by admin admin | Nov 29, 2024 | Berita, Kegiatan Siswa
SD Islam Bintang Juara mengawali kegiatan Quranic Leadership Camp (QLC) Tahun Pelajaran 2024-2025, yang insyaAllah berlangsung pada Jum’at – Sabtu, 29 – 30 November 2024 dengan semangat yang membara. Dengan tema “Pemimpin Muslim yang Sigap dalam Bertindak dan Bermanfaat bagi Umat“, acara ini bertujuan mencetak generasi muda yang tangguh, memiliki kepemimpinan Islami, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kak Sulthanu, yang bertugas sebagai pemimpin upacara atau Pratama. Dengan penuh wibawa, Kak Sulthanu memimpin upacara sesuai tata cara yang telah diajarkan sebelumnya. Kehadiran para peserta, guru, dan orang tua menambah khidmat suasana pagi itu di halaman SD Islam Bintang Juara.
Pesan Inspiratif dari Kak Ni’mah pada Pembukaan Quranic Leadership Camp
Dalam kesempatan ini, Kak Ni’mah, yang bertugas sebagai pembina upacara, menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta. Ia mengawali dengan menjelaskan arti dari tema kegiatan. Menurutnya, pemimpin muslim yang sigap adalah seorang pemimpin yang selalu bergerak lancar dalam menjalankan aktivitas. “Sigap bukan sekadar cepat, tetapi juga tangkas, bijaksana, dan penuh pertimbangan,” ungkapnya dengan nada penuh semangat.
Kak Ni’mah juga mengajak para peserta untuk merenungkan QS An-Nashr yang menjadi ayat utama dalam Quranic Leadership Camp tahun pelajaran ini. Surat An-Nashr, yang terdiri dari tiga ayat, mengingatkan umat muslim akan dahsyatnya pertolongan Allah SWT. “Seorang pemimpin muslim sejati adalah pemimpin yang menyadari bahwa semua capaian, kekuatan, dan keberhasilannya berasal dari pertolongan Allah. Maka, sifat rendah hati dan syukur harus senantiasa melekat dalam diri pemimpin,” tegas Kak Ni’mah.
Sebagai bagian dari refleksi, Kak Ni’mah mengajarkan metode Kauny dalam melafalkan QS An-Nashr. Metode ini membuat peserta lebih mudah memahami dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Suara lantang para peserta yang mengucapkan ayat demi ayat dengan penuh penghayatan menambah khidmat suasana pagi itu.
Pentingnya Tata Cara Upacara yang Benar
Selain itu, Kak Ni’mah memberikan edukasi tentang tata cara upacara yang benar. Ia menekankan bahwa saat berdiri dalam barisan, tubuh harus tegap dengan kaki sejajar tanpa salah satu sisi lebih tinggi. Saat memberi hormat kepada bendera, posisi tangan harus 90 derajat, berbeda dengan hormat kepada selain bendera, yang cukup 45 derajat.
“Sebagai wujud hormat kepada bendera, kapan pun kita melihat Sang Merah Putih berkibar, kita harus berhenti sejenak dan memberikan penghormatan. Ini adalah cara kita menghargai perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia,” ujar Kak Ni’mah, mengingatkan peserta akan pentingnya nasionalisme sebagai bagian dari karakter seorang pemimpin.

