fbpx
BBOT Kelas 3B: Belajar Menjaga Panca Indra Bersama Bunda Gigih

BBOT Kelas 3B: Belajar Menjaga Panca Indra Bersama Bunda Gigih

Semarang — Jumat, 29 Agustus 2025, ruang kelas 3B SD Islam Bintang Juara dipenuhi antusiasme luar biasa. Kali ini, kegiatan Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) menghadirkan Bunda Gigih Wiji Nugraheni, orang tua dari Kak Gilby, dengan tema menarik: “Yuk, Jaga Panca Indra Kita.”

Belajar Merawat Anugerah Allah 🌟

Bunda Gigih membuka kegiatan dengan mengingatkan bahwa panca indra adalah anugerah Allah SWT yang harus dijaga. Melalui panca indra—mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit—kita bisa mengenal dunia dan bersyukur atas nikmat-Nya.

Kakak shalih-shalihah diajak mengenal berbagai gangguan indra yang bisa dialami manusia, serta cara sederhana untuk mencegah dan merawatnya. Misalnya, menjaga kebersihan telinga, tidak membaca terlalu dekat, hingga menghindari suara bising berlebihan.

Serunya Eksperimen di Kelas 🔍

Kegiatan makin seru ketika kakak diajak melakukan praktik langsung. Mereka belajar:

  • Mengukur desibel suara untuk mengetahui batas aman pendengaran.
  • Simulasi jarak baca agar mata tetap sehat dan tidak cepat lelah.

Dengan eksperimen sederhana ini, kakak jadi paham bahwa menjaga panca indra bukan sekadar teori, tetapi bisa dilakukan dalam keseharian.

Pengalaman yang Membekas ✨

Suasana kelas 3B begitu hidup. Kakak shalih-shalihah tampak bersemangat, aktif bertanya, dan mencoba setiap praktik dengan riang gembira. Bagi mereka, belajar kesehatan panca indra jadi pengalaman berharga yang mudah dipahami dan menyenangkan.

Kesimpulan 🌱

Kegiatan BBOT bersama Bunda Gigih membuktikan bahwa edukasi kesehatan bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan. Kakak shalih-shalihah kelas 3B tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga belajar rasa syukur dan tanggung jawab menjaga tubuh sebagai amanah dari Allah SWT.

Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan terus menginspirasi untuk menjaga panca indra kita sejak dini.*** (CM-MRT)

BBOT Kelas 5: Belajar Wirausaha Bersama Ayah Nurman, “Menghitung dengan Hati, Bekerja dengan Rapi”

BBOT Kelas 5: Belajar Wirausaha Bersama Ayah Nurman, “Menghitung dengan Hati, Bekerja dengan Rapi”

Semarang — Kamis, 28 Agustus 2025 menjadi hari penuh inspirasi untuk kakak shalih-shalihah kelas 5 SD Islam Bintang Juara. Melalui kegiatan Belajar Bersama Orang Tua (BBOT), mereka mendapat kesempatan belajar langsung dari Ayah Nurman Kertanegara, orang tua dari Kak Arsakha, dengan tema yang sarat makna: “Menghitung dengan Hati, Bekerja dengan Rapi: Merajut Usaha, Mengasah Logika.

Kegiatan ini menghadirkan nuansa baru, bukan sekadar materi di kelas, tetapi juga perjalanan untuk mengenal dunia wirausaha sejak dini.

Mengenal Wirausaha: Dari Ide Menjadi Karya 💡

Di awal sesi, Ayah Nurman mengajak kakak memahami apa itu wirausaha. Beliau menjelaskan bahwa wirausaha adalah proses memulai, mengelola, dan mengembangkan bisnis secara mandiri dengan tujuan memperoleh keuntungan, sekaligus menanggung risiko yang ada.

Seorang wirausaha, kata beliau, harus punya kreativitas, inovasi, dan kemampuan menggabungkan sumber daya untuk menciptakan produk atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan cara ini, seseorang tidak hanya mencari penghasilan, tetapi juga memberi nilai tambah melalui karya.

