fbpx
Hangatnya Momen Silaturahim pada Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Hangatnya Momen Silaturahim pada Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Ahlan wa sahlan, kakak shalih-shalihah. Alhamdulillah setelah kurang lebih dua pekan menikmati indahnya berkumpul dengan keluarga di hari lebaran, kini saatnya kembali berkegiatan di SD Islam Bintang Juara.

Qodarullah hari pertama kakak shalih-shalihah memulai kegiatan di SD Islam Bintang Juara, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023. Oleh karenanya, kegiatan pagi ini diawali dengan upacara bendera.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional dan Semaraknya Hardiknas 2023

“Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” – Ki Hajar Dewantara

Ayah Bunda, sudahkah mengenalkan sosok Ki Hajar Dewantara kepada kakak shalih-shalihah? Ki Hajar Dewantara terlahir dengan nama  R.M. Suwardi Suryadingrat. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta.

ki hajar dewantara bapak pendidikan nasional

Ki Hajar Dewantara memiliki pemikiran luar biasa dalam bidang pendidikan. Bahkan hingga kini, pemikiran-pemikiran beliau masih sangat relevan untuk dijalankan.

Beberapa warisan pemikiran yang ditinggalkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu semboyan berikut ini;

semboyan ki hajar dewantara

  • Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya ketika berada di depan, orang tua atau guru harus memberi contoh atau suri teladan bagi kakak shalih-shalihah yang berada di tengah dan belakang.
  • Ing Madya Mangun Karsa, artinya ketika orang tua atau guru berada di tengah harus bisa memberikan semangat untuk kemajuan kakak shalih-shalihah.
  • Tut Wuri Handayani, artinya ketika orang tua berada di belakang harus mampu memberikan dorongan.

Selain ketiga semboyan yang sudah sangat terkenal di atas, Ki Hajar Dewantara juga memiliki tiga warisan lainnya.

warisan pemikiran ki hajar dewantara

1. Tetep, Antep dan Mantep

Tetep artinya mengasah berpikir kritis dan memiliki komitmen dengan prinsipnya. Antep yaitu menumbuhkan kepercayaan diri dan keuletan untuk maju. Sementara mantep memiliki arti mendorong untuk terus berkembang dan memiliki visi yang kuat.

2. Ngandel, Kendel dan Bandel

Ngandel yaitu membentuk seseorang yang teguh pendirian. Kendel artinya meningkatkan keberanian. Bandel dalam bahasa Jawa bukan hal yang bermakna negatif, melainkan bagaimana membangun ketangguhan dan semangat pantang menyerah.

3. Neng, Ning, Nang, Nung

Neng, maksudnya menciptakan perasaan senang dan tentram. Sementara Ning artinya dapat membedakan mana yang baik dan salah. Nang memiliki arti agar mampu mengendalikan diri dan menjadi pemenang. Nung maksudnya menumbuhkan pribadi yang kokoh dalam menggapai cita-cita.

Selain warisan pemikiran tersebut, Ki Hajar Dewantara semasa hidup telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk pendidikan Indonesia. Demi bisa menyelenggarakan pendidikan yang adil untuk seluruh rakyat Indonesia, Ki Hajar Dewantara mendirikan Tamansiswa (Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa).

Atas dedikasi beliau yang luar biasa, melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Sementara itu hari kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Pada tahun ini, berdasarkan Surat Nomor 12811/MPK.A/TU.02.03/2023 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, peringatan Hari Pendidikan Nasional mengangkat tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar“. Tema tersebut selaras dengan salah satu kalimat inspiratif lainnya dari Ki Hajar Dewantara;

“Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk kehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).”

Seiring dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2023, bulan Mei 2023 juga dicanangkan sebagai bulan Merdeka Belajar. Oleh karenanya, di Oleh karenanya, di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini, mari Ayah Bunda kita selaraskan jejak-jejak langkah untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi kakak shalih-shalihah, demi terwujudnya merdeka belajar baik di rumah maupun di sekolah.

Hari Pendidikan Nasional 2023 juga memiliki logo khusus yang terbentuk dari tiga elemen;  Bintang, Keceriaan dan Pena. Adapun makna dari logo tersebut yaitu;

logo hardiknas 2023

  • Bintang, menggambarkan semangat Hardiknas yang selaras dengan visi dan misi pemerintah untuk melahirkan generasi Indonesia yang cerdas berkarakter. Dengan garis luwes menggambarkan semangat adaptif dan tangguh menghadapi perubahan zaman yang sangat dinamis.
  • Keceriaan, menggambarkan suasana pendidikan Indonesia yang menggembirakan, penuh dengan antusiasme, dan gotong royong serta partisipasi publik.
  • Pena, menggambarkan proses pendidikan sebagai sebuah proses penciptaan mahakarya yang memerlukan perpaduan holistik antara kemampuan intelektual, emosional, dan spritual dalam pelaksanaan.

Masya Allah di balik makna logo tersebut, filosofi pendidikan tersebut sudah dijalankan di SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang yang juga telah menerapkan Kurikulum Merdeka.

Istimewanya Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan istimewa karena berbarengan dengan hari pertama masuk sekolah. Pada momen ini, seluruh petugas upacara adalah bapak dan ibu guru.

Selaku pembina upacara, Pak Ali Munthohar menyampaikan pesan yang unik dirangkai dalam bentuk puisi. Apabila huruf depan di setiap baitnya disatukan akan membentuk tulisan yang berbunyi SD Islam Bintang Juara.

amanat pembina upacara hardiknas sd islam bintang juara

Masya Allah kreatif bukan para guru di SD Islam Bintang Juara? Insya Allah kakak shalih-shalihah pun akan tumbuh kreativitasnya apabila didampingi oleh para guru tangguh yang kreatif.

Proses pendidikan dan pengajaran di SD Islam Bintang Juara insya Allah telah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi pada pidato Hardiknas 2023;

Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat. Anak-anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri.

SD Islam Bintang Juara tak hanya telah menerapkan kurikulum merdeka dengan cara holistik integratif, tetapi juga telah menerapkan digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka.

Selain membacakan puisi, Pak Ali juga menyampaikan tantangan yang harus dilaksanakan oleh kakak shalih-shalihah dalam rangka menyemarakkan Hardiknas 2023. Apakah tantangan tersebut?

Tantangan Menulis untuk Kakak Shalih-shalihah

Dikarenakan suasana lebaran masih sangat kental terasa, seluruh kakak shalih-shalihah diminta untuk menceritakan pengalaman mereka di hari raya. Bukan sekadar menceritakan pengalaman, tantangannya yaitu menuliskan pendidikan apa yang kakak shalih-shalihah dapatkan selama momen lebaran.

