by admin admin | Aug 29, 2025 | Artikel, Berita, Berita Utama, Edukasi, Kegiatan Siswa, Pembelajaran
Semarang — Jumat, 29 Agustus 2025, ruang kelas 3B SD Islam Bintang Juara dipenuhi antusiasme luar biasa. Kali ini, kegiatan Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) menghadirkan Bunda Gigih Wiji Nugraheni, orang tua dari Kak Gilby, dengan tema menarik: “Yuk, Jaga Panca Indra Kita.”
Belajar Merawat Anugerah Allah 🌟
Bunda Gigih membuka kegiatan dengan mengingatkan bahwa panca indra adalah anugerah Allah SWT yang harus dijaga. Melalui panca indra—mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit—kita bisa mengenal dunia dan bersyukur atas nikmat-Nya.
Kakak shalih-shalihah diajak mengenal berbagai gangguan indra yang bisa dialami manusia, serta cara sederhana untuk mencegah dan merawatnya. Misalnya, menjaga kebersihan telinga, tidak membaca terlalu dekat, hingga menghindari suara bising berlebihan.
Serunya Eksperimen di Kelas 🔍
Kegiatan makin seru ketika kakak diajak melakukan praktik langsung. Mereka belajar:
- Mengukur desibel suara untuk mengetahui batas aman pendengaran.
- Simulasi jarak baca agar mata tetap sehat dan tidak cepat lelah.
Dengan eksperimen sederhana ini, kakak jadi paham bahwa menjaga panca indra bukan sekadar teori, tetapi bisa dilakukan dalam keseharian.
Pengalaman yang Membekas ✨
Suasana kelas 3B begitu hidup. Kakak shalih-shalihah tampak bersemangat, aktif bertanya, dan mencoba setiap praktik dengan riang gembira. Bagi mereka, belajar kesehatan panca indra jadi pengalaman berharga yang mudah dipahami dan menyenangkan.
Kesimpulan 🌱
Kegiatan BBOT bersama Bunda Gigih membuktikan bahwa edukasi kesehatan bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan. Kakak shalih-shalihah kelas 3B tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga belajar rasa syukur dan tanggung jawab menjaga tubuh sebagai amanah dari Allah SWT.
Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan terus menginspirasi untuk menjaga panca indra kita sejak dini.*** (CM-MRT)
by admin admin | Aug 28, 2025 | Artikel, Berita, Berita Utama, Edukasi, Kegiatan Siswa, Pembelajaran
Semarang — Kamis, 28 Agustus 2025 menjadi hari penuh inspirasi untuk kakak shalih-shalihah kelas 5 SD Islam Bintang Juara. Melalui kegiatan Belajar Bersama Orang Tua (BBOT), mereka mendapat kesempatan belajar langsung dari Ayah Nurman Kertanegara, orang tua dari Kak Arsakha, dengan tema yang sarat makna: “Menghitung dengan Hati, Bekerja dengan Rapi: Merajut Usaha, Mengasah Logika.”
Kegiatan ini menghadirkan nuansa baru, bukan sekadar materi di kelas, tetapi juga perjalanan untuk mengenal dunia wirausaha sejak dini.
Mengenal Wirausaha: Dari Ide Menjadi Karya 💡
Di awal sesi, Ayah Nurman mengajak kakak memahami apa itu wirausaha. Beliau menjelaskan bahwa wirausaha adalah proses memulai, mengelola, dan mengembangkan bisnis secara mandiri dengan tujuan memperoleh keuntungan, sekaligus menanggung risiko yang ada.
Seorang wirausaha, kata beliau, harus punya kreativitas, inovasi, dan kemampuan menggabungkan sumber daya untuk menciptakan produk atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan cara ini, seseorang tidak hanya mencari penghasilan, tetapi juga memberi nilai tambah melalui karya.
Berwirausaha Sejak Dini: Belajar, Berlatih, Bertindak 🚀
Ayah Nurman menekankan bahwa jiwa kewirausahaan perlu ditanamkan sejak kecil. Tahapannya sederhana namun bermakna:
- Belajar → memperbanyak ilmu dan mengasah keterampilan khusus.
