Di penghujung Februari, tepatnya pada Kamis, 27 Februari 2025, suasana di SD Islam Bintang Juara terasa lebih istimewa dari biasanya. Sebelum memasuki libur awal Ramadan, kakak shalih-shalihah mendapatkan kesempatan berharga dengan kedatangan Perpustakaan Keliling dari Dinas Arpus Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat membaca dan meningkatkan kecintaan terhadap literasi sejak dini.
Mengenal Perpustakaan Keliling: Membawa Ilmu ke Sekolah
Perpustakaan keliling merupakan program yang diinisiasi oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang untuk meningkatkan akses bacaan bagi anak-anak dan masyarakat. Dengan menggunakan kendaraan khusus yang dilengkapi rak-rak buku, layanan ini hadir langsung di sekolah-sekolah, memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan dan interaktif bagi siswa.
Antusiasme Kakak Shalih-Shalihah dalam Memilih Buku
Sejak pagi, suasana SD Islam Bintang Juara sudah dipenuhi dengan antusiasme kakak shalih-shalihah dari kelas 1 hingga 6. Mereka secara bergantian mendatangi perpustakaan keliling, memilih buku sesuai dengan minat masing-masing, dan langsung tenggelam dalam dunia literasi yang penuh warna. Beragam buku menarik tersedia, mulai dari cerita anak, ensiklopedia, hingga buku-buku keislaman yang menambah wawasan dan inspirasi.
Tak hanya sekadar membaca, kakak shalih-shalihah juga diminta untuk mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Mereka mencatat judul buku yang dibaca serta hikmah yang dapat diambil dari isi buku tersebut. Aktivitas ini bertujuan untuk melatih pemahaman serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menyerap informasi dari bacaan.
Manfaat Perpustakaan Keliling bagi Anak-Anak
Kegiatan perpustakaan keliling tidak hanya memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan, tetapi juga membawa berbagai manfaat bagi perkembangan anak, antara lain:
Meningkatkan Minat dan Kebiasaan Membaca: Dengan adanya koleksi buku yang menarik dan beragam, anak-anak lebih termotivasi untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Memperluas Wawasan dan Pengetahuan: Beragamnya jenis bacaan yang tersedia membantu anak mengenal berbagai ilmu pengetahuan baru, baik dalam bidang sains, sejarah, maupun nilai-nilai moral dan keagamaan.
Meningkatkan Kemampuan Literasi: Kegiatan membaca yang diikuti dengan pengisian LKPD membantu anak dalam memahami isi bacaan, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta meningkatkan kemampuan menulis dan menyampaikan pendapat.
Memupuk Kreativitas dan Imajinasi: Buku cerita dan kisah inspiratif membantu anak-anak mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas yang dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Kunjungan Perpustakaan Keliling Dinas Arpus Kota Semarang ke SD Islam Bintang Juara menjadi momen yang sangat berkesan bagi kakak shalih-shalihah. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk membaca buku secara langsung, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap literasi dan ilmu pengetahuan sejak dini.
Dengan semangat membaca yang semakin membara, diharapkan siswa SD Islam Bintang Juara semakin gemar menggali ilmu dan menjadikan buku sebagai sahabat dalam perjalanan hidup mereka. Mari terus menumbuhkan budaya literasi dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari! πβ¨*** (CM-MRT)
Jumat Literasi kali ini menjadi momen yang luar biasa bagi kakak kelas 1-6 SD Islam Bintang Juara. Mengusung tema “Petualangan Robotika: Dari Imajinasi ke Kreasi”, acara ini menghadirkan Arief Andhi Yudanarko, founder Komunitas Kampung Robot (Kokaro). Dalam kesempatan ini, kakak shalih-shalihah diajak untuk mengenal lebih dalam tentang dunia robotika, mulai dari pengertian robot, sejarahnya, hingga bagaimana sebuah robot dapat dibangun.
Belajar Robotika dengan Cara yang Seru dan Interaktif
Pak Yuda, sapaan akrab beliau, tidak hanya menyampaikan materi secara lisan tetapi juga menggunakan berbagai media visual. Melalui proyektor, beliau menampilkan video menarik yang memperlihatkan perjalanan dan pengalamannya saat mengikuti lomba robot di Jepang. Tidak hanya itu, kakak juga disuguhkan berbagai video robot canggih yang mampu melakukan beragam tugas menakjubkan.