Pada saat amanat pembina upacara, Pak Ali sempat memantik ide kakak shalih-shalihah untuk menyebutkan beberapa pendidikan yang didapat selama momen lebaran, antara lain;

  • Belajar bahasa baru pada saat mudik ke provinsi tetangga
  • Belajar menghormati yang lebih tua
  • Praktik belajar matematika saat menghitung uang balal/ angpau/ THR dari kerabat
  • Belajar memaafkan dan mengikhlaskan

Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya sepanjang momen lebaran yang ternyata mampu menancap di hati kakak shalih-shalihah. Jadi nggak sabar nih membaca hasil karya kakak shalih-shalihah. Insya Allah hasil karya kakak shalih-shalihah akan dibukukan, mohon dukungannya ya Ayah Bunda.

suasana upacara hardiknas 2023 di sd islam bintang juara

Usai upacara, kakak shalih-shalihah berdoa bersama agar kakak kelas 6 bisa melaksanakan Ujian Sekolah dengan lancar. Dilanjutkan dengan bersalam-salaman saling memberikan maaf. Dimulai dari kakak shalih-shalihah kelas 6 bersalaman kepada bapak ibu guru, disusul dengan kakak kelas 5 hingga kelas 1.

Untuk menutup rangkaian acara pagi dalam peringatan Hardiknas 2023, Bu Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara memberikan sebuah wejangan;

Salah satu bentuk tulus dalam meminta maaf adalah mendengarkan orang yang sedang berbicara.

Wejangan tersebut menjadi pengingat agar kakak shalih-shalihah makin terjaga adabnya hingga kelak bisa menjadi Pemimpin Muslim yang tetep, atep dan mantep sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara. Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023. Mari bersama-sama menjadi guru terbaik untuk kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.***

 

Referensi:

  • https://news.detik.com/berita/d-6698077/hari-pendidikan-nasional-2023-tema-logo-dan-pedoman-upacara-2-mei.
  • https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6698265/sejarah-hari-pendidikan-nasional-yang-diperingati-setiap-tanggal-2-mei.
Calon Pemimpin Muslim Wajib Teladani 5 Karakter Ibu Kartini

Calon Pemimpin Muslim Wajib Teladani 5 Karakter Ibu Kartini

Ibu kita Kartini, putri sejati, putri Indonesia, harum namanya

Ibu kita Kartini, pendekar bangsa, pendekar kaumnya untuk merdeka

Wahai Ibu kita Kartini, putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia

Tentunya lirik lagu ‘Ibu Kita Kartini’ gubahan WR. Supratman sudah  tidak asing lagi di telinga Ayah Bunda, bukan? Lagu yang sedari kecil kerap  disenandungkan, khususnya di bulan April seperti ini. Sudahkah Ayah Bunda mengajarkannya kepada kakak shalih-shalihah?

Ibu Kartini memang Pahlawan Wanita, tetapi bukan hanya kakak shalihah yang wajib tahu mengenai perannya di dunia pendidikan. Kakak shalih pun perlu tahu bahwa ada sosok perempuan yang memiliki keberanian dalam mendobrak ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan di bidang pendidikan.

Ada banyak karakter positif yang dimiliki oleh Raden Ajeng Kartini. Kakak shalih-shalihah perlu tahu karakter-karakter tersebut, Ayah Bunda, agar bisa menginspirasi langkah-langkah kecil mereka ke depannya.

Namun sebelumnya, yuk ceritakan kisah Ibu Kartini kepada kakak shalih-shalihah.

Sejarah singkat Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini (R.A. Kartini) lahir pada tanggal 21 April 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Beliau adalah putri dari salah seorang bangsawan bernama Raden Mas (R.M.) Sosroningrat yang menikah dengan wanita desa, Mas Ajeng Ngasirah. R.A. Kartini memiliki tujuh orang saudara.

Pada tahun 1885, Kartini bersekolah di Europesche Lagere School (ELS) atau setara dengan Sekolah Dasar (SD). Saat itu hanya bangsawan yang bisa mengenyam pendidikan.

Sayangnya R.A. Kartini tidak bisa meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, karena sang ayah menentangnya.  Ibu Kartini harus menjalani kehidupan putri bangsawan sejati dengan mengikuti adat istiadat yang berlaku.

Mulai timbul kemauan dalam diri R.A. Kartini agar perempuan juga bisa merasakan pendidikan yang setara dengan laki-laki. Ibu Kartini mulai mengumpulkan para perempuan di sekitarnya untuk diajari menulis dan ilmu pengetahuan.

biodata singkat RA Kartini

R. A. Kartini juga sempat meminta beasiswa dari Pemerintah Belanda.  Belum sempat beasiswa tersebut diambilnya, Ibu Kartini kemudian menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat dan pindah ke Rembang.

Sang suami mendukung keinginan Ibu Kartini untuk membuka sekolah wanita. Sayangnya belum lama cita-cita itu terwujud, R.A. Kartini meninggal dunia pada usia 25 tahun setelah melahirkan putranya yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat.

Namun cita-cita Ibu Kartini tidak terhenti. Dibentuklah Yayasan Kartini yang kemudian mendirikan Sekolah Kartini sejak 1912. Sekolah ini tersebar di beberapa kota; Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Madiun dan Cirebon.

Pada  tanggal 2 Mei 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964. Kepres tersebut untuk menetapkan R.A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Sejak saat itu pula, tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini.

5 Karakter Ibu Kartini Penuh Inspirasi

Dalam kesempatan ini, yuk sama-sama belajar lima karakter positif yang ada dalam diri seorang R.A. Kartini.

1. Senang Belajar

Perempuan yang pikirannya telah dicerdaskan, pemandangannya telah diperluas, tak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.

Walaupun dalam quote di atas hanya disebutkan kata ‘Perempuan,’ bukan berarti kakak shalih tidak bisa meneladaninya ya. Baik laki-laki maupun perempuan wajib memiliki semangat belajar yang tinggi.

Sebagaimana disebutkan dalam quote Ibu Kartini tersebut, semangat belajar yang tinggi akan menghadirkan pikiran yang cerdas dan wawasan luas. Pikiran dan wawasan tersebutlah yang nantinya diperlukan oleh kakak shalih-shalihah untuk tumbuh menjadi para pemimpin muslim pada zamannya.

2. Suka Membagikan Idenya Melalui Tulisan

Siapa yang tak mengenal buku fenomenal yang merupakan kumpulan surat RA Kartini kepada Mr.J.H. Abendanon, sahabatnya di Belanda?

Ya, Habis Gelap Terbitlah Terang. Atau yang dalam bahasa Belanda disebut dengan “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT.”

Buku tersebutlah yang kemudian menjadi awal mula dibukanya kesempatan belajar bagi perempuan. Buku ini pula yang kemudian menjadi pembeda antara Ibu Kartini dengan pahlawan perempuan lainnya, hingga namanya jauh lebih harum dan dikenal.

Pahlawan wanita memang tidak hanya R.A. Kartini,  tetapi hanya Ibu Kartini yang meninggalkan karya dalam bentuk tertulis. Oleh karenanya, perjuangannya menjadi lebih abadi.

