fbpx
Yuk Ajarkan Calon Pemimpin Muslim Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Ayah Bunda

Yuk Ajarkan Calon Pemimpin Muslim Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Ayah Bunda

Ayah Bunda, kasus yang mengancam keselamatan semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Padahal, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah tetap harus beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Lalu bagaimanakah cara menjaga keselamatan di rumah yang tepat?

Menurut Bunda Perdana Nursari, orang tua Kak Akhtar, yang menjadi narasumber BBOT (Belajar bersama Orang Tua) di kelas 2 pada hari Senin, 15 Mei 2023, solusi yang paling tepat untuk menjaga keselamatan adalah dengan menerapkan aturan keselamatan.

BBOT bersama Bunda Perdana

Hmm, sebenarnya apa itu keselamatan, seperti apa pula aturan keselamatan, yuk Ayah Bunda, ajak recalling kakak shalih-shalihah materi BBOT tentang “Menjaga Keselamatan di Rumah dan Sekolah”.

Namun di artikel ini, kita akan fokus pada tata cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu ya, Ayah Bunda. Insya Allah pada artikel berikutnya, akan dibahas lebih lanjut tentang cara menjaga keselamatan di sekolah.

Pengertian Keselamatan dan Aturan Keselamatan

Sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana cara menjaga keselamatan di rumah dan sekolah, Bunda Perdana lebih dulu mengajak kakak shalih-shalihah melakukan ice breaking. Seru sekali lo, Ayah Bunda, melihat kakak shalih-shalihah bergerak mengikuti alunan lagu yang diputar oleh Bunda Perdana.

ice breaking BBOT SD Islam Bintang Juara

Setelah kakak shalih-shalihah kelas 2 SD Islam Bintang Juara mulai ‘memanas’, Bunda Perdana mengajak mereka untuk mengenal arti keselamatan dan aturan keselamatan. Bagaimana dengan Ayah Bunda, sudahkah mengetahui arti dari dua istilah tersebut?

Keselamatan adalah keadaan terlindungi dari potensi bahaya atau sesuatu yang telah dirancang untuk melindungi dan mencegah bahaya. Sementara itu aturan keselamatan adalah sebuah prinsip atau peraturan yang mengatur tindakan, prosedur, atau perangkat yang dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya atau risiko cedera, kerugian, dan bahaya bagi orang-orang, properti atau lingkungan.

Aturan sering juga disebut sebagai tata tertib. Kakak shalih-shalihah pasti juga sudah tidak asing dengan istilah ini bukan, Ayah Bunda? Aturan bisa ditemukan di banyak tempat, baik itu di rumah, di sekolah ataupun di masyarakat luas.

Fungsi dari aturan yaitu untuk mengatur kehidupan dan melatih disiplin. Apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah konsisten mengikuti aturan, insya Allah akan tercipta kedisplinan, keharmonisan dan kebahagiaan.

Begitu pula apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah mengikuti aturan keselamatan, insya Allah keamanan akan terjamin. Kebalikannya, apabila aturan keselamatan tidak dipatuhi, akan timbul bahaya, cedera dan kerugian.

Setelah kakak shalih-shalihah paham mengenai pentingnya menaati aturan keselamatan, saatnya Bunda Perdana mengajak mereka untuk berlatih menjaga keselamatan di rumah dan sekolah. Sebelum membahas tata cara keselamatan di sekolah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah memahami cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu.

arti keselamatan dan aturan keselamatan

Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Calon Pemimpin Muslim Wajib Tahu Nih!

Berada di rumah belum tentu keselamatan akan terjamin. Oleh karenanya kakak shalih-shalihah juga perlu diajari cara menjaga keselamatan di rumah. Salah satu langkah pertamanya yaitu dengan membuat aturan keselamatan dalam keluarga.

Disebutkan oleh Bunda Perdana dalam paparannya saat BBOT di kelas 2, aturan keluarga mencakup semua aturan yang diharapkan untuk dipatuhi seluruh anggota keluarga, yang dapat direvisi dari waktu ke waktu (Verywell Family).

Setiap keluarga bisa memiliki aturan yang berbeda-beda, tergantung proses diskusinya. Bagaimana di rumah Ayah Bunda, apakah sudah menetapkan aturan keluarga, khususnya yang berhubungan dengan keselamatan anggota keluarga?

Jika belum, beberapa aturan di rumah yang dibagikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT bisa nih di-ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi):

  • Melaksanakan ibadah tepat waktu
  • Selalu meminta izin sebelum menggunakan barang orang lain.
  • Mengembalikan barang ke tempat semula setelah menggunakannya.
  • Membereskan sesuatu yang berantakan agar rapi kembali.
  • Makan dengan tenang dan rapi.
  • Memperlakukan orang tua dengan kasih sayang dan rasa hormat.
  • Membereskan pekerjaan rumah sebelum bermain.
  • Tidak boleh makan di atas tempat tidur.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Pamit sebelum keluar dari rumah.
  • Meminta izin sebelum keluar malam atau pergi menginap.
  • Mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar anggota keluarga yang lain.
  • Saling menghargai antara anggota keluarga, baik anak pada orang tua, orang tua pada anak, ataupun sesama anak.
  • Tidak berbicara kasar atau dengan nada tinggi.
  • Tidak menyakiti perasaan sesama anggota keluarga.
  • Saling membantu antar anggota keluarga.
  • Tidak menghina dan berteriak.
  • Menggosok gigi serta membersihkan kaki dan tangan sebelum tidur.
  • Setelah bangun merapikan tempat tidur dan kamar.
  • Makan sesuai porsi masing-masing.

Aturan di atas masih berupa aturan umum ya, Ayah Bunda. Sedangkan contoh aturan keselamatan yang bisa dibuat di rumah, misalnya:

  • Mengunci pintu rumah, jendela dan pagar rumah saat seluruh anggota keluarga bepergian ke luar rumah.
  • Tidak membiarkan orang asing masuk ke rumah.
  • Tidak membukakan pintu kepada orang asing, terutama saat Ayah Bunda sedang tidak ada di rumah.
  • Menutup keran air setelah selesai digunakan.
  • Mematikan alat elektronik ketika sudah tidak digunakan.
  • Mencabut kabel dari saklarnya untuk mencegah terjadinya korsleting.
  • Dilarang bermain api di dalam dan di luar rumah.
  • Menjauhi sumber listrik di rumah ketika sedang bermain atau berkegiatan.
  • Membuang sampah di tempatnya. Karena sampah yang berserakan, misal kulit pisang, bisa mencelakai anggota keluarga lain.
  • Merapikan mainan kembali ke tempat semula setelah selesai digunakan. Mainan yang berceceran bisa membuat anggota keluarga lain terpeleset dan jatuh.

