Pada Jumat, 13 September 2024, SD Islam Bintang Juara menggelar kegiatan literasi yang unik dan inspiratif dalam rangka menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan bertajuk Bioskop Literasi ini melibatkan kakak shalih-shalihah dari kelas Oryza Sativa (Kelas 6) sebagai event organizer utama.
Kegiatan ini merupakan praktik nyata usai pelaksanaan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) bertema Goal Setting and Daily Planner. Setelah mendapatkan materi bagaimana menetapkan tujuan dan membuat rancangan harian, kakak shalih-shalihah Kelas 6 langsung praktik dengan menjadi Event Organizer (EO) Bioskop Literasi.
Sebelum mulai menjalankan perannya sebagai EO, kakak shalih-shalihah menyusun terlebih dahulu kepanitiannya. Adapun kepanitiaan dalam kegiatan ini:
Tidak hanya sekadar menonton film, acara ini dikemas dengan penuh kreativitas yang melibatkan berbagai unsur literasi dan penguatan karakter Islami.
Bioskop Literasi: Menggabungkan Visual dan Literasi
Bioskop Literasi merupakan kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai kehidupan Nabi Muhammad SAW melalui media film. Menggabungkan unsur visual dengan literasi, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa ingin tahu, berpikir kritis, serta mendiskusikan nilai-nilai luhur yang dapat diambil dari kehidupan Rasulullah.
SD Islam Bintang Juara menghadirkan acara ini sebagai cara kreatif untuk memperkenalkan ajaran-ajaran Islam kepada kakak shalih-shalihah dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan menonton tayangan edukatif bertema Islami, diharapkan kakak shalih-shalihah tidak hanya terhibur, tetapi juga terinspirasi untuk menerapkan nilai-nilai positif yang disampaikan dalam video yang ditayangkan.
Kakak Shalih-Shalihah Kelas Oryza Sativa Sebagai Event Organizer
Hal yang membuat Bioskop Literasi di SD Islam Bintang Juara lebih istimewa adalah keterlibatan kakak shalih-shalihah kelas Oryza Sativa sebagai penyelenggara acara. Kakak shalih-shalihah kelas 6 bertanggung jawab penuh atas seluruh proses pelaksanaan acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan hari H.
Beberapa tugas penting yang mereka lakukan antara lain:
1. Menyiapkan Media Promosi
Sebelum acara berlangsung, kakak shalih-shalihah kelas Oryza Sativa mendesain poster, selebaran, dan membuat pengumuman di sekolah untuk mengundang adik-adik kelas menghadiri acara ini. Kreativitas mereka terlihat dari poster yang penuh warna dan menarik perhatian siswa-siswa lainnya.
2. Mengatur Perlengkapan Menonton
Untuk memastikan kelancaran acara, kakak shalih-shalihah juga mengatur perlengkapan teknis seperti layar proyektor, laptop, dan sound system. Mereka bekerja sama memastikan bahwa semua alat berfungsi dengan baik sebelum acara dimulai.
3. Pengelolaan Ticketing
Tiket untuk menonton film ini dibuat oleh kakak-kakak kelas Oryza Sativa. Mereka mencetak dan membagikan tiket kepada adik-adik kelas yang ingin menonton. Meskipun acara ini gratis, adanya sistem tiket membuat acara terkesan lebih profesional dan tertib.
4. Menyambut Tamu dan Memberikan Tata Tertib
Sebelum acara dimulai, para kakak Oryza Sativa menyambut adik-adik kelas dengan ramah di pintu masuk. Mereka juga memberikan penjelasan tentang tata tertib selama acara berlangsung, seperti menjaga ketenangan, tidak meninggalkan sampah, dan fokus menyimak film yang diputar.
5. Mengoperasikan Laptop dan Menayangkan Video
Dalam peran teknis, kakak-kakak kelas 6 juga bertugas mengoperasikan laptop dan memastikan film berjalan dengan lancar. Dengan koordinasi yang baik, mereka sukses menjalankan acara tanpa kendala teknis yang berarti.
Video yang Diputar dan Nilai-Nilai yang Disampaikan
Video yang diputar dalam acara ini adalah video Bincang Literasi antara Salma dan Pak Arif Wibowo, S.Hi., S.H., yang bercerita tentang kisah hidup Nabi Muhammad SAW, utamanya bagaimana Rasulullah SAW dalam menjaga lingkungan.
