fbpx
Serunya Berlatih Keaktoran Bersama Teater Lingkar! Kakak SD Islam Bintang Juara Belajar Akting Langsung dari Ahlinya

Serunya Berlatih Keaktoran Bersama Teater Lingkar! Kakak SD Islam Bintang Juara Belajar Akting Langsung dari Ahlinya

Selasa – Rabu pagi, 7 – 8 Oktober 2025, suasana di Gedung Aisiyah SD Islam Bintang Juara terasa berbeda dari biasanya. Ruangan yang biasanya lengang karena sedang dalam proses renovasi, kini dipenuhi suara tawa anak-anak karena menjadi arena latihan yang penuh konsentrasi.

Para kakak shalih dan shalihah — para pemain utama dan pendukung proyek film Hari Guru — bersiap mengikuti sesi Berlatih Keaktoran bersama Teater Lingkar, sebuah kesempatan langka yang membawa mereka lebih dekat pada dunia seni peran profesional.

Dipandu langsung oleh Om Ardinar, yang akrab disapa Om Pay, dari Teater Lingkar Semarang, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 7–8 Oktober 2025. Dari cara berjalan, berbicara, hingga mengatur napas, semuanya menjadi bagian dari proses belajar yang penuh makna.

Belajar Mengatur Napas, Mengatur Emosi

Latihan dimulai dengan hal yang tampak sederhana: mengelola napas perut.
Namun Om Pay menjelaskan, “Aktor yang baik harus mampu mengendalikan dirinya. Nafas adalah pusat kendali.

Kakak-kakak pun diajak untuk fokus pada irama napas mereka—tarik, tahan, hembus. Tujuannya bukan hanya agar suara lebih kuat, tapi juga agar mereka bisa lebih fokus dan menyatu dengan peran yang dimainkan.

Sesi ini menjadi pengalaman baru bagi banyak siswa.
Awalnya deg-degan, tapi ternyata seru banget! Rasanya kayak beneran jadi aktor,” ungkap salah satu kakak kelas 5 dengan senyum semangat.

Dari Reading Script hingga Menjiwai Peran

Setelah latihan pernapasan, kegiatan berlanjut dengan reading script.

Om Pay mengajak para kakak membaca naskah dengan pelafalan yang jelas dan ekspresi yang hidup. Ia sesekali menghentikan latihan untuk memberikan catatan kecil — bagaimana menatap lawan main, kapan harus menurunkan suara, atau bagaimana menunjukkan emosi melalui gesture tubuh.

Bukan hanya membaca, para kakak juga menyanyikan lagu-lagu yang akan ditampilkan dalam film Hari Guru. Ruang latihan seketika berubah jadi tempat penuh harmoni — perpaduan antara akting, musik, dan semangat juang.

Om Pay kemudian memberikan arahan koreografi, membimbing setiap gerak agar lebih mantap dan selaras dengan emosi lagu. “Akting bukan sekadar menghafal, tapi memahami rasa,” pesannya, yang disambut tepuk tangan semangat dari peserta.

Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning di SD Islam Bintang Juara

Di SD Islam Bintang Juara, belajar memang tidak selalu di ruang kelas. Kegiatan seperti latihan keaktoran ini menjadi wujud nyata dari filosofi sekolah: mindful, meaningful, dan joyful learning.

Anak-anak belajar percaya diri, ekspresif, bekerja sama, dan berani tampil — nilai-nilai penting dalam membentuk karakter calon pemimpin masa depan.

Salah satu guru pendamping menyampaikan,

“Kami ingin anak-anak belajar bukan hanya pintar secara akademik, tapi juga siap menghadapi dunia nyata. Teater adalah media luar biasa untuk itu.”

Dari Panggung Latihan ke Layar Film

Menjelang akhir sesi, seluruh peserta menampilkan hasil latihan mereka: kombinasi akting, nyanyian, dan koreografi. Om Pay memberikan tepuk tangan dan berkata,

“Hebat! Kalian bukan hanya belajar akting, tapi belajar menjadi diri sendiri dengan percaya diri.”

