fbpx
Serunya Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas!

Serunya Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas!

Alhamdulillah pada hari Jum’at, 12 Mei 2023, telah terlaksana Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) dengan tema “Perkembangan Teknologi Komunikasi” di kelas 3 SD Islam Bintang Juara. BBOT kali ini menghadirkan Her Anindito, ayah dari Kak Ayla.

BBOT adalah salah satu program unggulan dari SD Islam Bintang Juara. Sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang dan sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka, melibatkan orang tua dalam kegiatan sekolah adalah salah satu program berkelanjutan.

Keterlibatan orang tua dalam program-program sekolah di SD Islam Bintang Juara salah satunya terwujud melalui BBOT. Dengan adanya program ini, silaturahim antara orang tua siswa dengan siswa dan pihak sekolah terjalin dengan erat.

BBOT bersama Bapak Her Anindito

Dipilihnya “Perkembangan Teknologi Komunikasi” sebagai tema BBOT kali ini memiliki tujuan sebagai berikut;

  • Memperkuat kemampuan sensorik siswa dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran.
  • Memperkuat ilmu yang telah dipelajari selama kegiatan pembelajaran.
  • Mempersiapkan calon pemimpin muslim yang mampu menguasai teknologi.

Penasaran seperti apakah pemaparan materi yang disampaikan  oleh Ayah Her Anindito? Yuk simak hingga selesai, Ayah Bunda.

Pemaparan “Perkembangan Teknologi Komunikasi” oleh Ayah Her Anindito

Dalam pemaparan Ayah Her Anindito, dijelaskan bahwasanya komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan/ verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Pada zaman pra sejarah, manusia berkomunikasi menggunakan terompet dan genderang. Sementara untuk memberi tanda bahaya, manusia purba menggunakan asap sebagai isyarat.

Berkembangnya zaman, teknologi komunikasi juga menunjukkan perubahannya. Manusia saling mengirim surat. Sebelum ada Tukang Pos dan Kotak Pos, manusia berkirim surat dengan bantuan burung Merpati. Lalu kemudian perlahan muncullah koran sebagai salah satu media komunikasi cetak lainnya.

Sementara itu media komunikasi dalam bentuk elektrik juga mengalami kemajuan yang pesat. Dari ditemukannya telegraf, mesin fax, telepon, radio hingga televisi. Tak berhenti di situ, sekarang kita juga mengenal beragam gadget, seperti Smartphone, komputer, laptop dan tablet.

Selain memaparkan sejarah teknologi komunikasi dari masa ke masa, Ayah Her Anindito juga menjelaskan bahwasanya gadget utamanya digunakan oleh orang dewasa untuk bekerja, dan juga berkomunikasi dengan rekan kerja. Lalu bagaimana dengan kakak-kakak shalih-shalihah, bolehkah menggunakan gadget?

perkembangan teknologi komunikasi

Sebagaimana peraturan di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah tidak diperbolehkan membawa gadget selama di sekolah. Namun tentu saja kakak shalih-shalihah tetap bisa kok menggunakan gadget, asalkan didampingi oleh orang tua.

Penggunaan gadget untuk kakak shalih-shalihah juga harus punya tujuan yang jelas, misalkan: untuk mencari informasi berkaitan dengan tugas sekolah, atau untuk berkomunikasi dengan saudara. Selain harus didampingi orang tua, kakak shalih-shalihah harus diberikan pengertian bahwasanya ada batasan dalam menggunakan gadget.

Mengenai batasan ini, Ayah Bunda bisa berdiskusi dengan kakak shalih-shalihah ya. Selain durasi, kakak shalih-shalihah juga perlu diberikan pemahaman bahwasanya saat berselancar menggunakan gadget, informasi yang dilihat harus sesuai dengan umur.

Hayo, apakah Ayah Bunda sudah membekali kakak shalih-shalihah terkait 3D dalam penggunaan gadget? Coba Ayah Bunda yang sudah menerapkan aturan 3D di rumah, bisa bersuara di kolom komentar yuk.

Ayah Kak Ayla dalam pemaparannya juga membagikan informasi mengenai dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi komunikasi. Kira-kira apa saja ya dampak  tersebut?

Dampak positif dari semakin berkembangnya teknologi komunikasi, antara lain:

  • Mempermudah komunikasi
  • Memudahkan mencari informasi.
  • Menjauhkan yang dekat.

Sementara itu, dampak negatif dari perkembangan teknologi komunikasi adalah;

  • Mengganggu kesehatan.
  • Mengurangi fokus.
  • Membuat kurang empati dengan lingkungan sekitar.

Bagaimana dengan Ayah Bunda, lebih banyak merasakan dampak positif atau negatif dari perkembangan teknologi komunikasi nih?

praktik membuat alat komunikasi sederhana

Cara Membuat Alat Komunikasi Sederhana dari Kaleng Bekas

Sebelum teknologi berkembang seperti sekarang, ada beberapa alat komunikasi sederhana yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti; kentongan, lonceng dan bedug. Nah, pada BBOT kali ini, Ayah Her Anindito mengajak kakak shalih-shalihah untuk praktik membuat alat komunikasi sederhana dari kaleng bekas.

Ayah Bunda waktu zaman sekolah dulu sudah pernah praktik membuat alat komunikasi seperti ini belum ya? Caranya mudah kok.

bahan untuk membuat alat komunikasi sederhana

Pertama-tama, Ayah Bunda persiapkan dulu dua kaleng bekas. Biasanya menggunakan kaleng bekas susu, tapi boleh gunakan kaleng apa saja yang ada di rumah. Akan lebih baik jika dua kaleng bekas tersebut memiliki ukuran yang sama ya.

Selanjutnya, siapkan benang kasur, gunting, palu, paku dan lem. Ukuran benangnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya. Semakin panjang tentu saja bisa digunakan komunikasi dalam jarak yang lebih panjang juga.

Setelah benda-benda yang dibutuhkan siap. Buat lubang dulu di kalengnya. Bisa menggunakan paku dan palu. Tak perlu lebar-lebar, asalkan cukup untuk memasukkan benang kasurnya, Ayah Bunda. Agar tidak lepas, ujung tali yang dimasukkan ke dalam kaleng diikat simpul. Lalu direkatkan dengan lem ke bagian dasar kaleng.

