fbpx
BBOT Kelas 5: Belajar Wirausaha Bersama Ayah Nurman, “Menghitung dengan Hati, Bekerja dengan Rapi”

BBOT Kelas 5: Belajar Wirausaha Bersama Ayah Nurman, “Menghitung dengan Hati, Bekerja dengan Rapi”

Semarang — Kamis, 28 Agustus 2025 menjadi hari penuh inspirasi untuk kakak shalih-shalihah kelas 5 SD Islam Bintang Juara. Melalui kegiatan Belajar Bersama Orang Tua (BBOT), mereka mendapat kesempatan belajar langsung dari Ayah Nurman Kertanegara, orang tua dari Kak Arsakha, dengan tema yang sarat makna: “Menghitung dengan Hati, Bekerja dengan Rapi: Merajut Usaha, Mengasah Logika.

Kegiatan ini menghadirkan nuansa baru, bukan sekadar materi di kelas, tetapi juga perjalanan untuk mengenal dunia wirausaha sejak dini.

Mengenal Wirausaha: Dari Ide Menjadi Karya 💡

Di awal sesi, Ayah Nurman mengajak kakak memahami apa itu wirausaha. Beliau menjelaskan bahwa wirausaha adalah proses memulai, mengelola, dan mengembangkan bisnis secara mandiri dengan tujuan memperoleh keuntungan, sekaligus menanggung risiko yang ada.

Seorang wirausaha, kata beliau, harus punya kreativitas, inovasi, dan kemampuan menggabungkan sumber daya untuk menciptakan produk atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan cara ini, seseorang tidak hanya mencari penghasilan, tetapi juga memberi nilai tambah melalui karya.

Berwirausaha Sejak Dini: Belajar, Berlatih, Bertindak 🚀

Ayah Nurman menekankan bahwa jiwa kewirausahaan perlu ditanamkan sejak kecil. Tahapannya sederhana namun bermakna:

  • Belajar → memperbanyak ilmu dan mengasah keterampilan khusus.
  • Berlatih → misalnya lewat kegiatan market day, cooking class, atau kunjungan ke pengrajin.
  • Bertindak → mencoba usaha kecil-kecilan yang melatih keberanian sekaligus tanggung jawab.

Dengan cara ini, diharapkan kakak shalih-shalihah akan terbiasa berpikir kreatif, berani mencoba, sekaligus disiplin dalam bekerja.

Karakter Seorang Wirausahawan Muslim 🌟

Tak hanya bicara soal bisnis, Ayah Nurman juga menanamkan nilai penting bahwa seorang wirausaha sejati harus berpegang pada tauhid dan nilai Islam. Beberapa karakter penting yang harus dimiliki antara lain:

  • Kepercayaan diri dan kemandirian.
  • Kepemimpinan dan keberanian mengambil risiko.
  • Kreativitas dan inovasi.
  • Berorientasi pada masa depan dan hasil kerja nyata.
  • Disiplin, sopan, jujur, dan amanah.

Beliau menekankan bahwa wirausaha bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan dan mengurangi pengangguran.

Belajar dari Usaha Laundry 🧺

Untuk membuat suasana lebih nyata, Ayah Nurman berbagi kisah tentang usaha laundry yang digelutinya. Kakak shalih-shalihah diajak memahami teks prosedur mencuci sebagai bagian dari usaha, sekaligus belajar menghitung pendapatan melalui simulasi sederhana.

Integrasi ini membuat mereka merasakan bahwa wirausaha sangat dekat dengan pelajaran sehari-hari, mulai dari Bahasa Indonesia (teks prosedur) hingga Matematika (operasi hitung).

Pesan Inspiratif: Bercita-Cita Setinggi Langit ✨

Di akhir sesi, Ayah Nurman berpesan penuh semangat:

“Bercita-citalah setinggi langit. Apapun profesi kita, baik menjadi pejabat, karyawan, maupun pengusaha, berpegang teguhlah dengan aturan Allah. Wajib halal dan dengan cara yang baik: jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Sesibuk-sibuknya kita, jangan sampai lupa beribadah kepada Allah. Naikkan level cita-cita kita, capailah surga, bukan hanya kaya materi dunia.”

