Filosofi nama kelas seringkali tidak diperhatikan dengan baik oleh beberapa lembaga pendidikan. Berbeda dengan SD Islam Bintang Juara, setiap tahun pelajaran baru, Kepala Sekolah SD Islam Bintang Juara menentukan tema untuk menjadi panduan dalam memilih nama-nama kelas beserta filosofinya. Tahun Pelajaran 2024-2025 Kepala Sekolah memilih tema “Tumbuhan” sebagai acuan untuk menentukan nama kelas.
Tujuan dari pemilihan tema ini untuk mengenalkan beragam makhluk Allah SWT. Selain itu, agar para guru dan kakak shalih-shalihah terpantik untuk mencari informasi seputar tumbuhan yang dipilih sebagai nama kelas.
Sebagai pembiasaan, kakak shalih-shalihah dan para guru menggunakan nama latin sebagai penyebutan sehari-hari. Berdasarkan hasil musyawarah tim kreatif, maka terpilihlah 10 jenis tumbuhan. Apakah Ayah Bunda penasaran dengan 10 jenis tumbuhan terpilih sekaligus filosofi nama kelas di dalamnya?
10 Jenis Tumbuhan dan Filosofi Nama Kelas
Setiap tumbuhan memiliki karakter positif yang menjadi doa dalam perjalanan pendidikan. Masing-masing fase dan kelas dipilihkan tumbuhan yang mewakili perjalanan fase atau kelas tersebut.
Tumbuhan Lumut dan Paku Mewakili Kelas 1 dan 2
Organisme lumut dan paku, merupakan organisme yang tumbuh pertama kali dalam proses terbentuknya lapisan ekosistem darat. Lumut dan paku-pakuan menjadi organisme pioner, layaknya kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2 yang menjadi pioner dalam menempuh jenjang pendidikan di SD.
Lumut dan paku juga sering difungsikan sebagai bioindikator kondisi udara dalam sebuah lingkungan. Kedua organisme ini sangat peka terhadap polusi udara. Selayaknya kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2 yang masih fitrah dan bersih (suci).
Organ-organ lumut dan paku-pakuan merupakan organ yang belum sejati (sesungguhnya), maka pun demikian seperti kelas 1 dan 2 yang masih membutuhkan beragam stimulasi untuk mematangkan konsep-konsep bermakna sebagai bekal kehidupan.
Berikut ini nama-nama kelas untuk kelas 1 dan 2:
Kelas 1A – Lumut Hati: Marchantiophyta
Kelas 1B – Lumut Tanduk: Anthocerotopsida
Kelas 1C – Lumut Daun: Bryophyta
Kelas 2A – Paku Tanduk Rusa: Platycerium
Kelas 2B – Paku Ekor Kuda: Equisetum
Tumbuhan Bunga Mewakili Kelas 3
Pada jenjang kelas 3, tim kreatif SD Islam Bintang Jaura memilih 2 bunga yang cantik dan memiliki banyak manfaat, yaitu: Bunga Jasmin (Melati) dan Bunga Rosa (Mawar). Bunga melati berwarna putih, sedangkan bunga mawar berwarna merah.
Warna merah dan putih selayaknya warna bendera Bangsa Indonesia melambangkan kesucian, murni, semangat dan tekad yang kuat. Kami berdoa, semoga di jenjang kelas 3 ini kakak shalih-shalihah sudah mulai memiliki pondasi keilmuan dan tauhid yang kuat seperti akar bunga melati dan mawar.
Selain itu juga semakin terjaga fitrah belajarnya (terlambang dari warna putih bunga melati), dan mampu menampilkan akhlaq yang mulia (seperti indahnya warna-warni bunga mawar).
Berikut nama untuk kelas 3:
Kelas 3A – Bunga Melati: Jasminum Sambac
Kelas 3B – Bunga Mawar: Rosa Hybrida
Tumbuhan Serealia (Tanaman Pangan) Mewakili Kelas 4, 5 dan 6
Untuk nama kelas 4 – 6, tim kreatif memilih tumbuhan yang dapat dijadikan sumber karbohidrat (pangan). Gandum, Jagung, dan Padi menjadi lambang kemakmuran.
Dari pemilihan nama ini, kami berharap kakak shalih-shalihah pada jenjang ini sudah mampu memberikan kebermanfaatan untuk lingkungan sekitar. Melalui program-program sekolah yang dirancang melibatkan mitra eksternal, kakak shalih-shalihah kelas 4-6 siap menjadi pribadi yang matang secara akal dan fisik (akil baligh).