Selesai deh, alat komunikasi sederhana dari kaleng bekasnya sudah siap. Yuk dicoba, apakah berhasil menghantarkan suara dengan baik?

cara membuat alat komunikasi sederhana

Masya Allah, sorak-sorai kakak shalih-shalihah menggema di ruang kelas 3 SD Islam Bintang Juara. Ternyata berhasil menyulap kaleng menjadi alat komunikasi sederhana.

Ayo, Ayah Bunda, praktikkan juga di rumah ya. Seru sekali dan tentunya bermanfaat. Bisa menjadi sarana membangun bonding dengan kakak shalih-shalihah di rumah.

galeri kegiatan BBOT SD Islam Bintang Juara

Semoga informasi mengenai program BBOT pada hari Jum’at, 12 Mei 2023 tentang membuat alat komunikasi sederhana dari kaleng bekas bermanfaat ya. Pastikan untuk bagikan cerita ini kepada kerabat dan sahabat. Sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya, Ayah Bunda.***

Referensi:

  • Juknis BBOT
  • Materi Presentasi Ayah Her Anindito

 

Ayah Bunda, Ini 7 Manfaat Upacara Bendera bagi Karakter Siswa

Ayah Bunda, Ini 7 Manfaat Upacara Bendera bagi Karakter Siswa

Ayah Bunda, adakah yang waktu duduk di bangku sekolah sering berperan sebagai petugas upacara bendera? Masya Allah, ternyata banyak yang mengangkat tangan.

Kalau boleh tahu, biasanya Ayah Bunda bertugas menjadi apa? Pemimpin upacara, pengibar bendera, protokol, pembaca UUD 1945 atau tugas lainnya nih? Wah, dengan pengalaman tersebut Ayah Bunda bisa memotivasi kakak shalih-shalihah agar lebih bersemangat saat mengikuti upacara bendera.

Tak sedikit para siswa, bahkan orang tua, menganggap upacara bendera hanya kegiatan yang melelahkan. Padahal manfaat upacara bendera sangat baik untuk mendukung perkembangan karakter kakak shalih-shalihah lo, Ayah Bunda.

Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah, aktivitas yang biasanya rutin dilakukan pada hari Senin dan hari-hari peringatan khusus ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan, terutamanya dalam pembangunan karakter siswa. Adapun nilai-nilai yang bisa ditanamkan melalui kegiatan upacara bendera antara lain;

  • Sikap disiplin
  • Rasa percaya diri
  • Tanggung jawab
  • Cinta tanah air.

7 Manfaat Upacara Bendera bagi Kakak Shalih-shalihah

Nah, apabila Ayah Bunda membutuhkan dorongan untuk memotivasi kakak shalih-shalihah menjalankan upacara bendera dengan semangat, yuk kenali 7 manfaatnya berikut ini:

upacara bendera di sekolah

1. Mempertebal Semangat Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

Salah satu poin penting dalam pelaksanaan upacara bendera yaitu untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kakak shalih-shalihah. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang harus melekat selama negara ini masih berdiri.

Oleh karena itu, upacara bendera menjadi salah satu kegiatan penting untuk membentuk karakter bangsa. Dalam upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar berbagai hal tentang kebangsaan, di antaranya;

  • Bendera Indonesia
  • Lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional
  • Pancasila dan UUD 1945

Di beberapa sekolah yang memilih tidak mengadakan upacara bendera, sebagian besar muridnya tidak mengenal hal-hal tersebut. Padahal dalam beberapa literatur disebutkan bahwa cinta negara adalah sebagian dari iman.

Khalifah Umar bin Khatab sebagaimana dikutip Syekh Ismail Haki dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan juz 6 hal. 442 menyatakan:

Sayyidina Umar berkata: “Seandainya tidak ada cinta tanah air, hancurlah negara yang terpuruk. Dengan cinta tanah air, negara akan berjaya.”

Namun bagaimanakah kakak shalih-shalihah bisa mencintai tanah air, apabila mereka tidak  pernah mengetahui hal-hal sederhana terkait bangsanya? Oleh karena itu, upacara bendera adalah salah satu pijakan awal agar kakak shalih-shalihah mengenal bangsanya dengan baik.

Tentu saja kemudian harus diberikan pijakan-pijakan lanjutan lewat pelajaran Sejarah Bangsa, atau Pendidikan Kewarganegaraan. Diharapkan dengan kakak shalih-shalihah mengenal hal-hal dasar terkait negaranya, akan tumbuh rasa ingin tahu tentang sejarah bangsa dan bagaimana berperan untuk tanah airnya.

2. Membiasakan Bersikap Tertib dan Disiplin

Melalui upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar untuk menaati aturan. Upacara bendera memiliki ketentuan-ketentuan khusus yang harus dipatuhi. Kapan harus bersikap siap, hormat dan istirahat.

Upacara bendera juga melatih kakak shalih-shalihah untuk lebih disiplin terkait waktu, pakaian dan atribut yang harus dikenakan. Kakak shalih-shalihah belajar untuk menaati arahan yang diberikan terkait kapan berlangsungnya upacara, pakaian apa yang harus dikenakan, sepatu warna apa yang harus dipakai dan atribut apa saja yang harus digunakan.

Kakak shalih-shalihah juga belajar untuk berbaris secara tertib. Terlihat sederhana, tetapi apabila kakak shalih-shalihah sudah terbiasa tertib sejak dini, mereka akan mudah mengerjakan tugas-tugas yang didapatkan di kemudian hari dengan tertib.

3. Menumbuhkan Kerapian

Selain terkait ketertiban, kakak shalih-shalihah juga belajar terkait kerapian. Bagaimana mengenakan pakaian yang rapi, juga berbaris yang rapi.

Apabila kakak shalih-shalihah telah terbiasa berpakaian rapi, mereka akan merasa tidak nyaman melihat ketidakrapian di sekitar. Sehingga nantinya kakak shalih-shalihah bisa menjadi agent of change dalam hal kerapian. Begitu juga ketika sudah terbiasa berbaris rapi, diharapkan kakak shalih-shalihah akan terbiasa antre dengan rapi.

apa manfaat upacara bendera

4. Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Sejatinya semua orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada saat upacara bendera, bukan berarti kakak shalih-shalihah harus menjadi pemimpin pleton atau pemimpin upacara.

Justru PR terberat adalah bagaimana kakak shalih-shalihah saat menjadi peserta upacara mampu memimpin dirinya sendiri dengan bersikap tertib sepanjang kegiatan. Contoh sederhana, dengan tidak mengobrol dengan teman sebelahnya, dan mengikuti upacara dengan tenang hingga tuntas.