Kata-kata ini disambut dengan semangat oleh kakak shalih-shalihah, menutup kegiatan BBOT dengan pelajaran berharga tentang arti bekerja, berkarya, sekaligus beribadah.

Kesimpulan 🌱

BBOT kelas 5 kali ini bukan hanya tentang belajar wirausaha, tetapi juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan integritas sejak dini. Dengan dukungan orang tua dan sekolah, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, sekaligus berakhlak mulia.***(CM-MRT)

BBOT Kelas 2A: Belajar Tentang “Air Sumber Kehidupan” Bersama Ayah Kak Fatih

BBOT Kelas 2A: Belajar Tentang “Air Sumber Kehidupan” Bersama Ayah Kak Fatih

Semarang, 26 Agustus 2025 — Ada yang berbeda dari kegiatan Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) kali ini. Jika biasanya kakak shalih-shalihah kelas 2A belajar di ruang kelas bersama orang tua yang hadir sebagai narasumber, pada Kamis istimewa ini mereka justru diajak belajar langsung di tempat kerja Ayah Kak Fatih, Dian Andrianto, di PT Tirta Gajah Mungkur.

Dengan penuh rasa ingin tahu, kakak shalih dan shalihah bersemangat mengikuti perjalanan pembelajaran bertema “Air Sumber Kehidupan”.

Air: Hadiah Allah yang Harus Dijaga 🌍

Sejak awal kegiatan, Ayah Kak Fatih mengingatkan bahwa air adalah karunia Allah yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa air, manusia, hewan, maupun tumbuhan tidak akan bisa bertahan hidup. Oleh karena itu, menjaga kebersihan air berarti menjaga kehidupan.

Di sini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa air bukan sekadar yang kita minum atau gunakan sehari-hari, tetapi ada proses panjang agar air yang kita nikmati bisa benar-benar bersih dan layak dipakai.

Jelajah Edukatif di PT Tirta Gajah Mungkur 🏭

Kegiatan semakin seru ketika kakak diajak berkeliling melihat langsung proses pengelolaan air di PT Tirta Gajah Mungkur.

  • Mengenal Sumber Air → Kakak diperkenalkan pada bagaimana perusahaan mengambil air dari sumbernya dengan tetap menjaga kelestarian alam.
  • Proses Penyaringan → Dari air kotor hingga menjadi jernih, kakak menyaksikan bagaimana teknologi bekerja untuk memisahkan kotoran dan zat berbahaya.
  • Distribusi Air Bersih → Setelah melewati berbagai tahap, air kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga agar bisa digunakan dengan aman.

Tak hanya itu, Ayah Kak Fatih juga menekankan betapa pentingnya hemat air dan tidak membuang-buang sumber daya yang berharga ini.

Belajar dengan Rasa Antusias 🤩

Sepanjang kegiatan, wajah kakak shalih dan shalihah penuh antusias. Mereka bertanya, mencatat, dan mengamati setiap proses dengan rasa penasaran tinggi. Ada yang kagum melihat alat penyaring besar, ada pula yang berdecak takjub saat melihat air berubah dari keruh menjadi jernih.

Momen ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar yang berbeda, tetapi juga menanamkan rasa syukur atas nikmat Allah berupa air yang selama ini sering dianggap sepele.

Ilmu yang Bermanfaat untuk Kehidupan 🌱

Melalui kegiatan BBOT kali ini, kakak shalih-shalihah kelas 2A belajar bahwa menjaga air berarti menjaga masa depan. Air yang bersih adalah hak semua orang, dan tugas kita bersama untuk merawatnya.

