fbpx
Project Based Learning Arsitek Cilik: Serunya Kakak Kelas 2 Belajar Membuat Denah Rumah Sendiri!

Project Based Learning Arsitek Cilik: Serunya Kakak Kelas 2 Belajar Membuat Denah Rumah Sendiri!

Sebagai sekolah yang mengutamakan pembelajaran bermakna, SD Islam Bintang Juara kembali menghadirkan pengalaman seru melalui Project Based Learning (PBL). Kali ini, giliran kakak kelas 2A, 2B, dan 2C yang memulai petualangan baru dalam proyek bertema “Arsitek Cilik”.

Tahap pengenalan proyek ini dibuka dengan kegiatan Belajar Bersama Ahli pada Kamis, 7 Agustus 2025. Kakak shalih-shalihah mendapat kesempatan berharga untuk belajar langsung dari seorang praktisi di bidang arsitektur, yaitu Jayanti Gagah Setyawan, S.T., seorang arsitek sekaligus ayah dari Kak Janur, salah satu siswa SDIBJ.

Belajar Bersama Ahli: Mengenal Profesi Arsitek

Dalam sesi ini, Ayah Jayanti—sapaan akrab beliau—mengajak kakak shalih-shalihah untuk mengenal profesi arsitek dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Kakak belajar bahwa arsitek bukan hanya mendesain bangunan, tetapi juga berpikir kreatif, memperhatikan fungsi, kenyamanan, dan keindahan sebuah ruang.

Kegiatan ini menjadi jendela baru bagi kakak shalih-shalihah untuk memahami bagaimana bangunan yang mereka tempati sehari-hari dirancang dan diwujudkan.

Menggambar Denah: Langkah Pertama Menjadi Arsitek Cilik

Setelah mendapatkan inspirasi dari Ayah Kak Janur, kakak shalih-shalihah diajak langsung untuk mempraktikkan salah satu keterampilan dasar arsitek, yaitu membuat denah sederhana.

Dengan penuh semangat, mereka menggambar denah rumah sesuai imajinasi masing-masing. Ada yang menambahkan ruang belajar, ada yang membuat taman, bahkan ada yang merancang kamar khusus untuk hewan peliharaan. Proses ini melatih kemampuan berpikir logis, motorik halus, sekaligus kreativitas kakak shalih-shalihah.

Presentasi Hasil Karya: Melatih Rasa Percaya Diri

Tidak berhenti di tahap menggambar, kakak kelas 2 juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya denahnya di depan teman-teman.

Momen ini menjadi latihan penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, dan keberanian menyampaikan ide. Suasana kelas pun dipenuhi antusiasme ketika setiap anak berbagi cerita di balik denah yang mereka buat.

Menyiapkan Generasi Kreatif dan Berdaya

Kegiatan Belajar Bersama Ahli ini menjadi langkah awal yang bermakna dalam perjalanan proyek Arsitek Cilik. Melalui pengalaman ini, kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar tentang profesi arsitek, tetapi juga memahami pentingnya kerja keras, kreativitas, dan keberanian bermimpi.

Dengan dukungan guru, orang tua, dan narasumber ahli, SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi masa depan anak-anak.

“Setiap anak adalah arsitek bagi mimpinya. Di SD Islam Bintang Juara, kami membantu mereka merancang fondasi terbaik untuk masa depan.” ✨

Delegasi dan Prestasi yang Diraih SD Islam Bintang Juara pada MAPSI 2025 Tingkat Kecamatan Gunungpati

Delegasi dan Prestasi yang Diraih SD Islam Bintang Juara pada MAPSI 2025 Tingkat Kecamatan Gunungpati

Pada hari Rabu, 6 Agustus 2025, SD Islam Bintang Juara (SDIBJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan generasi berprestasi melalui ajang MAPSI (Mata Pelajaran dan Seni Islami) tingkat SD sekecamatan Gunungpati yang kali ini berlangsung di SD Sekaran.

Ajang MAPSI bukan hanya sekadar perlombaan, melainkan wadah untuk menumbuhkan kecintaan kakak shalih-shalihah terhadap syiar Islam melalui berbagai cabang seni, ibadah, dan keterampilan Islami. Tahun ini, SDIBJ mengirimkan sejumlah delegasi terbaik untuk mewakili sekolah di berbagai kategori lomba.