Video ini menyoroti berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Nabi terkait menjaga lingkungan, seperti tidak boros air ketika berwudhu dan ajakan untuk menanam pohon. Dengan visual yang menarik, video produksi Cipta Media Digital ini berhasil menarik perhatian adik-adik kelas yang hadir.
Setelah menonton video, acara dilanjutkan dengan mengisi LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang telah disiapkan oleh Bu Nawang selaku Tim Litbang Sekolah Islam Bintang Juara.
Apakah Ayah Bunda penasaran dengan video yang ditonton kakak shalih-shalihah pada kegiatan Bioskop Literasi? Silakan Ayah Bunda bisa ikut menyimak videonya:
Respon Positif dari Peserta
Adik-adik kelas 1-5 yang hadir dalam acara Bioskop Literasi ini tampak antusias sejak awal hingga akhir acara. Mereka merasa senang bisa menonton video yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga.
“Realistik, kaya bioskop beneran,” ujar kak Syabil kelas 5 yang ikut menonton.
Kesimpulan: Bioskop Literasi Lebih dari Sekadar Menonton
Bioskop Literasi di SD Islam Bintang Juara bukan hanya tentang menonton film, tetapi juga tentang bagaimana kegiatan ini mampu memupuk minat baca, memperkuat nilai-nilai moral Islami, dan membangun karakter siswa. Melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah tidak hanya diajak untuk menyimak video, tetapi juga memahami isi video agar bisa menuntaskan tantangan yang diberikan.
Sementara itu, bagi kakak-kakak kelas Oryza Sativa, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam bekerja sama, berorganisasi, dan bertanggung jawab. Mereka tidak hanya belajar mengelola acara, tetapi juga merasakan kepuasan tersendiri saat melihat acara berjalan lancar dan adik-adik kelas menikmati kegiatan yang mereka persiapkan dengan sepenuh hati.
Ayah Bunda ingin tahu bagaimana kegiatan Bioskop Literasi berlangsung? Silakan menyimak video berikut:
Bioskop Literasi yang diadakan di SD Islam Bintang Juara merupakan contoh kegiatan literasi inspiratif yang mampu menggabungkan pendidikan, hiburan, dan penguatan karakter Islami. Dengan melibatkan kakak shalih-shalihah dalam penyelenggaraan acara, kegiatan ini tidak hanya sukses menyemarakkan perayaan Maulid Nabi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para peserta dalam menumbuhkan sikap bertanggung jawab dan saling peduli.***
Goal Setting and Daily Planner merupakan tema dari BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) pembuka yang dilaksanakan di Kelas 6. Bersama Bunda Lis Setiyowati, bunda dari Kak Jibril, kakak kelas 6 diajak untuk menetapkan tujuan dan membuat rencana harian.
Belajar Goal Setting and Daily Planner bersama Bunda Kak Jibril
Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, kakak shalih-shalihah menghadapi berbagai tantangan yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi, informasi yang terus-menerus mengalir, serta tekanan akademik dan sosial yang meningkat, membuat kakak shalih-shalihah perlu memiliki keterampilan yang memungkinkan mereka untuk tetap fokus, terorganisir, dan produktif.
Salah satu cara yang efektif untuk membantu kakak shalih-shalihah menghadapi tantangan ini adalah dengan mengajarkan mereka untuk menyusun “goal setting” (penetapan tujuan) dan “daily planner” (perencana harian). Secara keseluruhan, “goal setting” dan “daily planner” adalah alat penting yang membantu kakak shalih-shalihah mengembangkan keterampilan manajemen diri, memperkuat karakter, dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.
Inilah mengapa sangat penting untuk mengajarkan konsep-konsep ini kepada kakak shalih-shalihah sejak dini, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sukses, terorganisir, dan memiliki arah yang jelas dalam hidup. Dengan program BBOT kali ini, siswa akan dibekali dengan informasi mengenai penyusunan “goal setting” dan “daily planner” yang nantinya dapat langsung diterapkan dalam berbagai kegiatan.
Bersama Bunda Kak Jibril, pada hari Rabu, 4 September 2024, kakak shalih-shalihah kelas 6 belajar secara langsung bagaimana cara menetapkan tujuan dan merancang rencana harian. Bunda Kak Jibril memberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari tentang bagaimana menetapkan tujuan yang spesifik dan relevan bagi kakak shalih-shalihah kelas 6.
