Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Untuk menanamkan semangat menyambut bulan suci ini, SD Islam Bintang Juara mengadakan serangkaian kegiatan Tarhib Ramadan yang inspiratif dan penuh makna. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan ilmu dan persiapan spiritual agar dapat menjalani Ramadan dengan penuh berkah dan kebahagiaan.
Webinar Parenting: Mempersiapkan Ramadan Bersama Keluarga
Tarhib Ramadan dimulai dengan Webinar Parenting pada Sabtu, 22 Februari 2025, bersama Ustazah Darosy Endah. Mengangkat tema “Peran Orang Tua dalam Menyiapkan, Mendampingi & Menguatkan Ketangguhan Anak Melalui Amalan-amalan Ibadah di Bulan Ramadan”, acara ini diikuti oleh orang tua siswa untuk mendapatkan wawasan dalam mendampingi anak menjalani ibadah puasa dengan optimal. Dengan pendekatan yang aplikatif dan inspiratif, Ustazah Darosy membagikan tips bagaimana orang tua dapat menciptakan atmosfer Ramadan yang penuh semangat dan keberkahan di rumah.
Menyambut Ramadan dengan Ilmu
Pada Senin, 23 Februari 2025, siswa SD Islam Bintang Juara diajak untuk mengenal lebih dalam tentang Ramadan melalui sesi edukatif sesuai dengan jenjang kelas masing-masing:
Kelas 1 bersama Pak Ali membahas tema Menyambut Ramadan dengan Gembira. Siswa menonton video animasi tentang puasa dan belajar tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berpuasa melalui permainan Tepuk Puasa.
Kelas 2 bersama Pak Sol mengupas tema Ramadan Bulan Penuh Berkah. Siswa diajak memahami bahwa salah satu keberkahan bulan Ramadan adalah adanya ibadah puasa dan mengenal lebih dalam tentang makna puasa.
Kelas 3-4 bersama Pak Zaki mengangkat tema Berpuasa dengan Sabar dan Gembira. Siswa diajak mengevaluasi ibadah di Ramadan tahun sebelumnya, merencanakan amalan yang akan dilakukan, serta membuat target Ramadan. Mereka juga menonton video animasi Riko tentang keutamaan berpuasa dan alasan mengapa kita harus menjalankannya.
Aksi Bersih-Bersih Masjid dan Mushala
Sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap kebersihan tempat ibadah, pada Selasa, 24 Februari 2025, siswa SD Islam Bintang Juara mengadakan kegiatan bersih-bersih masjid dan mushala di sekitar lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai gotong royong serta meningkatkan rasa tanggung jawab dalam menjaga kebersihan tempat ibadah. Siswa dengan penuh semangat menyapu, mengepel, serta membersihkan peralatan salat, menjadikan masjid lebih nyaman untuk digunakan selama Ramadan.
Pawai Ramadan: Ramadan Our New Hope
Sebagai puncak rangkaian Tarhib Ramadan, pada Rabu, 25 Februari 2025, diadakan Pawai Ramadan dengan tema “Ramadan Our New Hope”. Kegiatan ini melibatkan siswa SD Islam Bintang Juara bersama adik-adik dari PAUD Islam Bintang Juara. Dengan membawa manggar yang telah mereka buat di rumah, siswa berkeliling kompleks sekitar sekolah untuk menyebarkan semangat Ramadan. Keceriaan terpancar dari wajah para peserta, menandakan kebahagiaan dalam menyambut bulan suci.
Kesimpulan
Kegiatan Tarhib Ramadan di SD Islam Bintang Juara bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan aksi nyata dalam menyambut bulan suci. Dari belajar ilmu, aksi sosial, hingga pawai semarak, seluruh siswa diajak untuk lebih memahami dan mengamalkan nilai-nilai Ramadan dengan hati yang gembira. Semoga semangat ini terus tertanam dan membawa keberkahan bagi semua! Ramadan Mubarak! *** (CM – MRT)
Tentunya Ayah Bunda tahu dong kalau sistem saraf dan sistem gerak bekerja sama agar tubuh bisa bergerak dengan lincah? Inilah yang dipelajari oleh kakak-kakak kelas 5 dan 6 SD Islam Bintang Juara dalam program Belajar Bersama Ahli (BBA). Kegiatan seru ini berlangsung pada Rabu, 12 Februari 2025, bertempat di Ruang Teater Amarta Lantai 3 RSD K.R.M.T Wongsonegoro (RSWN) Semarang.
