by admin admin | Sep 24, 2025 | Artikel, Berita, Kegiatan Siswa
Bayangkan anak-anak SD berbaris rapi dengan penuh semangat, siap memulai sebuah petualangan baru. Itulah suasana di SD Islam Bintang Juara pada hari ketiga Leadership Journey (Rabu, 24 September 2025) yang kali ini mengangkat tema Numerasi Adventure. Tidak sekadar belajar berhitung di kelas, para kakak shalih-shalihah justru diajak menapaki jalur pembelajaran kontekstual—mulai dari Bank Juara ➝ Mini Market ➝ Kasir ➝ hingga Dapur Kreatif.
Dari Bank Juara, Belajar Mengelola Uang
Petualangan dimulai di Bank Juara. Di sini, kakak shalih-shalihah merasakan bagaimana rasanya menjadi nasabah. Mereka “menabung” sekaligus belajar cara bijak mengatur keuangan. Konsep ini menanamkan literasi finansial sejak dini, sebuah keterampilan hidup yang sangat penting untuk masa depan.
Alih-alih hanya sekadar angka di kertas, kakak shalih-shalihah diajak memahami bahwa setiap lembar uang memiliki makna. Mereka pun belajar memilih: apakah uang itu akan dipakai untuk belanja, disimpan, atau bahkan digunakan untuk kegiatan produktif.
Belanja Cerdas di Mini Market
Perjalanan kemudian berlanjut ke Mini Market. Kakak shalih-shalihah memegang uang hasil dari Bank Juara untuk berbelanja. Seru sekali melihat bagaimana mereka harus membuat keputusan: membeli barang yang diinginkan atau yang benar-benar dibutuhkan?
Di sini, bukan hanya numerasi yang diasah, tapi juga keterampilan berpikir kritis, logika, hingga kemampuan menahan diri. Mereka belajar bahwa hidup tidak selalu tentang keinginan, tapi juga tentang prioritas.
Kasir: Melatih Ketelitian dan Tanggung Jawab
Setelah berbelanja, tibalah mereka di meja Kasir. Beberapa kakak mendapat kesempatan untuk berhadapan dengan kasir yang diperankan oleh guru; menghitung kembalian, dan memastikan uang yang diberikan sesuai dengan belanjaan yang dibeli. Aktivitas ini melatih fokus, ketelitian, dan tanggung jawab.
Tak jarang terjadi momen lucu—ada yang salah menghitung, lalu buru-buru diperbaiki oleh teman lainnya. Justru di situlah nilai kolaborasi terasa: mereka belajar untuk tidak takut salah, karena setiap kesalahan adalah bagian dari proses belajar.
Dapur Kreatif: Dari Uang ke Karya
Puncak petualangan numerasi kali ini adalah di Dapur Kreatif, tempat kakak shalih-shalihah membuat tempe dan tape. Dari aktivitas ini, mereka belajar bahwa uang yang dikelola dengan baik bisa menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.
Membuat tempe dan tape tidak hanya melatih keterampilan motorik, tetapi juga mengajarkan arti kerja sama, kesabaran, dan keberanian untuk berkarya. Kakak pulang bukan hanya membawa hasil olahan, tapi juga pengalaman berharga tentang bagaimana proses kreatif itu berjalan.
Belajar dengan Tiga Pilar: Mindful, Meaningful, Joyful
Seluruh rangkaian Numerasi Adventure dirancang agar pembelajaran menjadi:
- Mindful → anak-anak hadir penuh kesadaran dalam setiap aktivitas.
- Meaningful → setiap pengalaman punya makna yang bisa mereka bawa dalam kehidupan nyata.
- Joyful → belajar terasa menyenangkan, bukan beban.
Di SD Islam Bintang Juara, belajar numerasi bukan soal angka semata, tetapi tentang membentuk karakter, kemandirian, dan kepemimpinan masa depan.
Penutup
Hari ketiga Leadership Journey ini membuktikan bahwa numerasi bisa dikemas dengan cara yang kreatif, inspiratif, dan penuh makna. Dari Bank Juara hingga Dapur Kreatif, setiap langkah adalah latihan menjadi pemimpin kecil yang tangguh, kreatif, dan komunikatif.