Antusiasme kakak shalih-shalihah semakin meningkat saat menyaksikan berbagai inovasi robotik yang ditampilkan. Rasa ingin tahu mereka terpancar dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada Pak Yuda. Momen ini menjadi ajang inspirasi bagi kakak untuk mengeksplorasi lebih jauh dunia robotika.
Demonstrasi Langsung Pembuatan Robot Sederhana
Acara semakin menarik ketika Pak Yuda memberikan demonstrasi pembuatan robot sederhana secara langsung. Menggunakan kardus bekas, baterai, serta roda penggerak, beliau memperlihatkan bagaimana robot dapat bergerak. Kakak shalih-shalihah pun terkesima melihat robot sederhana tersebut berjalan ke arah mereka. Ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan teknologi bisa dikembangkan dari bahan yang sederhana sekalipun.
Semangat dan antusiasme kakak dalam mengikuti setiap sesi menunjukkan betapa pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Momen ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga memantik rasa ingin tahu dan minat terhadap ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang robotika.
Menuangkan Imajinasi dalam Lembar Kerja
Setelah sesi inspiratif bersama Pak Yuda, kakak kembali ke kelas masing-masing untuk menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang telah disiapkan. Dalam LKPD ini, kakak diminta untuk menggambar robot sesuai dengan imajinasi mereka serta menjelaskan fungsi dari robot tersebut. Tugas ini menjadi ajang untuk menuangkan kreativitas dan pemahaman mereka tentang robotika yang baru saja dipelajari.
Jumat Literasi kali ini benar-benar memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Dengan menghadirkan ahli di bidangnya, anak-anak tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga terinspirasi untuk berkarya. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat belajar dan eksplorasi di bidang sains dan teknologi bagi kakak shalih-shalihah di SD Islam Bintang Juara!*** (CM-MRT)
Dalam rangka kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Kewirausahaan, SD Islam Bintang Juara mengadakan Fieldtrip ke PT ALBITEC (Alga Bio Teknologi). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari:
Kelas 1 & 2: Selasa, 18 Februari 2025
Kelas 3 & 4: Rabu, 19 Februari 2025
Kelas 5 & 6: Kamis, 20 Februari 2025
Tema yang diangkat adalah βHealthypreneur: Berdaya Tanpa Merusak Lingkunganβ. Melalui kunjungan ini, kakak shalih-shalihah diajak untuk menemukan ide kewirausahaan berbasis kesehatan yang tetap menjaga kelestarian alam. PT ALBITEC, yang berlokasi di Kelurahan Jetis Terawas, RT.03/RW.03, Cepoko, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, dipilih sebagai tujuan karena merupakan Produsen Spirulina Air Tawar Asli Indonesia.
Mengapa PT ALBITEC?
Spirulina dikenal sebagai superfood dengan kandungan nutrisi yang luar biasa. Bahkan, 100 gram spirulina setara dengan 1 kg sayur dan buah. Selain manfaatnya bagi kesehatan, PT ALBITEC juga menerapkan prinsip bisnis Islami dan nilai-nilai Pancasila, menjadikannya teladan inspiratif bagi kakak shalih-shalihah dalam memahami karakter pengusaha Muslim yang sukses dan berkelanjutan.
Tujuan Kegiatan Kunjungan Industri ke PT ALBITEC
Karena setiap program yang ada di SD Islam Bintang Juara menerapkan metode deep learning alias pembelajaran mendalam, tentu saja senantiasa ada tujuan bermakna di tiap programnya. Tak terkecuali kegiatan kunjungan industri ke PT ALBITEC ini. Adapun tujuannya sebagai berikut:
Meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang karakter pengusaha Muslim.
Mengembangkan keterampilan berwirausaha yang sesuai dengan nilai-nilai Islami.
Membangun jaringan bisnis Islami yang kuat dan berkelanjutan.
Meningkatkan motivasi belajar siswa dalam membangun bisnis secara Islami.
Kegiatan yang Dilakukan
1. Pemberangkatan dan Pijakan dari Guru
Sebelum keberangkatan, para guru memberikan arahan kepada kakak shalih-shalihah agar selalu menjaga adab di mana pun berada. Mereka diingatkan tentang pentingnya sopan santun dalam bertamu dan menghormati pemilik usaha.