Simbol Resmi Pembukaan Quranic Leadership Camp
Sebagai tanda dibukanya secara resmi kegiatan QLC, dilakukan pemakaian slayer kepada perwakilan peserta. Slayer ini melambangkan semangat dan tanggung jawab para peserta selama mengikuti kegiatan. Pemakaian slayer untuk peserta shalih dilakukan oleh Bapak Daud Djiwandono, Ketua FORSI SD Islam Bintang Juara, sementara untuk peserta shalihah dilakukan oleh Bunda Vivi Psikolog, Ketua Yayasan Dewi Sartika.
Dengan sigap, bersamaan diterimanya slayer oleh Kak Damar dan Kak Kia selaku perwakilan peserta, seluruh peserta QLC juga memasangkan slayernya masing-masing. Kegiatan ini secara resmi menandai dimulainya perjalanan dua hari yang penuh ilmu, pengalaman, dan tantangan. Semua peserta terlihat antusias untuk menjalani rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya menyenangkan tetapi juga membangun karakter Islami yang kokoh.
Refleksi dan Harapan
QLC kali ini menjadi momentum penting bagi SD Islam Bintang Juara untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Islami kepada para siswa. Dalam dua hari ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan kepemimpinan yang dirancang untuk memperkuat spiritualitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab mereka.
Harapannya, melalui QLC ini, kakak shalih-shalihah dapat memahami bahwa menjadi seorang pemimpin tidak hanya tentang mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana membawa kebaikan bagi umat dan lingkungan.
Dengan pembukaan Quranic Leadership Camp yang penuh inspirasi, SD Islam Bintang Juara siap menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi pemimpin muslim yang sigap bertindak dan bermanfaat bagi umat. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.*** (CM-MRT)
by admin admin | Nov 26, 2024 | Berita, Edukasi
Pada masa PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) seperti ini, orang tua berbondong-bondong “berbelanja sekolah.” Apakah Ayah Bunda salah satunya?
Tidak bisa dipungkiri memilih sekolah memang butuh banyak pertimbangan.
Tentunya Ayah Bunda tidak ingin salah memilih lembaga pendidikan yang akan menjadi tempat belajar untuk kakak shalih dan shalihah bukan?
Itulah mengapa Sekolah Islam Bintang Juara membuka program school touring. Salah satu tujuannya agar orang tua bisa melihat langsung bagaimana pembelajaran dan interaksi guru – siswa sehari-hari.
Mau tahu apa manfaat school touring lainnya? Yuk Ayah Bunda tengok satu per satu informasi di bawah ini.
Manfaat School Touring Sebelum Memilih Sekolah
Saat melakukan proses “belanja sekolah”, setidaknya ada lima hal penting yang perlu Ayah Bunda ketahui terkait manfaat School Touring:

1. Mengetahui FIlosofi Pembelajaran
Dengan mengikuti School Touring, Ayah Bunda bisa mendapat penjelasan langsung tentang filosofi di balik kurikulum dan metode pembelajaran yang ada di sebuah sekolah. Contohnya, ketika berkunjung ke SD Islam Bintang Juara, Ayah Bunda bisa mengetahui tentang filosofi di balik frasa “Tuntas” dan “Bergerak Lancar.”
Kedua frasa ini akan sering Ayah Bunda dengar saat berada di satu-satunya SD penggerak di Kecamatan Gunung Pati Angkatan 2 ini. Maksud dari kata “Tuntas” adalah sebagai pijakan agar kakak shalih-shalihah mengerjakan semua aktivitas hingga selesai.
Apabila belum selesai satu aktivitas, maka tidak diperbolehkan melanjutkan ke aktivitas lainnya. Hal ini melatih kakak shalih-shalihah agar fokus berkegiatan dan bertanggungjawab pada aktivitas yang sedang dikerjakan.
Sementara frasa “Bergerak Lancar” merupakan pijakan agar kakak shalih-shalihah fokus dalam menjalani aktivitasnya. Jika kakak shalih-shalihah ingin segera tuntas sebuah aktivitas, maka penting untuk bergerak lancar.
Apabila tidak bergerak lancar, ada banyak hal yang bisa terjadi. Misal, teman satu kelas bisa ikut terlambat mengikuti aktivitas lainnya. Tentu merugikan bukan apabila karena perilaku satu orang mempengaruhi seluruh kelas?