Metode SMART dalam Menetapkan Tujuan
Dalam menetapkan tujuan, Bunda Kak Jibril menyampaikan sebuah metode yang biasa digunakan oleh para profesional, yaitu Metode SMART, meliputi:
Spesific – Membuat tujuan yang hendak dicapai sejelas dan sedetail mungkin. Misalnya: “Aku ingin bisa berbahasa Inggris”. Tujuan ini masih kurang spesifik. Bunda Jibril memberikan contoh agar mengubahnya lebih detail lagi seperti ini, “Aku ingin lancar speaking English dalam waktu 1 bulan dengan latihan speaking minimal 30 menit sehari.”
Measurable– Memiliki cara untuk mengukur kemajuan dalam mencapai goal tersebut. Misalnya: untuk mencapai tujuan lancar berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, dapat diukur dengan berani berbincang dengan native speaker dan memahami apa yang disampaikan oleh native speaker. Sementara jika tujuannya adalah memiliki kemampuan tata bahasa (grammar) yang baik, dapat diukur dengan beragam tes bahasa inggris, salah satunya dengan tes TOEFL.
Achievable: Tujuan harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Contohnya: jika ingin lancar berkomunikasi dengan bahasa Inggris, maka kakak shalih-shalihah harus meningkatkan kekayaan kosa kata dan belajar tata bahasa terlebih dahulu.
Relevant: Pastikan tujuan yang hendak dicapai selaras dengan goal jangka panjang. Contohnya: ingin menguasai Bahasa Inggris karena mempunyai mimpi untuk kuliah di New York.
Time Bound: Tetapkan batas waktu dalam mencapai goal tersebut. Dalam contoh di awal sudah dikatakan Time Bound untuk mencapai goal tersebut, yaitu lancar speaking English selama 1 bulan.
Merancang Daily Plan dan Melakukan Refleksi
Selain belajar menetapkan tujuan, kakak shalih-shalihah juga diajak praktik secara langsung menyusun daily planner. Sebelum praktik, Bunda Kak Jibril menyampaikan bahwa fungsi daily planner dapat membantu kakak shalih-shalihah dalam mengelola waktu dan menyelesaikan tugas-tugas harian mereka.
Setelah itu, Bunda Kak Jibril memaparkan bagaimana cara merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan. Yaitu dengan memandu kakak shalih-shalihah dalam memecah tujuan besar mereka menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dilakukan setiap hari atau minggu.
Sebagai penutup, Bunda Kak Jibril menjelaskan pentingnya evaluasi dan refleksi dalam mencapai tujuan, serta bagaimana kakak shalih-shalihah dapat mengukur kemajuan mereka. Bunda Kak Jibril memandu kakak shalih-shalihah dalam membuat catatan evaluasi sederhana untuk melihat apakah mereka mencapai target harian atau mingguan mereka.
Namun, istimewanya BBOT kali ini tidak hanya berhenti sampai materi selesai disampaikan, Ayah Bunda. Agar kakak shalih-shalihah lebih bersemangat dalam untuk mempraktikkan Goal Setting and Daily Planner, kakak shalih-shalihah kelas 6 mendapat tugas sebagai event organizer dalam kegiatan “Bioskop Literasi”.
Seperti apakah kegiatan Bioskop Literasi berlangsung? Simak cerita Bintang Juara berikutnya ya. Ngomong-ngomong, Ayah Bunda sudah menjalankan Goal Setting and Daily Planner jugakah di rumah?***
Filosofi nama kelas seringkali tidak diperhatikan dengan baik oleh beberapa lembaga pendidikan. Berbeda dengan SD Islam Bintang Juara, setiap tahun pelajaran baru, Kepala Sekolah SD Islam Bintang Juara menentukan tema untuk menjadi panduan dalam memilih nama-nama kelas beserta filosofinya. Tahun Pelajaran 2024-2025 Kepala Sekolah memilih tema “Tumbuhan” sebagai acuan untuk menentukan nama kelas.
Tujuan dari pemilihan tema ini untuk mengenalkan beragam makhluk Allah SWT. Selain itu, agar para guru dan kakak shalih-shalihah terpantik untuk mencari informasi seputar tumbuhan yang dipilih sebagai nama kelas.