5. Membiasakan Kekompakan dan Kerjasama

Dalam kegiatan upacara bendera, kakak shalih-shalihah belajar berbaris dan mengikuti perintah yang diberikan oleh pemimpin upacara. Apabila ada satu peserta yang tidak bergerak sesuai dengan perintah, maka akan menimbulkan kekacauan dalam barisan.

Oleh karenanya dalam hal ini dibutuhkan kekompakan dan kerjasama yang baik antar peserta dan petugas upacara. Dengan konsisten melakukan upacara setiap pekan, kakak shalih-shalihah insya Allah bisa menjalin kerjasama yang baik dengan teman-temannya untuk menunjukkan kekompakan.

6.  Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab

Manfaat upacara bendera berikutnya yaitu menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri kakak shalih-shalihah. Rasa tanggung jawab yang bisa dipupuk lewat upacara bendera antara lain;

  • Bertanggungjawab atas pakaian dan atribut yang dikenakan.
  • Bertanggungjawab atas ketenangan diri dalam mengikuti kegiatan.
  • Bertanggungjawab atas peran yang didapat, baik itu sebagai petugas ataupun peserta upacara.

7. Menumbuhkan Sifat Tenggang Rasa dan Tepa Selira

Upacara bendera ternyata juga mampu menumbuhkan sifat tenggang rasa dan tepa selira di antara kakak shalih-shalihah. Sederhananya, kakak shalih-shalihah berlatih untuk tenang saat ada pembina upacara yang sedang menyampaikan isi amanat. Pada momen tersebut, kakak shalih-shalihah belajar menghormati orang yang sedang berbicara.

Kakak shalih-shalihah juga belajar memahami kondisi di sekitarnya. Misal, ada teman yang terlihat kurang sehat, kakak shalih-shalihah bisa membantu temannya ke UKS. Atau ada teman yang kurang tertib, kakak shalih-shalihah bisa saling mengingatkan bagaimana seharusnya bersikap saat upacara sedang berlangsung.

Nah, sudah tahu kan manfaat upacara bendera untuk kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda? Semoga bisa membantu Ayah Bunda dalam memberikan pijakan dan motivasi agar kakak shalih-shalihah senantiasa bersemangat mengikuti upacara bendera.

Pastikan Ayah Bunda juga berkunjung ke momen Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Mei 2023 lalu. Banyak cerita seru lo.

Apabila informasi mengenai manfaat upacara bendera ini membawa kebaikan, semoga Ayah Bunda berkenan untuk membagikan artikel ini kepada sahabat dan kerabat. Terima kasih dan sampai jumpa di catatan Bintang Juara berikutnya.***

Referensi:

  • https://siedoo.com/berita-8907-manfaat-mengikuti-upacara-bendera-bagi-siswa/
  • https://www.merdeka.com/jateng/6-tujuan-upacara-bendera-beserta-manfaatnya-yang-perlu-diketahui-kln.html
  • https://www.kompas.com/edu/read/2022/11/06/185700471/4-manfaat-ikut-upacara-bendera-bagi-siswa?page=all#:~:text=Manfaat%20upacara%20bagi%20karakter%20siswa,aba%2Daba%20dari%20petugas%20upacara.&text=Upacara%20menjadi%20salah%20satu%20cara,berjuang%20demi%20membela%20negara%20Indonesia.
  • https://tebo.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-2905960363/beberapa-manfaat-upacara-bendera-di-sekolah-bagi-siswa#:~:text=Menurut%20Permendikbud%20Nomor%2022%20Tahun,percaya%20diri%2C%20dan%20tanggung%20jawab.
  • https://jabar.kemenag.go.id/portal/read/mimbar-dakwah-sesi-34-mencintai-tanah-air-bagian-dari-iman-#:~:text=Islam%20telah%20mengajarkan%20kepada%20kita,Indonesia%20adalah%20bagian%20dari%20iman.
Hangatnya Momen Silaturahim pada Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Hangatnya Momen Silaturahim pada Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Ahlan wa sahlan, kakak shalih-shalihah. Alhamdulillah setelah kurang lebih dua pekan menikmati indahnya berkumpul dengan keluarga di hari lebaran, kini saatnya kembali berkegiatan di SD Islam Bintang Juara.

Qodarullah hari pertama kakak shalih-shalihah memulai kegiatan di SD Islam Bintang Juara, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023. Oleh karenanya, kegiatan pagi ini diawali dengan upacara bendera.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional dan Semaraknya Hardiknas 2023

“Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” – Ki Hajar Dewantara

Ayah Bunda, sudahkah mengenalkan sosok Ki Hajar Dewantara kepada kakak shalih-shalihah? Ki Hajar Dewantara terlahir dengan nama  R.M. Suwardi Suryadingrat. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta.

ki hajar dewantara bapak pendidikan nasional

Ki Hajar Dewantara memiliki pemikiran luar biasa dalam bidang pendidikan. Bahkan hingga kini, pemikiran-pemikiran beliau masih sangat relevan untuk dijalankan.

Beberapa warisan pemikiran yang ditinggalkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu semboyan berikut ini;

semboyan ki hajar dewantara

  • Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya ketika berada di depan, orang tua atau guru harus memberi contoh atau suri teladan bagi kakak shalih-shalihah yang berada di tengah dan belakang.
  • Ing Madya Mangun Karsa, artinya ketika orang tua atau guru berada di tengah harus bisa memberikan semangat untuk kemajuan kakak shalih-shalihah.
  • Tut Wuri Handayani, artinya ketika orang tua berada di belakang harus mampu memberikan dorongan.

Selain ketiga semboyan yang sudah sangat terkenal di atas, Ki Hajar Dewantara juga memiliki tiga warisan lainnya.

warisan pemikiran ki hajar dewantara

1. Tetep, Antep dan Mantep

Tetep artinya mengasah berpikir kritis dan memiliki komitmen dengan prinsipnya. Antep yaitu menumbuhkan kepercayaan diri dan keuletan untuk maju. Sementara mantep memiliki arti mendorong untuk terus berkembang dan memiliki visi yang kuat.

2. Ngandel, Kendel dan Bandel

Ngandel yaitu membentuk seseorang yang teguh pendirian. Kendel artinya meningkatkan keberanian. Bandel dalam bahasa Jawa bukan hal yang bermakna negatif, melainkan bagaimana membangun ketangguhan dan semangat pantang menyerah.