Latihan dua hari ini menjadi bekal berharga untuk proyek film Hari Guru yang akan segera digarap. Bukan hanya tentang tampil di depan kamera, tapi tentang memahami arti kerja keras, kebersamaan, dan ekspresi diri.

Penutup

Melalui kegiatan Berlatih Keaktoran bersama Teater Lingkar, SD Islam Bintang Juara kembali membuktikan bahwa pendidikan sejati tidak hanya tentang angka dan teori. Ia juga tentang seni, karakter, dan keberanian mengekspresikan diri.

Bismillah, semoga dari setiap langkah kecil ini lahir generasi yang tidak hanya cerdas pikirannya, tapi juga hangat jiwanya — calon pemimpin yang mindful, meaningful, dan joyful 🌟***(CM-MRT)

Khusyuknya ANBK 2025 di SD Islam Bintang Juara yang Bikin Anak Makin Siap Jadi Pemimpin Hebat

Khusyuknya ANBK 2025 di SD Islam Bintang Juara yang Bikin Anak Makin Siap Jadi Pemimpin Hebat

Senin pagi, 29 September 2025, ruang laboratorium komputer SD Islam Bintang Juara tampak lebih hidup dari biasanya. Kakak-kakak kelas 5, dengan wajah penuh semangat, memasuki ruangan dengan seragam rapi dan hati yang siap. Mereka akan mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun Pelajaran 2025–2026, kegiatan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni Senin dan Selasa, 29–30 September 2025.

Suasana terasa campur aduk—ada rasa antusias, sedikit gugup, tapi juga bangga. Bu Icha, Pak Amir dan seorang guru pengawas dari luar sekolah berdiri menyambut mereka sambil memberi senyum penyemangat.

Tenang ya, ini bukan ujian untuk menilai kamu. Ini kesempatan untuk menunjukkan bagaimana kamu berpikir, memahami, dan menyelesaikan masalah,”
ujar salah satu guru pengawas dengan lembut.

Belajar Lebih dari Sekadar Ujian

Bagi SD Islam Bintang Juara, pelaksanaan ANBK bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi bagian dari perjalanan pendidikan yang bermakna. ANBK menjadi sarana evaluasi mutu pendidikan nasional yang tidak menilai individu, melainkan mengukur proses belajar di satuan pendidikan secara keseluruhan.

Kakak kelas 5 yang menjadi peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Dengan panduan guru pendamping, mereka mengerjakan soal berbasis literasi membaca dan numerasi menggunakan perangkat komputer di ruang laboratorium yang telah disiapkan dengan rapi dan nyaman.

Setiap anak duduk di depan layar, menatap soal demi soal yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, memahami teks, dan menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Tidak ada tekanan nilai—yang ada hanyalah pengalaman belajar baru yang melatih kemandirian, tanggung jawab, dan fokus.

Manfaat ANBK bagi Peserta Didik

Kegiatan ANBK memberi banyak manfaat, terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar yang sedang membangun dasar berpikir dan karakter belajar.
Berikut beberapa di antaranya:

  • Melatih Berpikir Kritis dan Reflektif – Soal-soal ANBK tidak sekadar hafalan, tetapi menuntut kemampuan memahami konteks dan mengambil keputusan logis.
  • Menumbuhkan Literasi dan Numerasi Fungsional – Anak belajar memahami teks dan angka bukan sekadar teori, tetapi bagaimana keduanya hadir dalam kehidupan nyata.
  • Meningkatkan Adaptasi terhadap Teknologi – Karena berbasis komputer, peserta menjadi lebih terbiasa dengan teknologi digital—keterampilan penting untuk generasi masa depan.
  • Membentuk Karakter Tangguh dan Mandiri – Anak belajar mengelola waktu, menjaga konsentrasi, dan menghadapi situasi baru dengan percaya diri.