Karena di SD Islam Bintang Juara, belajar itu selalu mindful, meaningful, dan joyful.***(CM-MRT)
by admin admin | Sep 23, 2025 | Artikel, Berita, Kegiatan Siswa
Selasa, 23 September 2025 menjadi hari yang penuh energi dan cerita baru bagi kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara. Agenda Leadership Journey Day 2 kali ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang berbeda. Dengan semangat yang sama namun lokasi kegiatan yang berbeda, seluruh siswa dari kelas 1–6 belajar tentang arti kepemimpinan sejati: “Membangun Calon Pemimpin Muslim yang Tangguh, Kreatif, dan Komunikatif.”
Senam dan Refleksi: Energi Pagi untuk Kelas 1–3
Pagi itu, halaman sekolah dipenuhi tawa riang anak-anak kelas 1–3. Mereka memulai hari dengan senam bersama, gerakan sederhana tapi penuh makna. Senam bukan sekadar olahraga, melainkan simbol kekompakan—bahwa kebersamaan akan membuat tubuh sehat dan jiwa gembira.
Setelah tubuh kembali segar, kakak shalih-shalihah diajak masuk ke sesi refleksi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Setengah semester sudah berjalan, dan kini saatnya mereka merenung sejenak: apa yang sudah mereka pelajari? apa pengalaman yang paling berkesan?
Beberapa anak mengangkat tangan dengan antusias. Ada yang bilang, “Aku suka belajar IPAS, karena bisa eksperimen!” Ada juga yang mengaku, “Aku belajar sabar waktu main kelompok.” Dari refleksi ini, terlihat jelas bahwa pembelajaran bukan hanya soal buku, tetapi juga tentang karakter dan kebersamaan.
Ekspedisi Secepit: Petualangan Kelas 4–6
Sementara itu, di lokasi berbeda, kelas 4–6 bersiap menuju Curug Secepit. Dengan tas ransel di punggung dan yel-yel semangat, langkah mereka tegap, wajah penuh antusias. Perjalanan menuju Secepit bukan sekadar jalan kaki, tetapi sebuah ekspedisi penuh pembelajaran.
Di setiap pos yang tersedia, kakak shalih-shalihah menghadapi tantangan kepramukaan. Ada yang harus memecahkan kode sandi, ada yang diuji kerja sama tim dalam permainan, ada pula yang diminta menunjukkan keterampilan dasar pramuka. Meski lelah, semangat mereka tak pernah padam. Justru dari setiap rintangan, lahirlah senyum bangga karena berhasil menaklukkan tantangan.
Ketika akhirnya sampai di Curug Secepit, suara gemericik air terjun menjadi hadiah paling indah. Di sana mereka belajar arti perjalanan: bahwa hasil manis hanya bisa dicapai dengan perjuangan dan kesabaran.
Satu Tujuan, Beda Lokasi
Walaupun kelas 1–3 beraktivitas di sekolah dan kelas 4–6 menjelajah alam, keduanya memiliki tujuan yang sama: melatih kepemimpinan, membangun kemandirian, dan memperkuat karakter.
Bu Ni’mah, Kepala Sekolah SD Islam Bintang Juara, menyampaikan, “Leadership Journey bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi wadah nyata agar anak-anak belajar menjadi pemimpin yang tangguh, kreatif, dan komunikatif. Pemimpin masa depan lahir dari pengalaman, bukan hanya teori.”
Belajar Menjadi Pemimpin Sejak Dini
Leadership Journey Day 2 membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga tubuh sehat, mengingat pengalaman belajar, bekerja sama, berani menghadapi tantangan, hingga bersyukur atas nikmat Allah.
Dari senam ceria di sekolah hingga ekspedisi menantang di Secepit, satu benang merah yang bisa ditarik adalah: pemimpin hebat lahir dari proses, pengalaman, dan pembiasaan sejak dini.
Leadership Journey Day 2 di SD Islam Bintang Juara bukan hanya tentang kegiatan sehari, tetapi tentang menanam benih kepemimpinan yang kelak akan tumbuh menjadi pohon kebaikan.***(CM-MRT)
by admin admin | Sep 20, 2025 | Artikel, Berita, Kegiatan Guru, Kegiatan Siswa, Pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kerap dianggap mata pelajaran yang penuh teori dan hafalan. Namun, siapa bilang PKn harus selalu membosankan? Di kelas 2A SD Islam Bintang Juara, Bu Fia membuktikan sebaliknya.