Delegasi SDIBJ di MAPSI 2025

Berikut adalah nama-nama kakak shalih dan shalihah yang menjadi delegasi SDIBJ:

  • Cabang Adzan & Iqomah: Kak Daffa
  • Cabang Duet Lagu Islami: Kak Dzakwan dan Kak Neyva
  • Cabang Tilawatil Qur’an: Kak Mahrez dan Kak Jehan
  • Cabang Hifdzil Qur’an: Kak Ahmar Azzam dan Kak Almahyra Jananuraga (Hya)
  • Cabang Khitobah: Kak Ihsan Abdillah dan Kak Syauqina Adzkia
  • Cabang Cerita Islami: Kak Keanu dan Kak Jennaira
  • Cabang Praktik Wudhu & Shalat: Kak Arkan Fawazy dan Kak Allea
  • Cabang Rebana: Grup Rebana An Najma (Kak Naura, Kak Aylin, Kak Arsenio, Kak Najia Kinarian, Kak Yossy, Kak Akhtar, Kak Satria, Kak Royyan, Kak Naoki, Kak Dinka, dan Kak Farabi).

Setiap cabang lomba memberikan kesempatan bagi kakak shalih-shalihah untuk menampilkan bakat terbaik mereka sekaligus melatih keberanian tampil di depan umum.

Prestasi Membanggakan

Alhamdulillah, dari kompetisi ini, SDIBJ berhasil meraih sejumlah prestasi yang membanggakan, di antaranya:

  • 🏆 Juara 3 Hifdzil Qur’an Shalih – Kak Ahmar Azzam
  • 🏆 Juara Harapan 1 Hifdzil Qur’an Shalih – Kak Almahyra Jananuraga (Hya)
  • 🏆 Juara 3 Praktik Wudhu dan Shalat Shalih & Shalihah – Kak Arkan Fawazy dan Kak Allea
  • 🏆 Juara 2 Rebana – Grup Rebana An Najma (berhasil mempertahankan prestasi mereka pada MAPSI 2024 di cabang ini).

Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kakak SD Islam Bintang Juara tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga tumbuh dengan akhlak mulia dan kecintaan pada nilai-nilai Islam.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Bagi SD Islam Bintang Juara, partisipasi dalam MAPSI bukan sekadar mengejar piala, tetapi juga melatih mental, menguatkan kebersamaan, serta menanamkan semangat fastabiqul khairat—berlomba-lomba dalam kebaikan.

Kemenangan adalah bonus, sementara pengalaman, keberanian, dan nilai yang ditanamkan jauh lebih berharga bagi perjalanan pendidikan kakak shalih dan shalihah.

Penutup

Selamat untuk para pemenang, dan apresiasi tinggi bagi seluruh delegasi SDIBJ yang sudah berjuang dengan penuh semangat! Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan menebarkan syiar Islam di manapun berada.

“Di Sekolah Islam Bintang Juara, prestasi bukan hanya tentang hasil, tetapi juga proses belajar yang menumbuhkan iman, ilmu, dan akhlak.” ✨

Kelas 4A & 4B Belajar Mitigasi Iklim Bersama BMKG sebagai Bagian dari Tahap Pengenalan Project Based Learning Climate Change Adventure

Kelas 4A & 4B Belajar Mitigasi Iklim Bersama BMKG sebagai Bagian dari Tahap Pengenalan Project Based Learning Climate Change Adventure

Sebagai bagian dari tahap pengenalan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning / PBL), kakak kelas 4A dan 4B SD Islam Bintang Juara kembali melanjutkan petualangan mereka dalam proyek Climate Change Adventure. Setelah sebelumnya belajar bersama Kak Cilun Djakiman, Marine Biologist dari Universitas Pattimura, kali ini para kakak mendapat kesempatan istimewa untuk menggali inspirasi langsung dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Menyapa Alam Lewat Taman Alat BMKG

Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke taman alat BMKG. Di sana, kakak diperkenalkan dengan berbagai instrumen yang digunakan untuk memantau kondisi alam. Ada alat pengukur kecepatan angin, curah hujan, hingga perangkat untuk mencatat suhu.