Persiapan yang Matang dan Dukungan Hangat

Sebelum hari pelaksanaan, guru-guru SD Islam Bintang Juara telah memberikan pembekalan dan simulasi agar peserta terbiasa menggunakan sistem ANBK. Dari cara login, membaca petunjuk soal, hingga teknik menjawab dengan efisien—semuanya dipandu dengan sabar dan telaten.

Bu Nur Shofwatin Ni’mah, S.Pd., Gr., selaku Kepala Sekolah, menyampaikan harapannya:

“ANBK bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi bagaimana sekolah terus belajar memperbaiki diri. Kami ingin setiap anak belajar dengan bahagia, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.”

Kegiatan pun berjalan lancar. Setiap sesi terasa menyenangkan dan bermakna. Di sela-sela kegiatan, terlihat guru dan peserta saling memberi semangat. Tidak ada wajah tegang—yang ada hanyalah raut bangga dan rasa ingin tahu yang terus tumbuh.

Evaluasi untuk Masa Depan Lebih Baik

Hasil ANBK nantinya akan menjadi bahan refleksi bagi sekolah untuk terus memperkuat mutu pembelajaran, baik dari segi akademik maupun karakter. SD Islam Bintang Juara percaya bahwa pendidikan sejati adalah perjalanan bersama antara guru, murid, dan orang tua dalam menumbuhkan generasi beradab, kreatif, dan berdaya saing global.

Kami ingin setiap anak belajar dengan hati, bukan sekadar mengejar angka,” tambah Bu Ni’mah.

🔗 Baca Juga:

Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan ANBK di tahun sebelumnya berlangsung dan apa saja pembelajarannya, yuk baca di artikel berikut 👉
Pelaksanaan ANBK Tahun Pelajaran 2024–2025 di SD Islam Bintang Juara.

Penutup

ANBK 2025 di SD Islam Bintang Juara bukan hanya kegiatan asesmen nasional, melainkan momentum belajar bersama — belajar untuk jujur, berpikir kritis, dan percaya pada kemampuan diri.

Dengan semangat kebersamaan, anak-anak belajar bahwa menjadi “bintang juara” bukan berarti harus selalu menjadi yang terbaik, tapi terus tumbuh menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Karena di SD Islam Bintang Juara, setiap langkah kecil selalu berarti — mindful, meaningful, dan joyful.***(CM-MRT)

Intip Keseruan School Touring Batch 1 SD Islam Bintang Juara, Terbukti Bikin Orang Tua Makin Yakin!

Intip Keseruan School Touring Batch 1 SD Islam Bintang Juara, Terbukti Bikin Orang Tua Makin Yakin!

Rabu pagi, 1 Oktober 2025, aula SD Islam Bintang Juara dipenuhi wajah-wajah penuh antusias. Sekitar dua puluh orang tua hadir mengikuti School Touring Batch 1, rangkaian kegiatan pembuka dari Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026–2027 yang resmi dibuka bulan ini.

Udara pagi yang segar menyelimuti suasana. Dari pintu gerbang, para orang tua disambut hangat oleh tim guru dan panitia penerimaan siswa baru. Senyum, sapaan, dan salam menjadi pembuka yang menandai filosofi sekolah ini: “Mendidik dengan adab, menumbuhkan dengan kasih, dan membimbing dengan teladan.”

Tur Sekolah yang Penuh Cerita

Kegiatan dimulai dengan tur keliling sekolah. Para peserta diajak menyusuri setiap sudut SD Islam Bintang Juara — mulai dari ruang kelas yang nyaman, sentra belajar yang kreatif, hingga area outdoor tempat anak-anak biasa bereksperimen dengan sains dan kegiatan proyek.

