Calon pemimpin harus paham tantangan apa saja yang di depan mata. Tak hanya itu seorang calon pemimpin juga harus belajar bagaimana menemukan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.
Sesuai dengan tema pembelajaran yang sedang diangkat saat ini; Pembangunan yang Berkelanjutan, kakak shalih-shalihah kembali berkegiatan terkait bagaimana merawat bumi. Bumi semakin tua, sampah ada di mana-mana, apa ya yang bisa kakak shalih-shalihah lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut?
Sebagai informasi, Eco Enzyme adalah hasil dari pengolahan sampah dapur organik yang telah difermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Sampah dapur yang bisa digunakan yaitu kulit buah ataupun sayuran.
Eco Enzyme ini awalnya ditemukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong. Sosok ini juga merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rosukon sudah dimulai sejak tahun 1980an.
Eco Enzyme kemudian diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr Joean Oon, promotor Eco Enzyme International, sekaligus praktisi terapi hemeopati, naturopati, antroposofis keperawatan dan perkembangan anak dari Penang, Malaysia.
Lalu siapakah komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang yang menjadi partner belajar kakak shalih-shalihah pada hari Jum’at, 3 Maret 2023? Yuk, kenalan lebih lanjut, Ayah Bunda.
Berkenalan dengan Komunitas Eco Enzyme Nusantara
Menyadari semakin parahnya pemanasan global sehingga bencana alam terjadi di mana-mana, mulai muncul keinginan untuk mengajak masyarakat dalam rangka menyelamatkan bumi. Secara resmi, Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) didirikan pada tahun 2019. Mengusung visi yang sangat mulia;
Mewujudkan Bumi Kembali Indah dan Lestari untuk Kelangsungan Hidup Umat Manusia dan Segenap Makhluk.
Agar bisa berkolaborasi lebih luas dengan banyak pihak, pada tahun 2020, EEN merasa perlu memiliki legalitas. Hingga kemudian pada Agustus 2020, terbentuklah Perkumpulan EEN yang melingkupi wilayah seluruh Indonesia.
Saat ini EEN telah meluas ke 27 provinsi dengan lebih dari 80 kelompok komunitas yang tersebar di seluruh Nusantara. Semakin banyak pula yang bergabung menjadi relawan untuk menjalankan misi dari komunitas ini:
Melakukan Edukasi dan Sosialisasi Eco Enzyme secara online dan offline kepada masyarakat.
Membangun kesadaran masyarakat untuk mengasihi alam dan mengolah sampah organik.
Membentuk dan melatih Relawan EEN di seluruh Indonesia.
Melakukan kerjasama dengan Pemerintahan daerah dan pusat dalam mengolah sampah organik.
Membentuk tim litbang untuk mengembangkan keilmuan yang berkaitan dengan Eco Enzyme sehingga semakin memberikan manfaat yang lebih luas.
Ketua EEN pusat saat ini yaitu Jimuno Tanaka dari Batam. Sementara itu, Ketua EEN Semarang periode sekarang dipegang oleh Ibu Rinanita.
Pada hari Jum’at, 3 Maret 2023, berikut ini nama-nama pengurus dan relawan aktif EEN Semarang yang membagikan ilmunya tentang Eco Enzyme kepada kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara:
Ibu Yenita selaku ketua bank eco enzym semarang
Ibu Jeany selaku sekretaris EEN Semarang
Ibu Ririn selaku bendahara
Ibu Milan selaku anggota pengurus EEN semarang
Ibu Emma selaku relawan aktif
Ibu Aryanti selaku relawan aktif
Ayah Bunda, sebagai informasi, Komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang telah membangun Bank Eco Enzyme Semarang Hebat sejak tahun 2021 lo. Bank Eco Enzyme tersebut terletak di kecamatan Semarang Utara.
