fbpx
Delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara Raih Prestasi Gemilang di Tingkat Kecamatan

Delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara Raih Prestasi Gemilang di Tingkat Kecamatan

Semarang, 20 Agustus 2025 — Suasana penuh semangat terasa di SD Ummul Quro’, Semarang. Hari itu menjadi saksi bagaimana para kakak shalih-shalihah dari SD Islam Bintang Juara tampil percaya diri dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan Gunungpati.

FTBI sendiri merupakan ajang bergengsi tahunan yang diadakan untuk melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, melalui berbagai cabang lomba seperti menulis, membaca, hingga seni bertutur. Festival ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai bahasa ibu sekaligus mengasah bakat mereka dalam bidang literasi dan budaya.

Delegasi SD Islam Bintang Juara

Dalam festival kali ini, SDIBJ mengirimkan para delegasi terbaik di berbagai cabang lomba:

  • Nulis & Maca Aksara Jawa → Kak Djuna dan Kak Hya
  • Sesorah (Pidato Jawa) → Kak Satria dan Kak Naura
  • Geguritan (Puisi Jawa) → Kak Syabil dan Kak Neyva
  • Nulis Cerkak (Cerita Pendek Jawa) → Kak Aqasha dan Kak Lina
  • Macapat (Menyanyikan Tembang Jawa) → Kak Altamis dan Kak Caca
  • Ndagel Ijen (Dagelan Tunggal) → Kak Gesang dan Kak Linda
  • Ndongeng (Mendongeng dalam Bahasa Jawa) → Kak Naoki dan Kak Najma

Setiap delegasi tampil dengan persiapan matang, membawa semangat juang sekaligus kebanggaan sebagai wakil SD Islam Bintang Juara.

Prestasi yang Membanggakan 🏆

Alhamdulillah, kerja keras para kakak shalih-shalihah berbuah manis. Dalam ajang FTBI kali ini, SD Islam Bintang Juara berhasil membawa pulang dua prestasi membanggakan:

prestasi FTBI 2025

  • ✨ Juara 2 Nulis & Maca Aksara Jawa Putra – diraih oleh Kak Djuna
  • ✨ Juara 1 Geguritan Putra – diraih oleh Kak Syabil

Khusus untuk Kak Syabil, keberhasilannya mengantarkan ia melaju ke tingkat kota. Sebuah prestasi yang bukan hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga membawa harum nama sekolah.

Lebih dari Sekadar Lomba

Bagi SD Islam Bintang Juara, ajang FTBI bukan hanya tentang kompetisi. Lebih dari itu, ini adalah pembelajaran berharga tentang bagaimana mencintai bahasa ibu, melestarikan budaya, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyampaikan ide serta kreativitas.

Kemenangan Kak Djuna dan Kak Syabil adalah bukti nyata bahwa konsistensi belajar, dukungan orang tua, dan semangat dari guru membuahkan hasil yang indah. Semoga ke depan semakin banyak kakak shalih-shalihah yang terinspirasi untuk mencintai bahasa Jawa dan ikut berprestasi di panggung yang lebih luas.

Penutup

Selamat kepada seluruh delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara! 👏
Dan tentu, doa terbaik kami untuk Kak Syabil yang akan melangkah ke tingkat kota. Semoga Allah mudahkan dan memberikan hasil yang terbaik.

Semangat terus, Bintang Juara! Bersinar dengan prestasi, berakhlak mulia, dan tetap mencintai budaya bangsa 🌟

Pecah Banget! Semangat Kemerdekaan Guru dan Karyawan di Festival HUT ke-80 Republik Indonesia

Pecah Banget! Semangat Kemerdekaan Guru dan Karyawan di Festival HUT ke-80 Republik Indonesia

Semarak HUT ke-80 Republik Indonesia di SD Islam Bintang Juara tidak hanya dirayakan oleh kakak shalih-shalihah, tapi juga oleh para guru dan PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Kali ini, giliran mereka yang turun langsung ke lapangan, ikut larut dalam keseruan Festival Kemerdekaan yang penuh tawa, semangat juang, dan rasa kebersamaan.

Momentum ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bisa dimaknai dengan cara yang menyenangkan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar PTK di lingkungan sekolah.