Maka, Ayah Bunda, ajarkanlah kakak shalih-shalihah untuk mengikat ilmu dengan menulis. Karena ilmu yang tidak diikat dalam bentuk tulisan akan lebih mudah tercecer dan terlupakan.

Tentu saja agar piawai menulis, kakak shalih-shalihah juga harus dibiasakan untuk rajin membaca. Karena menulis tanpa membaca bagaikan pensil tumpul yang tak pernah diasah.

3. Patuh pada Orang Tua

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

Ayah Bunda, R.A. Kartini adalah sosok perempuan muda dengan kemauan keras dan keingintahuan yang besar. Apakah kakak shalih-shalihah juga memiliki karakter tersebut di dalam dirinya?

Wah, berarti kakak shalih-shalihah perlu tahu kisah Ibu Kartini, Ayah Bunda. Sekuat apapun R.A. Kartini memegang teguh impian dan cita-citanya, beliau tidak pernah melawan kehendak orang tua. Karakter ini tentu saja sangat penting untuk diteladani oleh kakak shalih-shalihah.

meneladani Ibu Kartini

4. Berjiwa Sosial

Karakter istimewa lainnya dari seorang R.A. Kartini yaitu jiwa sosialnya yang sangat tinggi. Walaupun beliau berdarah biru, Ibu Kartini tidak pernah melihat status seseorang.

R.A. Kartini juga merupakan sosok dengan empati yang tinggi. Hingga kemudian beliau berpikir untuk membuka sekolah khusus untuk perempuan yang tinggal di sekitarnya.

5. Memiliki Keberanian dan Daya Juang

Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau.’ Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘Aku tiada dapat’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mau’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

Ayah Bunda, pernahkah mendengar kakak shalih-shalihah berkata “Aku tidak bisa” ketika diminta melakukan sesuatu? Gemes bukan saat mendengarnya?

Yuk, ceritakan semboyan Ibu Kartini yang satu ini kepada kakak shalih-shalihah tentang kekuatan kata “Aku Mau.” Kemauan adalah kunci dalam mempelajari sesuatu.

Apabila sudah ada kemauan, insya Allah akan selalu ada jalan. Oleh karenanya, pastikan untuk melatih jiwa keberanian dan daya juang kakak shalih-shalihah dalam segala situasi.

Salah satunya dengan mengikutkan kakak shalih-shalihah beragam aktivitas. Juga dengan memberikan mereka tanggung jawab untuk mengerjakan chores (pekerjaan rumah tangga) ataupun mini project di dalam keluarga.

Ayah Bunda, karakter Ibu Kartini memang sangat inspiratif. Pastikan kakak shalih-shalihah untuk meneladani karakter-karakter tersebut sebagai modal perjalanan hidup mereka di masa depan.

Selain lima karakter di atas, adakah karakter Ibu Kartini lainnya yang bisa Ayah Bunda sebutkan? Yuk, bagikan di kolom komentar.***

Ayah Bunda, Inilah 5 Keutamaan Iktikaf pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Ayah Bunda, Inilah 5 Keutamaan Iktikaf pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Masya Allah tak terasa telah mendekati penghujung ramadhan ya, Ayah Bunda. Berbondong-bondong orang mulai memenuhi masjid untuk melakukan iktikaf. Ayah Bunda tahukah keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ramadhan?

Apabila Ayah Bunda telah mengetahuinya, tentu tidak heran bukan kenapa pada akhir ramadhan banyak yang melakukan iktikaf. Sebagai informasi, iktikaf atau biasa disebut i’tikaf berasal dari bahasa Arab yang artinya berdiam diri pada sesuatu.

Sementara arti yang sekarang berkembang yaitu ibadah sunnah yang dilakukan dengan cara menetap di masjid sementara waktu. Selama di masjid, Ayah Bunda bisa melakukan beragam aktivitas ibadah yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, seperti berdzikir, mendirikan shalat sunnah ataupun membaca Al Quran.

Sebagai informasi, orang yang melakukan iktikaf disebut dengan mu’takif atau ‘aakif. Apakah Ayah Bunda sudah melakukan iktikaf?

Apabila Ayah Bunda belum memulai beriktikaf, yuk baca terlebih dahulu informasi mengenai iktikaf yang insya Allah bisa menambah semangat untuk menjalankan ibadah sunnah ini.

Siapa Saja yang Boleh Iktikaf?

Sebagian besar mu’takif adalah laki-laki, tetapi tidak ada larangan bagi perempuan yang ingin beriktikaf lo, Ayah Bunda. Sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW berikut ini;

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih.” (HR. Bukhari dan Muslim).

siapa saja yang boleh beriktikaf

Dari hadits tersebut bisa disimpulkan bahwasanya perempuan diperbolehkan beriktikaf. Namun para ulama memiliki kesamaan pendapat terkait syarat yang harus dipenuhi perempuan agar bisa beriktikaf.

Pertama, apabila perempuan sudah menikah, maka ia harus mendapat izin dari suaminya. Kedua, seorang perempuan boleh datang beriktikaf asalkan tidak menimbulkan fitnah.

Waktu untuk Iktikaf

Iktikaf merupakan ibadah sunnah yang lebih banyak dilakukan pada bulan ramadhan. Padahal sebenarnya iktikaf bisa dilakukan di luar bulan Ramadhan lo, Ayah Bunda.

Selain itu iktikaf juga boleh dilakukan tanpa berpuasa terlebih dahulu. Hanya saja memang karena keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ramadhan yang sangat luar biasa, tak heran jika ibadah ini lebih populer di bulan Ramadhan.

Berikut ini hadits Rasulullah SAW yang menjadi landasan untuk banyak beriktikaf di sepuluh hari terakhir ramadhan:

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah beri’tikaf di sepuluh hari pertengahan ramadhan, lalu I’tikaf pada tahun tersebut sampai pada malam keduapuluh satu, yaitu malam beliau keluar I’tikaf. Pada pagi harinya, beliau berkata barang siapa yang beri’tikaf bersamaku maka hendaklah beri’tikaf di sepuluh terakhir.” (Bukhori 1887)

Sedangkan untuk lama iktikafnya, beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat. Ada yang berkata minimal sehari semalam, ada pula yang berkata bahwa waktu untuk melakukan iktikaf minimal semalam sama.

Namun sebagian ulama lainnya juga berpendapat bahwa selama memasuki masjid dan berniat iktikaf, Ayah Bunda sudah bisa mendapat pahala beriktikaf, walau hanya beberapa jam.

waktu iktikaf

Syarat untuk Melakukan Iktikaf

Adapun syarat melakukan iktikaf sebagai berikut;

  • Hanya boleh dilakukan di dalam masjid
  • Dilarang keluar dari masjid kecuali karena hajat atau ada keadaan darurat

Syarat tersebut disampaikan oleh Allah SWT dalam firmanNya pada Quran Surat Al Baqarah: 187;

“Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.”