Bank Eco Enzym difungsikan untuk memproduksi eco enzym sebanyak-banyaknya. Bahkan sudah terlihat buktinya untuk menghilangkan bau dan menjernihkan air di polder Tawang.
Pada saat angka Covid-19 masih tinggi, komunitas EEN juga bekerjasama dengan Pemkot Semarang untuk menyemprotkan EEN ke udara untuk mengurangi penyebaran virus Corona selama beberapa kali.
Cara Membuat Eco Enzyme, Yuk Praktekkan di Rumah
Ayah Bunda, mau tahu tidak bagaimana cara membuat Eco Enzyme sebagaimana yang dipraktekkan kakak shalih-shalihah pada hari Jumat, 3 Maret 2023 lalu?
Ternyata sangat mudah lo, Ayah Bunda. Jika kakak shalih-shalihah saja bisa membuat bersama-sama dengan kelompoknya, Ayah Bunda juga pasti bisa membuatnya sendiri di rumah.
Begini nih caranya, pertama-tama siapkan peralatan yang dibutuhkan:
Toples ukuran 1.7 liter
Gelas ukur
Pisau
Telenan
Setelah itu, siapkan juga bahan-bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat Eco Enzyme:
Air 1000 ml
Gula 100 gram, diiris tipis atau dipotong kecil-kecil agar lebih mudah larut
Kulit buah 300 gram, potong atau cacah kecil-kecil dulu ya, Ayah Bunda
Apabila peralatan dan bahan-bahan sudah siap, saatnya melakukan proses pengolahan:
Bersihkan wadah dari sabun atau bahan kimia
Masukkan air bersih sebanyak 1000 ml
Masukkan gula sebanyak 100 gram
Masukkan cacahan kulit buah sebanyak 300 gram
Tutup rapat wadah/ toples
Beri label pembuatan dan tanggal panen. Eco enzyme bisa dipanen setelah difermentasi selama tiga bulan.
Simpan toples di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung
Pada saat belajar mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, kakak shalih-shalihah menggunakan sampah kulit jeruk. Namun sebenarnya kulit buah apapun bisa digunakan ya, Ayah Bunda.
Hanya saja kalau berisi berbagai jenis kulit buah, sebaiknya dicatat di bagian label. Bu Emma, salah satu pemateri menyampaikan, “Beda kulit akan berbeda pula hasil jadinya. Misal kulit nanas dan pisang biasanya akan lebih banyak menghasilkan gaz dibanding kulit buah lainnya.”
Dengan melakukan pencatatan jenis kulit buah pada label, Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah mengamati hasil jadi Eco Enzyme. Apakah akan ada bedanya Eco Enzyme yang terbuat dari kulit jeruk dengan kulit buah lainnya. Bisa jadi sarana eksplorasi untuk kakak shalih-shalihah bukan?
Pada saat proses fermentasi secara alami, bulan pertama akan menghasilkan alkohol, bulan kedua menghasilkan asam cuka, dan bulan ketiga menghasilkan enzym yang siap dipakai.
Manfaat Eco Enzyme Apa Saja Ya?
Mungkin beberapa dari Ayah Bunda ada yang belum mengetahui bahwa Eco Enzyme memiliki banyak manfaat. Selain mampu mengurangi jumlah sampah organik, berikut ini fungsi Eco Enzyme lainnya:
Menghilangkan bau tidak sedap tumpukan sampah di TPS,
Menetralisir udara dari kontaminasi virus Corona,
Penjernih dan penghilang bau air,
Campuran air mandi serta obat kumur untuk menghilangkan batuk dan flu,
Pengganti skincare, bisa menghaluskan kulit wajah,
Sebagai Hand sanitizer,
Sebagai cairan pencuci piring,
Sebagai cairan untuk mengepel lantai, dsb.
Tak hanya itu, Eco Enzyme juga bisa untuk menyembuhkan luka lo, Ayah Bunda. Saat proses belajar mengolah Eco Enzyme, Kak Akhtar, salah satu siswa kelas dua, sempat terluka.