Badminton hingga Baju Balon: Ketangkasan dan Keceriaan 🏸🎈

Festival badminton jadi ajang unjuk ketangkasan. Dengan pukulan-pukulan penuh semangat, suasana pertandingan berlangsung sengit tapi tetap penuh tawa.

Lalu datanglah momen yang membuat semua orang gemas: festival baju balon. Guru-guru saling berhadapan. Mereka bergerak cepat untuk mengenakan baju. Dari posisi masih terlipat, hingga harus memastikan kancing baju telah terkancingkan satu per satu.

Namun keseruan tak berhenti di situ. Sembari mengenakan baju, para peserta harus memastikan balon tidak menyentuh lantai. Ada yang menggunakan tangan, kaki hingga kepalanya untuk memastikan balon tetap melayang di udara. Tak sedikit yang kemudian terengah-engah mengejar balon, yang membuat gerakan mereka jadi lucu dan mengundang gelak tawa tanpa henti.

Voli Air: Pecah dengan Tawa dan Cipratan 💦🏐

Gelak tawa dan teriakan dukungan pecah saat festival voli air dimulai. Lapangan yang basah, bola yang terbuat dari kantong plastik diisi air terpantul dari satu sarung ke sarung kelompok lain. Tak jarang, kantongnya pecah sehingga cipratan air mengenai semua peserta, membuat suasana jadi benar-benar “pecah”.

Di momen ini, semua sekat antara guru dan staf hilang, berganti dengan kebersamaan dan tawa lepas.

Festival Futsal: Heboh dan Penuh Sorakan ⚽🔥

Puncak keseruan datang saat festival futsal digelar di Stadion Merdeka. Guru dan staf SD Islam Bintang Juara saling beradu strategi, berlari penuh semangat mengejar bola, dan tentu saja menampilkan gaya-gaya kocak yang membuat penonton terpingkal.

Lebih dari sekadar pertandingan, futsal kali ini mengajarkan bahwa kerja sama dan sportivitas adalah kunci kemenangan sejati.

Semangat Juang yang Menular

Kebersamaan guru dan PTK dalam Festival Kemerdekaan ini bukan hanya tentang olahraga atau permainan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini meneguhkan kembali semangat juang, kebersamaan, dan kekompakan keluarga besar SD Islam Bintang Juara.

✨ “Kemerdekaan sejati adalah ketika kita bisa merayakannya dengan penuh tawa, sportivitas, dan rasa persaudaraan yang hangat.” ✨

Dengan semangat ini, SD Islam Bintang Juara terus melangkah maju, menghadirkan pendidikan berkualitas dan lingkungan belajar yang penuh kehangatan bagi seluruh warga sekolah.*** (CM-MRT)

Deg-Degan tapi Gemas! Keseruan Hari Kedua Festival Kemerdekaan SD Islam Bintang Juara

Deg-Degan tapi Gemas! Keseruan Hari Kedua Festival Kemerdekaan SD Islam Bintang Juara

Setelah meriah dengan lomba non-fisik di hari pertama, Festival Kemerdekaan SD Islam Bintang Juara kembali berlanjut pada Jumat, 15 Agustus 2025. Kali ini, suasana semakin riuh dan penuh tawa karena kakak shalih-shalihah dari kelas 1–6 mengikuti serangkaian lomba fisik yang bikin deg-degan sekaligus gemas.

Tidak hanya menjadi ajang unjuk ketangkasan, kegiatan ini juga sarat makna: menumbuhkan sportivitas, mempererat kebersamaan, dan mengajarkan arti kemerdekaan lewat pengalaman nyata.

Festival Pejuang Tangguh: Tarik Tambang yang Penuh Semangat Juang 💪

Suasana di ruang kelas 2 mendadak bergemuruh saat kakak shalih-shalihah saling beradu tenaga dalam Festival Pejuang Tangguh alias tarik tambang. Dengan wajah serius tapi penuh semangat, mereka bahu-membahu mempertahankan tali agar tim tetap kuat.

Di balik tawa dan sorak-sorai, kakak belajar arti kerja sama, strategi, dan semangat juang pantang menyerah.