Sebagai pembiasaan, kakak shalih-shalihah dan para guru menggunakan nama latin sebagai penyebutan sehari-hari. Berdasarkan hasil musyawarah tim kreatif, maka terpilihlah 10 jenis tumbuhan. Apakah Ayah Bunda penasaran dengan 10 jenis tumbuhan terpilih sekaligus filosofi nama kelas di dalamnya?
10 Jenis Tumbuhan dan Filosofi Nama Kelas
Setiap tumbuhan memiliki karakter positif yang menjadi doa dalam perjalanan pendidikan. Masing-masing fase dan kelas dipilihkan tumbuhan yang mewakili perjalanan fase atau kelas tersebut.
Tumbuhan Lumut dan Paku Mewakili Kelas 1 dan 2
Organisme lumut dan paku, merupakan organisme yang tumbuh pertama kali dalam proses terbentuknya lapisan ekosistem darat. Lumut dan paku-pakuan menjadi organisme pioner, layaknya kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2 yang menjadi pioner dalam menempuh jenjang pendidikan di SD.
Lumut dan paku juga sering difungsikan sebagai bioindikator kondisi udara dalam sebuah lingkungan. Kedua organisme ini sangat peka terhadap polusi udara. Selayaknya kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2 yang masih fitrah dan bersih (suci).
Organ-organ lumut dan paku-pakuan merupakan organ yang belum sejati (sesungguhnya), maka pun demikian seperti kelas 1 dan 2 yang masih membutuhkan beragam stimulasi untuk mematangkan konsep-konsep bermakna sebagai bekal kehidupan.
Berikut ini nama-nama kelas untuk kelas 1 dan 2:
Kelas 1A – Lumut Hati: Marchantiophyta
Kelas 1B – Lumut Tanduk: Anthocerotopsida
Kelas 1C – Lumut Daun: Bryophyta
Kelas 2A – Paku Tanduk Rusa: Platycerium
Kelas 2B – Paku Ekor Kuda: Equisetum
Tumbuhan Bunga Mewakili Kelas 3
Pada jenjang kelas 3, tim kreatif SD Islam Bintang Jaura memilih 2 bunga yang cantik dan memiliki banyak manfaat, yaitu: Bunga Jasmin (Melati) dan Bunga Rosa (Mawar). Bunga melati berwarna putih, sedangkan bunga mawar berwarna merah.
Warna merah dan putih selayaknya warna bendera Bangsa Indonesia melambangkan kesucian, murni, semangat dan tekad yang kuat. Kami berdoa, semoga di jenjang kelas 3 ini kakak shalih-shalihah sudah mulai memiliki pondasi keilmuan dan tauhid yang kuat seperti akar bunga melati dan mawar.
Selain itu juga semakin terjaga fitrah belajarnya (terlambang dari warna putih bunga melati), dan mampu menampilkan akhlaq yang mulia (seperti indahnya warna-warni bunga mawar).
Berikut nama untuk kelas 3:
Kelas 3A – Bunga Melati: Jasminum Sambac
Kelas 3B – Bunga Mawar: Rosa Hybrida
Tumbuhan Serealia (Tanaman Pangan) Mewakili Kelas 4, 5 dan 6
Untuk nama kelas 4 – 6, tim kreatif memilih tumbuhan yang dapat dijadikan sumber karbohidrat (pangan). Gandum, Jagung, dan Padi menjadi lambang kemakmuran.
Dari pemilihan nama ini, kami berharap kakak shalih-shalihah pada jenjang ini sudah mampu memberikan kebermanfaatan untuk lingkungan sekitar. Melalui program-program sekolah yang dirancang melibatkan mitra eksternal, kakak shalih-shalihah kelas 4-6 siap menjadi pribadi yang matang secara akal dan fisik (akil baligh).
Harapan lainnya, kakak shalih-shalihah yang telah terpondasi keilmuannya tetap terjaga adab dan akhlaqnya. Seperti ilmu padi (Oryza sativa) semakin berisi semakin menunduk. Semakin berilmu, semakin beradab dan bisa memberikan kebermanfaatan.