Selain tentang makna di balik “Tuntas” dan “Bergerak Lancar”, Ayah Bunda juga bisa mendengar banyak hal-hal menarik pada saat school touring, yang mungkin selama ini belum diketahui. Misal, terkait mengapa kakak shalih-shalihah diwajibkan menggunakan sepatu bertali.
Hayo, adakah Ayah Bunda yang mengetahui maksud dan tujuan di balik kewajiban ini?
2. Mengintip Kegiatan Pembelajaran
Tidak hanya mendapat pengetahuan tentang filosofi di balik pembelajaran yang ada di sekolah, Ayah Bunda juga bisa melihat langsung kegiatan pembelajaran di kelas-kelas. Ayah Bunda bisa melihat bagaimana kakak shalih-shalihah berinteraksi dengan ibu dan bapak guru.
Ayah Bunda juga bisa saja terkaget-kaget melihat kelas yang satu dan lain bisa memiliki aktivitas yang berbeda. Di SD Bintang Juara, kakak shalih-shalihah akan dilatih untuk tuntas dalam menyelesaikan setiap aktivitas.
Bisa jadi ada kelas yang sudah bergerak lancar sesuai jadwal untuk makan bekal, tetapi ada kelas lain yang tertinggal dan masih harus menyelesaikan sholat dhuha. Ibu dan Bapak Guru biasanya akan menggunakan momen ini untuk mengajak kakak shalih-shalihah mengambil hikmah dari keterlambatan atau ketertinggalan tersebut.
Kakak shalih-shalihah jadi bisa menarik kesimpulan, “Ooh ternyata kalau saya terlambat datang piket, aktivitas satu kelas bisa terhambat. Besok lagi saya nggak akan datang terlambat.”
Ibu dan Bapak Guru di Bintang Juara berperan sebagai fasilitator sehingga kakak shalih-shalihah bisa lebih aktif dalam merespon.
3. Mendapat Pemaparan Program Sekolah
Selain bisa mengintip keseruan interaksi antara guru dan siswa selama pembelajaran di kelas, Ayah Bunda juga bisa mendapat informasi selengkap-lengkapnya mengenai program apa saja yang ada di sekolah.
Pastinya setiap sekolah memiliki program unggulannya masing-masing. Melalui School Touring, Ayah Bunda bisa mendapat pemaparan langsung dari pihak sekolah terkait program-program tersebut.
Misalnya di SD Islam Bintang Juara, ada program pembiasaan adab dan akhlak, jurnal pagi, ada kegiatan tidur siang (Qailullah), katering sehat di sekolah, menyantap snack sore, program P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), program parenting, ekstrakurikuler panahan, tahfiz, dan masih banyak lagi.
Salah satu kegiatan pembelajaran yang rutin dilakukan oleh SD Islam Bintang Juara adalah field trip. Ayah Bunda, pastikan mampir untuk membaca keseruan Field Trip Calon Pemimpin Muslim ke Rumah Inovasi juga ya.

4. Bertanya Jawab Sampai Puas dengan Pihak Sekolah
Pada saat pihak sekolah memaparkan program-programnya, ataupun ketika berkeliling ke kelas-kelas, Ayah Bunda mungkin saja memiliki pertanyaan yang muncul di benak. Jangan dipendam, utarakan saja dan tanyakan agar tidak menimbulkan kebingungan dan salah persepsi.
Insya Allah pihak sekolah akan memberikan jawaban sesuai dengan filosofi dan visi misi yang dimiliki. Biasanya Ayah Bunda yang datang ke SD Islam Bintang Juara akan bertanya-tanya mengenai beberapa hal ini:
- Mengapa memilih konsep full day school?
- Mengapa tidak semua kelas memiliki AC (Air Conditioner)?
- Mengapa jendela di ruang kelas dibuat dalam ukuran besar?
- Mengapa ada program Qailullah? Bagaimana pelaksanaannya?
- Mengapa tidak ada kantin di sekolah?
- Apa saja kegiatan setelah kakak shalih-shalihah tidur siang?
- Apakah siswa SD Islam Bintang Juara mengenakan seragam setiap hari?
Nah, apabila Ayah Bunda memiliki pertanyaan yang sama atau mungkin ada pertanyaan lain yang belum tertulis di atas, silakan langsung saja datang ke sekolah untuk mendapat jawabannya ya.
5. Berkonsultasi dengan Psikolog
Tidak semua sekolah memiliki psikolog khusus untuk memberikan pendampingan kepada siswa. Di sinilah spesialnya Sekolah Islam Bintang Juara.