3. Neng, Ning, Nang, Nung

Neng, maksudnya menciptakan perasaan senang dan tentram. Sementara Ning artinya dapat membedakan mana yang baik dan salah. Nang memiliki arti agar mampu mengendalikan diri dan menjadi pemenang. Nung maksudnya menumbuhkan pribadi yang kokoh dalam menggapai cita-cita.

Selain warisan pemikiran tersebut, Ki Hajar Dewantara semasa hidup telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk pendidikan Indonesia. Demi bisa menyelenggarakan pendidikan yang adil untuk seluruh rakyat Indonesia, Ki Hajar Dewantara mendirikan Tamansiswa (Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa).

Atas dedikasi beliau yang luar biasa, melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Sementara itu hari kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Pada tahun ini, berdasarkan Surat Nomor 12811/MPK.A/TU.02.03/2023 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, peringatan Hari Pendidikan Nasional mengangkat tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar“. Tema tersebut selaras dengan salah satu kalimat inspiratif lainnya dari Ki Hajar Dewantara;

“Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk kehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).”

Seiring dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2023, bulan Mei 2023 juga dicanangkan sebagai bulan Merdeka Belajar. Oleh karenanya, di Oleh karenanya, di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini, mari Ayah Bunda kita selaraskan jejak-jejak langkah untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi kakak shalih-shalihah, demi terwujudnya merdeka belajar baik di rumah maupun di sekolah.

Hari Pendidikan Nasional 2023 juga memiliki logo khusus yang terbentuk dari tiga elemen;  Bintang, Keceriaan dan Pena. Adapun makna dari logo tersebut yaitu;

logo hardiknas 2023

  • Bintang, menggambarkan semangat Hardiknas yang selaras dengan visi dan misi pemerintah untuk melahirkan generasi Indonesia yang cerdas berkarakter. Dengan garis luwes menggambarkan semangat adaptif dan tangguh menghadapi perubahan zaman yang sangat dinamis.
  • Keceriaan, menggambarkan suasana pendidikan Indonesia yang menggembirakan, penuh dengan antusiasme, dan gotong royong serta partisipasi publik.
  • Pena, menggambarkan proses pendidikan sebagai sebuah proses penciptaan mahakarya yang memerlukan perpaduan holistik antara kemampuan intelektual, emosional, dan spritual dalam pelaksanaan.

Masya Allah di balik makna logo tersebut, filosofi pendidikan tersebut sudah dijalankan di SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati Semarang yang juga telah menerapkan Kurikulum Merdeka.

Istimewanya Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan istimewa karena berbarengan dengan hari pertama masuk sekolah. Pada momen ini, seluruh petugas upacara adalah bapak dan ibu guru.

Selaku pembina upacara, Pak Ali Munthohar menyampaikan pesan yang unik dirangkai dalam bentuk puisi. Apabila huruf depan di setiap baitnya disatukan akan membentuk tulisan yang berbunyi SD Islam Bintang Juara.

amanat pembina upacara hardiknas sd islam bintang juara

Masya Allah kreatif bukan para guru di SD Islam Bintang Juara? Insya Allah kakak shalih-shalihah pun akan tumbuh kreativitasnya apabila didampingi oleh para guru tangguh yang kreatif.

Proses pendidikan dan pengajaran di SD Islam Bintang Juara insya Allah telah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi pada pidato Hardiknas 2023;

Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat. Anak-anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri.

SD Islam Bintang Juara tak hanya telah menerapkan kurikulum merdeka dengan cara holistik integratif, tetapi juga telah menerapkan digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka.

Selain membacakan puisi, Pak Ali juga menyampaikan tantangan yang harus dilaksanakan oleh kakak shalih-shalihah dalam rangka menyemarakkan Hardiknas 2023. Apakah tantangan tersebut?

Tantangan Menulis untuk Kakak Shalih-shalihah

Dikarenakan suasana lebaran masih sangat kental terasa, seluruh kakak shalih-shalihah diminta untuk menceritakan pengalaman mereka di hari raya. Bukan sekadar menceritakan pengalaman, tantangannya yaitu menuliskan pendidikan apa yang kakak shalih-shalihah dapatkan selama momen lebaran.

Pada saat amanat pembina upacara, Pak Ali sempat memantik ide kakak shalih-shalihah untuk menyebutkan beberapa pendidikan yang didapat selama momen lebaran, antara lain;

  • Belajar bahasa baru pada saat mudik ke provinsi tetangga
  • Belajar menghormati yang lebih tua
  • Praktik belajar matematika saat menghitung uang balal/ angpau/ THR dari kerabat
  • Belajar memaafkan dan mengikhlaskan

Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya sepanjang momen lebaran yang ternyata mampu menancap di hati kakak shalih-shalihah. Jadi nggak sabar nih membaca hasil karya kakak shalih-shalihah. Insya Allah hasil karya kakak shalih-shalihah akan dibukukan, mohon dukungannya ya Ayah Bunda.

suasana upacara hardiknas 2023 di sd islam bintang juara

Usai upacara, kakak shalih-shalihah berdoa bersama agar kakak kelas 6 bisa melaksanakan Ujian Sekolah dengan lancar. Dilanjutkan dengan bersalam-salaman saling memberikan maaf. Dimulai dari kakak shalih-shalihah kelas 6 bersalaman kepada bapak ibu guru, disusul dengan kakak kelas 5 hingga kelas 1.

Untuk menutup rangkaian acara pagi dalam peringatan Hardiknas 2023, Bu Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara memberikan sebuah wejangan;

Salah satu bentuk tulus dalam meminta maaf adalah mendengarkan orang yang sedang berbicara.

Wejangan tersebut menjadi pengingat agar kakak shalih-shalihah makin terjaga adabnya hingga kelak bisa menjadi Pemimpin Muslim yang tetep, atep dan mantep sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara. Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023. Mari bersama-sama menjadi guru terbaik untuk kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.***

 

Referensi:

  • https://news.detik.com/berita/d-6698077/hari-pendidikan-nasional-2023-tema-logo-dan-pedoman-upacara-2-mei.
  • https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6698265/sejarah-hari-pendidikan-nasional-yang-diperingati-setiap-tanggal-2-mei.
Calon Pemimpin Muslim Wajib Teladani 5 Karakter Ibu Kartini

Calon Pemimpin Muslim Wajib Teladani 5 Karakter Ibu Kartini

Ibu kita Kartini, putri sejati, putri Indonesia, harum namanya

Ibu kita Kartini, pendekar bangsa, pendekar kaumnya untuk merdeka

Wahai Ibu kita Kartini, putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia

Tentunya lirik lagu ‘Ibu Kita Kartini’ gubahan WR. Supratman sudah  tidak asing lagi di telinga Ayah Bunda, bukan? Lagu yang sedari kecil kerap  disenandungkan, khususnya di bulan April seperti ini. Sudahkah Ayah Bunda mengajarkannya kepada kakak shalih-shalihah?