Sambil berjalan, guru-guru menjelaskan bagaimana konsep pembelajaran di sekolah ini dirancang agar mindful, meaningful, dan joyful. Bukan sekadar akademik, setiap aktivitas di SD Islam Bintang Juara selalu mengajak anak berpikir, berinteraksi, dan berbuat kebaikan.

“Belajar di sini bukan cuma hafalan. Anak-anak diajak untuk mengalami,” ujar salah satu guru sambil memperlihatkan hasil karya siswa dari kegiatan project-based learning dan leadership journey.

Banyak orang tua terlihat mengangguk kagum. Beberapa bahkan berbisik satu sama lain, “Ternyata pembelajarannya seluas itu ya, bukan cuma di dalam kelas.

Diskusi Hangat Bersama Kepala Sekolah dan Psikolog

Setelah tur selesai, para peserta berkumpul di aula untuk sesi tanya jawab bersama Bu Ni’mah, Kepala SD Islam Bintang Juara, dan Bunda Vivi Psikolog sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika — pendiri Sekolah Islam Bintang Juara.

Bu Ni’mah membuka sesi dengan penuh semangat. Ia menjelaskan bahwa setiap program di SD Islam Bintang Juara lahir dari niat tulus: membentuk anak-anak beradab, cerdas, dan mandiri dalam kebaikan.

Di sini kami percaya, setiap anak adalah bintang. Mereka punya cahayanya masing-masing, dan tugas kita adalah menuntun cahaya itu agar bersinar terang,” tutur Bu Ni’mah.

Kemudian, Bunda Vivi Psikolog menambahkan perspektif psikologis tentang pentingnya kolaborasi antara rumah dan sekolah.

Mendidik anak adalah perjalanan bersama. Sekolah dan orang tua harus saling bersinergi, karena pendidikan terbaik lahir dari kasih sayang dan kehadiran yang tulus,” ujarnya dengan lembut.

Sesi diskusi berlangsung hangat. Para orang tua bebas bertanya — mulai dari kurikulum, sistem penilaian, hingga pendekatan karakter islami yang diterapkan. Dan yang menarik, suasana terasa seperti family talk, bukan formalitas.

Beberapa orang tua bahkan menyampaikan kesan langsung, “Saya merasa nyaman dan yakin. Anak-anak pasti senang sekolah di sini.

Keyakinan para calon wali murid ini makin dikuatkan karena pada sesi diskusi dihadirkan pula Kak Syabil yang menceritakan tentang pengalamannya selama enam tahun bersekolah di SD Islam Bintang Juara. Dengan bahasa yang tertata, Kak Syabil secara jujur berbagi bagaimana dirinya ditempa selama ini. Ada banyak pembelajaran yang ia peroleh. Juga beragam kesempatan untuk mencoba hal-hal baru yang membentuk dirinya makin tangguh.

Lebih dari Sekadar Tur Sekolah

School Touring Batch 1 bukan hanya kegiatan promosi sekolah — tapi juga momen berharga untuk membangun kepercayaan dan kedekatan.

Para orang tua tidak hanya melihat fasilitas, tapi juga merasakan budaya sekolah yang menyejukkan hati: interaksi guru yang lembut, anak-anak yang sopan, serta lingkungan belajar yang menghidupkan nilai Islam dalam keseharian.

Kegiatan ini menjadi langkah awal sinergi yang diharapkan terus tumbuh:

“Bismillah, semoga SD Islam Bintang Juara bisa bersinergi dengan lebih banyak orang tua. Mengasuh bersama calon pemimpin muslim untuk masa depan terbaik bangsa ini.”

Mau Ikut School Touring Batch 2?

Bagi Ayah dan Bunda yang belum sempat hadir pada Batch 1, tak perlu khawatir! School Touring Batch 2 insyaAllah akan dilaksanakan pada Rabu, 22 Oktober 2025.

