fbpx
Leadership Journey Day 5: Anak SD Islam Bintang Juara Belajar Life Skill dengan Seru!

Leadership Journey Day 5: Anak SD Islam Bintang Juara Belajar Life Skill dengan Seru!

Hari Jumat, 26 September 2025 menjadi momen yang tak terlupakan bagi keluarga besar SD Islam Bintang Juara. Pada Leadership Journey Day 5, suasana sekolah tampak berbeda. Kali ini, kakak shalih dan shalihah tidak diajak menjelajah hutan, melukis dengan bahan alami, atau bermain game petualangan. Mereka diajak melakukan hal yang sederhana, namun penuh makna: bersih-bersih lingkungan sekolah.

Ya, di SD Islam Bintang Juara, belajar tidak hanya soal adab dan ilmu, tapi juga keterampilan hidup atau life skill. Karena seorang calon pemimpin sejati bukan hanya pintar berbicara dan berprestasi di akademik, tetapi juga tahu cara menjaga kebersihan, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Pembukaan yang Inspiratif

Pagi itu, anak-anak dibagi dalam kelompok kecil. Ada yang bertugas menyapu, ada yang mengepel, ada yang melap meja dan kursi, bahkan ada yang merapikan peralatan kelas.

Menariknya, kegiatan ini dipandu langsung oleh Bunda Vivi Psikolog sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika. Beliau turun langsung, memberikan pijakan sederhana namun penting kepada kakak kelas 4–6. Dengan sabar, Bunda Vivi Psikolog menunjukkan cara memegang sapu dengan benar, menyapu dari sudut ruangan ke arah tengah, mengepel agar lantai cepat kering, hingga melap meja agar bersih dan bebas debu.

Anak-anak hebat bukan hanya yang rajin belajar, tapi juga yang peduli menjaga kebersihan. Kalau lingkunganmu bersih, pikiranmu juga jadi jernih,” begitu pesan Bunda Vivi Psikolog yang membuat anak-anak makin bersemangat.

Kolaborasi Kakak Shalih dan Shalihah

Pemandangan luar biasa tampak di setiap sudut sekolah. Kakak shalih dengan penuh tanggung jawab mengambil peran memegang sapu, sementara kakak shalihah sibuk mengepel dengan telaten. Ada juga kelompok kecil yang saling bahu-membahu mengangkat kursi agar mudah dibersihkan.

Gelak tawa sesekali pecah saat air pel tercecer atau debu tak sengaja beterbangan. Tapi justru momen inilah yang mengajarkan arti kerja sama: ketika ada yang kesulitan, yang lain segera membantu.

Belajar Tanggung Jawab Sejak Dini

Bersih-bersih bukan sekadar aktivitas fisik. Di balik itu, ada nilai karakter yang ditanamkan: tanggung jawab, kepedulian, dan disiplin. Anak-anak belajar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan kewajiban semua warga sekolah.

Mereka pun mulai menyadari bahwa lingkungan yang rapi membuat suasana belajar jadi lebih menyenangkan. Dengan meja yang kinclong dan lantai yang wangi, hati pun terasa lebih ringan untuk menimba ilmu.

Lebih dari Sekadar Sapu dan Pel

Leadership Journey Day 5 membuktikan bahwa life skill sederhana bisa memberikan pengalaman yang membekas. Anak-anak bukan hanya belajar teknik bersih-bersih, tetapi juga melatih motorik, kemandirian, serta rasa memiliki terhadap sekolah mereka.

Bunda Vivi menutup kegiatan dengan refleksi singkat. Beliau menegaskan bahwa calon pemimpin masa depan harus rendah hati dan siap melakukan pekerjaan apapun, sekecil apapun itu. Bahkan, seorang pemimpin sejati tidak akan segan mengambil sapu untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua.

Penutup yang Menginspirasi

Leadership Journey hari kelima ini mungkin terlihat sederhana. Namun, justru dari kegiatan seperti inilah, SD Islam Bintang Juara menegaskan jati dirinya sebagai sekolah yang mindful, meaningful, dan joyful.

Karena di sinilah anak-anak ditempa: bukan hanya menjadi pintar di atas kertas, tetapi juga cerdas dalam karakter, terampil dalam life skill, dan siap memimpin dengan hati.***(CM-MRT)

Serunya Leadership Journey Day 4: Dari Rempah Nusantara hingga Antotipia, Anak SD Belajar Literasi & Cinta Lingkungan!