Pada sebuah hari yang penuh semangat, Bu Fia mengajak kakak shalih-shalihah mengikuti game istimewa berjudul “Detektif Cilik: Misi Rahasia Anak Hebat di Rumah.” Tema pelajaran kali ini adalah aturan di rumah, tapi cara penyampaiannya sungguh tak biasa—penuh teka-teki, petualangan, dan kerja sama tim.
Jadi Detektif Sehari
Pelajaran dimulai dengan Bu Fia yang berperan layaknya komandan misi. Anak-anak diminta membayangkan diri mereka sebagai detektif cilik yang sedang menjalankan misi rahasia. Mata anak-anak pun berbinar, siap menerima tantangan.
Mereka dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok menerima kartu bertuliskan “Temukan Aku.” Di balik kartu itu tersimpan petunjuk untuk mencari kotak rahasia yang sudah disembunyikan Bu Fia di berbagai sudut sekolah, mulai dari kelas 4 hingga perpustakaan.
“Siapakah detektif cilik paling sigap hari ini?” tantang Bu Fia dengan penuh semangat.
Berburu Kotak Rahasia
Setiap kelompok berlari penuh antusias, menyusuri jejak petunjuk. Ada yang mencoba menebak, ada yang membaca ulang instruksi dengan seksama, ada pula yang langsung bergegas ke tempat yang dicurigai.
Tawa riang dan teriakan kecil penuh kegembiraan terdengar di sepanjang koridor. Dan akhirnya, satu per satu kelompok berhasil menemukan kotak rahasia mereka masing-masing.
Namun, petualangan tak berhenti di situ. Kotak tersebut ternyata berisi tantangan berupa studi kasus seputar aturan di rumah. Ada soal tentang berbagi mainan dengan adik, mengatur waktu belajar, hingga bagaimana bersikap ketika diminta membantu orang tua.
Presentasi ala Detektif Hebat
Setelah berhasil memecahkan tantangan, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan jawaban mereka di depan kelas.
Seru sekali melihat anak-anak saling berbagi pendapat, mencoba memberi solusi, dan menyampaikan alasan mereka dengan percaya diri. Ada yang menyampaikan dengan gaya tegas, ada pula yang penuh canda tapi tetap bermakna.
Kegiatan ini bukan hanya soal menemukan kotak, tapi juga melatih anak-anak berpikir kritis, berani berbicara di depan umum, serta memahami nilai penting aturan di rumah.
Belajar Jadi Anak Hebat di Rumah
Di akhir kegiatan, Bu Fia menegaskan bahwa aturan di rumah bukanlah sekadar batasan, tetapi panduan agar hidup lebih tertib, harmonis, dan penuh kasih sayang. Menjadi anak hebat berarti bisa menaati aturan, menghargai keluarga, dan bertanggung jawab atas sikap sehari-hari.
Anak-anak pun tampak lebih memahami makna aturan dengan cara yang menyenangkan. Mereka tidak merasa digurui, melainkan merasakannya langsung melalui permainan dan kerja sama tim.
Manfaat Belajar Lewat Detektif Cilik
Kegiatan Detektif Cilik: Misi Rahasia Anak Hebat di Rumah membawa banyak manfaat, antara lain:
- Anak belajar tentang aturan rumah dengan cara kreatif dan bermakna.
- Melatih kemampuan problem solving lewat studi kasus.
- Meningkatkan kerja sama tim dan komunikasi.
- Menumbuhkan rasa percaya diri saat presentasi.
- Membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini.
Dengan pendekatan seperti ini, SD Islam Bintang Juara terus membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus kaku. Justru, dengan kreativitas guru, setiap pelajaran bisa menjadi pengalaman berharga yang menyenangkan.***(CM-MRT)
by admin admin | Sep 20, 2025 | Artikel, Berita, Kegiatan Siswa
Hari Senin, 20 September 2025, udara segar menyelimuti lingkungan SD Islam Bintang Juara. Suasana berbeda terasa sejak pagi karena kakak shalih-shalihah dari kelas 1 hingga 6 bersiap mengikuti kegiatan Leadership Journey Day 1. Sebuah program yang bukan hanya melatih fisik, tapi juga mengasah karakter, kerja sama, dan kepemimpinan.