Ibu Kartini memang Pahlawan Wanita, tetapi bukan hanya kakak shalihah yang wajib tahu mengenai perannya di dunia pendidikan. Kakak shalih pun perlu tahu bahwa ada sosok perempuan yang memiliki keberanian dalam mendobrak ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan di bidang pendidikan.

Ada banyak karakter positif yang dimiliki oleh Raden Ajeng Kartini. Kakak shalih-shalihah perlu tahu karakter-karakter tersebut, Ayah Bunda, agar bisa menginspirasi langkah-langkah kecil mereka ke depannya.

Namun sebelumnya, yuk ceritakan kisah Ibu Kartini kepada kakak shalih-shalihah.

Sejarah singkat Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini (R.A. Kartini) lahir pada tanggal 21 April 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Beliau adalah putri dari salah seorang bangsawan bernama Raden Mas (R.M.) Sosroningrat yang menikah dengan wanita desa, Mas Ajeng Ngasirah. R.A. Kartini memiliki tujuh orang saudara.

Pada tahun 1885, Kartini bersekolah di Europesche Lagere School (ELS) atau setara dengan Sekolah Dasar (SD). Saat itu hanya bangsawan yang bisa mengenyam pendidikan.

Sayangnya R.A. Kartini tidak bisa meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, karena sang ayah menentangnya.  Ibu Kartini harus menjalani kehidupan putri bangsawan sejati dengan mengikuti adat istiadat yang berlaku.

Mulai timbul kemauan dalam diri R.A. Kartini agar perempuan juga bisa merasakan pendidikan yang setara dengan laki-laki. Ibu Kartini mulai mengumpulkan para perempuan di sekitarnya untuk diajari menulis dan ilmu pengetahuan.

biodata singkat RA Kartini

R. A. Kartini juga sempat meminta beasiswa dari Pemerintah Belanda.  Belum sempat beasiswa tersebut diambilnya, Ibu Kartini kemudian menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat dan pindah ke Rembang.

Sang suami mendukung keinginan Ibu Kartini untuk membuka sekolah wanita. Sayangnya belum lama cita-cita itu terwujud, R.A. Kartini meninggal dunia pada usia 25 tahun setelah melahirkan putranya yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat.

Namun cita-cita Ibu Kartini tidak terhenti. Dibentuklah Yayasan Kartini yang kemudian mendirikan Sekolah Kartini sejak 1912. Sekolah ini tersebar di beberapa kota; Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Madiun dan Cirebon.

Pada  tanggal 2 Mei 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964. Kepres tersebut untuk menetapkan R.A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Sejak saat itu pula, tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini.

5 Karakter Ibu Kartini Penuh Inspirasi

Dalam kesempatan ini, yuk sama-sama belajar lima karakter positif yang ada dalam diri seorang R.A. Kartini.

1. Senang Belajar

Perempuan yang pikirannya telah dicerdaskan, pemandangannya telah diperluas, tak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.

Walaupun dalam quote di atas hanya disebutkan kata ‘Perempuan,’ bukan berarti kakak shalih tidak bisa meneladaninya ya. Baik laki-laki maupun perempuan wajib memiliki semangat belajar yang tinggi.

Sebagaimana disebutkan dalam quote Ibu Kartini tersebut, semangat belajar yang tinggi akan menghadirkan pikiran yang cerdas dan wawasan luas. Pikiran dan wawasan tersebutlah yang nantinya diperlukan oleh kakak shalih-shalihah untuk tumbuh menjadi para pemimpin muslim pada zamannya.

2. Suka Membagikan Idenya Melalui Tulisan

Siapa yang tak mengenal buku fenomenal yang merupakan kumpulan surat RA Kartini kepada Mr.J.H. Abendanon, sahabatnya di Belanda?

Ya, Habis Gelap Terbitlah Terang. Atau yang dalam bahasa Belanda disebut dengan “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT.”

Buku tersebutlah yang kemudian menjadi awal mula dibukanya kesempatan belajar bagi perempuan. Buku ini pula yang kemudian menjadi pembeda antara Ibu Kartini dengan pahlawan perempuan lainnya, hingga namanya jauh lebih harum dan dikenal.

Pahlawan wanita memang tidak hanya R.A. Kartini,  tetapi hanya Ibu Kartini yang meninggalkan karya dalam bentuk tertulis. Oleh karenanya, perjuangannya menjadi lebih abadi.

Maka, Ayah Bunda, ajarkanlah kakak shalih-shalihah untuk mengikat ilmu dengan menulis. Karena ilmu yang tidak diikat dalam bentuk tulisan akan lebih mudah tercecer dan terlupakan.

Tentu saja agar piawai menulis, kakak shalih-shalihah juga harus dibiasakan untuk rajin membaca. Karena menulis tanpa membaca bagaikan pensil tumpul yang tak pernah diasah.

3. Patuh pada Orang Tua

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

Ayah Bunda, R.A. Kartini adalah sosok perempuan muda dengan kemauan keras dan keingintahuan yang besar. Apakah kakak shalih-shalihah juga memiliki karakter tersebut di dalam dirinya?

Wah, berarti kakak shalih-shalihah perlu tahu kisah Ibu Kartini, Ayah Bunda. Sekuat apapun R.A. Kartini memegang teguh impian dan cita-citanya, beliau tidak pernah melawan kehendak orang tua. Karakter ini tentu saja sangat penting untuk diteladani oleh kakak shalih-shalihah.

meneladani Ibu Kartini

4. Berjiwa Sosial

Karakter istimewa lainnya dari seorang R.A. Kartini yaitu jiwa sosialnya yang sangat tinggi. Walaupun beliau berdarah biru, Ibu Kartini tidak pernah melihat status seseorang.

