by admin admin | Aug 14, 2025 | Artikel, Berita, Edukasi, Kegiatan Siswa
Suasana di SD Islam Bintang Juara pada Kamis, 14 Agustus 2025 terasa begitu meriah dan penuh semangat juang. Hari itu menjadi momen istimewa, karena selain memperingati Hari Pramuka, seluruh kakak shalih-shalihah juga ikut menyemarakkan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan gelaran Festival Kemerdekaan.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang untuk tampil, tetapi juga kesempatan berharga untuk belajar memaknai arti kemerdekaan lewat kegiatan penuh kreativitas, kolaborasi, dan semangat kebersamaan.
Festival Kemerdekaan: Ajang Kreativitas, Bukan Sekadar Kompetisi
Hari pertama Festival Kemerdekaan dipenuhi dengan ragam lomba non-fisik yang super seru. Setiap kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 terlibat penuh dalam berbagai kompetisi yang mengasah kreativitas, konsentrasi, dan kepercayaan diri.
Beberapa kegiatan yang digelar antara lain:
- 🎶 Festival Paduan Suara – Suara merdu kakak shalih-shalihah berpadu indah, menghadirkan suasana khidmat sekaligus membangkitkan rasa cinta tanah air.
- 📝 Festival Spelling Bee – Permainan yang melatih ketelitian, fokus, dan kecepatan berpikir dalam mengeja kata-kata bahasa Inggris.
- 🧠Festival Cerdas Cermat – Menguji wawasan umum sekaligus melatih strategi dan kerja sama tim.
- 📖 Festival Baca Puisi – Menyentuh hati dengan lantunan kata-kata penuh makna, membangkitkan rasa nasionalisme.
- 🏆 Ranking 1 – Permainan penuh ketegangan yang seru, mengajak kakak shalih-shalihah untuk berpikir cepat dan tepat.
Setiap lomba menghadirkan nuansa kompetisi sehat, di mana kakak shalih-shalihah tampil penuh percaya diri dan semangat juang, layaknya para pahlawan yang dulu berjuang untuk kemerdekaan bangsa.
Namun, di balik semua itu, kakak shalih-shalihah belajar bahwa Festival Kemerdekaan ini bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah. Lebih dari itu, kegiatan ini menanamkan nilai kolaborasi:
- 🤝 Belajar bekerja sama dengan tim.
- đź§© Menghargai peran setiap anggota kelompok.
- 🌟 Menyadari bahwa keberhasilan adalah hasil dari kekompakan, bukan usaha individu semata.
Dengan begitu, kakak shalih-shalihah merasakan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal berani tampil, tapi juga soal bersatu, bekerjasama, dan saling mendukung satu sama lain.
Makna Kemerdekaan dalam Setiap Langkah
Perayaan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi sebuah upaya menanamkan nilai-nilai luhur kemerdekaan dalam diri peserta didik. Melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa kemerdekaan adalah ruang untuk berkarya, berprestasi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
Seperti halnya para pahlawan yang berjuang bersama-sama demi Indonesia merdeka, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara pun belajar arti kolaborasi: saling menguatkan, berbagi ide, dan pantang menyerah demi mencapai tujuan bersama.
Penutup
Dengan menggabungkan peringatan Hari Pramuka dan Festival Kemerdekaan, SD Islam Bintang Juara menghadirkan pengalaman belajar yang seru sekaligus penuh makna.
✨ “Festival ini mengajarkan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya tentang kebebasan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa tumbuh bersama dalam kolaborasi.” ✨
by admin admin | Aug 12, 2025 | Artikel, Berita, Edukasi, Kegiatan Siswa, Pembelajaran
Dalam rangkaian Project Based Learning (PjBL) “Pahlawan dalam Kata dan Karya”, kakak shalih-shalihah kelas 6 SD Islam Bintang Juara kembali mendapatkan pengalaman istimewa melalui agenda Belajar Bersama Ahli (BBA). Kali ini, mereka berkesempatan bertemu dengan Marita Surya Ningtyas, S.S., seorang blogger sekaligus Koordinator Tim Media Yayasan Dewi Sartika pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Agar lebih seru, diajak pula kakak kelas 5 untuk ikut menjadi peserta dalam sesi belajar kali ini. Dengan mengusung tema “Menulis yang Menggugah: Seni Mengemas Informasi Secara Menarik”, Bu Marita mengajak kakak kelas 5 dan 6 untuk memahami bagaimana sebuah tulisan bisa lebih hidup, jelas, dan bermakna.