Lalu oleh bu Emma, tangan kak Akhtar yang terluka disemprotkan eco enzyme. Alhamdulillah lukanya langsung menutup dan perdarahan berhenti.
Kata EEN tentang Calon Pemimpin Muslim SD Islam Bintang Juara
Pada saat proses belajar mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2.
Kelompok pertama melakukan aktivitasnya di lantai dua Gedung A SD Islam Bintang Juara. Sementara kelompok kedua yang terdiri dari kakak shalih-shalihah kelas 3-6 beraktivitas di basement Gedung B.
Sebelum acara dimulai, ibu bapak guru telah memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah untuk mengikuti acara dengan fokus. Tidak lupa ibu bapak guru juga mengingatkan agar kakak shalih-shalihah bisa bergerak lancar.
Apabila ada yang ingin ditanyakan, kakak shalih-shalihah bisa mengangkat tangan terlebih dahulu. Jika pemateri sudah memberi kesempatan berbicara, kakak shalih-shalihah baru bisa mengajukan pertanyaannya.
Selain itu, ibu dan bapak guru juga memberikan pijakan untuk menggunakan pisau dengan benar agar tidak ada yang terluka. Setiap anggota kelompok juga diberikan tugas masing-masing; ada yang bertugas mengukur dan mengambil kulit jeruk, ada yang bertugas mengukur dan mengambil air, dsb.
Alhamdulillah dengan pijakan yang diberikan oleh ibu bapak guru, acara Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada hari Jumat, 3 Maret 2023 lalu bisa berjalan dengan lancar dan kondusif.
Bahkan para pemateri dari Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) Semarang memberikan feedback positif lo. Berikut ini beberapa respon yang sampai kepada kami;
Siswa Bintang Juara cukup kritis. Suka bertanya. Sopan dan antusias mendengarkan dan praktek. Cukup menyenangkan mengajar Eco Enzyme di SD Islam Bintang Juara.
Masya Allah, masih kelas 1 dan 2 tapi sangat tenang. Kalaupun ada yang lari-lari, bukan karena gojekan, tetapi untuk ambil barang yang dibutuhkan.
Menyenangkan sosialisasi di SD Bintang Juara. Anak-anak yang hebat, sopan semangat dan pintar. Pertanyaan yang kritis. Semoga anak-anak bisa melanjutkan membuat Eco Enzyme dan mengajarkan ke lingkungan. Semoga mereka bisa sukses.
Masya Allah, alhamdulillah. Tentunya semua ini tidak lepas juga dari sinergi Ayah Bunda dalam pengasuhan kakak shalih-shalihah di rumah.
Bagaimana Ayah Bunda, seru bukan kegiatan P5 kakak shalih-shalihah bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara dalam mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme?
Semoga dengan semakin banyaknya yang mengetahui tentang Eco Enzyme, bumi bisa terawat dengan lebih baik. Pastikan apabila Ayah Bunda sudah mempraktekkan cara membuat eco enzyme di rumah bisa didokumentasikan dan bagikan kepada kerabat ya. ***
“Wah, enak rasanya seperti nastar,” celoteh kak Allea, Faiha dan Hya saat mencicipi makanan ringan berbahan dasar nanas buatan Rumah Inovasi. Sebelumnya kakak-kakak shalih dan shalihah juga telah mencicipi kripik brokoli dan cabai yang katanya nggak pedas lo.
Antusiasme dan ketertarikan kakak shalih dan shalihah tentu saja tidak berhenti pada saat diizinkan mencicipi makanan. Ada banyak hal baru dan menarik yang bisa diamati oleh rombongan Field Trip Calon Pemimpin Muslim ke Rumah Inovasi Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Seperti apa keseruannya? Lanjutkan membaca artikel ini ya, Ayah Bunda, untuk mendapat cerita lengkapnya.