R.A. Kartini juga merupakan sosok dengan empati yang tinggi. Hingga kemudian beliau berpikir untuk membuka sekolah khusus untuk perempuan yang tinggal di sekitarnya.

5. Memiliki Keberanian dan Daya Juang

Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau.’ Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘Aku tiada dapat’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mau’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

Ayah Bunda, pernahkah mendengar kakak shalih-shalihah berkata “Aku tidak bisa” ketika diminta melakukan sesuatu? Gemes bukan saat mendengarnya?

Yuk, ceritakan semboyan Ibu Kartini yang satu ini kepada kakak shalih-shalihah tentang kekuatan kata “Aku Mau.” Kemauan adalah kunci dalam mempelajari sesuatu.

Apabila sudah ada kemauan, insya Allah akan selalu ada jalan. Oleh karenanya, pastikan untuk melatih jiwa keberanian dan daya juang kakak shalih-shalihah dalam segala situasi.

Salah satunya dengan mengikutkan kakak shalih-shalihah beragam aktivitas. Juga dengan memberikan mereka tanggung jawab untuk mengerjakan chores (pekerjaan rumah tangga) ataupun mini project di dalam keluarga.

Ayah Bunda, karakter Ibu Kartini memang sangat inspiratif. Pastikan kakak shalih-shalihah untuk meneladani karakter-karakter tersebut sebagai modal perjalanan hidup mereka di masa depan.

Selain lima karakter di atas, adakah karakter Ibu Kartini lainnya yang bisa Ayah Bunda sebutkan? Yuk, bagikan di kolom komentar.***

Kompetisi Hifdzil Qur’an Perkuat Pondasi Calon Pemimpin Muslim dan Implementasi Kurikulum Merdeka

Kompetisi Hifdzil Qur’an Perkuat Pondasi Calon Pemimpin Muslim dan Implementasi Kurikulum Merdeka

Deg! Deg! Begitulah kiranya suara debar di hati kakak-kakak shalih dan shalihah yang pada Selasa, 11 April 2023 berpartisipasi pada Kompetisi Hifdzil Qur’an, salah satu dari 4 cabang perlombaan dalam kegiatan Musabaqah Fii Ramadhan – Kompetisi Calon Pemimpin Muslim.

Hifdzil Qur’an merupakan kompetisi yang diselenggarakan dengan bekal hafalan kakak-kakak shalih dan shalihah selama belajar di SD Islam Bintang Juara. Hal ini juga menjadi salah satu perwujudan dari implementasi Kurikulum Merdeka pada Profil Pelajar  Pancasila Dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia.

5 Manfaat Mengikuti Kompetisi Hifdzil Quran untuk Calon Pemimpin Muslim

Dengan mengikuti kompetisi Hifdzil Quran, kakak shalih-shalihah diharapkan mampu menerapkan lima elemen kunci dari dimensi Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia, yakni:

manfaat lomba hifdzil quran

1. Akhlak Beragama

Kakak-kakak shalih dan shalihah mampu menyadari bahwa mereka mendapatkan amanah dari Allah SWT sebagai pemimpin atau khalifah di bumi, sehingga dapat menjadi pelajar Pancasila yang mengenal sifat-sifat Tuhannya. Selain itu diharapkan mereka juga senantiasa menghayati, dan patuh akan perintahNya, serta terus bereksplorasi hingga dapat memberikan kontribusi untuk peradaban dunia.

2. Akhlak Pribadi

Memiliki rasa sayang dan perhatian terhadap dirinya pribadi, termasuk dalam menjaga kesehatan jasmani rohani, dan menjaga kehormatan dirinya melalui tutur perilakunya. Selain itu kakak shalih-shalihah juga senantiasa muhasabah diri untuk menjadikan dirinya lebih baik dari sebelumnya.

3. Akhlak kepada Manusia

Semua manusia yang beragam di dunia ini memiliki kedudukan yang setara di hadapan Allah SWT, sehingga kakak-kakak shalih dan shalihah diharapkan mampu mengutamakan persamaan dan kemanusiaan. Tak hanya itu, kakak shalih-shalihah juga bisa bijak menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada, dan mengapresiasi tindakan-tindakan positif orang lain.

4. Akhlak kepada Alam

Kakak-kakak shalih dan shalihah sebagai pelajar Pancasila mampu memahami bahwa manusia hidup di bumi ini berdampingan dengan makhluk lainnya. Salah satunya alam. Memiliki rasa kasih dan peduli terhadap lingkungan alam dan melestarikannya.

5. Akhlak Bernegara

Sadar dan paham akan kewajiban dan haknya sebagai warga negara, sehingga mampu memberikan dorongan bagi dirinya untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan negara.

Masya Allah ya Ayah Bunda,  ternyata di balik kompetisi Hifdzil Quran memiliki segudang manfaat yang luar biasa.

Nah, kegiatan yang terkait dengan salah satu dimensi profil pelajar Pancasila ini diawali dengan registrasi ulang terlebih dahulu oleh para peserta, kemudian akan mendapatkan nomor undi untuk urutan tampil. Terdapat dua kegiatan yang dilakukan oleh para peserta dalam kompetisi ini yaitu melafalkan surat yang telah dipilihkan oleh juri dan menyambung ayat.

Masyaallah Ayah dan Bunda, kakak-kakak berani tampil di depan untuk melafalkan hafalan suratnya pada perlombaan dengan total 47 peserta loh. Bu Tutik, Bu Mida dan Pak Syahid selaku dewan juri dalam perlombaan ini selalu bersiap untuk memberikan penilaian kepada para peserta dengan memperhatikan unsur-unsur, berupa fashohah/makhorijul huruf, tajwid, dan kelancaran.

Pada cabang perlombaan yang menjadi wujud dari profil pelajar Pancasila ini terbagi dalam tiga level;

  • Level 1 (Bagi para peserta dengan capaiaan hafalan surat ad-Dhuha s.d An-Nas).
  • Level 2 (Bagi para peserta dengan capaian hafalan surat Al-Buruj s.d Al-Lail).
  • Level 3 (Bagi para peserta dengan capaian hafalan surat AN-Naba s.d Al-Insyiqoq).

Ayah dan Bunda boleh sharing dong, kakak-kakak shalih dan shalihah saat tampil sudah sampai di level mana ya? Apakah kakak shalih-shalihah menceritakan pengalamannya saat mengikuti kompetisi Hifdzil Quran?