Selain karena didirikan oleh Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi, M.Psi, Psikolog (Bunda Vivi), SD Islam Bintang Juara juga mendapat pendampingan khusus dari Biro Psikologi Qualifa. Pada saat School Touring, ada kesempatan istimewa untuk berkonsultasi khusus dengan Bunda Vivi Psikolog.
Ayah Bunda yang memiliki kekhawatiran tentang tumbuh kembang putra-putrinya, bisa berbincang langsung dengan ahlinya. Kapan lagi kan mengintip sekolah sekaligus mendapat konsultasi psikologi?
Sayangnya nih belum banyak sekolah yang mengadakan School Touring. Biasanya kalaupun ada sekolah yang memberikan kesempatan kepada orang tua untuk melihat-lihat sekolah, konsepnya menggunakan metode Open House.
Memang apa bedanya?
Pada saat Open House, sekolah tidak membatasi jumlah pengunjung. Siapa saja bisa hadir ke sekolah menikmati hasil karya anak didik ataupun pementasan yang disiapkan.
Sedangkan School Touring biasanya memiliki jumlah peserta yang terbatas. Hal ini agar pemaparan dari pihak sekolah bisa tersampaikan dengan lebih maksimal. Selain itu juga terbuka kesempatan lebih lebar untuk berdiskusi dan tanya jawab antara calon orang tua dan pihak sekolah.
Sekolah Islam Bintang Juara adalah salah satu lembaga pendidikan di Semarang yang rutin mengadakan school touring selama masa PPDB. Sampai hari ini telah terselenggara dua sesi school touring di SD Islam Bintang Juara.
Alhamdulillah pada bulan Oktober dan Desember 2024, telah terlaksana School Touring batch 1 – 3. Ada berpasang-pasang calon orang tua siswa yang hadir ke SD Islam Bintang Juara dan melihat secara langsung bagaimana pembelajaran di sekolah.
Yuk intip bagaimana keseruan School Touring tersebut melalui video ini:
Setelah membaca manfaat School Touring dan mengintip cuplikan kegiatannya melalui video di atas, apakah Ayah Bunda tertarik untuk mengikuti School Touring di SD Islam Bintang Juara?
Untuk Ayah Bunda yang sudah pernah mengikuti School Touring, ataupun sudah merasakan bagaimana perkembangan kakak shalih-shalihah setelah bersekolah di SD Islam Bintang Juara, boleh banget lo bagikan informasi mengenai kegiatan ini kepada kerabat dan para sahabat.
Semoga informasi mengenai School Touring dan Free Trial Class ini bermanfaat. Ditunggu kehadirannya di SD Islam Bintang Juara, Ayah Bunda.***
by admin admin | Nov 16, 2024 | Artikel, Berita, Berita Utama, Edukasi
Pada Sabtu, 16 November 2024, bertempat di Hotel Candi Indah Convention Semarang, Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) resmi dimulai dengan sesi pertama bertajuk Karunia Fitrah. Dalam sesi ini, Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari menyampaikan konsep penting yang menjadi landasan pengasuhan anak, yaitu Program 1821. Program ini menekankan pentingnya orang tua menyediakan waktu berkualitas bagi anak untuk menjaga dan merawat fitrah yang telah Allah anugerahkan.

Apa Itu Program 1821?
Program 1821 merupakan panduan praktis bagi orang tua untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak. Inti dari program ini adalah komitmen orang tua untuk sepenuhnya hadir bersama anak dari pukul 18.00 hingga 21.00.
Selama periode ini, orang tua diwajibkan menyingkirkan segala bentuk gangguan yang berasal dari perangkat berbentuk kotak, seperti televisi, ponsel, laptop, hingga kompor. Dengan begitu, fokus utama orang tua benar-benar tertuju pada kegiatan bersama anak.
Meski disebut dengan Program 1821, tetapi Ayah Bunda bisa mengganti pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keluarga masing-masing. Namun waktu paling ideal adalah jam tersebut, dikarenakan biasanya di jam-jam itu Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah sudah berada di rumah.
Program ini tidak hanya mengajarkan kedekatan fisik, tetapi juga kedekatan emosional melalui tiga kegiatan utama yang disebut 3B:
1. Bermain (Serius, Bukan Main-main)
Bermain di sini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi melibatkan keterlibatan penuh dari orang tua. Bermain secara serius menunjukkan bahwa orang tua memberikan perhatian penuh, mendukung perkembangan imajinasi dan kreativitas anak.
2. Bicara (Ngobrol yang Nggak Penting Itu Penting)
Berkomunikasi dengan anak dalam suasana santai, tanpa topik berat atau terlalu serius, membantu membangun kepercayaan. Percakapan sederhana ini menjadi momen di mana anak merasa dihargai dan diterima.
3. Belajar (Baca Buku atau Aktivitas Edukatif Lain)
Membaca bersama atau mendiskusikan sesuatu yang bermanfaat membantu menanamkan kecintaan anak terhadap ilmu. Aktivitas ini juga memberi kesempatan bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai positif secara langsung.