Harapan lainnya, kakak shalih-shalihah yang telah terpondasi keilmuannya tetap terjaga adab dan akhlaqnya. Seperti ilmu padi (Oryza sativa) semakin berisi semakin menunduk. Semakin berilmu, semakin beradab dan bisa memberikan kebermanfaatan.
Berikut ini nama untuk kelas 4-6:
Kelas 4 – Jagung: Zea Mays
Kelas 5 – Gandum: Triticum Aestivum
Kelas 6 – Padi: Oryza Sativa
Demikianlah informasi mengenai filosofi nama kelas SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2024-2025. Semoga bisa memberikan inspirasi, Ayah Bunda.***
SD Islam Bintang Juara mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah dengan tema “Menjadi Generasi Pemimpin Setangguh Rasulullah SAW.” Acara yang diselenggarakan pada hari Rabu, 18 September 2024 ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada para siswa. Berbagai kegiatan menarik dilaksanakan untuk memeriahkan acara, melibatkan siswa dan guru, dengan semangat cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Bintang Juara Bershalawat: Grup Rebana dan Persembahan Guru
Kegiatan dimulai dengan acara Bintang Juara Bershalawat yang diiringi oleh Grup Rebana An Najma. Grup rebana ini merupakan kelompok musik Islami yang terdiri dari kakak shalih-shalihah yang memiliki bakat seni dalam bermusik, khususnya dalam memainkan alat-alat rebana. Penampilan mereka memukau para hadirin dengan lantunan shalawat yang indah, menciptakan suasana penuh ketenangan dan khusyuk.
Tidak hanya kakak shalih-shalihah yang berpartisipasi, para guru pun turut memberikan persembahan spesial. Mereka membawakan shalawat secara bersama-sama, menunjukkan bahwa kegiatan ini adalah momen kebersamaan dan kebanggaan seluruh komunitas sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin mencintai Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Dai Kecil: Tausiyah Inspiratif dari Kak Daffa Kelas 5
Acara berlanjut dengan sesi Dai Kecil, yang menampilkan Kak Daffa, kakak shalih kelas 5, sebagai pembicara utama. Dalam tausiyahnya, Kak Daffa membahas tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW menjadi pemimpin yang adil, bijaksana, dan penuh kasih sayang. Ia juga mengingatkan teman-temannya tentang pentingnya bersikap jujur, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik kepada orang lain.
Meski masih muda, Kak Daffa mampu menyampaikan pesan-pesan moral dengan penuh percaya diri dan inspiratif. Tausiyahnya mengajak para siswa untuk mengikuti teladan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal kepemimpinan, yang akan berguna bagi mereka di masa depan. Sesi ini mendapat apresiasi dari seluruh peserta yang hadir karena mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara sederhana namun bermakna.
Kelas Kepemimpinan: Belajar Memimpin Sesuai Fase Usia
Setelah sesi tausiyah, acara dilanjutkan dengan Kelas Kepemimpinan yang dibagi menjadi tiga fase sesuai jenjang kelas siswa. Fase pertama, untuk kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2, dibimbing oleh Pak Ali. Dalam fase ini, kakak shalih-shalihah diajarkan tentang nilai-nilai dasar kepemimpinan, seperti tanggung jawab, kerja sama, dan saling menghormati. Kegiatan ini dilakukan melalui menonton video, permainan dan simulasi sederhana agar mudah dipahami oleh kakak shalih-shalihah yang masih cukup muda usianya.
Fase kedua diikuti oleh kakak shalih-shalihah kelas 3A dan 3B yang dibimbing oleh Pak Solekan. Pak Solekan membagikan empat sifat utama yang ada dalam diri Rasulullah SAW, yaitu Shiddiq (Benar dan Jujur), Fathonah (Cerdas), Amanah (Dapat Dipercaya), Tabligh (Menyampaikan). Pak Solekan menyebutkan bahwa untuk bisa menjadi seorang pemimpin, maka setidaknya kakak shalih-shalihah harus memiliki satu atau dua sifat tersebut.
Fase ketiga, yang melibatkan kakak shalih-shalihah kelas 4, 5, dan 6, dibimbing oleh Ustaz Fahri. Berbeda dengan pembimbing dari Fase A dan B yang merupakan guru internal SD Islam Bintang Juara, pembimbing untuk fase tinggi didapuk dari luar sekolah. Beliau adalah seorang Hafiz Qur’an.