Tips Agar Hafalan Kakak Shalih-Shalihah Terjaga

Pastikan untuk mengapresiasi keberanian kakak shalih-shalihah yang telah berani unjuk gigi dalam kompetisi ini, Ayah Bunda. Agar hafalan kakak shalih-shalihah makin mutqin, Ayah Bunda bisa membantu mereka untuk muroja’ah atau mengulang surat dan ayat-ayat yang telah dihafalnya setiap hari.

Selain menambah hafalan ayat baru, muroja’ah juga penting dilakukan Ayah Bunda. Hal ini agar hafalan pada ayat atau surat-surat sebelumnya tidak hilang dari ingatan.

Kemudian, agar hafalan terjaga, kakak shalih-shalihah juga bisa dibiasakan untuk menggunakan surat atau ayat yang sudah dihafalnya saat sedang shalat. Oh ya, Ayah Bunda juga bisa membuat kompetisi Hifdzil Quran di rumah masing-masing.

Kakak shalih-shalihah bisa diminta untuk membacakan surat yang telah dihafalnya di depan forum keluarga. Lalu juga Ayah Bunda bisa membacakan satu ayat, dan biarkan kakak shalih-shalihah melanjutkan ayat tersebut.

tips agar hafalan Quran terjaga

Selain tips sederhana yang kami bagikan di atas, apakah Ayah Bunda memiliki cara lain untuk menjaga hafalan kakak shalih-shalihah? Boleh ya berbagi tipsnya di kolom komentar agar bisa di-ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) oleh orang tua lainnya.

Selain Hifdzil Quran, cabang lain dalam Musabaqah Fii Ramadhan yang memiliki banyak peminat lainnya yaitu Kompetisi Kaligrafi. Ayah Bunda, yuk intip juga cerita seru jalannya kompetisi tersebut beserta informasi mengenai manfaat belajar kaligrafi.

Demikianlah catatan Bintang Juara tentang kompetisi Hifdzil Quran sebagai rangkaian dari Musabaqah Fii Ramadhan. Semoga bermanfaat dan terima kasih, Ayah Bunda.***

Ditulis oleh Iyana, Diedit dan Diterbitkan oleh Tim Humas & Media

 

 

7 Manfaat Belajar Kaligrafi dan Jenis-jenisnya, Apa Saja Ya?

7 Manfaat Belajar Kaligrafi dan Jenis-jenisnya, Apa Saja Ya?

Ayah dan Bunda, pada hari Selasa, 11 April 2023, SD Islam Bintang Juara melaksanakan Musabaqah Fii Ramadhan. Salah satu kompetisi yang ada pada event tersebut yaitu menulis kaligrafi.

Sebenarnya apa ya manfaat belajar kaligrafi, Ayah Bunda? Selain itu, ternyata ada banyak jenis kaligrafi lo. Apakah Ayah Bunda mengetahuinya?

Ayah Bunda, kompetisi kaligrafi yang merupakan bagian dari Musabaqah Fii Ramadhan diadakan sebagai salah satu cara SD Islam Bintang Juara untuk  mendekatkan diri kakak shalih-shalihah kepada Allah SWT di bulan yang penuh berkah ini. Selain itu sebagai implementasi dari Kurikulum Merdeka pada pada Profil Pelajar Pancasila Dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia.

Arti Kata Kaligrafi

Pada kali ini kita akan membahas tentang manfaat belajar kaligrafi sebagai lanjutan informasi mengenai kompetisi yang baru saja dilaksanakan di SD Islam Bintang Juara pada Selasa, 11 April 2023 lalu. Secara etimologis Kaligrafi berasal dari bahasa Inggris, “calligraphy.’

Kata tersebut berasal dari dua suku kata bahasa Yunani, yaitu kallos yang artinya beauty atau indah, dan graphein yang artinya to write atau menulis. Bila kedua kata tersebut digabungkan memiliki arti tulisan yang indah.

Dalam bahasa Arab, Kaligrafi biasa disebut khat yang memiliki arti garis atau coretan pena yang membentuk tulisan tangan. Selain itu, kaligrafi juga disebut fann al-khath yang memiliki arti seni memperbaiki coretan atau memperhalus tulisan.

Dari semua pengertian di atas, bisa disimpulkan secara sederhana, bahwasanya kaligrafi ialah suatu tulisan yang memiliki kandungan nilai keindahan dan seni. Sementara orang yang menulis kaligrafi disebut sebagai kaligrafer.

Masya Allah, Ayah Bunda, peminat kompetisi Kaligrafi cukup banyak lo. Terbukti ada 40an peserta yang terdaftar pada kompetisi ini. Seluruh peserta terdiri dari kakak shalih-shalihah dari kelas 1 – 5.

Sebelum kompetisi dimulai, Pak Ali sebagai ketua juri menyampaikan peraturan apa saja yang harus diikuti oleh para peserta. Setelah itu, Pak Ali memberikan contoh tulisan Arab berlafaz “Allah” yang merupakan materi untuk ditulis dan dikreasikan oleh kakak shalih shalihah kelas 1-3.

Sedangkan untuk kakak shalih-shalihah kelas 4-5, tulisan Arab yang harus dibuat dalam bentuk Kaligrafi adalah bacaan Basmallah (Bismillahirrohmanirrohim). Setelah penyampaian materi selesai, kakak shalih-shalihah diminta untuk langsung membuat kaligrafi sesuai dengan level kelasnya masing-masing.

Pada saat kakak shalih-shalihah sedang membuat bentuk Arab tersebut, ada salah seorang peserta yang mengatakan bahwa dia tidak bisa menulis lafaz Allah dalam bahasa Arab. Kemudian kakak magang yang bertugas sebagai tim dokumentasi menyemangatinya hingga akhirnya ia berhasil untuk menyelesaikan tulisan Allah tersebut.

Selain itu, ada juga kakak shalih-shalihah yang tidak membawa pensil warna sehingga mereka mencari ide agar bisa mengkreasikan kaligrafi,  yaitu dengan menggunakan pensil, pena dan spidol untuk mengarsir tulisan Arab yang dibuatnya.

Waktu yang diberikan untuk membuat kaligrafi adalah dua jam. Setelah proses pembuatan kaligrafi usai, kakak shalih-shalihah melakukan pengambilan gambar bersamaa dengan hasil karya mereka masing-masing. Kemudian, karya Kaligrafi tersebut dikumpulkan kepada Pak Ali.