Dibuka dengan Antusiasme dan Kejutan Ilmu Baru
Acara dibuka oleh Mukhlis Reza Sukmana, S.KM, Kepala Instalasi PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit), yang menyambut hangat seluruh peserta. Kemudian, dr. Ariyanto Budiarto, selaku Sub Koordinator Informasi dan Pemasaran RSWN, memberikan sambutan yang mengundang tawa dan rasa ingin tahu. Beliau bertanya, “Ada yang tahu kepanjangan dari K.R.M.T?” Tak disangka, Pak Dodi, guru pendamping kelas 5, dengan percaya diri berhasil menjawab pertanyaan tersebut! Wah, seru sekali ya!
Dari pihak sekolah, Bu Fia, guru kelas 6, menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar wisata edukasi biasa. Hasil dari pengalaman belajar di rumah sakit ini akan dijadikan dasar bagi kakak kelas 5 dan 6 untuk menyelesaikan Project Based Learning edukator kesehatan sistem gerak. Mereka akan membuat konten edukasi tentang sistem saraf dan gerak, yang akan dibagikan kepada seluruh warga sekolah.
Menjelajah Sistem Saraf dan Gerak Bersama dr. Amalia
Sesi utama diisi oleh dr. Amalia Rizky Widowati, yang membawakan materi bertajuk “Sistem Saraf dan Sistem Gerak: Dua Sahabat yang Membuat Tubuhmu Menari.” Dengan gaya bicara yang menarik dan interaktif, beliau menjelaskan bagaimana sistem saraf dan gerak bekerja sama dalam setiap aktivitas kita, mulai dari berjalan hingga melakukan aktivitas harian lainnya.
Tak hanya mendengarkan, para siswa juga ditantang menjawab pertanyaan dari dokter. Mereka yang bisa menjawab dengan benar mendapatkan souvenir berupa boneka maskot RSWN! Sementara itu, murid yang berani bertanya kepada dokter mendapatkan hadiah kalender eksklusif dari RSWN. Wah, seru banget ya, belajar sambil dapat hadiah!
Hospital Tour: Belajar dari Dunia Nyata
Setelah sesi materi, kakak shalih-shalihah diajak untuk Hospital Tour, menjelajahi beberapa ruangan penting di rumah sakit, di antaranya:
1. Ruang Rehab Medik
Di sini, mereka bertemu dengan Halim Mardiyanto, S.Ftr., fisioterapis sekaligus Kepala Instalasi Rehab Medik RSWN bersama dengan timnya. Pak Halim menjelaskan berbagai alat fisioterapi dan fungsinya. Tidak hanya mendengarkan paparan, para siswa juga mendapat kesempatan mencoba alat-alat tersebut, tentunya dengan pengawasan ketat agar tetap aman.
2. Klinik Akupunktur
Bertemu dengan dr. Purwita Andaryani yang akrab dipanggil dr. Popi, siswa mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana akupunktur dapat membantu penyembuhan berbagai gangguan saraf dan gerak. Akupunktur berfungsi untuk mengalirkan energi dalam tubuh manusia, untuk menciptakan keseimbangan dan kesehatan.
Belajar Sistem Saraf dan Gerak yang Menginspirasi
Kak Dea, salah satu siswa peserta BBA, mengungkapkan keseruannya. “Ternyata belajar di rumah sakit itu asyik banget! Bisa lihat langsung alat-alat terapi dan belajar tentang sistem saraf serta cara pengobatannya,” ujarnya dengan penuh antusias.