SD School Touring Batch 2 VERSI Putih

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk melihat langsung bagaimana SD Islam Bintang Juara menumbuhkan potensi anak secara utuh — akal, hati, dan adabnya. Untuk bisa mengikuti, silakan isi form pendaftarannya terlebih dulu yuk, Ayah Bunda.

Dan sebelum datang, yuk kenali lebih dalam mengapa school touring penting bagi Ayah Bunda dengan membaca artikel berikut 👉
🔗 Manfaat School Touring di SD Islam Bintang Juara

Penutup

School Touring Batch 1 membuktikan satu hal: kehangatan dan ketulusan bisa dirasakan sejak langkah pertama di gerbang sekolah.

Di SD Islam Bintang Juara, setiap kegiatan selalu menghadirkan nilai — bukan sekadar mengenalkan sekolah, tetapi menumbuhkan keyakinan bahwa bersama, kita sedang menyiapkan generasi beradab, berilmu, dan berjiwa pemimpin.*** (CM-MRT)

Rapor Tengah Semester & Parenting Class: Sinergi Orang Tua–Sekolah di SD Islam Bintang Juara

Rapor Tengah Semester & Parenting Class: Sinergi Orang Tua–Sekolah di SD Islam Bintang Juara

Sabtu, 27 September 2025, aula SD Islam Bintang Juara dipenuhi suasana hangat penuh harapan. Hari itu bukan sekadar jadwal pembagian rapor tengah semester, melainkan juga momentum berharga bagi sekolah dan orang tua untuk memperkuat sinergi dalam mendidik generasi penerus.

Keistimewaan Rapor 4 Kali Setahun

Biasanya, orang tua menerima rapor hanya dua kali setahun. Namun, SD Islam Bintang Juara memiliki keistimewaan: laporan perkembangan anak dibagikan empat kali setahun.

Manfaat dari sistem ini begitu terasa. Orang tua bisa:

  • Memantau perkembangan anak lebih cepat. Tidak perlu menunggu hingga akhir semester untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki.
  • Mendukung anak tepat waktu. Jika ada kesulitan belajar atau tantangan emosi, orang tua bisa langsung membantu dengan strategi yang sesuai.
  • Menumbuhkan kolaborasi aktif. Guru dan orang tua berjalan bersama, bukan saling menunggu.

Inilah salah satu bukti nyata bahwa SD Islam Bintang Juara konsisten menghadirkan pendidikan yang mindful, meaningful, dan joyful.

Parenting Class: Belajar Jadi Orang Tua yang Lebih Sadar

Khusus bagi wali murid kelas 3, setelah menerima rapor, mereka mendapat kesempatan istimewa mengikuti Parenting Class dengan tema “Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Kemampuan Regulasi Emosi dan Keterampilan Sosial Anak.

Materi ini disampaikan langsung oleh Bunda Vivi Psikolog sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika. Dalam penyampaiannya, Bunda Vivi mengingatkan:

“Belajar parenting membuat kita menyadari bahwa kita sebagai manusia punya banyak kekurangan dalam mendidik anak. Maka, niatkan untuk silaturahim dan menguatkan diri. Tujuan akhirnya adalah mempersiapkan anak agar hidup selamat, bermanfaat, dan kelak berkumpul bersama di surga.”

Regulasi Emosi dan Keterampilan Sosial: Bekal Utama Anak

Bunda Vivi Psikolog menegaskan bahwa setiap anak lahir dengan fitrah: iman, kebaikan, dan potensi unggul. Namun, potensi itu hanya bisa berkembang bila anak dilatih mengelola emosi dan membangun keterampilan sosial.

Beberapa kemampuan dasar yang perlu diperhatikan sejak dini antara lain:

  • Mengelola emosi: anak belajar menenangkan diri saat marah atau kecewa.
  • Kemandirian: berani mengambil keputusan sederhana.
  • Berbahasa: mampu menyampaikan perasaan dengan sopan.
  • Pemaknaan belajar: melihat belajar sebagai hal positif, bukan beban.