Mengawali Field Trip Calon Pemimpin Muslim dengan Sholat Dhuha
Seluruh peserta Field Trip yang diadakan pada hari Rabu, 1 Maret 2023 berkumpul di Masjid Baitussalihin. Masjid yang terletak di seberang gerbang UNNES ini menjadi saksi calon pemimpin muslim menegakkan Sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
Usai Sholat Dhuha, kakak shalih-shalihah memanjatkan doa pagi agar kegiatan field trip hari itu mendapat kelancaran. Selesai beribadah sunnah, kakak shalih-shalihah menikmati bekal yang dibawa dari rumah di serambi masjid.
Ketika aktivitas pagi telah dituntaskan, para ibu dan bapak guru lalu mengkondisikan rombongan sesuai kelasnya masing-masing. Perjalanan menuju UNNES pun dimulai.
Karena harus melewati jalan raya, para guru telah memberikan pijakan agar kakak shalih-shalihah berjalan dengan rapi dan menyebrang setelah mendapat aba-aba dari guru. Kakak shalih-shalihah juga belajar menjaga keamanan diri dengan berjalan di pinggir sesuai barisan setiap kelasnya.
Sesampainya di gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNNES, kakak shalih-shalihah sangat excited melihat ruangannya yang besar dan banyak terdapat benda-benda unik. Ayah Bunda, perjalanan belum usai, kakak shalih dan shalihah kemudian diajak menaiki tangga menuju ke ruang rapat di lantai tiga.
Berani Menjawab Tantangan dari Tim Rumah Inovasi
Tim Rumah Inovasi UNNES terkesima melihat rombongan SD Islam Bintang Juara yang penuh semangat. Kakak shalih-shalihah juga selalu antusias menjawab semua pertanyaan dari tim Rumah Inovasi.
Sembari menunggu acara dibuka, tim Rumah Inovasi melemparkan beberapa pertanyaan sebagai doorprize. Bagi yang bisa menjawab dengan tepat, tim dari Rumah Inovasi memberikan hadiah unik berupa hasil olahan sampah daun. Cukup banyak lo kakak shalih-shalihah yang mendapat doorprize, dari kakak kelas 1 sampai kelas 6.
Pertanyaan yang diberikan pada saat pembagian doorprize beraneka-rupa. Dari pertanyaan tentang shalat fardhu, jenis-jenis sampah sampai kota di Indonesia yang paling banyak terpapar polusi.
Hebatnya, sebagian besar kakak shalih-shalihah tahu lo jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh tim Rumah Inovasi ataupun ibu bapak guru. Kalaupun ada kakak shalih-shalihah yang menjawab kurang tepat, tidak ada satu pun teman yang menyoraki.
Justru teman-teman saling mendukung dengan memberitahu jawaban yang tepat. Sungguh solidaritas di antara kakak shalih-shalihah sangat kuat ya, Ayah Bunda.
Karena kolaborasi lebih indah dari kompetisi.
Setelah sesi pembagian doorprize usai, kakak shalih-shalihah diberi pijakan untuk fokus dan bersiap mengikuti acara pembukaan.
“Mana siapmu?” “Ini siapku.”
Tentu sudah tidak asing bukan dengan seruan ini di SD Islam Bintang Juara? Alhamdulillah dengan pijakan yang diberikan oleh ibu bapak guru, kakak shalih-shalihah bisa mengikuti acara pembukaan dengan tenang.
Dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, kakak shalih-shalihah semangat sekali lo, Ayah Bunda. Bahkan kakak-kakak kelas 1 SD pun sangat khidmat menyanyikan lagu kebangsaan ini.
Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan. Pertama, ada sambutan dari Ketua Yayasan Dewi Sartika, Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi, M.Psi, Psikolog, atau yang lebih akrab dipanggil Bunda Vivi.