Berikut ini nama untuk kelas 4-6:
Kelas 4 – Jagung: Zea Mays
Kelas 5 – Gandum: Triticum Aestivum
Kelas 6 – Padi: Oryza Sativa
Demikianlah informasi mengenai filosofi nama kelas SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2024-2025. Semoga bisa memberikan inspirasi, Ayah Bunda.***
SD Islam Bintang Juara mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah dengan tema “Menjadi Generasi Pemimpin Setangguh Rasulullah SAW.” Acara yang diselenggarakan pada hari Rabu, 18 September 2024 ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada para siswa. Berbagai kegiatan menarik dilaksanakan untuk memeriahkan acara, melibatkan siswa dan guru, dengan semangat cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Bintang Juara Bershalawat: Grup Rebana dan Persembahan Guru
Kegiatan dimulai dengan acara Bintang Juara Bershalawat yang diiringi oleh Grup Rebana An Najma. Grup rebana ini merupakan kelompok musik Islami yang terdiri dari kakak shalih-shalihah yang memiliki bakat seni dalam bermusik, khususnya dalam memainkan alat-alat rebana. Penampilan mereka memukau para hadirin dengan lantunan shalawat yang indah, menciptakan suasana penuh ketenangan dan khusyuk.
Tidak hanya kakak shalih-shalihah yang berpartisipasi, para guru pun turut memberikan persembahan spesial. Mereka membawakan shalawat secara bersama-sama, menunjukkan bahwa kegiatan ini adalah momen kebersamaan dan kebanggaan seluruh komunitas sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin mencintai Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Dai Kecil: Tausiyah Inspiratif dari Kak Daffa Kelas 5
Acara berlanjut dengan sesi Dai Kecil, yang menampilkan Kak Daffa, kakak shalih kelas 5, sebagai pembicara utama. Dalam tausiyahnya, Kak Daffa membahas tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW menjadi pemimpin yang adil, bijaksana, dan penuh kasih sayang. Ia juga mengingatkan teman-temannya tentang pentingnya bersikap jujur, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik kepada orang lain.
Meski masih muda, Kak Daffa mampu menyampaikan pesan-pesan moral dengan penuh percaya diri dan inspiratif. Tausiyahnya mengajak para siswa untuk mengikuti teladan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal kepemimpinan, yang akan berguna bagi mereka di masa depan. Sesi ini mendapat apresiasi dari seluruh peserta yang hadir karena mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara sederhana namun bermakna.
Kelas Kepemimpinan: Belajar Memimpin Sesuai Fase Usia
Setelah sesi tausiyah, acara dilanjutkan dengan Kelas Kepemimpinan yang dibagi menjadi tiga fase sesuai jenjang kelas siswa. Fase pertama, untuk kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2, dibimbing oleh Pak Ali. Dalam fase ini, kakak shalih-shalihah diajarkan tentang nilai-nilai dasar kepemimpinan, seperti tanggung jawab, kerja sama, dan saling menghormati. Kegiatan ini dilakukan melalui menonton video, permainan dan simulasi sederhana agar mudah dipahami oleh kakak shalih-shalihah yang masih cukup muda usianya.
Fase kedua diikuti oleh kakak shalih-shalihah kelas 3A dan 3B yang dibimbing oleh Pak Solekan. Pak Solekan membagikan empat sifat utama yang ada dalam diri Rasulullah SAW, yaitu Shiddiq (Benar dan Jujur), Fathonah (Cerdas), Amanah (Dapat Dipercaya), Tabligh (Menyampaikan). Pak Solekan menyebutkan bahwa untuk bisa menjadi seorang pemimpin, maka setidaknya kakak shalih-shalihah harus memiliki satu atau dua sifat tersebut.
Fase ketiga, yang melibatkan kakak shalih-shalihah kelas 4, 5, dan 6, dibimbing oleh Ustaz Fahri. Berbeda dengan pembimbing dari Fase A dan B yang merupakan guru internal SD Islam Bintang Juara, pembimbing untuk fase tinggi didapuk dari luar sekolah. Beliau adalah seorang Hafiz Qur’an.