Kegiatan hari pertama ini terbagi dua. Kelas 1–3 mengikuti “Petualangan Siaga Sigap & Cerdas” berupa jelajah pos yang seru, sedangkan kelas 4–6 berkumpul untuk Persiapan Ekspedisi Si Cepit bersama Ayah Budi, ayah dari Kak Bagas, yang juga seorang prajurit TNI.
Jelajah Pos Seru: Petualangan Siaga Sigap & Cerdas
Untuk kelas 1–3, petualangan dimulai dengan penuh semangat. Ada 5 pos menantang yang harus mereka taklukkan bersama kelompoknya.
1. Taman Bangga Jawa Tengah (Lapangan Atas)
Tantangan dimulai dengan melemparkan cincin ke cone. Kelompok tercepat mendapat kesempatan lebih dulu untuk menyusun peta kota-kota di Jawa Tengah. Anak-anak belajar tentang geografi sambil bermain.
2. Taman Bangga Menjadi Pramuka (Lapangan Bawah)
Delapan anak memegang tongkat pramuka, sementara anggota lainnya melompati tongkat dengan membawa potongan gambar baju pramuka. Mereka harus menempelkan gambar di tempat yang tepat. Kekompakan jadi kunci utama.
3. Taman Ketakwaan & Toleransi Beragama (Depan Rumah Kak Ninda)
Di sini, setiap kelompok mengambil kertas berisi nama doa. Mereka membaca doa bersama, lalu melanjutkan tantangan menempelkan gambar sesuai dengan agama yang tertera. Nilai ketakwaan dan toleransi benar-benar terasa.
4. Taman Pengamatan & Daya Ingat (Masjid Nurul Ilmi)
Tantangan awal: membuat jaring dari tali rafia untuk membawa balon hingga garis akhir. Setelah itu, anak-anak diuji daya ingatnya dengan menghafal gambar hewan dan buah dalam 10 detik, lalu menuliskannya. Seru sekaligus melatih konsentrasi.
5. Taman Petualangan Kode Rahasia (Taman Samping Rumah Kak Nio)
Bola kecil dijalankan dengan kertas dari ujung ke ujung. Setelah itu, mereka harus memecahkan kode sandi rahasia. Tantangan ini benar-benar mengasah ketelitian dan kerja sama.
Setiap pos tidak hanya memberikan keseruan, tetapi juga pelajaran tentang kerja tim, konsentrasi, daya ingat, hingga nilai keagamaan dan toleransi.
Kelas 4–6: Persiapan Ekspedisi Secepit
Sementara itu, kakak kelas 4–6 berkumpul bersama Ayah Budi, seorang TNI sekaligus wali murid. Suaranya lantang, penuh wibawa, namun tetap hangat saat memberikan pembekalan tentang persiapan ekspedisi.
Kakak shalih-shalihah diajak untuk:
- Membuat yel-yel kelompok agar semangat lebih terasa.
- Menyusun daftar barang bawaan penting untuk ekspedisi, seperti botol minum, perlengkapan shalat, dan bekal makanan.
- Mendengarkan cerita pengalaman lapangan Ayah Budi yang penuh inspirasi.
Kegiatan ini membuat anak-anak semakin siap menghadapi Leadership Journey Day selanjutnya yang penuh tantangan alam.
Leadership Journey, Lebih dari Sekadar Kegiatan Outdoor
Hari pertama Leadership Journey bukan hanya tentang keseruan bermain dan berpetualang. Di balik setiap tantangan, ada nilai karakter yang ditanamkan: kerja sama, keberanian, ketelitian, toleransi, hingga kepemimpinan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, bahkan di tengah permainan yang seru. Dan yang terpenting, setiap kakak shalih-shalihah pulang dengan wajah ceria, membawa cerita baru tentang petualangan seru mereka.***(CM-MRT)
by admin admin | Sep 18, 2025 | Edukasi, Pembelajaran
Pada hari Kamis pagi yang cerah, ruang kelas 5 SD Islam Bintang Juara dipenuhi antusiasme para siswa. Kali ini, mereka mengikuti kegiatan pembelajaran IPAS bertajuk “Detektif Cahaya”. Berbeda dengan kegiatan belajar mengajar biasanya, KBM kali ini dipandu oleh Bu Yayuk, sekaligus sebagai sesi praktik usai mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan metode joyful, mindful, dan meaningful learning yang selama ini telah dikembangkan di SD Islam Bintang Juara jauh sebelum metode Pembelajaran Mendalam digaungkan oleh pemerintah. Kakak shalih-shalihah tidak hanya menerima materi secara teori, melainkan diajak untuk membuktikan sendiri sifat-sifat cahaya melalui berbagai eksperimen yang menyenangkan.