Kakak shalih-shalihah tampak antusias melihat langsung bagaimana alat-alat tersebut bekerja. Jika biasanya mereka hanya mendengar istilah “prakiraan cuaca” di televisi atau ponsel orang tua, kali ini mereka belajar bahwa di balik semua itu ada ilmu dan teknologi yang mendukung.

Belajar Lebih Dekat Tentang BMKG

Setelah berkeliling taman alat, kakak diajak masuk ke ruang meeting BMKG. Di sana, para petugas menjelaskan apa itu BMKG dan peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kakak shalih-shalihah belajar bahwa BMKG tidak hanya sekadar memprediksi cuaca, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi terkait iklim dan mitigasi bencana.

Melalui penjelasan interaktif, kakak semakin memahami bahwa cuaca, iklim, dan kondisi bumi yang berubah-ubah bisa berdampak besar terhadap kehidupan manusia.

Simulasi Bencana: Belajar Menghadapi Situasi Darurat

Salah satu bagian yang paling berkesan bagi kakak adalah saat menyaksikan simulasi menghadapi bencana gempa bumi melalui pemutaran video. Kakak diajarkan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi—mulai dari berlindung di tempat aman, menjaga ketenangan, hingga mencari jalur evakuasi.

Momen ini menjadi pembelajaran penting bahwa mitigasi bukan hanya soal memahami teori, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi kondisi darurat.

Menumbuhkan Kesadaran Mitigasi Perubahan Iklim

Melalui kunjungan ini, kakak kelas 4A dan 4B tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang cuaca dan iklim, tetapi juga belajar bagaimana manusia bisa berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Dari mengenal alat-alat sederhana hingga memahami sistem yang lebih kompleks, semua pengalaman ini menjadi bekal penting dalam proyek Climate Change Adventure.

Kegiatan bersama BMKG menunjukkan kepada kakak shaih-shalihah bahwa setiap langkah kecil—seperti peduli lingkungan, hemat energi, atau menjaga kebersihan—adalah bagian dari mitigasi yang lebih besar untuk bumi yang lebih baik.*** (CM-MRT)

Kelas 4A dan 4B Memulai Climate Change Adventure Melalui Kegiatan Belajar Bersama Ahli

Kelas 4A dan 4B Memulai Climate Change Adventure Melalui Kegiatan Belajar Bersama Ahli

Sebagai sekolah yang mengedepankan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning / PjBL), SD Islam Bintang Juara terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi para siswanya. Salah satunya adalah melalui kegiatan Belajar Bersama Ahli, yang kali ini diikuti oleh kakak-kakak kelas 4A dan 4B dalam rangka pengenalan proyek “Climate Change Adventure”.

Tahap Awal: Mengenal Isu Perubahan Iklim

Proyek Climate Change Adventure menjadi salah satu tema yang sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Perubahan iklim sudah nyata terasa dampaknya, baik dari cuaca ekstrem, kenaikan suhu bumi, hingga terganggunya ekosistem laut. Oleh karena itu, sejak dini anak-anak diajak untuk memahami peran mereka dalam menjaga lingkungan.

Pada tahap pengenalan ini, kelas 4A dan 4B berkesempatan belajar langsung bersama seorang ahli di bidang kelautan, Cilun Djakiman, S.Pi., M.Sc. Beliau adalah Marine Biologist and Researcher di Maritime and Marine Science Center of Excellence, Pattimura University, yang akrab disapa Kak Cilun.

Belajar dari Ahli: Hubungan Cuaca dan Ekosistem Terumbu Karang

Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Jum’at, 5 Agustus 2025. ini menghadirkan diskusi interaktif antara Kak Cilun dan para siswa. Anak-anak diajak untuk melihat kaitan erat antara perubahan iklim dengan kerusakan ekosistem laut, khususnya terumbu karang.

Kak Cilun menjelaskan bahwa kerusakan cuaca yang makin parah, seperti pemanasan global dan pencemaran, dapat berdampak langsung pada kelangsungan hidup terumbu karang. Padahal, terumbu karang merupakan rumah bagi ribuan spesies laut yang menjadi bagian penting dari keseimbangan ekosistem bumi.