Ustaz Fahri berbagi kisah Rasulullah SAW, dan mengajak kakak shalih-shalihah bermain kuis interaktif terkait dengan materi kisah yang telah dibawakan. Tak hanya itu, Ustaz Fahri juga mengajak kakak shalih-shalihah untuk melakukan sambung ayat. MasyaAllah…
Penutup
Peringatan Maulid Nabi 1446 H di SD Islam Bintang Juara menjadi momen penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa. Melalui kegiatan-kegiatan seperti Bintang Juara Bershalawat, Dai Kecil, dan Kelas Kepemimpinan, kakak shalih-shalihah tidak hanya diajak untuk memahami makna kepemimpinan, tetapi juga untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meneladani Rasulullah SAW, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi generasi pemimpin yang tangguh, adil, dan bijaksana di masa depan.
Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, SD Islam Bintang Juara mengadakan Festival Kemerdekaan selama dua hari berturut-turut. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah kreativitas dan kekompakan para siswa, tetapi juga untuk menanamkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.
Hari Pertama: Gobak Sodor dan Pidato Kemerdekaan
Pada hari pertama Festival Kemerdekaan, semangat kakak shalih-shalihah terlihat begitu menggebu-gebu. Acara dimulai dengan permainan tradisional Gobak Sodor yang melibatkan seluruh kelas. Permainan ini dipilih karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kerja sama tim, strategi, dan ketangkasan, sangat relevan dengan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
Seluruh siswa, dari kelas satu hingga kelas enam, dengan antusias berpartisipasi dalam permainan ini. Suara sorak-sorai dan tawa riang terdengar di seluruh penjuru sekolah. Setiap tim berusaha keras memenangkan pertandingan, namun di balik kompetisi tersebut, tercipta rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat di antara para siswa.
Bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan Gobak Sodor, festival pidato kemerdekaan berlangsung di area ruang tamu. Pidato Kemerdekaan dibawakan oleh beberapa siswa pilihan dari kelas 1-6. Dalam pidato kakak shalih-shalihah, sebagian besar mereka mengajak para pendengar untuk merenungkan makna kemerdekaan yang telah diraih dengan darah dan air mata para pahlawan bangsa.
Kakak shalih-shalihah dalam pidatonya juga mengajak para pendengar untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif, seperti belajar dengan giat dan berprestasi di berbagai bidang.
MasyaAllah semakin hari kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara makin piawai dalam berpidato. Bahkan Kak Daffa sampai bercucuran air mata saat menyampaikan isi pidatonya dengan penuh penghayatan.
Harapannya dengan kegiatan Pidato Kemerdekaan ini, kakak shalih-shalihah menjadi terinspirasi untuk lebih mencintai bangsa dan negara, serta berkomitmen untuk menjadi generasi penerus yang mampu menjaga dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Hari Kedua: Jalan Sehat, Festival Petani Cilik, dan Festival Pejuang Tangguh
Hari kedua Festival Kemerdekaan dimulai dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan orang tua. Dengan rute mengelilingi lingkungan sekitar sekolah, acara jalan sehat ini menjadi momen kebersamaan yang hangat dan penuh keceriaan.
Setiap kelas menampilkan yel-yel terbaiknya. Ada pula yang membawa MMT, poster-poster inspiratif hingga galon bekas yang ditabuh bertalu-talu. Semakin menambah semarak sepanjang perjalanan.
Terlebih kakak shalih-shalihah mengenakan pakaian dengan nuansa Merah Putih, sehingga ketika berjalan dalam barisan terlihat gagah nan berani. Beberapa di antaranya juga menempelkan stiker gambar Garuda atau bendera Merah Putih di pipi mereka.
Sesampainya di sekolah, setiap peserta diberikan sari kacang hijau sebagai minuman sehat untuk mengembalikan stamina usai berjalan-jalan.
Usai jalan sehat, acara dilanjutkan dengan Festival Petani Cilik. Dalam festival ini, kakak shalih-shalihah kelas rendah diajak untuk belajar dan merasakan langsung bagaimana menjadi petani. Mereka belajar menanam kangkung di dalam polybag, mengenal berbagai jenis real food, dan memahami pentingnya memilih makanan sehat.
Kegiatan yang mengangkat tema “Makananku Real Food, Akhlakku Real Good” ini disambut antusias oleh kakak shalih-shalihah kelas rendah. Mereka mendengarkan paparan materi dari Bu Siti dengan seksama dan mempraktikkan menanam kangkung dengan penuh semangat.
Nantinya para petani cilik ini mendapat tanggungjawab untuk merawat tanaman kangkungnya hingga tumbuh dengan sehat, dan bisa dipanen. Kegiatan ini juga merupakan salah satu langkah SD Islam Bintang Juara menuju Sekolah Adiwiyata.