Belajar Rumus Menulis yang Tak Lekang Waktu
Sebelum masuk ke praktik, Bu Marita membagikan rumus sederhana yang sering dipakai para penulis profesional: 5W + 1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana).
Melalui formula ini, peserta didik diajak menyadari bahwa menulis bukan sekadar merangkai kalimat, tetapi tentang menyusun informasi dengan rapi agar pembaca mudah memahami. Teknik ini sangat relevan dengan tujuan PBL kali ini, yaitu:
- Kakak shalih-shalihah mampu memahami teknik menulis teks eksplanasi yang informatif.
- Kakak shalih-shalihah mampu menemukan ide untuk menuliskan teks eksplanasi yang memikat.
Tantangan Seru: Dari Menulis Tokoh hingga Bedah Artikel
Kegiatan BBA tidak berhenti di teori. Kakak kelas 5 dan 6 langsung diajak mencoba dua tantangan seru yang membuat suasana belajar semakin hidup:
✍ Menulis Paragraf tentang Tokoh
Mereka diminta membuat paragraf pendek tentang seorang tokoh dengan gaya menulis yang menarik dan enak dibaca.
đź“– Bedah Artikel 5W + 1H
Kakak juga diajak membaca sebuah artikel, lalu menemukan unsur-unsur 5W + 1H di dalamnya. Tantangan ini melatih mereka berpikir kritis sekaligus memahami struktur sebuah tulisan.
Menulis Itu Menginspirasi
Dari kegiatan ini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa menulis bukanlah hal yang membosankan. Justru, menulis bisa menjadi sarana untuk:
- Menyampaikan informasi dengan jelas.
- Menggugah emosi pembaca.
- Mengabadikan ide, kisah, dan semangat juang para pahlawan.
Seperti pesan Bu Marita, menulis adalah seni yang bukan hanya indah, tetapi juga mampu memberi makna dan inspirasi bagi banyak orang.
SD Islam Bintang Juara dan Komitmen Menumbuhkan Generasi Penulis Hebat
Melalui tahap pengenalan PjBL ini, SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. Bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan abad 21, termasuk kemampuan literasi dan komunikasi yang kuat.
Karena di SDIBJ, setiap anak bukan sekadar belajar menulis, tetapi juga belajar mengemas informasi menjadi karya yang bisa menginspirasi banyak orang.***(CM-MRT)
by admin admin | Aug 11, 2025 | Berita, Edukasi, Kegiatan Siswa, Pembelajaran
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran bermakna, SD Islam Bintang Juara kembali melaksanakan Project Based Learning (PjBL). Kali ini giliran kakak-kakak kelas 6 yang memulai proyek bertema “Pahlawan dalam Kata dan Karya”.
Tahap pengenalan proyek ini diawali dengan kegiatan Menggali Inspirasi dari Museum Mandala Bhakti Semarang pada hari Senin, 11 Agustus 2025.
Belajar dari Jejak Perjuangan di Museum Mandala Bhakti
Di museum bersejarah ini, kakak shalih dan shalihah kelas 6 diajak untuk mengamati berbagai informasi mengenai perjuangan bangsa Indonesia. Tujuannya adalah agar peserta didik mampu belajar bagaimana penyampaian informasi sejarah bisa dikemas dan disajikan dengan menarik, sehingga mudah dipahami oleh pengunjung.
Kunjungan ini juga menjadi kesempatan emas untuk melihat langsung bukti nyata perjuangan pahlawan bangsa, sekaligus menggali inspirasi dalam menyusun karya mereka di proyek PBL ini.