Serunya Leadership Journey Day 4: Dari Rempah Nusantara hingga Antotipia, Anak SD Belajar Literasi & Cinta Lingkungan!

Pagi yang cerah di SD Islam Bintang Juara terasa berbeda pada hari keempat Leadership Journey, Kamis (25 September 2025) yang penuh semangat. Kali ini, sekolah menggandeng Komunitas Semarang Baca dan Sekolah Bumi Lestari untuk menghadirkan kegiatan yang memadukan literasi membaca dengan cinta lingkungan.

Tema hari itu sederhana tapi bermakna: “Membaca, Merasakan, dan Berkarya Bersama Alam.”

Awal Kegiatan: Literasi Bertema Lingkungan bersama Semarang Baca

Kakak shalih-shalihah berkumpul di kelas yang telah ditentukan dengan antusias mendengarkan cerita yang dibawakan tim Komunitas Semarang Baca. Buku-buku yang dibacakan bukan sekadar kisah fiksi, melainkan cerita penuh pesan tentang bagaimana menjaga bumi, mengenal sumber daya alam, dan menghargai ciptaan Allah SWT.

Alhamdulillah, kakak shalih-shalihah cukup antusias mendengarkan kakak-kakak dari Komunitas Semarang Baca. Tak sedikit pula yang mengajukan pertanyaan berhubungan dengan buku yang dibacakan.

Membuat Kreasi Bertema Lingkungan bersama Sekolah Bumi Lestari

Setelah sesi membaca, kakak shalih-shalihah diajak tidak hanya memahami lewat kata, tetapi juga mengalami langsung dengan kegiatan berbasis kelas.

Kelas 1: Kenal Rempah Nusantara

Adik-adik kelas 1 berkenalan dengan rempah-rempah Nusantara. Mereka mencium, meraba, dan mengenal ciri khas rempah seperti kayu manis, cengkeh, jahe, hingga kunyit. Melalui aktivitas ini, anak-anak belajar bahwa kekayaan alam Indonesia sangatlah berharga dan menjadi bagian penting dari sejarah bangsa.

Kelas 2: Gantungan Kunci dari Kertas Bunga Kering

Kelas 2 mendapat pengalaman seru membuat gantungan kunci dari kertas yang dihias bunga dan dedaunan kering. Kreativitas berpadu dengan kecintaan pada lingkungan, karena bahan yang digunakan semuanya ramah lingkungan. Anak-anak belajar bahwa barang sederhana bisa punya nilai estetika tinggi bila diolah dengan cinta.

Kelas 3: Melukis Bebas dengan Pewarna Alami

Kelas 3 diajak melukis bebas menggunakan pewarna alami dari kulit buah dan sayur. Ada yang mencampur warna dari kulit bawang, ada pula yang menggunakan sisa kulit manggis. Dari tangan mungil mereka, tercipta karya seni yang tidak hanya indah, tapi juga ramah lingkungan.

Kelas 4: Melukis dengan Teknik Antotipia

Kelas 4 berkenalan dengan teknik seni yang unik: Antotipia. Teknik ini menggunakan pigmen alami dari tumbuhan untuk menghasilkan gambar. Caranya, daun atau bunga ditumbuk untuk mengeluarkan pigmen, kemudian cairannya dioleskan pada kertas. Setelah itu, kertas diletakkan di bawah sinar matahari dengan benda tertentu di atasnya (misalnya daun atau pola gambar). Hasilnya, cahaya akan “membakar” sebagian area, menyisakan siluet yang cantik dan alami.

Anak-anak kelas 4 begitu takjub melihat bagaimana matahari dan tumbuhan bisa berkolaborasi menghasilkan seni tanpa cat pabrikan. Inilah bukti bahwa alam sesungguhnya adalah “guru besar” yang penuh inspirasi.

Kelas 5 & 6: Mencelup Kain dengan Pewarna Alami

Sementara itu, kelas 5 dan 6 mencoba mencelup kain dengan pewarna alami dari kulit buah dan sayur. Aktivitas ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan bahwa pewarna alami bisa menggantikan bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Anak-anak berkreasi membuat pola tie-dye sederhana dengan penuh semangat, dan hasilnya kain warna-warni yang unik dan ramah lingkungan.

Pesan yang Dibawa Pulang

Dari membaca hingga berkarya, anak-anak belajar satu hal penting: alam adalah sahabat, bukan sekadar sumber daya yang bisa dipakai seenaknya. Dengan kegiatan ini, mereka tidak hanya berlatih literasi baca, tetapi juga literasi lingkungan—sebuah keterampilan hidup yang sangat relevan dengan masa depan.