Tata Cara Melakukan Iktikaf

Apabila Ayah Bunda ingin beriktikaf, silakan untuk melakukan langkah-langkah berikut;

tata cara beriktikaf

1. Membaca Niat

Ada dua niat iktikaf yang bisa dipilih;

  • Nawaitul i’tikaafa fii haadzal masjidi lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Saya niat iktikaf di masjid ini karena Allah SWT,”
  • Nawaitu an a’takifa fii haadzal masjidi maa dumtu fiihi. Artinya: “Saya niat iktikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”

Kalau Ayah Bunda biasa menggunakan niat yang mana?

2. Berdiam Diri dan Melakukan Berbagai Amalan

Sebagaimana arti katanya, saat melakukan iktikaf, Ayah Bunda dipersilakan untuk berdiam diri di dalam masjid. Sembari berdiam diri, Ayah Bunda bisa melakukan berbagai amalan seperti berdzikir, bertafakkur, ataupun membaca Al Quran.

3. Menghindari Perbuatan yang Tidak  Berguna

Ada kalanya saat beriktikaf Ayah Bunda bertemu dengan rekan atau kerabat, kemudian justru  terlibat pembicaraan yang gayeng. Nah, hal seperti ini sebaiknya dihindari, Ayah Bunda.

Karena tujuan iktikaf adalah untuk beribadah, sebaiknya Ayah Bunda menghindari melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya agar ibadah iktikaf bisa lebih sempurna. Walaupun melakukan hal-hal tersebut  tidak membatalkan iktikaf, tetapi bisa mengurangi nilai iktikaf.

Selama iktikaf, Ayah Bunda tetap boleh memejamkan mata. Bagaimanapun tubuh memiliki hak untuk beristirahat. Apabila dirasa tubuh meminta haknya untuk diistirahatkan, Ayah Bunda bisa tidur beberapa saat untuk mengumpulkan tenaga sebelum memulai ibadah lainnya.

5 Keutamaan Iktikaf pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Siapa yang tak ingin masuk dalam barisan umatnya Rasulullah Muhammad SAW bukan? Makanya, ayo beriktikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan, Ayah Bunda.

Berikut ini keutamaan iktikaf yang bisa didapatkan apabila Ayah Bunda melakukannya di sepuluh hari terakhir Ramadhan:

keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ramadhan

1. Berkesempatan untuk Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Disebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana termaktub dalam Quran Surat Al Qadar: 3 – 5;

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Namun kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi, tidak ada yang benar-benar mengetahuinya. Allah SWT merahasiakan waktunya, tetapi memberikan pertanda sebagaimana terdapat pada hadits-hadits berikut;

  • “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
  • “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
  • “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)
  • “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits-hadits tersebut terjelaskan bahwa Lailatul Qadar hadir pada sepuluh hari terakhir ramadhan. Walaupun waktu tepatnya tidak ada yang benar-benar mengetahui.

Hal ini bukan tanpa sebab, Ayah Bunda. Dirahasiakannya Lailatul Qadar agar terlihat mana orang yang bersungguh-sungguh dan mana yang bermalas-malasan.

Apabila Ayah Bunda benar-benar ingin mendapatkan berkah Lailatul Qadar, tentu akan melakukan banyak amalan dan mendekatkan diri pada Allah SWT dengan penuh kesungguhan. Salah satunya dengan melakukan iktikaf.

Kesempatan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar pada saat iktikaf lebih terbuka lebar karena Ayah Bunda khusyuk beribadah. Pastikan selama iktikaf, Ayah Bunda memperbanyak doa berikut;

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwan fa’fu ‘anni. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku.”

2. Terhindar dari Perbuatan Maksiat

Dengan melakukan iktikaf, Ayah Bunda akan khusyuk beribadah sehingga akan terhindar dari perbuatan yang sia-sia. Dengan berniat iktikaf, Ayah Bunda akan terlupakan dari urusan-urusan duniawi, seperti bergosip, berbelanja keperluan lebaran dengan kalap ataupun acara-acara buka bersama yang seringkali melalaikan.

3. Salat Menjadi Lebih Khusyuk

Apabila di hari-hari sebelumnya, menegakkan shalat hanya sekadar untuk menggugurkan kewajiban. Maka shalat yang didirikan pada saat iktikaf lebih memiliki nilai karena dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

4. Waktu yang Tenang untuk Bermuhasabah

Walaupun tidak ada batasan  untuk melakukan iktikaf di siang hari, tetapi sebagian besar mu’takif beriktikaf di malam hari. Hal itu dikarenakan pada malam hari Ayah Bunda telah terlepas dari segala urusan duniawi, sehingga bisa lebih fokus untuk melakukan amalan-amalan.

Selain berdzikir, mengerjakan shalat sunnah dan membaca Al Quran, Ayah Bunda juga bisa memanfaatkan iktikaf sebagai waktu untuk bermuhasabah. Ayah Bunda bisa melakukan evaluasi apakah selama bulan ramadhan ini telah banyak melakukan perbaikan diri atau justru mengalami kemunduran.

5. Melatih Kesabaran

Pada saat melakukan iktikaf, Ayah Bunda akan berlatih banyak mengenai kesabaran. Hal tersederhana adalah antre untuk berwudhu atau ke kamar kecil.

Selain itu, selama beriktikaf, Ayah Bunda bisa belajar untuk beribadah dengan lebih khusyuk dan tidak tergesa-gesa. Iktikaf akan membuat Ayah Bunda lebih bisa merasakan getaran hati saat melakukan ibadah-ibadah tersebut.

Nah, Ayah Bunda kini telah mengetahui keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan bukan? Yuk, mulai malam ini rapatkan barisan dan mulai penuhi masjid-masjid terdekat untuk beriktikaf. Kakak shalih-shalihah juga sudah bisa diajak beriktikaf lo.

Selamat menjalani ibadah di penghujung ramadhan, Ayah Bunda. Sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya.***

Referensi:

  • https://muslim.or.id/84297-hukum-hukum-berkenaan-dengan-itikaf.html
  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6667708/raih-malam-lailatul-qadar-apakah-harus-itikaf-di-masjid
  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6671546/niat-tata-cara-waktu-iktikaf-dan-doa-malam-lailatul-qadar
  • https://muslim.or.id/356-lailatul-qadar-dan-itikaf.html
  • https://www.idntimes.com/life/inspiration/intan-deviana-safitri/keutamaan-itikaf-exp-c1c2?page=all
Kompetisi Hifdzil Qur’an Perkuat Pondasi Calon Pemimpin Muslim dan Implementasi Kurikulum Merdeka

Kompetisi Hifdzil Qur’an Perkuat Pondasi Calon Pemimpin Muslim dan Implementasi Kurikulum Merdeka

Deg! Deg! Begitulah kiranya suara debar di hati kakak-kakak shalih dan shalihah yang pada Selasa, 11 April 2023 berpartisipasi pada Kompetisi Hifdzil Qur’an, salah satu dari 4 cabang perlombaan dalam kegiatan Musabaqah Fii Ramadhan – Kompetisi Calon Pemimpin Muslim.