Berwirausaha Sejak Dini: Belajar, Berlatih, Bertindak 🚀

Ayah Nurman menekankan bahwa jiwa kewirausahaan perlu ditanamkan sejak kecil. Tahapannya sederhana namun bermakna:

  • Belajar → memperbanyak ilmu dan mengasah keterampilan khusus.
  • Berlatih → misalnya lewat kegiatan market day, cooking class, atau kunjungan ke pengrajin.
  • Bertindak → mencoba usaha kecil-kecilan yang melatih keberanian sekaligus tanggung jawab.

Dengan cara ini, diharapkan kakak shalih-shalihah akan terbiasa berpikir kreatif, berani mencoba, sekaligus disiplin dalam bekerja.

Karakter Seorang Wirausahawan Muslim 🌟

Tak hanya bicara soal bisnis, Ayah Nurman juga menanamkan nilai penting bahwa seorang wirausaha sejati harus berpegang pada tauhid dan nilai Islam. Beberapa karakter penting yang harus dimiliki antara lain:

  • Kepercayaan diri dan kemandirian.
  • Kepemimpinan dan keberanian mengambil risiko.
  • Kreativitas dan inovasi.
  • Berorientasi pada masa depan dan hasil kerja nyata.
  • Disiplin, sopan, jujur, dan amanah.

Beliau menekankan bahwa wirausaha bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan dan mengurangi pengangguran.

Belajar dari Usaha Laundry 🧺

Untuk membuat suasana lebih nyata, Ayah Nurman berbagi kisah tentang usaha laundry yang digelutinya. Kakak shalih-shalihah diajak memahami teks prosedur mencuci sebagai bagian dari usaha, sekaligus belajar menghitung pendapatan melalui simulasi sederhana.

Integrasi ini membuat mereka merasakan bahwa wirausaha sangat dekat dengan pelajaran sehari-hari, mulai dari Bahasa Indonesia (teks prosedur) hingga Matematika (operasi hitung).

Pesan Inspiratif: Bercita-Cita Setinggi Langit ✨

Di akhir sesi, Ayah Nurman berpesan penuh semangat:

“Bercita-citalah setinggi langit. Apapun profesi kita, baik menjadi pejabat, karyawan, maupun pengusaha, berpegang teguhlah dengan aturan Allah. Wajib halal dan dengan cara yang baik: jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Sesibuk-sibuknya kita, jangan sampai lupa beribadah kepada Allah. Naikkan level cita-cita kita, capailah surga, bukan hanya kaya materi dunia.”

Kata-kata ini disambut dengan semangat oleh kakak shalih-shalihah, menutup kegiatan BBOT dengan pelajaran berharga tentang arti bekerja, berkarya, sekaligus beribadah.

Kesimpulan 🌱

BBOT kelas 5 kali ini bukan hanya tentang belajar wirausaha, tetapi juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan integritas sejak dini. Dengan dukungan orang tua dan sekolah, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, sekaligus berakhlak mulia.***(CM-MRT)

BBOT Kelas 2A: Belajar Tentang “Air Sumber Kehidupan” Bersama Ayah Kak Fatih

BBOT Kelas 2A: Belajar Tentang “Air Sumber Kehidupan” Bersama Ayah Kak Fatih

Semarang, 26 Agustus 2025 — Ada yang berbeda dari kegiatan Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) kali ini. Jika biasanya kakak shalih-shalihah kelas 2A belajar di ruang kelas bersama orang tua yang hadir sebagai narasumber, pada Kamis istimewa ini mereka justru diajak belajar langsung di tempat kerja Ayah Kak Fatih, Dian Andrianto, di PT Tirta Gajah Mungkur.

Dengan penuh rasa ingin tahu, kakak shalih dan shalihah bersemangat mengikuti perjalanan pembelajaran bertema “Air Sumber Kehidupan”.

Air: Hadiah Allah yang Harus Dijaga 🌍

Sejak awal kegiatan, Ayah Kak Fatih mengingatkan bahwa air adalah karunia Allah yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa air, manusia, hewan, maupun tumbuhan tidak akan bisa bertahan hidup. Oleh karena itu, menjaga kebersihan air berarti menjaga kehidupan.