Beberapa aturan keselamatan di atas insya Allah bisa membantu Ayah Bunda beserta kakak shalih-shalihah tetap aman saat berada di rumah. Tentu saja agar kakak shalih-shalihah bisa menjalankan aturan ini dengan konsisten dibutuhkan teladan dari Ayah Bunda. Selain teladan, kakak shalih-shalihah juga memerlukan pembiasaan dan penguatan agar aturan ini terinternalisasi dan membentuk karakter dalam diri mereka.

Untuk menjaga keselamatan di rumah, yuk ajarkan kakak shalih-shalihah untuk melakukan beberapa hal berikut:

4 cara menjaga keselamatan di rumah

  • Mengucapkan basmallah sebelum melakukan aktivitas apapun.
  • Ajak kakak shalih-shalihah untuk rutin mengamalkan dzikir pagi dan sore. Dalam dzikir pagi dan sore, ada sebuah terdapat sebuah doa agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan di setiap waktu.
  • Menaati aturan keselamatan yang sudah ditetapkan di rumah.
  • Melakukan kegiatan yang aman di dalam rumah. Pastikan berkegiatan dalam pengawasan orang tua dan selalu kontrol diri.

Apabila Ayah Bunda terpaksa meninggalkan kakak shalih-shalihah di rumah tanpa ada pendamping, pastikan untuk memasang kamera pengawas (CCTV). Kamera tersebut juga memiliki manfaat untuk mengontrol keadaan rumah saat seluruh anggota keluarga sedang berada di luar rumah.

Oya, pastikan untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk bisa melakukan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) pada kondisi-kondisi kecelakaan sederhana, misalnya; saat kakak shalih-shalihah terkena luka bakar akibat terkena percikan minyak goreng. Dengan memiliki bekal P3K diharapkan kakak shalih-shalihah tidak mudah panik dan bisa membantu orang lain saat dibutuhkan.

Selain itu pastikan juga kakak shalih-shalihah menyimpan nomor telepon Ayah Bunda atau tetangga terdekat. Saat ada kondisi darurat di rumah, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menghubungi nomor telepon tersebut.

galeri kegiatan BBOT menjaga keselamatan SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, ini baru sebagian dari materi yang dipaparkan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2. Untuk mengetahui separuh materi lainnya, silakan Ayah Bunda bisa membaca Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah.

Semoga bermanfaat dan mohon berkenan untuk bagikan informasi ini kepada sahabat dan kerabat. Terima kasih dan salam selamat, Ayah Bunda.***

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 2
  • Materi Presentasi dari Bunda Perdana Nursari
Yuk, Intip Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Yuk, Intip Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Tidaklah mudah menerapkan suatu hal yang baru. Begitu juga ketika Kurikulum Merdeka dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tentu saja timbul kekhawatiran di hati banyak orang, termasuk juga di hati para guru dan orang tua SD Islam Bintang Juara.

Alhamdulillah masa-masa penuh kekhawatiran tersebut telah terlalui. Yuk, Ayah Bunda, intip bagaimana Ibu Nur Shofwatin Ni’mah, Kepala SD Islam Bintang Juara, mengawal implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Angkatan II Kecamatan Gunung Pati ini.

Di awal Kurikulum Merdeka hadir, Bu Ni’mah menyampaikan bahwasanya para guru khawatir akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan filosofi utama yang akan dibangun pada kurikulum ini. Sementara orang tua khawatir akan kesulitan melakukan pendampingan kepada anak-anak ketika di rumah.

Sebagai sosok yang diamanahi sebagai Kepala Sekolah, Bu Ni’mah merasa tertantang untuk mentransfer energi positif kepada tim guru dan meyakinkan mereka bahwa SD Islam Bintang Juara bisa menerapkan kurikulum Merdeka, sesuai dengan tujuan pendidikan serta menerapkan filosofi utama yang akan dibangun. Tantangan lain yang dihadapi oleh Bu Ni’mah yaitu mengajak orang tua untuk mendukung dan mengambil peran dalam implementasi kurikulum Merdeka ini.

Lantas bagaimanakah Bu Ni’mah mengubah tantangan-tantangan tersebut menjadi lima aksi nyata yang luar biasa?

5 Aksi Nyata dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Mengacu pada kompetensi kepala sekolah dalam kepemimpinan pembelajar, Bu Ni’mah dengan segala daya dan upaya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid, perencanaan, pelaksanaan, refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang mengacu pada murid.

Tak hanya itu, Bu Ni’mah juga aktif mengajak para orang tua sebagai pendamping dan sebagai sumber belajar di sekolah. Berikut ini aksi nyata yang dilakukan oleh Bu Ni’mah dalam mengawal penerapan Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara;

1. In-house Training

Untuk membangun persamaan persepsi, dilaksanakan in-house training untuk tim guru tentang Kurikulum Merdeka pada awal tahun pelajaran. Materi yang disampaikan pada in-house training tersebut berdasarkan materi yang diperoleh Bu Ni’mah ketika pelatihan sekolah penggerak angkatan 2.

in-house training

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan seperti apa Kurikulum Merdeka, memberikan penguatan, motivasi dan persamaan persepsi kepada seluruh guru. Saat persepsi seluruh tim telah terbangun dalam pondasi yang sama, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah menjadi lebih mudah dan terarah.

2. Rapat Kerja

Aksi nyata yang kedua yakni rapat kerja pada awal tahun pelajaran. Kegiatan ini sebenarnya hal yang biasa dilakukan setiap awal tahun, bedanya pada rapat kerja tahun pelajaran 2022-2023, Bu Ni’mah membentuk komunitas praktisi setiap fase. Setiap pekannya, komunitas praktisi berkoordinasi dengan kepala sekolah bersama tim pada tiap fasenya untuk melakukan refleksi dan evaluasi.

rapat kerja

Tak hanya itu, komunitas praktisi juga saling berbagi praktek baik dari implementasi kurikulum merdeka yang telah dilakukan. Sementara itu, refleksi, evaluasi dan berbagi praktek baik komunitas praktisi antar fase dilakukan setiap 6 bulan sekali.