Tentu, perjalanan ini tak selalu mudah. Salah satu tantangan besar orang tua masa kini adalah adikasi gadget.

Gadget: Antara Manfaat dan Bahaya

Bunda Vivi Psikolog menguraikan dua sisi gadget. Di satu sisi, gadget bisa bermanfaat sebagai sumber informasi, hiburan, dan melatih keterampilan teknologi. Namun di sisi lain, jika tidak didampingi, gadget bisa menimbulkan dampak negatif: gangguan kesehatan mata, kurang fokus, hingga kesulitan berinteraksi sosial.

Anak lebih tertarik pada gadget mungkin karena orang tua belum mampu menjadi sumber informasi dan hiburan utama bagi mereka,” pesan Bunda Vivi Psikolog yang membuat banyak orang tua merenung.

Peran Ayah dan Bunda yang Saling Melengkapi

Parenting bukan hanya tugas seorang ibu. Ayah pun memiliki peran besar. Ayah memberi tantangan, ketegasan, dan teladan, sementara bunda memberi kelembutan, perhatian, serta dukungan emosional.

Pedoman utama parenting tetaplah Al-Qur’an dan Hadist, dengan prinsip 3K: Kelekatan Emosi, Komunikasi Empati, dan Konsistensi.

  • Kelekatan emosi: hadir penuh untuk anak, tanpa distraksi gadget.
  • Komunikasi empati: mendengar aktif, memahami perasaan anak, dan merespons dengan bahasa penuh hikmah.
  • Konsistensi: membesarkan anak dengan aturan yang jelas dan teladan nyata, tanpa kekerasan.

Penutup: Sinergi yang Menguatkan

Kegiatan rapor tengah semester dan parenting class hari itu bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah perjalanan bersama antara sekolah dan orang tua.

Dengan rapor 4 kali setahun, orang tua lebih terlibat. Dengan parenting class, orang tua lebih terarah. Dan dengan sinergi ini, anak-anak SD Islam Bintang Juara tumbuh bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh secara emosional, beradab, dan siap menjadi generasi yang bermanfaat.***(CM-MRT)

Leadership Journey Day 5: Anak SD Islam Bintang Juara Belajar Life Skill dengan Seru!

Leadership Journey Day 5: Anak SD Islam Bintang Juara Belajar Life Skill dengan Seru!

Hari Jumat, 26 September 2025 menjadi momen yang tak terlupakan bagi keluarga besar SD Islam Bintang Juara. Pada Leadership Journey Day 5, suasana sekolah tampak berbeda. Kali ini, kakak shalih dan shalihah tidak diajak menjelajah hutan, melukis dengan bahan alami, atau bermain game petualangan. Mereka diajak melakukan hal yang sederhana, namun penuh makna: bersih-bersih lingkungan sekolah.

Ya, di SD Islam Bintang Juara, belajar tidak hanya soal adab dan ilmu, tapi juga keterampilan hidup atau life skill. Karena seorang calon pemimpin sejati bukan hanya pintar berbicara dan berprestasi di akademik, tetapi juga tahu cara menjaga kebersihan, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Pembukaan yang Inspiratif

Pagi itu, anak-anak dibagi dalam kelompok kecil. Ada yang bertugas menyapu, ada yang mengepel, ada yang melap meja dan kursi, bahkan ada yang merapikan peralatan kelas.

Menariknya, kegiatan ini dipandu langsung oleh Bunda Vivi Psikolog sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika. Beliau turun langsung, memberikan pijakan sederhana namun penting kepada kakak kelas 4–6. Dengan sabar, Bunda Vivi Psikolog menunjukkan cara memegang sapu dengan benar, menyapu dari sudut ruangan ke arah tengah, mengepel agar lantai cepat kering, hingga melap meja agar bersih dan bebas debu.