Di sini, kakak shalih-shalihah belajar bahwa air bukan sekadar yang kita minum atau gunakan sehari-hari, tetapi ada proses panjang agar air yang kita nikmati bisa benar-benar bersih dan layak dipakai.

Jelajah Edukatif di PT Tirta Gajah Mungkur 🏭

Kegiatan semakin seru ketika kakak diajak berkeliling melihat langsung proses pengelolaan air di PT Tirta Gajah Mungkur.

  • Mengenal Sumber Air → Kakak diperkenalkan pada bagaimana perusahaan mengambil air dari sumbernya dengan tetap menjaga kelestarian alam.
  • Proses Penyaringan → Dari air kotor hingga menjadi jernih, kakak menyaksikan bagaimana teknologi bekerja untuk memisahkan kotoran dan zat berbahaya.
  • Distribusi Air Bersih → Setelah melewati berbagai tahap, air kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga agar bisa digunakan dengan aman.

Tak hanya itu, Ayah Kak Fatih juga menekankan betapa pentingnya hemat air dan tidak membuang-buang sumber daya yang berharga ini.

Belajar dengan Rasa Antusias 🤩

Sepanjang kegiatan, wajah kakak shalih dan shalihah penuh antusias. Mereka bertanya, mencatat, dan mengamati setiap proses dengan rasa penasaran tinggi. Ada yang kagum melihat alat penyaring besar, ada pula yang berdecak takjub saat melihat air berubah dari keruh menjadi jernih.

Momen ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar yang berbeda, tetapi juga menanamkan rasa syukur atas nikmat Allah berupa air yang selama ini sering dianggap sepele.

Ilmu yang Bermanfaat untuk Kehidupan 🌱

Melalui kegiatan BBOT kali ini, kakak shalih-shalihah kelas 2A belajar bahwa menjaga air berarti menjaga masa depan. Air yang bersih adalah hak semua orang, dan tugas kita bersama untuk merawatnya.

Semoga ilmu yang didapat dari BBOT “Air Sumber Kehidupan” ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk hidup lebih bijak dalam menggunakan air. Terima kasih, Ayah Kak Fatih, sudah berbagi inspirasi yang berharga. 🌟

SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran bermakna yang menghubungkan ilmu, pengalaman nyata, dan nilai-nilai kehidupan.

Delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara Raih Prestasi Gemilang di Tingkat Kecamatan

Delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara Raih Prestasi Gemilang di Tingkat Kecamatan

Semarang, 20 Agustus 2025 — Suasana penuh semangat terasa di SD Ummul Quro’, Semarang. Hari itu menjadi saksi bagaimana para kakak shalih-shalihah dari SD Islam Bintang Juara tampil percaya diri dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan Gunungpati.

FTBI sendiri merupakan ajang bergengsi tahunan yang diadakan untuk melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, melalui berbagai cabang lomba seperti menulis, membaca, hingga seni bertutur. Festival ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai bahasa ibu sekaligus mengasah bakat mereka dalam bidang literasi dan budaya.

Delegasi SD Islam Bintang Juara

Dalam festival kali ini, SDIBJ mengirimkan para delegasi terbaik di berbagai cabang lomba:

  • Nulis & Maca Aksara Jawa → Kak Djuna dan Kak Hya
  • Sesorah (Pidato Jawa) → Kak Satria dan Kak Naura
  • Geguritan (Puisi Jawa) → Kak Syabil dan Kak Neyva
  • Nulis Cerkak (Cerita Pendek Jawa) → Kak Aqasha dan Kak Lina
  • Macapat (Menyanyikan Tembang Jawa) → Kak Altamis dan Kak Caca
  • Ndagel Ijen (Dagelan Tunggal) → Kak Gesang dan Kak Linda
  • Ndongeng (Mendongeng dalam Bahasa Jawa) → Kak Naoki dan Kak Najma

Setiap delegasi tampil dengan persiapan matang, membawa semangat juang sekaligus kebanggaan sebagai wakil SD Islam Bintang Juara.