Hifdzil Qur’an merupakan kompetisi yang diselenggarakan dengan bekal hafalan kakak-kakak shalih dan shalihah selama belajar di SD Islam Bintang Juara. Hal ini juga menjadi salah satu perwujudan dari implementasi Kurikulum Merdeka pada Profil Pelajar  Pancasila Dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia.

5 Manfaat Mengikuti Kompetisi Hifdzil Quran untuk Calon Pemimpin Muslim

Dengan mengikuti kompetisi Hifdzil Quran, kakak shalih-shalihah diharapkan mampu menerapkan lima elemen kunci dari dimensi Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia, yakni:

manfaat lomba hifdzil quran

1. Akhlak Beragama

Kakak-kakak shalih dan shalihah mampu menyadari bahwa mereka mendapatkan amanah dari Allah SWT sebagai pemimpin atau khalifah di bumi, sehingga dapat menjadi pelajar Pancasila yang mengenal sifat-sifat Tuhannya. Selain itu diharapkan mereka juga senantiasa menghayati, dan patuh akan perintahNya, serta terus bereksplorasi hingga dapat memberikan kontribusi untuk peradaban dunia.

2. Akhlak Pribadi

Memiliki rasa sayang dan perhatian terhadap dirinya pribadi, termasuk dalam menjaga kesehatan jasmani rohani, dan menjaga kehormatan dirinya melalui tutur perilakunya. Selain itu kakak shalih-shalihah juga senantiasa muhasabah diri untuk menjadikan dirinya lebih baik dari sebelumnya.

3. Akhlak kepada Manusia

Semua manusia yang beragam di dunia ini memiliki kedudukan yang setara di hadapan Allah SWT, sehingga kakak-kakak shalih dan shalihah diharapkan mampu mengutamakan persamaan dan kemanusiaan. Tak hanya itu, kakak shalih-shalihah juga bisa bijak menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada, dan mengapresiasi tindakan-tindakan positif orang lain.

4. Akhlak kepada Alam

Kakak-kakak shalih dan shalihah sebagai pelajar Pancasila mampu memahami bahwa manusia hidup di bumi ini berdampingan dengan makhluk lainnya. Salah satunya alam. Memiliki rasa kasih dan peduli terhadap lingkungan alam dan melestarikannya.

5. Akhlak Bernegara

Sadar dan paham akan kewajiban dan haknya sebagai warga negara, sehingga mampu memberikan dorongan bagi dirinya untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan negara.

Masya Allah ya Ayah Bunda,  ternyata di balik kompetisi Hifdzil Quran memiliki segudang manfaat yang luar biasa.

Nah, kegiatan yang terkait dengan salah satu dimensi profil pelajar Pancasila ini diawali dengan registrasi ulang terlebih dahulu oleh para peserta, kemudian akan mendapatkan nomor undi untuk urutan tampil. Terdapat dua kegiatan yang dilakukan oleh para peserta dalam kompetisi ini yaitu melafalkan surat yang telah dipilihkan oleh juri dan menyambung ayat.

Masyaallah Ayah dan Bunda, kakak-kakak berani tampil di depan untuk melafalkan hafalan suratnya pada perlombaan dengan total 47 peserta loh. Bu Tutik, Bu Mida dan Pak Syahid selaku dewan juri dalam perlombaan ini selalu bersiap untuk memberikan penilaian kepada para peserta dengan memperhatikan unsur-unsur, berupa fashohah/makhorijul huruf, tajwid, dan kelancaran.

Pada cabang perlombaan yang menjadi wujud dari profil pelajar Pancasila ini terbagi dalam tiga level;

  • Level 1 (Bagi para peserta dengan capaiaan hafalan surat ad-Dhuha s.d An-Nas).
  • Level 2 (Bagi para peserta dengan capaian hafalan surat Al-Buruj s.d Al-Lail).
  • Level 3 (Bagi para peserta dengan capaian hafalan surat AN-Naba s.d Al-Insyiqoq).

Ayah dan Bunda boleh sharing dong, kakak-kakak shalih dan shalihah saat tampil sudah sampai di level mana ya? Apakah kakak shalih-shalihah menceritakan pengalamannya saat mengikuti kompetisi Hifdzil Quran?

Tips Agar Hafalan Kakak Shalih-Shalihah Terjaga

Pastikan untuk mengapresiasi keberanian kakak shalih-shalihah yang telah berani unjuk gigi dalam kompetisi ini, Ayah Bunda. Agar hafalan kakak shalih-shalihah makin mutqin, Ayah Bunda bisa membantu mereka untuk muroja’ah atau mengulang surat dan ayat-ayat yang telah dihafalnya setiap hari.

Selain menambah hafalan ayat baru, muroja’ah juga penting dilakukan Ayah Bunda. Hal ini agar hafalan pada ayat atau surat-surat sebelumnya tidak hilang dari ingatan.

Kemudian, agar hafalan terjaga, kakak shalih-shalihah juga bisa dibiasakan untuk menggunakan surat atau ayat yang sudah dihafalnya saat sedang shalat. Oh ya, Ayah Bunda juga bisa membuat kompetisi Hifdzil Quran di rumah masing-masing.

Kakak shalih-shalihah bisa diminta untuk membacakan surat yang telah dihafalnya di depan forum keluarga. Lalu juga Ayah Bunda bisa membacakan satu ayat, dan biarkan kakak shalih-shalihah melanjutkan ayat tersebut.

tips agar hafalan Quran terjaga

Selain tips sederhana yang kami bagikan di atas, apakah Ayah Bunda memiliki cara lain untuk menjaga hafalan kakak shalih-shalihah? Boleh ya berbagi tipsnya di kolom komentar agar bisa di-ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) oleh orang tua lainnya.

Selain Hifdzil Quran, cabang lain dalam Musabaqah Fii Ramadhan yang memiliki banyak peminat lainnya yaitu Kompetisi Kaligrafi. Ayah Bunda, yuk intip juga cerita seru jalannya kompetisi tersebut beserta informasi mengenai manfaat belajar kaligrafi.

Demikianlah catatan Bintang Juara tentang kompetisi Hifdzil Quran sebagai rangkaian dari Musabaqah Fii Ramadhan. Semoga bermanfaat dan terima kasih, Ayah Bunda.***

Ditulis oleh Iyana, Diedit dan Diterbitkan oleh Tim Humas & Media

 

 

7 Manfaat Belajar Kaligrafi dan Jenis-jenisnya, Apa Saja Ya?

7 Manfaat Belajar Kaligrafi dan Jenis-jenisnya, Apa Saja Ya?

Ayah dan Bunda, pada hari Selasa, 11 April 2023, SD Islam Bintang Juara melaksanakan Musabaqah Fii Ramadhan. Salah satu kompetisi yang ada pada event tersebut yaitu menulis kaligrafi.

Sebenarnya apa ya manfaat belajar kaligrafi, Ayah Bunda? Selain itu, ternyata ada banyak jenis kaligrafi lo. Apakah Ayah Bunda mengetahuinya?