Anak-anak dibuat kagum ketika melihat bagaimana ekosistem laut yang indah bisa rusak jika manusia tidak peduli terhadap lingkungannya. Dari sini, mereka mulai memahami bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga bagian dari aksi nyata generasi muda.

Mengasah Rasa Ingin Tahu dan Kepedulian

Sesi Belajar Bersama Ahli ini tidak hanya memberi pengetahuan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak. Mereka aktif bertanya kepada Kak Cilun mengenai peran manusia, upaya penyelamatan laut, hingga langkah kecil apa yang bisa dilakukan dari rumah.

Inilah salah satu keunggulan PBL di SD Islam Bintang Juara: anak-anak tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak berdialog, berefleksi, dan mencari solusi nyata dari isu-isu global.

Langkah Menuju Proyek Nyata

Kegiatan bersama Kak Cilun ini baru merupakan tahap pengenalan. Selanjutnya, kakak-kakak kelas 4 akan melanjutkan perjalanan mereka dalam proyek Climate Change Adventure, mulai dari riset sederhana, diskusi kelompok, hingga menghasilkan karya nyata yang bisa menjadi kontribusi kecil mereka terhadap isu lingkungan.

Dengan kegiatan ini, SD Islam Bintang Juara berharap anak-anak semakin peduli, berdaya, dan tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.*** (CM-MRT)

Menyambut Hari Anak Nasional 2025, SD Islam Bintang Juara Siap Melaksanakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA)

Menyambut Hari Anak Nasional 2025, SD Islam Bintang Juara Siap Melaksanakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA)

Semangat Baru di Hari Anak Nasional 2025!

Hari Anak Nasional 2025 menjadi momen penuh semangat dan kejutan di SD Islam Bintang Juara.  Selain mengisinya dengan kegiatan PAGI CERIA bersama adik-adik PAUD, ada momen istimewa yang tak akan terlupakan.

Tak hanya memperingati hari spesial bagi anak-anak Indonesia, sekolah ini juga mendapatkan kado istimewa berupa 10 unit laptop baru yang siap menunjang kegiatan digital siswa. Kedatangan laptop ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan tonggak penting bahwa SD Islam Bintang Juara kini resmi siap melaksanakan program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA).

Sejak awal berdiri, SD Islam Bintang Juara telah berkomitmen untuk menyiapkan generasi muslim masa depan yang unggul, cakap teknologi, dan berakhlak mulia. Komitmen tersebut kini diwujudkan lebih nyata dengan hadirnya program koding dan penguatan literasi digital, termasuk pengenalan awal pada kecerdasan buatan.

Anak-anak Zaman Digital, Perlu Disiapkan Sejak Dini

Kebutuhan akan literasi teknologi bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Di era serba digital, anak-anak tidak cukup hanya mahir membaca dan menulis, tetapi juga perlu memahami bagaimana teknologi bekerja. Di sinilah pentingnya program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) yang akan mulai diterapkan di SD Islam Bintang Juara.

Koding bukan sekadar mengajarkan anak-anak untuk menulis baris demi baris kode. Lebih dari itu, koding membentuk pola pikir komputasional, mengasah kemampuan problem solving, serta membangun kreativitas dan logika berpikir sistematis. Ditambah lagi dengan pengenalan konsep dasar KA secara kontekstual, siswa diajak memahami bagaimana mesin berpikir dan bagaimana manusia tetap menjadi pengambil keputusan yang bijak.

Amunisi Baru: 10 Laptop Siap Pakai

Kehadiran 10 unit laptop baru memberikan energi segar untuk pelaksanaan program ini. Laptop tersebut langsung digunakan untuk menyiapkan perangkat lunak pembelajaran dan simulasi koding sederhana. Para guru yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan Koding dan KA, kini siap mendampingi siswa menjelajahi dunia baru teknologi secara menyenangkan dan bermakna.