3. Digitalisasi Sekolah

Berdasarkan hasil pengamatan Bu Ni’mah, serta hasil diskusi dengan komite pembelajaran, untuk memonitoring progres capaian siswa baik KKTP atau pun dimensi Profil Pelajar Pancasila (P3), dibutuhkan suatu sistem digital. Oleh karenanya bu Ni’mah kemudian menginisiasi aksi nyata yang ketiga yaitu program digitalisasi sekolah berupa sistem proses PPDB dan Sistem Akademik Kurikulum Merdeka.

pendampingan digitalisasi sekolah

Untuk pengembangan sistem tersebut, SD Islam Bintang Juara bekerja sama dengan Dosen UNISSULA Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika.

4. Pemaparan Program dan BBOT

Selain aksi nyata yang berhubungan dengan guru, Bu Ni’mah juga mensosialisasikan Kurikulum Merdeka kepada orang tua melalui kegiatan pemaparan program pada awal tahun pelajaran. Orang tua diberikan penjelasan terkait Kurikulum Merdeka, antara lain filosofi Kurikulum Merdeka, fase Profil PelajarPancasila (P3), Proyek Penguatan Profil Pelajar Pelajar Pancasila (P5), serta peran orang tua pada implementasi Kurikulum Merdeka.

BBOT

Untuk mengajak orang tua terlibat dalam implementasi Kurikulum Merdeka, Bu Ni’mah menerapkan program Belajar Bersama Orang Tua atau yang biasa disebut dengan BBOT. Keterlibatan orang tua dalam program ini yaitu dengan menjadi narasumber BBOT.

Setiap orang tua siswa mendapat kesempatan yang sama untuk didapuk sebagai narasumber BBOT. Bukan hanya para orang tua siswa yang memiliki profesi atau gelar tertentu, orang tua siswa yang sehari-hari menjadi Ibu Rumah Tangga juga dilibatkan. Hal tersebut untuk menunjukkan kepada siswa bahwa setiap kegiatan bisa memiliki manfaat bagi umat.

Tak hanya sebagai narasumber BBOT, orang tua juga dilibatkan sebagai narasumber P5.

5. Penjelasan kepada Siswa

Selain kepada orang tua, Bu Ni’mah juga mensosialisasikan kepada siswa tentang Kurikulum Merdeka, meliputi penjelasan tentang fase Profil Pelajar Pancasila, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta peran siswa dalam Kurikulum Merdeka.

penjelasan kepada siswa

Alhamdulillah kakak shalih-shalihah SD Islam  Bintang Juara selalu antusias di setiap kegiatan P5. Bahkan pada momen B-Fest, seluruh panitia kegiatan dipegang oleh kakak shalih-shalihah.

Dampak Aksi Nyata Implementasi Kurikulum Merdeka untuk SD Islam Bintang Juara

Aksi-aksi nyata dalam penerapan Kurikulum Merdeka tersebut menghasilkan sesuatu hal yang sangat bermakna di SD Islam Bintang Juara, antara lain:

  • Tumbuh budaya diskusi yang konsisten, baik dengan kepala sekolah ataupun antar guru tentang progress pelaksanaan kurikulum Merdeka yang telah dilakukan.
  • Silaturahim antara orang tua dan sekolah terbangun dengan baik. Hal tersebut dikarenakan orang tua merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dampaknya, orang tua lebih proaktif ketika diminta menjadi narasumber program sekolah, lebih  terbuka serta komunikatif memberikan saran kepada sekolah terkait program atau hal lainnya.

Dari serangkaian proses implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah menyampaikan bahwasanya pembelajaran yang dapat diambil yaitu;

“Perubahan itu mutlak terjadi dalam setiap kondisi, maka kita harus siap terus untuk menjadi generasi pembelajar dan mengambil hikmah agar kita bisa menghadapi perubahan dengan sebaik-baik ikhtiar.”

Ayah Bunda, saksikan dan dukung video Berbagi Praktik Baik: Peran Kepala Sekolah Mengawal Implementasi Kurikulum Merdeka yuk:

Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara tidak akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan Ayah Bunda. Oleh karenanya, selalu dukung dan doakan kami agar selalu bisa memberikan kegiatan-kegiatan terbaik dan bermakna, untuk mencetak Calon Pemimpin Muslim yang berilmu, berakhlak mulia dan bermanfaat. Terima kasih, Ayah Bunda.***

Serunya Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas!

Serunya Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas!

Alhamdulillah pada hari Jum’at, 12 Mei 2023, telah terlaksana Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) dengan tema “Perkembangan Teknologi Komunikasi” di kelas 3 SD Islam Bintang Juara. BBOT kali ini menghadirkan Her Anindito, ayah dari Kak Ayla.

BBOT adalah salah satu program unggulan dari SD Islam Bintang Juara. Sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang dan sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka, melibatkan orang tua dalam kegiatan sekolah adalah salah satu program berkelanjutan.

Keterlibatan orang tua dalam program-program sekolah di SD Islam Bintang Juara salah satunya terwujud melalui BBOT. Dengan adanya program ini, silaturahim antara orang tua siswa dengan siswa dan pihak sekolah terjalin dengan erat.

BBOT bersama Bapak Her Anindito

Dipilihnya “Perkembangan Teknologi Komunikasi” sebagai tema BBOT kali ini memiliki tujuan sebagai berikut;

  • Memperkuat kemampuan sensorik siswa dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran.
  • Memperkuat ilmu yang telah dipelajari selama kegiatan pembelajaran.
  • Mempersiapkan calon pemimpin muslim yang mampu menguasai teknologi.

Penasaran seperti apakah pemaparan materi yang disampaikan  oleh Ayah Her Anindito? Yuk simak hingga selesai, Ayah Bunda.

Pemaparan “Perkembangan Teknologi Komunikasi” oleh Ayah Her Anindito

Dalam pemaparan Ayah Her Anindito, dijelaskan bahwasanya komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan/ verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Pada zaman pra sejarah, manusia berkomunikasi menggunakan terompet dan genderang. Sementara untuk memberi tanda bahaya, manusia purba menggunakan asap sebagai isyarat.

Berkembangnya zaman, teknologi komunikasi juga menunjukkan perubahannya. Manusia saling mengirim surat. Sebelum ada Tukang Pos dan Kotak Pos, manusia berkirim surat dengan bantuan burung Merpati. Lalu kemudian perlahan muncullah koran sebagai salah satu media komunikasi cetak lainnya.

Sementara itu media komunikasi dalam bentuk elektrik juga mengalami kemajuan yang pesat. Dari ditemukannya telegraf, mesin fax, telepon, radio hingga televisi. Tak berhenti di situ, sekarang kita juga mengenal beragam gadget, seperti Smartphone, komputer, laptop dan tablet.