Sementara itu, pada kesempatan yang berbeda, Kepala SD Islam Bintang Juara, Bu Nur Shofwatin Ni’mah, menegaskan bahwa program Belajar Bersama Ahli adalah bagian dari komitmen sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata dan bermakna bagi siswa. “Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga merasakan langsung aplikasinya di dunia nyata,” tuturnya.
Kesimpulan: Menghubungkan Ilmu dengan Kehidupan Sehari-hari
Melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga pengalaman yang akan mereka ingat sepanjang hidup. Belajar tidak harus selalu di kelas, bukan? Dengan mengunjungi rumah sakit dan bertemu langsung dengan para ahli, mereka mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang kesehatan dan pentingnya menjaga tubuh tetap sehat.
Ayah Bunda bisa mengintip keseruan kegiatan Belajar Bersama Ahli melalui video berikut:
Jadi, siapa yang sudah tidak sabar menantikan keseruan BBA berikutnya? Yuk, terus semangat belajar dan menjelajahi ilmu baru!*** (CM-MRT)
Pada Rabu, 12 Februari 2025, kakak shalih-shalihah kelas 3A dan 3B SD Islam Bintang Juara berkesempatan mengikuti kegiatan Outing Class bertajuk Aku Pahlawan Lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung mengenai pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem hutan mangrove. Bertualang ke Grand Maerakaca dipilih sebagai tujuan, karena lokasi tersebut adalah destinasi edukatif yang menawarkan wawasan tentang keberagaman budaya Jawa Tengah serta kekayaan alamnya.
Tujuan Kegiatan Outing Class Bertualang ke Grand Maerakaca
Sebelumnya, kakak kelas 3A sudah mendapatkan pengantar mengenai hutan mangrove dari Bunda Kak Jehan pada gelaran BBOT (Belajar Bersama Orang Tua). Salah satu dari tujuan mengadakan pembelajaran di luar kelas ke Grand Maerakaca adalah untuk melihat secara langsung ekosistem mangrove.
Secara rinci, berikut ini tujuan dari kegiatan Outing Class “Aku Pahlawan Lingkungan””
Mendorong motivasi belajar siswa melalui pengalaman langsung di lapangan.
Memahami upaya pelestarian tumbuhan melalui hutan mangrove.
Mengamati fenomena dan peristiwa yang terjadi di sekitar hutan mangrove.
Mengidentifikasi, membedakan, dan menghargai identitas diri, keluarga, serta teman-temannya sesuai dengan budaya, suku bangsa, dan bahasa di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
Mengenal keberagaman yang ada di Jawa Tengah melalui rumah adat.
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara langsung dan memahami materi yang telah disampaikan di kelas.
Alur Kegiatan
Agar kegiatan Outing Class ini berjalan lancar dan bermakna, berikut adalah rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh kakak shalih-shalihah kelas 3A dan 3B selama bertualang di Grand Maerakaca:
1. Pengarahan Awal
Sebelum memulai petualangan, kakak shalih-shalihah diberikan pengarahan oleh guide Maerakaca serta beberapa kesepakatan bersama dengan guru pendamping mengenai aturan dan tata tertib selama kegiatan berlangsung.
2. Mengunjungi Jateng Science Center
Kakak belajar tentang sains dan teknologi melalui alat peraga yang tersedia, seperti fosil kupu-kupu dan simulasi gempa bumi. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk menjelajah dan mencoba langsung berbagai eksperimen sains.
3. Berkeliling dengan Kereta Wisata
Kakak shalih-shalihah menjelajahi keberagaman budaya di Jawa Tengah dengan melihat berbagai anjungan rumah adat dari berbagai daerah di provinsi ini. Hal ini memberikan wawasan tentang keberagaman budaya yang ada di sekitar mereka.
4. Eksperimen Sains
Guide Maerakaca memberikan pengarahan dan demonstrasi eksperimen sains yang menarik, seperti eksperimen ledakan gunung dengan mentos serta percobaan telur mengambang di air.