Tujuan Pembelajaran dari Kunjungan
Melalui kegiatan ini, terdapat dua tujuan utama yang ingin dicapai:
- Kakak shalih-shalihah mampu mengamati bagaimana informasi sejarah disajikan di dalam museum.
- Kakak shalih-shalihah mampu menjelaskan bagaimana cara menyajikan informasi agar lebih menarik bagi pembaca maupun pengunjung.
Dengan begitu, kakak kelas 6 tidak hanya belajar tentang isi sejarah, tetapi juga teknik menyampaikan pesan yang edukatif dan menginspirasi.
Pengalaman yang Berkesan
Bagi kakak kelas 6, kunjungan ke Museum Mandala Bhakti memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Mereka kagum melihat bahwa informasi dalam museum disajikan dalam tiga bahasa: Jepang, Indonesia, dan Inggris, sehingga bisa dipahami oleh pengunjung dari berbagai latar belakang.
Selain itu, kakak juga berkesempatan menyaksikan beragam senjata yang digunakan para pahlawan pada masa perjuangan. Melihat langsung benda-benda bersejarah ini membuat mereka semakin menghargai pengorbanan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Menumbuhkan Apresiasi dan Kreativitas
Kegiatan tahap pengenalan PjBL ini bukan sekadar jalan-jalan ke museum, tetapi sebuah proses belajar untuk melatih kemampuan observasi, analisis, dan kreativitas. Dari pengalaman ini, kakak kelas 6 diharapkan mampu menuangkan inspirasi dalam karya mereka, baik dalam bentuk tulisan, visual, maupun media kreatif lainnya.
Dengan tema “Pahlawan dalam Kata dan Karya”, SD Islam Bintang Juara ingin menanamkan semangat nasionalisme, sekaligus mengajarkan anak-anak bagaimana menyampaikan informasi dengan cara yang menyentuh hati dan relevan dengan generasi masa kini.
“Setiap karya adalah jejak sejarah baru. Dengan belajar dari pahlawan, kakak kelas 6 belajar menjadi generasi yang berani berkarya dan berkontribusi untuk bangsa.” ✨
by admin admin | Aug 7, 2025 | Berita, Kegiatan Siswa, Pembelajaran
Sebagai sekolah yang mengutamakan pembelajaran bermakna, SD Islam Bintang Juara kembali menghadirkan pengalaman seru melalui Project Based Learning (PBL). Kali ini, giliran kakak kelas 2A, 2B, dan 2C yang memulai petualangan baru dalam proyek bertema “Arsitek Cilik”.
Tahap pengenalan proyek ini dibuka dengan kegiatan Belajar Bersama Ahli pada Kamis, 7 Agustus 2025. Kakak shalih-shalihah mendapat kesempatan berharga untuk belajar langsung dari seorang praktisi di bidang arsitektur, yaitu Jayanti Gagah Setyawan, S.T., seorang arsitek sekaligus ayah dari Kak Janur, salah satu siswa SDIBJ.
Belajar Bersama Ahli: Mengenal Profesi Arsitek
Dalam sesi ini, Ayah Jayanti—sapaan akrab beliau—mengajak kakak shalih-shalihah untuk mengenal profesi arsitek dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Kakak belajar bahwa arsitek bukan hanya mendesain bangunan, tetapi juga berpikir kreatif, memperhatikan fungsi, kenyamanan, dan keindahan sebuah ruang.
Kegiatan ini menjadi jendela baru bagi kakak shalih-shalihah untuk memahami bagaimana bangunan yang mereka tempati sehari-hari dirancang dan diwujudkan.
Menggambar Denah: Langkah Pertama Menjadi Arsitek Cilik
Setelah mendapatkan inspirasi dari Ayah Kak Janur, kakak shalih-shalihah diajak langsung untuk mempraktikkan salah satu keterampilan dasar arsitek, yaitu membuat denah sederhana.