Sementara itu di kelas tinggi, kakak shalih-shalihah mendapat materi dari Bu Nawang. Dilanjutkan mereka melakukan riset terkait lingkungan yang bisa diaplikasikan di sekolah. Hasil riset tersebut kemudian dipaparkan pada hari Jum’at, 23 Agustus 2024 di depan Pak Ronal dan Bu Siti.
Selain melakukan riset dan presentasi, kakak kelas tinggi juga mendapat tugas untuk membuat poster bertema lingkungan. Kegiatan Festival Petani Cilik ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan menghargai profesi petani sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan masyarakat.
Pada saat bersamaan dengan berlangsungnya Festival Petani Cilik, diadakan pula Festival Pejuang Tangguh yang menampilkan kegiatan tarik tambang. Kegiatan ini menjadi puncak kegembiraan di hari kedua.
Setiap kelas berusaha menunjukkan kekuatan dan kekompakan mereka dalam menarik tali tambang. Sorak-sorai penonton yang terdiri dari teman-teman dan guru-guru semakin menambah semangat para peserta.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, pada hari kedua ini juga diadakan sesi berbagi hadiah doorpize. Hadiah ini sendiri dikumpulkan dari para guru dan murid-murid. Lalu diacak dan dibagikan kembali kepada murid dan guru.
Hadiah-hadiah sederhana seperti buku tulis, alat tulis, tumblr, dan mainan edukatif diberikan sebagai bentuk rasa syukur pada kemerdekaan Indonesia yang telah menuju usia 79.
Penutup
Festival Kemerdekaan di SD Islam Bintang Juara menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh warga sekolah. Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif dan menyenangkan, kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar tentang sejarah dan makna kemerdekaan, tetapi juga mengembangkan berbagai nilai positif seperti kerja sama, kedisiplinan, dan rasa syukur.
Semangat kebangsaan yang tumbuh dari Festival Kemerdekaan ini diharapkan dapat terus menyala dalam diri setiap siswa, membimbing mereka menjadi generasi penerus yang cinta tanah air dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.***
Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memberikan kekuasaan kepada rakyat untuk menentukan pemimpin dan kebijakan melalui pemilihan umum. Nilai-nilai demokrasi, seperti kebebasan berpendapat, hak memilih, dan tanggung jawab sosial, sangat penting untuk dipahami sejak dini. Salah satu cara efektif untuk mengajarkan demokrasi kepada anak-anak adalah melalui pemilihan perangkat kelas di sekolah.
Ayah Bunda, alhamdulillah kegiatan pemilihan perangkat kelas tersebut telah dilaksanakan di Kelas Oryza Sativa (Kelas 6). Didampingi oleh Bu Fia selaku wali kelas, pemilihan perangkat kelas telah terlaksana dengan lancar pada hari Senin, 22 Juli 2024.
Mengapa Pemilihan Perangkat Kelas?
Pemilihan perangkat kelas, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, dan bendahara, memberikan pengalaman langsung kepada kakak shalih-shalihah tentang proses demokrasi. Mereka belajar bahwa suara mereka berharga dan memiliki dampak.
Selain itu, melalui proses ini, kakak shalih-shalihah belajar menghargai pendapat orang lain, memahami pentingnya diskusi dan kompromi, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, baik menang maupun kalah.
Langkah-Langkah Pemilihan Perangkat Kelas
Tentunya sebelum melakukan pemilihan perangkat kelas, wali kelas sudah memberikan pijakan awal pada kakak shalih-shalihah tentang bagaimana kegiatan tersebut akan berlangsung. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan pada proses pemilihan perangkat kelas:
1. Pendidikan Awal tentang Demokrasi
Guru dapat memulai dengan memberikan penjelasan singkat tentang apa itu demokrasi dan mengapa penting. Kakak shalih-shalihah perlu memahami bahwa demokrasi adalah sistem yang adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berpartisipasi.
2. Mengidentifikasi Posisi yang Dibutuhkan
Tentukan posisi apa saja yang perlu diisi, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara, dan mungkin posisi lain yang relevan. Jelaskan tugas dan tanggung jawab masing-masing posisi agar kakak shalih-shalihah memahami peran yang akan mereka pilih.
Di Kelas VI SD Islam Bintang Juara sendiri, beberapa posisi yang saat itu dibutuhkan adalah Koordinator Website Kelas, Koordinator Piket, Koordinator Bendahara, Koordinator Kerapian, Koordinator Kebersihan dan Sekretaris.