Dalam sambutannya, Bunda Vivi Psikolog menyampaikan alasan di balik kegiatan field trip ke Rumah Inovasi. Sebagai satu-satunya sekolah dasar penggerak di Gunung Pati Angkatan 2, Sekolah Islam Bintang Juara senantiasa mengadakan program-program pembelajaran yang bermakna.
Khususnya, karena saat ini tema pembelajaran yang sedang berlangsung di sekolah adalah Gaya Hidup Berkelanjutan. Tema ini dipilih karena melihat kondisi Indonesia, terutama Semarang, yang semakin banyak sampah. Bahkan di beberapa wilayah akhir-akhir ini sering terjadi banjir.
Diharapkan dengan mengangkat tema ini akan menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap masalah lingkungan. Kemudian, anak-anak bisa mempraktekkan dan mengajak keluarga serta masyarakat di sekitarnya untuk ikut serta.
Field trip kali ini merupakan kegiatan untuk melengkapi aktivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebelumnya. Kakak shalih-shalihah beberapa waktu lalu sudah belajar langsung dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup mengenai jenis-jenis sampah dan pengelolaannya.
Maka tak heran bukan jika kakak shalih-shalihah sangat lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait sampah pada sesi pembagiaan doorprize?
Bunda Vivi juga menyampaikan bahwa para guru sebagai fasilitator pembelajaran senantiasa memantik ide dari kakak shalih-shalihah. Ibu dan bapak guru memberikan pijakan yang tepat, hingga ide-ide hebat terkait pengelolaan sampah muncul dari kakak shalih-shalihah. Misalnya, ide composting yang saat ini sudah berjalan di sekolah.
Ayah Bunda, semoga apa yang disampaikan oleh Bunda Vivi juga didukung oleh aktivitas bermakna yang dilakukan keluarga dalam mengelola sampah rumah tangga di rumah ya. Harapannya tentu saja agar ada sinergi antara sekolah dan orang tua.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan dari Divisi Pengembangan dan Inovasi UNNES. Beliau menyampaikan bahwasanya UNNES memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sendiri.
Dengan adanya TPST, UNNES tidak pernah memberikan kontribusi sampah kepada lingkungan sekitar. Hebat ya, Ayah Bunda?
Sebagai informasi, setiap hari UNNES mengolah 30 ton sampah daun. Sebagian ada yang dibuat menjadi kompos, ada pula yang digunakan sebagai budidaya magot dan sebagian ada juga yang diolah menjadi hasil kriya yang sangat menarik.
Tim Rumah Inovasi juga memaparkan bahwa UNNES telah mampu menghasilkan air kran siap minum. Mendengar cerita tersebut, kakak shalih-shalihah semakin antusias untuk bergegas menuju ke ruang pameran.
Ayah Bunda pasti juga sudah tidak sabar untuk mengetahui cerita lengkapnya kan?
Bergerak Lancar Menuju Ruang Pameran Rumah Inovasi
Untuk mengkondisikan antusiasme kakak shalih-shalihah, ibu dan bapak guru kembali memberikan pijakan bermakna.
“Sebelum menuju ke ruang pameran, pastikan kakak shalih-shalihah sudah menyimpan sampahnya masing-masing ya. Nanti akan kita buang di sekolah atau silakan dibuang ke tempat sampah terdekat.”
Kakak shalih-shalihah bergegas memeriksa sekelilingnya. Mereka saling bekerja-sama untuk mengumpulkan dan membuang sampah yang ada.
Setelah memastikan ruang rapat tersebut bersih dan bebas sampah, ibu dan bapak guru kembali mengelompokkan kakak shalih-shalihah sesuai dengan kelasnya masing-masing. Kali ini rombongan field trip akan melakukan perjalanan terpisah.
Kakak shalih-shalihah kelas 5 dan 6 akan diajak mengunjungi TPST, sedangkan kakak shalih-shalihah kelas 1 – 3 akan melakukan pengamatan di ruang pameran Rumah Inovasi. Masya Allah, saat berjalan menuju ruang pameran di lantai satu, kakak shalih-shalihah bergerak sangat lancar dan tertib lo, Ayah Bunda.