- Berlatih → misalnya lewat kegiatan market day, cooking class, atau kunjungan ke pengrajin.
- Bertindak → mencoba usaha kecil-kecilan yang melatih keberanian sekaligus tanggung jawab.
Dengan cara ini, diharapkan kakak shalih-shalihah akan terbiasa berpikir kreatif, berani mencoba, sekaligus disiplin dalam bekerja.
Karakter Seorang Wirausahawan Muslim 🌟
Tak hanya bicara soal bisnis, Ayah Nurman juga menanamkan nilai penting bahwa seorang wirausaha sejati harus berpegang pada tauhid dan nilai Islam. Beberapa karakter penting yang harus dimiliki antara lain:
- Kepercayaan diri dan kemandirian.
- Kepemimpinan dan keberanian mengambil risiko.
- Kreativitas dan inovasi.
- Berorientasi pada masa depan dan hasil kerja nyata.
- Disiplin, sopan, jujur, dan amanah.
Beliau menekankan bahwa wirausaha bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan dan mengurangi pengangguran.
Belajar dari Usaha Laundry 🧺
Untuk membuat suasana lebih nyata, Ayah Nurman berbagi kisah tentang usaha laundry yang digelutinya. Kakak shalih-shalihah diajak memahami teks prosedur mencuci sebagai bagian dari usaha, sekaligus belajar menghitung pendapatan melalui simulasi sederhana.
Integrasi ini membuat mereka merasakan bahwa wirausaha sangat dekat dengan pelajaran sehari-hari, mulai dari Bahasa Indonesia (teks prosedur) hingga Matematika (operasi hitung).
Pesan Inspiratif: Bercita-Cita Setinggi Langit ✨
Di akhir sesi, Ayah Nurman berpesan penuh semangat:
“Bercita-citalah setinggi langit. Apapun profesi kita, baik menjadi pejabat, karyawan, maupun pengusaha, berpegang teguhlah dengan aturan Allah. Wajib halal dan dengan cara yang baik: jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Sesibuk-sibuknya kita, jangan sampai lupa beribadah kepada Allah. Naikkan level cita-cita kita, capailah surga, bukan hanya kaya materi dunia.”
Kata-kata ini disambut dengan semangat oleh kakak shalih-shalihah, menutup kegiatan BBOT dengan pelajaran berharga tentang arti bekerja, berkarya, sekaligus beribadah.
Kesimpulan 🌱
BBOT kelas 5 kali ini bukan hanya tentang belajar wirausaha, tetapi juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan integritas sejak dini. Dengan dukungan orang tua dan sekolah, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, sekaligus berakhlak mulia.***(CM-MRT)
by admin admin | Aug 26, 2025 | Artikel, Berita, Berita Utama, Edukasi, Kegiatan Siswa, Pembelajaran
Semarang, 26 Agustus 2025 — Ada yang berbeda dari kegiatan Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) kali ini. Jika biasanya kakak shalih-shalihah kelas 2A belajar di ruang kelas bersama orang tua yang hadir sebagai narasumber, pada Kamis istimewa ini mereka justru diajak belajar langsung di tempat kerja Ayah Kak Fatih, Dian Andrianto, di PT Tirta Gajah Mungkur.
Dengan penuh rasa ingin tahu, kakak shalih dan shalihah bersemangat mengikuti perjalanan pembelajaran bertema “Air Sumber Kehidupan”.
Air: Hadiah Allah yang Harus Dijaga 🌍
Sejak awal kegiatan, Ayah Kak Fatih mengingatkan bahwa air adalah karunia Allah yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa air, manusia, hewan, maupun tumbuhan tidak akan bisa bertahan hidup. Oleh karena itu, menjaga kebersihan air berarti menjaga kehidupan.
Di sini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa air bukan sekadar yang kita minum atau gunakan sehari-hari, tetapi ada proses panjang agar air yang kita nikmati bisa benar-benar bersih dan layak dipakai.