3. Nominasi Kandidat
Berikan kesempatan kepada kakak shalih-shalihah untuk mencalonkan diri atau mencalonkan teman sekelas mereka. Proses ini mengajarkan pentingnya partisipasi aktif dan memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
4. Kampanye
Biarkan kandidat melakukan kampanye kecil-kecilan. Mereka bisa membuat poster, menyampaikan pidato singkat di depan kelas, atau membagikan visi dan misi mereka. Kampanye ini mengajarkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya komunikasi dan bagaimana meyakinkan orang lain dengan cara yang baik dan sopan.
5. Pemilihan
Proses pemilihan dilakukan dengan memberikan setiap kakak shalih-shalihah hak untuk memilih. Pemilihan bisa dilakukan secara tertutup untuk menjaga kerahasiaan dan kenyamanan mereka dalam memberikan suara.
Bu Fia sendiri sudah mengondisikan agar suasana pemilihan perangkat kelas selayaknya Pemilu (Pemilihan Umum) Presiden ataupun Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Ada kotak suara, surat suara dan juga bilik suara. Hal ini agar kakak shalih-shalihah mendapatkan pengalaman nyata seperti apakah Pemilu berlangsung.
6. Penghitungan Suara dan Pengumuman
Setelah semua suara terkumpul, guru bersama beberapa anak bisa melakukan penghitungan suara. Pengumuman hasil pemilihan dilakukan secara terbuka di depan kelas, sehingga semua anak bisa melihat proses yang transparan.
Alhamdulillah setelah melakukan langkah demi langkah di atas, Kelas 6 telah terbentuk Perangkat Kelas sesuai dengan pilihan kakak shalih-shalihah. Selamat kepada kakak-kakak yang terpilih sebagai perangkat kelas, semoga amanah mengemban tugas.
Manfaat Pemilihan Perangkat Kelas
Di balik kegiatan pemilihan perangkat kelas ini, ada beragam manfaat yang bisa didapat oleh kakak shalih-shalihah, antara lain:
1. Mengembangkan Keterampilan Sosial
Kakak shalih-shalihah belajar berinteraksi dengan teman sekelasnya secara positif, mendengarkan pendapat orang lain, dan bekerja sama dalam tim. Mereka juga belajar bagaimana menerima kekalahan dan kemenangan dengan sportif.
2. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Kakak shalih-shalihah yang mencalonkan diri akan mendapatkan pengalaman berharga dalam berbicara di depan umum dan menyampaikan ide-ide mereka. Ini bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memotivasi mereka untuk lebih berpartisipasi dalam kegiatan sekolah lainnya.
3. Memahami Proses Demokrasi
Melalui pemilihan ini, kakak shalih-shalihah mendapatkan pemahaman praktis tentang bagaimana demokrasi bekerja. Mereka belajar tentang pentingnya partisipasi aktif dalam proses pemilihan dan bagaimana keputusan diambil secara kolektif.
4. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab
Kakak shalih-shalihah yang terpilih akan belajar tentang tanggung jawab yang melekat pada posisi yang mereka pegang. Mereka akan belajar mengelola tugas-tugas mereka dengan baik dan berusaha menjadi pemimpin yang baik bagi teman-teman mereka.
Kesimpulan
Mengajarkan demokrasi kepada anak-anak melalui pemilihan perangkat kelas adalah langkah yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Proses ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis tentang demokrasi, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat membentuk karakter kakak shalih-shalihah menjadi lebih bertanggung jawab, berani, dan menghargai perbedaan.
Dengan demikian, insyaAllah kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi individu yang siap berpartisipasi dalam masyarakat demokratis yang lebih luas di masa depan. Ayah Bunda juga bisa menerapkan langkah-langkah di atas, misalnya untuk pembagian tugas sehari-hari di rumah. Selamat mencoba dan ditunggu cerita seru penerapan demokrasi di rumah Ayah Bunda.***
Di era digital saat ini, kakak shalih-shalihah lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik seperti tablet, smartphone, dan komputer. Sementara itu, permainan tradisional yang dulu populer dan penuh kenangan mulai terpinggirkan. Alasan tersebutlah yang melatarbelakangi mengapa Fun Traditional Game menjadi salah satu kegiatan dalam Pekan Ta’aruf 2024.
5 Keseruan Pos Fun Traditional Game
Dalam menjalankan Fun Traditional Game, SD Islam Bintang Juara bekerjasama dengan Yayasan Tumbuh Mulia. Yaitu sebuah lembaga kemanusiaan nirlaba yang fokus memberdayakan anak yatim, dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.
Yayasan Tumbuh Mulia membantu Sekolah Calon Pemimpin Muslim menyiapkan beragam permainan tradisional, lengkap dengan peralatannya. Sementara itu, kakak shalih-shalihah diajak untuk berdonasi untuk membantu para anak yatim dan dhuafa di bawah Yayasan Tumbuh Mulia.
