

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi, Calon Pemimpin Muslim Wajib Tahu

Ayah Bunda, sudahkah memberikan  informasi kepada kakak shalih-shalihah tentang keutamaan membaca surat Al Kahfi? Membaca surat Al Kahfi mengandung banyak manfaat, khususnya jika dibaca pada  hari Jum’at.

Bahkan surat Al Kahfi masuk ke dalam amalan-amalan terbaik yang disunnahkan untuk dikerjakan pada hari Jum’at. Nah, sebelum membahas lebih lanjut mengenai keutamaan surat Al Kahfi, mari kita tengok dulu amalan-amalan apa saja yang disunnahkan pada hari Jum’at?

Sunnah-sunnah di Hari Jumat

Disebutkan dalam sebuah hadits yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW pernah bersabda tentang keistimewaan hari Jum’at:

“Sebaik-baiknya hari yang padanya terbit matahari adalah hari Jumat. Pada hari itulah saat diciptakannya Adam, dimasukkannya ia ke surga, dan dikeluarkannya dari surga.” (HR Muslim).

Ternyata salah satu keistimewaan hari Jum’at karena adanya peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada hari tersebut. Tidak hanya itu, hari Jum’at bahkan disebut dengan rajanya hari sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad dari Sa’ad bin ‘Ubadah dalam sebuah hadits:

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari raya Fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”.

Masya Allah, sungguh luar biasa kedudukan hari Jum’at ya, Ayah Bunda? Pantas saja jika banyak amalan-amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan pada hari tersebut. Apa saja hayo?

sunnah-sunnah di hari jumat

  1. Membaca Al Kahfi
  2. Memperbanyak Shalawat
  3. Memperbanyak Doa dan Dzikir
  4. Mandi Jumat
  5. Bersiwak, Memotong Kuku, Mencukur Kumis
  6. Berpenampilan Menarik dan Memakai Wewangian

Memang para ulama memiliki perbedaan pendapat terkait sunnah-sunnah yang bisa dikerjakan pada hari Jum’at tersebut. Namun secara garis besar keenam hal tersebut yang banyak diajarkan oleh para ulama.

Nah, Ayah Bunda apakah sudah melatih kakak shalih-shalihah mengerjakan amalan-amalan tersebut?

5 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi

Di antara banyaknya amalan sunnah pada hari Jum’at, membaca surat Al Kahfi termasuk amalan yang sangat disarankan karena banyak keutamaannya. Hal tersebut berdasarkan beberapa hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh para sahabat, antara lain:

  • Hadits Riwayat Ad-Darimi: “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.”
  • Hadits Riwayat Baihaqi: “Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.”

Selain memiliki keutamaan lebih saat dibaca di hari Jum’at, surat Al Kahfi juga memiliki keutamaan saat dihafalkan lo. Terutama apabila kita menghafal 10 ayat pertama. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

“Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal (HR Muslim).”

Atas keutamaan tersebut, surat Al Kahfi sering dinamai juga dengan surat pelindung fitnah Dajjal. Ayo Ayah Bunda, ajak kakak shalih-shalihah untuk menghafalkan surat Al Kahfi.

Di dalam surat Al Kahfi berisi empat kisah besar; Ashabul Kahfi, Shohibul Jannatain, Nabi Musa dan Nabi Khidir, serta kisah Nabi Zulkarnain. Dari empat kisah tersebut terkandung pesan-pesan yang luar biasa, yaitu:

  • Untuk melindungi diri dari fitnah Dajjal, kita harus tetap berpegang teguh pada agama Allah SWT.
  • Demi mempertahankan agama, kita tidak boleh mudah terpukau oleh harta. Kita juga dilarang meninggalkan agama hanya demi urusan dunia.
  • Pentingnya ilmu dan hidayah.
  • Amanat seorang pemimpin.

Masya Allah luar biasa ya Ayah Bunda isi dan kandungan dari surat Al Kahfi. Sangat cocok untuk menjadi bahan dialog iman bersama kakak shalih-shalihah.

Agar kakak shalih-shalihah semakin bersemangat untuk mengamalkan dan menghafalkan, yuk ajak mereka untuk mengetahui keutamaan membaca surat Al Kahfi.

keutamaan membaca surat al kahfi

1. Dipancarkan Cahaya di Hari Kiamat

Sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits riwayat Al Hakim, Al Baihaqi dan Ad Darimi:

”Barang siapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq.”