Menjaga Fitrah Anak melalui Kehadiran Berkualitas
Dalam modul Karunia Fitrah, Abah Ihsan menjelaskan bahwa setiap anak lahir dengan potensi baik yang disebut fitrah. Namun, menjaga fitrah ini memerlukan upaya dari orang tua untuk terus mendampingi anak, terutama dalam periode emas perkembangan mereka. Program 1821 hadir sebagai langkah nyata bagi orang tua untuk merawat fitrah anak-anak melalui kedekatan yang hangat dan konsisten.
Fitrah anak dapat terdistorsi jika orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan atau distraksi lainnya. Dengan menyediakan waktu khusus seperti dalam Program 1821, orang tua dapat memastikan bahwa hubungan mereka dengan anak tetap harmonis dan mendukung pertumbuhan karakter yang kuat.
Tantangan dan Komitmen
Menerapkan Program 1821 mungkin tidak mudah bagi sebagian orang tua yang terbiasa multitasking atau terikat dengan pekerjaan hingga malam hari. Namun, Abah Ihsan menekankan bahwa perubahan kecil dalam jadwal harian dapat membawa dampak besar. Dengan niat yang tulus dan disiplin, orang tua dapat menciptakan kebiasaan baru yang bermanfaat bagi keluarga.
Mengingat menerapkan kegiatan ini butuh komitmen dan pembiasaan yang rutin, Abah Ihsan menjadikan Program 1821 sebagai salah satu ‘PR” yang harus dilakukan para peserta PSPA hari pertama. Tentunya bagi Ayah Bunda yang belum berkesempatan ikut belajar bersama Abah Ihsan pada PSPA kali ini, boleh juga lo berjamaah bersama menerapkan program ini di rumah.
Menyongsong Generasi yang Lebih Baik
Program 1821 bukan sekadar metode pengasuhan, tetapi juga investasi untuk masa depan anak-anak. Dengan melibatkan diri secara aktif dalam kehidupan anak selama minimal tiga jam setiap hari, orang tua tidak hanya mendidik tetapi juga menjadi teladan bagi mereka. Hubungan yang erat ini akan menjadi fondasi kuat bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai individu yang percaya diri, berkarakter baik, dan memiliki hubungan yang sehat dengan orang tua mereka.
Melalui Program 1821, Abah Ihsan mengajak setiap orang tua untuk merenungkan peran mereka, mengutamakan kedekatan dengan anak, dan memastikan bahwa setiap momen berharga yang dilewati bersama menjadi bagian dari perjalanan yang bermakna. Karena di balik setiap anak yang hebat, selalu ada orang tua yang hadir sepenuh hati.
Jika di hari pertama, Ayah Bunda peserta PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) mendapat PR untuk melaksanakan Program 1821, kira-kira di hari kedua nanti akan mendapat tantangan bermakna apa lagi ya?*** (CM-MRT)
by admin admin | Nov 16, 2024 | Berita, Prestasi
Pada 15-17 November 2024, siswa-siswi SD Islam Bintang Juara berpartisipasi dalam tiga ajang bergengsi: Student Athletics Championships (SAC), Math City Map (MCM), dan Festival Tahfiz Nurus Sunnah. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi kakak shalih-shalihah untuk menunjukkan kemampuan, kerja keras, dan semangat belajar mereka di berbagai bidang.
SAC: Membuktikan Kemampuan Atletik

SAC (Student Athletics Championships), yang berlangsung di Stadion Tri Lomba Juang Semarang, menjadi ajang para siswa untuk bersaing dalam cabang olahraga.
1. Sprint 60 Meter Putra
Pada Jumat, 15 November 2024, Kak Dinka, Kak Farabi, Kak Fillah, Kak Raffie, dan Kak Attar berkompetisi di lintasan lari. Mereka memberikan penampilan terbaik, memadukan kecepatan, fokus, dan semangat juang.