Dengan penuh semangat, mereka menggambar denah rumah sesuai imajinasi masing-masing. Ada yang menambahkan ruang belajar, ada yang membuat taman, bahkan ada yang merancang kamar khusus untuk hewan peliharaan. Proses ini melatih kemampuan berpikir logis, motorik halus, sekaligus kreativitas kakak shalih-shalihah.
Presentasi Hasil Karya: Melatih Rasa Percaya Diri
Tidak berhenti di tahap menggambar, kakak kelas 2 juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya denahnya di depan teman-teman.
Momen ini menjadi latihan penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, dan keberanian menyampaikan ide. Suasana kelas pun dipenuhi antusiasme ketika setiap anak berbagi cerita di balik denah yang mereka buat.
Menyiapkan Generasi Kreatif dan Berdaya
Kegiatan Belajar Bersama Ahli ini menjadi langkah awal yang bermakna dalam perjalanan proyek Arsitek Cilik. Melalui pengalaman ini, kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar tentang profesi arsitek, tetapi juga memahami pentingnya kerja keras, kreativitas, dan keberanian bermimpi.
Dengan dukungan guru, orang tua, dan narasumber ahli, SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi masa depan anak-anak.
“Setiap anak adalah arsitek bagi mimpinya. Di SD Islam Bintang Juara, kami membantu mereka merancang fondasi terbaik untuk masa depan.” ✨
by admin admin | Aug 6, 2025 | Artikel, Berita, Kegiatan Siswa
Pada hari Rabu, 6 Agustus 2025, SD Islam Bintang Juara (SDIBJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan generasi berprestasi melalui ajang MAPSI (Mata Pelajaran dan Seni Islami) tingkat SD sekecamatan Gunungpati yang kali ini berlangsung di SD Sekaran.
Ajang MAPSI bukan hanya sekadar perlombaan, melainkan wadah untuk menumbuhkan kecintaan kakak shalih-shalihah terhadap syiar Islam melalui berbagai cabang seni, ibadah, dan keterampilan Islami. Tahun ini, SDIBJ mengirimkan sejumlah delegasi terbaik untuk mewakili sekolah di berbagai kategori lomba.
Delegasi SDIBJ di MAPSI 2025
Berikut adalah nama-nama kakak shalih dan shalihah yang menjadi delegasi SDIBJ:
- Cabang Adzan & Iqomah: Kak Daffa
- Cabang Duet Lagu Islami: Kak Dzakwan dan Kak Neyva
- Cabang Tilawatil Qur’an: Kak Mahrez dan Kak Jehan
- Cabang Hifdzil Qur’an: Kak Ahmar Azzam dan Kak Almahyra Jananuraga (Hya)
- Cabang Khitobah: Kak Ihsan Abdillah dan Kak Syauqina Adzkia
- Cabang Cerita Islami: Kak Keanu dan Kak Jennaira
- Cabang Praktik Wudhu & Shalat: Kak Arkan Fawazy dan Kak Allea
- Cabang Rebana: Grup Rebana An Najma (Kak Naura, Kak Aylin, Kak Arsenio, Kak Najia Kinarian, Kak Yossy, Kak Akhtar, Kak Satria, Kak Royyan, Kak Naoki, Kak Dinka, dan Kak Farabi).
Setiap cabang lomba memberikan kesempatan bagi kakak shalih-shalihah untuk menampilkan bakat terbaik mereka sekaligus melatih keberanian tampil di depan umum.
Prestasi Membanggakan
Alhamdulillah, dari kompetisi ini, SDIBJ berhasil meraih sejumlah prestasi yang membanggakan, di antaranya:
- 🏆 Juara 3 Hifdzil Qur’an Shalih – Kak Ahmar Azzam
- 🏆 Juara Harapan 1 Hifdzil Qur’an Shalih – Kak Almahyra Jananuraga (Hya)
- 🏆 Juara 3 Praktik Wudhu dan Shalat Shalih & Shalihah – Kak Arkan Fawazy dan Kak Allea
- 🏆 Juara 2 Rebana – Grup Rebana An Najma (berhasil mempertahankan prestasi mereka pada MAPSI 2024 di cabang ini).