Bulu Tangkis dan Festival Fokus “Tangkap Aku” 🏸🎯

Selanjutnya, giliran festival bulu tangkis yang menguji ketangkasan dan fokus. Kakak shalih-shalihah tampil penuh semangat, memukul kok dengan sigap dan lincah.

Tak kalah seru, ada juga festival fokus “Tangkap Aku”. Dengan konsentrasi penuh, kakak harus memindahkan kaleng menggunakan tali-tali. Seru, mendebarkan, sekaligus bikin gemas saat kaleng hampir jatuh tapi akhirnya berhasil dipindahkan bersama-sama.

Futsal Super Seru dengan Komentator Kocak ⚽🤣

Lapangan kembali gegap gempita saat festival futsal dimulai. Bukan hanya karena aksi para pemain yang semangat mengejar bola, tapi juga karena hadirnya komentator super kocak yang bikin suasana makin pecah.

Tawa dan semangat sportivitas menyatu, membuat futsal kali ini bukan sekadar pertandingan, tapi juga ajang kebersamaan.

Festival Makan Buah: Gemas dan Penuh Tawa 🍎🍌

Keseruan berlanjut di festival makan buah. Dengan mata ditutup, kakak shalih-shalihah harus menyuapi teman sekelompoknya. Bayangkan saja, ada yang meleset ke pipi, ada yang kebanyakan ketawa sampai buahnya jatuh!

Namun justru dari momen lucu inilah kakak belajar arti saling percaya, kerja sama, dan menikmati proses bersama tim.

Merayakan Kemerdekaan dengan Sportivitas dan Tawa

Hari kedua Festival Kemerdekaan benar-benar menjadi momen berharga bagi kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara.

✨ “Kemerdekaan itu bukan hanya tentang kebebasan, tapi juga tentang kebersamaan, sportivitas, dan tawa yang menguatkan persaudaraan.” ✨

Lewat lomba-lomba fisik ini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa menjadi tangguh bukan hanya soal menang, tetapi juga soal bekerja sama, saling mendukung, dan menikmati perjuangan bersama.*** (CM-MRT)

Merdeka Itu Seru! Festival Kemerdekaan & Hari Pramuka SD Islam Bintang Juara Penuh Kolaborasi

Merdeka Itu Seru! Festival Kemerdekaan & Hari Pramuka SD Islam Bintang Juara Penuh Kolaborasi

Suasana di SD Islam Bintang Juara pada Kamis, 14 Agustus 2025 terasa begitu meriah dan penuh semangat juang. Hari itu menjadi momen istimewa, karena selain memperingati Hari Pramuka, seluruh kakak shalih-shalihah juga ikut menyemarakkan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan gelaran Festival Kemerdekaan.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang untuk tampil, tetapi juga kesempatan berharga untuk belajar memaknai arti kemerdekaan lewat kegiatan penuh kreativitas, kolaborasi, dan semangat kebersamaan.

Festival Kemerdekaan: Ajang Kreativitas, Bukan Sekadar Kompetisi

Hari pertama Festival Kemerdekaan dipenuhi dengan ragam lomba non-fisik yang super seru. Setiap kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 terlibat penuh dalam berbagai kompetisi yang mengasah kreativitas, konsentrasi, dan kepercayaan diri.

Beberapa kegiatan yang digelar antara lain:

  • 🎶 Festival Paduan Suara – Suara merdu kakak shalih-shalihah berpadu indah, menghadirkan suasana khidmat sekaligus membangkitkan rasa cinta tanah air.
  • 📝 Festival Spelling Bee – Permainan yang melatih ketelitian, fokus, dan kecepatan berpikir dalam mengeja kata-kata bahasa Inggris.
  • 🧠 Festival Cerdas Cermat – Menguji wawasan umum sekaligus melatih strategi dan kerja sama tim.
  • 📖 Festival Baca Puisi – Menyentuh hati dengan lantunan kata-kata penuh makna, membangkitkan rasa nasionalisme.
  • 🏆 Ranking 1 – Permainan penuh ketegangan yang seru, mengajak kakak shalih-shalihah untuk berpikir cepat dan tepat.

Setiap lomba menghadirkan nuansa kompetisi sehat, di mana kakak shalih-shalihah tampil penuh percaya diri dan semangat juang, layaknya para pahlawan yang dulu berjuang untuk kemerdekaan bangsa.