Dengan cara ini diharapkan kakak shalih-shalihah tidak hanya mengenal permainan tradisional yang hampir usang, tetapi juga diajak untuk peduli terhadap sesama.
Nah, pada kegiatan Fun Traditional Game ini, dibagi menjadi lima pos, yaitu:
Pos 1 – Langkah Seirama Kemenangan Bersama
Bertempat di Pusat Olahraga PAUD – SD Islam Bintang Juara, atau yang sering disebut dengan lapangan bawah, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi kelompok kecil, lalu menggunakan bakiak dan beradu cepat dengan kelompok lain menuju garis finish. Terlihat mudah, tetapi untuk bisa mencapai tujuan, dibutuhkan komunikasi dan kerjasama tim yang apik.
Pos 2 – Lompatan Semangat Raih Tujuan
Teras basement gedung B diubah menjadi tempat permainan yang asyik. Dari nama posnya, apa Ayah Bunda bisa menebak permainan apa yang dijalankan kakak shalih-shalihah di sini?
Ya, betul sekali, permainan di Pos 2 ini adalah engklek, atau disebut juga dengan Sunda Manda. Bedanya, kalau engklek zaman dulu, kita butuh menggambar pola menggunakan kapur atau batu berwarna merah di atas jalanan. Engklek zaman sekarang sudah tersedia dalam bentuk MMT, sehingga bisa langsung dimainkan.
Pos 3 – Kekuatan dan Ketangkasan, Taklukan Rintangan
Berlokasi di Gedung A Lantai 2, ditemani oleh Pak Arial dan Bu Muhay, kakak shalih-shalihah bersemangat mengikuti permainan yang disebut dengan Buldozer. Kakak harus masuk ke dalam kain yang panjang, dan bekerjasama untuk menggerakkan kain tersebut sebagaimana roda-roda buldozer saat sedang berjalan.
Pos 4 – Kerjasama Seimbang, Langkah Penuh tantangan
Bersama Bu Laila di Gedung A Lantai 1, kakak shalih-shalihah diajak untuk bermain Kaki Kepiting. Satu tim terdiri dari tiga orang kakak shalih-shalihah. Kaki mereka saling terikat menggunakan tali yang telah disediakan.
Tantangannya adalah masing-masing tim harus beradu cepat dengan tim lain, hingga menuju garis finish. Pada permainan ini dibutuhkan kekompakan, agar tidak ada anggota tim yang terjatuh.
Pos 5 – Rangkaian Elastisitas, Kreativitas Tanpa Batas
Sama dengan pos 1, kegiatan bermain karet ini juga dilaksanakan di lapangan bawah. Kakak shalih-shailhah diminta untuk melompati karet gelang yang telah dibentuk memanjang menyerupai tali. Sebuah permainan yang hampir tidak pernah lagi dijumpai saat ini.
MasyaAllah kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti kegiatan dari satu pos ke pos lain. Ayah Bunda bisa mengajak mereka recalling tentang kegiatan tersebut. Namun sebelumnya, cari tahu dulu yuk manfaat mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah!
Pentingnya Mengenalkan Permainan Tradisional kepada Anak Zaman Sekarang
Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang tidak boleh diabaikan. Setelah Ayah Bunda kami ajak napak tilas pada kegiatan hari terakhir Pekan Ta’aruf 2024, kita akan membahas mengapa penting untuk mengenalkan permainan tradisional kakak shalih-shalihah dan bagaimana hal ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka.
Nah, berikut ini beragam manfaat yang bisa diperoleh kakak shalih-shalihah saat melakukan permainan tradisional:
1. Meningkatkan Keterampilan Sosial
Permainan tradisional sering kali dimainkan secara berkelompok, yang mendorong interaksi sosial dan kerja sama tim. Misalnya, permainan seperti congklak, lompat tali, dan petak umpet membutuhkan kakak shalih-shalihah untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman-temannya.
Hal ini membantu mereka belajar cara berkomunikasi, mengembangkan keterampilan negosiasi, dan memahami pentingnya kerja sama. Dengan demikian, permainan tradisional dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial kakak shalih-shalihah.
2. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi
Berbeda dengan permainan digital yang sering kali memiliki aturan dan batasan yang ketat, permainan tradisional cenderung lebih fleksibel dan mendorong kakak shalih-shalihah untuk menggunakan imajinasi mereka. Misalnya, permainan seperti wayang atau gobak sodor memungkinkan anak-anak untuk menciptakan cerita dan skenario mereka sendiri.