Semoga ilmu yang didapat dari BBOT “Air Sumber Kehidupan” ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk hidup lebih bijak dalam menggunakan air. Terima kasih, Ayah Kak Fatih, sudah berbagi inspirasi yang berharga. 🌟

SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran bermakna yang menghubungkan ilmu, pengalaman nyata, dan nilai-nilai kehidupan.

Delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara Raih Prestasi Gemilang di Tingkat Kecamatan

Delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara Raih Prestasi Gemilang di Tingkat Kecamatan

Semarang, 20 Agustus 2025 — Suasana penuh semangat terasa di SD Ummul Quro’, Semarang. Hari itu menjadi saksi bagaimana para kakak shalih-shalihah dari SD Islam Bintang Juara tampil percaya diri dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan Gunungpati.

FTBI sendiri merupakan ajang bergengsi tahunan yang diadakan untuk melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, melalui berbagai cabang lomba seperti menulis, membaca, hingga seni bertutur. Festival ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai bahasa ibu sekaligus mengasah bakat mereka dalam bidang literasi dan budaya.

Delegasi SD Islam Bintang Juara

Dalam festival kali ini, SDIBJ mengirimkan para delegasi terbaik di berbagai cabang lomba:

  • Nulis & Maca Aksara Jawa → Kak Djuna dan Kak Hya
  • Sesorah (Pidato Jawa) → Kak Satria dan Kak Naura
  • Geguritan (Puisi Jawa) → Kak Syabil dan Kak Neyva
  • Nulis Cerkak (Cerita Pendek Jawa) → Kak Aqasha dan Kak Lina
  • Macapat (Menyanyikan Tembang Jawa) → Kak Altamis dan Kak Caca
  • Ndagel Ijen (Dagelan Tunggal) → Kak Gesang dan Kak Linda
  • Ndongeng (Mendongeng dalam Bahasa Jawa) → Kak Naoki dan Kak Najma

Setiap delegasi tampil dengan persiapan matang, membawa semangat juang sekaligus kebanggaan sebagai wakil SD Islam Bintang Juara.

Prestasi yang Membanggakan 🏆

Alhamdulillah, kerja keras para kakak shalih-shalihah berbuah manis. Dalam ajang FTBI kali ini, SD Islam Bintang Juara berhasil membawa pulang dua prestasi membanggakan:

prestasi FTBI 2025

  • ✨ Juara 2 Nulis & Maca Aksara Jawa Putra – diraih oleh Kak Djuna
  • ✨ Juara 1 Geguritan Putra – diraih oleh Kak Syabil

Khusus untuk Kak Syabil, keberhasilannya mengantarkan ia melaju ke tingkat kota. Sebuah prestasi yang bukan hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga membawa harum nama sekolah.

Lebih dari Sekadar Lomba

Bagi SD Islam Bintang Juara, ajang FTBI bukan hanya tentang kompetisi. Lebih dari itu, ini adalah pembelajaran berharga tentang bagaimana mencintai bahasa ibu, melestarikan budaya, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyampaikan ide serta kreativitas.

Kemenangan Kak Djuna dan Kak Syabil adalah bukti nyata bahwa konsistensi belajar, dukungan orang tua, dan semangat dari guru membuahkan hasil yang indah. Semoga ke depan semakin banyak kakak shalih-shalihah yang terinspirasi untuk mencintai bahasa Jawa dan ikut berprestasi di panggung yang lebih luas.

Penutup

Selamat kepada seluruh delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara! 👏
Dan tentu, doa terbaik kami untuk Kak Syabil yang akan melangkah ke tingkat kota. Semoga Allah mudahkan dan memberikan hasil yang terbaik.