5. Menjelajahi Hutan Mangrove
Kakak shalih-shalihah naik perahu untuk melihat lebih dekat ekosistem hutan mangrove. Mereka juga menyaksikan beragam ikan dapat dilihat dari permukaan air, sebagai bagian dari keanekaragaman hayati di lingkungan tersebut.
6. Tantangan di Grand Maerakaca
Sebagai penutup kegiatan, kakak berkeliling di taman Maerakaca untuk menyelesaikan berbagai tantangan edukatif yang diberikan. Tantangan ini dirancang untuk mengasah keterampilan berpikir kritis dan kerja sama tim.
Kesimpulan
Melalui kegiatan Outing Class Aku Pahlawan Lingkungan : Bertualang ke Grand Maerakaca, kakak kelas 3A dan 3B SD Islam Bintang Juara tidak hanya belajar tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga memahami keberagaman budaya serta memperkuat rasa kepedulian terhadap alam. Dengan metode pembelajaran deep learning yang mindful,meaningful dan joyful, diharapkan kakak shalih-shalihah semakin termotivasi untuk menjadi generasi yang mencintai dan menjaga lingkungan di masa depan.*** (CM-MRT)
Alhamdulillah, kakak kelas 3A pada hari Jum’at, 7 Februari 2025 mendapat kesempatan belajar menjadi pahlawan lingkungan. Kegiatan ini diramu dalam gelaran BBOT (Belajar Bersama Orang Tua).
Kali ini ada Mami Kak Jehan, Bunda Kirana Prasetya Azizah yang membagikan ilmunya mengenai apa itu hutan mangrove dan bagaimana cara menjaganya. Bunda Kirana tidak sendiri lo, beliau juga mengajak dua orang temannya untuk belajar bersama kakak kelas 3A.
Yuk, cari tahu apa saja yang dipelajari kakak shalih-shalihah kelas 3A agar bisa menjadi pahlawan lingkungan, Ayah Bunda!
Mengenal Mangrove: Titik Awal Menjadi Pahlawan Lingkungan
Mami Kak Jehan menjelaskan bahwa mangrove adalah ekosistem yang menakjubkan dan penting bagi kehidupan kita. Pohon mangrove memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Akar Napas – Pohon mangrove memiliki akar napas yang menonjol keluar dari tanah. Akar ini berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara karena tanah di habitat mangrove tergenang air.
Daun Berbentuk Lonjong – Daun mangrove berbentuk lonjong dengan permukaan licin dan berlapis lilin. Ini membantu mengurangi penguapan air dan mencegah kerusakan akibat garam.
Toleran Terhadap Garam – Pohon mangrove mampu bertahan hidup di air asin. Mereka memiliki sistem khusus untuk menyaring garam dan mengeluarkannya dari tubuh.
Agar kakak shalih-shalihah lebih paham seperti apa Mangrove, Bunda Kirana tidak sekadar memperlihatkan gambarnya. Tetapi juga memperlihatkan bentuk asli pohon mangrove. Kakak kelas 3A diperbolehkan melihat dan memegang secara langsung.
Manfaat Hutan Mangrove untuk Kehidupan Manusia
Selain mengenalkan ciri-cirinya, Bunda Kirana juga memberikan informasi bahwa hutan mangrove sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, antara lain:
1. Melindungi Pantai
Akar mangrove yang kuat berfungsi sebagai penahan gelombang dan erosi pantai. Hutan mangrove melindungi garis pantai dari abrasi dan badai.
2. Habitat Biodiversitas
Hutan mangrove merupakan rumah bagi berbagai macam flora dan fauna, seperti ikan, burung, kepiting, dan monyet. Mereka menyediakan tempat berkembang biak dan mencari makan.
3. Sumber Penghidupan
Hutan mangrove menyediakan berbagai sumber daya, seperti kayu, ikan, dan hasil laut lainnya. Hutan mangrove menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar.
Dampak Kerusakan Mangrove bagi Kehidupan Manusia
Ayah Bunda, tahu tidak kalau Indonesia memiliki luas hutan mangrove seluas 8,6 juta Hektar, atau sepertiga dari total luas hutan Mangrove dunia lo.