Sebelum memasuki ruang pameran, tim Ruang Inovasi menunjukkan mobil balap yang pernah diikutsertakan pada perlombaan di Jepang. Kak Farabi, kakak shalih dari kelas 3, berani maju untuk mencoba merasakan berada di dalam mobil.
Selanjutnya kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk masuk ke ruang pameran. Tentu saja ibu bapak guru tidak lupa memberikan pijakannya.
“Pastikan teman-teman melihat dan mencatat ya. Amati dan cari informasi yang menarik dan bermanfaat untuk dicatat.”
Alhamdulillah, kakak shalih-shalihah mampu memaknai pijakan tersebut dengan baik. Terlihat bagaimana mereka bergerak lancar mencari informasi, mengamati produk kreasi maupun menyimak penjelasan dari staf Rumah Inovasi.
Tak sedikit pula kakak shalih-shalihah yang mengajukan pertanyaan setelah mendengar penjelasan dari staf Rumah Inovasi. Masya Allah, Ayah Bunda, rasa ingin tahu para calon pemimpin muslim ini luar biasa ya.
Bahkan beberapa kakak shalih-shalihah berceloteh kalau ingin berkunjung kembali ke Rumah Inovasi.
“Apakah boleh ke sini bersama orang tua, Bu?” Tanya kakak shalih-shalihah.
Ayo, Ayah Bunda, jangan sampai antusiasme kakak shalih-shalihah ini meredup ya. Agendakan untuk berkunjung ke Rumah Inovasi bersama seluruh anggota keluarga yuk.
Sebagai informasi, Rumah Inovasi bisa dikunjungi setiap hari dan jam kerja. Ada banyak produk kreasi yang dipamerkan. Boleh dibeli juga lo, Ayah Bunda.
Menutup acara field trip ini, kakak shalih-shalihah diajak berkeliling UNNES. Melihat bagaimana sejuknya udara di UNNES.
Sebelumnya, kakak shalih-shalihah difoto dulu per kelas. Mau melihat dokumentasi kegiatan field trip ke Rumah Inovasi UNNES? Ayah Bunda bisa menengoknya di sini: Intip Kegiatan Field Trip Calon Pemimpin Muslim Yuk.
Keseruan field trip ditutup dengan perjalanan menaiki BRT. Ada yang baru pertama kali lo naik BRT. Pastinya petualangan kali ini berkesan sekali untuk kakak shalih-shalihah.
Sudahkah Ayah Bunda melakukan recalling? Boleh dong dibagikan bagaimana keseruan kakak shalih-shalihah saat menceritakan kembali pengalamannya.
Kesimpulan
Alhamdulillah atas dukungan dan doa dari Ayah Bunda, kegiatan field trip berjalan dengan lancar. Berikut ini insight yang bisa diambil dari event tersebut:
Kakak shalih-shalihah belajar bahwa sebelum memulai aktivitas apapun, doa kepada Allah SWT adalah hal terpenting yang harus dilakukan.
Kakak shalih-shalihah mempelajari pentingnya menjaga keamanan diri dan sekelilingnya saat menyebrangi jalan. Selain itu juga pentingnya menjaga ketenangan ketika bergerak di jalan umum yang ramai.
Kakak shalih-shalihah menumbuhkan keberanian untuk menjawab pertanyaan dan tetap percaya diri walaupun jawaban yang diutarakan masih kurang tepat.
Kakak shalih-shalihah belajar bagaimana mendukung teman-temannya dan tetap memberikan respon yang baik kepada teman yang memberikan jawaban kurang tepat.
Kakak shalih-shalihah belajar untuk mengikuti aturan yang ada di Rumah Inovasi. Belajar untuk kontrol diri untuk tidak memegang benda-benda yang dipamerkan, cukup mengamati dan mencatat hal-hal yang menarik.