Semangat terus, Bintang Juara! Bersinar dengan prestasi, berakhlak mulia, dan tetap mencintai budaya bangsa 🌟

SD Islam Bintang Juara Ikuti Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di UNIMUS: Mempersiapkan Generasi Digital yang Cerdas dan Kreatif

SD Islam Bintang Juara Ikuti Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di UNIMUS: Mempersiapkan Generasi Digital yang Cerdas dan Kreatif

Dalam era digital yang terus berkembang pesat, penguasaan teknologi menjadi kunci utama agar generasi muda bisa bersaing dan berinovasi. Melihat hal ini, SD Islam Bintang Juara (SDIBJ) mengambil langkah maju dengan mengirimkan salah satu guru unggulannya, Bu Linda Wilantika, S.P, guru kelas 5, mengikuti Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) pada 7–11 Juli 2025.

Keikutsertaan SDIBJ bukan tanpa alasan. Sekolah ini terpilih sebagai piloting project KKA, bukti nyata komitmen SDIBJ dalam mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan dasar demi mencetak calon pemimpin masa depan yang melek digital.

Mengenal Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di UNIMUS

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini menghadirkan dua pemateri ahli, yaitu Saiful Amri, S.Kom., M.Kom. dan Basirudin Ansor, M.Kom., yang membawakan materi dari sudut pandang teknologi sekaligus pedagogi pendidikan. Fokus utama pelatihan adalah memberikan bekal komprehensif kepada guru agar siap mengajar mata pelajaran yang menggabungkan koding dan kecerdasan artifisial dengan pendekatan yang sesuai usia siswa SD.

Modul 1: Mata Pelajaran KKA

Modul ini membuka wawasan tentang kurikulum KKA — bagaimana materi koding dan AI disusun agar sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas siswa SD. Konsep pembelajaran diarahkan agar menyenangkan dan mudah dipahami, sekaligus menanamkan dasar logika dan kreativitas.

Modul 2: Berpikir Komputasional sebagai Landasan KKA

Berpikir komputasional adalah kemampuan menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis, yang merupakan pondasi dari koding dan AI. Modul ini mengajarkan guru untuk membimbing siswa dalam memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil yang bisa dipecahkan satu per satu.

Modul 3: Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial Fase C

Pelatihan ini memperkenalkan AI dalam konteks yang sederhana dan aplikatif. Guru belajar bagaimana kecerdasan buatan bekerja dan bagaimana mempresentasikannya agar anak-anak bisa memahami konsep dasar teknologi yang mungkin terdengar rumit.

Modul 4: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Fase C

Selain teori, pelatihan menitikberatkan pada aplikasi AI dalam proses belajar mengajar. Contohnya, penggunaan aplikasi AI untuk latihan soal, pembelajaran interaktif, dan pengembangan kreativitas siswa melalui proyek sederhana berbasis teknologi.

Modul 5: Pedagogi KKA

Tidak kalah penting, modul ini membahas teknik pengajaran yang efektif, termasuk metode pembelajaran yang interaktif dan ramah anak, serta cara mengatasi tantangan saat mengajarkan materi teknologi pada siswa usia dini.

Dari Pelatihan ke Implementasi: Menerapkan KKA dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPAS

Sebagai bentuk aplikasi langsung dari pelatihan, Bu Linda menerapkan ilmu yang telah didapat melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPAS. Wah, bagaimana ya KKA diimplementasikan dalam kedua mata pelajaran tersebut?

Apabila Ayah Bunda penasaran, langsung saja simak video berikut:

Manfaat Pelatihan bagi SD Islam Bintang Juara dan Siswa

Keikutsertaan dalam pelatihan ini bukan hanya soal peningkatan kompetensi guru, tapi juga investasi jangka panjang bagi kemajuan SDIBJ dan siswa. Manfaat utamanya meliputi:

  • Peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi modern yang membuat siswa lebih siap menghadapi era digital.
  • Pengembangan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, berpikir kritis, dan problem solving.
  • Penguatan posisi SD Islam Bintang Juara sebagai sekolah pionir yang adaptif terhadap inovasi pendidikan.

Bu Linda menegaskan, “Mengajarkan koding dan AI pada anak-anak bukan hanya memberikan mereka skill teknis, tapi juga membangun pola pikir yang akan membantu mereka menjadi problem solver dan inovator di masa depan.