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kakak SD Islam Bintang Juara tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga tumbuh dengan akhlak mulia dan kecintaan pada nilai-nilai Islam.
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Bagi SD Islam Bintang Juara, partisipasi dalam MAPSI bukan sekadar mengejar piala, tetapi juga melatih mental, menguatkan kebersamaan, serta menanamkan semangat fastabiqul khairat—berlomba-lomba dalam kebaikan.
Kemenangan adalah bonus, sementara pengalaman, keberanian, dan nilai yang ditanamkan jauh lebih berharga bagi perjalanan pendidikan kakak shalih dan shalihah.
Penutup
Selamat untuk para pemenang, dan apresiasi tinggi bagi seluruh delegasi SDIBJ yang sudah berjuang dengan penuh semangat! Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan menebarkan syiar Islam di manapun berada.
“Di Sekolah Islam Bintang Juara, prestasi bukan hanya tentang hasil, tetapi juga proses belajar yang menumbuhkan iman, ilmu, dan akhlak.” ✨
by admin admin | Aug 5, 2025 | Berita, Kegiatan Siswa
Sebagai bagian dari tahap pengenalan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning / PBL), kakak kelas 4A dan 4B SD Islam Bintang Juara kembali melanjutkan petualangan mereka dalam proyek Climate Change Adventure. Setelah sebelumnya belajar bersama Kak Cilun Djakiman, Marine Biologist dari Universitas Pattimura, kali ini para kakak mendapat kesempatan istimewa untuk menggali inspirasi langsung dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Menyapa Alam Lewat Taman Alat BMKG
Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke taman alat BMKG. Di sana, kakak diperkenalkan dengan berbagai instrumen yang digunakan untuk memantau kondisi alam. Ada alat pengukur kecepatan angin, curah hujan, hingga perangkat untuk mencatat suhu.
Kakak shalih-shalihah tampak antusias melihat langsung bagaimana alat-alat tersebut bekerja. Jika biasanya mereka hanya mendengar istilah “prakiraan cuaca” di televisi atau ponsel orang tua, kali ini mereka belajar bahwa di balik semua itu ada ilmu dan teknologi yang mendukung.
Belajar Lebih Dekat Tentang BMKG
Setelah berkeliling taman alat, kakak diajak masuk ke ruang meeting BMKG. Di sana, para petugas menjelaskan apa itu BMKG dan peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kakak shalih-shalihah belajar bahwa BMKG tidak hanya sekadar memprediksi cuaca, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi terkait iklim dan mitigasi bencana.
Melalui penjelasan interaktif, kakak semakin memahami bahwa cuaca, iklim, dan kondisi bumi yang berubah-ubah bisa berdampak besar terhadap kehidupan manusia.
Simulasi Bencana: Belajar Menghadapi Situasi Darurat
Salah satu bagian yang paling berkesan bagi kakak adalah saat menyaksikan simulasi menghadapi bencana gempa bumi melalui pemutaran video. Kakak diajarkan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi—mulai dari berlindung di tempat aman, menjaga ketenangan, hingga mencari jalur evakuasi.
Momen ini menjadi pembelajaran penting bahwa mitigasi bukan hanya soal memahami teori, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi kondisi darurat.
Menumbuhkan Kesadaran Mitigasi Perubahan Iklim
Melalui kunjungan ini, kakak kelas 4A dan 4B tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang cuaca dan iklim, tetapi juga belajar bagaimana manusia bisa berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Dari mengenal alat-alat sederhana hingga memahami sistem yang lebih kompleks, semua pengalaman ini menjadi bekal penting dalam proyek Climate Change Adventure.
Kegiatan bersama BMKG menunjukkan kepada kakak shaih-shalihah bahwa setiap langkah kecil—seperti peduli lingkungan, hemat energi, atau menjaga kebersihan—adalah bagian dari mitigasi yang lebih besar untuk bumi yang lebih baik.*** (CM-MRT)