Dengan cara ini, permainan tradisional dapat membantu mengembangkan kreativitas dan imajinasi kakak shalih-shalihah, yang merupakan aspek penting dari perkembangan kognitif mereka.
3. Meningkatkan Keterampilan Motorik
Permainan tradisional sering kali melibatkan aktivitas fisik yang dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik kakak shalih-shalihah. Lompat tali, galah asin, dan benteng-bentengan, misalnya, membutuhkan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan ketangkasan.
Aktivitas fisik ini tidak hanya baik untuk kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar mereka. Dalam jangka panjang, keterampilan motorik yang baik dapat membantu anak-anak dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akademik dan olahraga.
4. Memperkenalkan Nilai-Nilai Budaya
Permainan tradisional adalah bagian penting dari warisan budaya kita. Dengan mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah, kita juga memperkenalkan mereka pada nilai-nilai budaya dan tradisi yang kaya.
Hal ini bisa membantu anak-anak memahami dan menghargai sejarah serta warisan budaya mereka. Selain itu, permainan tradisional sering kali mengandung pesan moral dan etika yang dapat membantu membentuk karakter kakak shalih-shalihah. Misalnya, dalam permainan dakon atau congklak, mereka belajar tentang kesabaran, strategi, dan fair play.
5. Mengurangi Ketergantungan pada Teknologi
Di zaman sekarang, banyak anak yang kecanduan gadget dan permainan digital. Hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Mengenalkan permainan tradisional bisa menjadi alternatif yang menyenangkan dan mendidik untuk mengurangi waktu layar.
Dengan bermain permainan tradisional, kakak shalih-shalihah dapat lebih aktif secara fisik, bersosialisasi dengan teman sebaya, dan mengurangi risiko gangguan kesehatan yang terkait dengan penggunaan teknologi berlebihan, seperti obesitas dan gangguan tidur.
6. Menjalin Ikatan Keluarga
Permainan tradisional sering kali dimainkan bersama anggota keluarga, yang bisa menjadi kesempatan yang baik untuk menjalin ikatan dan menghabiskan waktu berkualitas bersama. Misalnya, bermain ular tangga atau monopoli dengan keluarga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan mendekatkan antar anggota keluarga. Ini juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengenang masa kecil mereka dan berbagi cerita serta pengalaman dengan anak-anak.
Kesimpulan
Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang signifikan. Dari meningkatkan keterampilan sosial dan motorik hingga mengembangkan kreativitas dan memperkenalkan nilai-nilai budaya, permainan tradisional menawarkan banyak hal yang tidak bisa ditemukan dalam permainan digital.
Selain itu, permainan tradisional juga membantu mengurangi ketergantungan pada teknologi dan menjalin ikatan keluarga. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melestarikan dan mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda agar mereka dapat merasakan manfaatnya dan menjaga warisan budaya kita tetap hidup.
Nah, Ayah Bunda juga bisa lo menyelenggarakan Fun Traditional Game di rumah masing-masing. Apalagi setelah mengetahui manfaat dari permainan tradisional, pastinya makin semangat dong bikin agenda khusus main tradisional di rumah? Selamat main bersama dan memetik hasilnya, Ayah Bunda.***
Menemukan cara membuat anak berani dan percaya diri merupakan salah satu tugas penting bagi setiap orang tua. Salah satu metode yang kreatif dan efektif untuk mencapai hal ini adalah dengan menggunakan konsep Pohon Harapan.
Pohon Harapan untuk Membentuk Mental Visioner
Pohon Harapan adalah sebuah aktivitas di mana anak-anak dan orang tua bekerja sama untuk menuliskan dan menempelkan harapan-harapan mereka pada sebuah pohon buatan. Berikut adalah cara membuat kakak shalih-shalihah berani dan percaya diri meraih cita-cita melalui Pohon Harapan.
1. Membuat Pohon Harapan
Langkah pertama adalah membuat pohon harapan. Ayah Bunda dapat menggunakan berbagai bahan seperti karton, kertas warna-warni, atau bahkan ranting kayu. Tempatkan pohon buatan ini di lokasi yang mudah dijangkau oleh kakak shalih-shalihah, misalnya di ruang keluarga atau kamar tidur mereka. Pastikan pohon tersebut cukup besar sehingga dapat menampung banyak harapan dan cita-cita.
2. Menulis Harapan dan Cita-cita
Ajak kakak shalih-shalihah untuk menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada kertas berbentuk daun. Harapan ini bisa berupa impian jangka panjang seperti menjadi dokter, guru, atau bahkan astronot. Selain itu, dorong mereka untuk menuliskan harapan yang lebih kecil dan lebih mudah dicapai, seperti ingin mendapatkan nilai bagus di sekolah atau menguasai keterampilan baru.