Hari keempat Leadership Journey mengajarkan bahwa kepemimpinan tidak hanya lahir dari keberanian memimpin, tetapi juga dari kepedulian menjaga bumi. Anak-anak SD Islam Bintang Juara pulang dengan senyum lebar, tangan penuh karya, dan hati penuh cinta pada lingkungan. Karena di SD Islam Bintang Juara, belajar selalu mindful, meaningful, dan joyful.***(CM-MRT)

Numerasi Adventure: Cara SD Islam Bintang Juara Tanamkan Literasi Finansial & Bioteknologi Sejak Dini

Numerasi Adventure: Cara SD Islam Bintang Juara Tanamkan Literasi Finansial & Bioteknologi Sejak Dini

Bayangkan anak-anak SD berbaris rapi dengan penuh semangat, siap memulai sebuah petualangan baru. Itulah suasana di SD Islam Bintang Juara pada hari ketiga Leadership Journey (Rabu, 24 September 2025) yang kali ini mengangkat tema Numerasi Adventure. Tidak sekadar belajar berhitung di kelas, para kakak shalih-shalihah justru diajak menapaki jalur pembelajaran kontekstual—mulai dari Bank Juara ➝ Mini Market ➝ Kasir ➝ hingga Dapur Kreatif.

Dari Bank Juara, Belajar Mengelola Uang

Petualangan dimulai di Bank Juara. Di sini, kakak shalih-shalihah merasakan bagaimana rasanya menjadi nasabah. Mereka “menabung” sekaligus belajar cara bijak mengatur keuangan. Konsep ini menanamkan literasi finansial sejak dini, sebuah keterampilan hidup yang sangat penting untuk masa depan.

Alih-alih hanya sekadar angka di kertas, kakak shalih-shalihah diajak memahami bahwa setiap lembar uang memiliki makna. Mereka pun belajar memilih: apakah uang itu akan dipakai untuk belanja, disimpan, atau bahkan digunakan untuk kegiatan produktif.

Belanja Cerdas di Mini Market

Perjalanan kemudian berlanjut ke Mini Market. Kakak shalih-shalihah memegang uang hasil dari Bank Juara untuk berbelanja. Seru sekali melihat bagaimana mereka harus membuat keputusan: membeli barang yang diinginkan atau yang benar-benar dibutuhkan?

Di sini, bukan hanya numerasi yang diasah, tapi juga keterampilan berpikir kritis, logika, hingga kemampuan menahan diri. Mereka belajar bahwa hidup tidak selalu tentang keinginan, tapi juga tentang prioritas.

Kasir: Melatih Ketelitian dan Tanggung Jawab

Setelah berbelanja, tibalah mereka di meja Kasir. Beberapa kakak mendapat kesempatan untuk berhadapan dengan kasir yang diperankan oleh guru; menghitung kembalian, dan memastikan uang yang diberikan sesuai dengan belanjaan yang dibeli. Aktivitas ini melatih fokus, ketelitian, dan tanggung jawab.

Tak jarang terjadi momen lucu—ada yang salah menghitung, lalu buru-buru diperbaiki oleh teman lainnya. Justru di situlah nilai kolaborasi terasa: mereka belajar untuk tidak takut salah, karena setiap kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

Dapur Kreatif: Dari Uang ke Karya

Puncak petualangan numerasi kali ini adalah di Dapur Kreatif, tempat kakak shalih-shalihah membuat tempe dan tape. Dari aktivitas ini, mereka belajar bahwa uang yang dikelola dengan baik bisa menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.

Membuat tempe dan tape tidak hanya melatih keterampilan motorik, tetapi juga mengajarkan arti kerja sama, kesabaran, dan keberanian untuk berkarya. Kakak pulang bukan hanya membawa hasil olahan, tapi juga pengalaman berharga tentang bagaimana proses kreatif itu berjalan.

Belajar dengan Tiga Pilar: Mindful, Meaningful, Joyful

Seluruh rangkaian Numerasi Adventure dirancang agar pembelajaran menjadi:

  • Mindful → anak-anak hadir penuh kesadaran dalam setiap aktivitas.
  • Meaningful → setiap pengalaman punya makna yang bisa mereka bawa dalam kehidupan nyata.
  • Joyful → belajar terasa menyenangkan, bukan beban.