Jelajah Edukatif di PT Tirta Gajah Mungkur 🏭
Kegiatan semakin seru ketika kakak diajak berkeliling melihat langsung proses pengelolaan air di PT Tirta Gajah Mungkur.
- ✨ Mengenal Sumber Air → Kakak diperkenalkan pada bagaimana perusahaan mengambil air dari sumbernya dengan tetap menjaga kelestarian alam.
- ✨ Proses Penyaringan → Dari air kotor hingga menjadi jernih, kakak menyaksikan bagaimana teknologi bekerja untuk memisahkan kotoran dan zat berbahaya.
- ✨ Distribusi Air Bersih → Setelah melewati berbagai tahap, air kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga agar bisa digunakan dengan aman.
Tak hanya itu, Ayah Kak Fatih juga menekankan betapa pentingnya hemat air dan tidak membuang-buang sumber daya yang berharga ini.
Belajar dengan Rasa Antusias 🤩
Sepanjang kegiatan, wajah kakak shalih dan shalihah penuh antusias. Mereka bertanya, mencatat, dan mengamati setiap proses dengan rasa penasaran tinggi. Ada yang kagum melihat alat penyaring besar, ada pula yang berdecak takjub saat melihat air berubah dari keruh menjadi jernih.
Momen ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar yang berbeda, tetapi juga menanamkan rasa syukur atas nikmat Allah berupa air yang selama ini sering dianggap sepele.
Ilmu yang Bermanfaat untuk Kehidupan 🌱
Melalui kegiatan BBOT kali ini, kakak shalih-shalihah kelas 2A belajar bahwa menjaga air berarti menjaga masa depan. Air yang bersih adalah hak semua orang, dan tugas kita bersama untuk merawatnya.
Semoga ilmu yang didapat dari BBOT “Air Sumber Kehidupan” ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk hidup lebih bijak dalam menggunakan air. Terima kasih, Ayah Kak Fatih, sudah berbagi inspirasi yang berharga. 🌟
SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran bermakna yang menghubungkan ilmu, pengalaman nyata, dan nilai-nilai kehidupan.
by admin admin | Aug 20, 2025 | Artikel, Berita, Berita Utama, Kegiatan Siswa, Prestasi
Semarang, 20 Agustus 2025 — Suasana penuh semangat terasa di SD Ummul Quro’, Semarang. Hari itu menjadi saksi bagaimana para kakak shalih-shalihah dari SD Islam Bintang Juara tampil percaya diri dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan Gunungpati.
FTBI sendiri merupakan ajang bergengsi tahunan yang diadakan untuk melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, melalui berbagai cabang lomba seperti menulis, membaca, hingga seni bertutur. Festival ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai bahasa ibu sekaligus mengasah bakat mereka dalam bidang literasi dan budaya.
Delegasi SD Islam Bintang Juara
Dalam festival kali ini, SDIBJ mengirimkan para delegasi terbaik di berbagai cabang lomba:
- Nulis & Maca Aksara Jawa → Kak Djuna dan Kak Hya
- Sesorah (Pidato Jawa) → Kak Satria dan Kak Naura
- Geguritan (Puisi Jawa) → Kak Syabil dan Kak Neyva
- Nulis Cerkak (Cerita Pendek Jawa) → Kak Aqasha dan Kak Lina
- Macapat (Menyanyikan Tembang Jawa) → Kak Altamis dan Kak Caca
- Ndagel Ijen (Dagelan Tunggal) → Kak Gesang dan Kak Linda
- Ndongeng (Mendongeng dalam Bahasa Jawa) → Kak Naoki dan Kak Najma
Setiap delegasi tampil dengan persiapan matang, membawa semangat juang sekaligus kebanggaan sebagai wakil SD Islam Bintang Juara.
Prestasi yang Membanggakan 🏆
Alhamdulillah, kerja keras para kakak shalih-shalihah berbuah manis. Dalam ajang FTBI kali ini, SD Islam Bintang Juara berhasil membawa pulang dua prestasi membanggakan:

- ✨ Juara 2 Nulis & Maca Aksara Jawa Putra – diraih oleh Kak Djuna
- ✨ Juara 1 Geguritan Putra – diraih oleh Kak Syabil
Khusus untuk Kak Syabil, keberhasilannya mengantarkan ia melaju ke tingkat kota. Sebuah prestasi yang bukan hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga membawa harum nama sekolah.