2. Perkenalan PT ALBITEC oleh Owner, Ibu Falasifa
Sesampainya di lokasi, siswa disambut oleh Ibu Falasifa, ownerPT ALBITEC. Beliau menjelaskan bahwa spirulina juga digunakan sebagai makanan astronot di ruang angkasa karena kandungan gizinya yang tinggi. Hal ini membuat kakak shalih-shalihah semakin antusias untuk mengenal lebih jauh tentang spirulina.
3. Materi tentang Spirulina
Tim dari PT ALBITEC memberikan penjelasan tentang:
Apa itu spirulina?
Bagaimana proses budidayanya?
Apa saja manfaatnya bagi kesehatan?
Kakak shalih-shalihah sangat tertarik mengetahui bahwa spirulina memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga menjaga kesehatan kulit.
4. Keliling Tempat Pengolahan Spirulina
Bagian yang paling ditunggu-tunggu pun tiba! Kakak shalih-shalihah diajak untuk melihat langsung proses produksi spirulina, mulai dari:
Cara menumbuhkan spirulina di kolam khusus.
Proses pemanenan spirulina.
Tahap pengeringan dan pengolahan menjadi berbagai produk sehat.
Tak hanya melihat, mereka juga diberi kesempatan mencicipi minuman spirulina yang kaya nutrisi. Meski rasanya unik, banyak siswa yang menyukainya!
Pelajaran Berharga dari Fieldtrip Ini
Dari kunjungan ini, siswa mendapatkan wawasan berharga tentang bagaimana membangun bisnis berbasis kesehatan yang tetap menjaga lingkungan. Mereka juga belajar bagaimana seorang pengusaha Muslim dapat sukses tanpa meninggalkan nilai-nilai Islami dan Pancasila.
Kunjungan industri ke PT ALBITEC bukan hanya sekadar perjalanan edukatif, tetapi juga pengalaman inspiratif yang membuka wawasan kakak shalih-shalihah tentang Healthypreneur. Diharapkan, setelah kunjungan ini, kakak semakin termotivasi untuk berwirausaha dengan prinsip keberlanjutan, kesehatan, dan keberkahan sesuai ajaran Islam.
Dengan semangat ini, siapa tahu di masa depan akan lahir pengusaha Muslim sukses dari SD Islam Bintang Juara yang membawa manfaat bagi banyak orang? InsyaAllah! ***(CM-MRT)
Tentunya Ayah Bunda tahu dong kalau sistem saraf dan sistem gerak bekerja sama agar tubuh bisa bergerak dengan lincah? Inilah yang dipelajari oleh kakak-kakak kelas 5 dan 6 SD Islam Bintang Juara dalam program Belajar Bersama Ahli (BBA). Kegiatan seru ini berlangsung pada Rabu, 12 Februari 2025, bertempat di Ruang Teater Amarta Lantai 3 RSD K.R.M.T Wongsonegoro (RSWN) Semarang.
Dibuka dengan Antusiasme dan Kejutan Ilmu Baru
Acara dibuka oleh Mukhlis Reza Sukmana, S.KM, Kepala Instalasi PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit), yang menyambut hangat seluruh peserta. Kemudian, dr. Ariyanto Budiarto, selaku Sub Koordinator Informasi dan Pemasaran RSWN, memberikan sambutan yang mengundang tawa dan rasa ingin tahu. Beliau bertanya, βAda yang tahu kepanjangan dari K.R.M.T?β Tak disangka, Pak Dodi, guru pendamping kelas 5, dengan percaya diri berhasil menjawab pertanyaan tersebut! Wah, seru sekali ya!
Dari pihak sekolah, Bu Fia, guru kelas 6, menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar wisata edukasi biasa. Hasil dari pengalaman belajar di rumah sakit ini akan dijadikan dasar bagi kakak kelas 5 dan 6 untuk menyelesaikan Project Based Learning edukator kesehatan sistem gerak. Mereka akan membuat konten edukasi tentang sistem saraf dan gerak, yang akan dibagikan kepada seluruh warga sekolah.