Di SD Islam Bintang Juara, belajar numerasi bukan soal angka semata, tetapi tentang membentuk karakter, kemandirian, dan kepemimpinan masa depan.

Penutup

Hari ketiga Leadership Journey ini membuktikan bahwa numerasi bisa dikemas dengan cara yang kreatif, inspiratif, dan penuh makna. Dari Bank Juara hingga Dapur Kreatif, setiap langkah adalah latihan menjadi pemimpin kecil yang tangguh, kreatif, dan komunikatif.

Karena di SD Islam Bintang Juara, belajar itu selalu mindful, meaningful, dan joyful.***(CM-MRT)

Leadership Journey Day 2: Serunya Senam, Refleksi, dan Ekspedisi Secepit Menuju Pemimpin Tangguh!

Leadership Journey Day 2: Serunya Senam, Refleksi, dan Ekspedisi Secepit Menuju Pemimpin Tangguh!

Selasa, 23 September 2025 menjadi hari yang penuh energi dan cerita baru bagi kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara. Agenda Leadership Journey Day 2 kali ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang berbeda. Dengan semangat yang sama namun lokasi kegiatan yang berbeda, seluruh siswa dari kelas 1–6 belajar tentang arti kepemimpinan sejati: “Membangun Calon Pemimpin Muslim yang Tangguh, Kreatif, dan Komunikatif.”

Senam dan Refleksi: Energi Pagi untuk Kelas 1–3

Pagi itu, halaman sekolah dipenuhi tawa riang anak-anak kelas 1–3. Mereka memulai hari dengan senam bersama, gerakan sederhana tapi penuh makna. Senam bukan sekadar olahraga, melainkan simbol kekompakan—bahwa kebersamaan akan membuat tubuh sehat dan jiwa gembira.

Setelah tubuh kembali segar, kakak shalih-shalihah diajak masuk ke sesi refleksi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Setengah semester sudah berjalan, dan kini saatnya mereka merenung sejenak: apa yang sudah mereka pelajari? apa pengalaman yang paling berkesan?

Beberapa anak mengangkat tangan dengan antusias. Ada yang bilang, “Aku suka belajar IPAS, karena bisa eksperimen!” Ada juga yang mengaku, “Aku belajar sabar waktu main kelompok.” Dari refleksi ini, terlihat jelas bahwa pembelajaran bukan hanya soal buku, tetapi juga tentang karakter dan kebersamaan.

Ekspedisi Secepit: Petualangan Kelas 4–6

Sementara itu, di lokasi berbeda, kelas 4–6 bersiap menuju Curug Secepit. Dengan tas ransel di punggung dan yel-yel semangat, langkah mereka tegap, wajah penuh antusias. Perjalanan menuju Secepit bukan sekadar jalan kaki, tetapi sebuah ekspedisi penuh pembelajaran.

Di setiap pos yang tersedia, kakak shalih-shalihah menghadapi tantangan kepramukaan. Ada yang harus memecahkan kode sandi, ada yang diuji kerja sama tim dalam permainan, ada pula yang diminta menunjukkan keterampilan dasar pramuka. Meski lelah, semangat mereka tak pernah padam. Justru dari setiap rintangan, lahirlah senyum bangga karena berhasil menaklukkan tantangan.

Ketika akhirnya sampai di Curug Secepit, suara gemericik air terjun menjadi hadiah paling indah. Di sana mereka belajar arti perjalanan: bahwa hasil manis hanya bisa dicapai dengan perjuangan dan kesabaran.

Satu Tujuan, Beda Lokasi

Walaupun kelas 1–3 beraktivitas di sekolah dan kelas 4–6 menjelajah alam, keduanya memiliki tujuan yang sama: melatih kepemimpinan, membangun kemandirian, dan memperkuat karakter.

Bu Ni’mah, Kepala Sekolah SD Islam Bintang Juara, menyampaikan, “Leadership Journey bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi wadah nyata agar anak-anak belajar menjadi pemimpin yang tangguh, kreatif, dan komunikatif. Pemimpin masa depan lahir dari pengalaman, bukan hanya teori.”

Belajar Menjadi Pemimpin Sejak Dini

Leadership Journey Day 2 membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga tubuh sehat, mengingat pengalaman belajar, bekerja sama, berani menghadapi tantangan, hingga bersyukur atas nikmat Allah.

Dari senam ceria di sekolah hingga ekspedisi menantang di Secepit, satu benang merah yang bisa ditarik adalah: pemimpin hebat lahir dari proses, pengalaman, dan pembiasaan sejak dini.