Anak-anak hebat bukan hanya yang rajin belajar, tapi juga yang peduli menjaga kebersihan. Kalau lingkunganmu bersih, pikiranmu juga jadi jernih,” begitu pesan Bunda Vivi Psikolog yang membuat anak-anak makin bersemangat.

Kolaborasi Kakak Shalih dan Shalihah

Pemandangan luar biasa tampak di setiap sudut sekolah. Kakak shalih dengan penuh tanggung jawab mengambil peran memegang sapu, sementara kakak shalihah sibuk mengepel dengan telaten. Ada juga kelompok kecil yang saling bahu-membahu mengangkat kursi agar mudah dibersihkan.

Gelak tawa sesekali pecah saat air pel tercecer atau debu tak sengaja beterbangan. Tapi justru momen inilah yang mengajarkan arti kerja sama: ketika ada yang kesulitan, yang lain segera membantu.

Belajar Tanggung Jawab Sejak Dini

Bersih-bersih bukan sekadar aktivitas fisik. Di balik itu, ada nilai karakter yang ditanamkan: tanggung jawab, kepedulian, dan disiplin. Anak-anak belajar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan kewajiban semua warga sekolah.

Mereka pun mulai menyadari bahwa lingkungan yang rapi membuat suasana belajar jadi lebih menyenangkan. Dengan meja yang kinclong dan lantai yang wangi, hati pun terasa lebih ringan untuk menimba ilmu.

Lebih dari Sekadar Sapu dan Pel

Leadership Journey Day 5 membuktikan bahwa life skill sederhana bisa memberikan pengalaman yang membekas. Anak-anak bukan hanya belajar teknik bersih-bersih, tetapi juga melatih motorik, kemandirian, serta rasa memiliki terhadap sekolah mereka.

Bunda Vivi menutup kegiatan dengan refleksi singkat. Beliau menegaskan bahwa calon pemimpin masa depan harus rendah hati dan siap melakukan pekerjaan apapun, sekecil apapun itu. Bahkan, seorang pemimpin sejati tidak akan segan mengambil sapu untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua.

Penutup yang Menginspirasi

Leadership Journey hari kelima ini mungkin terlihat sederhana. Namun, justru dari kegiatan seperti inilah, SD Islam Bintang Juara menegaskan jati dirinya sebagai sekolah yang mindful, meaningful, dan joyful.

Karena di sinilah anak-anak ditempa: bukan hanya menjadi pintar di atas kertas, tetapi juga cerdas dalam karakter, terampil dalam life skill, dan siap memimpin dengan hati.***(CM-MRT)

Serunya Leadership Journey Day 4: Dari Rempah Nusantara hingga Antotipia, Anak SD Belajar Literasi & Cinta Lingkungan!

Serunya Leadership Journey Day 4: Dari Rempah Nusantara hingga Antotipia, Anak SD Belajar Literasi & Cinta Lingkungan!

Pagi yang cerah di SD Islam Bintang Juara terasa berbeda pada hari keempat Leadership Journey, Kamis (25 September 2025) yang penuh semangat. Kali ini, sekolah menggandeng Komunitas Semarang Baca dan Sekolah Bumi Lestari untuk menghadirkan kegiatan yang memadukan literasi membaca dengan cinta lingkungan.

Tema hari itu sederhana tapi bermakna: “Membaca, Merasakan, dan Berkarya Bersama Alam.”

Awal Kegiatan: Literasi Bertema Lingkungan bersama Semarang Baca

Kakak shalih-shalihah berkumpul di kelas yang telah ditentukan dengan antusias mendengarkan cerita yang dibawakan tim Komunitas Semarang Baca. Buku-buku yang dibacakan bukan sekadar kisah fiksi, melainkan cerita penuh pesan tentang bagaimana menjaga bumi, mengenal sumber daya alam, dan menghargai ciptaan Allah SWT.