Namun, di balik semua itu, kakak shalih-shalihah belajar bahwa Festival Kemerdekaan ini bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah. Lebih dari itu, kegiatan ini menanamkan nilai kolaborasi:

  • 🤝 Belajar bekerja sama dengan tim.
  • 🧩 Menghargai peran setiap anggota kelompok.
  • 🌟 Menyadari bahwa keberhasilan adalah hasil dari kekompakan, bukan usaha individu semata.

Dengan begitu, kakak shalih-shalihah merasakan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal berani tampil, tapi juga soal bersatu, bekerjasama, dan saling mendukung satu sama lain.

Makna Kemerdekaan dalam Setiap Langkah

Perayaan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi sebuah upaya menanamkan nilai-nilai luhur kemerdekaan dalam diri peserta didik. Melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa kemerdekaan adalah ruang untuk berkarya, berprestasi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Seperti halnya para pahlawan yang berjuang bersama-sama demi Indonesia merdeka, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara pun belajar arti kolaborasi: saling menguatkan, berbagi ide, dan pantang menyerah demi mencapai tujuan bersama.

Penutup

Dengan menggabungkan peringatan Hari Pramuka dan Festival Kemerdekaan, SD Islam Bintang Juara menghadirkan pengalaman belajar yang seru sekaligus penuh makna.

✨ “Festival ini mengajarkan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya tentang kebebasan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa tumbuh bersama dalam kolaborasi.” ✨

Menulis Bukan Sekadar Kata: Serunya Kelas 5 dan 6 Belajar Seni Mengemas Informasi Bersama Ahli

Menulis Bukan Sekadar Kata: Serunya Kelas 5 dan 6 Belajar Seni Mengemas Informasi Bersama Ahli

Dalam rangkaian Project Based Learning (PjBL) “Pahlawan dalam Kata dan Karya”, kakak shalih-shalihah kelas 6 SD Islam Bintang Juara kembali mendapatkan pengalaman istimewa melalui agenda Belajar Bersama Ahli (BBA). Kali ini, mereka berkesempatan bertemu dengan Marita Surya Ningtyas, S.S., seorang blogger sekaligus Koordinator Tim Media Yayasan Dewi Sartika pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Agar lebih seru, diajak pula kakak kelas 5 untuk ikut menjadi peserta dalam sesi belajar kali ini. Dengan mengusung tema “Menulis yang Menggugah: Seni Mengemas Informasi Secara Menarik”, Bu Marita mengajak kakak kelas 5 dan 6 untuk memahami bagaimana sebuah tulisan bisa lebih hidup, jelas, dan bermakna.

Belajar Rumus Menulis yang Tak Lekang Waktu

Sebelum masuk ke praktik, Bu Marita membagikan rumus sederhana yang sering dipakai para penulis profesional: 5W + 1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana).

Melalui formula ini, peserta didik diajak menyadari bahwa menulis bukan sekadar merangkai kalimat, tetapi tentang menyusun informasi dengan rapi agar pembaca mudah memahami. Teknik ini sangat relevan dengan tujuan PBL kali ini, yaitu:

  • Kakak shalih-shalihah mampu memahami teknik menulis teks eksplanasi yang informatif.
  • Kakak shalih-shalihah mampu menemukan ide untuk menuliskan teks eksplanasi yang memikat.

Tantangan Seru: Dari Menulis Tokoh hingga Bedah Artikel

Kegiatan BBA tidak berhenti di teori. Kakak kelas 5 dan 6 langsung diajak mencoba dua tantangan seru yang membuat suasana belajar semakin hidup:

✍ Menulis Paragraf tentang Tokoh

Mereka diminta membuat paragraf pendek tentang seorang tokoh dengan gaya menulis yang menarik dan enak dibaca.

📖 Bedah Artikel 5W + 1H

Kakak juga diajak membaca sebuah artikel, lalu menemukan unsur-unsur 5W + 1H di dalamnya. Tantangan ini melatih mereka berpikir kritis sekaligus memahami struktur sebuah tulisan.