Menjelajah Sistem Saraf dan Gerak Bersama dr. Amalia
Sesi utama diisi oleh dr. Amalia Rizky Widowati, yang membawakan materi bertajuk βSistem Saraf dan Sistem Gerak: Dua Sahabat yang Membuat Tubuhmu Menari.β Dengan gaya bicara yang menarik dan interaktif, beliau menjelaskan bagaimana sistem saraf dan gerak bekerja sama dalam setiap aktivitas kita, mulai dari berjalan hingga melakukan aktivitas harian lainnya.
Tak hanya mendengarkan, para siswa juga ditantang menjawab pertanyaan dari dokter. Mereka yang bisa menjawab dengan benar mendapatkan souvenir berupa boneka maskot RSWN! Sementara itu, murid yang berani bertanya kepada dokter mendapatkan hadiah kalender eksklusif dari RSWN. Wah, seru banget ya, belajar sambil dapat hadiah!
Hospital Tour: Belajar dari Dunia Nyata
Setelah sesi materi, kakak shalih-shalihah diajak untuk Hospital Tour, menjelajahi beberapa ruangan penting di rumah sakit, di antaranya:
1. Ruang Rehab Medik
Di sini, mereka bertemu dengan Halim Mardiyanto, S.Ftr.,Β fisioterapis sekaligus Kepala Instalasi Rehab Medik RSWN bersama dengan timnya. Pak Halim menjelaskan berbagai alat fisioterapi dan fungsinya. Tidak hanya mendengarkan paparan, para siswa juga mendapat kesempatan mencoba alat-alat tersebut, tentunya dengan pengawasan ketat agar tetap aman.
2. Klinik Akupunktur
Bertemu dengan dr. Purwita Andaryani yang akrab dipanggil dr. Popi, siswa mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana akupunktur dapat membantu penyembuhan berbagai gangguan saraf dan gerak. Akupunktur berfungsi untuk mengalirkan energi dalam tubuh manusia, untuk menciptakan keseimbangan dan kesehatan.
Belajar Sistem Saraf dan Gerak yang Menginspirasi
Kak Dea, salah satu siswa peserta BBA, mengungkapkan keseruannya. βTernyata belajar di rumah sakit itu asyik banget! Bisa lihat langsung alat-alat terapi dan belajar tentang sistem saraf serta cara pengobatannya,β ujarnya dengan penuh antusias.
Sementara itu, pada kesempatan yang berbeda, Kepala SD Islam Bintang Juara, Bu Nur Shofwatin Ni’mah, menegaskan bahwa program Belajar Bersama Ahli adalah bagian dari komitmen sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata dan bermakna bagi siswa. βKami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga merasakan langsung aplikasinya di dunia nyata,β tuturnya.
Kesimpulan: Menghubungkan Ilmu dengan Kehidupan Sehari-hari
Melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga pengalaman yang akan mereka ingat sepanjang hidup. Belajar tidak harus selalu di kelas, bukan? Dengan mengunjungi rumah sakit dan bertemu langsung dengan para ahli, mereka mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang kesehatan dan pentingnya menjaga tubuh tetap sehat.
Ayah Bunda bisa mengintip keseruan kegiatan Belajar Bersama Ahli melalui video berikut:
Jadi, siapa yang sudah tidak sabar menantikan keseruan BBA berikutnya? Yuk, terus semangat belajar dan menjelajahi ilmu baru!*** (CM-MRT)
Pada Rabu, 12 Februari 2025, kakak shalih-shalihah kelas 3A dan 3B SD Islam Bintang Juara berkesempatan mengikuti kegiatan Outing Class bertajuk Aku Pahlawan Lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung mengenai pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem hutan mangrove. Bertualang ke Grand Maerakaca dipilih sebagai tujuan, karena lokasi tersebut adalah destinasi edukatif yang menawarkan wawasan tentang keberagaman budaya Jawa Tengah serta kekayaan alamnya.
Tujuan Kegiatan Outing Class Bertualang ke Grand Maerakaca
Sebelumnya, kakak kelas 3A sudah mendapatkan pengantar mengenai hutan mangrove dari Bunda Kak Jehan pada gelaran BBOT (Belajar Bersama Orang Tua). Salah satu dari tujuan mengadakan pembelajaran di luar kelas ke Grand Maerakaca adalah untuk melihat secara langsung ekosistem mangrove.