Alhamdulillah, kakak shalih-shalihah cukup antusias mendengarkan kakak-kakak dari Komunitas Semarang Baca. Tak sedikit pula yang mengajukan pertanyaan berhubungan dengan buku yang dibacakan.

Membuat Kreasi Bertema Lingkungan bersama Sekolah Bumi Lestari

Setelah sesi membaca, kakak shalih-shalihah diajak tidak hanya memahami lewat kata, tetapi juga mengalami langsung dengan kegiatan berbasis kelas.

Kelas 1: Kenal Rempah Nusantara

Adik-adik kelas 1 berkenalan dengan rempah-rempah Nusantara. Mereka mencium, meraba, dan mengenal ciri khas rempah seperti kayu manis, cengkeh, jahe, hingga kunyit. Melalui aktivitas ini, anak-anak belajar bahwa kekayaan alam Indonesia sangatlah berharga dan menjadi bagian penting dari sejarah bangsa.

Kelas 2: Gantungan Kunci dari Kertas Bunga Kering

Kelas 2 mendapat pengalaman seru membuat gantungan kunci dari kertas yang dihias bunga dan dedaunan kering. Kreativitas berpadu dengan kecintaan pada lingkungan, karena bahan yang digunakan semuanya ramah lingkungan. Anak-anak belajar bahwa barang sederhana bisa punya nilai estetika tinggi bila diolah dengan cinta.

Kelas 3: Melukis Bebas dengan Pewarna Alami

Kelas 3 diajak melukis bebas menggunakan pewarna alami dari kulit buah dan sayur. Ada yang mencampur warna dari kulit bawang, ada pula yang menggunakan sisa kulit manggis. Dari tangan mungil mereka, tercipta karya seni yang tidak hanya indah, tapi juga ramah lingkungan.

Kelas 4: Melukis dengan Teknik Antotipia

Kelas 4 berkenalan dengan teknik seni yang unik: Antotipia. Teknik ini menggunakan pigmen alami dari tumbuhan untuk menghasilkan gambar. Caranya, daun atau bunga ditumbuk untuk mengeluarkan pigmen, kemudian cairannya dioleskan pada kertas. Setelah itu, kertas diletakkan di bawah sinar matahari dengan benda tertentu di atasnya (misalnya daun atau pola gambar). Hasilnya, cahaya akan “membakar” sebagian area, menyisakan siluet yang cantik dan alami.

Anak-anak kelas 4 begitu takjub melihat bagaimana matahari dan tumbuhan bisa berkolaborasi menghasilkan seni tanpa cat pabrikan. Inilah bukti bahwa alam sesungguhnya adalah “guru besar” yang penuh inspirasi.

Kelas 5 & 6: Mencelup Kain dengan Pewarna Alami

Sementara itu, kelas 5 dan 6 mencoba mencelup kain dengan pewarna alami dari kulit buah dan sayur. Aktivitas ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan bahwa pewarna alami bisa menggantikan bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Anak-anak berkreasi membuat pola tie-dye sederhana dengan penuh semangat, dan hasilnya kain warna-warni yang unik dan ramah lingkungan.

Pesan yang Dibawa Pulang

Dari membaca hingga berkarya, anak-anak belajar satu hal penting: alam adalah sahabat, bukan sekadar sumber daya yang bisa dipakai seenaknya. Dengan kegiatan ini, mereka tidak hanya berlatih literasi baca, tetapi juga literasi lingkungan—sebuah keterampilan hidup yang sangat relevan dengan masa depan.

Hari keempat Leadership Journey mengajarkan bahwa kepemimpinan tidak hanya lahir dari keberanian memimpin, tetapi juga dari kepedulian menjaga bumi. Anak-anak SD Islam Bintang Juara pulang dengan senyum lebar, tangan penuh karya, dan hati penuh cinta pada lingkungan. Karena di SD Islam Bintang Juara, belajar selalu mindful, meaningful, dan joyful.***(CM-MRT)