Kakak shalih-shalihah menumbuhkan rasa ingin tahu, berani bertanya dan mengungkapkan pendapat tentang hal-hal yang baru dilihatnya di Rumah Inovasi.
Bagaimana seru dan penuh makna kan kegiatan Field Trip calon pemimpin muslim ke Rumah Inovasi? Pastikan Ayah Bunda berbagi cerita ini kepada para kerabat ya. Terima kasih dan sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya.***
RADARSEMARANG.ID, Semarang – SD Islam Bintang Juara, Semarang, memperingati Hari Pahlawan di area sekolah pada Kamis (10/11/2022). Kegiatan dibuka di ruang lantai 2 gedung A, kemudian dilanjutkan di lapangan Pusat Olahraga dan Taman Bermain SD Islam Bintang Juara.
Peringatan Hari Pahlawan tahun 2022 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, SD Islam Bintang Juara berkolaborasi dengan tim Visi Maha Karya memperingati Hari Pahlawan dengan menggelar festival Permainan Tradisional dan Galang Donasi untuk Membeli Kaki Palsu. Siswa-siswi diajak menikmati beragam permainan tradisional yaitu permainan Buldoser, Lompat Tali, Bakiak, Bakiak Batok, Kaki Kepiting, dan Engklek. kegiatan Festival Permainan Tradisional menjadi satu upaya SD Islam Bintang Juara untuk menjaga kelestarian budaya Permainan Tradisional.
Selain mencoba beragam permainan tradisional, siswa-siswi SD Islam Bintang Juara juga mengumpulkan donasi. Donasi yang terkumpul akan diserahkan kepada tim Visi Maha Karya untuk dibelikan kaki palsu. Kaki palsu nantinya akan didonasikan untuk Kak Wilda (penerima manfaat dari program OFOS (One Foot One School) oleh tim Visi Maha Karya). Wilda adalah salah satu Tuna Daksa yang tinggal di Jawa Timur.
Pak Brata dari tim Visi Maha Karya mengatakan Wilda adalah salah satu murid SD di Banyuwangi yang memiliki cita-cita mulia ingin menjadi seorang guru. Semoga dengan donasi terkumpul dari siswa-siswi SD Islam Bintang Juara Wilda bias memiliki kaki baru.
Sabtu, 16 Juli 2022 telah terlaksana kegiatan Silaturahim dan Pemaparan Program Sekolah Dasar Bintang Juara. Kegiatan dilaksanakan dalam 2 sesi. Sesi pertama diikuti oleh seluruh orangtua siswa kelas 1,2 dan 3 serta pertemuan sesi ke-2 diikuti oleh seluruh orang tua siswa kelas 4,5 dan 6.
Ada tiga materi utama yang disampaikan pada kegiatan Silaturahim dan Pemaparan Program Sekolah. Materi pertama berkaitan dengan konsep neuroparenting, materi ini membahas bagaimana menumbuhkan kemampuan leadership sebagai fitrah anak. Materi yang pertama disampaikan oleh Bu Dyah Indah Noviyani S.Psi., M. Psi., Psikolog. Beliau menyampaikan ada enal indikator utama seorang pemimpin dan lima kebutuhan dasar otak agar anak tumbuh dengan skill leadership. Materi kedua disampaikan oleh Pak Mustafa S.T., M.M., M.Kom. Beliau mengajak orang tua untuk memahami konsep-konsep dasar dalam kurikulum merdeka. Pak Mustafa menjelaskan hal-hal apa saja yang butuh di support oleh orang tua untuk menyukseskan program kurikulum merdeka. Salah satu aspek yang membutuhkan support orang tua adalah pendampingan-pendampingan yang dapat meningkatkan ketrampilan literasi dan numerasi pada siswa.