Sayangnya, hutan mangrove dalam keadaan kritis! Terdapat kerusakan sekitar 68 % atau 5,9 juta hektar.
Lahan hutan mangrove rusak dikarenakan adanya penebangan besar-besaran pohon mangrove, peralihan fungsi lahan untuk tambak, perumahan, hotel dan wisata pemandian. Alhasil, terjadilah beberapa hal berikut ini:
1. Erosi Pantai
Hilangnya hutan mangrove mengakibatkan erosi pantai yang semakin parah. Bahkan bisa mengancam pemukiman penduduk, Ayah Bunda!
2. Banjir Rob
Tanpa perlindungan mangrove, air laut jadi lebih mudah meluap ke daratan. Hal ini berakibat banjir rob dan terjadinya kerusakan infrastruktur.
3. Menurunnya Biodiversitas
Kerusakan hutan mangrove mengakibatkan hilangnya habitat bagi berbagai flora dan fauna, sehingga mengancam keanekaragaman hayati.
Cara Pahlawan Lingkungan Menjaga Hutan Mangrove
Setelah membekali kakak shalih-shalihah dengan informasi mengenai manfaat hutan mangrove dan dampak buruk apabila hutan mangrove hilang, Mami Kak Jehan mengajak kakak shalih-shalihah kelas 3A untuk bersama-sama menjaga hutan mangrove. Yuk, Ayah Bunda juga ikut menjadi pahlawan lingkungan dan bersama-sama menjaga hutan mangrove dengan cara berikut ini:
Menanam Mangrove – Menanam mangrove secara aktif untuk memulihkan hutan mangrove yang rusak.
Membuat Suaka Mangrove – Menentukan area yan dilindungi untuk melestarikan ekosistemnya.
Edukasi Masyarakat – Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga mangrove.
Sebagai informasi, di Semarang sudah ada dua suaka mangrove, yaitu di Mangrove Edupark Tapak Tugurejo dan Hutan Mangrove di Grand Maerakaca PRPP. InsyaAllah pada hari Rabu, 12 Februari 2025, kakak shalih-shalihah kelas 3 akan bertualang ke Grand Maerakaca untuk melihat langsung Hutan Mangrove, Ayah Bunda!
Sebagai penutup, Bunda Kirana menyampaikan bahwasanya mangrove adalah harta karun yang perlu kita jaga. Nah, kita bisa menjadi pahlawan lingkungan dengan menanam mangrove, menjaga kelestariannya, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi kita semua.*** (CM-MRT)
SD Islam Bintang Juara selalu berkomitmen untuk mencetak Calon Pemimpin Muslim yang Berilmu, Berakhlakul Karimah, dan Bermanfaat. Dalam proses pembelajarannya, sekolah ini tidak hanya menanamkan ilmu akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa melalui penerapan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak dini, siswa diajarkan bagaimana bersikap sesuai dengan adab-adab yang diajarkan oleh Rasulullah Shallaallahu ‘alaihi wassalam. Mulai dari adab terhadap guru, sesama teman, lingkungan, hingga makhluk hidup lainnya. Untuk memperkuat pembelajaran tersebut, SD Islam Bintang Juara mengadakan program Magang Adab, sebuah kegiatan yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menerapkan nilai-nilai adab di lingkungan masyarakat.
Magang Adab di Pand’s Muslim Department Store
Tahun ini merupakan tahun keempat Magang Adab dilaksanakan. Magang Adab 2021 dan 2023 bertempat di Kedai Donat Donie.
Pand’s Muslim Department Store menjadi mitra dalam program ini sejak 2024. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Selasa hingga Kamis, 4 – 6 Februari 2025, dan diikuti oleh 17 siswa kelas 5 serta 1 siswa kelas 6.
Pada hari pertama, Kepala SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah, menyerahkan peserta magang kepada Bu Eki selaku perwakilan dari Pand’s Muslim Department Store. Dalam sambutannya, Bu Ni’mah menyampaikan harapannya agar para siswa mendapatkan pengalaman berharga dan tidak ragu untuk menerima arahan dari fasilitator.