Lebih dari Sekadar Lomba
Bagi SD Islam Bintang Juara, ajang FTBI bukan hanya tentang kompetisi. Lebih dari itu, ini adalah pembelajaran berharga tentang bagaimana mencintai bahasa ibu, melestarikan budaya, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyampaikan ide serta kreativitas.
Kemenangan Kak Djuna dan Kak Syabil adalah bukti nyata bahwa konsistensi belajar, dukungan orang tua, dan semangat dari guru membuahkan hasil yang indah. Semoga ke depan semakin banyak kakak shalih-shalihah yang terinspirasi untuk mencintai bahasa Jawa dan ikut berprestasi di panggung yang lebih luas.
Penutup
Selamat kepada seluruh delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara! 👏
Dan tentu, doa terbaik kami untuk Kak Syabil yang akan melangkah ke tingkat kota. Semoga Allah mudahkan dan memberikan hasil yang terbaik.
Semangat terus, Bintang Juara! Bersinar dengan prestasi, berakhlak mulia, dan tetap mencintai budaya bangsa 🌟
by admin admin | Aug 15, 2025 | Artikel, Berita, Kegiatan Siswa
Setelah meriah dengan lomba non-fisik di hari pertama, Festival Kemerdekaan SD Islam Bintang Juara kembali berlanjut pada Jumat, 15 Agustus 2025. Kali ini, suasana semakin riuh dan penuh tawa karena kakak shalih-shalihah dari kelas 1–6 mengikuti serangkaian lomba fisik yang bikin deg-degan sekaligus gemas.
Tidak hanya menjadi ajang unjuk ketangkasan, kegiatan ini juga sarat makna: menumbuhkan sportivitas, mempererat kebersamaan, dan mengajarkan arti kemerdekaan lewat pengalaman nyata.
Festival Pejuang Tangguh: Tarik Tambang yang Penuh Semangat Juang 💪
Suasana di ruang kelas 2 mendadak bergemuruh saat kakak shalih-shalihah saling beradu tenaga dalam Festival Pejuang Tangguh alias tarik tambang. Dengan wajah serius tapi penuh semangat, mereka bahu-membahu mempertahankan tali agar tim tetap kuat.
Di balik tawa dan sorak-sorai, kakak belajar arti kerja sama, strategi, dan semangat juang pantang menyerah.
Bulu Tangkis dan Festival Fokus “Tangkap Aku” 🏸🎯
Selanjutnya, giliran festival bulu tangkis yang menguji ketangkasan dan fokus. Kakak shalih-shalihah tampil penuh semangat, memukul kok dengan sigap dan lincah.
Tak kalah seru, ada juga festival fokus “Tangkap Aku”. Dengan konsentrasi penuh, kakak harus memindahkan kaleng menggunakan tali-tali. Seru, mendebarkan, sekaligus bikin gemas saat kaleng hampir jatuh tapi akhirnya berhasil dipindahkan bersama-sama.
Futsal Super Seru dengan Komentator Kocak ⚽🤣
Lapangan kembali gegap gempita saat festival futsal dimulai. Bukan hanya karena aksi para pemain yang semangat mengejar bola, tapi juga karena hadirnya komentator super kocak yang bikin suasana makin pecah.
Tawa dan semangat sportivitas menyatu, membuat futsal kali ini bukan sekadar pertandingan, tapi juga ajang kebersamaan.
Festival Makan Buah: Gemas dan Penuh Tawa 🍎🍌
Keseruan berlanjut di festival makan buah. Dengan mata ditutup, kakak shalih-shalihah harus menyuapi teman sekelompoknya. Bayangkan saja, ada yang meleset ke pipi, ada yang kebanyakan ketawa sampai buahnya jatuh!
Namun justru dari momen lucu inilah kakak belajar arti saling percaya, kerja sama, dan menikmati proses bersama tim.