Selain memaparkan sejarah teknologi komunikasi dari masa ke masa, Ayah Her Anindito juga menjelaskan bahwasanya gadget utamanya digunakan oleh orang dewasa untuk bekerja, dan juga berkomunikasi dengan rekan kerja. Lalu bagaimana dengan kakak-kakak shalih-shalihah, bolehkah menggunakan gadget?

perkembangan teknologi komunikasi

Sebagaimana peraturan di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah tidak diperbolehkan membawa gadget selama di sekolah. Namun tentu saja kakak shalih-shalihah tetap bisa kok menggunakan gadget, asalkan didampingi oleh orang tua.

Penggunaan gadget untuk kakak shalih-shalihah juga harus punya tujuan yang jelas, misalkan: untuk mencari informasi berkaitan dengan tugas sekolah, atau untuk berkomunikasi dengan saudara. Selain harus didampingi orang tua, kakak shalih-shalihah harus diberikan pengertian bahwasanya ada batasan dalam menggunakan gadget.

Mengenai batasan ini, Ayah Bunda bisa berdiskusi dengan kakak shalih-shalihah ya. Selain durasi, kakak shalih-shalihah juga perlu diberikan pemahaman bahwasanya saat berselancar menggunakan gadget, informasi yang dilihat harus sesuai dengan umur.

Hayo, apakah Ayah Bunda sudah membekali kakak shalih-shalihah terkait 3D dalam penggunaan gadget? Coba Ayah Bunda yang sudah menerapkan aturan 3D di rumah, bisa bersuara di kolom komentar yuk.

Ayah Kak Ayla dalam pemaparannya juga membagikan informasi mengenai dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi komunikasi. Kira-kira apa saja ya dampak  tersebut?

Dampak positif dari semakin berkembangnya teknologi komunikasi, antara lain:

  • Mempermudah komunikasi
  • Memudahkan mencari informasi.
  • Menjauhkan yang dekat.

Sementara itu, dampak negatif dari perkembangan teknologi komunikasi adalah;

  • Mengganggu kesehatan.
  • Mengurangi fokus.
  • Membuat kurang empati dengan lingkungan sekitar.

Bagaimana dengan Ayah Bunda, lebih banyak merasakan dampak positif atau negatif dari perkembangan teknologi komunikasi nih?

praktik membuat alat komunikasi sederhana

Cara Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas

Sebelum teknologi berkembang seperti sekarang, ada beberapa alat komunikasi sederhana yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti; kentongan, lonceng dan bedug. Nah, pada BBOT kali ini, Ayah Her Anindito mengajak kakak shalih-shalihah untuk praktik membuat alat komunikasi sederhana dari kaleng bekas.

Ayah Bunda waktu zaman sekolah dulu sudah pernah praktik membuat alat komunikasi seperti ini belum ya? Caranya mudah kok.

bahan untuk membuat alat komunikasi sederhana

Pertama-tama, Ayah Bunda persiapkan dulu dua kaleng bekas. Biasanya menggunakan kaleng bekas susu, tapi boleh gunakan kaleng apa saja yang ada di rumah. Akan lebih baik jika dua kaleng bekas tersebut memiliki ukuran yang sama ya.

Selanjutnya, siapkan benang kasur, gunting, palu, paku dan lem. Ukuran benangnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya. Semakin panjang tentu saja bisa digunakan komunikasi dalam jarak yang lebih panjang juga.

Setelah benda-benda yang dibutuhkan siap. Buat lubang dulu di kalengnya. Bisa menggunakan paku dan palu. Tak perlu lebar-lebar, asalkan cukup untuk memasukkan benang kasurnya, Ayah Bunda. Agar tidak lepas, ujung tali yang dimasukkan ke dalam kaleng diikat simpul. Lalu direkatkan dengan lem ke bagian dasar kaleng.

Selesai deh, alat komunikasi sederhana dari kaleng bekasnya sudah siap. Yuk dicoba, apakah berhasil menghantarkan suara dengan baik?

cara membuat alat komunikasi sederhana

Masya Allah, sorak-sorai kakak shalih-shalihah menggema di ruang kelas 3 SD Islam Bintang Juara. Ternyata berhasil menyulap kaleng menjadi alat komunikasi sederhana.

Ayo, Ayah Bunda, praktikkan juga di rumah ya. Seru sekali dan tentunya bermanfaat. Bisa menjadi sarana membangun bonding dengan kakak shalih-shalihah di rumah.

galeri kegiatan BBOT SD Islam Bintang Juara

Semoga informasi mengenai program BBOT pada hari Jum’at, 12 Mei 2023 tentang membuat alat komunikasi sederhana dari kaleng bekas bermanfaat ya. Pastikan untuk bagikan cerita ini kepada kerabat dan sahabat. Sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya, Ayah Bunda.***

Referensi:

  • Juknis BBOT
  • Materi Presentasi Ayah Her Anindito

 

Indahnya Silaturahim dalam Islam, Yuk Ajak Kakak Shalih-shalihah Menyambung Tali Persaudaraan

Indahnya Silaturahim dalam Islam, Yuk Ajak Kakak Shalih-shalihah Menyambung Tali Persaudaraan

Bulan Syawal selalu identik dengan momen silaturahim. Padahal silaturahim seharusnya senantiasa disambung setiap hari, tidak hanya saat Syawal.

Namun silaturahim di bulan Syawal, terutama di momen Idul Fitri menjadi lebih istimewa, dikarenakan bisa berkumpul dengan seluruh keluarga besar. Ayah Bunda, silaturahim dalam Islam ternyata memiliki keutamaan yang luar biasa.

Bahkan dalam Al Quran Surat An Nisa: 36, tersirat perintah silaturahim yang berbunyi;

quran surat an nisa ayat 36

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Selain termaktub dalam Al Quran, pentingnya silaturahim juga disebutkan dalam berbagai hadits. Salah satunya hadits berikut;

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.”(H.R. Bukhari & Muslim).

Insya Allah di SD Islam Bintang Juara, keutamaan silaturahim selalu digaungkan kepada kakak shalih-shalihah agar mereka senantiasa ingat pentingnya bersilaturahim. Momen silaturahim saat Upacara Hardiknas 2023 adalah salah satu contoh bagaimana SD Islam Bintang Juara selalu meniatkan semua aktivitas sehari-hari sebagai bentuk silaturahim.

Pengertian Silaturahim

Silaturahim berasal dari kata صلة yang artinya hubungan atau menghubungkan. Adapun kata الرحيم atau الرحم jamaknya االرحام berarti rahim atau peranakan perempua. Bisa juga diartikan sebagai kerabat. Asal kata dari rahim yaitu ar-rahmah, yang bermakna kasih sayang.