Menatap Masa Depan Bersama SD Islam Bintang Juara

Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial di UNIMUS ini menjadi bukti nyata bahwa SD Islam Bintang Juara berkomitmen menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kuat secara ilmu agama dan karakter, tapi juga unggul dalam teknologi.

Apabila Ayah Bunda juga ingin mengenalkan koding dan kecerdasan artifisial pada anak dari rumah, silakan baca artikel kami “Tips Belajar Koding untuk Anak” agar proses pembelajaran di rumah bisa bersinergi dengan apa yang kami lakukan di rumah. Dengan inovasi dan semangat pembelajaran yang terus diperbarui, SDIBJ siap melahirkan calon pemimpin muslim yang kreatif, cerdas, dan adaptif di dunia yang semakin digital.*** (CM-MRT)

Pecah Banget! Semangat Kemerdekaan Guru dan Karyawan di Festival HUT ke-80 Republik Indonesia

Pecah Banget! Semangat Kemerdekaan Guru dan Karyawan di Festival HUT ke-80 Republik Indonesia

Semarak HUT ke-80 Republik Indonesia di SD Islam Bintang Juara tidak hanya dirayakan oleh kakak shalih-shalihah, tapi juga oleh para guru dan PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Kali ini, giliran mereka yang turun langsung ke lapangan, ikut larut dalam keseruan Festival Kemerdekaan yang penuh tawa, semangat juang, dan rasa kebersamaan.

Momentum ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bisa dimaknai dengan cara yang menyenangkan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar PTK di lingkungan sekolah.

Badminton hingga Baju Balon: Ketangkasan dan Keceriaan 🏸🎈

Festival badminton jadi ajang unjuk ketangkasan. Dengan pukulan-pukulan penuh semangat, suasana pertandingan berlangsung sengit tapi tetap penuh tawa.

Lalu datanglah momen yang membuat semua orang gemas: festival baju balon. Guru-guru saling berhadapan. Mereka bergerak cepat untuk mengenakan baju. Dari posisi masih terlipat, hingga harus memastikan kancing baju telah terkancingkan satu per satu.

Namun keseruan tak berhenti di situ. Sembari mengenakan baju, para peserta harus memastikan balon tidak menyentuh lantai. Ada yang menggunakan tangan, kaki hingga kepalanya untuk memastikan balon tetap melayang di udara. Tak sedikit yang kemudian terengah-engah mengejar balon, yang membuat gerakan mereka jadi lucu dan mengundang gelak tawa tanpa henti.

Voli Air: Pecah dengan Tawa dan Cipratan 💦🏐

Gelak tawa dan teriakan dukungan pecah saat festival voli air dimulai. Lapangan yang basah, bola yang terbuat dari kantong plastik diisi air terpantul dari satu sarung ke sarung kelompok lain. Tak jarang, kantongnya pecah sehingga cipratan air mengenai semua peserta, membuat suasana jadi benar-benar “pecah”.

Di momen ini, semua sekat antara guru dan staf hilang, berganti dengan kebersamaan dan tawa lepas.

Festival Futsal: Heboh dan Penuh Sorakan ⚽🔥

Puncak keseruan datang saat festival futsal digelar di Stadion Merdeka. Guru dan staf SD Islam Bintang Juara saling beradu strategi, berlari penuh semangat mengejar bola, dan tentu saja menampilkan gaya-gaya kocak yang membuat penonton terpingkal.

Lebih dari sekadar pertandingan, futsal kali ini mengajarkan bahwa kerja sama dan sportivitas adalah kunci kemenangan sejati.

Semangat Juang yang Menular

Kebersamaan guru dan PTK dalam Festival Kemerdekaan ini bukan hanya tentang olahraga atau permainan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini meneguhkan kembali semangat juang, kebersamaan, dan kekompakan keluarga besar SD Islam Bintang Juara.