2. Sprint 60 Meter Putri
Sabtu, 16 November 2024, giliran Kak Naina, Kak Rara, Kak Keyna, Kak Amira, dan Kak Adiba yang turun ke lintasan. Dengan tekad kuat, mereka berlomba untuk mengharumkan nama sekolah.
3. Formula One
Cabang ini menjadi salah satu yang paling seru, menggabungkan berbagai nomor atletik seperti rolling, sprint (lari jarak pendek), hurdles (lari gawang), dan slalom course (lari berkelok-kelok). Lomba Formula One dimainkan secara berkelompok dengan lintasan berbentuk oval.
Ahad, 17 November 2024, tim putri yang terdiri dari Kak Kahira Hasna, Kak Neyva, Kak Moza, dan Kak Adzkiya tampil pukul 07.00 WIB. Tim putra yang diwakili oleh Kak Al Kindi, Kak Arsenio, Kak Bilal, Kak Ibrahim, Kak Akhtar, Kak Banyu, Kak Abinaya, dan Kak Yossy mengikuti lomba pukul 08.30 WIB. Kolaborasi dan kerja sama menjadi kunci utama dalam cabang ini.
MCM: Mengasah Logika dan Matematika

Pada Sabtu, 16 November 2024, saat Ayah Bunda menjadi peserta Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA), Kak Firman, Kak Ninda, dan Kak Attar mengikuti Math Trails Competition berbasis aplikasi Math City Map (MCM) di Semarang Zoo. Kompetisi ini menggabungkan pengetahuan matematika dengan eksplorasi lapangan, sehingga kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik memecahkan masalah dalam konteks nyata.
Festival Tahfiz: Menguatkan Hafalan Al-Qur’an

Pada hari yang sama (Sabtu, 16 November 2024) digelarnya MCM dan PSPA Abah Ihsan, Kak Zahra dan Kak Aisyah berlaga dalam Lomba Tahfidz yang diselenggarakan dalam Nurus Sunnah Festival. Kedua siswa ini menunjukkan hafalan terbaik mereka, mencerminkan kecintaan pada Al-Qur’an dan usaha gigih dalam menghafal ayat-ayat suci.
Dukungan Penuh dan Harapan Besar
Partisipasi SD Islam Bintang Juara dalam berbagai kompetisi ini mencerminkan visi sekolah untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik. Para siswa tidak hanya diajak berprestasi secara akademik, tetapi juga unggul dalam olahraga, keterampilan, dan spiritualitas.
Dengan dukungan guru, orang tua, dan semangat siswa, SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menjadi wadah yang mendukung anak-anak untuk berkembang sesuai potensi mereka. Mohon doa dan dukungan, Ayah Bunda, agar para siswa meraih hasil terbaik dalam ajang ini.
Semangat berkompetisi terus menyala, karena setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara!*** (CM-MRT)
by admin admin | Nov 15, 2024 | Berita, Kegiatan Siswa
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, SD Islam Bintang Juara mengadakan kunjungan ke Museum Ranggawarsita di Jalan Abdulrahman Saleh No. 1 Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 11 November 2024 untuk siswa kelas 1 hingga kelas 2, dan 14 November untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6.
Menggunakan angkutan umum, kakak shalih-shalihah dengan pendampingan guru bergerak lancar menuju museum. Di sana mereka diajak mengenal lebih dekat sosok pahlawan dan peristiwa-peristiwa sejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa, khususnya di Semarang dan Jawa Tengah, serta mengenal benda- benda bersejarah.
Kunjungan ke Museum Ranggawarsita Bukan Sekedar Kunjungan Biasa
Tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan semangat kepahlawanan dan nasionalisme sejak dini kepada para siswa. Kepala SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi juga terintegrasi dengan pembelajaran berbasis informasi kontekstual.
“Dengan kegiatan ini, harapannya anak-anak mengenal tentang sosok pahlawan yang telah berjuang untuk negara kita dan peristiwa-peristiwa terkait perjuangan bangsa. Semoga kegiatan ini memberi pengalaman bermakna dan menumbuhkan jiwa nasionalisme,” ungkap Bu Ni’mah.