Penyebutan rahim dalam silaturahim karena hubungan kerabat terdekat biasanya terjalin karena adanya hubungan rahim. Dengan adanya hubungan rahim tersebut, orang-orang bisa saling berkasih sayang.

Namun dalam perkembangannya, silaturahim memiliki makna menjalin hubungan dengan keluarga, baik itu kerabat dekat ataupun kerabat jauh, juga menjalin hubungan dengan sesama demi terciptanya kebaikan semua umat.

Bentuk-bentuk Silaturahim dalam Islam

Sejauh ini seperti apakah Ayah Bunda mengenalkan silaturahim kepada kakak shalih-shalihah?

Dikutip dari sebuah jurnal studi hadis mengenai keutamaan silaturahim, silaturahim memiliki berbagai bentuk dan tingkatan, antara lain;

1. Silaturahim dengan Kerabat yang Memiliki Hubungan Darah

silaturahim kepada kerabat terdekat

Bisa dikatakan ini adalah bentuk silaturahim dalam tingkatan tertinggi. Yaitu menjalin hubungan dengan kakek nenek, orang tua, anak, kakak adik kandung, sepupu, om tante dan keponakan. Bukan hanya menjalin hubungan, Allah SWT juga meminta kita agar senantiasa berbuat baik kepada para kerabat.

2. Silaturahim dengan Sesama Kaum Muslimin Seiman

silaturahim kepada sesama muslimin

Bentuk silaturahim pada tingkatan berikutnya yaitu menjalin hubungan baik dengan sesama saudara seiman. Dalam menjalin hubungan tersebut, kita tidak boleh melihat golongan, organisasi, tempat mengajinya sama atau berbeda, dan sebagaimana.

Perbedaan pendapat dan pandangan bisa saja terjadi dengan saudara seiman sehingga kadangkala membuat tali silaturahim terputus. Oleh karenanya dibutuhkan kepala dingin dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, juga saling menghormati antara satu sama lain.

Selama sama-sama masih berpegang pada Allah SWT, Rasulullah SAW dan Al Quran, artinya kita masih dalam koridor yang sama. Anggap saja perbedaan pandangan terhadap suatu masalah sebagai bumbu dalam bersaudara.

3. Silaturahim dengan Sesama Manusia

silaturahim kepada sesama manusia

Selain dengan saudara seiman, Allah SWT juga memerintahkan manusia untuk slaing mengenal satu sama lain. DI mata Allah SWT,  semua manusia itu sama, hanya kualitas iman dan taqwanya yang membedakan derajatnya.

Oleh karenanya mari ajarkan pada kakak shalih-shalihah untuk tetap berbuat baik kepada tetangga, ataupun kenalan walaupun mereka berbeda agama dan keyakinan. Kita masih tetap bisa bermuamalah dan saling memberikan pertolongan.

Beberapa cara menjalin hubungan dengan sesama manusia, tanpa mengenal perbedaan suku, agama dan ras sebagai berikut:

bentuk silaturahim memuliakan tamu

  • Memuliakan Tamu – Mau siapapun tamu yang datang, kita wajib melayani dengan baik; menyambut dengan senyum, bertutur kata yang baik, dan memberikan jamuan sesuai kemampuan.
  • Menjaga Hubungan Baik dengan Tetangga – Tetangga adalah saudara terdekat. Bahkan seringkali jauh lebih dekat dibandingkan dengan saudara sedarah. Kita bisa saling berbagi suka duka bersama tetangga. Oleh karenanya jika ada orang yang berhak mendapat kebaikan dari kita, maka tetangga termasuk dalam barisan tersebut.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjalin hubungan baik dengan tetangga:

  • Apabila tetangga mendapat keberuntungan atau sedang bersuka cita, maka ikutlah bergembira.
  • Apabila tetangga sedang berduka cita atau kehilangan orang terdekat, segeralah bertakziah.
  • Apabila tetangga meminta pertolongan, berikan pertolongan.
  • Apabila kita memasak, usahakan agar bau masakan tersebut tidak mengganggu tetangga. Kecuali, kita juga mengantarkan apa yang kita masak kepada tetangga.
  • Apabila kita membangun rumah, memintalah izin kepada tetangga dan jangan sampai tinggi bangunan rumah mengganggu jalan udara ke rumah tetangga.

Adab Bersilaturahim

Dalam bersilaturahim terdapat beberapa adab yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Niat yang Baik dan Ikhlas – Silaturahim harus diniatkan untuk Allah SWT semata. Bukan untuk tujuan riya’ ataupun agar mendapat pujian dari sesama manusia.
  • Mengharap Pahala – Melakukan silaturahim harus berdasarkan ketaatan terhadap perintah Allah SWT. Oleh karenanya, melaksanakan hal tersebut haruslah hanya berharap pahala dari Allah SWT.
  • Memulai Silaturahim dari Kerabat Terdekat – Seperti telah disebutkan dalam bentuk-bentuk silaturahim, tingkatan tertinggi dalam silaturahim adalah menjalin hubungan dengan kerabat terdekat. Jangan sampai Ayah Bunda menjalin hubungan baik dengan orang selain kerabat, tetapi justru renggang dengan kerabat terdekat.

adab silaturahim

  • Silaturahim Bukan untuk Mengharapkan Balasan – Menyambung silaturahim harus dilakukan kepada siapa saja, bukan hanya kepada orang-orang yang mau menyambung silaturahim dengan diri kita.
  • Sabar – Saat menjalin silaturahim, mungkin Ayah Bunda akan bertemu dengan gesekan-gesekan yang tidak sesuai dengan hati. Namun Rasulullah SAW meminta kita untuk bersabar dalam menyambung jalinan persaudaraan. Apabila kita mampu menghadapi perbuatan buruk dengan kebaikan, insya Allah perlahan-lahan kebaikan tersebut akan membawa kebaikan-kebaikan yang lain.

Manfaat Silaturahim

Masya Allah betapa silaturahim tidak dianggap sepele dalam Islam ya, Ayah Bunda. Bahkan Allah SWT melalui Rasulullah SAW telah memberikan berbagai tuntunan untuk menjalin silaturahim dengan tepat.

keutamaan silaturahim

Hal itu dikarenakan silaturahim memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Menurut  Abu Laits Samarqandi, manfaat silaturahim antara lain:

  • Mendapatkan ridha dari Allah SWT.
  • Membahagiakan orang yang kita kunjungi.
  • Menyenangkan malaikat, malaikat juga menyukai dan saling bersilaturahim.
  • Disenangi oleh sesama manusia dan dikenang sebagai ahli silaturahim sehingga banyak yang mendoakan.
  • Menambah rezeki dan keberkahan umur.
  • Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama dan meningkatkan rasa kebersamaan, serta kekeluargaan.
  • Mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.
  • Menambah pahala.