Ustaz Fahri berbagi kisah Rasulullah SAW, dan mengajak kakak shalih-shalihah bermain kuis interaktif terkait dengan materi kisah yang telah dibawakan. Tak hanya itu, Ustaz Fahri juga mengajak kakak shalih-shalihah untuk melakukan sambung ayat. MasyaAllah…
Penutup
Peringatan Maulid Nabi 1446 H di SD Islam Bintang Juara menjadi momen penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa. Melalui kegiatan-kegiatan seperti Bintang Juara Bershalawat, Dai Kecil, dan Kelas Kepemimpinan, kakak shalih-shalihah tidak hanya diajak untuk memahami makna kepemimpinan, tetapi juga untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meneladani Rasulullah SAW, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi generasi pemimpin yang tangguh, adil, dan bijaksana di masa depan.
Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, SD Islam Bintang Juara mengadakan Festival Kemerdekaan selama dua hari berturut-turut. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah kreativitas dan kekompakan para siswa, tetapi juga untuk menanamkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.
Hari Pertama: Gobak Sodor dan Pidato Kemerdekaan
Pada hari pertama Festival Kemerdekaan, semangat kakak shalih-shalihah terlihat begitu menggebu-gebu. Acara dimulai dengan permainan tradisional Gobak Sodor yang melibatkan seluruh kelas. Permainan ini dipilih karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kerja sama tim, strategi, dan ketangkasan, sangat relevan dengan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
Seluruh siswa, dari kelas satu hingga kelas enam, dengan antusias berpartisipasi dalam permainan ini. Suara sorak-sorai dan tawa riang terdengar di seluruh penjuru sekolah. Setiap tim berusaha keras memenangkan pertandingan, namun di balik kompetisi tersebut, tercipta rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat di antara para siswa.
Bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan Gobak Sodor, festival pidato kemerdekaan berlangsung di area ruang tamu. Pidato Kemerdekaan dibawakan oleh beberapa siswa pilihan dari kelas 1-6. Dalam pidato kakak shalih-shalihah, sebagian besar mereka mengajak para pendengar untuk merenungkan makna kemerdekaan yang telah diraih dengan darah dan air mata para pahlawan bangsa.
Kakak shalih-shalihah dalam pidatonya juga mengajak para pendengar untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif, seperti belajar dengan giat dan berprestasi di berbagai bidang.
MasyaAllah semakin hari kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara makin piawai dalam berpidato. Bahkan Kak Daffa sampai bercucuran air mata saat menyampaikan isi pidatonya dengan penuh penghayatan.
Harapannya dengan kegiatan Pidato Kemerdekaan ini, kakak shalih-shalihah menjadi terinspirasi untuk lebih mencintai bangsa dan negara, serta berkomitmen untuk menjadi generasi penerus yang mampu menjaga dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Hari Kedua: Jalan Sehat, Festival Petani Cilik, dan Festival Pejuang Tangguh
Hari kedua Festival Kemerdekaan dimulai dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan orang tua. Dengan rute mengelilingi lingkungan sekitar sekolah, acara jalan sehat ini menjadi momen kebersamaan yang hangat dan penuh keceriaan.
Setiap kelas menampilkan yel-yel terbaiknya. Ada pula yang membawa MMT, poster-poster inspiratif hingga galon bekas yang ditabuh bertalu-talu. Semakin menambah semarak sepanjang perjalanan.
Terlebih kakak shalih-shalihah mengenakan pakaian dengan nuansa Merah Putih, sehingga ketika berjalan dalam barisan terlihat gagah nan berani. Beberapa di antaranya juga menempelkan stiker gambar Garuda atau bendera Merah Putih di pipi mereka.
Sesampainya di sekolah, setiap peserta diberikan sari kacang hijau sebagai minuman sehat untuk mengembalikan stamina usai berjalan-jalan.
Usai jalan sehat, acara dilanjutkan dengan Festival Petani Cilik. Dalam festival ini, kakak shalih-shalihah kelas rendah diajak untuk belajar dan merasakan langsung bagaimana menjadi petani. Mereka belajar menanam kangkung di dalam polybag, mengenal berbagai jenis real food, dan memahami pentingnya memilih makanan sehat.
Kegiatan yang mengangkat tema “Makananku Real Food, Akhlakku Real Good” ini disambut antusias oleh kakak shalih-shalihah kelas rendah. Mereka mendengarkan paparan materi dari Bu Siti dengan seksama dan mempraktikkan menanam kangkung dengan penuh semangat.