Prestasi yang Membanggakan 🏆

Alhamdulillah, kerja keras para kakak shalih-shalihah berbuah manis. Dalam ajang FTBI kali ini, SD Islam Bintang Juara berhasil membawa pulang dua prestasi membanggakan:

prestasi FTBI 2025

  • ✨ Juara 2 Nulis & Maca Aksara Jawa Putra – diraih oleh Kak Djuna
  • ✨ Juara 1 Geguritan Putra – diraih oleh Kak Syabil

Khusus untuk Kak Syabil, keberhasilannya mengantarkan ia melaju ke tingkat kota. Sebuah prestasi yang bukan hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga membawa harum nama sekolah.

Lebih dari Sekadar Lomba

Bagi SD Islam Bintang Juara, ajang FTBI bukan hanya tentang kompetisi. Lebih dari itu, ini adalah pembelajaran berharga tentang bagaimana mencintai bahasa ibu, melestarikan budaya, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyampaikan ide serta kreativitas.

Kemenangan Kak Djuna dan Kak Syabil adalah bukti nyata bahwa konsistensi belajar, dukungan orang tua, dan semangat dari guru membuahkan hasil yang indah. Semoga ke depan semakin banyak kakak shalih-shalihah yang terinspirasi untuk mencintai bahasa Jawa dan ikut berprestasi di panggung yang lebih luas.

Penutup

Selamat kepada seluruh delegasi FTBI SD Islam Bintang Juara! 👏
Dan tentu, doa terbaik kami untuk Kak Syabil yang akan melangkah ke tingkat kota. Semoga Allah mudahkan dan memberikan hasil yang terbaik.

Semangat terus, Bintang Juara! Bersinar dengan prestasi, berakhlak mulia, dan tetap mencintai budaya bangsa 🌟

Outing Class Aku Pahlawan Lingkungan: Bertualang ke Grand Maerakaca

Outing Class Aku Pahlawan Lingkungan: Bertualang ke Grand Maerakaca

Pada Rabu, 12 Februari 2025, kakak shalih-shalihah kelas 3A dan 3B SD Islam Bintang Juara berkesempatan mengikuti kegiatan Outing Class bertajuk Aku Pahlawan Lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung mengenai pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem hutan mangrove. Bertualang ke Grand Maerakaca dipilih sebagai tujuan, karena lokasi tersebut adalah destinasi edukatif yang menawarkan wawasan tentang keberagaman budaya Jawa Tengah serta kekayaan alamnya.

Tujuan Kegiatan Outing Class Bertualang ke Grand Maerakaca

Sebelumnya, kakak kelas 3A sudah mendapatkan pengantar mengenai hutan mangrove dari Bunda Kak Jehan pada gelaran BBOT (Belajar Bersama Orang Tua). Salah satu dari tujuan mengadakan pembelajaran di luar kelas ke Grand Maerakaca adalah untuk melihat secara langsung ekosistem mangrove.

Secara rinci, berikut ini tujuan dari kegiatan Outing Class “Aku Pahlawan Lingkungan””

  • Mendorong motivasi belajar siswa melalui pengalaman langsung di lapangan.
  • Memahami upaya pelestarian tumbuhan melalui hutan mangrove.
  • Mengamati fenomena dan peristiwa yang terjadi di sekitar hutan mangrove.
  • Mengidentifikasi, membedakan, dan menghargai identitas diri, keluarga, serta teman-temannya sesuai dengan budaya, suku bangsa, dan bahasa di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
  • Mengenal keberagaman yang ada di Jawa Tengah melalui rumah adat.
  • Memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara langsung dan memahami materi yang telah disampaikan di kelas.

galeri outing class kelas 3 bertualang ke grand maerakaca

Alur Kegiatan

Agar kegiatan Outing Class ini berjalan lancar dan bermakna, berikut adalah rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh kakak shalih-shalihah kelas 3A dan 3B selama bertualang di Grand Maerakaca:

1. Pengarahan Awal

Sebelum memulai petualangan, kakak shalih-shalihah diberikan pengarahan oleh guide Maerakaca serta beberapa kesepakatan bersama dengan guru pendamping mengenai aturan dan tata tertib selama kegiatan berlangsung.