Pembagian Kelompok dan Eksperimen Seru
Dalam kegiatan ini, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing kelompok mendapat tantangan eksperimen berbeda yang membuktikan satu sifat cahaya tertentu.
1. Cahaya Dapat Dibiaskan
Dengan gelas bening berisi air dan sedotan, kakak shalih-shalihah mengamati sedotan yang tampak bengkok. Dari percobaan ini, mereka menyimpulkan bahwa cahaya dapat dibiaskan ketika melewati medium berbeda.
2. Cahaya Merambat Lurus
Menggunakan lilin dan tiga kardus berlubang, kakak shalih-shalihah menguji arah rambat cahaya. Ketika lubang disejajarkan, cahaya lilin tampak jelas. Namun, begitu salah satu lubang digeser, cahaya menghilang. Hal ini membuktikan bahwa cahaya merambat lurus.
3. Cahaya Dapat Dipantulkan
Dengan bantuan cermin datar dan senter, kakak shalih-shalihah melihat bagaimana cahaya yang diarahkan ke cermin memantul ke dinding. Dari sini mereka memahami konsep pemantulan cahaya.
4. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening
Kakak shalih-shalihah mengamati bagaimana cahaya senter menembus gelas bening berisi air. Percobaan ini menunjukkan bahwa cahaya dapat melewati benda bening seperti kaca atau plastik transparan.
5. Cahaya Dapat Diuraikan
Percobaan terakhir menjadi yang paling meriah. Dengan mangkok berisi air sabun dan sedotan, kakak shalih-shalihah meniup gelembung lalu mengarahkannya ke sumber cahaya. Terlihatlah warna pelangi yang indah, bukti bahwa cahaya dapat diuraikan menjadi spektrum warna.
Presentasi dan Diskusi
Usai melakukan eksperimen, tiap kelompok mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas. Mereka menyampaikan kesimpulan dengan percaya diri sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kerjasama tim.
Bu Yayuk memberikan apresiasi kepada seluruh kakak kelas 5 yang telah menunjukkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat belajar yang tinggi. “Belajar sains itu bukan hanya menghafal teori, tapi menemukan sendiri jawabannya lewat pengalaman nyata. Itulah yang membuat ilmu lebih mudah diingat dan bermakna,” ungkap beliau.
Joyful, Mindful, and Meaningful Learning
Melalui kegiatan Detektif Cahaya, kakak shalih-shalihah tidak hanya memahami materi IPAS tentang sifat-sifat cahaya, tetapi juga belajar bekerja sama, berpikir kritis, dan berani menyampaikan ide.
Pendekatan pembelajaran joyful (menyenangkan), mindful (penuh kesadaran), dan meaningful (bermakna) yang diterapkan membuat kakak shalih-shalihah merasa senang, fokus, dan mampu menghubungkan ilmu dengan kehidupan sehari-hari.
Penutup
Kegiatan “Detektif Cahaya” di Kelas 5 ini menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran di SD Islam Bintang Juara selalu dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, menyenangkan, dan berkesan.
Dengan metode eksperimen, sains tidak lagi terasa rumit, melainkan penuh keajaiban yang dapat ditemukan langsung oleh siswa. Belajar sifat-sifat cahaya pun menjadi pengalaman tak terlupakan yang akan selalu mereka ingat. 🌟[CM-MRT]
by admin admin | Sep 17, 2025 | Edukasi, Pembelajaran
Rabu, 17 September 2025, ruang kelas 4B SD Islam Bintang Juara dipenuhi keceriaan. Hari itu, kakak shalih-shalihah kedatangan tamu istimewa dalam kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua). Bunda Kustanti Dian P, orang tua dari Kak Shafira, hadir untuk berbagi ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: mengelola uang.
Dengan mengangkat tema “Uangku, Ceritaku: Belajar Mengelola Uang dengan Seru”, suasana kelas berubah menjadi ajang eksplorasi literasi keuangan. Kakak shalih-shalihah tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga diajak berpikir, bercerita, dan berdiskusi tentang uang yang setiap hari mereka gunakan.