✨ “Kemerdekaan sejati adalah ketika kita bisa merayakannya dengan penuh tawa, sportivitas, dan rasa persaudaraan yang hangat.” ✨

Dengan semangat ini, SD Islam Bintang Juara terus melangkah maju, menghadirkan pendidikan berkualitas dan lingkungan belajar yang penuh kehangatan bagi seluruh warga sekolah.*** (CM-MRT)

Deg-Degan tapi Gemas! Keseruan Hari Kedua Festival Kemerdekaan SD Islam Bintang Juara

Deg-Degan tapi Gemas! Keseruan Hari Kedua Festival Kemerdekaan SD Islam Bintang Juara

Setelah meriah dengan lomba non-fisik di hari pertama, Festival Kemerdekaan SD Islam Bintang Juara kembali berlanjut pada Jumat, 15 Agustus 2025. Kali ini, suasana semakin riuh dan penuh tawa karena kakak shalih-shalihah dari kelas 1–6 mengikuti serangkaian lomba fisik yang bikin deg-degan sekaligus gemas.

Tidak hanya menjadi ajang unjuk ketangkasan, kegiatan ini juga sarat makna: menumbuhkan sportivitas, mempererat kebersamaan, dan mengajarkan arti kemerdekaan lewat pengalaman nyata.

Festival Pejuang Tangguh: Tarik Tambang yang Penuh Semangat Juang 💪

Suasana di ruang kelas 2 mendadak bergemuruh saat kakak shalih-shalihah saling beradu tenaga dalam Festival Pejuang Tangguh alias tarik tambang. Dengan wajah serius tapi penuh semangat, mereka bahu-membahu mempertahankan tali agar tim tetap kuat.

Di balik tawa dan sorak-sorai, kakak belajar arti kerja sama, strategi, dan semangat juang pantang menyerah.

Bulu Tangkis dan Festival Fokus “Tangkap Aku” 🏸🎯

Selanjutnya, giliran festival bulu tangkis yang menguji ketangkasan dan fokus. Kakak shalih-shalihah tampil penuh semangat, memukul kok dengan sigap dan lincah.

Tak kalah seru, ada juga festival fokus “Tangkap Aku”. Dengan konsentrasi penuh, kakak harus memindahkan kaleng menggunakan tali-tali. Seru, mendebarkan, sekaligus bikin gemas saat kaleng hampir jatuh tapi akhirnya berhasil dipindahkan bersama-sama.

Futsal Super Seru dengan Komentator Kocak ⚽🤣

Lapangan kembali gegap gempita saat festival futsal dimulai. Bukan hanya karena aksi para pemain yang semangat mengejar bola, tapi juga karena hadirnya komentator super kocak yang bikin suasana makin pecah.

Tawa dan semangat sportivitas menyatu, membuat futsal kali ini bukan sekadar pertandingan, tapi juga ajang kebersamaan.

Festival Makan Buah: Gemas dan Penuh Tawa 🍎🍌

Keseruan berlanjut di festival makan buah. Dengan mata ditutup, kakak shalih-shalihah harus menyuapi teman sekelompoknya. Bayangkan saja, ada yang meleset ke pipi, ada yang kebanyakan ketawa sampai buahnya jatuh!

Namun justru dari momen lucu inilah kakak belajar arti saling percaya, kerja sama, dan menikmati proses bersama tim.

Merayakan Kemerdekaan dengan Sportivitas dan Tawa

Hari kedua Festival Kemerdekaan benar-benar menjadi momen berharga bagi kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara.

✨ “Kemerdekaan itu bukan hanya tentang kebebasan, tapi juga tentang kebersamaan, sportivitas, dan tawa yang menguatkan persaudaraan.” ✨

Lewat lomba-lomba fisik ini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa menjadi tangguh bukan hanya soal menang, tetapi juga soal bekerja sama, saling mendukung, dan menikmati perjuangan bersama.*** (CM-MRT)