Ayah Bunda, kompetisi kaligrafi yang merupakan bagian dari Musabaqah Fii Ramadhan diadakan sebagai salah satu cara SD Islam Bintang Juara untuk  mendekatkan diri kakak shalih-shalihah kepada Allah SWT di bulan yang penuh berkah ini. Selain itu sebagai implementasi dari Kurikulum Merdeka pada pada Profil Pelajar Pancasila Dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia.

Arti Kata Kaligrafi

Pada kali ini kita akan membahas tentang manfaat belajar kaligrafi sebagai lanjutan informasi mengenai kompetisi yang baru saja dilaksanakan di SD Islam Bintang Juara pada Selasa, 11 April 2023 lalu. Secara etimologis Kaligrafi berasal dari bahasa Inggris, “calligraphy.’

Kata tersebut berasal dari dua suku kata bahasa Yunani, yaitu kallos yang artinya beauty atau indah, dan graphein yang artinya to write atau menulis. Bila kedua kata tersebut digabungkan memiliki arti tulisan yang indah.

Dalam bahasa Arab, Kaligrafi biasa disebut khat yang memiliki arti garis atau coretan pena yang membentuk tulisan tangan. Selain itu, kaligrafi juga disebut fann al-khath yang memiliki arti seni memperbaiki coretan atau memperhalus tulisan.

Dari semua pengertian di atas, bisa disimpulkan secara sederhana, bahwasanya kaligrafi ialah suatu tulisan yang memiliki kandungan nilai keindahan dan seni. Sementara orang yang menulis kaligrafi disebut sebagai kaligrafer.

Masya Allah, Ayah Bunda, peminat kompetisi Kaligrafi cukup banyak lo. Terbukti ada 40an peserta yang terdaftar pada kompetisi ini. Seluruh peserta terdiri dari kakak shalih-shalihah dari kelas 1 – 5.

Sebelum kompetisi dimulai, Pak Ali sebagai ketua juri menyampaikan peraturan apa saja yang harus diikuti oleh para peserta. Setelah itu, Pak Ali memberikan contoh tulisan Arab berlafaz “Allah” yang merupakan materi untuk ditulis dan dikreasikan oleh kakak shalih shalihah kelas 1-3.

Sedangkan untuk kakak shalih-shalihah kelas 4-5, tulisan Arab yang harus dibuat dalam bentuk Kaligrafi adalah bacaan Basmallah (Bismillahirrohmanirrohim). Setelah penyampaian materi selesai, kakak shalih-shalihah diminta untuk langsung membuat kaligrafi sesuai dengan level kelasnya masing-masing.

Pada saat kakak shalih-shalihah sedang membuat bentuk Arab tersebut, ada salah seorang peserta yang mengatakan bahwa dia tidak bisa menulis lafaz Allah dalam bahasa Arab. Kemudian kakak magang yang bertugas sebagai tim dokumentasi menyemangatinya hingga akhirnya ia berhasil untuk menyelesaikan tulisan Allah tersebut.

Selain itu, ada juga kakak shalih-shalihah yang tidak membawa pensil warna sehingga mereka mencari ide agar bisa mengkreasikan kaligrafi,  yaitu dengan menggunakan pensil, pena dan spidol untuk mengarsir tulisan Arab yang dibuatnya.

Waktu yang diberikan untuk membuat kaligrafi adalah dua jam. Setelah proses pembuatan kaligrafi usai, kakak shalih-shalihah melakukan pengambilan gambar bersamaa dengan hasil karya mereka masing-masing. Kemudian, karya Kaligrafi tersebut dikumpulkan kepada Pak Ali.

Dari kompetisi tersebut, dewan juri yang terdiri dari Pak Ali, Bu Linda dan Bu Iin menemukan beberapa nama yang memiliki bakat dalam seni kaligrafi. Semoga dengan adanya kompetisi ini, bakat kakak shalih-shalihah bisa semakin terasah ya, Ayah Bunda. Doakan agar SD Islam Bintang Juara bisa senantiasa mendampingi kakak shalih-shalihah dalam mengembangkan bakat-bakat mereka.

7 Manfaat Belajar Kaligrafi, Ayah Bunda Wajib Tahu!

Ayah Bunda, selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengembangkan bakat kakak sahlih-shalihah, masih ada enam manfaat belajar kaligrafi. Apa sajakah itu?

manfaat menulis kaligrafi

1. Menjaga Al-Qur’an dan Sunah

Kaligrafer memiliki peran dalam menjaga Al Quran dan Sunnah karena mereka menuliskan ayat-ayat Al Quran Apalagi jika hasil karya mereka tersebar secara luas, Masya Allah… ini menjadi hal penting dalam menjaga kitab suci agar tidak punah.

2. Untuk Menyalurkan Kemampuan Seni

Tidak semua bentuk seni diperbolehkan oleh Islam. Syarat seni yang halal adalah hal-hal yang tidak menjurus pada syirik dan maksiat. Kaligrafi adalah salah satu seni yang diperbolehkan dan disarankan untuk dipelajari.

3. Memudahkan Dalam Menghafal Al-Qur’an

Saat kakak shalih-shalihah sedang belajar menulis kaligrafi, mereka akan mengulang ayat-ayat tersebut beberapa kali. Dampaknya, ayat tersebut bisa terekam di otak. Bonusnya, ayat tersebut bisa dihafalkan oleh kakak shalih-shalihah.

4. Melatih Kesabaran

Belajar menulis kaligrafi membutuhkan kesabaran karena tak langsung sekali jadi. Melalui latihan demi latihan tersebut, otot tangan kakak shalih-shalihah juga jadi terstimulasi motoriknya. Selain kesabaran, latihan menulis kaligrafi juga melatih ketelitian.

manfaat belajar menulis kaligrafi

5. Menambah Kecintaan Terhadap Ayat Al-Qur’an

Semua orang menyukai keindahan, sebagaimana Sang Maha Pencipta juga mencintai keindahan. Saat kakak shalih-shalihah menulis atau melihat kaligrafi, insya Allah rasa cinta terhadap ayat-ayat Al Quran menjadi bertambah.

6. Meningkatkan Kreativitas

Kaligrafi atau khat memiliki banyak jenis. Semakin banyak khat yang dipelajari, semakin meningkat kreativitas kakak shalih-shalihah. Hal ini tentu juga akan meningkatkan kinerja otak, Ayah Bunda.

7. Menjadi Sumber Penghasilan

Menulis kaligrafi juga bisa menjadi salah satu life skill yang kelak bisa menopang kehidupan kakak shalih-shalihah. Hasil karya kaligrafi yang dibuatnya bisa saja suatu hari menjadi sumber penghasilan.

Nah, setelah mengetahui manfaat belajar kaligrafi di atas, apakah Ayah Bunda jadi lebih semangat untuk mengembangkan bakat kakak shalih-shalihah di bidang menulis Arab dengan sentuhan seni ini?