2. Mengunjungi Jateng Science Center

Kakak belajar tentang sains dan teknologi melalui alat peraga yang tersedia, seperti fosil kupu-kupu dan simulasi gempa bumi. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk menjelajah dan mencoba langsung berbagai eksperimen sains.

3. Berkeliling dengan Kereta Wisata

Kakak shalih-shalihah menjelajahi keberagaman budaya di Jawa Tengah dengan melihat berbagai anjungan rumah adat dari berbagai daerah di provinsi ini. Hal ini memberikan wawasan tentang keberagaman budaya yang ada di sekitar mereka.

4. Eksperimen Sains

Guide Maerakaca memberikan pengarahan dan demonstrasi eksperimen sains yang menarik, seperti eksperimen ledakan gunung dengan mentos serta percobaan telur mengambang di air.

5. Menjelajahi Hutan Mangrove

Kakak shalih-shalihah naik perahu untuk melihat lebih dekat ekosistem hutan mangrove. Mereka juga menyaksikan beragam ikan dapat dilihat dari permukaan air, sebagai bagian dari keanekaragaman hayati di lingkungan tersebut.

6. Tantangan di Grand Maerakaca

Sebagai penutup kegiatan, kakak berkeliling di taman Maerakaca untuk menyelesaikan berbagai tantangan edukatif yang diberikan. Tantangan ini dirancang untuk mengasah keterampilan berpikir kritis dan kerja sama tim.

Kesimpulan

Melalui kegiatan Outing Class Aku Pahlawan Lingkungan : Bertualang ke Grand Maerakaca, kakak kelas 3A dan 3B SD Islam Bintang Juara tidak hanya belajar tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga memahami keberagaman budaya serta memperkuat rasa kepedulian terhadap alam. Dengan metode pembelajaran deep learning yang mindful, meaningful dan joyful, diharapkan kakak shalih-shalihah semakin termotivasi untuk menjadi generasi yang mencintai dan menjaga lingkungan di masa depan.*** (CM-MRT)

Menjadi Pahlawan Lingkungan dengan Menjaga Hutan Mangrove

Menjadi Pahlawan Lingkungan dengan Menjaga Hutan Mangrove

Alhamdulillah, kakak kelas 3A pada hari Jum’at, 7 Februari 2025 mendapat kesempatan belajar menjadi pahlawan lingkungan. Kegiatan ini diramu dalam gelaran BBOT (Belajar Bersama Orang Tua).

Kali ini ada Mami Kak Jehan, Bunda Kirana Prasetya Azizah yang membagikan ilmunya mengenai apa itu hutan mangrove dan bagaimana cara menjaganya. Bunda Kirana tidak sendiri lo, beliau juga mengajak dua orang temannya untuk belajar bersama kakak kelas 3A.

Yuk, cari tahu apa saja yang dipelajari kakak shalih-shalihah kelas 3A agar bisa menjadi pahlawan lingkungan, Ayah Bunda!

Mengenal Mangrove: Titik Awal Menjadi Pahlawan Lingkungan

Mami Kak Jehan menjelaskan bahwa mangrove adalah ekosistem yang menakjubkan dan penting bagi kehidupan kita. Pohon mangrove memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Akar Napas – Pohon mangrove memiliki akar napas yang menonjol keluar dari tanah. Akar ini berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara karena tanah di habitat mangrove tergenang air.
  • Daun Berbentuk Lonjong – Daun mangrove berbentuk lonjong dengan permukaan licin dan berlapis lilin. Ini membantu mengurangi penguapan air dan mencegah kerusakan akibat garam.
  • Toleran Terhadap Garam – Pohon mangrove mampu bertahan hidup di air asin. Mereka memiliki sistem khusus untuk menyaring garam dan mengeluarkannya dari tubuh.

jenis-jenis tanaman mangrove

Agar kakak shalih-shalihah lebih paham seperti apa Mangrove, Bunda Kirana tidak sekadar memperlihatkan gambarnya. Tetapi juga memperlihatkan bentuk asli pohon mangrove. Kakak kelas 3A diperbolehkan melihat dan memegang secara langsung.