Nantinya para petani cilik ini mendapat tanggungjawab untuk merawat tanaman kangkungnya hingga tumbuh dengan sehat, dan bisa dipanen. Kegiatan ini juga merupakan salah satu langkah SD Islam Bintang Juara menuju Sekolah Adiwiyata.
Sementara itu di kelas tinggi, kakak shalih-shalihah mendapat materi dari Bu Nawang. Dilanjutkan mereka melakukan riset terkait lingkungan yang bisa diaplikasikan di sekolah. Hasil riset tersebut kemudian dipaparkan pada hari Jum’at, 23 Agustus 2024 di depan Pak Ronal dan Bu Siti.
Selain melakukan riset dan presentasi, kakak kelas tinggi juga mendapat tugas untuk membuat poster bertema lingkungan. Kegiatan Festival Petani Cilik ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan menghargai profesi petani sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan masyarakat.
Pada saat bersamaan dengan berlangsungnya Festival Petani Cilik, diadakan pula Festival Pejuang Tangguh yang menampilkan kegiatan tarik tambang. Kegiatan ini menjadi puncak kegembiraan di hari kedua.
Setiap kelas berusaha menunjukkan kekuatan dan kekompakan mereka dalam menarik tali tambang. Sorak-sorai penonton yang terdiri dari teman-teman dan guru-guru semakin menambah semangat para peserta.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, pada hari kedua ini juga diadakan sesi berbagi hadiah doorpize. Hadiah ini sendiri dikumpulkan dari para guru dan murid-murid. Lalu diacak dan dibagikan kembali kepada murid dan guru.
Hadiah-hadiah sederhana seperti buku tulis, alat tulis, tumblr, dan mainan edukatif diberikan sebagai bentuk rasa syukur pada kemerdekaan Indonesia yang telah menuju usia 79.
Penutup
Festival Kemerdekaan di SD Islam Bintang Juara menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh warga sekolah. Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif dan menyenangkan, kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar tentang sejarah dan makna kemerdekaan, tetapi juga mengembangkan berbagai nilai positif seperti kerja sama, kedisiplinan, dan rasa syukur.
Semangat kebangsaan yang tumbuh dari Festival Kemerdekaan ini diharapkan dapat terus menyala dalam diri setiap siswa, membimbing mereka menjadi generasi penerus yang cinta tanah air dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.***
Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memberikan kekuasaan kepada rakyat untuk menentukan pemimpin dan kebijakan melalui pemilihan umum. Nilai-nilai demokrasi, seperti kebebasan berpendapat, hak memilih, dan tanggung jawab sosial, sangat penting untuk dipahami sejak dini. Salah satu cara efektif untuk mengajarkan demokrasi kepada anak-anak adalah melalui pemilihan perangkat kelas di sekolah.
Ayah Bunda, alhamdulillah kegiatan pemilihan perangkat kelas tersebut telah dilaksanakan di Kelas Oryza Sativa (Kelas 6). Didampingi oleh Bu Fia selaku wali kelas, pemilihan perangkat kelas telah terlaksana dengan lancar pada hari Senin, 22 Juli 2024.
Mengapa Pemilihan Perangkat Kelas?
Pemilihan perangkat kelas, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, dan bendahara, memberikan pengalaman langsung kepada kakak shalih-shalihah tentang proses demokrasi. Mereka belajar bahwa suara mereka berharga dan memiliki dampak.
Selain itu, melalui proses ini, kakak shalih-shalihah belajar menghargai pendapat orang lain, memahami pentingnya diskusi dan kompromi, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, baik menang maupun kalah.
Langkah-Langkah Pemilihan Perangkat Kelas
Tentunya sebelum melakukan pemilihan perangkat kelas, wali kelas sudah memberikan pijakan awal pada kakak shalih-shalihah tentang bagaimana kegiatan tersebut akan berlangsung. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan pada proses pemilihan perangkat kelas:
1. Pendidikan Awal tentang Demokrasi
Guru dapat memulai dengan memberikan penjelasan singkat tentang apa itu demokrasi dan mengapa penting. Kakak shalih-shalihah perlu memahami bahwa demokrasi adalah sistem yang adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berpartisipasi.
2. Mengidentifikasi Posisi yang Dibutuhkan
Tentukan posisi apa saja yang perlu diisi, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara, dan mungkin posisi lain yang relevan. Jelaskan tugas dan tanggung jawab masing-masing posisi agar kakak shalih-shalihah memahami peran yang akan mereka pilih.