Apa Kata Pihak Museum Terkait Kunjungan Siswa SD Islam Bintang Juara?
Kunjungan siswa SD Islam Bintang Juara mendapat sambutan positif dari pihak Museum Ranggawarsita. Menurut Bu Riska (staf pelayanan Museum Ranggawarsita), antusiasme kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara menunjukkan bahwa museum kini telah menjadi tempat yang menarik dan edukatif bagi generasi muda.
“Museum kan biasanya dikenal kuno, tapi sekarang kami punya video mapping, ruang visual, jadi museum juga sudah mengikuti zaman. Anak-anak bisa mengenal sejarah dengan cara yang lebih menarik dan modern,” ujar Bu Riska.

Menghidupkan Semangat Belajar Sejarah di Museum
Dengan fasilitas yang interaktif, Museum Ranggawarsita berhasil membuat kakak shalih-shalihah lebih tertarik mempelajari sejarah. Selama kunjungan, mereka tak hanya melihat benda-benda peninggalan sejarah, tetapi juga mendapatkan penjelasan langsung dari staf museum.
Semoga dari kegiatan ini, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara semakin memahami pentingnya sejarah dan bangga terhadap perjuangan pahlawan bangsa.***(CM-SA)
by admin admin | Nov 5, 2024 | Berita, Kegiatan Siswa
SD Islam Bintang Juara menyelenggarakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk Tahun Pelajaran 2024-2025, pada Senin dan Selasa, 4-5 November 2024. Pelaksanaan ANBK ini merupakan upaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk menilai mutu pendidikan di seluruh Indonesia. SD Islam Bintang Juara pun turut berpartisipasi dengan mempersiapkan siswa dan fasilitas pendukung untuk kelancaran pelaksanaan ANBK.
Apa Saja Instrumen pada ANBK?
ANBK di SD Islam Bintang Juara diikuti oleh siswa kelas 5. Mereka mengerjakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang berisi dua jenis tes utama, yaitu literasi dan numerasi, untuk mengukur kemampuan pemahaman membaca serta kemampuan matematika dasar.
Selain instrumen AKM, ANBK juga memiliki dua instrumen lain untuk dinilai;
- Survei karakter – dirancang untuk mengukur pencapaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Profil Pancasila itu terdiri dari Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
- Survei Lingkungan Belajar – Untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
Kedua instrumen ini diisi oleh siswa, guru, dan kepala sekolah untuk menggambarkan suasana pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah.

Persiapan dan Pelaksanaan ANBK TP. 2024-2025
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah telah melakukan persiapan teknis, seperti pengaturan jaringan internet dan kelengkapan perangkat komputer. Dukungan dari para guru dan staf sekolah sangat membantu dalam memastikan kelancaran pelaksanaan asesmen.
Sebelum hari pelaksanaan, kakak shalih-shalihah juga telah melakukan simulasi agar lebih siap secara mental dan memahami tata cara mengerjakan soal berbasis komputer.
Kepala SD Islam Bintang Juara menyampaikan bahwa ANBK bukan sekadar ujian, melainkan bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. “Kami berharap ANBK dapat menjadi refleksi yang membantu kami memahami kebutuhan siswa dan memperbaiki proses belajar mengajar ke depan,” ujarnya.
Alhamdulillah kakak shalih-shalihah Kelas 5 terlihat antusias dan semangat mengikuti ANBK, karena ini juga menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar dari mereka dalam menghadapi ujian berbasis komputer. Pelaksanaan ANBK di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan lancar, diharapkan hasil asesmen ini dapat memberikan gambaran nyata tentang mutu pendidikan dan memberikan masukan untuk pengembangan kualitas sekolah ke depan.*** (CM-MRT)