Secara rinci, berikut ini tujuan dari kegiatan Outing Class “Aku Pahlawan Lingkungan””
Mendorong motivasi belajar siswa melalui pengalaman langsung di lapangan.
Memahami upaya pelestarian tumbuhan melalui hutan mangrove.
Mengamati fenomena dan peristiwa yang terjadi di sekitar hutan mangrove.
Mengidentifikasi, membedakan, dan menghargai identitas diri, keluarga, serta teman-temannya sesuai dengan budaya, suku bangsa, dan bahasa di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
Mengenal keberagaman yang ada di Jawa Tengah melalui rumah adat.
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara langsung dan memahami materi yang telah disampaikan di kelas.
Alur Kegiatan
Agar kegiatan Outing Class ini berjalan lancar dan bermakna, berikut adalah rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh kakak shalih-shalihah kelas 3A dan 3B selama bertualang di Grand Maerakaca:
1. Pengarahan Awal
Sebelum memulai petualangan, kakak shalih-shalihah diberikan pengarahan oleh guide Maerakaca serta beberapa kesepakatan bersama dengan guru pendamping mengenai aturan dan tata tertib selama kegiatan berlangsung.
2. Mengunjungi Jateng Science Center
Kakak belajar tentang sains dan teknologi melalui alat peraga yang tersedia, seperti fosil kupu-kupu dan simulasi gempa bumi. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk menjelajah dan mencoba langsung berbagai eksperimen sains.
3. Berkeliling dengan Kereta Wisata
Kakak shalih-shalihah menjelajahi keberagaman budaya di Jawa Tengah dengan melihat berbagai anjungan rumah adat dari berbagai daerah di provinsi ini. Hal ini memberikan wawasan tentang keberagaman budaya yang ada di sekitar mereka.
4. Eksperimen Sains
Guide Maerakaca memberikan pengarahan dan demonstrasi eksperimen sains yang menarik, seperti eksperimen ledakan gunung dengan mentos serta percobaan telur mengambang di air.
5. Menjelajahi Hutan Mangrove
Kakak shalih-shalihah naik perahu untuk melihat lebih dekat ekosistem hutan mangrove. Mereka juga menyaksikan beragam ikan dapat dilihat dari permukaan air, sebagai bagian dari keanekaragaman hayati di lingkungan tersebut.
6. Tantangan di Grand Maerakaca
Sebagai penutup kegiatan, kakak berkeliling di taman Maerakaca untuk menyelesaikan berbagai tantangan edukatif yang diberikan. Tantangan ini dirancang untuk mengasah keterampilan berpikir kritis dan kerja sama tim.
Kesimpulan
Melalui kegiatan Outing Class Aku Pahlawan Lingkungan : Bertualang ke Grand Maerakaca, kakak kelas 3A dan 3B SD Islam Bintang Juara tidak hanya belajar tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga memahami keberagaman budaya serta memperkuat rasa kepedulian terhadap alam. Dengan metode pembelajaran deep learning yang mindful,meaningful dan joyful, diharapkan kakak shalih-shalihah semakin termotivasi untuk menjadi generasi yang mencintai dan menjaga lingkungan di masa depan.*** (CM-MRT)
Sabtu, 8 Februari 2025 menjadi hari bersejarah bagi Tim Roket Air SD Islam Bintang Juara. Setelah melalui perjalanan latihan intensif selama dua minggu, mereka berhasil meraih posisi ke-6 dalam ajang PAPB Metamorph Competition 2025 cabang perlombaan Roket Air yang diselenggarakan oleh SMP PAPB. Keberhasilan ini bukan sekadar angka, tetapi sebuah pencapaian luar biasa yang penuh dengan perjuangan dan pembelajaran.
Perjalanan Dua Minggu yang Menantang
Dua minggu sebelum perlombaan, Pak Hari Prayogo dari Kompeten.id ditunjuk oleh Bu Siti selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sebagai pelatih dan pendamping tim. Kompeten.id merupakan lembaga yang mengampu ekstrakurikuler Robotik di SD Islam Bintang Juara.