Alhamdulillah, laptop ini adalah hadiah terbaik di Hari Anak Nasional tahun ini. Anak-anak semakin antusias, guru pun makin semangat. Kami sudah tidak sabar melihat mereka belajar coding dan AI dengan ceria,” ujar salah satu guru kelas tinggi.

Selain untuk mendukung pelaksanaan koding dan KA dalam pembelajaran, 10 laptop yang baru datang ini juga akan digunakan untuk pelaksanaan ANBK.

SD Islam Bintang Juara, Pelopor Koding Ramah Anak

Sebagai salah satu pelaksana piloting project KODING dan KA yang ramah anak, SD Islam Bintang Juara memastikan bahwa seluruh kegiatan disusun berdasarkan prinsip belajar yang joyful, mindful dan meaningful. Anak-anak tidak dibebani untuk menjadi ahli dalam waktu singkat, tetapi diperkenalkan secara perlahan, bertahap, dan menyenangkan.

Kegiatan koding akan dimulai dari kelas 3 dengan aplikasi yang sesuai usia, seperti Scratch dan Blockly. Untuk kelas 1 dan 2, pengenalan konsep logika komputer dilakukan melalui permainan unplugged coding, seperti menyusun algoritma menggunakan kartu, papan arah, dan permainan fisik lainnya.

Menuju Masa Depan Cerah Bersama Teknologi

Dengan semangat Hari Anak Nasional, SD Islam Bintang Juara ingin menegaskan bahwa setiap anak adalah bintang yang berhak mendapatkan akses teknologi terbaik. Koding dan KA bukan sekadar tren, tetapi langkah strategis dalam menyiapkan peserta didik agar menjadi pemimpin masa depan yang cerdas digital dan kuat dalam nilai-nilai keislaman.

Selamat datang era baru pembelajaran di SD Islam Bintang Juara! Bersama teknologi, mari ciptakan generasi juara yang siap menyongsong masa depan.*** (CM-MRT)

Pemaparan Program di SD Islam Bintang Juara: Sinergi Sekolah dan Orang Tua di Awal Semester

Pemaparan Program di SD Islam Bintang Juara: Sinergi Sekolah dan Orang Tua di Awal Semester

Setiap awal semester, SD Islam Bintang Juara secara rutin mengadakan kegiatan pemaparan program sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyampaikan program tahunan sekolah sekaligus memperkuat kolaborasi demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Komitmen Bersama Melalui Pemaparan Program Kelas 1 SD

Pada tahun pelajaran 2025–2026, pemaparan program untuk siswa kelas 1 SD dilaksanakan secara luring pada Sabtu, 12 Juli 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh orang tua/wali siswa, guru kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah hingga ketua yayasan. Pemaparan secara langsung ini bertujuan untuk membangun komitmen awal dalam mendampingi masa transisi anak dari PAUD ke SD.

Dalam sesi ini, orang tua turut menandatangani komitmen kerjasama sebagai bentuk kesungguhan dalam mendampingi proses belajar anak, baik dari sisi akademik, karakter, maupun ibadah. Selain itu, pemilihan koordinator kelas (korlas) juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dua arah yang efektif antara pihak sekolah dan orang tua.

Pemaparan Program Kelas 2–6 SD: Lanjutan Sinergi yang Terencana

Bagi siswa kelas 2 hingga 6, kegiatan pemaparan program dilaksanakan secara luring pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari program sebelumnya dengan fokus pada penguatan keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah selama satu tahun ke depan.

SD Islam Bintang Juara menyadari bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh peran aktif orang tua di rumah. Karena itu, keterlibatan orang tua dalam kegiatan-kegiatan seperti outing class, proyek based learning, hingga kegiatan keagamaan akan sangat mendukung terbentuknya karakter anak yang seimbang dan berdaya.

Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua: Kunci Sukses Pendidikan Anak

Kegiatan pemaparan program bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan strategi membangun sinergi antara sekolah dan orang tua. Dalam kegiatan ini, dijelaskan program-program unggulan sekolah, target pembelajaran, serta bentuk dukungan yang dibutuhkan dari orang tua.

SD Islam Bintang Juara percaya bahwa keterbukaan informasi dan komunikasi yang intensif dengan orang tua menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyenangkan, dan bermakna.*** (CM-MRT)