Mengenal Apa Itu Uang dan Fungsinya
Kegiatan dimulai dengan pertanyaan sederhana dari Bunda Kustanti: “Siapa yang pernah belanja di warung? Pakai apa membayarnya?” Serentak kakak shalih-shalihah menjawab, “Pakai uang, Bunda!”
Dari sini, Bunda menjelaskan bahwa uang adalah alat tukar yang diterima secara umum untuk membayar barang, jasa, maupun kewajiban hutang. Penjelasan sederhana ini membuat kakak shalih-shalihah memahami bahwa uang bukan sekadar kertas bergambar, melainkan memiliki nilai dan fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah mengenal pengertiannya, siswa diajak memahami fungsi uang. Tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai satuan hitung. Kakak pun diajak mencoba membandingkan beberapa barang yang ditampilkan di layar. Dari kegiatan kecil itu, mereka bisa melihat bagaimana uang membantu menghitung dan menilai barang.
Menelusuri Sejarah Uang
Bagian paling seru adalah ketika Bunda Kustanti menceritakan sejarah uang. Mulai dari zaman barter, ketika orang menukar barang dengan barang, hingga muncul uang barang, lalu logam mulia seperti emas dan perak.
Kakak shalih-shalihah 4B semakin antusias ketika cerita berlanjut ke sejarah uang di Indonesia. Dulu, ada uang kartal (uang kertas dan logam) dan uang giral (uang di rekening bank). Kini, seiring perkembangan teknologi, pembayaran bisa dilakukan melalui QRIS hanya dengan ponsel pintar. “Bayangkan, dulu orang bawa karung untuk menukar barang, sekarang cukup bawa HP, sudah bisa belanja!” kata Bunda Kustanti yang disambut tawa ceria siswa.
Cara Merawat Uang
Tak kalah penting, kakak shalih-shalihah juga diajarkan cara merawat uang kertas. Bunda Kustanti memberi contoh bagaimana uang bisa cepat rusak jika diremas, dicoret, atau dilipat sembarangan. Dengan permainan kecil, kakak mencoba menyimpan uang di dompet mainan mereka masing-masing. Pesannya sederhana tapi kuat: uang harus dijaga karena bernilai dan bermanfaat.
Bunda Dian membawa beragam jenis uang kertas. Kakak diajak untuk menyentuh dan merasakan permukaan uang kertas. Ternyata beda nominal, beda juga lo kertas yang digunakan. Tidak hanya membawa uang kertas dari Indonesia, Bunda Dian juga membawa contoh-contoh uang kertas dari berbagai negara. Senangnya kakak shalih-shalihah diperlihatkan langsung beragam jenis uang.
Mengenal Bank: Sahabat dalam Mengelola Uang
Di akhir kegiatan, siswa diajak berkenalan dengan bank. Bunda menjelaskan bahwa bank bukan hanya tempat menyimpan uang, tetapi juga memiliki banyak layanan, termasuk yang bisa digunakan anak-anak. Salah satunya adalah Tabungan Taplus BNI yang bisa dimiliki dengan pendampingan orang tua.
Kakak shalih-shalihah tampak kagum mengetahui bahwa mereka bisa punya rekening tabungan sendiri, belajar menabung dengan lebih tertib, dan mempersiapkan masa depan sejak dini.
Belajar Literasi Keuangan dengan Cara Seru
Kegiatan BBOT kali ini bukan sekadar belajar tentang uang, tapi juga tentang literasi keuangan. Anak-anak belajar bahwa uang memiliki sejarah panjang, fungsi penting, dan harus dikelola dengan bijak.
Dengan gaya penyampaian interaktif, cerita menarik, dan aktivitas sederhana, Bunda Kustanti berhasil menghadirkan pelajaran yang joyful dan penuh makna.
Penutup
Kegiatan “Uangku, Ceritaku: Belajar Mengelola Uang dengan Seru” di Kelas 4B membuktikan bahwa literasi keuangan bisa diperkenalkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya paham arti uang, tapi juga belajar bagaimana menghargai, merawat, dan menggunakan uang dengan bijak.
Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal bagi kakak shalih-shalihah untuk tumbuh menjadi generasi cerdas finansial, siap menghadapi tantangan masa depan. 🌟*** [CM-MRT]