3. Menempelkan Harapan pada Pohon
Setelah harapan dan cita-cita ditulis, tempelkan daun-daun tersebut pada pohon harapan. Proses menempelkan harapan ini bisa menjadi momen yang menyenangkan dan penuh makna bagi kakak shalih-shalihah. Mereka akan merasa antusias melihat pohon harapan mereka semakin penuh dengan impian-impian mereka.
4. Diskusi dan Refleksi
Setelah pohon harapan selesai dibuat, luangkan waktu untuk berdiskusi dengan kakak shalih-shalihah tentang harapan-harapan yang telah mereka tulis. Tanyakan mengapa mereka memiliki harapan tersebut dan apa langkah-langkah yang bisa mereka ambil untuk mencapainya. Diskusi ini akan membantu kakak shalih-shalihah memahami bahwa untuk mencapai cita-cita diperlukan usaha dan ketekunan.
5. Memberikan Dukungan dan Motivasi
Sebagai orang tua, sangat penting untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada kakak shalih-shalihah dalam meraih cita-cita mereka. Berikan pujian ketika mereka menunjukkan usaha dan kemajuan dalam mencapai harapan mereka.
Pastikan untuk selalu memberikan dorongan positif dan mengingatkan kakak shalih-shalihah bahwa mereka memiliki kemampuan untuk meraih apa pun yang mereka impikan, tentu saja dengan izin Allah SWT.
6. Mengajarkan Kegagalan sebagai Bagian dari Proses
Selain memberikan dukungan, ajarkan juga kepada kakak shalih-shalihah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses mencapai cita-cita. Ceritakan pengalaman Ayah Bunda sendiri atau kisah-kisah inspiratif tentang orang-orang yang berhasil meraih impian mereka meskipun mengalami banyak kegagalan.
Kisah tersebut insyaAllah akan membantu kakak shalih-shalihah memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi sebuah pelajaran berharga untuk bangkit dan mencoba lagi.
7. Memperbarui Pohon Harapan
Secara berkala, ajak kakak shalih-shalihah untuk memperbarui pohon harapan mereka. Tambahkan harapan-harapan baru dan lihat kembali harapan-harapan yang sudah tercapai.
Momen ini bisa menjadi waktu refleksi yang baik untuk mengingatkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya memiliki tujuan dan berusaha mencapainya.
Cara Membuat Anak Berani dan Percaya Diri Meraih Cita-cita pada Pekan Ta’aruf 2024 Hari Keempat
Ayah Bunda, membuat Pohon Harapan sudah dilakukan di SD Islam Bintang Juara. Tepatnya pada gelaran Pekan Ta’aruf 2024 hari keempat (Kamis, 18 Juli 2024).
Pada hari itu, kakak kelas 2-6 diberikan tantangan oleh ibu bapak guru untuk menuliskan harapannya pada kertas yang disediakan. Didampingi oleh wali kelas dan pendamping, kakak shalih-shalihah menuliskan nama, harapan untuk sekolah, harapan untuk diri sendiri dan cita-cita yang ingin digapai oleh mereka.
MasyaAllah, kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan kakak kelas 6 sudah mampu menuliskan beragam harapan pada kertas yang telah tersedia.
Dari harapan terdekat yang ingin dicapai, hingga cita-cita secara personal, sampai target mereka hingga nanti perguruan tinggi. Kami percaya apa yang kakak tuliskan akan menjadi doa-doa yang teruntai. Semoga apa yang kakak tulis dan harapkan bisa tercapai dalam bentuk terbaiknya.
Agar doa-doa kakak semakin menguat, Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah untuk membuat Pohon Harapan keluarga di rumah masing-masing. Ayah Bunda bisa menyaksikan video dokumentasi kegiatan membuat Pohon Harapan di kelas 6 berikut ini, agar semakin semangat menerapkannya di rumah:
Kesimpulan
Menggunakan Pohon Harapan merupakan cara membuat anak berani dan percaya diri dengan metode yang kreatif dan efektif. Melalui aktivitas ini, kakak shalih-shalihah belajar untuk bermimpi besar, berusaha keras, dan menerima kegagalan sebagai bagian dari perjalanan mereka.
Dengan dukungan dan motivasi yang tepat dari orang tua dan guru, insyaAllah kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan berani meraih cita-cita mereka. Ayo, Ayah Bunda coba juga buat Pohon Harapan di rumah ya!***