2. Mendapat Bimbingan dan Petunjuk dari Allah

Indahnya Al Quran dan hadits adalah dipenuhi kata-kata perumpamaan yang penuh makna. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW berikut ini:

“Sesungguhnya barang siapa membaca surat Al Kahfi di hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya antara dua Jumat,” (HR Hakim).

Cahaya yang dimaksud dalam hadits tersebut bukanlah cahaya dalam arti sebenarnya. Namun cahaya di sini memiliki arti sebagai petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT.

Apabila kita rutin membaca Al Kahfi setiap Jum’at, insya Allah dari Jum’at ini hingga Jum’at pekan depan, Allah akan memberikan kita penjagaan melalui petunjuk dan hidayahNya. Masya Allah ya, Ayah Bunda.

3. Diampuni Dosanya antara Dua Jumat

Tidak hanya diberikan bimbingan dan petunjuk, apabila kita membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, insya Allah akan mendapat ampunan antara dua Jum’at. Sebagaimana tercantum pada sebuah hadits:

“Siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat,” (HR Ibnu Umar).

4. Memberikan Penjagaan pada Tempat Tinggal dari Setan

Salah satu misi besar setan adalah merusak iman dan mengajak manusia untuk tersesat mengikuti jalannya. Oleh karenanya, setan selalu berupaya sepenuh jiwa untuk menggoda manusia agar berhenti melakukan amalan baik dan ibadah.

Nah, membaca surat Al Kahfi secara rutin, khususnya pada hari Jum’at, bisa menghindarkan kita dari godaan setan. Sebagaimana tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Abdullah bin Mughaffal, bahwasanya:

“Sebuah rumah yang selalu dibacakan surah Al Khafi dan surat Al-Baqarah maka rumah itu tidak akan dimasuki setan sepanjang malam tersebut. Dengan demikian, bacalah surat Al Kahfi agar terhindar dari gangguan setan yang terkutuk.”

5. Terlindung dari Fitnah Dajjal

Sebagaimana telah disampaikan pada bagian awal, bahwa salah satu keutamaan surat Al Kahfi adalah sebagai pelindung dari fitnah Dajjal. Selain hadits yang sudah tercantum di atas, ada beberapa hadits lain yang menguatkan mengenai hal ini.

Hadits pertama, dari Abu Darda, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR Ibnu Hibban).

Hadits kedua dinukil dari kitab Al-Mukhtarah karya Al-Hafiz Ad-Diyaul Maqdisi disebutkan dari Abdullah ibnu Mus’ab, dari Manzur ibnu Zaid ibnu Khalid Al-Juhani, dari Ali ibnul Husain, dari ayahnya, dari Ali secara marfu’, yaitu:

“Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka ia dipelihara selama delapan hari dari segala fitnah dan jika Dajjal keluar, maka ia dipelihara dari fitnahnya.”

Masya Allah… Luar biasa bukan keutamaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at? Bagaimana dengan hari ini? Apakah Ayah Bunda sudah mengajak kakak shalih-shalihah untuk mengamalkannya?***

Referensi:

  • Al Quran
  • https://mui.or.id/hikmah/33384/3-keutamaan-membaca-surat-al-kahfi-pada-hari-jumat/
  • https://rumaysho.com/917-amalan-istimewa-di-hari-jumat.html
  • https://muslim.or.id/184-adab-pada-hari-jumat-sesuai-sunnah-nabi.html
  • https://www.orami.co.id/magazine/keutamaan-surat-al-kahfi
  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6512489/3-keutamaan-membaca-al-kahfi-saat-hari-jumat#:~:text=bahwa%20Rasulullah%20SAW%20bersabda%3A,antara%20dua%20Jum%27at.%22
  • https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230214174847-569-913021/3-keutamaan-membaca-surat-al-kahfi-di-hari-jumat#:~:text=Artinya%3A%20%22Barang%20siapa%20yang%20membaca,maka%20ia%20dipelihara%20dari%20fitnahnya.%22
  • https://smartcity.patikab.go.id/index.php/data_berita/detail/berita_online/4429
  • https://news.detik.com/berita/d-5620086/9-amalan-sunnah-di-hari-jumat-dan-penjelasannya
  • https://www.liputan6.com/islami/read/5096622/13-amalan-sunah-nabi-di-hari-jumat-lakukan-dan-peroleh-berkah-tak-terhingga
  • https://www.merdeka.com/trending/8-amalan-sunnah-rasul-di-hari-jumat-sesuai-hadits-lebih-produktif-dan-tambah-pahala.html