Selama kegiatan, siswa didampingi oleh kakak fasilitator dari Pand’s yang bertugas memberikan pengarahan dan bimbingan. Mereka dibagi ke dalam tiga tim yang bertugas di tiga area berbeda, yaitu toko, gudang, dan photoshoot, dengan sistem rotasi setiap harinya.
Belajar dari Dunia Nyata
Di area toko, siswa mendapatkan tugas belajar tentang jenis-jenis kain, kerudung, dan ciput, serta bagaimana cara merapikan pakaian, melipat baju, dan bahkan melayani pelanggan. Sementara itu, di gudang, mereka mempelajari cara mengecek kondisi barang, mengemas pakaian, memberikan label harga, hingga mengatur stok sesuai kategori.
Yang tak kalah menarik adalah pengalaman di area photoshoot. Di sini, siswa belajar memilih pakaian yang sesuai untuk pemotretan, mengenal profesi model, serta mengikuti arahan fotografer dan penata gaya untuk mendapatkan hasil foto terbaik.
Refleksi dan Pembelajaran Berharga
Selama magang, banyak pelajaran berharga yang didapatkan siswa. Salah satunya adalah bagaimana mereka mulai memahami arti kerja keras dan menghargai usaha orang tua. Seperti yang disampaikan oleh Kak Latif, salah satu fasilitator dari Pand’s Muslim Department Store: “Kalian baru bekerja tiga jam sudah mengeluh capek, coba bayangkan jadi orang tua yang bekerja setidaknya delapan jam lebih setiap harinya. Semoga dengan kegiatan ini, kalian lebih bisa menghargai usaha orang tua.”
Di hari terakhir, kegiatan ditutup dengan sambutan dari Bu Ni’mah yang mengingatkan bahwa ilmu tidak hanya didapat dari buku, tetapi juga bisa ditemukan di mana saja. “Karena setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru,” ujarnya.
Tujuan Diadakannya Magang Adab
Dengan mengikuti Magang Adab ini, siswa SD Islam Bintang Juara tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga membangun rasa percaya diri, keterampilan bekerja dalam tim, serta kemampuan menyelesaikan konflik yang mungkin terjadi. Ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan mereka menuju masa depan sebagai pemimpin Muslim yang beradab dan berakhlakul karimah.
Secara rinci, berikut ini tujuan digelarnya Magang Adab setiap tahun sekali sejak 2021:
Membiasakan siswa menerapkan akhlakul karimah dalam bermasyarakat.
Melatih ketrampilan komunikasi sosial siswa di luar sekolah.
Meningkatkan rasa ingin tahu dan senang belajar siswa dalam kegiatan bekerja.
Meningkatkan ketrampilan siswa dalam menyelesaikan masalah serta menemukan ide kreatif dari siswa.
Melatih kemandirian dan ketangguhan siswa melalui beragam kegiatan di luar sekolah.
Mempraktikkan ilmu dan wawasan yang telah diperoleh siswa dalam bermasyarakat.
Membuka wawasan siswa tentang beragam profesi secara faktual.
Melatih siswa untuk produktif memanfaatkan waktu luang.
Melatih siswa agar lebih menghargai dan bersyukur atas segala sesuatu yang dimiliki dan diperoleh.
Membangun konsep diri dan harga diri yang positif konstruktif.
Kegiatan ini bukan sekadar magang, tetapi sebuah langkah nyata dalam mewujudkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter mulia.***(CM-MRT)
SD Islam Bintang Juara senantiasa berkembang dalam memberikan layanan pendidikan terbaik. Pada tahun pelajaran 2024-2025, hasil asesmen hanya diberikan secara klasikal, sementara itu wali murid hadir secara berbarengan baru saat pemaparan program.