Selain manfaat, Ayah Bunda juga perlu mengenal jenis-jenis kaligrafi atau khat. Yuk cari tahu!

Jenis-jenis Kaligrafi yang Sering Digunakan

Ada beragam jenis kaligrafi, tetapi setidaknya ada 6 jenis kaligrafi/ khat yang umum digunakan oleh para kaligrafer, yaitu:

jenis-jenis kaligrafi

1. Khat Kufi

Khat kufi pada awal Islam muncul berguna untuk menyalin kitab suci Al Quran. Khat ini merupakan gaya menulis Arab yang memiliki karakter kubisme. Khat ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis;

  • Kufi Musyajjar (Floriated Kufi)
  • Kufi Mudhofar (Plaited Kufi)
  • Kufi Animasi (Animated Kufi)
  • Kufi Murabba’ (Squared Kufi)
  • Kufi Muzakhraf

2. Khat Naskhi

Khat naskhi atau nasakha merupakan gaya menulis kaligrafi yang bentuk hurufnya melengkung dan miring. Gayanya ini membuat jadi lebih mudah dibedakan dengan tulisan kufi yang kaku.

3. Khat Tsuluts

Tsuluts memiliki arti sepertiga. Angka itu mengacu pada kalam tunar yang ukurannya klasik berjumlah 24 helai kuda. Memiliki dua varian;

  • Tsuluts Adi
  • Tsuluts Falil

4. Khat Dewani

Khat ini memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu tulisannya sangat miring ke kiri, saling tumpang tindih antara huruf satu dengan yang lainnya. Selain itu sebagian besar hurufnya ditulis di atas garis, kecuali huruf jim, ha’, kho’, mim dan lam akhir. Gaya tulisannya bulat melengkung, jarang menggunakan harokat dan elastis/ tidak terlihat kaku.

5. Khat Riq’ah

Keunikan jenis kaligrafi ini terletak pada huruf-hurufnya yang pendek. Hal ini membuatnya bisa ditulis lebih cepat daripada khat Naskhi. Khat ini  cocok untuk belajar karena sederhana dan strukturnya tidak rumit.

6. Khat Farisi

Berbeda dengan jenis khat lainnya, khat Farisi memiliki ciri huruf miring ke kanan. Untuk bisa menulis dengan menggunakan khat ini, kaligrafer harus pandai mengubah-ubah posisi pena karena setiap huruf memiliki ukuran lebar yang berbeda-beda.

Demikianlah informasi mengenai manfaat belajar kaligrafi beserta ragam jenisnya. Apabila Ayah Bunda merasa informasi ini bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada kerabat atau sahabat ya. Sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya. Semangat mendampingi kakak shalih-shalihah mengembangkan bakatnya, Ayah Bunda.***

Ditulis oleh Fasya, dikembangkan dan diedit oleh Tim Humas & Media

Referensi:

  • https://www.sahijab.com/tips/2426-simak-6-manfaat-belajar-kaligrafi?page=2
  • https://pskq-it.com/apa-pentingnya-mempelajari-kaligrafi-dan-apa-manfaat-belajar-kaligrafi/ 
  • https://hamidionline.net/mengapa-kita-belajar-khot/
Bincang Ramadhan #2: Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal

Bincang Ramadhan #2: Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal

Alhamdulillah, setelah sukses dengan episode perdana tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut, Bincang Ramadhan kembali menyapa Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah pada hari Sabtu, 1 April 2023. Episode kedua Bincang Ramadhan dengan tema “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal,” menghadirkan Drs. M. Fauroni sebagai narasumber dan dipandu oleh Mokhamad Sabil Abdul Aziz, S.Pd., Ayah dari Kak Aquien Kelas 2.

Sebagai sekolah dasar yang menerapkan kurikulum merdeka, SD Islam Bintang Juara selalu berusaha untuk melibatkan orang tua dalam setiap lini kegiatan sekolah. Salah satunya adalah kegiatan Bincang Ramadhan.

Kegiatan ini berupa talkshow yang diinisiasi oleh FORSI (Forum Silaturahmi) Orang Tua Murid SD Islam Bintang Juara. Setiap episodenya akan ada narasumber dan host yang berbeda. Host atau pemandu acara diambil dari anggota FORSI secara bergantian, sementara narasumber selain dari orang tua siswa, juga bisa menghadirkan praktisi dan para ahli yang tinggal di sekitar SD Islam Bintang Juara.

Narasumber pada Bincang Ramadhan #2 adalah seorang Praktisi Kesehatan Thibbun Nabawi sekaligus ketua RW 04 Kelurahan Sukorejo. Dalam Bincang Ramadhan ini, ketua RW yang akrab dipanggil dengan nama Bapak Roni berbagi informasi mengenai bekam.

Sebagian ulama menganggap bekam sebagai salah satu sunnah Rasulullah SAW, yang apabila dilakukan secara rutin telah terbukti untuk menjaga kesehatan. Lalu seperti apakah bekam yang benar, apa saja manfaatnya dan bagaimana cara pengobatan ala Rasulullah SAW?

Simak ulasan Bincang Ramadhan #2  yang disajikan secara istimewa hanya untuk Ayah Bunda sekalian, khususnya yang belum sempat menyimak Live Streaming-nya beberapa waktu lalu.

Bekam ala Rasulullah Seperti Apa?

Bukan tanpa alasan menghadirkan Bapak Roni sebagai narasumber Bincang Ramadhan #2. Beliau telah menekuni bidang Thibunnabawi selama 20 tahun.

Bapak Roni menjelaskan bahwasanya bekam adalah bagian dari Thibbunnabawi. Thibbunnabawi adalah pengobatan yang bersumber dari nabi.

Berbeda dengan pengobatan medis modern yang berdasarkan uji coba dan rawan terjadinya kekeliruan, thibbunnabawi merupakan pengobatan yang berdasarkan wahyu. Bahkan salah satu hadits menyatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW mendapat informasi mengenai bekam langsung dari Malaikat Jibril.

Dalam sebuah riwayat hadits, dari Ibnu ‘Abbas, sesungguhnya setiap kali Nabi shallallahu’alaihi wasallam melewati sekumpulan Malaikat pada waktu mi’raj, pada malaikat itu selalu berpesan, “Hendaknya engkau membiasakan diri melakukan al-hijaamah.”

Beliau juga mengatakan, “Jibril memberitahu padaku bahwa hijaamah merupakan pengobatan paling bermanfaat bagi manusia”.

Hijamah sendiri merupakan bahasa Arab dari bekam, yang artinya penyedotan. Sementara istilah bekam justru berasal dari bahasa Melayu.

Metode bekam yaitu dengan memberikan minyak di bagian punggung atau titik-titik yang akan dibekam. Lalu dilakukan sayatan kemudian disedot darah kotornya.