Dengan waktu yang terbatas, Pak Hari harus membimbing sembilan kakak shalih yang terpilih sebagai peserta, yaitu:
Kak Attar – Kelas 6
Kak Jibril – Kelas 6
Kak Fillah – Kelas 6
Kak Arsyad – Kelas 6
Kak Mirza – Kelas 6
Kak Banyu – Kelas 4
Kak Gaza – Kelas 4
Kak Akhtar – Kelas 4
PAPB Metamorph 2025 menjadi pengalaman pertama bagi SD Islam Bintang Juara mengikuti cabang lomba roket air. Dari kesembilan peserta terpilih, hanya tiga yang memiliki sedikit pengalaman menerbangkan roket air. Selebihnya, mereka benar-benar memulai dari nol.
“Tiga hari pertama, kami belajar tentang roket air. Mulai dari merakit hingga menerbangkan roket. Sumber belajar kami adalah YouTube. Setelah paham dasar-dasarnya, kami mulai menyiapkan bahan, dari peluncur hingga bagian roketnya,” ujar Pak Hari mengenang awal perjalanan mereka.
Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal teknis. Di awal latihan, anak-anak masih kurang fokus. Ada yang tiduran, ada yang sibuk ngobrol. “Saya harus menegaskan bahwa waktu kami tinggal satu minggu lagi. Jika ingin hasil yang baik, mereka harus serius,” tambahnya.
Proses Latihan yang Menempa Karakter
Dalam minggu terakhir, pelatihan semakin intens. Pak Hari menantang kakak-kakak untuk membongkar dan merakit ulang roket dalam waktu 15 menit. “Tantangan ini mereka lalui dengan sukses. Saya mulai melihat karakter serius mereka terbentuk,” kata Pak Hari bangga.
Saat uji terbang, mereka mulai memahami fungsi sayap roket. Ada momen lucu sekaligus mendebarkan ketika salah satu roket melesat ke arah gazebo tempat Pak Zaki dan murid-murid lain sedang belajar. Momen ini semakin menyadarkan mereka bahwa presisi dalam merakit roket sangatlah penting.
Saatnya Tim Roket Air SD Islam Bintang Juara Bertanding!
Hari perlombaan tiba. Para peserta ditempatkan di ruangan khusus bersama tim dari sekolah lain, sementara pendamping harus menunggu di luar. Ini menjadi ujian kemandirian bagi mereka.
Saat proses perakitan berlangsung, salah satu anak keluar dan meminta pola sayap. Dengan cepat, Pak Hari membuatkan pola tersebut. Dalam waktu 1,5 jam, roket mereka pun siap untuk diuji coba.
Sebelum peluncuran, salah satu peserta, Kak Banyu, bertanya, “Pak, kita bisa menang kan hari ini?” Pak Hari menjawab dengan penuh semangat, “Iya, bisa! Pemenang adalah mereka yang sungguh-sungguh berusaha sampai akhir, apa pun hasilnya.”
Hasil dan Momen Penuh Makna
Ketika peluncuran dimulai, hasil yang mereka dapatkan adalah:
Tim 1: Out 20 dan Out 20
Tim 2: Skor 3 dan 4
Tim 3: Out 20 dan Skor 5
Dengan hasil ini, Tim Roket Air SD Islam Bintang Juara berhasil menempati peringkat ke-6 dari 28 tim peserta.
“Pak, kita juara ya?” tanya Kak Banyu sekali lagi.
“Kita menang, Kak!” jawab Pak Hari penuh kebanggaan. Menang melawan rasa malas dan menang karena mampu memberikan usaha terbaik.
“Hadiahnya apa, Pak?”
“Hadiahnya adalah selamat! Alhamdulillah, kita peringkat keenam. Next kita belajar lagi ya, Kak.”
Ketika roket mereka berhasil melesat dan mencapai titik yang diinginkan, kakak-kakak merayakannya dengan senyum lepas. “Bagi saya, momen itu sangat berkesan. Mereka telah belajar banyak hal lebih dari sekadar merakit roketβmereka belajar tentang kerja keras, ketekunan, dan kebanggaan atas usaha sendiri,” tutup Pak Hari.
Kisah ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang mereka. Semoga di kompetisi berikutnya, Tim Roket Air SD Islam Bintang Juara bisa meraih prestasi yang lebih tinggi! ππ*** (CM-MRT)