Namun, dengan kesadaran bahwa peran orang tua dalam pendidikan anak sangat besar, tahun ini diadakan kegiatan Silaturahim dan Penyerahan Hasil Asesmen sebagai bentuk apresiasi dan komunikasi yang lebih personal. Kegiatan bermakna ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Februari 2025 bertempat di lantai 2 Gedung A SD Islam Bintang Juara.
Pembukaan Acara dengan Nuansa Keislaman
Acara ini dibuka oleh Bu Yayuk selaku MC. Agar penuh hikmah dan bermakna, Pak Solekan membacakan Al-Qur’an Surah Luqman, yang mengajarkan pentingnya ilmu dan kebijaksanaan dalam mendidik anak.
Pentingnya Literasi dan Numerasi Sejak Dini
Dalam sambutannya, Bu Ni’mah, Kepala SD Islam Bintang Juara, menekankan bahwa persiapan literasi dan numerasi sebelum memasuki jenjang SD sangatlah penting. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga mencakup keterampilan komunikasi anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, numerasi tidak hanya tentang menghitung, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah dan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengenali pola, bentuk, lokasi, serta pengukuran dan analisis data.
Bagi calon siswa dari PAUD Islam Bintang Juara, penguatan literasi dan numerasi telah disisipkan dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Sementara untuk TK B, aspek ini semakin diperkuat di Sentra Persiapan.
Untuk membantu persiapan anak, Bu Ni’mah memberikan saran kepada para orang tua, termasuk mulai mencari sepatu hitam bertali yang akan digunakan di SD Islam Bintang Juara. Terkait pemilihan sepatu bertali ini memiliki filosofi tersendiri yang InsyaAllah akan dibahas lebih lanjut pada artikel tersendiri, Ayah Bunda.
Pemaparan Bunda Vivi Psikolog: Aspek Perkembangan Anak
Setelah pemaparan dari Bu Ni’mah, acara dilanjutkan dengan sesi oleh Bunda Vivi, seorang psikolog pendidikan sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika, yang membahas aspek perkembangan anak sebagai bekal memasuki jenjang SD.
Berikut ini beberapa aspek yang perlu dikuatkan dalam diri kakak shalih-shalihah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar:
Sensori Motorik
Anak perlu diberikan berbagai aktivitas yang mengasah keterampilan motorik kasar dan halus. Contoh kegiatan: bermain lompat tali, meronce, menggambar, atau menyusun balok.
Emosi dan Sosial
Anak harus belajar mengelola emosi dan berinteraksi dengan orang lain. Kegiatan yang disarankan: bermain peran, berdiskusi, dan belajar berbagi.
Bahasa
Kemampuan berbahasa berkembang dari mendengar, berbicara, membaca, hingga menulis. Orang tua dapat menstimulasi dengan membacakan buku dan mengajak anak bercerita.
Kognitif
Anak perlu diajarkan berpikir kritis dan memecahkan masalah sejak dini. Bermain puzzle, permainan strategi, dan eksplorasi sains dapat mendukung perkembangan ini.
Estetik
Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berekspresi melalui seni. Menggambar, mewarnai, menari, dan bermain musik bisa menjadi media eksplorasi mereka.
Sebagai awalan, Bunda Vivi Psikolog meminta Ayah Bunda yang hadir untuk menuliskan satu kalimat tentang karakter anaknya masing-masing. Lalu diceritakan kepada ayah bunda di sebelahnya, sekalian berkenalan. Bunda Vivi Psikolog juga mengajak Ayah Bunda untuk melakukan kegiatan main yang bisa dilakukan di rumah dalam rangka mempersiapkan kematangan kakak shalih-shalihah melanjutkan ke jenjang SD.
Landasan Utama: Nilai Agama dan Moral
Bunda Vivi menekankan bahwa kecerdasan sejati bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang kemampuan mengelola emosi, menyelesaikan masalah, menciptakan karya, dan memberi manfaat bagi sekitar.