Materi terakhir yang disampaikan adalah pemaparan program yayasan dan sekolah. Bu Nur Shofwatin Ni’mah selaku Kepala Sekolah SD Islam Bintang Juara menyampaikan bahwa setiap program yang dirancang di SD Islam Bintang Juara memiliki filosofi yang terintegrasi dengan ketauhidan dan pengoptimalan tumbuh kembang anak. Bu Nikmah mewakili segenap tim SD Islam Bintang Juara berharap orang tua siswa dapat memberikan support dengan melakukan program-program yang telah dilakukan di sekolah juga dilakukan di rumah.
Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan khidmat. Akhir sesi kegiatan Silaturahim dan Pemaparan Program ditutup dengan pembentukan komite, tanya jawab dan doa penutup.
Semoga dengan adanya kegiatan Silaturahim dan Pemaparan Program yang telah dilakukan, dapat mengselaraskan langkah gerak tim sekolah dan orang tua dalam mendampingi perkembangan siswa secara optimal di segala aspek.
Menebar Kebaikan dengan Berbagi Ta’jil di Bulan Ramadhan
Dengan izin Allah SWT, SD Islam Bintang Juara disponsori oleh orang tua siswa melaksanakan kegiatan “Berbagi Ta’jil” pekan pertama.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 April 2022 di kawasan Jalan Dewi Sartika, Kel. Sukorejo, kec. Gunungpati.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan ridho, rahmat, dan pahala dari Allah SWT di bulan Ramadhan, melalui kegiatan berbagi ta’jil untuk berbuka puasa.
Ada beragam makanan dan minuman yang diberikan oleh orang tua siswa, untuk dibagikan oleh guru-guru SD Islam Bintang Juara, diantaranya :
60 Paket Nasi
20 Donat Kentang
20 Snack Risol
80 minuman kemasan (teh botol, sari kacang hijau, dan susu)
20 pcs tahu bakso
20 gelas kolak
20 paket snack
Maa shaa Allah, semoga kedermawanan Ayah Bunda dalam kegiatan ini menjadi sebab ampunan dan pahala yang besar dari Allah SWT, serta menjadi peningkat derajat surga kita kelak, amin.
⭐💫⭐💫⭐💫⭐💫 WEBINAR PARENTING ISLAMI “Tarbiyah Pubertas Berlandaskan Nilai Al Qur’an”
Maha Besar Allah yang telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dengan fitrahnya untuk selalu bertumbuh dan berkembang. Ayah Bunda, fitrah tersebut juga dimiliki oleh anak – anak kita. Mereka tumbuh dari bayi hingga sekarang, dan berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya. Mereka belajar dari berbagai kondisi lingkungan yang ada.
Ayah Bunda, sudah siapkah anak kita untuk baligh ? Apakah sudah cukup bekal untuk anak-anak kita melewati masa akil baligh ?
Alhamdulillah atas izin Allah untuk ikhtiar dalam mendampingi anak – anak – anak melewati masa baligh, SD Islam Bintang Juara mempersembahkan Webinar Parenting Islami “Tarbiyah Pubertas Berlandaskan Nilai Al Qur’an”. Kegiatan akan dilaksanakan pada :
🗓️Sabtu, 16 April 2022 ⏰ 09.00 – 12.00 WIB 👳🏻♀️ Dr. Faisal Sundani, LC, M.Ed. 📍Zoom SD Islam Bintang Juara 💸 Gratis dan Terbuka untuk Umum (Siapkan infaq terbaik)
LINK PENDAFTARAN ⬇️⬇️⬇️ https://bit.ly/DaftarWebinarDrFaisal
TRANSFER INFAQ TERBAIK ⬇️⬇️ No Rek : 738220553 a.n SD Islam Bintang Juara. Contac Person : 08979978418 (Bu Hanum)
Ya Allah, semoga anak – anak kami selalu dalam lindungan Mu
Ayah Bunda, semoga dengan ikhtiar – ikhtiar kecil, kita dapat membantu mengarahkan masa depan anak kita sesuai dengan fitrahnya.