Beberapa orang yang rutin melakukan bekam menyebutkan bahwasanya dampak yang terjadi setelah bekam, antara lain:

  • Badan terasa lebih enteng, tidak lagi terasa pegal
  • Kepala yang tadinya pusing jadi lebih ringan
  • Penglihatan jadi lebih terang

Disampaikan oleh Bapak Roni dampak-dampak positif tersebut dikarenakan bekam berguna untuk mengambil sampah-sampah yang ada di dalam tubuh kita. Sampah di sini maksudnya toksin yang masuk ke dalam tubuh melalui junk food, polusi, rokok, minuman yang mengandung soda, makanan berpengawet, dan zat-zat non organik lainnya.

Setiap hari darah akan mengalirkan zat-zat ke seluruh tubuh. Termasuk juga toksin yang masuk ke dalam tubuh. Toksin ini pada akhirnya justru menumpuk di dalam darah menyebabkan gumpalan-gumpalan.

Gumpalan-gumpalan darah tersebut kemudian menyumbat aliran darah dan membuat kerja jantung menjadi berat. Akibatnya, bisa mengakibatkan terjadinya stroke.

Nah, kalau Ayah Bunda rutin melakukan bekam, sampah-sampah tadi akan dikeluarkan sebelum menumpuk menjadi gumpalan. Tentu saja efeknya, badan jadi lebih segar dan sehat. Kinerja organ vital tubuh kita bisa menjadi lebih optimal.

Bapak Roni menyebutkan bahwasanya bekam tidak memiliki efek samping. Namun apabila ada orang yang dibekam setelahnya kok justru menjadi pusing dan ada keluhan, bisa jadi karena orang tersebut melanggar syarat berbekam.

belajar thibunnabawi

Syarat Melakukan Bekam

Dalam kesempatan Bincang Ramadhan #2 dengan topik “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal,’ Bapak Roni menyampaikan kalau ada syarat-syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh terapis bekam atau jurkam (Juru Bekam), dan juga mereka yang akan dibekam.

Apabila syarat-syarat ini tidak dipenuhi, bisa jadi justru mengalami keluhan dan tidak mendapat manfaat bekam. Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Jurkam (Juru Bekam):

  • Berwudhu dan berdoa sebelum memulai proses bekam agar terhindar dari godaan setan.
  • Memastikan kebersihan alat bekam dan tempat yang akan digunakan.
  • Menggunakan sarung tangan.
  • Dilakukan sesuai syariat, yaitu terapis perempuan hanya menangani pasien perempuan dan terapis laki-laki hanya menangani pasien lelaki.

Bapak Roni pada sesi ini juga menyebutkan bahwa masih terbuka lebar kesempatan bagi para jurkam perempuan. Saat ini masih dibutuhkan banyak jurkam perempuan.

Bahkan Bapak Roni siap lo diundang oleh FORSI SD Islam Bintang Juara apabila ingin melakukan pelatihan bekam. Apakah Ayah Bunda berminat untuk belajar bekam?

Selain syarat-syarat yang harus dipenuhi terapis, ada juga lo syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh pasien, antara lain:

  • Sama halnya dengan terapis, sebaiknya pasien sebelum dibekam juga berwudhu dan melakukan sholat sunnah terlebih dahulu agar bekam lebih bisa dirasakan manfaatnya.
  • Bagi perempuan, hindari bekam saat sedang datang bulan. Secara sunnatullah, haid adalah proses detoksifikasi natural. Maka tidak perlu dilakukan detoksifikasi dengan bekam ketika haid sedang terjadi.
  • Selain saat sedang datang bulan, perempuan hamil juga disarankan untuk tidak bekam karena bisa mempengaruhi kondisi janin. Kalaupun badan terasa pegal-pegal dan ingin dibekam, hindari area perut.
  • Pastikan kondisi perut tidak terlalu kenyang dan tidak pula terlalu lapar.
  • Orang kesurupan dan mengalami gangguan jiwa dilarang melakukan bekam.

Nah, setelah mengetahui syarat-syarat ini, semoga Ayah Bunda yang belum pernah merasakan bekam, kini tidak lagi takut untuk mencobanya ya. Insya Allah  tidak sakit. Kalau kata Pak Roni, “Hanya seperti digigit semut.”

Sedangkan waktu yang paling tepat untuk melakukan bekam, menurut Pak Roni, “Kalau dalam hadits disebutkan minimal setahun dua kali. Namun saat itu kondisi di zaman Rasulullah SAW belum banyak polusi dan bahan-bahan kimia. Beda dengan zaman sekarang yang paparan kimiawi semakin banyak, maka sarannya adalah sebulan dua kali.”

Bekam pada dasarnya adalah pencegahan. Jadi lebih baik dilakukan sebelum terjadinya penyakit. Sementara jika sudah ada keluhan-keluhan yang serius, bekam bisa dilakukan setiap satu kali dalam seminggu. Boleh juga lebih cepat dari itu, asalkan bekas titik-titik di tubuh karena proses bekam sebelumnya sudah hilang.

Materi di atas hanyalah sebagian kecil dari yang disampaikan oleh Pak Roni. Masih banyak sekali bahasan menarik pada Bincang Ramadhan #2 pada hari Sabtu, 1 April 2023 lalu, seperti batasan usia yang diperbolehkan bekam, perbedaan bekam kering dan bekam basah, sertifikasi untuk terapis bekam dan lainnya.

Bagi Ayah Bunda yang belum sempat menyimak, silakan bisa menonton videonya secara utuh:

Ayah Bunda, dalam sesi penutup Bincang Ramadhan #2, Ayah Kak Aquieen menyampaikan bahwa survei yang dilakukan oleh PBB menyatakan kalau hanya 15% penduduk dunia yang benar-benar sehat, 15% penduduk dunia menderita penyakit. Sementara 70% sisanya adalah orang-orang yang merasa sehat tetapi sebenarnya sakit, cuma belum diketahui.

Kondisi yang 70% tersebut seperti bom waktu. Apabila tidak segera memperbaiki gaya hidup, akan merugikan kesehatan tubuhnya.

Oleh karenanya Pak Roni mengingatkan akan pentingnya untuk meneladani cara hidup Rasulullah SAW. Sepanjang 63 tahun, Rasulullah SAW hanya pernah sakit selama dua kali.

Belajar Thibbunnabawi tidak bisa lepas dari belajar tentang Rasulullah SAW. Bukan hanya tentang bagaimana Beliau beribadah, tetapi juga bagaimana Rasulullah SAW menjaga pola tidur dan makan-minumnya.

Allah SWT adalah Pencipta manusia dan alam semesta ini. Diturunkannya Al Quran adalah sebagai manual book alias buku petunjuk bagaimana manusia seharusnya berkehidupan di alam ini, termasuk juga dalam memilih makanan dan minuman. Insya Allah apabila pola hidup Ayah Bunda sudah sesuai dengan Al Quran, tubuh akan senantiasa aman, terjaga, sehat dan selamat.

Demikian catatan istimewa Bintang Juara tentang “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal.” Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa pada Bincang Ramadhan berikutnya.***