Di Kelas VI SD Islam Bintang Juara sendiri, beberapa posisi yang saat itu dibutuhkan adalah Koordinator Website Kelas, Koordinator Piket, Koordinator Bendahara, Koordinator Kerapian, Koordinator Kebersihan dan Sekretaris.
3. Nominasi Kandidat
Berikan kesempatan kepada kakak shalih-shalihah untuk mencalonkan diri atau mencalonkan teman sekelas mereka. Proses ini mengajarkan pentingnya partisipasi aktif dan memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
4. Kampanye
Biarkan kandidat melakukan kampanye kecil-kecilan. Mereka bisa membuat poster, menyampaikan pidato singkat di depan kelas, atau membagikan visi dan misi mereka. Kampanye ini mengajarkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya komunikasi dan bagaimana meyakinkan orang lain dengan cara yang baik dan sopan.
5. Pemilihan
Proses pemilihan dilakukan dengan memberikan setiap kakak shalih-shalihah hak untuk memilih. Pemilihan bisa dilakukan secara tertutup untuk menjaga kerahasiaan dan kenyamanan mereka dalam memberikan suara.
Bu Fia sendiri sudah mengondisikan agar suasana pemilihan perangkat kelas selayaknya Pemilu (Pemilihan Umum) Presiden ataupun Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Ada kotak suara, surat suara dan juga bilik suara. Hal ini agar kakak shalih-shalihah mendapatkan pengalaman nyata seperti apakah Pemilu berlangsung.
6. Penghitungan Suara dan Pengumuman
Setelah semua suara terkumpul, guru bersama beberapa anak bisa melakukan penghitungan suara. Pengumuman hasil pemilihan dilakukan secara terbuka di depan kelas, sehingga semua anak bisa melihat proses yang transparan.
Alhamdulillah setelah melakukan langkah demi langkah di atas, Kelas 6 telah terbentuk Perangkat Kelas sesuai dengan pilihan kakak shalih-shalihah. Selamat kepada kakak-kakak yang terpilih sebagai perangkat kelas, semoga amanah mengemban tugas.
Manfaat Pemilihan Perangkat Kelas
Di balik kegiatan pemilihan perangkat kelas ini, ada beragam manfaat yang bisa didapat oleh kakak shalih-shalihah, antara lain:
1. Mengembangkan Keterampilan Sosial
Kakak shalih-shalihah belajar berinteraksi dengan teman sekelasnya secara positif, mendengarkan pendapat orang lain, dan bekerja sama dalam tim. Mereka juga belajar bagaimana menerima kekalahan dan kemenangan dengan sportif.
2. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Kakak shalih-shalihah yang mencalonkan diri akan mendapatkan pengalaman berharga dalam berbicara di depan umum dan menyampaikan ide-ide mereka. Ini bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memotivasi mereka untuk lebih berpartisipasi dalam kegiatan sekolah lainnya.
3. Memahami Proses Demokrasi
Melalui pemilihan ini, kakak shalih-shalihah mendapatkan pemahaman praktis tentang bagaimana demokrasi bekerja. Mereka belajar tentang pentingnya partisipasi aktif dalam proses pemilihan dan bagaimana keputusan diambil secara kolektif.
4. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab
Kakak shalih-shalihah yang terpilih akan belajar tentang tanggung jawab yang melekat pada posisi yang mereka pegang. Mereka akan belajar mengelola tugas-tugas mereka dengan baik dan berusaha menjadi pemimpin yang baik bagi teman-teman mereka.
Kesimpulan
Mengajarkan demokrasi kepada anak-anak melalui pemilihan perangkat kelas adalah langkah yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Proses ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis tentang demokrasi, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat membentuk karakter kakak shalih-shalihah menjadi lebih bertanggung jawab, berani, dan menghargai perbedaan.
Dengan demikian, insyaAllah kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi individu yang siap berpartisipasi dalam masyarakat demokratis yang lebih luas di masa depan. Ayah Bunda juga bisa menerapkan langkah-langkah di atas, misalnya untuk pembagian tugas sehari-hari di rumah. Selamat mencoba dan ditunggu cerita seru penerapan demokrasi di rumah Ayah Bunda.***