Merayakan Kemerdekaan dengan Sportivitas dan Tawa
Hari kedua Festival Kemerdekaan benar-benar menjadi momen berharga bagi kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara.
✨ “Kemerdekaan itu bukan hanya tentang kebebasan, tapi juga tentang kebersamaan, sportivitas, dan tawa yang menguatkan persaudaraan.” ✨
Lewat lomba-lomba fisik ini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa menjadi tangguh bukan hanya soal menang, tetapi juga soal bekerja sama, saling mendukung, dan menikmati perjuangan bersama.*** (CM-MRT)
by admin admin | Aug 14, 2025 | Artikel, Berita, Edukasi, Kegiatan Siswa
Suasana di SD Islam Bintang Juara pada Kamis, 14 Agustus 2025 terasa begitu meriah dan penuh semangat juang. Hari itu menjadi momen istimewa, karena selain memperingati Hari Pramuka, seluruh kakak shalih-shalihah juga ikut menyemarakkan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan gelaran Festival Kemerdekaan.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang untuk tampil, tetapi juga kesempatan berharga untuk belajar memaknai arti kemerdekaan lewat kegiatan penuh kreativitas, kolaborasi, dan semangat kebersamaan.
Festival Kemerdekaan: Ajang Kreativitas, Bukan Sekadar Kompetisi
Hari pertama Festival Kemerdekaan dipenuhi dengan ragam lomba non-fisik yang super seru. Setiap kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 terlibat penuh dalam berbagai kompetisi yang mengasah kreativitas, konsentrasi, dan kepercayaan diri.
Beberapa kegiatan yang digelar antara lain:
- 🎶 Festival Paduan Suara – Suara merdu kakak shalih-shalihah berpadu indah, menghadirkan suasana khidmat sekaligus membangkitkan rasa cinta tanah air.
- 📝 Festival Spelling Bee – Permainan yang melatih ketelitian, fokus, dan kecepatan berpikir dalam mengeja kata-kata bahasa Inggris.
- 🧠 Festival Cerdas Cermat – Menguji wawasan umum sekaligus melatih strategi dan kerja sama tim.
- 📖 Festival Baca Puisi – Menyentuh hati dengan lantunan kata-kata penuh makna, membangkitkan rasa nasionalisme.
- 🏆 Ranking 1 – Permainan penuh ketegangan yang seru, mengajak kakak shalih-shalihah untuk berpikir cepat dan tepat.
Setiap lomba menghadirkan nuansa kompetisi sehat, di mana kakak shalih-shalihah tampil penuh percaya diri dan semangat juang, layaknya para pahlawan yang dulu berjuang untuk kemerdekaan bangsa.
Namun, di balik semua itu, kakak shalih-shalihah belajar bahwa Festival Kemerdekaan ini bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah. Lebih dari itu, kegiatan ini menanamkan nilai kolaborasi:
- 🤝 Belajar bekerja sama dengan tim.
- 🧩 Menghargai peran setiap anggota kelompok.
- 🌟 Menyadari bahwa keberhasilan adalah hasil dari kekompakan, bukan usaha individu semata.
Dengan begitu, kakak shalih-shalihah merasakan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal berani tampil, tapi juga soal bersatu, bekerjasama, dan saling mendukung satu sama lain.
Makna Kemerdekaan dalam Setiap Langkah
Perayaan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi sebuah upaya menanamkan nilai-nilai luhur kemerdekaan dalam diri peserta didik. Melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa kemerdekaan adalah ruang untuk berkarya, berprestasi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
Seperti halnya para pahlawan yang berjuang bersama-sama demi Indonesia merdeka, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara pun belajar arti kolaborasi: saling menguatkan, berbagi ide, dan pantang menyerah demi mencapai tujuan bersama.
Penutup
Dengan menggabungkan peringatan Hari Pramuka dan Festival Kemerdekaan, SD Islam Bintang Juara menghadirkan pengalaman belajar yang seru sekaligus penuh makna.
✨ “Festival ini mengajarkan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya tentang kebebasan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa tumbuh bersama dalam kolaborasi.” ✨