Leadership Journey Day 2 di SD Islam Bintang Juara bukan hanya tentang kegiatan sehari, tetapi tentang menanam benih kepemimpinan yang kelak akan tumbuh menjadi pohon kebaikan.***(CM-MRT)

Detektif Cilik: Misi Rahasia Anak Hebat di Rumah, Serunya Belajar PKn di Kelas 2A

Detektif Cilik: Misi Rahasia Anak Hebat di Rumah, Serunya Belajar PKn di Kelas 2A

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kerap dianggap mata pelajaran yang penuh teori dan hafalan. Namun, siapa bilang PKn harus selalu membosankan? Di kelas 2A SD Islam Bintang Juara, Bu Fia membuktikan sebaliknya.

Pada sebuah hari yang penuh semangat, Bu Fia mengajak kakak shalih-shalihah mengikuti game istimewa berjudul “Detektif Cilik: Misi Rahasia Anak Hebat di Rumah.” Tema pelajaran kali ini adalah aturan di rumah, tapi cara penyampaiannya sungguh tak biasa—penuh teka-teki, petualangan, dan kerja sama tim.

Jadi Detektif Sehari

Pelajaran dimulai dengan Bu Fia yang berperan layaknya komandan misi. Anak-anak diminta membayangkan diri mereka sebagai detektif cilik yang sedang menjalankan misi rahasia. Mata anak-anak pun berbinar, siap menerima tantangan.

Mereka dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok menerima kartu bertuliskan “Temukan Aku.” Di balik kartu itu tersimpan petunjuk untuk mencari kotak rahasia yang sudah disembunyikan Bu Fia di berbagai sudut sekolah, mulai dari kelas 4 hingga perpustakaan.

“Siapakah detektif cilik paling sigap hari ini?” tantang Bu Fia dengan penuh semangat.

Berburu Kotak Rahasia

Setiap kelompok berlari penuh antusias, menyusuri jejak petunjuk. Ada yang mencoba menebak, ada yang membaca ulang instruksi dengan seksama, ada pula yang langsung bergegas ke tempat yang dicurigai.

Tawa riang dan teriakan kecil penuh kegembiraan terdengar di sepanjang koridor. Dan akhirnya, satu per satu kelompok berhasil menemukan kotak rahasia mereka masing-masing.

Namun, petualangan tak berhenti di situ. Kotak tersebut ternyata berisi tantangan berupa studi kasus seputar aturan di rumah. Ada soal tentang berbagi mainan dengan adik, mengatur waktu belajar, hingga bagaimana bersikap ketika diminta membantu orang tua.

Presentasi ala Detektif Hebat

Setelah berhasil memecahkan tantangan, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan jawaban mereka di depan kelas.

Seru sekali melihat anak-anak saling berbagi pendapat, mencoba memberi solusi, dan menyampaikan alasan mereka dengan percaya diri. Ada yang menyampaikan dengan gaya tegas, ada pula yang penuh canda tapi tetap bermakna.

Kegiatan ini bukan hanya soal menemukan kotak, tapi juga melatih anak-anak berpikir kritis, berani berbicara di depan umum, serta memahami nilai penting aturan di rumah.

Belajar Jadi Anak Hebat di Rumah

Di akhir kegiatan, Bu Fia menegaskan bahwa aturan di rumah bukanlah sekadar batasan, tetapi panduan agar hidup lebih tertib, harmonis, dan penuh kasih sayang. Menjadi anak hebat berarti bisa menaati aturan, menghargai keluarga, dan bertanggung jawab atas sikap sehari-hari.

Anak-anak pun tampak lebih memahami makna aturan dengan cara yang menyenangkan. Mereka tidak merasa digurui, melainkan merasakannya langsung melalui permainan dan kerja sama tim.

Manfaat Belajar Lewat Detektif Cilik

Kegiatan Detektif Cilik: Misi Rahasia Anak Hebat di Rumah membawa banyak manfaat, antara lain:

  • Anak belajar tentang aturan rumah dengan cara kreatif dan bermakna.
  • Melatih kemampuan problem solving lewat studi kasus.
  • Meningkatkan kerja sama tim dan komunikasi.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri saat presentasi.
  • Membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini.

Dengan pendekatan seperti ini, SD Islam Bintang Juara terus membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus kaku. Justru, dengan kreativitas guru, setiap pelajaran bisa menjadi pengalaman berharga yang menyenangkan.***(CM-MRT)

Serunya Leadership Journey Day 1: Petualangan Seru & Persiapan Ekspedisi Secepit!