Manfaat Hutan Mangrove untuk Kehidupan Manusia

Selain mengenalkan ciri-cirinya, Bunda Kirana juga memberikan informasi bahwa hutan mangrove sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, antara lain:

1. Melindungi Pantai

Akar mangrove yang kuat berfungsi sebagai penahan gelombang dan erosi pantai. Hutan mangrove melindungi garis pantai dari abrasi dan badai.

2. Habitat Biodiversitas

Hutan mangrove merupakan rumah bagi berbagai macam flora dan fauna, seperti ikan, burung, kepiting, dan monyet. Mereka menyediakan tempat berkembang biak dan mencari makan.

aneka fauna di hutan mangrove

3. Sumber Penghidupan

Hutan mangrove menyediakan berbagai sumber daya, seperti kayu, ikan, dan hasil laut lainnya. Hutan mangrove menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar.

Dampak Kerusakan Mangrove bagi Kehidupan Manusia

Ayah Bunda, tahu tidak kalau Indonesia memiliki luas hutan mangrove seluas 8,6 juta Hektar, atau sepertiga dari total luas hutan Mangrove dunia lo.
Sayangnya, hutan mangrove dalam keadaan kritis! Terdapat kerusakan sekitar 68 % atau 5,9 juta hektar.

Lahan hutan mangrove rusak dikarenakan adanya penebangan besar-besaran pohon mangrove, peralihan fungsi lahan untuk tambak, perumahan, hotel dan wisata pemandian. Alhasil, terjadilah beberapa hal berikut ini:

1. Erosi Pantai

Hilangnya hutan mangrove mengakibatkan erosi pantai yang semakin parah. Bahkan bisa mengancam pemukiman penduduk, Ayah Bunda!

2. Banjir Rob

Tanpa perlindungan mangrove, air laut jadi lebih mudah meluap ke daratan. Hal ini berakibat banjir rob dan terjadinya kerusakan infrastruktur.

3. Menurunnya Biodiversitas

Kerusakan hutan mangrove mengakibatkan hilangnya habitat bagi berbagai flora dan fauna, sehingga mengancam keanekaragaman hayati.

galeri BBOT bersama Bunda Kirana menjaga hutan mangrove

Cara Pahlawan Lingkungan Menjaga Hutan Mangrove

Setelah membekali kakak shalih-shalihah dengan informasi mengenai manfaat hutan mangrove dan dampak buruk apabila hutan mangrove hilang, Mami Kak Jehan mengajak kakak shalih-shalihah kelas 3A untuk bersama-sama menjaga hutan mangrove. Yuk, Ayah Bunda juga ikut menjadi pahlawan lingkungan dan bersama-sama menjaga hutan mangrove dengan cara berikut ini:

  • Menanam Mangrove – Menanam mangrove secara aktif untuk memulihkan hutan mangrove yang rusak.
  • Membuat Suaka Mangrove – Menentukan area yan dilindungi untuk melestarikan ekosistemnya.
  • Edukasi Masyarakat – Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga mangrove.

mangrove di kota Semarang

Sebagai informasi, di Semarang sudah ada dua suaka mangrove, yaitu di Mangrove Edupark Tapak Tugurejo dan Hutan Mangrove di Grand Maerakaca PRPP. InsyaAllah pada hari Rabu, 12 Februari 2025, kakak shalih-shalihah kelas 3 akan bertualang ke Grand Maerakaca untuk melihat langsung Hutan Mangrove, Ayah Bunda!

Sebagai penutup, Bunda Kirana menyampaikan bahwasanya mangrove adalah harta karun yang perlu kita jaga. Nah, kita bisa menjadi pahlawan lingkungan dengan menanam mangrove, menjaga kelestariannya, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi kita semua.*** (CM-MRT)