Dengan hadir ke sekolah setiap hari, insya Allah kakak shalih-shalihah telah melaksanakan salah satu bentuk silaturahim kepada guru dan teman lo, Ayah Bunda. Masya Allah apabila bersekolah diniatkan untuk silaturahim, keberkahan dan kebaikannya insya Allah semakin berlipat.

Ayah Bunda, semoga informasi mengenai indahnya silaturahim dalam Islam ini bisa memberikan manfaat. Yuk dampingi kakak shalih-shalihah untuk bersilaturahim dengan kerabat, tetangga dan para sahabat.***

Referensi:

  • Jurnal ‘Wawasan Hadis tentang Silaturahmi’ – https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tahdis/article/view/7222
  • https://muslimah.or.id/9689-silaturahmi-bertabur-pahala.html
  • https://almanhaj.or.id/9551-keutamaan-silaturahim.html
  • https://muslim.or.id/75301-fikih-silaturahmi-bag-3-keutamaan-menyambung-dan-bahaya-memutus-silaturahmi.html
  • https://rumaysho.com/1894-keutamaan-silaturahmi.html
  • https://www.dompetdhuafa.org/silaturahmi-dalam-islam/
Ayah Bunda, Ini 7 Manfaat Upacara Bendera bagi Karakter Siswa

Ayah Bunda, Ini 7 Manfaat Upacara Bendera bagi Karakter Siswa

Ayah Bunda, adakah yang waktu duduk di bangku sekolah sering berperan sebagai petugas upacara bendera? Masya Allah, ternyata banyak yang mengangkat tangan.

Kalau boleh tahu, biasanya Ayah Bunda bertugas menjadi apa? Pemimpin upacara, pengibar bendera, protokol, pembaca UUD 1945 atau tugas lainnya nih? Wah, dengan pengalaman tersebut Ayah Bunda bisa memotivasi kakak shalih-shalihah agar lebih bersemangat saat mengikuti upacara bendera.

Tak sedikit para siswa, bahkan orang tua, menganggap upacara bendera hanya kegiatan yang melelahkan. Padahal manfaat upacara bendera sangat baik untuk mendukung perkembangan karakter kakak shalih-shalihah lo, Ayah Bunda.

Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah, aktivitas yang biasanya rutin dilakukan pada hari Senin dan hari-hari peringatan khusus ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan, terutamanya dalam pembangunan karakter siswa. Adapun nilai-nilai yang bisa ditanamkan melalui kegiatan upacara bendera antara lain;

  • Sikap disiplin
  • Rasa percaya diri
  • Tanggung jawab
  • Cinta tanah air.

7 Manfaat Upacara Bendera bagi Kakak Shalih-shalihah

Nah, apabila Ayah Bunda membutuhkan dorongan untuk memotivasi kakak shalih-shalihah menjalankan upacara bendera dengan semangat, yuk kenali 7 manfaatnya berikut ini:

upacara bendera di sekolah

1. Mempertebal Semangat Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

Salah satu poin penting dalam pelaksanaan upacara bendera yaitu untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kakak shalih-shalihah. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang harus melekat selama negara ini masih berdiri.

Oleh karena itu, upacara bendera menjadi salah satu kegiatan penting untuk membentuk karakter bangsa. Dalam upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar berbagai hal tentang kebangsaan, di antaranya;

  • Bendera Indonesia
  • Lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional
  • Pancasila dan UUD 1945

Di beberapa sekolah yang memilih tidak mengadakan upacara bendera, sebagian besar muridnya tidak mengenal hal-hal tersebut. Padahal dalam beberapa literatur disebutkan bahwa cinta negara adalah sebagian dari iman.

Khalifah Umar bin Khatab sebagaimana dikutip Syekh Ismail Haki dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan juz 6 hal. 442 menyatakan:

Sayyidina Umar berkata: “Seandainya tidak ada cinta tanah air, hancurlah negara yang terpuruk. Dengan cinta tanah air, negara akan berjaya.”

Namun bagaimanakah kakak shalih-shalihah bisa mencintai tanah air, apabila mereka tidak  pernah mengetahui hal-hal sederhana terkait bangsanya? Oleh karena itu, upacara bendera adalah salah satu pijakan awal agar kakak shalih-shalihah mengenal bangsanya dengan baik.

Tentu saja kemudian harus diberikan pijakan-pijakan lanjutan lewat pelajaran Sejarah Bangsa, atau Pendidikan Kewarganegaraan. Diharapkan dengan kakak shalih-shalihah mengenal hal-hal dasar terkait negaranya, akan tumbuh rasa ingin tahu tentang sejarah bangsa dan bagaimana berperan untuk tanah airnya.

2. Membiasakan Bersikap Tertib dan Disiplin

Melalui upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar untuk menaati aturan. Upacara bendera memiliki ketentuan-ketentuan khusus yang harus dipatuhi. Kapan harus bersikap siap, hormat dan istirahat.

Upacara bendera juga melatih kakak shalih-shalihah untuk lebih disiplin terkait waktu, pakaian dan atribut yang harus dikenakan. Kakak shalih-shalihah belajar untuk menaati arahan yang diberikan terkait kapan berlangsungnya upacara, pakaian apa yang harus dikenakan, sepatu warna apa yang harus dipakai dan atribut apa saja yang harus digunakan.

Kakak shalih-shalihah juga belajar untuk berbaris secara tertib. Terlihat sederhana, tetapi apabila kakak shalih-shalihah sudah terbiasa tertib sejak dini, mereka akan mudah mengerjakan tugas-tugas yang didapatkan di kemudian hari dengan tertib.

3. Menumbuhkan Kerapian

Selain terkait ketertiban, kakak shalih-shalihah juga belajar terkait kerapian. Bagaimana mengenakan pakaian yang rapi, juga berbaris yang rapi.

Apabila kakak shalih-shalihah telah terbiasa berpakaian rapi, mereka akan merasa tidak nyaman melihat ketidakrapian di sekitar. Sehingga nantinya kakak shalih-shalihah bisa menjadi agent of change dalam hal kerapian. Begitu juga ketika sudah terbiasa berbaris rapi, diharapkan kakak shalih-shalihah akan terbiasa antre dengan rapi.

apa manfaat upacara bendera

4. Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Sejatinya semua orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada saat upacara bendera, bukan berarti kakak shalih-shalihah harus menjadi pemimpin pleton atau pemimpin upacara.