Menulis Itu Menginspirasi

Dari kegiatan ini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa menulis bukanlah hal yang membosankan. Justru, menulis bisa menjadi sarana untuk:

  • Menyampaikan informasi dengan jelas.
  • Menggugah emosi pembaca.
  • Mengabadikan ide, kisah, dan semangat juang para pahlawan.

Seperti pesan Bu Marita, menulis adalah seni yang bukan hanya indah, tetapi juga mampu memberi makna dan inspirasi bagi banyak orang.

SD Islam Bintang Juara dan Komitmen Menumbuhkan Generasi Penulis Hebat

Melalui tahap pengenalan PjBL ini, SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. Bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan abad 21, termasuk kemampuan literasi dan komunikasi yang kuat.

Karena di SDIBJ, setiap anak bukan sekadar belajar menulis, tetapi juga belajar mengemas informasi menjadi karya yang bisa menginspirasi banyak orang.***(CM-MRT)

Kunjungan Kelas 6 ke Museum Mandala Bhakti: Mengawali Project Based Learning dengan Cara yang Seru dan Bermakna!

Kunjungan Kelas 6 ke Museum Mandala Bhakti: Mengawali Project Based Learning dengan Cara yang Seru dan Bermakna!

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran bermakna, SD Islam Bintang Juara kembali melaksanakan Project Based Learning (PjBL). Kali ini giliran kakak-kakak kelas 6 yang memulai proyek bertema “Pahlawan dalam Kata dan Karya”.

Tahap pengenalan proyek ini diawali dengan kegiatan Menggali Inspirasi dari Museum Mandala Bhakti Semarang pada hari Senin, 11 Agustus 2025.

Belajar dari Jejak Perjuangan di Museum Mandala Bhakti

Di museum bersejarah ini, kakak shalih dan shalihah kelas 6 diajak untuk mengamati berbagai informasi mengenai perjuangan bangsa Indonesia. Tujuannya adalah agar peserta didik mampu belajar bagaimana penyampaian informasi sejarah bisa dikemas dan disajikan dengan menarik, sehingga mudah dipahami oleh pengunjung.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan emas untuk melihat langsung bukti nyata perjuangan pahlawan bangsa, sekaligus menggali inspirasi dalam menyusun karya mereka di proyek PBL ini.

Tujuan Pembelajaran dari Kunjungan

Melalui kegiatan ini, terdapat dua tujuan utama yang ingin dicapai:

  • Kakak shalih-shalihah mampu mengamati bagaimana informasi sejarah disajikan di dalam museum.
  • Kakak shalih-shalihah mampu menjelaskan bagaimana cara menyajikan informasi agar lebih menarik bagi pembaca maupun pengunjung.

Dengan begitu, kakak kelas 6 tidak hanya belajar tentang isi sejarah, tetapi juga teknik menyampaikan pesan yang edukatif dan menginspirasi.

Pengalaman yang Berkesan

Bagi kakak kelas 6, kunjungan ke Museum Mandala Bhakti memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Mereka kagum melihat bahwa informasi dalam museum disajikan dalam tiga bahasa: Jepang, Indonesia, dan Inggris, sehingga bisa dipahami oleh pengunjung dari berbagai latar belakang.

Selain itu, kakak juga berkesempatan menyaksikan beragam senjata yang digunakan para pahlawan pada masa perjuangan. Melihat langsung benda-benda bersejarah ini membuat mereka semakin menghargai pengorbanan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Menumbuhkan Apresiasi dan Kreativitas

Kegiatan tahap pengenalan PjBL ini bukan sekadar jalan-jalan ke museum, tetapi sebuah proses belajar untuk melatih kemampuan observasi, analisis, dan kreativitas. Dari pengalaman ini, kakak kelas 6 diharapkan mampu menuangkan inspirasi dalam karya mereka, baik dalam bentuk tulisan, visual, maupun media kreatif lainnya.

Dengan tema “Pahlawan dalam Kata dan Karya”, SD Islam Bintang Juara ingin menanamkan semangat nasionalisme, sekaligus mengajarkan anak-anak bagaimana menyampaikan informasi dengan cara yang menyentuh hati dan relevan dengan generasi masa kini.

“Setiap karya adalah jejak sejarah baru. Dengan belajar dari pahlawan, kakak kelas 6 belajar menjadi generasi yang berani berkarya dan berkontribusi untuk bangsa.” ✨