Menurut Howard Gardner, anak-anak memiliki Delapan Kecerdasan Majemuk, yaitu:
Linguistik (bahasa)
Matematis (logika)
Spasial (visual)
Musikal
Naturalis (alam)
Kinestetis (gerak)
Intrapersonal (kesadaran diri)
Interpersonal (sosial)
Setiap anak perlu dihargai sesuai potensinya. Orang tua harus mendukung perkembangan anak tanpa membanding-bandingkan dan menikmati proses perjuangan mereka.
Sebagaimana disampaikan dalam HR. Bukhari dan Muslim berikut ini;
sejatinya anak adalah pembelajar sejati. Allah SWT telah menginstal fitrah belajar, fitrah keimanan, dan fitrah-fitrah lainnya di dalam diri anak. Namun di tangan orang tua dan guru, fitrah itu bisa tergerus dan tidak berkembang secara optimal. Alhasil, ada anak-anak yang masih memiliki masalah sosial emosi, seperti sulit berpisah dengan orang tua, konfik dengan teman, dan sulit beradaptasi dengan beragam jenis makanan sehat.
Bunda Vivi Psikolog juga memberikan informasi mengenai bahaya gadget yang kini semakin merajalela. SD Islam Bintang Juara menerapkan no screen sepanjang KBM, kecuali memang dibutuhkan. Namun, kebijakan di sekolah tidak akan membawa hasil yang optimal jika di rumah, Ayah Bunda masih belum memberikan batasan yang jelas tentang penggunaan gadget.
Panduan Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Anak
Bunda Vivi memberikan beberapa tips bagi orang tua agar anak dapat berkembang secara optimal:
Menyelaraskan prinsip pola pendidikan dan pengasuhan dengan nilai-nilai Islam.
Melatih tarbiyah ibadah sejak dini.
Bersikap tenang, konsisten, dan fokus dalam mendampingi anak.
Membuat jadwal kegiatan harian dan membiasakan anak mengerjakan tugas rumah tangga (chores).
Menerapkan prinsip 4D dalam penggunaan gadget: Dibutuhkan, Dipinjami, Didampingi dan Dibatasi
Memberikan berbagai aktivitas motorik kasar dan halus.
Meningkatkan kemampuan numerasi dan literasi melalui permainan dan membaca buku.
Mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi anak dengan membiasakan diskusi.
Peran Guru dalam Mengoptimalkan Potensi Siswa
Selain peran orang tua, guru di SD Islam Bintang Juara juga berkomitmen untuk:
Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa.
Mengapresiasi keberagaman potensi anak.
Menggunakan metode pembelajaran yang beragam dan inovatif.
Memberikan motivasi dan dorongan agar anak percaya diri.
Menjadi teladan dalam ucapan dan sikap.
Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran.
Menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah anak.
Memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan mengembangkan kreativitasnya.
Kesimpulan: Setiap Anak Adalah Bintang yang Berhak Menjadi Juara
Setiap anak adalah fitrah yang perlu dididik dengan kasih sayang dan kebijaksanaan sesuai nilai-nilai Qur’ani. Kecerdasan anak dapat berkembang di berbagai bidang sesuai dengan kebutuhannya.
Orang tua adalah guru pertama dan utama dalam pendidikan anak. Oleh karena itu, peran mereka dalam membimbing, mendampingi, dan memberikan teladan sangatlah penting.
Sesuai dengan tagline SD Islam Bintang Juara, yaitu: “Setiap Anak adalah Bintang dan Berhak Menjadi Juara.” Juara bukan sekadar tentang piala atau medali, tetapi tentang usaha, ketekunan, dan perkembangan potensi diri. Mari bersama mendukung anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.
Alhamdulillah, kegiatan silaturahim dan penyerahan hasil asesmen calon peserta didik gelombang 1 tuntas dilaksanakan. SD Islam Bintang Juara masih membuka gelombang 2 pendaftaran siswa baru hingga bulan Maret 2025. Penasaran dengan program-program Sekolah Calon Pemimpin Muslim ini? Ayah Bunda bisa mengikuti School Touring Batch #4 pada hari Selasa, 11 Februari 2025. Kuota terbatas!***(CM-MRT)