Serunya Leadership Journey Day 1: Petualangan Seru & Persiapan Ekspedisi Secepit!

Hari Senin, 20 September 2025, udara segar menyelimuti lingkungan SD Islam Bintang Juara. Suasana berbeda terasa sejak pagi karena kakak shalih-shalihah dari kelas 1 hingga 6 bersiap mengikuti kegiatan Leadership Journey Day 1. Sebuah program yang bukan hanya melatih fisik, tapi juga mengasah karakter, kerja sama, dan kepemimpinan.

Kegiatan hari pertama ini terbagi dua. Kelas 1–3 mengikuti “Petualangan Siaga Sigap & Cerdas” berupa jelajah pos yang seru, sedangkan kelas 4–6 berkumpul untuk Persiapan Ekspedisi Si Cepit bersama Ayah Budi, ayah dari Kak Bagas, yang juga seorang prajurit TNI.

Jelajah Pos Seru: Petualangan Siaga Sigap & Cerdas

Untuk kelas 1–3, petualangan dimulai dengan penuh semangat. Ada 5 pos menantang yang harus mereka taklukkan bersama kelompoknya.

1. Taman Bangga Jawa Tengah (Lapangan Atas)

Tantangan dimulai dengan melemparkan cincin ke cone. Kelompok tercepat mendapat kesempatan lebih dulu untuk menyusun peta kota-kota di Jawa Tengah. Anak-anak belajar tentang geografi sambil bermain.

2. Taman Bangga Menjadi Pramuka (Lapangan Bawah)

Delapan anak memegang tongkat pramuka, sementara anggota lainnya melompati tongkat dengan membawa potongan gambar baju pramuka. Mereka harus menempelkan gambar di tempat yang tepat. Kekompakan jadi kunci utama.

3. Taman Ketakwaan & Toleransi Beragama (Depan Rumah Kak Ninda)

Di sini, setiap kelompok mengambil kertas berisi nama doa. Mereka membaca doa bersama, lalu melanjutkan tantangan menempelkan gambar sesuai dengan agama yang tertera. Nilai ketakwaan dan toleransi benar-benar terasa.

4. Taman Pengamatan & Daya Ingat (Masjid Nurul Ilmi)

Tantangan awal: membuat jaring dari tali rafia untuk membawa balon hingga garis akhir. Setelah itu, anak-anak diuji daya ingatnya dengan menghafal gambar hewan dan buah dalam 10 detik, lalu menuliskannya. Seru sekaligus melatih konsentrasi.

5. Taman Petualangan Kode Rahasia (Taman Samping Rumah Kak Nio)

Bola kecil dijalankan dengan kertas dari ujung ke ujung. Setelah itu, mereka harus memecahkan kode sandi rahasia. Tantangan ini benar-benar mengasah ketelitian dan kerja sama.

Setiap pos tidak hanya memberikan keseruan, tetapi juga pelajaran tentang kerja tim, konsentrasi, daya ingat, hingga nilai keagamaan dan toleransi.

Kelas 4–6: Persiapan Ekspedisi Secepit

Sementara itu, kakak kelas 4–6 berkumpul bersama Ayah Budi, seorang TNI sekaligus wali murid. Suaranya lantang, penuh wibawa, namun tetap hangat saat memberikan pembekalan tentang persiapan ekspedisi.

Kakak shalih-shalihah diajak untuk:

  • Membuat yel-yel kelompok agar semangat lebih terasa.
  • Menyusun daftar barang bawaan penting untuk ekspedisi, seperti botol minum, perlengkapan shalat, dan bekal makanan.
  • Mendengarkan cerita pengalaman lapangan Ayah Budi yang penuh inspirasi.

Kegiatan ini membuat anak-anak semakin siap menghadapi Leadership Journey Day selanjutnya yang penuh tantangan alam.

Leadership Journey, Lebih dari Sekadar Kegiatan Outdoor

Hari pertama Leadership Journey bukan hanya tentang keseruan bermain dan berpetualang. Di balik setiap tantangan, ada nilai karakter yang ditanamkan: kerja sama, keberanian, ketelitian, toleransi, hingga kepemimpinan.

Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, bahkan di tengah permainan yang seru. Dan yang terpenting, setiap kakak shalih-shalihah pulang dengan wajah ceria, membawa cerita baru tentang petualangan seru mereka.***(CM-MRT)