Justru PR terberat adalah bagaimana kakak shalih-shalihah saat menjadi peserta upacara mampu memimpin dirinya sendiri dengan bersikap tertib sepanjang kegiatan. Contoh sederhana, dengan tidak mengobrol dengan teman sebelahnya, dan mengikuti upacara dengan tenang hingga tuntas.

5. Membiasakan Kekompakan dan Kerjasama

Dalam kegiatan upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar berbaris dan mengikuti perintah yang diberikan oleh pemimpin upacara. Apabila ada satu peserta yang tidak bergerak sesuai dengan perintah, maka akan menimbulkan kekacauan dalam barisan.

Oleh karenanya dalam hal ini dibutuhkan kekompakan dan kerjasama yang baik antar peserta dan petugas upacara. Dengan konsisten melakukan upacara setiap pekan, kakak shalih-shalihah insya Allah bisa menjalin kerjasama yang baik dengan teman-temannya untuk menunjukkan kekompakan.

6.  Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab

Manfaat upacara bendera berikutnya yaitu menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri kakak shalih-shalihah. Rasa tanggung jawab yang bisa dipupuk lewat upacara bendera antara lain;

  • Bertanggungjawab atas pakaian dan atribut yang dikenakan.
  • Bertanggungjawab atas ketenangan diri dalam mengikuti kegiatan.
  • Bertanggungjawab atas peran yang didapat, baik itu sebagai petugas ataupun peserta upacara.

7. Menumbuhkan Sifat Tenggang Rasa dan Tepa Selira

Upacara bendera ternyata juga mampu menumbuhkan sifat tenggang rasa dan tepa selira di antara kakak shalih-shalihah. Sederhananya, kakak shalih-shalihah berlatih untuk tenang saat ada pembina upacara yang sedang menyampaikan isi amanat. Pada momen tersebut, kakak shalih-shalihah belajar menghormati orang yang sedang berbicara.

Kakak shalih-shalihah juga belajar memahami kondisi di sekitarnya. Misal, ada teman yang terlihat kurang sehat, kakak shalih-shalihah bisa membantu temannya ke UKS. Atau ada teman yang kurang tertib, kakak shalih-shalihah bisa saling mengingatkan bagaimana seharusnya bersikap saat upacara sedang berlangsung.

Nah, sudah tahu kan manfaat upacara bendera untuk kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda? Semoga bisa membantu Ayah Bunda dalam memberikan pijakan dan motivasi agar kakak shalih-shalihah senantiasa bersemangat mengikuti upacara bendera.

Pastikan Ayah Bunda juga berkunjung ke momen Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Mei 2023 lalu. Banyak cerita seru lo.

Apabila informasi mengenai manfaat upacara bendera ini membawa kebaikan, semoga Ayah Bunda berkenan untuk membagikan artikel ini kepada sahabat dan kerabat. Terima kasih dan sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya.***

Referensi:

  • https://siedoo.com/berita-8907-manfaat-mengikuti-upacara-bendera-bagi-siswa/
  • https://www.merdeka.com/jateng/6-tujuan-upacara-bendera-beserta-manfaatnya-yang-perlu-diketahui-kln.html
  • https://www.kompas.com/edu/read/2022/11/06/185700471/4-manfaat-ikut-upacara-bendera-bagi-siswa?page=all#:~:text=Manfaat%20upacara%20bagi%20karakter%20siswa,aba%2Daba%20dari%20petugas%20upacara.&text=Upacara%20menjadi%20salah%20satu%20cara,berjuang%20demi%20membela%20negara%20Indonesia.
  • https://tebo.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-2905960363/beberapa-manfaat-upacara-bendera-di-sekolah-bagi-siswa#:~:text=Menurut%20Permendikbud%20Nomor%2022%20Tahun,percaya%20diri%2C%20dan%20tanggung%20jawab.
  • https://jabar.kemenag.go.id/portal/read/mimbar-dakwah-sesi-34-mencintai-tanah-air-bagian-dari-iman-#:~:text=Islam%20telah%20mengajarkan%20kepada%20kita,Indonesia%20adalah%20bagian%20dari%20iman.
Hangatnya Momen Silaturahim pada Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Hangatnya Momen Silaturahim pada Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Ahlan wa sahlan, kakak shalih-shalihah. Alhamdulillah setelah kurang lebih dua pekan menikmati indahnya berkumpul dengan keluarga di hari lebaran, kini saatnya kembali berkegiatan di SD Islam Bintang Juara.

Qodarullah hari pertama kakak shalih-shalihah memulai kegiatan di SD Islam Bintang Juara, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023. Oleh karenanya, kegiatan pagi ini diawali dengan upacara bendera.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional dan Semaraknya Hardiknas 2023

“Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” – Ki Hajar Dewantara

Ayah Bunda, sudahkah mengenalkan sosok Ki Hajar Dewantara kepada kakak shalih-shalihah? Ki Hajar Dewantara terlahir dengan nama  R.M. Suwardi Suryadingrat. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta.

ki hajar dewantara bapak pendidikan nasional

Ki Hajar Dewantara memiliki pemikiran luar biasa dalam bidang pendidikan. Bahkan hingga kini, pemikiran-pemikiran beliau masih sangat relevan untuk dijalankan.

Beberapa warisan pemikiran yang ditinggalkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu semboyan berikut ini;

semboyan ki hajar dewantara

  • Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya ketika berada di depan, orang tua atau guru harus memberi contoh atau suri teladan bagi kakak shalih-shalihah yang berada di tengah dan belakang.
  • Ing Madya Mangun Karsa, artinya ketika orang tua atau guru berada di tengah harus bisa memberikan semangat untuk kemajuan kakak shalih-shalihah.
  • Tut Wuri Handayani, artinya ketika orang tua berada di belakang harus mampu memberikan dorongan.

Selain ketiga semboyan yang sudah sangat terkenal di atas, Ki Hajar Dewantara juga memiliki tiga warisan lainnya.

warisan pemikiran ki hajar dewantara

1. Tetep, Antep dan Mantep

Tetep artinya mengasah berpikir kritis dan memiliki komitmen dengan prinsipnya. Antep yaitu menumbuhkan kepercayaan diri dan keuletan untuk maju. Sementara mantep memiliki arti mendorong untuk terus berkembang dan memiliki visi yang kuat.