Dari kompetisi tersebut, dewan juri yang terdiri dari Pak Ali, Bu Linda dan Bu Iin menemukan beberapa nama yang memiliki bakat dalam seni kaligrafi. Semoga dengan adanya kompetisi ini, bakat kakak shalih-shalihah bisa semakin terasah ya, Ayah Bunda. Doakan agar SD Islam Bintang Juara bisa senantiasa mendampingi kakak shalih-shalihah dalam mengembangkan bakat-bakat mereka.

7 Manfaat Belajar Kaligrafi, Ayah Bunda Wajib Tahu!

Ayah Bunda, selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengembangkan bakat kakak sahlih-shalihah, masih ada enam manfaat belajar kaligrafi. Apa sajakah itu?

manfaat menulis kaligrafi

1. Menjaga Al-Qur’an dan Sunah

Kaligrafer memiliki peran dalam menjaga Al Quran dan Sunnah karena mereka menuliskan ayat-ayat Al Quran Apalagi jika hasil karya mereka tersebar secara luas, Masya Allah… ini menjadi hal penting dalam menjaga kitab suci agar tidak punah.

2. Untuk Menyalurkan Kemampuan Seni

Tidak semua bentuk seni diperbolehkan oleh Islam. Syarat seni yang halal adalah hal-hal yang tidak menjurus pada syirik dan maksiat. Kaligrafi adalah salah satu seni yang diperbolehkan dan disarankan untuk dipelajari.

3. Memudahkan Dalam Menghafal Al-Qur’an

Saat kakak shalih-shalihah sedang belajar menulis kaligrafi, mereka akan mengulang ayat-ayat tersebut beberapa kali. Dampaknya, ayat tersebut bisa terekam di otak. Bonusnya, ayat tersebut bisa dihafalkan oleh kakak shalih-shalihah.

4. Melatih Kesabaran

Belajar menulis kaligrafi membutuhkan kesabaran karena tak langsung sekali jadi. Melalui latihan demi latihan tersebut, otot tangan kakak shalih-shalihah juga jadi terstimulasi motoriknya. Selain kesabaran, latihan menulis kaligrafi juga melatih ketelitian.

manfaat belajar menulis kaligrafi

5. Menambah Kecintaan Terhadap Ayat Al-Qur’an

Semua orang menyukai keindahan, sebagaimana Sang Maha Pencipta juga mencintai keindahan. Saat kakak shalih-shalihah menulis atau melihat kaligrafi, insya Allah rasa cinta terhadap ayat-ayat Al Quran menjadi bertambah.

6. Meningkatkan Kreativitas

Kaligrafi atau khat memiliki banyak jenis. Semakin banyak khat yang dipelajari, semakin meningkat kreativitas kakak shalih-shalihah. Hal ini tentu juga akan meningkatkan kinerja otak, Ayah Bunda.

7. Menjadi Sumber Penghasilan

Menulis kaligrafi juga bisa menjadi salah satu life skill yang kelak bisa menopang kehidupan kakak shalih-shalihah. Hasil karya kaligrafi yang dibuatnya bisa saja suatu hari menjadi sumber penghasilan.

Nah, setelah mengetahui manfaat belajar kaligrafi di atas, apakah Ayah Bunda jadi lebih semangat untuk mengembangkan bakat kakak shalih-shalihah di bidang menulis Arab dengan sentuhan seni ini?

Selain manfaat, Ayah Bunda juga perlu mengenal jenis-jenis kaligrafi atau khat. Yuk cari tahu!

Jenis-jenis Kaligrafi yang Sering Digunakan

Ada beragam jenis kaligrafi, tetapi setidaknya ada 6 jenis kaligrafi/ khat yang umum digunakan oleh para kaligrafer, yaitu:

jenis-jenis kaligrafi

1. Khat Kufi

Khat kufi pada awal Islam muncul berguna untuk menyalin kitab suci Al Quran. Khat ini merupakan gaya menulis Arab yang memiliki karakter kubisme. Khat ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis;

  • Kufi Musyajjar (Floriated Kufi)
  • Kufi Mudhofar (Plaited Kufi)
  • Kufi Animasi (Animated Kufi)
  • Kufi Murabba’ (Squared Kufi)
  • Kufi Muzakhraf

2. Khat Naskhi

Khat naskhi atau nasakha merupakan gaya menulis kaligrafi yang bentuk hurufnya melengkung dan miring. Gayanya ini membuat jadi lebih mudah dibedakan dengan tulisan kufi yang kaku.

3. Khat Tsuluts

Tsuluts memiliki arti sepertiga. Angka itu mengacu pada kalam tunar yang ukurannya klasik berjumlah 24 helai kuda. Memiliki dua varian;

  • Tsuluts Adi
  • Tsuluts Falil

4. Khat Dewani

Khat ini memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu tulisannya sangat miring ke kiri, saling tumpang tindih antara huruf satu dengan yang lainnya. Selain itu sebagian besar hurufnya ditulis di atas garis, kecuali huruf jim, ha’, kho’, mim dan lam akhir. Gaya tulisannya bulat melengkung, jarang menggunakan harokat dan elastis/ tidak terlihat kaku.

5. Khat Riq’ah

Keunikan jenis kaligrafi ini terletak pada huruf-hurufnya yang pendek. Hal ini membuatnya bisa ditulis lebih cepat daripada khat Naskhi. Khat ini  cocok untuk belajar karena sederhana dan strukturnya tidak rumit.

6. Khat Farisi

Berbeda dengan jenis khat lainnya, khat Farisi memiliki ciri huruf miring ke kanan. Untuk bisa menulis dengan menggunakan khat ini, kaligrafer harus pandai mengubah-ubah posisi pena karena setiap huruf memiliki ukuran lebar yang berbeda-beda.

Demikianlah informasi mengenai manfaat belajar kaligrafi beserta ragam jenisnya. Apabila Ayah Bunda merasa informasi ini bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada kerabat atau sahabat ya. Sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya. Semangat mendampingi kakak shalih-shalihah mengembangkan bakatnya, Ayah Bunda.***

Ditulis oleh Fasya, dikembangkan dan diedit oleh Tim Humas & Media

Referensi:

  • https://www.sahijab.com/tips/2426-simak-6-manfaat-belajar-kaligrafi?page=2
  • https://pskq-it.com/apa-pentingnya-mempelajari-kaligrafi-dan-apa-manfaat-belajar-kaligrafi/ 
  • https://hamidionline.net/mengapa-kita-belajar-khot/