2. Ngandel, Kendel dan Bandel

Ngandel yaitu membentuk seseorang yang teguh pendirian. Kendel artinya meningkatkan keberanian. Bandel dalam bahasa Jawa bukan hal yang bermakna negatif, melainkan bagaimana membangun ketangguhan dan semangat pantang menyerah.

3. Neng, Ning, Nang, Nung

Neng, maksudnya menciptakan perasaan senang dan tentram. Sementara Ning artinya dapat membedakan mana yang baik dan salah. Nang memiliki arti agar mampu mengendalikan diri dan menjadi pemenang. Nung maksudnya menumbuhkan pribadi yang kokoh dalam menggapai cita-cita.

Selain warisan pemikiran tersebut, Ki Hajar Dewantara semasa hidup telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk pendidikan Indonesia. Demi bisa menyelenggarakan pendidikan yang adil untuk seluruh rakyat Indonesia, Ki Hajar Dewantara mendirikan Tamansiswa (Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa).

Atas dedikasi beliau yang luar biasa, melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Sementara itu hari kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Pada tahun ini, berdasarkan Surat Nomor 12811/MPK.A/TU.02.03/2023 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, peringatan Hari Pendidikan Nasional mengangkat tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar“. Tema tersebut selaras dengan salah satu kalimat inspiratif lainnya dari Ki Hajar Dewantara;

“Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk kehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).”

Seiring dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2023, bulan Mei 2023 juga dicanangkan sebagai bulan Merdeka Belajar. Oleh karenanya, di Oleh karenanya, di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini, mari Ayah Bunda kita selaraskan jejak-jejak langkah untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi kakak shalih-shalihah, demi terwujudnya merdeka belajar baik di rumah maupun di sekolah.

Hari Pendidikan Nasional 2023 juga memiliki logo khusus yang terbentuk dari tiga elemen;  Bintang, Keceriaan dan Pena. Adapun makna dari logo tersebut yaitu;

logo hardiknas 2023

  • Bintang, menggambarkan semangat Hardiknas yang selaras dengan visi dan misi pemerintah untuk melahirkan generasi Indonesia yang cerdas berkarakter. Dengan garis luwes menggambarkan semangat adaptif dan tangguh menghadapi perubahan zaman yang sangat dinamis.
  • Keceriaan, menggambarkan suasana pendidikan Indonesia yang menggembirakan, penuh dengan antusiasme, dan gotong royong serta partisipasi publik.
  • Pena, menggambarkan proses pendidikan sebagai sebuah proses penciptaan mahakarya yang memerlukan perpaduan holistik antara kemampuan intelektual, emosional, dan spritual dalam pelaksanaan.

Masya Allah di balik makna logo tersebut, filosofi pendidikan tersebut sudah dijalankan di SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang yang juga telah menerapkan Kurikulum Merdeka.

Istimewanya Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan istimewa karena berbarengan dengan hari pertama masuk sekolah. Pada momen ini, seluruh petugas upacara adalah bapak dan ibu guru.

Selaku pembina upacara, Pak Ali Munthohar menyampaikan pesan yang unik dirangkai dalam bentuk puisi. Apabila huruf depan di setiap baitnya disatukan akan membentuk tulisan yang berbunyi SD Islam Bintang Juara.

amanat pembina upacara hardiknas sd islam bintang juara

Masya Allah kreatif bukan para guru di SD Islam Bintang Juara? Insya Allah kakak shalih-shalihah pun akan tumbuh kreativitasnya apabila didampingi oleh para guru tangguh yang kreatif.

Proses pendidikan dan pengajaran di SD Islam Bintang Juara insya Allah telah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi pada pidato Hardiknas 2023;

Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat. Anak-anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri.

SD Islam Bintang Juara tak hanya telah menerapkan kurikulum merdeka dengan cara holistik integratif, tetapi juga telah menerapkan digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka.

Selain membacakan puisi, Pak Ali juga menyampaikan tantangan yang harus dilaksanakan oleh kakak shalih-shalihah dalam rangka menyemarakkan Hardiknas 2023. Apakah tantangan tersebut?

Tantangan Menulis untuk Kakak Shalih-shalihah

Dikarenakan suasana lebaran masih sangat kental terasa, seluruh kakak shalih-shalihah diminta untuk menceritakan pengalaman mereka di hari raya. Bukan sekadar menceritakan pengalaman, tantangannya yaitu menuliskan pendidikan apa yang kakak shalih-shalihah dapatkan selama momen lebaran.

Pada saat amanat pembina upacara, Pak Ali sempat memantik ide kakak shalih-shalihah untuk menyebutkan beberapa pendidikan yang didapat selama momen lebaran, antara lain;

  • Belajar bahasa baru pada saat mudik ke provinsi tetangga
  • Belajar menghormati yang lebih tua
  • Praktik belajar matematika saat menghitung uang balal/ angpau/ THR dari kerabat
  • Belajar memaafkan dan mengikhlaskan

Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya sepanjang momen lebaran yang ternyata mampu menancap di hati kakak shalih-shalihah. Jadi nggak sabar nih membaca hasil karya kakak shalih-shalihah. Insya Allah hasil karya kakak shalih-shalihah akan dibukukan, mohon dukungannya ya Ayah Bunda.

suasana upacara hardiknas 2023 di sd islam bintang juara

Usai upacara, kakak shalih-shalihah berdoa bersama agar kakak kelas 6 bisa melaksanakan Ujian Sekolah dengan lancar. Dilanjutkan dengan bersalam-salaman saling memberikan maaf. Dimulai dari kakak shalih-shalihah kelas 6 bersalaman kepada bapak ibu guru, disusul dengan kakak kelas 5 hingga kelas 1.

Untuk menutup rangkaian acara pagi dalam peringatan Hardiknas 2023, Bu Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara memberikan sebuah wejangan;

Salah satu bentuk tulus dalam meminta maaf adalah mendengarkan orang yang sedang berbicara.

Wejangan tersebut menjadi pengingat agar kakak shalih-shalihah makin terjaga adabnya hingga kelak bisa menjadi Pemimpin Muslim yang tetep, atep dan mantep sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara. Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023. Mari bersama-sama menjadi guru terbaik untuk kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.***

 

Referensi:

  • https://news.detik.com/berita/d-6698077/hari-pendidikan-nasional-2023-tema-logo-dan-pedoman-upacara-2-mei.
  • https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6698265/sejarah-hari-pendidikan-nasional-yang-diperingati-setiap-tanggal-2-mei.